Claim Missing Document
Check
Articles

Feminisme Eksistensialis dalam Cerpen Perempuan Yang Menikahi Tubuhnya Sendiri Karya M. Rifdhal Ais Annafis: Perspektif Simone De Beauvoir Nora Erika Aulia; Agik Nur Efendi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21651

Abstract

The meaning of freedom for a woman does not only include equality in terms of work, opinion, or decision-making, but also the right to live free from patriarchal views, sexual violence, and subordination. Existentialist feminism presents as a critique of patriarchal domination and the labeling of the other or "other" against the position of women. This study aims to examine the existence of women in the short story "Women Who Married Their Own Bodies" by M Rifdal Ais Annafis using Simone De Beauvoir's existentialist feminism approach, while also exploring its potential as critical literacy material in future literary education. The method used in this study is a qualitative descriptive method with library study data collection techniques and reading and note-taking techniques. The data analysis technique uses content analysis with the stages of data reduction, data presentation, interpretation, and drawing conclusions. The results of the study show that the female characters in the short story experience social and family pressure, but try to resist through existential awareness and affirmation of their bodies and choices. The phenomenon of subordination against women is also found, revealed through the exposure of cases of murder and harassment of teenage girls. Thus, this research not only expands the study of existentialist feminism in literature, but also contributes to the development of literary education that is inclusive, reflective, and responsive to issues of gender equality in the current and future social context.
Kesantunan Positif Interaksi Jual Beli Akun Dewi Ck di Tiktok: Analisiss Siber Pragmatik Perspektif Brown dan Levinson Mila Ayu Sri Wardani; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Agik Nur Efendi; Aldi Firnanda
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21729

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan strategi kesantunan positif dalam interaksi jual beli daring yang dilakukan oleh masyarakat Madura melalui platform TikTok, dengan pendekatan siber pragmatik. Strategi kesantunan positif dipahami sebagai upaya menjaga wajah positif (positive face) mitra tutur melalui sikap menghargai, menunjukkan kesamaan, dan membangun keakraban dalam komunikasi. Penelitian bertujuan untuk menelaah dan menguraikan berbagai bentuk strategi kesantunan positif berdasarkan kerangka teori Brown dan Levinson serta prinsip-prinsip kesantunan menurut Geoffrey Leech. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan tuturan sebagai bahan kajian pembeli dan penjual pada kolom komentar pada video interaksi jual beli di akun “Dewi Ck” di TikTok. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif terhadap praktik jual beli produk lokal seperti cushion, skincare, deodorant, dan suplemen diet. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi yang dominan digunakan meliputi: memberi perhatian atau ungkapan kesukaan, penggunaan penanda identitas kelompok, menyatakan persetujuan, serta memberikan dan menanyakan alasan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi tersebut tidak hanya merefleksikan keharmonisan sosial, tetapi juga menegaskan pelestarian identitas budaya Madura dalam komunikasi digital. Oleh karena itu, platform seperti TikTok Shop tidak sekadar menjadi ruang transaksi, tetapi juga medium bagi praktik berbahasa yang santun, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
The Pesantren Approach In Building Peace Education And Social Stability For Young Children: A Literature Review 2008-2025 Toilatun Nafiiyah; Agik Nur Efendi; Mohammad ali Al Humaidy; Himayatul Sya’adah
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v7i1.22579

Abstract

Social conflict and intolerance in Indonesia emphasize the importance of peace education from an early age. This study aims to explore the pesantren approach in building peace education and social stability for early childhood. The study uses a qualitative method with a library research design through systematic analysis of 45 main literature sources, including indexed journal articles, reference books on Islamic education and peace education, and pesantren curriculum documents based on early childhood education. The data were analyzed using thematic content analysis techniques to identify patterns of peace value integration in pesantren educational practices. The findings show that Islamic boarding schools develop the foundations of peaceful character through three main approaches: (1) moral education based on akhlak (ethics) that instills the values of tasamuh (tolerance) and ta'awun (cooperation), (2) the halaqah tradition as a space for democratic dialogue to practice communication and conflict resolution, and (3) community-based social activities as a laboratory for practicing the values of peace. This holistic approach integrates cognitive, affective, and behavioral dimensions in character building.The practical implication of this research is the need to develop a more structured pesantren-based peace education curriculum and strengthen collaboration between pesantren and formal educational institutions to reinforce social stability in multicultural societies.
Gamatun: Penggunaan Media Gamma AI dalam Pembelajaran Teks Pantun pada Siswa Kelas Vlll di SMPN 1 Galis Pamekasan Ali, Anis Safira; Efendi, Agik Nur; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107219

Abstract

The learning of pantun texts is often considered less interesting by students because it is delivered conventionally and lacks context. The presence of Gamma AI media aims to create a more interactive, visual, and character-aligned learning experience for today's students. The purpose of this research is to analyze the implementation and results of using Gamma AI media in the learning of Pantun Text for 8th-grade students at SMPN 1 Galis Pamekasan. This research uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results of the research on the use of Gamma AI media in learning pantun in the 8th grade at SMPN 1 Galis Pamekasan show a positive contribution to student engagement and understanding. Teachers were assisted in preparing and delivering the material, creating a more engaging learning atmosphere. This study concludes that the use of Gamma AI media successfully transformed the previously monotonous learning of pantun into a more engaging, imaginative, and meaningful learning process. Pembelajaran teks pantun sering kali dianggap kurang menarik oleh siswa karena disampaikan secara konvensional dan kurang kontekstual. Hadirnya media Gamma AI untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan sesuai dengan karakter siswa masa kini. Tujuan penelitian ini menganalisis pelaksanaan dan hasil dari penerapan media Gamma AI dalam Pembelajaran Teks Pantun pada Siswa Kelas Vlll di SMPN 1 Galis Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian Penggunaan media Gamma AI dalam pembelajaran pantun di kelas VIII SMPN 1 Galis Pamekasan memberikan kontribusi positif terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Guru terbantu dalam menyusun dan menyampaikan materi, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih menarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media Gamma AI berhasil mengubah pembelajaran pantun yang semula terkesan monoton menjadi proses belajar yang lebih menarik, imajinatif, dan penuh makna. 
Implementasi Penilaian Berdiferensiasi dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Era Kurikulum Merdeka pada Siswa Kelas XII di SMK Negeri 3 Pamekasan Sa’adah, Hamlatus; Efendi, Agik Nur; Wachidah, Liana Rochmatul; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91656

Abstract

Penilaian menjadi aspek penting dalam pembelajaran, upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Indonesia salah satunya dengan pembelajaran berdiferensiasi yang menjadi salah satu upaya pengembangan konsep merdeka. Oleh karena itu, ingin dikaji lebih lanjut bagaimana penerapan pembelajaran berdiferensiasi serta pelaksanaan penilaian sumatif dan formatif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia era kurikulum merdeka pada kelas XII di SMK Negeri 3 Pamekasan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis data interaktif terdiri dari tiga kegiatan yang saling berkaitan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan pemaparan analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa tahapan yang harus terpenuhi dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu mengetahui terlebih dahulu terkait gaya belajar yang siswa sukai, minat dan bakat peserta didik agar jenis pembelajaran berdiferensiasi dapat bekerja secara efektif dan optimal. Selain tentang pembelajaran berdiferensiasi, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian sumatif dan formatif dalam kelas, sudah dipasrahkan penuh kepada guru pengajar.
Praktik Sosial Budaya pada Berita Online Rencana DPR Mencetak Uang untuk Menanggulangi Dampak Covid-19 Agik Nur Efendi; Mubayyamah Mubayyamah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.2788

Abstract

This study aims to explain sociocultural practice in a news text about the DPR's plan to print money to overcome the impact of Covid-19 on the May 2020 edition of the online news portal. This news is interesting because it involves figures arguing with each other, even criticizing money printing plans. The news involved Dahlan Iskan criticizing and opposing the DPR's proposed money printing plan. The news is analyzed based on the assumption that the social context that exists outside the media influences the discourse that appears in the news. The source of this research data is found in the online news Kompas.com, Detik.com, and Republika.com May 2020 edition. The method used in this study is descriptive qualitative with a critical approach to norman Fairclough's model. The great point of concern of Fairclough is to see language as a social practice. The results of this study show that in the situational aspect there is a contra between Dahlan Iskan and the discourse raised by the DPR from the Golkar faction who asked to print money. There are two social aspects of the discourse battle. First, if the issuance of new money worth 600 trillion will cause inflationary impacts. Secondly, the discourse battle can be said to have a bit of an inner conflict between Dahlan Iskan and Soetrisno Bachir. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan sociocultural practice dalam suatu teks berita seputar rencana DPR mencetak uang untuk menanggulangi dampak Covid-19 pada portal berita online edisi Mei 2020. Pemberitaan ini menarik karena melibatkan tokoh-tokoh yang saling beradu argumen, bahkan mengkritik rencana pencetakan uang. Berita tersebut melibatkan Dahlan Iskan yang mengkritik dan menentang rencana pencetakan uang yang diusulkan DPR. Berita tersebut dianalisis berdasarkan asumsi bahwa konteks sosial yang ada di luar media memengaruhi wacana yang muncul dalam berita. Sumber data penelitian ini terdapat pada berita daring Kompas.com, Detik.com, dan Republika.com edisi bulan Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritis model Norman Fairclough. Titik perhatian besar dari Fairclough adalah melihat bahasa sebagai praktik sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam aspek situasional terdapat hal kontra antara Dahlan Iskan terhadap wacana yang dimunculkan oleh DPR dari fraksi Golkar yang meminta mencetak uang. Terdapat dua aspek sosial dari pertarungan wacana tersebut. Pertama, bila penerbitan uang baru senilai 600 triliun akan menimbulkan dampak inflasi. Kedua, pertarungan wacana tersebut dapat dapat dikatakan ada sedikit konflik batin antara Dahlan Iskan dengan Soetrisno Bachir.
PERTARUNGAN PEMIKIRAN ANTARA KH. SHINWANI ADRA'I DAN ULAMA ASWAJA LOKAL DI MADURA: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH Rista Irawati; Agik Nur Efendi; Mohammad Ali Al Humaidy; Himatus Sya’adah; Syukron Affani
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2025): Language and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v7i2.12333

Abstract

Religious conflict between KH. Shinwani Adra’i and Aswaja ulama in Madura reflects tensions between a text-based orientation toward ritual purification and socio-religious practices that have long been embedded in local culture, particularly devotional traditions such as tahlil and maulid. This study aims to uncover the roots of these tensions and to explain how discourses of difference can be transformed into narratives of peace. The research employs a qualitative approach using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis model. Data were collected through a literature-based study of YouTube sermons, responses from local kiai, and relevant academic references, then analyzed across three dimensions: text, discursive practice, and social practice. The findings indicate that the conflict arises not only from theological differences but also from competition over the legitimacy of religious authority in digital spaces, which amplifies the conflict’s resonance. However, scholarly clarification and pesantren-based mediation are able to reconstruct the meaning of “difference” as a potential resource for social learning. This study contributes to scholarship on local religious authority and proposes a discourse-based framework for reconciliation.
ANALYSIS OF INDONESIAN LANGUAGE USAGE ON SIGNBOARDS TOURIST ATTRACTIONS AND ROADS IN CENTRAL MALUKU REGENCY Wa Mirna; Nur Apriani Nukuhaly; Rahma Anugraheny; Adi Setiawan; Agik Nur Efendi
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2025): Language and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v7i1.9352

Abstract

The use of proper and correct Indonesian on public signage reflects professionalism and the image of a region in the eyes of tourists and the general public. This study aims to analyze the use of Indonesian on tourism signage and street signs in Central Maluku Regency. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach to reveal the reality of Indonesian language usage in public spaces. The findings of this study include two main results. First, the portrayal of Indonesian usage on tourism signage and street signs in the areas of Tulehu, Waai, Liang, and Morella, which contains 16 data points (10 tourism signage data and 6 street sign data). These are only three tourism signs (in Tulehu, Liang, and Morella) adhered to normative theory, while the rest did not, especially those in Wai, Liang, Tulehu, and Morella. Second, there are four areas where the signs align with communicative theory (Tulehu, Waai, Liang); however, two data points in Tulehu and Morella do not align due to incorrect writing on street signs, which causes confusion among road users. This study makes a significant contribution to the development of language policy, particularly in organizing Indonesian language in public spaces in Central Maluku Regency. The results can serve as a reference for local governments, tourism destination managers, and the public to raise awareness and skills in using proper and correct Indonesian, thus creating a positive regional image and facilitating public communication
Narasi Alam Dan Perempuan Dalam Cerpen Pilihan Kompas Edisi 2025 Aldi Firnanda; Zainuri Ihsan; Mila Ayu Sri Wardani; Agik Nur Efendi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.1828

Abstract

Environmental and gender issues are two urgent and interconnected problems. Exploitation of nature often goes hand in hand with the oppression of women, especially in patriarchal and capitalist systems. Therefore, it is important to examine the literary work in the form of selected short stories from the 2025 edition of Kompas, which represents this interconnectedness. Literature is considered relevant because it serves not only as entertainment but also as a medium for social criticism and ecological reflection. The research methodology uses a descriptive qualitative approach with a content analysis design. Primary data consists of short stories published in Kompas in 2025, while secondary data is obtained from theoretical books and scientific articles. Data collection techniques were carried out through documentation, reading, note-taking, and text classification, which were then analyzed using an ecofeminist perspective. The research examines how the relationship between women and nature is represented in short stories. By identifying narratives that feature symbols, metaphors, and events linking gender oppression with ecological damage. The study results show that women are depicted as both a marginalized group and agents of resistance, while nature is positioned as a neglected entity. Ecofeminist analysis reveals that the exploitation of women and nature both stem from the logic of patriarchal domination and capitalism. This research not only demonstrates the relevance of gender and environmental issues in literary texts but also makes a significant contribution to the study of contemporary Indonesian literature by introducing an ecocriticism-feminism perspective as a new lens for understanding the social, cultural, and ecological dynamics manifested in contemporary literary works.
EKSPRESI KULTURAL MASYARAKAT MADURA DALAM CERPEN SKETSA SEBILAH CELURIT KARYA SUHAIRI Navilatun Naimah; Mubayyamah Mubayyamah; Agik Nur Efendi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v2i2.3925

Abstract

Sastra merupakan karya yang bersifat imajinatif atau khayalan. Cerpen termasuk salah satu karya kategori sastra. Meski bersifat imajinatif, pembuatan cerpen banyak mengadopsi dari apa yang terlihat dalam kehidupan masyarakat dengan pengembangan alur yang dibuat oleh penulis. Tak heran apabila terdapat karya yang menceritakan tentang ekspresi kebudayaan masyarakat yang berkembang pada masa itu. Cerpen yang berjudul Sketsa Sebilah Celurit karya Suhairi merupakan salah satu karya yang menceritakan tentang kebudayaan masyarakat Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ekspresi kultural Madura melalui pandangan antropologi sastra dalam cerpen tersebut. Penelitian ini termasuk dalam pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelian menunjukkan bahwa ekspresi kultural dalam cerpen Sketsa Sebilah Celurit memiliki pranata yang dekat dengan kehidupan kemanusiaan Madura, seperti  penggunaan peralatan, sistem agama, pencaharian masyarakat Madura.
Co-Authors Abd. Wafi Abd. Wafir Ramadhani Ach. Nur Ilham Adelia Savitri, Adelia Adi Setiawan Aflahah Aflahah Agil Rahmat Ramadhan Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto Ahmad Putikadyanto, Agus Purnomo Aji Saputra, Mochammad Ronaldy Albaburrahim Aldi Firnanda Aldi Firnanda Ali, Anis Safira Amin, Moh. Badruddin Anas Ahmadi Anisatul Jannah Anna Buchelnikova Arifin Alatas, Mochamad As Syawaliyah, St. Suhaimah Azizah, Holifatul Badrut Tamam Buchelnikova, Anna Darni Darni Dewa Agung Gede Agung Diah Kusyani Dimitruk, Elena Eko Purnomo Elena Dimitruk Endah Kusumaningrum Endah Kusumaningrum, Endah Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati, Erika Faizatun Musayyidah Farichatuz Zahroh Fauzul Hamdani Firnanda, Aldi Fithriyah Rahmawati Fitriyatullaili, Fitriyatullaili Hamdani Hamdani Himatus Sya’adah Himatus Sya’adah Himayatul Sya’adah Himayatul Sya’adah Ihsan, Zainuri Ika Sri Ambarwati INDARTI, TITIK Indina Zulfatur Rahmah Isnan Adi Priyatno Iswah Adriana Iswah Adriana Joni Yanto, Adi Liana Rochmatul Wachidah Liana Rochmatul Wachidah Liana Rochmatul Wachidah Madania Khalifah Magfirotul Hamdiah Maghfirah, Yulistira Jami’atul Maimun Maimun Maksum, Siti Rohmatun Mila Ayu Sri Wardani Mila Ayu Sri Wardani Mochamad Arifin Alatas Mochamad Arifin Alatas Mochammad Ronaldy Aji Saputra Moh Mujibur Rohman Moh. Arif Susanto Moh. Badruddin Amin Moh. Hafid Effendy, Moh. Hafid Mohammad Ali Al Humaidy Mohammad ali Al Humaidy Mohammad Ali Al Humaidy Mubayyamah Mubayyamah Mubayyamah, Mubayyamah Mubayyamah, Mubayyamah Muhammad Yunus R.H Muhammad Zainal Muttaqien Naimah, Navilatun Naimah, Navilatun Navilatun Naimah Navilatun Naimah Ni'matul Jannah Nora Erika Aulia Nora Erika Aulia Nora Erika Aulia Novi Maulidia Nur Aisyah Sefrianah Nur Apriani Nukuhaly Prakoso, Yogo Arif Priyatno, Isnan Adi Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad Putri, Gita Ananda Rahma Anugraheny Rahma Anugraheny Raudlatul Jannah Reny Yuanita Sari Rista Irawati Rokiah Rokiah Romadhon, Sahrul Santi Oktaviani Sanubarianto, Salimulloh T Sari, Reny Yuanita Sa’adah, Hamlatus Sa’diyah, Ilmatus Sefrianah, Nur Aisyah Septia Rizqi Nur Abni Siti Nurjanah Sofiatul Hasanah Sri Wardani, Mila Ayu Suadah, Muhammad shohibuddin Syarifah Nur Amirah Sya’adah, Himatus Syukron Affani Titik Indarti Toilatun Nafiiyah Toilatun Nafiiyah UDJANG PAIRIN Usmany, Nuri Wahda Salsabila Wa Mirna Wa Mirna Wa Mirna Yopi Lutfi Subargo Zahro Rokhmawati Zahroh, Farichatuz Zainuri Ihsan