Claim Missing Document
Check
Articles

PROMOSI PENGELOLAAN SAMPAH B3 RUMAH TANGGA DI DESA TANJUNG SETEKO KECAMATAN INDRALAYA OGAN ILIR Imelda Gernauli Purba
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i2.9770

Abstract

Desa Tanjung Seteko khususnya Dusun sawit terletak di daerah pertanian, yang mana sebagaian besar penduduknya mengandalkan pertaniaan sebagai mata pencaharian utama. Kegiatan pertanian banyak berhubungan dengan penggunaan bahan kimia berupa pupuk kimia dan pestisida. Kondisi ini menyebabkan masyarakat berisiko untuk kontak dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan, salah satunya melalui pencemaran sampah kemasan bahan berbahaya dan atau beracun.  Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah B3 rumah tangga. Sasaran umum kegiatan adalah seluruh masyarakat yang ada di Desa Ibul Besar I, sedangkan sasaran khususnya adalah masyarakat yang dewasa di Desa Tanjung Seteko yang berjumlah 30 orang. Metode kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah dan Tanya jawab dan diskusi interaktif dengan  masyarakat,. Pre test dan post test dilakukan untuk mengukur ada tidaknya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah B3 rumah tangga. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah B3 rumah tangga. Pengetahuan yang baik tentang pengelolaan sampah B3 rumah tangga. dalam menumbuhkan perilaku yang baik dalam melakukan pengelolaan sampah B3 rumah tangga. Tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah tentang pengelolaan sampah B3 rumah tangga menyebabkan perilaku yang buruk dalam penanganan sampah B3 rumah tangga . Hal ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.Kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tanjung Seteko mengenai pengelolaan sampah bahan berbahaya dan atau beracun (B3), dampak buruk sampah B3, paradigma pengelolaan sampah B3 dengan prinsip reduce, reuse, recycle, recovery, dan cara pembuangan sampah bahan berbahaya dan atau beracun.  Sebaiknya Dinas kesehatan melalui unit pelaksana teknis puskesmas melakukan pembinaan secara berkelanjutan mengenai pengelolaan sampah B3 rumah tangga  terhadap masyarakat Desa Tanjung Seteko. Perlu adanya dukungan dari pemerintah Ogan Ilir secara material maupun moril terhadap penyelenggaraan pembinaan pengelolaan sampah B3 rumah tangga  terhadap masyarakat Desa Tanjung Seteko.
PROMOSI KESEHATAN PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT MALARIA PADA MASYARAKAT DI DESA IBUL BESAR I Imelda Gernauli Purba
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v4i2.5487

Abstract

Desa Ibul Besar I terletak di daerah lahan berawa dan ditumbuhi banyak semak yang memungkinkan untuk tempat berkembangbiaknya vektor malaria. Selain faktor lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, juga perilaku masyarakat seperti kebiasaan keluar rumah pada malam hari, tidak menggunakan kelambu sewaktu tidur,.menjadi risiko penularan penyakit malaria di desa Ibul besar. Bertolak dari permasalahan ini perlu dilakukan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakaat terhadap pencegahan penularan malaria.Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit malaria dan cara pencegahan penularan penyakit malaria di Desa Ibul Besar I  secara umum meningkat cukup baik. Pengetahuan yang baik tentang pencegahan penularan malaria berperan penting dalam menimbulkan perilaku yang baik dalam pencegahan penularan malaria. Kurangnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan penyakit malaria dapat  menjadi faktor risiko terjadinya penyakit malaria. Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara pencegahan penularan penyakit malaria..Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini bahwa pengetahuan masayarakat tentang penyakit malaria, risiko penularan, dan upaya-upaya pencegahan penularan malaria meningkat, Pengetahuan yang baik terhadap suatu substansi dalam hal ini pencegahan penularan malaria, akan menjadi pendorong terhadap timbulnya sikap dan prilaku masyarakat yang baik akan upaya pencegahan malaria dan masalah kesehatan lainnya.Disarankan agar perangkat desa atau instansi terkait khususnya instansi kesehatan untuk dapat menyelenggarakan kegiatan promotif dan preventif bagi masyarakat di Desa Ibul Besar I dalam mencegah penyakit malaria dan masalah kesehatan lainnya, sehingga status kesehatan masyarakat Ibul Besar I meningkat.
METODE KOMPOSTER SAMPAH SKALA RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA INTERVENSI SENSITIF DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA MUARA PENIMBUNG ULU KECAMATAN INDRALAYA Imelda Gernauli Purba; Rico Januar Sitorus; Fitri Nova Liya Lubis
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i1.9702

Abstract

Stunting becomes a major nutritional problem compared to underweight, moderate underweight, and overweight. One of the indirect factors of stunting is poor environmental sanitation, which is poor waste management. Good waste management is urgent in efforts to minimize waste. This service aims to increase the knowledge of mothers of toddlers about organic household waste management. The method of Community service is counseling in the form of presentation and demonstration of making waste composter and its use. The results obtained are an increase in knowledge in 70% of mothers of children under five. This program concluded that this outreach could increase the understanding of mothers of toddlers' understanding of good household waste management by using a household-scale garbage composter. --- Stunting menjadi masalah gizi yang utama jika dibandingkan dengan masalah gizi buruk, kurang dan gemuk. Faktor penyebab tidak langsung dari stunting salah satunya adalah faktor sanitasi lingkungan yang buruk, satu diantaranya  ialah pengelolaan sampah yang buruk. Pengelolaan sampah yang baik sangat penting dalam upaya minimasi sampah. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pengelolaan sampah organik rumah tangga.  Metode pengabdian ini adalah penyuluhan berupa presentasi dan peragaan pembuatan komposter sampah dan penggunaannya. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan pada 70% ibu balita. Disimpulkan bahwa penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita terhadap pengelolaan sampah rumah tangga yang baik, salah satunya dengan menggunakan komposter sampah skala rumah tangga.
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN CAMBAI KOTA PRABUMULIH TAHUN 2010 Della Oktaviani; Nur Alam Fajar; Imelda G Purba
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 3 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Acute Respiration Tract Infection (ARTI), is one of the main caused of sickness at under five years old children in a developing country. The aim of this research is to know the correlation between the physical condition of the house which is including the roof, the floor, the wall, the ventilation, the capacious of the floor, the density of the people at the house, the recycle bin, and the family attitude (knowledge and the family attitude) to the Acute Respiration Tract Infection (ARTI). The research is done on May, 2010 In Cambai district. The kind of the research is observational with cross sectional approach. The subject is taken from the houses which there is under five years old with totally 82 respondents. The sample is taken by random sampling technique. The statistich which used is chi square with SPSS 17th program. The result of the research showed that there is correlation between knowledge and the family attitude (p= 0,049), the roof (p=0,010), the floor (p=0,000), the house ventilation (p=0,046), the capacious of the floor and the density of the people at the house (p=0,032) to the Acute Respiration Tract Infection(ARTI), on the other hand, the wall of the house (p=0,299),and the recycle bin (p=0,068) no correlation to the ARTI. According to the result of research, we can conclude that the Acute Respiration Tract Infection to the Under Five Years Old Children except influenced by knowledge and the familyattitude also influenced by the physical of the condition of the house (roof, floor, ventilation, the capacious of the floor, and the density of the people at the house). The suggestion which submit to prevent and to reduce the Acute Respiration Tract Infection to the under five years old children is to increase the healthy attitude is needed such as no smoking at home or the public society about the healthy house requirement in order that the prevention could be done.
Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kadar Kolinesterase pada Perempuan Usia Subur di Daerah Pertanian Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.38 KB)

Abstract

Latar Belakang : Perempuan usia subur yang tinggal di daerah pertanian merupakan salah satu populasi yang berisiko untuk mengalami keracunan pestisida dengan dampak negatif jangka panjang. Efek negatif dari pajanan pestisida pada kelompok perempuan usia subur dapat menimbulkan gangguan kesehatan reproduksi. Hal ini berkaitan dengan keterlibatan mereka dalam kegiatan di bidang pertanian, seperti menyemprot, menyiapkan perlengkapan untuk menyemprot, termasuk mencampur pestisida, membuang rumput dari tanaman, mencari hama, menyiram tanaman dan memanen.Metode : Penelitian ini merupakan observasional dengan pendekatan cross sectional, yang bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar kolinesterase pada perempuan usia subur. Populasi penelitian ini adalah perempuan usia subur di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposif dengan besar sampel 70 orang. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan kolinesterase, wawancara dengan responden, dan pengamatan di rumah responden. Data dianalisis dengan distribusi frekuensi Chi-square, spearman.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara tingkat risiko paparan (p=0,008), lama kerja (p=0,011) dengan kadar kolinesterase pada perempuan usia subur di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes.Kesimpulan : Perlu tetap berhati-hati terhadap paparan pestisida, karena dapat mengakibatkan dampak negatif jangka panjang terutama bagi kesehatan reproduksi perempuan usia subur di daerah pertanian.Kata Kunci : Perempuan usia subur, kadar kolinesterase
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kapasitas Vital Paru pada Operator SPBU 24.301.118 Palembang Tahun 2010 AS Clarissa Putri Aulia; Hamzah Hasyim; Imelda G Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.314 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pencemaran udara disebabkan oleh kepadatan lalu lintas yang tinggi. Pencemaran udara yang disebabkan oleh gas buang kendaraan bermotor serta faktor manusia dapat menyebabkan gangguan fungsi paru. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas vital paru.Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 19 orang operator SPBU 24.301.118. Penggunaan kuesioner untuk mengetahui variabel umur, jenis kelamin, masa kerja, status gizi, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, riwayat pekerjaan, dan riwayat penyakit. Spirometer digunakan untuk mengukur kapasitas vital paru.Hasil Penelitian : Hasil penelitian dengan menggunakan uji Exact Fisher diperoleh bahwa ada hubungan antara umur (p value = 0,036), jenis kelamin (p value = 0,017) dan masa kerja (p value = 0,045) dengan kapasitas vital paru. Dan tidak ada hubungan antara status gizi (p value = 1,000), kebiasaan merokok (p value = 0,170), kebiasaan olahraga (p value = 1,000), riwayat pekerjaan (p value = 0,656), dan riwayat penyakit (p value = 0,617) terhadap kapasitas vital paru pada operator SPBU 24.301.118.Kesimpulan : Umur tua, laki-laki dan masa kerja lebih dari 3 tahun adalah faktor resiko kapasitas vital paru.Kata kunci : Kapasitas Vital Paru, Operator SPBU, pencemaran, udara
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman (Unsafe Act) di Bagian Pabrik Urea PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Mitsalia Asriani; Hamzah Hasyim; Imelda Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.347 KB)

Abstract

Latar Belakang: Perilaku Tidak Aman adalah tindakan atau perbuatan seseorang atau beberapa orang karyawan yang memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan terhadap karyawan. Perilaku tidak aman dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sangat kompleks dan tidak dapat dilepaskan dari faktor manusia dan lingkungan organisasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman di bagian pabrik urea PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang tahun 2010.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pekerja bagian pabrik urea PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang yang berjumlah 64 orang. Uji statistik menggunakan Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat kemaknaan ( ) 5%.Hasil Penelitian: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap bahaya dengan perilaku tidak aman (p value = 0,015). Ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap bahaya dengan perilaku tidak aman (p value = 0,002). Ada hubungan yang signifikan antara pelatihan K3 dengan perilaku tidak aman (p value = 0,029).Kesimpulan: Saran penelitian, perusahaan perlu mengaktifkan kembali safety meeting dan sharing pengalaman kerja antara pekerja senior dengan junior. Untuk meningkatkan sikap baik terhadap bahaya perusahaan perlu memberikan motivasi kepada pekerja. Perusahaan diharapkan dapat memperbanyak pelatihan K3 dengan metode yang beragam serta diberikan secara bergilir kepada seluruh pekerja. Kata Kunci: Perilaku Tidak Aman, Pabrik Urea  
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pengrajin Batik di Sanggar Batik Melati Putih Jambi Sofiati; Rico Januar Sitorus; Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.493 KB)

Abstract

Latar Belakang: Proses pembuatan batik tidak luput dari resiko terjadinya kelelahan mata karena proses kerjanya menyebabkan otot-otot mata akan bekerja secara terus menerus dan lebih dipaksakan.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Kuesioner digunakan untuk mengetahui umur dan masa kerja pengrajin batik. Luxmeter digunakan untuk mengetahui intensitas penerangan. Untuk mengukur kelelahan mata digunakan metode Photostress Recovery Time.Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kelelahan mata (P value = 1,00). Tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas penerangan dengan kelelahan mata (P value = 0,122).Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kelelahan mata (P value = 0,007) dengan RP = 3,231 sehingga dapat dikatakan bahwa pengrajin yang telah bekerja selama lima tahun atau lebih mempunyai peluang 3,231 kali berisiko mengalami kelelahan mata dibandingkan pekerja yang baru bekerja selama kurang dari lima tahun, dengan rentang derajat kepercayaan 95% 0,991-10,533.Kata Kunci: Batik, Risiko, Kelelahan Mata, Penerangan
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pernafasan pada Pekerja Pabrik di PT. Perkebunan Nusantara VII Cinta Manis Astry Fidyawati; Rico Januar Sitorus; Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.173 KB)

Abstract

Latar belakang : Konsentrasi pencemaran udara di beberapa kota besar dan daerah industri Indonesia menyebabkan adanya gangguan pernapasan, iritasi pada mata dan telinga, serta timbulnya penyakit tertentu. Asap dan debu masih banyak menimbulkan pencemaran udara pada lingkungan kerja terutama di bagian Pengolahan, Pengantongan dan Penyimpanan. Dengan kondisi lingkungan kerja seperti ini, seharusnya pekerja menggunakan APD untuk mengurangi paparan dan risiko dari bahaya debu dan asap (kabut), terutama penggunaan APD pernafasan yang dapat menghindari infeksi saluran pernafasan atas.Metode : Penelitian ini dilakukan pada 59 pekerja pabrik di PT. Pekebunan Nusantara VII Cinta Manis yang bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Data diolah dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi, dianalisis secara analitik dengan menggunakan uji chi square.Hasil Penelitian : Dari analisis uji chi square diketahui, ada hubungan pengetahuan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,044), ada hubungan sikap dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,029), tidak ada hubungan masa kerja dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,219), ada hubungan kenyamanan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,013), tidak ada hubungan ketersediaan APD pernafasan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,483) dan tidak ada hubungan pengawasan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD (Pvalue 1,000).Kata kunci : Ketidak patuhan penggunaan APD pernafasan, PTPN VII
Analisis Determinan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Merdeka Kota Palembang Vinna Rahayu Ningsih; Imelda G Purba; Achmad Fickry Faisya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.199 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang tidak secara langsung membunuh penderitanya, tetapi melalui komplikasinya bersifat fatal seperti pada mata, jantung, ginjal dan otak. Hipertensi pada dasarnya akan menggurangi harapan hidup para penderitanya. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga di dunia dan hampir 1 milyar orang atau 1 dari 4 orang dewasa menderita hipertensi. Dari data Dinkes kota Palembang, kasus hipertensi tertinggi terdapat di Puskesmas Merdeka, sebesar 5.806 kasus tahun pada 2011.Metode : Jenis penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh keseluruhan pasien Puskesmas Merdeka Kota Palembang yang berobat pada saat penelitian. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Responden diwawancarai dengan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap kejadian hipertensi yaitu umur (p=0,0001), riwayat keluarga hipertensi (ρ=0,025), konsumsi rokok (p=0,031), konsumsi kopi (ρ=0,045), penggunaan pil kontrasepsi (ρ=0,01), obesitas (ρ=0,011), olahraga (ρ=0,011) dan konsumsi garam berlebih (ρ =0,001). Sedangkan yang tidak memiliki hubungan yaitu jenis kelamin (ρ=0,038), konsumsi alkohol (ρ= 0,740) dan penggunaan pil kontrasepsi (ρ=0,821).Kesimpulan : Penulis menyarankan melakukan penyuluhan yang rutin yang disertai dengan pemeriksaan tekanan darah pada peserta penyuluhan, penyediaan leaflet, poster, dll, dan untuk masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan berkala tekanan darah khususnya penderita hipertensi dan diharapkan penerapan pola makan dan pola hidup sehat.Kata Kunci : Hipertensi, Determinan
Co-Authors Achmad Fickry Faisya Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry Aerosta, Danny Aerostaa, Danny Aliyah, Nurul Amrina Rosyada Amrina Rosyada Anita Amelia Anita Camelia Anita Camelia Anita Camelia Ardila, Yustini Arista, Dini AS Clarissa Putri Aulia AS Clarissa Putri Aulia, AS Clarissa Putri Astry Fidyawati Astry Fidyawati, Astry Betty Sirait Bina Melvina Chendra, Rudy Della Oktaviani Desheila Andarini Desri Maulina Sari Devi, Tiara Dewi Gurusinga Dewi Gurusinga, Dewi Dhian Komala Jayanti M, Dhian Komala Jayanti Dini Arista Putri Dini Arista putri Dwi Septiawati Dwi Septiawati, Dwi Effriyanda, Ditha Elvi Sunarsih Faisya, Achmad Fickry Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum Feranita Utama Garmini, Rahmi Haerawati Idris Hamzah Hasyim Harun Alrasid Haryoto Kusnoputranto Indah Purnama Sari Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Iwan Stia Budi Julianna Simanjuntak Jusmini, Jusmini Kraichat Tantrakarnapa Ladyka Viola Aulia Armawan Lewinsca, Maurend Yayank Lionita, Widya Lubis, Fitri Novaliya Merry Natalia Merry Natalia, Merry Minarti Minarti Mitsalia Asriani Mitsalia Asriani, Mitsalia Mona Lestari Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Saleh Nandini, Rizka Faliria Ningrum, Rafika Oktiva Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurmalia Ermi oktaviani, Della Oktivaningrum, Rafika Poppy Fujianti, Poppy Putri, Dini Arista Qotrunnada, Kamila Sabina Rahmatillah Razak Rahmatillah Razak Rahmatillah Razak Rahmatillah Razak, Rahmatillah Ramiwati, Anita Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rini Anggraini Rini Anggraini, Rini Rizki Dien Wahyuni Saci, Muhammad Amin Arigo Shinta Rimvalia Sinulingga Siti Halimatul Munawarah Sofiati Sofiati Sofiati, Sofiati Sumihar Roberto Gultom Tantrakarnapa, Kraichat Tiara Devi T Ulandari, Rizka Tri Umi Qona’ah Sani Utami, Titi Permatasari Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Yuanita Windusari Yuliarti Yuliarti Yusria Yustini Ardillah Yustini Ardillah, Yustini