p-Index From 2021 - 2026
8.614
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Halaqa : Islamic Education Journal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI ATTARBIYAH Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Madinah: Jurnal Studi Islam Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu- isu Sosial JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Attractive : Innovative Education Journal Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Al-Hijr: Journal of Adulearn World Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah Jurnal Sosial dan Sains Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Citra Ilmu : Kajian Kebudayaan dan Keislaman JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Journal of Innovative and Creativity Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (ijmus) Idealita: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Nyiur-Dimas) INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Ulil Albab Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas As-Sulthan Journal of Education Rihlah Review: Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatkan Karakter Religius Siswa Melalui Internaliasi Nilai dalam Kegiatan Keagamaan dan Sosial Amin, Moh Nasrul; Nashihin, Muhammad; Nursikin, Mukh
MADINAH Vol 11 No 2 (2024): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v11i2.2950

Abstract

This study aims to determine the strategy of internalizing religious character values ​​in religious and social activities and what religious values ​​are internalized in Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatut Tholabah. The approach used is a qualitative approach with a case study design, data collection through interviews, documentation, and observation with informant sources from school leaders, teachers, and students. Data validity using triangulation techniques and data analysis through data reduction, data presentation and verification or data conclusions. The findings show that the strategy of internalizing religious values ​​based on religious and social activities is carried out through first routine activities, namely congregational prayer, routine Koran reading, and activities to commemorate Islamic holidays, second Social Community Activities such as social service programs and community service, third Habitual Approach in Daily Life contained in Islamic culture and daily monitoring by teachers, fourth is the Al-Qur'an Tahfidz Program. The religious values ​​that are internalized are the values ​​of faith and obedience to worship, honesty, responsibility, simplicity, tolerance, social concern. These results highlight the potential of integrating religious and social activities in the curriculum to develop broad-minded individuals who are spiritually grounded and socially responsible. This study contributes to the existing literature by providing empirical evidence on the effectiveness of integrating religious and social activities in character education in Islamic schools that can be recommended for wider implementation in other Islamic educational institutions.
Implementation of Islamic Religious Education Learning in Building Religious Character in Students (Explorative Study SMP N 1 and SMP N 3 Bringin) Arrosyid’, Muhammad Harun; Nursikin, Mukh
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, November 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v5i4.3261

Abstract

This study aims to find out how the implementation, impact and supporting and inhibiting factors of Islamic Religious Education learning in building religious character in students of SMP N 1 Bringin and SMP N 3 Bringin. There are main discussions in this study, namely: (1) the implementation of Islamic Religious Education learning in building religious character (2) the impact of the implementation of Islamic Religious Education learning in building religious character (3) supporting and inhibiting factors for the implementation of Islamic Religious Education learning in building religious character. The researcher uses a qualitative approach through interview, observation, and documentation methods. Meanwhile, the data analysis technique uses qualitative data analysis with procedures for collecting, reducing data, presenting data, and drawing conclusions which are then verified. The findings of this study are: 1) The implementation of Islamic Religious Education learning in building religious character in SMP N 1 & 3 Bringin students is carried out through the process of planning, implementation and evaluation; 2) The impact of the implementation of Islamic Religious Education learning at SMP N 1 Bringin includes: (1) Fostering Self-Discipline; (2) Increasing Tolerance Attitudes; (3) Increasing Social Awareness; (4) Increasing Spiritual Awareness; (5) Ethical and Moral Development.
Kepemimpinan Profetik Kepala Sekolah dalam Kinerja Guru Studi Kasus SMP Jam’iyyatut Tholibin Kandangan dan MTS Mu'allimin Mudal Temanggung Irfani, Ahmad; Nursikin, Mukh
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, November 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v5i4.3262

Abstract

An indicator of the success of a school principal's leadership that can be guaranteed to achieve school goals is leadership that is based on the leadership of the Prophet Muhammad. The success achieved by the Prophet Muhammad SAW during his leadership is strongly thought to be because the pattern that was built was based on love, example, faith and devotion to Allah SWT. This research method uses a descriptive qualitative approach with a phenomenological type involving informants from Foundation Management, School Committee Management, school principals, teachers and staff. Data collection used was observation, interviews and document study. The results of the research found that the Principal's Prophetic Leadership in Teacher Performance at Jamiatul Tholibim Kandangan Temanggung Middle School was adapted to the grand design that had been prepared by the Principal including, communicating the school's vision and mission, organizing activities based on the school's strategic plan, entrusting the work team to work in accordance with their fields. responsibility, enlivening and cultivating faith values, holding joint evaluations in accordance with mutual agreement, to reflect and internalize the meaning of each activity that has been carried out. Driving factors are the Principal's Vision and Commitment, Support from the School Committee and Foundation, Teacher Involvement in Positive School Culture Decision Making. The inhibiting factors are resistance to change and lack of resources.
KONSEP PENDEKATAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN NILAI SOSIAL SISWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Anitasari, Erni; Nursikin, Mukh
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i1.75-88

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui konsep pendekatan dan strategi pendidikan nilai sosial siswa dalam perspektif pendidikan Islam. Adapun penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik yaitu menggunakan teori-teori para ahli tentang pendidikan nilai sosial siswa dalam perspektif pendidikan Islam. Kemudian dianalisa agar diketahui strategi pendidikan nilai sosial siswa dalam perspektif pendidikan Islam yang dianggap perlu di gunakan dalam pendidikan. Hingga penelitian ini dilakukan, diperoleh hasil bahwa pendekatan mampu memberikan penekanan terhadap penanaman nilai-nilai sosial dalam diri siswa dan strategi pendidikan nilai sosial siswa dapat membantu siswa memahami, menghayati keputusan yang tepat dalam berbagai masalah pribadi, keluarga, masyarakat dan negara sehingga diharapkan dapat menghilangkan kesombongan yang sering terjadi. Strategi pendidkan nilai sosial perlu digunakan dalam dunia pendidikan dengan melakukan pembelajaran yang baik, keteladanan dari lingkungan sekitar, merasakan dan mencintai yang baik, tindakan yang baik, nasihat, hukuman agar terbentuk pribadi yang multi kompetensi dan bermoral. Salah satu indikator yang dapat diukur adalah adanya perubahan dan kemajuan dalam perilaku keberagaman siswa, seperti peningkatan komitmen keberagaman siswa, tumbuhnya kepedulian sosial kepada sesama serta ketaatan dalam menjaga etika pergaulan. Karena nilai sosial mengandung nilai saling tolong menolong, kekerabatan, mengasihi antar sesama.
Islamic Schools Responses Toward Challenges in the Field of Education to Cope With the 4.0 Industrial Revolution; Study at Yogyakarta State Islamic Senior High School and Semarang Regency State Islamic Senior High School Nursikin, Mukh; Triyoko, Hanung
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i1.1-17

Abstract

The progress and development of a nation depends on its education. There is no developed and developing nation without going through a strong and relevant education ladder supported by technological advances. Islamic educational institutions must be able to work together to instill religious moral character, optimal performance, 21st century competences and basic literacy competencies so that students are able to face the era of the Industrial Revolution 4.0. The focus of this research is to emphasize the constructive methodological aspects of the responses of Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta and Madrasah Aliyah Negeri Kab Semarang to the challenges of the industrial revolution 4.0 with a progressivism approach perspective with its liberation paradigm. The purpose of this study is to find out the response and strategy of Islamic educational institutions (Madrasas) in facing the challenges of the 4.0 industrial revolution with an Islamic education philosophy approach that has a liberation paradigm. The theory underlying this study is the theory of modern educational philosophy, namely; (1) Progressivism, (2) Constructivism, and (3) Humanistic schools of thought. Even though these three perspectives of education have different cultural paradigms, there are certain aspects that can contribute cognitively to the development of Islamic education curriculum in schools. This study uses a qualitative-naturalistic approach with data collection from both literature research and field research. Literature research comes from research on dissertations, journals, print media, theses, graduating papers, the internet, and other documents. The field data were collected through (1) observation, (2) in-depth interviews, and (3) documentation. The collected data is then followed by the description, reduction, selection, discussion, analysis and conclusion stages. The results of this study indicate that first, the response of Madrasas to the challenges of the world of education towards the 4.0 industrial revolution is a variety of learning that focuses on the education of characters of the students, then accompanied by the use of technology as an effort to adapt to the advancement of the era, a creation of effective schools, the implementation of the student management, activities which is directed to organize all activities related to students. Second, the Madrasah particular strategy towards the challenges of the world of education in the industrial revolution 4.0. which are the development of Information Technology-Based Madrasah Education and One Stop Integrated Services. This service is to provide fast and coordinated services under the same roof for students, parents, guardians, staff and stakeholders. Students are required to master technology and information at least by mastering 3 software of the Microsoft such as Microsoft Word, Excel, and Power Point. Third, identification of the supporting and inhibiting factors for Madrasas against the challenges of the world of education towards the 4.0 industrial revolution. Supporting factors; The head of Madrasas provides support and assistances, the head of Madrasas and the academic community are united in team work in all fields, the availability of the programmed academic workshops, of IT facilities and infrastructure and adequate practices, the graduation standards already is also established, Networking with the world of works outside schools is also maintained. While the inhibiting factors are that the curriculum is still understood and treated rigidly so that it curbs the creativity of students, the motivation of students to develop themselves is still low, the student's personality is still unstable and tend to love imitating  friends behaviors and disobeying norms, the spirit of student competence is still low and the students are mostly not empowered. There is a high level of struggle, the students have not been able to make a priority scale, the facilities and infrastructure for developing self-actualization are still lacking, the tradition of excellence for each academic community in interacting with every level of society and also in information and technology is still low.
Konsep Pendidikan Nilai dalam Prespektif Filsafat Pendidikan menurut John Dewey dan Al-Ghazali Iksan, Muhammad; Nursikin, Mukh; Syarif, Fajar
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2024): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v2i2.139-152

Abstract

Pada dewasa ini, dimana fenomana degradasi moral terjadi di mayoritas wilayah Indonesia, pendidik perlu untuk merubah target atau capaian pembelajaran. Capaian pembelajaran yang awalnya hanya berfokus pada kognitif siswa, sekarang perlu difokuskan pada aspek lain, terutama afektif atau sikap siswa. Pendidikan nilai sendiri merupakan salah satu upaya para pakar pendidikan dalam melakukan proses transfer of value. Pakar pendidikan juga mengadopsi beberapa pemikiran para filsuf untuk mengimplementasikan pendidikan nilai di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut terkait konsep pendidikan nilai dalam perspektif filsafat pendidikan menurut John Dewey dan al-Ghazali. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa John Dewey yang lebih menekankan penanaman nilai secara rekrontruksi, kemudian dikolaborasi dengan pemikiran Al-Ghazali tentang nilai yang menekankan pada ketaatan pada ajaran agama, akan menghasilkan output peserta didik yang sempurna mengenai nilai.
Konsep Al'alim wa Muta'alim: Relevansi Etika Guru-Murid dalam Pendidikan Pesantren Modern: The Concept Of Al'Alim And Muta'Alim: The Relevance Of Teacher-Student Ethics In Modern Pesantren Education Rohmatillah, Nely; Nursikin, Mukh
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 No 1 (2025): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v3i1.108

Abstract

Tulisan ini membahas konsep etika dalam hubungan antara guru dan murid yang dijelaskan dalam karya K.H. Hasyim Asyari, "Al'alim wa Muta'alim." Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi relevansi prinsip-prinsip etika tersebut dalam konteks pendidikan pesantren modern. Dengan menekankan pentingnya adab sebagai landasan interaksi, penulisan ini mengungkap tanggung jawab timbal balik antara guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini juga menjelaskan bagaimana penerapan nilai-nilai etika dalam kurikulum pesantren dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan berkontribusi pada pengembangan karakter santri. Melalui pelatihan bagi guru, program mentoring, dan evaluasi berbasis etika, pesantren dapat mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki moralitas yang baik. Dengan demikian, konsep "Al'alim wa Muta'alim" tetap relevan dan penting dalam pendidikan Islam di era modern. 
Konsep Pendidikan Nilai Dalam Filsafat Pendidikan Menurut Al-Ghazali dan Ki Hadjar Dewantara Nurdiana, Asri; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.542

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis konsep pendidikan nilai dalam perspektif dua tokoh besar, yaitu Al-Ghazali dan Ki Hadjar Dewantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menelaah karya-karya dan pemikiran kedua tokoh yang berpengaruh dalam sejarah pendidikan Islam dan pendidikan nasional Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan pendidikan sebagai proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menempatkan akhlak sebagai inti dari pendidikan. Di sisi lain, Ki Hadjar Dewantara memandang pendidikan sebagai upaya pembudayaan nilai-nilai luhur bangsa untuk membentuk manusia merdeka, berkarakter, dan berjiwa sosial. Meskipun berasal dari latar belakang dan tradisi yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan dalam menempatkan pendidikan nilai sebagai fondasi utama pembentukan manusia seutuhnya. Artikel ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai dari pemikiran keduanya sebagai kontribusi nyata dalam merancang sistem pendidikan yang holistik dan kontekstual di Indonesia
Konsep Dasar Pendekatan dan Strategi Pendidikan Nilai Faiyah, Isti; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.538

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan Konsep dasar pendekatan dan strategi pendidikan nilai. Agar tujuan tersebut tercapai penulis menggunakan metode penelitian kajian pustaka (library research) dengan menggunakan bahan tertulis yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku-buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan nilai merupakan esensi utama dalam dunia pendidikan atau dapat dikatakan sebagai jiwa yang menghidupkan pendidikan. Tujuan dari pendidikan nilai yaitu membentuk peserta didik agar menyadari, memahami, dan mampu mengintegrasikan secara menyeluruh dalam kehidupan mereka. Inti pendidikan nilai terletak pada lima aspek utama dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu kedamaian, kebenaran, kebajikan, tanpa kekerasan, kasih sayang. Jika nilai-nilai diterapkan sistematis dalam proses pembelajaran di kelas agar mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk menganalisia secara komprehensif setiap nilai-nilai kehidupan. Strategi dalam pendidikan nilai yaitu strategi bebas, strategi tradisional, strategi transinternal strategi reflektif. Penelitian ini mengidentifikasi pendekatan dalam pendididkan nilai meliputi Pendekatan perkembangan moral kognitif , yang menekankan pada tahapan pemikiran moral individu; Pendekatan analisis nilai, yang memfokuskan pada pemahaman dan evaluasi nilai-nilai; Pendekatan klasifikasi nilai, yang bertujuan untuk membantu individu mengidentifikasi dan mengurutkan nilai-nilai pribadinya; serta Pendekatan pembelajaran berbuat yang menegaskan pada pengalaman dan refleksi melalui tindakan nyata.
Menghidupkan Kembali Nilai-Nilai di Era Milenial: Strategi Pendidikan Yang Relevan Dan Visioner Mandala, Gerry; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.541

Abstract

Generasi milenial hidup dalam ekosistem digital yang membentuk cara berpikir, berperilaku, dan memandang nilai-nilai kehidupan. Pendidikan nilai menjadi tantangan besar karena pola pikir generasi ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik generasi milenial, menganalisis tantangan pendidikan nilai yang mereka hadapi, serta merumuskan strategi pengembangan pendidikan nilai yang relevan dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data diambil dari literatur ilmiah yang relevan terbit tahun 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial cenderung lebih responsif terhadap pendekatan pembelajaran yang interaktif, berbasis pengalaman, dan kontekstual. Namun, mereka juga rentan terhadap pengaruh negatif teknologi, seperti budaya instan, konten destruktif, dan menurunnya interaksi sosial langsung. Strategi pendidikan nilai yang efektif meliputi pembiasaan (habituasi), penanaman nilai secara rasional dan emosional (moral knowing dan moral feeling), praktik langsung (moral acting), keteladanan (moral modeling), pemberian konsekuensi (punishment edukatif), dan nasihat yang menyentuh. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan nilai bagi generasi milenial harus dirancang adaptif terhadap perkembangan zaman dengan melibatkan seluruh elemen pendidikan, termasuk guru, orang tua, dan kebijakan institusi.
Co-Authors Abdul Wahab Afif, Rokhmad Ahmad, Khatib Ramli Ainun Jariyah Al Amin, Muhammad Yasin Amin, Moh Nasrul Anis Maghfiroh, Anis Anitasari, Erni Apriliira, peny Arrosyid’, Muhammad Harun Ashar, Hanafi Asri Nurdiana, Asri Assyifa Putri*, Salsabila Azhar, Muhammad Zul Azizah, Khoridatul Dermawan, Yudi Agung Elliot, McCarty Faisal Afda’u Faiyah, Isti Fajar Syarif Farhan Mujib, Muhammad Fatikah, Kaliana Fauzi*, Rachmad Handayani, Riski Hanung Triyoko, Hanung Indah Febriyani, Nur Irawan, Dodi Irfani, Ahmad Junedi Junedi, Junedi Karwadi Kathryn, Morse Kurniawan, Riza Aditya Kusuma Putra*, Alif Jilham Laili, Zuhrotul Laksono, Kabul Luthfi, Sohif Maftahal M. Ihsan Dacholfany Ma'arif, Alwi Ilqam Ma'shum, Firdaus Asrori Maftukhah, Maftukhah Maghriza, Muhammad Taufiq Ridlo Maharani, Ardina Mandala, Gerry Maro, Ajeng Virga Sawitri Maslikhah , Maslikhah Ma’arif, Alwi Ilqam Millatana, Aufiy Mirani, Aisha Muhammad Afif Muhammad Aji Nugroho Muhammad Iksan, Muhammad Muhammad Nashihin Muhja, Zainal Abidin Mujib, Muhammad Farhan Mulyadi, Kenang Agus Narko Narko, Narko Nisak, Durotun Ni’mah, Choirun Nur Azizah Nurhardini, Rahma Pratama, Aufar Rifqi Prayitno, Nur Hasbullah Rahmawati, Amalina Rizqi Ranti nazmi Rofi’ah, Nur Rohmatillah, Nely Rohmiyanti, Ika Ayu SABILLA, DHETA ARI Supriatna, Dasep Suryaningtyas, Ariany Katrin Suryono Suryono Sutrisna Sutrisna Suwardi . Tayeb, Azmil Thowaf, Shofirul Utami, Mita Wakit, Saipul Wasito Wasito Yayat Suharyat Yektiana, Neneng Yoga Anjas Pratama Zakiah, Siti Solichatun Zuraida Zuraida