Claim Missing Document
Check
Articles

Virtual reality therapy murottal Al-Qur’an surah Ar-Rahman menurunkan tingkat kecemasan pasien dewasa non bedah Nugroho, Edy; Yusuf, Ah; Wahyuni, Erna Dwi
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.9.2.82-93

Abstract

Kecemasan pasien di Instalasi gawat darurat akan berpengaruh pada kondisi fisik dan psikologis sehingga mempengaruhi proses penyembuhan. Virtual therapy dengan media murrotal Al-Qur’an merupakan salah satu cara untuk mengatasi kecemasan tersebut.Metode:Penelitian ini merupakan quassy experiment dengan model pre test- post test with control group design, teknik pengambilan sample menggunakan teknik purposive random sampling dengan jumlah responden 24 kelompok intervensi dan 24 kelompok kontrol. Sebelum diberikan VR pasien dikaji kecemasan menggunakan hospital anxiety depression scale (HADS) kemudian diberan dosis VR selama 10 menit dengan frekuensi 50dB dilanjutkan istirahat 5 menit dan dilanjutkan kembali VR selama 10 menit kemudian dilakukan pengkajian kecemasan ulang di akhir sesi. Uji Analisis menggunakan T-test pada kelompok kontrol dan mann withney u pada kelompok intervensi dengan tingkat kepercayaan 95 % (a =0,05).Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai signifikansi kelompok kontrol (0,108) > kelompok intervensi (0,000) yang dapat disimpulkan kelompok intervensi berpengaruh dalam menurunkan kecemasan pasien dewasa non bedah di triase kuning IGD RSI Sultan Agung Semarang. Simpulan:Virtual reality therapy dengan murrotal Al-Qur’an dengan Surah Ar-Rahman menurunkan kecemasan pasien dewasa non bedah.
Kombinasi terapi totok waja dan aroma terapi lavender menurunkan kecemasan pada passem pre operasi Irawan, Arizka Dwi; Yusuf, Ah; Pratiwi, Ika Nur
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.9.1.1-12

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan pada pasien pra operasi dapat mengakibatkan operasi tidak terlaksana atau dibatalkan, selain itu kecemasan dapat meningkatkan tekanan darah pasien. Peran perawat penting dalam mengurangi kecemasan pasien di IBS salah satunya dengan terapi non farmakologis menggunakan terapi totok wajah dan aroma terapi lavender. Metode: Penelitian ini merupakan quasy experimental dengan rancangan penelitian menggunakan one group pre test and post test design, teknik pengambilan sample menggunakan teknik purposive random sampling dengan jumlah 26 responden. Sebelum diberikan Terapi totok wajah dan aroma terapi lavender pasien dikaji kecemasan menggunakan Zung Self-Anxiety Rating Scale (Z-SAS) kemudian diberikan Terapi totok wajah dan aroma terapi lavender selama 10-15 menit, kemudian setelah dilakukan pengkajian kecemasan ulang di akhir sesi. Uji normalitas menggunakan uji saphiro wilk dan uji analiss menggunakan Dependen T-test dengan tingkat kepercayaan 95 % (α = 0.05). Hasil: Hasil penelitian Uji normalitas menggunakan uji saphiro wilk dengan skor tingkat kecemasan sebelum nilai 0,307 dan sesudah 0,301 dan uji analisis menunjukan nilai signifikansi P value (0,000) < (0,05) yang dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian terapi totok wajah dan aroma terapi lavender terhadap penurunan tingkat kecemasan di ruang tunggu pasien(holding room). Simpulan: Terapi totok wajah dan aroma terapi lavender mampu menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi.
Peningkatan Kompetensi Perawat Puskesmas Melalui Pelatihan Pemulihan Psikososial Penderita Gangguan Jiwa dalam Mencegah Relaps Nihayati, Hanik Endang; Yusuf, Ah; Fitryasari, Rizki; Tristiana, RR Dian
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang dengan gangguan jiwa berisiko mengalami kekambuhan. Pemulihan psikososial orang dengan gangguan jiwa perlu dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif. Perawat di Puskesmas di Surabaya belum semuanya memahami pemulihan psikososial orang dengan gangguan jiwa di komunitas. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perawat puskesmas Surabaya tentang pemulihan psikososial orang dengan gangguan jiwa di komunitas. Hasil kegiatan pengmas ini adalah peningkatan pengetahuan perawat puskesmas tentang pemulihan psikososial orang dengan gangguan jiwa di komunitas. Rerata skor pre test adalah 5.01 dan post-test adalah 7.51. Sesudah diberikan pelatihan pemulihan psikososial, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (65,9%). Partisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat secara signifikan meningkatkan pemahaman perawat tentang proses pemulihan psikososial pada individu dengan gangguan mental. Pengalaman ini memberikan wawasan berharga tentang tantangan yang dihadapi oleh populasi ini, sehingga memungkinkan perawat untuk lebih mendukung dan mengadvokasi strategi pemulihan yang efektif dalam masyarakat.
Do gender, age, and emotional intelligence affect the emotional regulation of adolescents involved in cyberbullying? Agustiningsih, Nia; Yusuf, Ah; Ahsan, Ahsan; Iswanti, Dwi Indah; Saifudin, I Made Moh. Yanuar
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 2: June 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i2.24335

Abstract

The objective of this study was to explore how age, gender, and emotional intelligence impact emotion regulation in adolescents participating in cyberbullying. A cross-sectional study was conducted in January 2023, involving 108 teenagers selected through purposive sampling. Data, gathered through a demographic questionnaire, Revised Cyberbullying Inventory II, and an emotional intelligence questionnaire, were analyzed using descriptive and multiple regression methods. The findings revealed that age, gender, and emotional intelligence collectively influence situation modification, accounting for a 2.52% impact (p-value=0.024). Emotional intelligence demonstrated effects on both situation modification and attentional deployment in individuals playing the roles of victims and perpetrators (p-value=0.018). In the case of adolescents acting as perpetrators, age, gender, and emotional intelligence collectively exhibited significant influence on attention deployment, contributing to a 9.83% impact (p-value=0.01). For adolescents who abstain from participating, the modulation response is simultaneously affected by age, gender, and emotional intelligence (p-value<0.001), resulting in a 4.44% influence. Notably, age, gender, and emotional intelligence were identified as factors influencing emotion regulation at various stages, depending on whether adolescents played the roles of victims, victims-perpetrators, or perpetrators. it is recommended that mental health nurses implement tailored emotion regulation interventions for adolescents involved in cyberbullying.
The Effect of Telenursing-Based Health Education on Self-Efficacy in Tuberculosis in Hospital Setting Patients Wahdi, Achmad; Yusuf, Ah; Setiyowati, Eppy; Retno Puspitosari, Dewi; Irham Lutfi, Erik
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/jisym.v15i2.489

Abstract

Pulmonary TB treatment, which takes a relatively long time with regular medication intake, causes patient boredom with the treatment. The informational and emotional support provided is also less than optimal; this can reduce self-efficacy. This research aims to determine the effect of telenursing-based health education on self-efficacy in tuberculosis patients at the Jemursari Islamic Hospital, Surabaya. This was a quasi-experimental pre-post test control group design approach. Population of 38 tuberculosis patients at Jemursari Islamic Hospital, Surabaya. The sample size was 38 patients, divided into 2 intervention and control groups, taken using random sampling techniques based on sample allocation. Data was collected using a questionnaire. Data analysis used the Paired t-test and Independent t-test with α = 0.05. The research results showed that the difference between the self-efficacy of the intervention group was X ± (SD) = 7.05 ± (4.47) and the control group, namely X ± (SD) 0.11 ± (0.315). The results of the Independent t-test¸ ρ = 0.000, meaning that there is an influence of telenursing-based health education on increasing self-efficacy in tuberculosis patients. Telenursing-based health education can increase self-efficacy. Hospitals and nurses can use telenursing (long distance care) to provide health education to patients with chronic diseases such as tuberculosis ABSTRAK Pengobatan TB Paru yang memakan waktu relatif lama dengan asupan obat yang teratur menyebabkan pasien bosan terhadap pengobatan, kemudian dukungan informasional dan emosional yang diberikan juga kurang optimal, hal ini dapat menurunkan efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan berbasis telenursing terhadap efikasi diri pada pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan pendekatan pre post test control group design. Populasi 38 pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Besar sampel sebanyak 38 pasien, dibagi menjadi 2 kelompok intervensi dan kontrol, diambil dengan menggunakan teknik random sampling berdasarkan alokasi sampel. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Paired t-test dan Independent t-test dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan selisih efikasi diri kelompok intervensi yaitu X ± (SD) = 7,05 ± (4,47) dengan kelompok kontrol yaitu X ± (SD) 0,11 ± (0,315). Hasil uji t-independent ρ = 0,000, artinya ada pengaruh edukasi kesehatan berbasis telenursing terhadap peningkatan efikasi diri pada pasien tuberkulosis. Edukasi kesehatan berbasis telenursing dapat meningkatkan efikasi diri. Rumah sakit dan perawat dapat memanfaatkan telenursing (long distance care) untuk memberikan edukasi kesehatan pada pasien dengan penyakit kronis seperti tuberkulosis.
Pengembangan Model Asuhan Keperawatan Berbasis Spiritual pada Pasien Kanker dengan Kondisi Paliatif Utama, Tuti Anggriani; Aprilatutini, Titin; Yusuf, Ah; Gumelar, Ganjar; Mubaroq, Bagja Al
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.200-214

Abstract

Berbagai model intervensi spiritual bagi pasien kanker dengan kondisi paliatif telah diterapkan, namun hingga saat ini belum ditemukan model yang efektif dalam mengatasi masalah spiritual pasien kanker dengan kondisi paliatif. Pentingnya dilakukan pengembangan model asuhan keperawatan berbasis spiritual pada pasien kanker dengan kondisi paliatif. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kebutuhan perawat dalam asuhan keperawatan spiritual pasien kanker dengan paliatif, mengembangkan model asuhan berbasis spiritual pada pasien kanker dengan kondisi paliatif, dan menguji validasi pengembangan model. Rancangan penelitian mix metodh kualitatif-kuantitatif pendekatan sequential exploratory. Penelitian terdiri dari tahap (1) Mengidentifikasi kebutuhan yang dieksplorasi dengan desain studi kualitatif deskriptif melalui pengalaman perawat dalam melakukan asuhan keperawatan spiritual pada pasien kanker paliatif. Tahap (2) Mengembangkan model asuhan berbasis spiritual pada pasien kanker dengan kondisi paliatif (3) Menguji validasi pengembangan model. Subjek studi tahap 1 Subjek penelitian kualitatif: perawat yang bekerja di ruangan kemoterapi rumah sakit berjumlah 7 orang dan tahap 3 subjek pakar ahli berjumlah 3 orang yaitu: perawat dengan pengalaman memberikan asuhan keperawatan pada pasien kanker selama 10 tahun, rohaniawan dengan pengalaman 5 tahun terlibat dalam pendampingan pasien di rumah sakit. Analisis data tahap (1) analisis tematik, tahap (2) pengembangan model, tahap (3) uji validasi model melalui Conten Validity Indeks (CVI).  Hasil: Tahap (1) teridentifikasinya kebutuhan perawat dalam asuhan keperawatan spiritual pada pasien kanker dengan Kondisi paliatif,. Tahap (2) Terbentuknya model asuhan keperawatan berbasis spiritual pada pasien dengan kondisi paliatif (3) Terujinya validitas model melalui 3 orang pakar diperoleh nilai 1,00 artinya semua materi memiliki hasil uji sangat kuat.  Kesimpulan : terdapat 3 tema kebutuhan perawat dalam asuhan perawatan spiritual yaitu implementasi dalam deteksi dini dalam mengenal masalah spiritual, persiapan spiritual pasien pulang ke rumah, dan peran perawat dalam koordinasi tim kesehatan dan  rohaniawan.  Terbentuknya sebuah model asuhan perawatan berbasis spiritual yang memiliki komponen dalam kebijakan dalam operasional asuhan perawatan spiritual.  Kata Kunci: asuhan keperawatan spiritual, kanker, pengembangan model, perawatan paliatif  
Development of a health coaching model to improve caregivers’ ability to care for patients with mental disorders Andriani, Andriani; Yusuf, Ah; Fitryasari, Rizki; Kadar, Kusrini S.; Basrah, Miftahul Jannah; Sarih, Karmila; Fitriani, Nurlaila; Arsyad, Dian Sidik; Setialaksana, Wirawan
Jurnal Ners Vol. 20 No. 3 (2025): VOLUME 20 ISSUE 3 (AUGUST 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v20i3.72926

Abstract

Introduction: This study aimed to develop a health coaching model grounded in these theoretical frameworks. Methods: An explanatory cross-sectional design was employed, involving 155 caregivers purposively recruited from seven primary health care centers in Makassar, Indonesia. Eligible participants were primary caregivers from nuclear or extended families, aged ≥18, with complete contact information, available for home visits, and referred by the mental health program coordinator. Study variables included family, caregiver, patient, nurse, and health care service factors, as well as health coaching, planned behavior, behavioral intention, and caregiver ability. Data were collected between February to June 2024 using structured questionnaires and analyzed with Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (SmartPLS v3.8). Results: The family, patient, and nurse-related factors significantly affected health coaching. These factors, along with caregiver characteristics, also affected planned behavior, which in turn significantly influenced behavioral intention and caregiver ability. Conclusions: Health coaching directly improved caregivers’ capability. These findings highlight the importance of comprehensive health coaching and family-centered training as integral components of mental health services.
Peningkatan Kompetensi Perawat Puskesmas Melalui Pelatihan Pemulihan Psikososial Penderita Gangguan Jiwa dalam Mencegah Relaps Nihayati, Hanik Endang; Yusuf, Ah; Fitryasari, Rizki; Tristiana, RR Dian
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang dengan gangguan jiwa berisiko mengalami kekambuhan. Pemulihan psikososial orang dengan gangguan jiwa perlu dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif. Perawat di Puskesmas di Surabaya belum semuanya memahami pemulihan psikososial orang dengan gangguan jiwa di komunitas. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perawat puskesmas Surabaya tentang pemulihan psikososial orang dengan gangguan jiwa di komunitas. Hasil kegiatan pengmas ini adalah peningkatan pengetahuan perawat puskesmas tentang pemulihan psikososial orang dengan gangguan jiwa di komunitas. Rerata skor pre test adalah 5.01 dan post-test adalah 7.51. Sesudah diberikan pelatihan pemulihan psikososial, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (65,9%). Partisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat secara signifikan meningkatkan pemahaman perawat tentang proses pemulihan psikososial pada individu dengan gangguan mental. Pengalaman ini memberikan wawasan berharga tentang tantangan yang dihadapi oleh populasi ini, sehingga memungkinkan perawat untuk lebih mendukung dan mengadvokasi strategi pemulihan yang efektif dalam masyarakat.
Relationship of Smartphone Addiction and Self-Efficacy with Academic Achievement in Adolescents Agesti, Linda Pradani; Fitryasari, Rizki; Armini, NK Alit; Yusuf, Ah
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol. 1 No. 1 (2019): March, 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.366 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v1i1.12302

Abstract

Introduction: Adolescents have a greater interest in smartphone use, this makes teens more vulnerable to experiencing smartphone addiction. Academic achievement in Indonesia is still relatively low, this is influenced by several factors,  internal factor like self-efficacy and the external factor includes are smartphone use. The purpose of this study was to analyze the relationship between smartphone addiction and self-efficacy with academic achievement based on Bandura's theory.Method: The number of samples was 219 students by using cluster sampling. The independent variable is smartphone addiction and self-efficacy. The dependent variable is academic achievement. Data were collected using questionnaires and analysis with the Spearman test α <0.05.Result: Smartphone addiction can reduce self-efficacy (p = 0,009) direction of correlation negative (r = -0,177). Smartphone addiction can also reduce academic achievement (p = 0.046) direction of correlation negative (r = -0.135). Self-efficacy has no relationship with academic achievement (p = 0.262).Conclusion: Smartphone addiction can make teenagers experience restlessness when not using a smartphone, while self-efficacy can be influenced by anxious and restless behavior. Nurses need to do health education for parents and students related to smartphone addiction and its relationship with student self-efficacy and academic achievement.
Self-Actualization and Trends of Narcissism in Adolescent Social Media User Sabekti, Ria; Yusuf, Ah; Pradanie, Retnayu
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol. 1 No. 1 (2019): March, 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3611.126 KB) | DOI: 10.20473/pnj.v1i1.12374

Abstract

Introduction: Teens try to look as attractive as possible in order to gain recognition and attractiveness. Social media offers a variety of facilities so that users feel free and happy to save various experiences. The use of excessive social media triggers the emergence of cyberbulying, in the form of degrading, pressing and violent words that endanger self-esteem. Self-esteem is a factor that is related to narcissistic tendencies and one's self-actualizationMethod: The study design was cross-sectional using simple random sampling. The independent variable is the intensity of social media use. The dependent variable is the tendency of narcissism with the results of the reliability test obtained by Cronbach's Alpha 0.625, and self-actualization with the results of the reliability test obtained by Cronbach's Alpha 0.898. The research instrument used a questionnaire and was analyzed using the Kendall's test.Result: There is a relationship between the intensity of social media use and narcissistic tendencies (p = 0.005) and there is a relationship between the intensity of social media use and self-actualization (p = 0.001).Conclusion: The high intensity of social media use will affect the tendency of narcissism and self-actualization. It is necessary to supervise and improve the quality of health education to avoid excessive use of social media and optimize individual potential to achieve optimal self-actualization.
Co-Authors Abiyoga, Aries Abu Bakar Achmad Ibrahim Achmad Wahdi Agesti, Linda Pradani Ahsan Ahsan Aini, Nauvila Fitrotul Ambarwati, Galuh Adjeng Andriani Andriani Anggraeni, Dyah Anggraini, Yuli Anika, Nova Aprilatutini, Titin Ari Kresna Dewi, Ni Luh Gede Ariyana Rahayu, Desi Armini, NK Alit Basrah, Miftahul Jannah Budiono Budiono Chia-Jung Hsieh Cucuk Rahmadi Purwanto Devi, S.Kep., Ns., M. Sc (SCOPUS ID : 57221912497), (SINTA ID : 6784310), Hilda Mazarina Dian Sidik Arsyad Diba, Rafidah Farah Dwi Indah Iswanti Dya Sustrami Edy Nugroho Eka Lestari, Wahyu Agustin Erfina, Erfina Erik Irham Lutfi Fahlevi, Restu Yogi Fanani, Qori Fanni Okviasanti Ferry Efendi Firnanda Erindia Fitriasari, Andikawati Gumelar, Ganjar Habibie, Aziz Nashiruddin Harianto, Susilo Ika Nur Pratiwi Ilya Krisnana, Ilya Imam, Nurul Indarwati , Retno Irawan, Arizka Dwi irawan, Faisal Adi Israfil, Israfil Iswatun, Iswatun Khotibul Umam Khuzaimah Ahmad Sharoni, Siti Kurnia, Anna Kurniawati, Ninuk Dian Kusrini S. Kadar Lema, Elizabeth Risha Lin, Mei-Feng M. Elyas Arif Budiman Maliah, Iin Margono, Hendy Muagiri Mubaroq, Bagja Al Muhalla, Hafna Ilmy Mulud, Zamzaliza Abdul Munawaroh, Sri Nababan, Yosevin Karunia Nasifah, Ike Ayunda Nayluzzuharo', Fanny Neisya Pratiwindya Sudarsiwi Nia Agustiningsih, Nia Nihayati, Hanik Endang Nimah, Lailatun Novita Verayanti Manalu Nur Ainiyah Nur Arifah Astri Nur Hidayati, Tri Nurilla Kholidah Nurlaila Fitriani Nurlela, Lela Nurmaulid, Nurmaulid Permana, Bhakti Pradanie, Retnayu Prihatama, Rizky Putra Rafael, Stefanus Evan Rahayu, Ninik Dwi Rasyidi, Nuri Firdausyiah Retno Puspitosari, Dewi RR Dian Tristiana S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabekti, Ria Saifudin, I Made Moh. Yanuar Sari, Dianis Wulan Sarih, Karmila Sawab Sawab Setialaksana, Wirawan - SITI KHOLIFAH Siti Kotijah Soleha, Umdatus Sri Suhardiningsih, Av Suhardingsih, A.V. Sri Suhartono Taat Putra Suni Hariati, Suni Surya, Ronal Syadiyah, Hidayatus Sylvia Dwi Wahyuni Titik Sumiatin Tristian, Dian Tristiana, Roro Dian Tuti Anggriani Utama Verantika Setya Putri Wahyuni, Erna Dwi WULANDARI Zahroh, Chilyatiz