Claim Missing Document
Check
Articles

Manajeman Risiko Keselamatan Kerja Kegiatan Pengelasan (Welding) PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk Tirta Agung Palm Oil Mill Shinta Rimvalia Sinulingga; Rico Januar Sitorus; Imelda G. Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.595 KB)

Abstract

Latar Belakang: Manajemen risiko merupakan alat untuk melindungi perusahaan dari setiap kemungkinan yang merugikan seperti kebakaran atau kerusakan 1. Dalam aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kerugian berasal dari kejadian yang tidak diinginkan yang timbul dari aktivitas organisasi. Tanpa menerapkan manajemen risiko perusahaan dihadapkan dengan ketidakpastian. Manajemen tidak mengetahui apa saja bahaya yang dapat terjadi dalam organisasi atau perusahaannya sehingga tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.Metode: Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan observasional menggunakan metode analisis kualitatif, yaitu menggambarkan proses kegiatan kerja dengan melihat secara langsung pelaksanaan proses kerja dan dilakukan identifikasi resiko dengan metode generic model yang dilanjutkan dengan analisa tingkat risiko dengan menggunakan metode analisis semikuantitatif berdasarkan panduan dari AS/NZS 2004.Hasil Penelitian: Menunjukkan risiko-risiko keselamatan kerja yang ada pada kegiatan pengelasan antar lain tersengat aliran listrik, luka memar, iritasi mata, luka dan cidera tulang, gangguan pernafasn, luka bakar, peningkatan suhu tubuh yang memicu heat stress, nyeri pinggang dan bahu, serta kebosanan dan kejenuhan untuk pengelasan busur listrik. Sedangkan pengelasan dengan mesin diesel risiko lainnya adalah luka bakar akibat semburan air radiator dan gangguan pendengaran.Kesimpulan: Setiap tahap kegiatan pengelasan memiliki sejumlah risiko keselamatan kerja terhadap pekerja dengan tingkat risiko priority 3. Untuk tingkat conceqences, dampak yang paling banyak muncul yaitu important. Untuk tingkat exposure, tingkat pajanan terbanyak yaitu continously sedangkan tingkat likelihood, tingkat kemungkinan tertinggi yaitu likely.Kata Kunci: Manajemen risiko, keselamatan kerja, pengelasan
Evaluasi Pelaksanaan Program Contractor Safety Management System (CSMS) pada Project Turnaround (TA) di PT. Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang Muhammad Arif; Anita Camelia; Imelda G Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.653 KB)

Abstract

Latar Belakang: Turnaround merupakan pekerjaan kegiatan dengan risiko tinggi yang dikerjakan kontraktor, apabila tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program Contractor Safety Management System (CSMS) pada project turnaround di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Analisa data yang digunakan adalah content analysis. Uji validitas melalui triangulasi sumber, metode dan data. Hasil Penelitian: Pelaksanaan program Contractor Safety Management System (CSMS) pada project turnaround sudah berjalan dengan baik hanya saja pada project-project selain turnaround departemen K3 & LH kurang dilibatkan pada tahap penilaian risiko, pra-kualifikasi dan seleksi kontraktor.Kesimpulan: pelaksanaan program Contractor Safety Management System (CSMS) pada project turnaround di PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang secara umum sudah sesuai dengan Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan Kontraktor BP MIGAS. Disarankan untuk PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang agar meningkatkan komunikasi antara departemen pengadaan barang dan jasa dengan departemen K3 & LH terkait pekerjaan yang ditenderkan seperti tahapan penilaian risiko, pra-kualifikasi dan seleksi. Adanya sanksi terhadap kontraktor yang tidak rutin melaporkan data kinerja K3.
Pengawasan terhadap Penyelenggaraan Depot Air Minum dalam Menjamin Kualitas Air Minum Isi Ulang Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.003 KB)

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya jumlah depot air minum isi ulang tidak menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan air minum yang memenuhi syarat kualitas karena banyak depot yang memproduksi air minum yang tidak memenuhi kualitas yang dipersyaratkan. Tujuan studi ini adalah membahas pentingnya pengawasan terhadap penyelenggaraan depot air minum.Metode: Metode penulisan ini adalah studi literatur yang menggunakan berbagai sumber referensi untuk mendukung isi pokok bahasan.Hasil: Kualitas Air minum yang tidak memenuhi standar yang diproduksi depot menunjukkan lemahnyapengawasan dalam penyelenggaraan depot air minum. Pendekatan sistem manajemen penting diterapkan dalam melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan depot oleh pengusaha depot dan pemerintah sehingga pengawasan dapat berjalan efektif dan efisien.Kesimpulan: Pengawasan yang optimal terhadap penyelenggaraan depot air minum menjadi faktor penting dalam keberhasilan depot memproduksi air minum yang memenuhi standard kualitas.Kata Kunci: depot, air minum, pengawasan, standar kualitas
Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Operator Pabrik Gula PT.PN VII Cinta Manis Tahun 2013 Dewi Gurusinga; Anita Camelia; Imelda G Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.416 KB)

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 18 operator pabrik gula di PT.PN VII Cinta Manis diperoleh hasil bahwa 83,33% operator mengalami kelelahan kerja. Kelelahan tersebut memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja, sehingga untuk mencegah hal ini penting diketahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kelelahan kerja.Metode: Menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian sebanyak 63 operator dari total 138 operator. Uji statistik menggunakan Chi Square untuk melihat adanya hubungan antara variable independen (usia, masa kerja, riwayat penyakit, status gizi, kebisingan, suhu, dan shift kerja) dengan variable dependen (kelelahan) dan uji regresi logistik untuk melihat faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan.Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar operator mengalami kelelahan kerja yaitu 71,4%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa kebisingan (p value = 0,008), suhu (p value = 0,001), shift kerja (p value = 0,048) memiliki hubungan dengan kelelahan kerja. Hasil uji chi square juga menunjukkan bahwa usia (p value = 0,599 ), masa kerja (p value = 0,535), status gizi (p value = 1.000), riwayat penyakit (p value = 0,195), tidak memiliki hubungan dengan kelelahan kerja. sedangkan hasil uji regresi logistic menunjukkan bahwa shift kerja adalah faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan kerja (RP = 11,900).Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah kebisingan, suhu dan shift kerja.Variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja adalah umur, masa kerja, status gizi, dan riwayat penyakit. Faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan kerja adalah shift kerja.Kata Kunci: Operator, kelelahan, faktor-faktor
Evaluasi Pelaksanaan Program Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons di Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung Tahun 2012 Muhammad Saleh; Iwan Stia Budi; Imelda G. Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.522 KB)

Abstract

Latar Belakang: Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons atau Early Warning Alert and Response System (EWARS) merupakan perangkat dalam surveilans untuk mengetahui secara dini adanya sinyal peringatan penyakit menular potensial KLB. Berdasarkan data Buletin Mingguan tahun 2012 di Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang, menunjukkan bahwa ketepatan dan kelengkapan laporan paling rendah dari ke-13 kabupaten/ kota lainnya dan belum mencapai standar Kemenkes RI.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan evaluasi. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 informan, serta dilakukan observasi dan telaah dokumen. Analisis data yang digunakan adalah content analysis. Uji Validitas melalui triangulasi sumber, metode dan data.Hasil Penelitian: Kebijakan program EWARS sudah disosialisasikan ke seluruh Puskesmas, Pustu dan Bidan Desa. Alokasi dana bersumber dari APBD kabupaten, namun dalam jumlah terbatas. Ketersediaan SDM, sarana, prasarana dan teknologi belum mencapai standar. Selain itu, perencanaan program juga belum sepenuhnya dapat terealisasi. Seluruh petugas sudah mengikuti pelatihan EWARS. Akan tetapi, di tingkat RSUD dan klinik swasta belum sepenuhnya melaksanakan surveilans penyakit. Sehingga, pengiriman data EWARS masih sering mengalami keterlambatan. Upaya validasi data dan monitoring belum berjalan maksimal. Selain itu, petugas kabupaten juga tidak melengkapi pembuatan Buletin Mingguan tahun 2012. Namun, form W2 dikumpulkan setiap akhir bulan.Kesimpulan: Bahwa pelaksanaan program sistem kewaspadaan dini dan respons di Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang belum berjalan dengan maksimal. Sehingga, disarankan untuk meningkatkan kembali motivasi dan komitmen petugas dalam melakukan aktivitas pelaporan data setiap minggunya.Kata Kunci: Evaluasi, EWARS, Laporan Mingguan
Analisis Perilaku Sopir Bus Kota terhadap Uji Emisi Kendaraan sebagai Pencegahan Pencemaran Udara di Palembang Yustini Ardillah; Elvi Sunarsih; Imelda Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.933 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pencemaran udara semakin memburuk dewasa ini. Pencemaran udara berasal dari industri, transportasi dan aktivitas rumah tangga. Transportasi berkontribusi 70% terjadinya pencemaran udara dan emisi kendaraan sendiri dipengaruhi beberapa faktor dan salah satunya adalah perilaku pengemudi dalam mengemudi dan merawat kendaraan.Metode : Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Sampel penelitian adalah 80 sopir bus kota di sekitar Kota Palembang yang pernah mendapatkan informasi tentang uji emisi. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara dan pengambilan sample secara accidental. Analisis data menggunakan analisis univariat dan chi-square untuk bivariat. Penelitian ini menganalisis perilaku pengemudi terhadap uji emisi kendaraan yang dipengaruhi oleh variabel independen yaitu sikap, pengetahuan, usia, pendapatan, tingkat pendidikan, sumber informasi.Hasil Penelitian : Hampir separuh responden memiliki perilaku buruk terhadap uji emisi kendaraan. Sisanya yang lain telah melakukan uji emisi untuk memenuhi prosedur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada signifikansi hubungan antara perilaku dengan umur (p=0,000), masa kerja (p=0,000), pendapatan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,009) dan tidak ada signifikansi hubungan antara perilaku dengan pendidikan (p=0,085) dan sumber informasi (p=0,06).Kesimpulan : Perilaku uji emisi pada sopir bus kota lebih banyak yang berperilaku baik tetapi uji emisi yang mereka lakukan hanya sebatas prosedur dari uji kelayakan kendaraan bukan pada tahap kenapa uji emisi penting untuk dilakukan, sehingga peneliti menyarankan agar pemerintah Kota Palembang memaksimalkan promosi dan penegakan hukum mengenai uji emisi kendaraan bermotor.Kata kunci : Pencemaran udara, uji emisi kendaraan bermotor, perilaku.
Penilaian Risiko Kesehatan Kerja di Bengkel Auto 2000 Mona Lestari; Imelda G Purba; Anita Camelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.952 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2017.8.3.145-159

Abstract

Latar Belakang: Penilaian risiko kesehatan adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui bahaya dan dampaknya terhadap kesehatan di tempat kerja dengan melakukan identifikasi bahaya, penilaian exposure, penilaian risiko, serta pengendalian dan dokumentasi. Bengkel AUTO 2000 Cabang Plaju Palembang memiliki hazard yang beragam serta memiliki exposure yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan penilaian risiko kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi aktivitas kerja, mengidentifikasi potensial hazard, tingkatan keterpajanan, mengetahui risiko-risiko yang mungkin timbul, serta mengetahui prioritas pengendalian berdasarkan Risk Manageability Matrix. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey deskriptif dengan pendekatan observasional yang menggunakan teknik Walk Through Survey, dimana hasil Walk Through dibuat Check list, lalu di analisa dalam Matrix Hazard Rating, Matrix Exposure Rating, Risk Matrix, dan dikembangkan dalam Risk Manageability Matrix.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini didapatkan potensial hazard yang masuk dalam kategori risiko tinggi yaitu kebisingan (noise), kategori risiko sedang yaitu pencahayaan (illumination), dust (TSP), gas (CO, NO2, SO2), solvent, heavy metal, sanitasi makanan, serta faktor ergonomi, dan kategori risiko rendah, yaitu : getaran (vibration), iklim kerja panas (thermal stress), water supply, dan faktor psikososial.Kesimpulan: Potensial hazard dengan risiko tertinggi adalah kebisingan (Noise) sementara tindakan pengendalian untuk hazard tersebut belum optimal, sehingga diharapkan pada pihak Bengkel AUTO 2000 Cabang Plaju Palembang dapat melakukan pengendalian kebisingan dengan melaksanakan Program Konservasi Pendengaran (Hearing Conservation Programs), seperti mengevaluasi pemajanan kebisingan, adanya pelatihan para pekerja, evaluasi audiometri, melakukan pengendalian engineering/administrative control, serta memberikan alat pelindung diri seperti earplug pada pekerja.
Faktor Risiko Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSds) Pada Aktivitas Pengangkutan Beras di PT Buyung Poetra Pangan Pegayut Ogan Ilir Tiara Devi T; Imelda G Purba; Mona Lestari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.809 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan pengangkutan beras di PT Buyung Poetra Pangan dilakukan secara manual dan dilakukan berulang kali dengan beban yang cukup berat sehingga dapat menimbulkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Observasi awal dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map didapatkan 8 dari 10 pekerja mengalami keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada aktivitas pengangkutan beras di PT Buyung Poetra Pangan.Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah seluruh pekerja pengangkut beras di PT Buyung Poetra Pangan dengan sampel sebanyak 70 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara, menggunakan kuesioner karakteristik responden dan Nordic Body Map serta pengumpulan gambar untuk analisis dengan metode REBA. Analisis uji statistik menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik ganda.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko usia (ρ=0,002) dan masa kerja (ρ=0,033) berhubungan signifikan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs), sedangkan IMT, kebiasaan merokok, lama kerja, beban yang diangkut dan tingkat risiko ergonomi tidak berhubungan. Beban yang diangkut paling dominan menjadi faktor risiko keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs).Kesimpulan: Faktor risiko beban yang diangkut merupakan faktor dominan timbulnya keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs).
Analisis Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Sosial Kecamatan Sukarami Rini Anggraini; Achmad Fickry Faisya; Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.57 KB)

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang penurunan persentasenya melambat dan cenderung menetap di Indonesia. DBD merupakan penyakit akut dan dapat menyebabkan kematian mendadak jika tidak segera diberikan pertolongan. Wilayah Kerja Puskesmas Sosial merupakan daerah endemis DBD yang mengalami peningkatan kasus dari 33 kasus pada tahun 2010 menjadi 63 kasus pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Sosial Tahun 2012.Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control tidak berpasangan dan selain itu dilakukan wawancara dengan pertanyaan terbuka untuk mengeksplorasi informasi pada beberapa variabel penelitian. Jumlah sampel adalah 34 kasus dan 34 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil Penelitian : Secara statistik variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap kejadian penyakit DBD yaitu variabel tindakan PSN (p-value = 0,004; OR = 6,4), kebiasaan menggantung pakaian (p-value = 0,028; OR = 2,9), penggunaan obat nyamuk di siang hari (p-value = 0,015; OR = 4,1), penggunaan kelambu (p-value = 0,041; OR = 3,6), kepadatan penghuni (p-value = 0,010; OR = 4,1), dan tempat perindukan (pvalue = 0,033; OR = 3,3), sedangkan yang tidak berhubungan yaitu variabel kebiasaan tidur pagi/siang hari (p-value = 0,627; OR = 1,3) dan pemasangan kawat kasa (p-value = 0,324; OR = 1,6).Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tindakan PSN, kebiasaan menggantung pakaian, penggunaan obat nyamuk di siang hari, penggunaan kelambu, kepadatan penghuni, dan tempat perindukan dengan kejadian penyakit DBD. Disarankan agar masyarakat dapat memaksimalkan upaya pencegahan penularan DBD dan Puskesmas Sosial juga dapat meningkatkan kinerja program pemberantasan penyakit DBD.Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Determinan, Case Control
Penerapan Keselamatan Radiasi pada Instalasi Radiologi di Rumah Sakit Khusus (RSK) Paru Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013 Julianna Simanjuntak; Anita Camelia; Imelda G. Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.519 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tingginya penggunaan radiasi untuk kegiatan medis merupakan kontribusi kedua terbesar sumber radiasi yang kita terima, dimana selain memberikan manfaat , juga dapat menyebabkan bahaya baik bagi pekerja radiasi, masyarakat, maupun lingkungan sekitar. Sehingga pelayanan radiologi harus memperhatikan aspek keselamatan kerja radiasi menurut Peraturan Kepala BAPETEN No.8 Tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan dan pelaksanaan keselamatan radiasi pada Instalasi Radiologi RSK Paru Provinsi Sumatera Selatan.Metode : Dilakukan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan informasi dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Sumber informasi diperoleh dari tujuh informan, salah satu adalah informan ahli.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian, penerapan dan pelaksanaan keselamatan radiasi pada Instalasi Radiologi RSK Paru Provinsi Sumatera Selatan belum optimal dilakukan. Belum adanya struktur organisasi proteksi radiasi, kurangnya pelatihan untuk pekerja radiasi, belum adanya dokter spesialis radiologi, kurangnya ketersediaan peralatan proteksi radiasi, belum secara continue melaporkan hasil film badge pekerja radiasi ke Batan per bulan, belum dilakukan pemantauan kesehatan secara khusus bagi radiografer, kurangnya pengawasan atau cepat tanggap terhadap permasalahan di Instalasi Radiologi dari pihak rumah sakit, serta kurangnya koordinasi antara pihak rumah sakit dengan instalasi radiologi.Kesimpulan : Gambaran penerapan keselamatan radiasi di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan perlu ditingkatkan mengenai kebijakan keselamatan radiasi dan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja bagi pekerja radiasi.Kata Kunci : Penerapan Keselamatan Radiasi, Instalasi Radiologi, Rumah Sakit
Co-Authors Achmad Fickry Faisya Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry Aerosta, Danny Aerostaa, Danny Aliyah, Nurul Amrina Rosyada Amrina Rosyada Anita Amelia Anita Camelia Anita Camelia Anita Camelia Ardila, Yustini Arista, Dini AS Clarissa Putri Aulia AS Clarissa Putri Aulia, AS Clarissa Putri Astry Fidyawati Astry Fidyawati, Astry Betty Sirait Bina Melvina Chendra, Rudy Della Oktaviani Desheila Andarini Desri Maulina Sari Devi, Tiara Dewi Gurusinga Dewi Gurusinga, Dewi Dhian Komala Jayanti M, Dhian Komala Jayanti Dini Arista putri Dini Arista Putri Dwi Septiawati Dwi Septiawati, Dwi Effriyanda, Ditha Elvi Sunarsih Faisya, Achmad Fickry Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum Feranita Utama Garmini, Rahmi Haerawati Idris Hamzah Hasyim Harun Alrasid Haryoto Kusnoputranto Indah Purnama Sari Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Iwan Stia Budi Julianna Simanjuntak Jusmini, Jusmini Kraichat Tantrakarnapa Ladyka Viola Aulia Armawan Lewinsca, Maurend Yayank Lionita, Widya Lubis, Fitri Novaliya Merry Natalia Merry Natalia, Merry Minarti Minarti Mitsalia Asriani Mitsalia Asriani, Mitsalia Mona Lestari Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Saleh Nandini, Rizka Faliria Ningrum, Rafika Oktiva Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurmalia Ermi oktaviani, Della Oktivaningrum, Rafika Poppy Fujianti, Poppy Putri, Dini Arista Qotrunnada, Kamila Sabina Rahmatillah Razak Rahmatillah Razak Rahmatillah Razak Rahmatillah Razak, Rahmatillah Ramiwati, Anita Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rini Anggraini Rini Anggraini, Rini Rizki Dien Wahyuni Saci, Muhammad Amin Arigo Shinta Rimvalia Sinulingga Siti Halimatul Munawarah Sofiati Sofiati Sofiati, Sofiati Sumihar Roberto Gultom Tantrakarnapa, Kraichat Tiara Devi T Ulandari, Rizka Tri Umi Qona’ah Sani Utami, Titi Permatasari Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Yuanita Windusari Yuliarti Yuliarti Yusria Yustini Ardillah Yustini Ardillah, Yustini