Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Komparatif Konsep Ilmu Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern Al-Rafi’i, Mushthafa Shadiq; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2196

Abstract

Perdebatan mengenai konsep ilmu antara Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern menjadi semakin relevan dalam era globalisasi ketika paradigma ilmu pengetahuan berkembang pesat dan memengaruhi sistem pendidikan. Kedua tradisi filsafat ini memiliki fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang berbeda sehingga memunculkan cara pandang yang tidak selalu sejalan dalam memahami hakikat, sumber, dan tujuan ilmu. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif terhadap konsep ilmu dalam Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern, dengan fokus pada aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi serta implikasi pedagogisnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui penelusuran buku, artikel ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, kekuatan, dan kelemahan dari masing-masing tradisi filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Filsafat Islam memandang ilmu sebagai entitas yang bernilai dan terikat wahyu, sedangkan Filsafat Barat Modern menempatkan ilmu sebagai produk rasional dan empiris yang cenderung bebas nilai. Secara ontologis, Islam menekankan kesatuan antara realitas empiris dan transenden, sementara Barat cenderung memisahkannya. Epistemologi Islam bersifat integratif, sedangkan epistomologi Barat bercorak rasional dan positivistik. Analisis komparatif juga menemukan peluang integrasi keduanya dalam pendidikan, terutama dalam membangun sistem pembelajaran yang seimbang antara rasionalitas ilmiah dan etika spiritual. Penelitian ini menegaskan pentingnya rancangan pendidikan integratif sebagai upaya harmonisasi dua paradigma keilmuan tersebut.
Konsep Ilmu dalam Pandangan Ibnu Khaldun: Analisis Epistemologi terhadap Kitab Muqoddimah Sidiq, Apip Ansurullah; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2238

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ilmu dalam pandangan Ibnu Khaldun melalui analisis epistemologis terhadap Kitab Muqaddimah. Ibnu Khaldun merupakan salah satu tokoh Muslim klasik yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami hubungan antara ilmu, realitas sosial, dan peradaban manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ilmu menurut Ibnu Khaldun, sumber-sumber pengetahuan yang diakuinya, serta metode epistemologis yang digunakan dalam membangun ilmu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis filosofis terhadap teks Muqaddimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun memandang ilmu sebagai hasil interaksi antara akal, pengalaman empiris, dan wahyu, yang berkembang seiring dengan dinamika sosial dan peradaban. Ia menekankan pentingnya observasi empiris dan kritik terhadap berita sejarah sebagai dasar validitas ilmu, tanpa mengesampingkan peran wahyu sebagai sumber kebenaran transenden. Pendekatan epistemologis Ibnu Khaldun menunjukkan integrasi antara rasionalitas, empirisme, dan nilai-nilai keislaman, yang relevan sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan dalam konteks keilmuan Islam kontemporer. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian epistemologi Islam serta memperkuat relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam diskursus filsafat ilmu modern.
Epistemologi Ilmu dalam Perspektif Islam dan Barat : Sebuah Telaah Komparatif Fajri, M Nurul; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2239

Abstract

Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas hakikat pengetahuan, sumber-sumbernya, metode perolehannya, serta kriteria kebenaran dan validitasnya. Perbedaan epistemologis antara Islam dan Barat mencerminkan perbedaan paradigma filosofis yang mendasar dalam memandang realitas, manusia, dan tujuan ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif epistemologi Islam dan epistemologi Barat dengan menitikberatkan pada landasan worldview, sumber pengetahuan, metode perolehan dan validasi pengetahuan, konsep kebenaran, serta orientasi nilai dan tujuan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis terhadap berbagai literatur filsafat dan filsafat ilmu dari tradisi pemikiran Islam dan Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Islam bersifat integratif dan teosentris dengan wahyu sebagai sumber kebenaran tertinggi yang membimbing peran akal dan pengalaman empiris, serta menempatkan ilmu dalam kerangka etika dan tujuan transendental. Sebaliknya, epistemologi Barat cenderung antroposentris, menekankan rasionalitas dan empirisme, serta memisahkan ilmu dari dimensi metafisik dan nilai. Perbedaan paradigma ini berimplikasi signifikan terhadap arah pengembangan ilmu pengetahuan dan perannya dalam kehidupan manusia kontemporer.
Klausa Verbal dalam Cerpen Imraatun Ghalabat al-Syaithan Karya Taufiq al-Hakim (Arabic Syntax Study): Klausa Verbal dalam Cerpen Imraatun Ghalabat al-Syaithan Karya Taufiq al-Hakim (Arabic Syntax Study) Fadilla, Audryane Anindita; Rohanda, Rohanda; Pauji, Resa Restu
Al-Lisan: Jurnal Bahasa Vol 11 No 1 (2026): Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/al.v11i1.7136

Abstract

Background: Human communication, whether spoken or written, is fundamentally structured around clauses, with verbal clauses holding particular significance. This is equally true in literary works, where the complexities of verbal clauses given their varied types and functions are prominently displayed. Consequently, investigating these clauses is essential for a deeper comprehension of syntactic structures. Aims: This study aims to identify the types of verbal clauses based on their internal structure and their position within sentences, and to determine their functions in the source text. Methods: Employing a qualitative content analysis method, this research focuses on verbal clauses as the unit of analysis. The data source is the short story "Imraatun Ghalabat Al-Syaithan," from Taufiq Al-Hakim's anthology Arinillah. Data were collected through scrutinizing and note-taking techniques, and subsequently analyzed using translational and permutational methods. Results: The analysis revealed two primary categorizations. Based on internal structure, both complete and incomplete clauses were identified. Based on syntactic position, verbal clauses were found that either hold a grammatical position (al-jumlatu-lati laha mahallun minal-'irab) or are syntactically independent (al-jumlatu-lati la mahalla laha minal-'irab). Functionally, the verbal clauses served to express renewal and occurrence (li tajaddud wa huduts), continuous renewal (li tajaddud istimrariyah), and permanence/stability (li tsubut). Implications: This study underscores the critical role of syntactic units in shaping meaning and ensuring effective message delivery. A nuanced understanding of clauses and syntax is fundamental for achieving grammatically accurate and precise interpretation of sentences, both in literary analysis and broader linguistic study.
Klausa Verbal dalam Cerpen Imraatun Ghalabat al-Syaithan Karya Taufiq al-Hakim (Arabic Syntax Study): Klausa Verbal dalam Cerpen Imraatun Ghalabat al-Syaithan Karya Taufiq al-Hakim (Arabic Syntax Study) Fadilla, Audryane Anindita; Rohanda, Rohanda; Pauji, Resa Restu
Al-Lisan: Jurnal Bahasa Vol 11 No 1 (2026): Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/al.v11i1.7136

Abstract

Background: Human communication, whether spoken or written, is fundamentally structured around clauses, with verbal clauses holding particular significance. This is equally true in literary works, where the complexities of verbal clauses given their varied types and functions are prominently displayed. Consequently, investigating these clauses is essential for a deeper comprehension of syntactic structures. Aims: This study aims to identify the types of verbal clauses based on their internal structure and their position within sentences, and to determine their functions in the source text. Methods: Employing a qualitative content analysis method, this research focuses on verbal clauses as the unit of analysis. The data source is the short story "Imraatun Ghalabat Al-Syaithan," from Taufiq Al-Hakim's anthology Arinillah. Data were collected through scrutinizing and note-taking techniques, and subsequently analyzed using translational and permutational methods. Results: The analysis revealed two primary categorizations. Based on internal structure, both complete and incomplete clauses were identified. Based on syntactic position, verbal clauses were found that either hold a grammatical position (al-jumlatu-lati laha mahallun minal-'irab) or are syntactically independent (al-jumlatu-lati la mahalla laha minal-'irab). Functionally, the verbal clauses served to express renewal and occurrence (li tajaddud wa huduts), continuous renewal (li tajaddud istimrariyah), and permanence/stability (li tsubut). Implications: This study underscores the critical role of syntactic units in shaping meaning and ensuring effective message delivery. A nuanced understanding of clauses and syntax is fundamental for achieving grammatically accurate and precise interpretation of sentences, both in literary analysis and broader linguistic study.
The Epistemology of Tajweed in the Book Ar-Ri'ayah by Imam Makki Alwi Salam; Rohanda, Rohanda; Sulthan Zainul Amin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.3237

Abstract

This study aims to analyze the epistemology of tajwid science in the book Al-Ri'ayah of Imam Makki bin Abi Talib, including sources of knowledge, construction methodology, and validation criteria for tajwid rules. Using a descriptive qualitative literature research method, this study analyzes the primary texts of Al-Ri'ayah and supporting literature through textual-conceptual analysis with a philosophical-historical approach. The results show that Imam Makki built the epistemology of tajwid on four integrated sources of knowledge: authentic narration with clear sanad, empirical observation of speech organs and acoustic phenomena, rational analysis to reveal logical principles, and ijmaʾ of the imams of qiraʾah. The methodology of the presentation combines precise definitions, descriptions of practices, philosophical analysis, concrete examples from the Qur'an, and recognition of legitimate variations between reading traditions. The validation of the rules uses three objective criteria: internal coherence, correspondence to phonetic reality, and pragmatism in producing clear and sunnah-compliant readings. The epistemology of the Makki Imam demonstrates a model for integrating diverse sources within a coherent framework that can serve as a methodological reference for contemporary Islamic scholarship and can restore the philosophical dimension of tajwid lost in modern understanding.
ANALISIS KESALAHAN KESEPADANAN GRAMATIKAL NA’AT-MAN’UT DALAM KARYA AKADEMIK MAHASISWA BAHASA DAN SASTRA ARAB UIN BANDUNG Agni Nidaulhasanah; Igna Durotunnafisah; Rohanda, Rohanda
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2563

Abstract

This study aims to analyze grammatical agreement errors in na‘at-man‘ut structures found in the academic writings of students of Arabic Language and Literature Department at UIN Bandung in 2014. The research focuses on identifying forms of grammatical inconsistencies between adjectives (na‘at) and the nouns they modify (man‘ut) in academic Arabic writing. The research employs a qualitative descriptive method with a linguistic approach, particularly focusing on Arabic syntactic analysis (nahw). The data consist of ten Arabic thesis abstracts, which were collected through documentation techniques by reading, identifying, and classifying erroneous na‘at-man‘ut constructions. The data were analyzed based on classical Arabic grammatical rules and error analysis theory. The findings reveal that the errors primarily involve mismatches in gender (masculine-feminine), number (singular-plural), definiteness (ma‘rifah-nakirah), word category selection, and the use of comparative forms. These errors indicate a lack of mastery of basic syntactic agreement rules in Arabic. This study concludes that na‘at-man‘ut errors in students’ academic texst are systematic and reflect underlying linguistic competence issues. The results are expected to contribute to improving the teaching of Arabic grammar, especially nahwu, in higher education contexts.
Representasi Pesan Moral Dalam Film “Racun Sangga” Karya Rizal Mantovani (Analisis Semiotika Roland Barthes) Putri Aulia Tauziah; Rohanda, Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3175

Abstract

Penelitian ini membahas representasi pengkhianatan dan pesan moral dalam film Racun Sangga karya Rizal Mantovani sebagai teks budaya yang sarat akan tanda dan simbol. Objek penelitian berupa adegan, dialog, gestur tokoh, serta simbol visual yang terdapat dalam film Racun Sangga (2024). Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan kerangka analisis makna denotatif, makna konotatif, dan mitos. Teori ini dipilih karena mampu mengungkap makna berlapis serta ideologi budaya yang tersembunyi di balik representasi visual dan naratif film. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi tanda, pengelompokan data, analisis semiotik, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Racun Sangga merepresentasikan pengkhianatan sebagai konflik laten yang bekerja secara tersembunyi melalui simbol racun dan praktik mistis, yang berakar pada mitos dan kepercayaan budaya lokal. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa film tersebut menyampaikan pesan moral berupa pentingnya keimanan, kesetiaan, tanggung jawab moral, serta bahaya dendam dan pengkhianatan dalam kehidupan rumah tangga. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Racun Sangga tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai medium reflektif yang mereproduksi mitos sosial dan nilai moral dalam masyarakat. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan kajian sastra dan film Indonesia, khususnya dalam penerapan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap hubungan antara mitos budaya, konflik sosial, dan pesan moral dalam karya sinematik lokal.
Realitas Problematika Sosial Palestina dalam Film Farha (Kajian Strukturalisme Genetik) Aminuloh, Diki; Akmaliyah, Akmaliyah; Rohanda, Rohanda
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.49982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi realitas problematika sosial Palestina dalam film Farha dengan menelusuri hubungan antara struktur karya dan struktur sosial-historis yang melatarbelakanginya melalui perspektif Strukturalisme Genetik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann, yang menekankan hubungan dialektis antara struktur teks film dan struktur sosial. Data penelitian berupa dialog, adegan visual, dan narasi yang berkaitan dengan isu sosial dalam film dikumpulkan melalui teknik simak-catat dan dianalisis menggunakan model reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Farha merepresentasikan realitas sosial Palestina pada masa Nakba 1948 melalui penggambaran penjajahan, kekerasan kolonial, krisis kemanusiaan, Pengusiran masalah, krisis identitas, Ketimpangan pendidikan dan hambatan sosial, Struktur patriarki, pernikahan dini, dan stereotif gender. Film ini menghadirkan pandangan dunia bangsa Palestina sebagai dasar pembentukan kesadaran kolektif yang lahir dari pengalaman penindasan dan perjuangan bertahan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Farha bukan hanya karya estetik, melainkan media artikulasi memori sejarah dan simbol perlawanan yang menegaskan bahwa sinema dapat berfungsi sebagai ruang dokumentasi kultural, kritik sosial, dan penyampai pesan kemanusiaan universal