Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan penyakit yang pada umumnya menyebabkan perubahan dalam kehidupan penderitanya. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu masalah kecemasan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Terapi yang dapat menurunkan tingkat kecemasan salah satunya dengan terapi non farmakologis berupa terapi musik instrumental. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi musik instrumental pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa dengan gangguan kecemasan. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Terapi ini dilakukan pada pasien laki-laki atau perempuan yang terdiagnosa penyakit GGK, pasien berusia 30-65 tahun, pasien dalam keadaan sadar, pasien yang mengalami kecemasan sedang yang dibuktikan dengan hasil skor State Trait Anxiety Inventory (STAI) 32-53, pasien dapat membaca dan menulis, pasien yang bersedia menjadi subyek studi dan pasien yang memiliki riwayat hemodialisa minimal 3 tahun. Terapi musik instrumental dilakukan sebanyak 9 kali pertemuan selama 3 minggu dengan durasi 20 menit. Kecemasan diukur dengan State Trait Anxiety Inventory (STAI) yang berisikan 20 pertanyaan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa hari pertama sampai hari kesembilan ketiga subyek studi mengalami penurunan tingkat kecemasan dari kecemasan sedang ke kecemasan ringan. Terapi musik instrumental dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa.