Claim Missing Document
Check
Articles

Menu Naming as a Branding Strategy of Indonesian Restaurants in Kuala Lumpur: a Socio-onomastic Approach Sya’adah, Himatus; Efendi, Agik Nur; Purnomo, Eko; Amirah, Syarifah Nur
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.11209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen strategis dalam penggunaan bahasa pada nama menu dan penamaan restoran Indonesia sebagai bagian dari strategi branding merek di Kuala Lumpur. Pendekatan kualitatif digunakan dengan merujuk pada model interaktif Miles dan Huberman serta metode deskriptif untuk memastikan analisis yang menyeluruh dan sistematis. Data utama diperoleh dari daftar menu dua restoran yang dipilih sebagai subjek penelitian, masing-masing mewakili dua kategori: (1) restoran Indonesia dengan ragam menu yang beragam, dan (2) restoran waralaba Indonesia dengan satu menu utama yang telah menjadi merek dagang. Selain itu, pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kedua restoran tersebut. Temuan dari D'Chowkit Restaurant (R1) menunjukkan bahwa sebagian besar nama menu menggunakan istilah yang unik dan menarik perhatian, dengan rujukan simbolik yang mencerminkan kondisi sosial serta mengaitkan makanan dengan makna di luar aspek kuliner semata. Sementara itu, restoran Ayam Gepuk Pak Gembus (R2) menunjukkan branding yang minim melalui bahasa, karena kekuatan merek yang telah dikenal luas dengan reputasi, kualitas, dan prestise tinggi di Indonesia maupun Malaysia. Nama merek tersebut secara signifikan membentuk persepsi konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan bahasa dalam penamaan menu dan narasi merek berperan penting tidak hanya dalam menarik perhatian konsumen, tetapi juga dalam mengomunikasikan keaslian budaya, membangun nilai simbolik, dan memperkuat identitas kuliner Indonesia di tengah persaingan transnasional yang semakin ketat.
Lanskap Linguistik pada Ruang Publik Makam Waliyullah di Madura: Bentuk dan Fungsi Penggunaan Bahasa Adriana, Iswah; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur; Aulia, Nora Erika
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.18751

Abstract

Public spaces in the waliyullah gravesites in Madura are deeply embedded with religious and cultural meanings, as reflected in the use of language on signboards, prayers, and other symbolic representations. This study aims to analyze the forms and functions of language use in the public spaces of waliyullah tombs in Madura. The tombs that serve as the focus of this research include the tomb of Syaikhona Cholil in Bangkalan, the tomb of Ratu Ibu in Sampang, the Batu Ampar tomb in Pamekasan, and the Asta Tinggi tomb in Sumenep. This study employs a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Indonesian predominantly dominates language use in the public spaces of waliyullah tombs, while Arabic and Madurese are used to represent religious and local cultural identities. The functions of language in these public spaces include an informative function, which provides guidance and regulations, and a symbolic function, which reinforces religious and cultural identities.
Kepercayaan dan Praktik Budaya dalam Film Tari Kematian: Pendekatan Antropologi Sastra Victor Turner Maksum, Siti Rohmatun; Putri, Gita Ananda; Efendi, Agik Nur
Lingua Skolastika Vol. 4 No. 1 (2025): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LI
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v4i1.53698

Abstract

This research explores the representation of cultural symbolism and traditional beliefs in the film Tari Kematian (Death Dance) through the lens of Victor Turner’s theory of literary anthropology. Employing a descriptive-qualitative method, the study focuses on interpreting scenes, dialogues, and symbolic elements. The analysis shows that sacred rituals, transitional ceremonies, and cultural prohibitions embody liminal experiences and the emergence of social bonds. The narrative underscores the significance of honoring sacred traditions and highlights the social tensions that may arise when cultural boundaries are crossed. Ultimately, the film is seen as a vehicle for sustaining and expressing local cultural identity.
“UTABI”: Media Inovasi Ular Tangga Biografi sebagai Pembelajaran Memahami Teks Biografi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 14 Malang Rokhmawati, Zahro; Savitri, Adelia; Efendi, Agik Nur
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i3.1541

Abstract

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, media memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan siswa, khususnya dalam memahami teks biografi. Salah satu media inovatif yang dikembangkan adalah UTABI (Ular Tangga Biografi), yaitu permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks biografi secara menyenangkan. Media ini menggabungkan aspek permainan fisik dan kognitif dengan konsep visual yang menarik dan interaktif. Penelitian ini diterapkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Malang yang mengalami kesulitan dalam memahami teks biografi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penggunaan UTABI mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, mempersingkat waktu pemahaman materi, serta memicu antusiasme siswa dalam proses belajar. Media ini tidak hanya membantu siswa memahami isi dan struktur teks biografi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keteladanan dari tokoh yang dipelajari. Dengan demikian, UTABI menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di jenjang SMP.
BAHASA PRESIDEN JOKO WIDODO SELAMA PANDEMI COVID-19: KORELASI DENGAN STRES, KESEJAHTERAAN, EMOSI NEGATIF, DAN POLITIK Efendi, Agik Nur; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Adriana, Iswah; Kurniawati, Erika
Salingka Vol 19, No 1 (2022): SALINGKA, Edisi Juli 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i1.602

Abstract

Artikel ini membahas tentang bahasa Presiden Joko Widodo selama pandemi Covid-19. Kami mencoba menyoroti bagaimana seorang pemimpin negara mengkonstruksi bahasa guna menciptakan kedamaian dan ketenangan pada masyarakat di tengah kepanikan akibat pandemi Covid-19. Data penelitian ini berasal dari akun Youtube Sekretariat Negara berjudul Penjelasan Presiden Joko Widodo Terkait Larangan Mudik (rilis 16 April 2021). Studi ini menyelidiki bahasa berdasarkan model metadiscourse Hyland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi transisi paling tinggi diikuti self-mentions.Penyebutan self-mentions menjadi titik penting dalam metadiscourse Presiden Joko Widodo terkait dengan unsur politik dan mengelolah emosi. Ini mengindikasikan bahwa Presiden Joko Widodo menarik simpati melalui ajakan secara bersama-sama untuk menjaga kondusivitas daerah akibat Covid. Presiden Joko Widodo juga seolah-olah menunjukkan kehadirannya melalui perasaan yang sama seperti yang dialami masyarakat. Bahasa-bahasa ini berkorelasi dengan aspek kebahagiaan, kesejahteraan, dan memuat unsur politis guna memberikan ketenangan. Meskipun aspek tersebut guna meredam sisi emosi dan stress yang dialami masyarakat.
Diversitas dan Dialog Lintas Agama: Konstruksi Wacana Perdamaian Pada Siswa Multi-Agama di Sidoarjo Agik Nur Efendi; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Moh. Arif Susanto
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.8111

Abstract

This article examines the use of children's language in religious dialogue in schools. Language is a means of communication and a means of forming one's understanding. Through language, they are able to respond to and explore various religious ideas of each other. This study uses the conceptual theory of dialogueism from Mikhail Bakhtin on the assimilation of language and meaning which is a feature of children's religious discourse construction. In addition, Martin and Bartlett's concept of positive discourse and Fairclough's lingual device were also used in this study. This research was conducted in one of the private elementary schools in Sidoarjo Regency. . The choice of location cannot be separated from the fact that the school has diverse students and teachers, both in terms of ethnicity, religion, economy, and background. Students at the school are synonymous with diversity. Observations and interviews were used for data collection in this article. The results showed that children's language got various concepts and language related to religion. They engage with narratives of various beliefs and position their own understanding of religion in confluence with the words and meanings they have assimilated from the encounters of each of these traditions. In addition, the various features of language that children show positive and diverse words, This article is important to review language for religious education from a broader understanding of children's religious dialogue. (Artikel ini mengkaji penggunaan bahasa anak dalam dialog keagamaan di sekolah. Bahasa menjadi sarana komunikasi dan sarana membentuk pemahaman seseorang. Melalui bahasa, mereka mampu menanggapi dan mengeksplorasi berbagai ide agama masing-masing. Penelitian ini menggunakan teori konsepsi tentang dialogisme dari Mikhail Bakhtin pada asimilasi bahasa dan makna yang merupakan ciri konstruksi wacana keagamaan anak-anak. Selain itu, konsep wacana positif Martin dan Bartlett serta piranti lingual Fairclough turut digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Dasar Swasta yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Pemilihan lokasi tidak terlepas bahwa sekolah tersebut memiliki siswa dan guru yang beragam, baik dari segi etnis, agama, ekonomi, dan latar belakang. Siswa di sekolah identik dengan keberagaman. Observasi dan wawancara digunakan untuk pengumpulan data pada artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa anak-anak mendapatkan berbagai konsep dan bahasa terkait dengan agama. Mereka terlibat dengan narasi berbagai kepercayaan dan memposisikan pemahaman agama mereka sendiri dalam kaitannya dengan kata-kata dan makna yang telah mereka asimilasi dari pertemuan dengan masing-masing tradisi tersebut. Selain itu, berbagai fitur lingual yang diungkapkan oleh anak-anak menunjukkan kosa kata yang positif dan membangun keberagaman, Artikel ini penting untuk meninjau implikasi bahasa bagi pendidikan agama dari pemahaman yang lebih luas tentang proses membangun makna dalam dialog keagamaan anak.)
Digital Literacy Assisted by Mobile Learning Based on Articulate Storyline in Learning to Understand Poetry Kurniawati, Erika; Pairin, Udjang; Indarti, Titik; Efendi, Agik Nur; Prakoso, Yogo Arif
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 9 No. 3 (2024): Juli
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v9i3.11532

Abstract

The independent curriculum goes hand in hand with the rapid development of technology. Students must go alongside with various technologies. Digital literacy is not just about students being able to operate technology.This learning is applied to the material of understanding poetry in class X SMK. This research uses a descriptive qualitative approach with interview and observation models as data sources. The results show that android-based learning is in accordance with the needs of students. This research aims to provide an overview of how effective the application made by the author to be applied for education in school. The results show that mobile learning is a digital learning media which is in accordance with students’ needs.
Relasi Sosial dan Otoritas Tradisional dalam Novel Damar Kambang Karya Muna Masyari: Perspektif Sosiologi Max Weber Hasanah, Sofiatul; Efendi, Agik Nur
Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/gjbs.v4i1.29594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan otoritas tradisional dalam novel Damar Kambang karya Muna Masyari perspektif sosiologi Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian pustaka. Sumber data diperoleh melalui novel Damar Kambang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode teknik studi pustaka dan teknik baca catat. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teori. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa otoritas tradisional yang ada dalam novel Damar Kambang merupakan suatu bentuk kekuasaan yang didasarkan kepercayaan dan keyakinan pada tradisi, adat istiadat, norma-norma, serta nilai-nilai yang sudah terjadi sejak dahulu secara turun-temurun yang diperleh dari nenek moyangnya.
Narasi Ekosemiotik Kultural dalam Novel Tanjung Kemarau Karya Royyan Julian: Resistensi Budaya dan Advokasi Lingkungan di Madura Efendi, Agik Nur; Ahmadi, Anas; Indarti, Titik; Hamdiah, Magfirotul; Kusyani, Diah; Mirna, Wa; Nurjanah, Siti; Anugraheny, Rahma
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21446

Abstract

This study examines the novel Tanjung Kemarau by Royyan Julian through an ecosemiotic perspective to explore cultural resistance and environmental advocacy in Madura Island. The primary focus of this research is how cultural symbols and narratives in the novel reflect the close relationship between the local community and the environment, particularly the mangrove forests. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes the symbolism and meanings related to ecological and cultural issues in the novel. The findings show that mangrove forests are not only viewed as physical ecosystems but also as sacred spaces revered by the community. Mystical figures such as Nyai Rasera and the village cleansing rituals are depicted as part of the community's efforts to preserve the environment and resist commercial exploitation. The novel serves as a form of resistance against environmentally destructive modernization practices, while also acting as an advocacy tool emphasizing the importance of preserving cultural values in ecological conservation. This research enriches the discourse of ecosemiotics in Indonesian literary studies and highlights the potential of literature as a medium for culturally-based environmental advocacy.
Suara Ekofeminis dalam Narasi Pedesaan di Jawa: Kajian Gender dan Alam dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari Abd. Wafir Ramadhani; Efendi, Agik Nur
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21611

Abstract

This study examines the relationship between women and nature in Ahmad Tohari’s novel Ronggeng Dukuh Paruk through Susan Griffin’s ecofeminist perspective. The research is grounded in the view that women and nature are often positioned as objects of patriarchal domination, yet at the same time hold the potential for resistance and ecological recovery. The aim of this study is to describe four central aspects of Griffin’s thought, namely (1) women as guardians of nature, (2) the feminization of nature and the naturalization of women, (3) roar as a symbol of resistance, and (4) the ethics of care and the interconnectedness between women and the environment. The method employed is descriptive qualitative with reading-note techniques and interpretative analysis of the novel’s narrative. The findings show that the character Srintil represents both the female body and nature silenced by social structures, yet still preserves spiritual strength, ecological awareness, and a form of silent resistance. Srintil’s inner bond with the Dukuh Paruk landscape demonstrates the role of women as agents in restoring human–nature relations through the integration of cultural, spiritual, and ecological values. These findings reaffirm the relevance of ecofeminism as a critical perspective in Indonesian literary studies as well as a futurological foundation for envisioning a more just, empathetic, and sustainable society. Thus, the novel not only presents cultural and ecological narratives, but also provides insights into the strategic role of women in socio-ecological transformation.Penelitian ini menelaah keterkaitan antara perempuan dan alam dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari melalui pendekatan ekofeminisme Susan Griffin. Penelitian ini didasarkan pada pandangan bahwa perempuan dan alam kerap menjadi objek dominasi patriarki, tetapi pada saat yang sama memiliki potensi resistensi dan pemulihan ekologi. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan empat aspek utama pemikiran Susan Griffin, yaitu (1) perempuan sebagai penjaga alam, (2) feminisasi alam dan naturalisasi perempuan, (3) roar sebagai simbol perlawanan, dan (4) etika kepedulian serta keterhubungan perempuan dengan lingkungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca-catat dan analisis interpretatif terhadap narasi dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Srintil merepresentasikan tubuh perempuan sekaligus alam yang dibungkam oleh struktur sosial, namun tetap menyimpan kekuatan spiritual, kesadaran ekologi, dan perlawanan senyap. Kedekatan batin Srintil dengan lanskap Dukuh Paruk memperlihatkan perempuan berperan sebagai agen pemulih relasi manusia dengan alam melalui perpaduan nilai budaya, spiritual, dan ekologi. Temuan ini menegaskan relevansi ekofeminisme sebagai perspektif kritis dalam studi sastra Indonesia serta sebagai pijakan futurologis untuk membayangkan masyarakat yang lebih adil, empatik, dan berkelanjutan. Dengan demikian, novel ini tidak hanya memuat narasi kultural dan ekologis, tetapi juga membuka wawasan mengenai peran strategis perempuan dalam transformasi sosial-ekologi.
Co-Authors Abd. Wafir Ramadhani Ach. Nur Ilham Adelia Savitri, Adelia Aflahah Aflahah Agil Rahmat Ramadhan Ahmad Putikadyanto, Agus Purnomo Aji Saputra, Mochammad Ronaldy Albaburrahim Amin, Moh. Badruddin Amirah, Syarifah Nur Anas Ahmadi Anugraheny, Rahma Arifin Alatas, Mochamad As Syawaliyah, St. Suhaimah Aulia, Nora Erika Azizah, Holifatul Badrut Tamam Buchelnikova, Anna Chatarina Umbul Wahyuni Darni Darni Dewa Agung Gede Agung Dimitruk, Elena Eko Purnomo Endah Kusumaningrum, Endah Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati, Erika Faizatun Musayyidah Firnanda, Aldi Fithriyah Rahmawati Fitriyatullaili, Fitriyatullaili Hamdani Hamdani Hamdani, Fauzul Hamlatus Sa’adah Hasanah, Sofiatul Ihsan, Zainuri Ika Sri Ambarwati INDARTI, TITIK Indina Zulfatur Rahmah Iswah Adriana Jannah, Anisatul Joni Yanto, Adi Kusyani, Diah Liana Rochmatul Wachidah Liana Rochmatul Wachidah Magfirotul Hamdiah Maghfirah, Yulistira Jami’atul Maimun Maimun Maksum, Siti Rohmatun Mirna, Wa Mochamad Arifin Alatas Moh Mujibur Rohman Moh. Arif Susanto Moh. Hafid Effendy, Moh. Hafid Mohammad Ali Al Humaidy Mubayyamah Mubayyamah Mubayyamah, Mubayyamah Mubayyamah, Mubayyamah Muhammad Zainal Muttaqien Naimah, Navilatun Naimah, Navilatun Navilatun Naimah Ni'matul Jannah Nukuhaly, Nur Apriani Prakoso, Yogo Arif Priyatno, Isnan Adi Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad Putri, Gita Ananda Rahma Anugraheny Raudlatul Jannah Rokhmawati, Zahro Romadhon, Sahrul Sanubarianto, Salimulloh T Sari, Reny Yuanita Sa’diyah, Ilmatus Sefrianah, Nur Aisyah Septia Rizqi Nur Abni Siti Nurjanah Sri Wardani, Mila Ayu Suadah, Muhammad shohibuddin Sya’adah, Himatus UDJANG PAIRIN Usmany, Nuri Wahda Salsabila Wa Mirna Wafi, Abd. Yopi Lutfi Subargo Yunus R.H, Muhammad Zahroh, Farichatuz