Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kadar Kolinesterase pada Perempuan Usia Subur di Daerah Pertanian Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Perempuan usia subur yang tinggal di daerah pertanian merupakan salah satu populasi yang berisiko untuk mengalami keracunan pestisida dengan dampak negatif jangka panjang. Efek negatif dari pajanan pestisida pada kelompok perempuan usia subur dapat menimbulkan gangguan kesehatan reproduksi. Hal ini berkaitan dengan keterlibatan mereka dalam kegiatan di bidang pertanian, seperti menyemprot, menyiapkan perlengkapan untuk menyemprot, termasuk mencampur pestisida, membuang rumput dari tanaman, mencari hama, menyiram tanaman dan memanen.Metode : Penelitian ini merupakan observasional dengan pendekatan cross sectional, yang bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar kolinesterase pada perempuan usia subur. Populasi penelitian ini adalah perempuan usia subur di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposif dengan besar sampel 70 orang. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan kolinesterase, wawancara dengan responden, dan pengamatan di rumah responden. Data dianalisis dengan distribusi frekuensi Chi-square, spearman.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara tingkat risiko paparan (p=0,008), lama kerja (p=0,011) dengan kadar kolinesterase pada perempuan usia subur di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes.Kesimpulan : Perlu tetap berhati-hati terhadap paparan pestisida, karena dapat mengakibatkan dampak negatif jangka panjang terutama bagi kesehatan reproduksi perempuan usia subur di daerah pertanian.Kata Kunci : Perempuan usia subur, kadar kolinesterase
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kapasitas Vital Paru pada Operator SPBU 24.301.118 Palembang Tahun 2010 AS Clarissa Putri Aulia; Hamzah Hasyim; Imelda G Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pencemaran udara disebabkan oleh kepadatan lalu lintas yang tinggi. Pencemaran udara yang disebabkan oleh gas buang kendaraan bermotor serta faktor manusia dapat menyebabkan gangguan fungsi paru. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas vital paru.Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 19 orang operator SPBU 24.301.118. Penggunaan kuesioner untuk mengetahui variabel umur, jenis kelamin, masa kerja, status gizi, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, riwayat pekerjaan, dan riwayat penyakit. Spirometer digunakan untuk mengukur kapasitas vital paru.Hasil Penelitian : Hasil penelitian dengan menggunakan uji Exact Fisher diperoleh bahwa ada hubungan antara umur (p value = 0,036), jenis kelamin (p value = 0,017) dan masa kerja (p value = 0,045) dengan kapasitas vital paru. Dan tidak ada hubungan antara status gizi (p value = 1,000), kebiasaan merokok (p value = 0,170), kebiasaan olahraga (p value = 1,000), riwayat pekerjaan (p value = 0,656), dan riwayat penyakit (p value = 0,617) terhadap kapasitas vital paru pada operator SPBU 24.301.118.Kesimpulan : Umur tua, laki-laki dan masa kerja lebih dari 3 tahun adalah faktor resiko kapasitas vital paru.Kata kunci : Kapasitas Vital Paru, Operator SPBU, pencemaran, udara
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman (Unsafe Act) di Bagian Pabrik Urea PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Mitsalia Asriani; Hamzah Hasyim; Imelda Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perilaku Tidak Aman adalah tindakan atau perbuatan seseorang atau beberapa orang karyawan yang memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan terhadap karyawan. Perilaku tidak aman dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sangat kompleks dan tidak dapat dilepaskan dari faktor manusia dan lingkungan organisasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman di bagian pabrik urea PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang tahun 2010.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pekerja bagian pabrik urea PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang yang berjumlah 64 orang. Uji statistik menggunakan Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat kemaknaan ( ) 5%.Hasil Penelitian: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap bahaya dengan perilaku tidak aman (p value = 0,015). Ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap bahaya dengan perilaku tidak aman (p value = 0,002). Ada hubungan yang signifikan antara pelatihan K3 dengan perilaku tidak aman (p value = 0,029).Kesimpulan: Saran penelitian, perusahaan perlu mengaktifkan kembali safety meeting dan sharing pengalaman kerja antara pekerja senior dengan junior. Untuk meningkatkan sikap baik terhadap bahaya perusahaan perlu memberikan motivasi kepada pekerja. Perusahaan diharapkan dapat memperbanyak pelatihan K3 dengan metode yang beragam serta diberikan secara bergilir kepada seluruh pekerja. Kata Kunci: Perilaku Tidak Aman, Pabrik Urea  
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pengrajin Batik di Sanggar Batik Melati Putih Jambi Sofiati; Rico Januar Sitorus; Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Proses pembuatan batik tidak luput dari resiko terjadinya kelelahan mata karena proses kerjanya menyebabkan otot-otot mata akan bekerja secara terus menerus dan lebih dipaksakan.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Kuesioner digunakan untuk mengetahui umur dan masa kerja pengrajin batik. Luxmeter digunakan untuk mengetahui intensitas penerangan. Untuk mengukur kelelahan mata digunakan metode Photostress Recovery Time.Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kelelahan mata (P value = 1,00). Tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas penerangan dengan kelelahan mata (P value = 0,122).Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kelelahan mata (P value = 0,007) dengan RP = 3,231 sehingga dapat dikatakan bahwa pengrajin yang telah bekerja selama lima tahun atau lebih mempunyai peluang 3,231 kali berisiko mengalami kelelahan mata dibandingkan pekerja yang baru bekerja selama kurang dari lima tahun, dengan rentang derajat kepercayaan 95% 0,991-10,533.Kata Kunci: Batik, Risiko, Kelelahan Mata, Penerangan
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pernafasan pada Pekerja Pabrik di PT. Perkebunan Nusantara VII Cinta Manis Astry Fidyawati; Rico Januar Sitorus; Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Konsentrasi pencemaran udara di beberapa kota besar dan daerah industri Indonesia menyebabkan adanya gangguan pernapasan, iritasi pada mata dan telinga, serta timbulnya penyakit tertentu. Asap dan debu masih banyak menimbulkan pencemaran udara pada lingkungan kerja terutama di bagian Pengolahan, Pengantongan dan Penyimpanan. Dengan kondisi lingkungan kerja seperti ini, seharusnya pekerja menggunakan APD untuk mengurangi paparan dan risiko dari bahaya debu dan asap (kabut), terutama penggunaan APD pernafasan yang dapat menghindari infeksi saluran pernafasan atas.Metode : Penelitian ini dilakukan pada 59 pekerja pabrik di PT. Pekebunan Nusantara VII Cinta Manis yang bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Data diolah dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi, dianalisis secara analitik dengan menggunakan uji chi square.Hasil Penelitian : Dari analisis uji chi square diketahui, ada hubungan pengetahuan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,044), ada hubungan sikap dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,029), tidak ada hubungan masa kerja dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,219), ada hubungan kenyamanan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,013), tidak ada hubungan ketersediaan APD pernafasan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,483) dan tidak ada hubungan pengawasan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD (Pvalue 1,000).Kata kunci : Ketidak patuhan penggunaan APD pernafasan, PTPN VII
Analisis Determinan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Merdeka Kota Palembang Vinna Rahayu Ningsih; Imelda G Purba; Achmad Fickry Faisya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang tidak secara langsung membunuh penderitanya, tetapi melalui komplikasinya bersifat fatal seperti pada mata, jantung, ginjal dan otak. Hipertensi pada dasarnya akan menggurangi harapan hidup para penderitanya. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga di dunia dan hampir 1 milyar orang atau 1 dari 4 orang dewasa menderita hipertensi. Dari data Dinkes kota Palembang, kasus hipertensi tertinggi terdapat di Puskesmas Merdeka, sebesar 5.806 kasus tahun pada 2011.Metode : Jenis penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh keseluruhan pasien Puskesmas Merdeka Kota Palembang yang berobat pada saat penelitian. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Responden diwawancarai dengan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap kejadian hipertensi yaitu umur (p=0,0001), riwayat keluarga hipertensi (ρ=0,025), konsumsi rokok (p=0,031), konsumsi kopi (ρ=0,045), penggunaan pil kontrasepsi (ρ=0,01), obesitas (ρ=0,011), olahraga (ρ=0,011) dan konsumsi garam berlebih (ρ =0,001). Sedangkan yang tidak memiliki hubungan yaitu jenis kelamin (ρ=0,038), konsumsi alkohol (ρ= 0,740) dan penggunaan pil kontrasepsi (ρ=0,821).Kesimpulan : Penulis menyarankan melakukan penyuluhan yang rutin yang disertai dengan pemeriksaan tekanan darah pada peserta penyuluhan, penyediaan leaflet, poster, dll, dan untuk masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan berkala tekanan darah khususnya penderita hipertensi dan diharapkan penerapan pola makan dan pola hidup sehat.Kata Kunci : Hipertensi, Determinan
Manajeman Risiko Keselamatan Kerja Kegiatan Pengelasan (Welding) PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk Tirta Agung Palm Oil Mill Shinta Rimvalia Sinulingga; Rico Januar Sitorus; Imelda G. Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Manajemen risiko merupakan alat untuk melindungi perusahaan dari setiap kemungkinan yang merugikan seperti kebakaran atau kerusakan 1. Dalam aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kerugian berasal dari kejadian yang tidak diinginkan yang timbul dari aktivitas organisasi. Tanpa menerapkan manajemen risiko perusahaan dihadapkan dengan ketidakpastian. Manajemen tidak mengetahui apa saja bahaya yang dapat terjadi dalam organisasi atau perusahaannya sehingga tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.Metode: Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan observasional menggunakan metode analisis kualitatif, yaitu menggambarkan proses kegiatan kerja dengan melihat secara langsung pelaksanaan proses kerja dan dilakukan identifikasi resiko dengan metode generic model yang dilanjutkan dengan analisa tingkat risiko dengan menggunakan metode analisis semikuantitatif berdasarkan panduan dari AS/NZS 2004.Hasil Penelitian: Menunjukkan risiko-risiko keselamatan kerja yang ada pada kegiatan pengelasan antar lain tersengat aliran listrik, luka memar, iritasi mata, luka dan cidera tulang, gangguan pernafasn, luka bakar, peningkatan suhu tubuh yang memicu heat stress, nyeri pinggang dan bahu, serta kebosanan dan kejenuhan untuk pengelasan busur listrik. Sedangkan pengelasan dengan mesin diesel risiko lainnya adalah luka bakar akibat semburan air radiator dan gangguan pendengaran.Kesimpulan: Setiap tahap kegiatan pengelasan memiliki sejumlah risiko keselamatan kerja terhadap pekerja dengan tingkat risiko priority 3. Untuk tingkat conceqences, dampak yang paling banyak muncul yaitu important. Untuk tingkat exposure, tingkat pajanan terbanyak yaitu continously sedangkan tingkat likelihood, tingkat kemungkinan tertinggi yaitu likely.Kata Kunci: Manajemen risiko, keselamatan kerja, pengelasan
Evaluasi Pelaksanaan Program Contractor Safety Management System (CSMS) pada Project Turnaround (TA) di PT. Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang Muhammad Arif; Anita Camelia; Imelda G Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Turnaround merupakan pekerjaan kegiatan dengan risiko tinggi yang dikerjakan kontraktor, apabila tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program Contractor Safety Management System (CSMS) pada project turnaround di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Analisa data yang digunakan adalah content analysis. Uji validitas melalui triangulasi sumber, metode dan data. Hasil Penelitian: Pelaksanaan program Contractor Safety Management System (CSMS) pada project turnaround sudah berjalan dengan baik hanya saja pada project-project selain turnaround departemen K3 & LH kurang dilibatkan pada tahap penilaian risiko, pra-kualifikasi dan seleksi kontraktor.Kesimpulan: pelaksanaan program Contractor Safety Management System (CSMS) pada project turnaround di PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang secara umum sudah sesuai dengan Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan Kontraktor BP MIGAS. Disarankan untuk PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang agar meningkatkan komunikasi antara departemen pengadaan barang dan jasa dengan departemen K3 & LH terkait pekerjaan yang ditenderkan seperti tahapan penilaian risiko, pra-kualifikasi dan seleksi. Adanya sanksi terhadap kontraktor yang tidak rutin melaporkan data kinerja K3.
Pengawasan terhadap Penyelenggaraan Depot Air Minum dalam Menjamin Kualitas Air Minum Isi Ulang Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya jumlah depot air minum isi ulang tidak menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan air minum yang memenuhi syarat kualitas karena banyak depot yang memproduksi air minum yang tidak memenuhi kualitas yang dipersyaratkan. Tujuan studi ini adalah membahas pentingnya pengawasan terhadap penyelenggaraan depot air minum.Metode: Metode penulisan ini adalah studi literatur yang menggunakan berbagai sumber referensi untuk mendukung isi pokok bahasan.Hasil: Kualitas Air minum yang tidak memenuhi standar yang diproduksi depot menunjukkan lemahnyapengawasan dalam penyelenggaraan depot air minum. Pendekatan sistem manajemen penting diterapkan dalam melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan depot oleh pengusaha depot dan pemerintah sehingga pengawasan dapat berjalan efektif dan efisien.Kesimpulan: Pengawasan yang optimal terhadap penyelenggaraan depot air minum menjadi faktor penting dalam keberhasilan depot memproduksi air minum yang memenuhi standard kualitas.Kata Kunci: depot, air minum, pengawasan, standar kualitas
Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Operator Pabrik Gula PT.PN VII Cinta Manis Tahun 2013 Dewi Gurusinga; Anita Camelia; Imelda G Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 18 operator pabrik gula di PT.PN VII Cinta Manis diperoleh hasil bahwa 83,33% operator mengalami kelelahan kerja. Kelelahan tersebut memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja, sehingga untuk mencegah hal ini penting diketahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kelelahan kerja.Metode: Menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian sebanyak 63 operator dari total 138 operator. Uji statistik menggunakan Chi Square untuk melihat adanya hubungan antara variable independen (usia, masa kerja, riwayat penyakit, status gizi, kebisingan, suhu, dan shift kerja) dengan variable dependen (kelelahan) dan uji regresi logistik untuk melihat faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan.Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar operator mengalami kelelahan kerja yaitu 71,4%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa kebisingan (p value = 0,008), suhu (p value = 0,001), shift kerja (p value = 0,048) memiliki hubungan dengan kelelahan kerja. Hasil uji chi square juga menunjukkan bahwa usia (p value = 0,599 ), masa kerja (p value = 0,535), status gizi (p value = 1.000), riwayat penyakit (p value = 0,195), tidak memiliki hubungan dengan kelelahan kerja. sedangkan hasil uji regresi logistic menunjukkan bahwa shift kerja adalah faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan kerja (RP = 11,900).Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah kebisingan, suhu dan shift kerja.Variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja adalah umur, masa kerja, status gizi, dan riwayat penyakit. Faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan kerja adalah shift kerja.Kata Kunci: Operator, kelelahan, faktor-faktor
Co-Authors Achmad Fickry Faisya Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry Aerosta, Danny Aerostaa, Danny Aliyah, Nurul Amrina Rosyada Amrina Rosyada Anita Amelia Anita Camelia Anita Camelia Anita Camelia Ardila, Yustini Arista, Dini AS Clarissa Putri Aulia AS Clarissa Putri Aulia, AS Clarissa Putri Astry Fidyawati Astry Fidyawati, Astry Betty Sirait Bina Melvina Chendra, Rudy Della Oktaviani Desheila Andarini Desri Maulina Sari Devi, Tiara Dewi Gurusinga Dewi Gurusinga, Dewi Dhian Komala Jayanti M, Dhian Komala Jayanti Dini Arista Putri Dini Arista putri Dwi Septiawati Dwi Septiawati, Dwi Effriyanda, Ditha Elvi Sunarsih Faisya, Achmad Fickry Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum Feranita Utama Garmini, Rahmi Haerawati Idris Hamzah Hasyim Harun Alrasid Haryoto Kusnoputranto Indah Purnama Sari Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Iwan Stia Budi Julianna Simanjuntak Jusmini, Jusmini Kraichat Tantrakarnapa Ladyka Viola Aulia Armawan Lewinsca, Maurend Yayank Lionita, Widya Lubis, Fitri Novaliya Merry Natalia Merry Natalia, Merry Minarti Minarti Mitsalia Asriani Mitsalia Asriani, Mitsalia Mona Lestari Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Saleh Nandini, Rizka Faliria Ningrum, Rafika Oktiva Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar oktaviani, Della Oktivaningrum, Rafika Poppy Fujianti, Poppy Putri, Dini Arista Qotrunnada, Kamila Sabina Rahmatillah Razak Rahmatillah Razak Rahmatillah Razak, Rahmatillah Ramiwati, Anita Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rini Anggraini Rini Anggraini, Rini Rizki Dien Wahyuni Saci, Muhammad Amin Arigo Shinta Rimvalia Sinulingga Siti Halimatul Munawarah Sofiati Sofiati Sofiati, Sofiati Sumihar Roberto Gultom Tantrakarnapa, Kraichat Tiara Devi T Ulandari, Rizka Tri Utami, Titi Permatasari Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Yuanita Windusari Yuliarti Yuliarti Yusria Yustini Ardillah Yustini Ardillah, Yustini