Claim Missing Document
Check
Articles

Dasiyah dalam Novel Gadis Kretek: Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow Joni Yanto, Adi; Efendi, Agik Nur
Lingua Skolastika Vol. 4 No. 2 (2025): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LI
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v4i2.53717

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketertarikan peneliti tentang karya sastra. peneliti memilih novel sebagai objek, kebanyakan novel diangkat dari kehidupan sipenulis yang menceritakan kehidupan masyarakat (manusia). Hierarki kebutuhan Abraham Maslow tidak hanya ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya ditemukan dalam karya sastra. Dalam perspektif psikologi, tingkah laku seseorang ditentukan oleh keinginan untuk mencapai kehidupan yang lebih bahagia dan memuaskan menurut pandangan individu masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan cinta dan kasih, kebutuhan harga diri, kebutuhan aktualisasi diri. Penelitian ini menggunakan pendeketakan kualitatif dengan jenis deskriftif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang seringkali menonjolkan perspektif subjek, proses dan makna dari penelitian tersebut dengan menggunakan landasan teori-teori sebagai pendukung agar sesuai dengan fakta-fakta yang sebenarnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat yaitu dengan membaca kritis serta memahami, Menandai teks-teks atau data yang berkaitan dengan kebutuhan bertingkat tokoh, Mengutip data yang berupa kata, frasa, kalimat, paragraf, dan wacana yang mengandung lima aspek kebutuhan, mencatat teks dialog, kutipan dan narasi pada novel berjudul Gadis Kretek karya Ratik Kumala. Adapun cara menganalisi data yaitu mengidentifikasi data pada tokoh utama, mengklasifikasi kebutuhan bertingkat pada tokoh utama, mendeksripsikan data hierarki kebutuhan dan macam-macam pada tokoh novel, menyimpulkan data-data hierarki kebutuhan. Adapun hasilnya yaitu kebutuhan fisiologis pada tokoh Dasiyah terpenuhi berupa pemenuhan ASI pada Dasiyah yang masih bayi, kebutuhan rasa aman pada tokoh Dasiyah belum terpenuhi dikarenakan tokoh sangat terancam dan tidak memiliki kebebasan, kebutuhan cinta kasih pada tokoh Dasiyah sudah terpenuhi yaitu Dasuyah menemukan laki-laki yang ia cintai, kebutuhan harga diri pada tokoh Dasiyah sudah terpenuhi yaitu tingwe bikinan Dasiyah di beli dengan harga yang mahal, kebutuhan aktualisasi diri pada tokoh Dasiyah juga terpenuhi dubuktikan Tokoh membuat percaya ayahnya dengan segala prilaku tokoh setiap hari yang tidak meragukan lagi ayahnya untuk menjadi penggantinya.
Narasi Alam Dan Perempuan Dalam Cerpen Pilihan Kompas Edisi 2025 Firnanda, Aldi; Ihsan, Zainuri; Sri Wardani, Mila Ayu; Efendi, Agik Nur
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.1828

Abstract

Environmental and gender issues are two urgent and interconnected problems. Exploitation of nature often goes hand in hand with the oppression of women, especially in patriarchal and capitalist systems. Therefore, it is important to examine the literary work in the form of selected short stories from the 2025 edition of Kompas, which represents this interconnectedness. Literature is considered relevant because it serves not only as entertainment but also as a medium for social criticism and ecological reflection. The research methodology uses a descriptive qualitative approach with a content analysis design. Primary data consists of short stories published in Kompas in 2025, while secondary data is obtained from theoretical books and scientific articles. Data collection techniques were carried out through documentation, reading, note-taking, and text classification, which were then analyzed using an ecofeminist perspective. The research examines how the relationship between women and nature is represented in short stories. By identifying narratives that feature symbols, metaphors, and events linking gender oppression with ecological damage. The study results show that women are depicted as both a marginalized group and agents of resistance, while nature is positioned as a neglected entity. Ecofeminist analysis reveals that the exploitation of women and nature both stem from the logic of patriarchal domination and capitalism. This research not only demonstrates the relevance of gender and environmental issues in literary texts but also makes a significant contribution to the study of contemporary Indonesian literature by introducing an ecocriticism-feminism perspective as a new lens for understanding the social, cultural, and ecological dynamics manifested in contemporary literary works.
Membangun Wacana `Perdamaian` di Era Pandemi Covid-19: Analisis Wacana Positif Tuturan Joko Widodo Agik Nur Efendi
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.691.1--16

Abstract

This article uses positive discourse analysis to examine President Joko Widodo's speech during the Covid-19 Pandemic era. The purpose of this study is to offer exploratory insights into texts and utterances that reflect discursive practices in providing serenity and describe how discourse can be used to provide social progressiveness. This analysis is guided by positive discourse analysis which focuses more on progressivity using lexical items, delivery strategies, metaphors, diction selection, and modalities. With this strategy, we try to describe how a state leader constructs a discourse of peace and suggest people to stay calm in the community amid panic caused by the Covid-19 pandemic. This research highlights how rhetoric can be interpreted as a message, hope, protection, and giving peace. The results showed that Joko Widodo used metáfor and diction to support the stability and tranquility of society in the era of the Covid-19 pandemic. Joko Widodo gave a calm feeling by conveying the same feelings about getting through the pandemic. Positive discourse at least contributes to the problems at hand. AbstrakArtikel ini menggunakan analisis wacana positif untuk menelaah tuturan Presiden Joko Widodo di era Pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk menawarkan wawasan eksplorasi teks dan tuturan yang menyarankan praktik diskursif dalam memberikan keterangan dan menggambarkan bagaimana wacana dapat digunakan untuk memberi progresif sosial. Analisis ini berpedoman pada analisis wacana positif yang lebih fokus pada progresivitas dengan menggunakan piranti leksikal, strategi penyampaian, metafor, pemilihan diksi, dan modalitas. Dengan strategi ini, penelitian ini mencoba menggambarkan konstruksi wacana kedamaian dan menciptakan ketenangan pada masyarakat di tengah kepanikan akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini menyoroti bagaimana retorika dapat dimaknai sebagai sebuah pesan, harapan, perlindungan, dan pemberi ketenangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joko Widodo menggunakan metáfor dan diksi guna mendukung stabilitas dan ketenangan masyarakat di era pandemi Covid-19. Joko Widodo memberikan sebuah ketenangan dengan menyampaikan perasaan yang sama untuk melewati pandemi. Wacana positif setidaknya memberi kontribusi dalam permasalahan yang dihadapi.
Menu Naming as a Branding Strategy of Indonesian Restaurants in Kuala Lumpur: a Socio-onomastic Approach Himatus Sya’adah; Agik Nur Efendi; Eko Purnomo; Syarifah Nur Amirah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.11209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen strategis dalam penggunaan bahasa pada nama menu dan penamaan restoran Indonesia sebagai bagian dari strategi branding merek di Kuala Lumpur. Pendekatan kualitatif digunakan dengan merujuk pada model interaktif Miles dan Huberman serta metode deskriptif untuk memastikan analisis yang menyeluruh dan sistematis. Data utama diperoleh dari daftar menu dua restoran yang dipilih sebagai subjek penelitian, masing-masing mewakili dua kategori: (1) restoran Indonesia dengan ragam menu yang beragam, dan (2) restoran waralaba Indonesia dengan satu menu utama yang telah menjadi merek dagang. Selain itu, pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kedua restoran tersebut. Temuan dari D'Chowkit Restaurant (R1) menunjukkan bahwa sebagian besar nama menu menggunakan istilah yang unik dan menarik perhatian, dengan rujukan simbolik yang mencerminkan kondisi sosial serta mengaitkan makanan dengan makna di luar aspek kuliner semata. Sementara itu, restoran Ayam Gepuk Pak Gembus (R2) menunjukkan branding yang minim melalui bahasa, karena kekuatan merek yang telah dikenal luas dengan reputasi, kualitas, dan prestise tinggi di Indonesia maupun Malaysia. Nama merek tersebut secara signifikan membentuk persepsi konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan bahasa dalam penamaan menu dan narasi merek berperan penting tidak hanya dalam menarik perhatian konsumen, tetapi juga dalam mengomunikasikan keaslian budaya, membangun nilai simbolik, dan memperkuat identitas kuliner Indonesia di tengah persaingan transnasional yang semakin ketat.
Mitos dan Pelestarian Alam: Eksplorasi Ekologi dalam Cerita Rakyat Sumber Taman Sari di Madura, Indonesia Agik Nur Efendi; Albaburrahim Albaburrahim; Fauzul Hamdani; Abd. Wafi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17178

Abstract

This study aims to analyze the ecological dimensions in the folklore of Sumber Taman Sari in Madura. This research employs a multidisciplinary approach, combining ecocriticism, cultural studies, environmental ethics, and folkloristics, using Lévi-Strauss' structuralism theory. Data was collected through interviews with local community leaders and field observations at the Sumber Taman Sari site. Data collection techniques included recording, note-taking, and photography. The analysis involved separating data based on the structural elements of the folklore and interpreting the ecological dimensions contained within. The findings reveal that the water source in the story is regarded as a symbol of purity and ecological balance. Prohibitions on the use of natural resources, such as trees and animals around the water source, reflect the community's efforts to maintain ecosystem balance. Moreover, annual rituals performed at the water source reinforce the spiritual relationship between humans and nature. The folklore functions as a medium of conservation and the dissemination of local wisdom.
Kajian Ekologi Sastra (Ekokritik) dalam Antologi Puisi Negeri di atas Kertas Karya Komunitas Sastra Nusantara: Perspektif Lawrence Buell Anisatul Jannah; Agik Nur Efendi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17182

Abstract

Research on literary ecology (ecocriticism) has been widely conducted, but studies on the anthology of poems Negeri di Atas Kertas using Lawrence Buell's perspective are still rare. This study aims to describe (1) the relationship between nature and humans and (2) the form of ecocriticism in the poems using Buell's theory. The method used is descriptive qualitative with the primary data source being the anthology of poems Negeri di Atas Kertas by the Komunitas Sastra Nusantara, collected through a note-taking technique. Buell's theory identifies three aspects of ecocriticism, namely (1) non-human elements that play a role in the historical relationship between humans and nature, (2) the position of humans as non-dominant over nature, and (3) the dynamic nature of the environment in line with the passage of time. The results of the study show that three poems reflect the relationship between humans and nature, namely Tukang Sapu Jalan (Street Sweeper), Bunda Kami Kartini (Our Mother Kartini), and Ayah (Father). Meanwhile, four other poems contain ecocritical elements, namely Pagi Probolinggo (Morning in Probolinggo), Anak Pulau (Island Child), Bumi Pertiwi Bersabda (Mother Earth Speaks), and Negeriku Kembali Berduka (My Country Mourns Again). The relationship between humans and nature in these poems reflects Buell's principles, highlighting the emotional intimacy between humans and the natural environment.
Analisis Ekokritik pada Novel “Coretan-Coretan Sunyi” Karya Ngangga Saputra Muhammad Yunus R.H; Agik Nur Efendi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17279

Abstract

This research aims to describe the environmental damage that occurs in the interior of Central Kalimantan as contained in the novel Coretan-Coretan Sunyi by Ngangga Saputra, using Greg Garrard's ecocritical theory. This research uses a qualitative descriptive method. Qualitative research is research that has the aim of understanding events that are happening and describing them in words. This research data collection technique uses listening and note-taking techniques. This research's data analysis technique has three stages, (1) recording data related to ecocriticism such as environmental damage in the novel; (2) presenting and arranging data according to Greg Garrard's theory; (3) draw conclusions and adjust the data. The results of this research are the living conditions of people in the interior of Central Kalimantan (1) busy gold mines with the sound of machines; (2) the fate of future generations who inherit mining waste; (3) rural children who are educated to continue their parents' gold mining business. There are also impacts of environmental damage in the interior, namely, (1) environmental conditions that have been damaged; (2) the richness of the former inland forests; (3) waste that pollutes the environment; (4) pollution of the Kahayan River; and (5) there is no clean water in the interior due to rivers being polluted by company waste. The findings in this research serve as a reflection for us to preserve the environment and study environmental values ​​in literary works
Lanskap Linguistik pada Ruang Publik Makam Waliyullah di Madura: Bentuk dan Fungsi Penggunaan Bahasa Iswah Adriana; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Agik Nur Efendi; Nora Erika Aulia
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.18751

Abstract

Public spaces in the waliyullah gravesites in Madura are deeply embedded with religious and cultural meanings, as reflected in the use of language on signboards, prayers, and other symbolic representations. This study aims to analyze the forms and functions of language use in the public spaces of waliyullah tombs in Madura. The tombs that serve as the focus of this research include the tomb of Syaikhona Cholil in Bangkalan, the tomb of Ratu Ibu in Sampang, the Batu Ampar tomb in Pamekasan, and the Asta Tinggi tomb in Sumenep. This study employs a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Indonesian predominantly dominates language use in the public spaces of waliyullah tombs, while Arabic and Madurese are used to represent religious and local cultural identities. The functions of language in these public spaces include an informative function, which provides guidance and regulations, and a symbolic function, which reinforces religious and cultural identities.
Narasi Ekosemiotik Kultural dalam Novel Tanjung Kemarau Karya Royyan Julian: Resistensi Budaya dan Advokasi Lingkungan di Madura Agik Nur Efendi; Anas Ahmadi; Titik Indarti; Magfirotul Hamdiah; Diah Kusyani; Wa Mirna; Siti Nurjanah; Rahma Anugraheny
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21446

Abstract

This study examines the novel Tanjung Kemarau by Royyan Julian through an ecosemiotic perspective to explore cultural resistance and environmental advocacy in Madura Island. The primary focus of this research is how cultural symbols and narratives in the novel reflect the close relationship between the local community and the environment, particularly the mangrove forests. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes the symbolism and meanings related to ecological and cultural issues in the novel. The findings show that mangrove forests are not only viewed as physical ecosystems but also as sacred spaces revered by the community. Mystical figures such as Nyai Rasera and the village cleansing rituals are depicted as part of the community's efforts to preserve the environment and resist commercial exploitation. The novel serves as a form of resistance against environmentally destructive modernization practices, while also acting as an advocacy tool emphasizing the importance of preserving cultural values in ecological conservation. This research enriches the discourse of ecosemiotics in Indonesian literary studies and highlights the potential of literature as a medium for culturally-based environmental advocacy.
Suara Ekofeminis dalam Narasi Pedesaan di Jawa: Kajian Gender dan Alam dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari Abd. Wafir Ramadhani; Agik Nur Efendi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21611

Abstract

This study examines the relationship between women and nature in Ahmad Tohari’s novel Ronggeng Dukuh Paruk through Susan Griffin’s ecofeminist perspective. The research is grounded in the view that women and nature are often positioned as objects of patriarchal domination, yet at the same time hold the potential for resistance and ecological recovery. The aim of this study is to describe four central aspects of Griffin’s thought, namely (1) women as guardians of nature, (2) the feminization of nature and the naturalization of women, (3) roar as a symbol of resistance, and (4) the ethics of care and the interconnectedness between women and the environment. The method employed is descriptive qualitative with reading-note techniques and interpretative analysis of the novel’s narrative. The findings show that the character Srintil represents both the female body and nature silenced by social structures, yet still preserves spiritual strength, ecological awareness, and a form of silent resistance. Srintil’s inner bond with the Dukuh Paruk landscape demonstrates the role of women as agents in restoring human–nature relations through the integration of cultural, spiritual, and ecological values. These findings reaffirm the relevance of ecofeminism as a critical perspective in Indonesian literary studies as well as a futurological foundation for envisioning a more just, empathetic, and sustainable society. Thus, the novel not only presents cultural and ecological narratives, but also provides insights into the strategic role of women in socio-ecological transformation.Penelitian ini menelaah keterkaitan antara perempuan dan alam dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari melalui pendekatan ekofeminisme Susan Griffin. Penelitian ini didasarkan pada pandangan bahwa perempuan dan alam kerap menjadi objek dominasi patriarki, tetapi pada saat yang sama memiliki potensi resistensi dan pemulihan ekologi. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan empat aspek utama pemikiran Susan Griffin, yaitu (1) perempuan sebagai penjaga alam, (2) feminisasi alam dan naturalisasi perempuan, (3) roar sebagai simbol perlawanan, dan (4) etika kepedulian serta keterhubungan perempuan dengan lingkungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca-catat dan analisis interpretatif terhadap narasi dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Srintil merepresentasikan tubuh perempuan sekaligus alam yang dibungkam oleh struktur sosial, namun tetap menyimpan kekuatan spiritual, kesadaran ekologi, dan perlawanan senyap. Kedekatan batin Srintil dengan lanskap Dukuh Paruk memperlihatkan perempuan berperan sebagai agen pemulih relasi manusia dengan alam melalui perpaduan nilai budaya, spiritual, dan ekologi. Temuan ini menegaskan relevansi ekofeminisme sebagai perspektif kritis dalam studi sastra Indonesia serta sebagai pijakan futurologis untuk membayangkan masyarakat yang lebih adil, empatik, dan berkelanjutan. Dengan demikian, novel ini tidak hanya memuat narasi kultural dan ekologis, tetapi juga membuka wawasan mengenai peran strategis perempuan dalam transformasi sosial-ekologi.
Co-Authors Abd. Wafi Abd. Wafir Ramadhani Ach. Nur Ilham Adelia Savitri, Adelia Adi Setiawan Aflahah Aflahah Agil Rahmat Ramadhan Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto Ahmad Putikadyanto, Agus Purnomo Aji Saputra, Mochammad Ronaldy Albaburrahim Aldi Firnanda Aldi Firnanda Ali, Anis Safira Amin, Moh. Badruddin Anas Ahmadi Anisatul Jannah Anna Buchelnikova Arifin Alatas, Mochamad As Syawaliyah, St. Suhaimah Azizah, Holifatul Badrut Tamam Buchelnikova, Anna Darni Darni Dewa Agung Gede Agung Diah Kusyani Dimitruk, Elena Eko Purnomo Elena Dimitruk Endah Kusumaningrum Endah Kusumaningrum, Endah Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati, Erika Faizatun Musayyidah Farichatuz Zahroh Fauzul Hamdani Firnanda, Aldi Fithriyah Rahmawati Fitriyatullaili, Fitriyatullaili Hamdani Hamdani Himatus Sya’adah Himatus Sya’adah Himayatul Sya’adah Himayatul Sya’adah Ihsan, Zainuri Ika Sri Ambarwati INDARTI, TITIK Indina Zulfatur Rahmah Isnan Adi Priyatno Iswah Adriana Iswah Adriana Joni Yanto, Adi Liana Rochmatul Wachidah Liana Rochmatul Wachidah Liana Rochmatul Wachidah Madania Khalifah Magfirotul Hamdiah Maghfirah, Yulistira Jami’atul Maimun Maimun Maksum, Siti Rohmatun Mila Ayu Sri Wardani Mila Ayu Sri Wardani Mochamad Arifin Alatas Mochamad Arifin Alatas Mochammad Ronaldy Aji Saputra Moh Mujibur Rohman Moh. Arif Susanto Moh. Badruddin Amin Moh. Hafid Effendy, Moh. Hafid Mohammad Ali Al Humaidy Mohammad ali Al Humaidy Mohammad Ali Al Humaidy Mubayyamah Mubayyamah Mubayyamah, Mubayyamah Mubayyamah, Mubayyamah Muhammad Yunus R.H Muhammad Zainal Muttaqien Naimah, Navilatun Naimah, Navilatun Navilatun Naimah Navilatun Naimah Ni'matul Jannah Nora Erika Aulia Nora Erika Aulia Nora Erika Aulia Novi Maulidia Nur Aisyah Sefrianah Nur Apriani Nukuhaly Prakoso, Yogo Arif Priyatno, Isnan Adi Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad Putri, Gita Ananda Rahma Anugraheny Rahma Anugraheny Raudlatul Jannah Reny Yuanita Sari Rista Irawati Rokiah Rokiah Romadhon, Sahrul Santi Oktaviani Sanubarianto, Salimulloh T Sari, Reny Yuanita Sa’adah, Hamlatus Sa’diyah, Ilmatus Sefrianah, Nur Aisyah Septia Rizqi Nur Abni Siti Nurjanah Sofiatul Hasanah Sri Wardani, Mila Ayu Suadah, Muhammad shohibuddin Syarifah Nur Amirah Sya’adah, Himatus Syukron Affani Titik Indarti Toilatun Nafiiyah Toilatun Nafiiyah UDJANG PAIRIN Usmany, Nuri Wahda Salsabila Wa Mirna Wa Mirna Wa Mirna Yopi Lutfi Subargo Zahro Rokhmawati Zahroh, Farichatuz Zainuri Ihsan