p-Index From 2021 - 2026
7.005
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia MEDIA KONSERVASI Torani Journal of Fisheries and Marine Science Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Jurnal Biologi Tropis Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains) Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam AkMen JURNAL ILMIAH EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Abdi Insani These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MAKILA: Jurnal Penelitian Kehutanan COJ (Coastal and Ocean Journal) ETAM: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Papua Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Jurnal Ilmu Kehutanan Open Community Service Journal Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kehutanan Jurnal Kabar Masyarakat Nian Tana Sikka: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurnal Laut Pulau Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Menawan : Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Journal of Environmental Sustainability Management) BAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat PENGAMATAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Ilmu MIPA dan Terapannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Emisi gas rumah kaca (CO2 dan CH4) pada kawasan mangrove di Pesisir Desa Poka, Kota Ambon Rahman, Rahman; Kesaulya, Irma; Ikbal, La
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.8.1.38-52

Abstract

The organic material input that enters the waters of Ambon Bay spreads to the mangrove ecosystem area and is partially deposited in sediments, including the mangrove area of ​​Poka Village. This study aims to analyze greenhouse gas emissions (CO2 and CH4) in mangrove sediments in the Poka Village area. The gas collection was carried out using a cylindrical cap method placed on three types of sediment, namely sandy silt (LPs), muddy sand (PsL), and sand (Ps). Gas concentration analysis refers to the gas chromatography method. The results showed that the largest CO2 emissions were found in LPs sediments, 138.94 mg/m2/hour. Meanwhile, the lowest emission was found in PsL sediment, which was 20.69 mg/m2/hour. In addition, the largest CH4 emission was also found in the LPs sediment type, 0.2154 mg/m2/hour. Meanwhile, the lowest CH4 emission was found in the Ps sediment type, 0.0447 mg/m2/hour. Greenhouse gas emissions (CO2 and CH4) in mangrove sediments on the Coast of Poka, Ambon Bay, are still relatively low compared to Indonesia's average emissions from other mangrove ecosystems. The sandy-mud sediment type has greater emissions than the silty-sand and sand sediment types which are influenced by the availability of total organic carbon in each mangrove sediment.
Potensi blue carbon pada tegakan pohon mangrove di pesisir Muna Barat Rahman, Rahman; Sirajuddin, Nur Tasmiah; Lokollo, Frijona Febiola; Pasanea, Krisye; Fendjalang, Sophia Nonamanis Margaretha; Hulopi, Mahriyana
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.8.2.118-131

Abstract

Mangrove ecosystems have an important role in mitigating climate change through carbon sequestration. This study aims to determine the blue carbon potential of mangroves on the coast of West Muna. The research was conducted by measuring mangroves density using the quadratic transect method (10 m x 10 m) and measuring stem diameter (DBH). The values ​​of carbon stock and carbon absorption were analyzed based on the biomass values ​​calculated using the allometric equation of each mangrove species. The results showed that the total biomass, stock, and carbon absorption of mangroves on the coastal areas of West Muna were 211.9 tones/ha, 99.21 tones C/ha and 363.77 tones CO2-eq/ha. The largest contributors to total biomass, stock, and carbon sequestration are R. stylosa and S. alba species. In contrast, the species with the lowest contributors are B. cylindrica and B. gymnorrhiza. Differences in the ability to store carbon in each species are influenced by the structure of the mangrove community, including density, stem diameter and root type. Mangroves of the Rhizophora species have good carbon absorption capabilities. Besides that, it can also adapt well to the environment, so it is very good to be managed and bred in climate change mitigation efforts.
Proporsional alih fungsi lahan mangrove untuk kawasan budidaya dalam perspektif mitigasi perubahan iklim Rahman, Rahman; Fendjalang, Sophia N. M; Krisye, Krisye; Sirajuddin, Nur Tasmiah
Grouper Vol. 14 No. 2 (2023): Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i2.158

Abstract

Pengelolaan ekosistem mangrove umumnya terdiri dari pengelolaan konservatif dan pengelolaan destruktif. Salah satu pengelolaan destruktif yang paling berpengaruh terhadap degradasi mangrove adalah alih fungsi lahan menjadi tambak. Penyerapan karbon mangrove menurun dan emisi gas rumah kaca meningkat seiring dengan konversi mangrove. Disisi lain, manfaat ekonomi dari kegiatan tambak sangat menjanjikan bagi pelaku usaha. Perdebatan antara mempertahankan ekologi atau mengutamakan keuntungan ekonomi terus bergulir. Analisis ini bertujuan untuk menentukan proporsional alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak dalam perspektif mitigasi perubahan iklim. Hasil analisis menunjukkan bahwa alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak pada proporsi tersebut dapat dilakukan pertimbangan keuntungan ekonomi dengan tetap menjaga optimasi fungsi penyerapan karbon. Stok karbon yang hilang akibat konversi dapat diperoleh melalui budidaya tambak udang. Kegiatan budidaya mampu menyerap CO2 hingga 25% dari serapan karbon mangrove melalui penyerapan fitoplankton. Selain itu, emisi gas CH4 yang dihasilkan tambak tradisional, semi intensif, dan intensif juga relatif rendah yaitu berkisar 0.0009 – 0.0264 mg m2 ha-1. Stok karbon mangrove yang dapat dikonversi menjadi tambak yang memiliki nilai karbon awal sebesar 261.9-490.12 Mg C ha-1 adalah 99.82-227.03 Mg C ha-1. Konversi tersebut dapat dilakukan untuk pembukaan lahan atau pengembangan kawasan budidaya. Namun apabila nilai stok karbon pada suatu ekosistem lebih rendah dari nilai stok karbon minimal (<261,9 Mg C ha-1) maka kegiatan budidaya dapat dilakukan pada lahan eksisting dan tidak melakukan konversi mangrove, sebaliknya harus dilakukan rehabilitasi mangrove sehingga stok karbon dapat meningkat. Jenis spesies mangrove yang direkomendasikan untuk direhabilitasi adalah R. stylosa, R. apiculata. dan R. mucronata. 
Ekologi dan Dimensi Pengelolaan Keberlanjutan Mangrove (Studi Kasus Lokasi Ekowisata Guraping, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara) Paembonan, Rustam Effendi; Akbar, Nebuchadnezzar; Ibrahim, Abjan; Tahir, Irmalita; Baksir, Abdurrachman; Marus, Ikbal; Najamuddin, Najamuddin; Ismail, Firdaut; Wibowo, Eko S; Siolimbona, Abdul Ajiz; Harahap, Zulhan Arifin; Mutmainnah, Mutmainnah; Angkotasan, Abdul Motalib; Zamani, Neviaty P; Arafat, Dondy; Subhan, Beginer; Natih, Nyoman MN; Rahman, Rahman; Rahimah, Insaniah; Harahap, Zulham Apandy
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.4.412

Abstract

The mangrove ecosystem is a potential coastal and marine area that has a very important resource function. The mangrove ecosystem must be managed sustainably so that it can provide optimal benefits, especially the mangrove ecosystem in Guraping Village which has been designated as an ecotourism area. The aim of this research is to analyze the ecological condition of the mangrove ecosystem and analyze the dimensions of sustainable management of the mangrove ecosystem in Guraping Village. The method used in this research line transect method with a 10x10 meter quadrant to determine ecological conditions. Interviews were conducted with key respondents from stakeholders and the dimensions of sustainable management were analyzed using Rapfish. Measurement of environmental parameters directly on site. The results obtained from this research can determine the ecological condition of mangroves at the research location which still have good status based on the number of species, species density, species cover, diversity index, mangrove canopy cover data. The calculation of the results of the assessment of the dimensions of mangrove sustainability management, which consists of ecological dimensions, economic dimensions, socio-cultural dimensions, legal, institutional and policy dimensions and technological and infrastructure dimensions, is classified as a less accountable level category.
REHABILITASI MANGROVE BERBASIS EKOEDUWISATA DI KELURAHAN PARANGLOE, KECAMATAN TAMALANREA, KOTA MAKASSAR Fakaubun, Fahrul; Rahman; Rudi Rahmat; Nur Ilmi Achmad; Frijona F. Lokollo; Muh. Haris; Andi Ade Ula Saswini
Bakti : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Том 5 № 2 (2025): Bakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/bakti.5.2.20-26

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendukung upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar melalui pendekatan ekoeduwisata. Kegiatan difokuskan pada penanaman kembali mangrove dan edukasi lingkungan yang melibatkan masyarakat, pemuda, serta pemerintah setempat. Pendekatan ekoeduwisata digunakan sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari perlindungan kawasan pesisir. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung pemulihan fungsi ekosistem mangrove, dengan dampak ekologis dan sosial yang diharapkan berkembang secara bertahap seiring pertumbuhan mangrove yang ditanam.
Potensi Stok dan Kapasitas Mitigasi CO₂-e Ekosistem Mangrove di Pesisir Teluk Ambon Dalam, Kota Ambon Sadali IE; Alex S. W. Retraubun; Johannes M. S. Tetelepta; Charlotha I. Tupan; Rahman Rahman
MAKILA Vol 20 No 1 (2026): Makila: Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v20i1.24767

Abstract

Mangrove ecosystems are important blue carbon reservoirs with high potential for climate change mitigation; however, site-specific assessments in semi-enclosed tropical bays, particularly in eastern Indonesia, remain limited. This study estimates the carbon stock and CO₂-e sequestration potential of mangrove ecosystems in Inner Ambon Bay. Field data were collected from four sites—Passo, Waiheru, Nania, and Negeri Lama—through measurements of stand structure, biomass, and sediment carbon to a depth of 100 cm. Biomass was estimated using species-specific allometric equations, while sediment carbon was analyzed based on bulk density and organic carbon content. The results show substantial spatial variation, with total carbon stocks ranging from 425.0 to 1,205.0 ton C/ha, highest in Passo and lowest in Negeri Lama. Sediment carbon dominated the total stock, contributing more than 75%, indicating the critical role of belowground pools in long-term carbon storage. The CO₂-e sequestration potential ranged from 1,560.1 to 4,418.1 ton CO₂-e/ha, reflecting strong mitigation capacity. This study provides one of the first integrated, site-specific assessments of aboveground, belowground, and sediment carbon stocks in a semi-enclosed tropical bay in eastern Indonesia, linking spatial variability to ecosystem-based CO₂-e mitigation capacity. These findings highlight the strategic importance of mangrove conservation for climate mitigation and support the development of blue carbon-based management and financing mechanisms.
Edukasi Interaktif Terumbu Karang Bagi Siswa SMP Kristen Rehoboth, Kota Ambon Sara Haumahu; Muhammad F Barcinta; Junita Supusepa; Krisye Pasanea; Rahman Rahman
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.174

Abstract

Latar Belakang: Kondisi terumbu karang di Pulau Ambon yang mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia, sehingga diperlukan edukasi lingkungan sejak usia sekolah.Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berjudul “Edukasi Interaktif Ekosistem Terumbu Karang bagi Siswa SMP Kristen Rehoboth Kota Ambon” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang.Metode: Sasaran kegiatan adalah siswa kelas VIII SMP Kristen Rehoboth Kota Ambon sebanyak 21 orang dan satu orang guru pendamping. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi interaktif yang meliputi pemutaran film dokumenter, penyampaian materi dengan bahasa sederhana, diskusi, dan permainan edukatif. Materi yang diberikan mencakup pengertian ekosistem terumbu karang, fungsi dan manfaatnya bagi ekosistem laut dan masyarakat pesisir, serta berbagai aktivitas manusia yang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa.Hasil: Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan pada seluruh indikator pembelajaran. Nilai post-test lebih tinggi (95,24%) dibandingkan pre-test (26,19%), yang menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif dan media pembelajaran yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini efektif dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang dan dapat menjadi dasar pelaksanaan edukasi lingkungan secara berkelanjutan di wilayah pesisir Kota Ambon.
The Relationship between Seagrass Type Density and CO2 Emissions in Negeri Waai Waters, Salahutu District, Central Maluku Regency: Hubungan Kepadatan Jenis Lamun dengan Emisi CO2 di Perairan Negeri Waai Kec. Salahutu Kab. Maluku Tengah More Siahaya; Charlotha I. Tupan; Rahman Rahman
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 7 No 2 (2023): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v7i2.50411

Abstract

Masyarakat pesisir menghasilkan limbah domestik anorganik maupun organik. Limbah tersebut sebagian tertahan dan terendapkan pada ekosistem lamun dan terdekomposisi yang menyebabkan pelepasan gas CO2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepadatan lamun dan emisi gas CO2 yang ada di pesisir Negeri Waai, Kabupaten Maluku Tengah. Metode penelitian menggunakan sungkup silinder dan analisis emisi gas mengacu pada hasil analisa kromatografi gas (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi CO2 terbesar pada stasiun I ditemukan pada spesies C. rotundata yaitu 55.91 mg/m2/jam dan yang terendah pada spesies E. acoroides yaitu 5.51 mg/m2/jam. Sementara pada stasiun II dan III, emisi terbesar ditemukan pada spesies T. hemprichii dengan nilai masing – masing sebesar 66.68 mg/m2/jam dan 33.57 mg/m2/jam. Sementara itu, hubungan kepadatan lamun jenis E. acoroides terhadap emisi CO2 diformulasikan dengan y = 11,318x – 8,3343 dan tingkat korelasi sangat kuat (r = 0,93). Hal yang serupa terlihat pada lamun jenis C. rotundata dan T. hemprichii dengan persamaan regresi linier masing – masing y = 14,284x + 10,751 (r = 0,9629) dan y = 19.085x (r = 0,96). Hal tersebut menunjukkan semakin padat lamun, maka semakin banyak bahan organik yang dapat didekomposisi untuk pembentukan emisi CO2. Selain itu, emisi yang tinggi juga dapat dipengaruhi oleh epifit mikroalga yang melakukan respirasi sehingga memicu peningkatan emisi CO2 di atmosif.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DALAM MONITORING TERUMBU KARANG MELALUI PROGRAM CITIZEN SCIENCE DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN SERAM BAGIAN TIMUR Muhammad F. Barcinta; Fahrul R. Fakaubun; Rahman Rahman; Glen M. Talakua
Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/balobe.5.1.16-23

Abstract

Abstract Coral reef ecosystems surrounding the East Seram Marine Protected Area are experiencing increasing degradation due to anthropogenic activities and climate change, while the local community of Waru Village has limited technical capacity to conduct standardized coral reef monitoring. This community service program, based on a citizen science approach, aimed to enhance community knowledge and technical skills in coral reef monitoring using the Point Intercept Transect (PIT) method, while establishing a community-based monitoring team to support the management of the marine protected area. The program was implemented through a participatory approach consisting of awareness-raising sessions, theoretical and practical training, and continuous mentoring. A total of 20 participants attended the training sessions, with 10 participants involved in the field practicum. Program effectiveness was evaluated using pre- and post-tests to assess participants' knowledge and observation-based skill checklists to evaluate technical competencies. The results demonstrated a substantial increase in average knowledge scores from 24.62% to 90.38% (an improvement of 65.76 percentage points). Participants' independent technical skills also improved significantly from 25% to 85% between the first and second mentoring cycles. The consistent improvement in both knowledge and technical competencies indicates that the citizen science approach is effective in strengthening the capacity of local communities to independently and sustainably conduct coral reef monitoring, while supporting more participatory and adaptive management of marine protected areas. Keywords: coral reefs; citizen science; community empowerment; participatory monitoring; marine protected areas. Abstrak Ekosistem terumbu karang di sekitar Kawasan Konservasi Perairan Seram Bagian Timur mengalami tekanan degradasi akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim, sementara masyarakat Desa Waru belum memiliki kapasitas teknis untuk melakukan monitoring secara terstandar. Program pengabdian berbasis citizen science ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam monitoring terumbu karang menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT), sekaligus membentuk kader monitoring komunitas untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, pelatihan teori-praktik, dan pendampingan lanjutan, diikuti oleh 20 peserta pelatihan dan 10 peserta praktik lapangan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test/post-test untuk mengukur pengetahuan dan lembar observasi (skill checklist) untuk menilai keterampilan teknis peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata dari 24,62% menjadi 90,38% (+65,76 poin persentase), serta keterampilan mandiri peserta meningkat dari 25% menjadi 85% antara siklus pendampingan pertama dan kedua. Konsistensi peningkatan pada kedua aspek tersebut menunjukkan bahwa pendekatan citizen science efektif membangun kapasitas masyarakat lokal untuk melaksanakan monitoring terumbu karang secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mendukung tata kelola kawasan konservasi yang lebih partisipatif dan adaptif. Kata kunci: terumbu karang; citizen science; pemberdayaan masyarakat; monitoring partisipatif; kawasan konservasi perairan.
Co-Authors A.B Mamesah, Juliaeta Abdul Motalib Angkotasan Abdurrachman Baksir, Abdurrachman Abjan Ibrahim, Abjan Achmad, Nur Ilmi Afrizal, Mohammad Alex S. W. Retraubun Alexandra Hukom Alfin Rabil Awalam Amalo, Luisa Febrina Andi Ade Ula Saswini Anou, Kezia N. Antaraeni, Mira Arif Rahman Atmisari Diman Awang Rosyadi Beginer Subhan Bena, L.M. Agushara Bernard Hehakaya, Trealy Ceanturi, Ardan Charlotha I. Tupan Charlotha I. Tupan Christin Tuhehay Dewi Yanuarita, Dewi Dhandi Diana Rezi Lumbantoruan Dicky Perwira Ompusunggu Diding Sudira Efendi Dondy Arafat Eelco Waardenburg Ego Srivajawati Sinaga Endang Taufiqurahman Eva Kaimudin Fahrul R. Fakaubun Fahrul Rozy Fakaubun Fakaubun, Fahrul Fernanda, Enjelika Fitrina Nazar Flinn C Radjabaycolle Fredinan Yulianda Frijona F. Lokollo Frijona Fabiola Lokollo Glen M. Talakua Gloria, Debora Grace Pattiselanno Gresia Maiseka Hairun Nisa Hamdan Has Handayani, Luluk D Handayani, Setyo Harold J.D. Waas Hefni Effendi Hulopi, Mahriyana Ikbal Marus, Ikbal Ikbal, La Iman Rusmana Imanuel Villian Trayanta Soukotta Indra Cahyadinata, Indra Ira Veronika Girsang Irmalita Tahir, Irmalita Ismail, Firdaut Jayawarsa, A.A. Ketut Jesica, Agnes Johannes M. S. Tetelepta Jully Triansyah Junita Perangin-angin Junita Supusepa Junita Supusepa Jusuf Leiwakabessy Kelvin Sopahaluwakan Kesaulya, Irma Kristi Damayanti.G Krisye Pasanea Lilitnuhu, Meisye K Lily Nova Amalia Limmon, Gino V. Lokollo, Frijona Febiola Luky Adrianto Luluk Dwi Wulan Handayani, Luluk Dwi Wulan Lumbanraja, Aprilia Junika M. Hidayat Ginanjar Mariati M Mariffah, Mariffah Marlin C Wattimena Martha L. Wattimena Maryono Maryono Mintje Wawo Moniharapon, Louis D More Siahaya Muh. Haris Muhammad F Barcinta Muhammad F. Barcinta Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Muis Muis, Muis Mukti Ali Mukti Ali Muliani Muliani Nagita, Nagita Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Napitupulu, Daniel Nardiati Nurdin, Nardiati Nebuchadnezzar Akbar NEVIATY PUTRI ZAMANI Ngaderman, Hubertus Noor Hamidah, Noor Nopiana, Medi Nur Ilmi Achmad Nur T. Sirajuddin Nur Tasmiah Sirajuddin Nyoman M N Natih Palinussa, Elizabeth Miklen Pattinasarany, Maureen M Peter Vodegel Pratama, Oklan Putra, Marfian Dwidima Rahimah, Insaniah Rahmah, Umi Rahmat, Rudi Ratnasari, Elda Ratuluhain, Eva Susan Rijoly, Frederik Rijoly, Stefanno M A Ronald Darlly Hukubun Rudi Rahmat Rustam Effendi Paembonan, Rustam Effendi Ryan Dwi Puspita Sadali IE Saleky, Valentine D Sanubari, Murni Sara Haumahu Sara Haumahu Sarifudin sarifudin, Sarifudin Sigid Hariyadi Siolimbona, Abdul Ajiz Sirajuddin, Nur Tasmiah Sitohang, Malemahaetma Sophia N. M. Fendjalang Sri Suartini Supardi, Hadi Tabuni, Wani Taufik Thahir Tetelepta, Johannes M.S. Tuahatu, Juliana W. Viana, Wanda Waas, Harold J.D Wardani, Duhita Savira Wasiman Wasiman Wibowo, Eko S Widya Febryari Anita Willem Ayal, Frederik Wouter Lengkeek Yona A. Lewerissa Yuliana Natan Yuliana Yuliana Yusli Wardiatno Zaqiyah Lailatul Farihah Zuhri, Muhammad Isnan Zulham Apandy Harahap Zulhan Arifin Harahap