p-Index From 2021 - 2026
8.331
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Pembelajaran Nilai: Membangun Karakter di Era Pendidkan Baru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Prayitno, Nur Hasbullah; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam pendidikan menyesuaikan dengan perkembangan dari waktu ke waktu. Dalam perkembangannya, Pendidikan Agama Islam juga memerlukan inovasi-inovasi baru. Dengan menggunakan metode deskriptif. Artikel ini menjawab tiga pertanyaan penting. Pertama, konsep inovasi pembelajaran nilai dapat diterapkan secara efektif dalam konteks pendidikan saat ini. Kedua, tantangan utama yang dihadapi dalam upaya membangun karakter melalui inovasi pembelajaran nilai di era pendidikan baru. Ketiga, inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Artikel ini membahas tentang inovasi pendidikan di Indonesia. Inovasi pendidikan bertujuan untuk memastikan perkembangan pendidikan di Indonesia sejalan dengan perkembangan saat ini. Artikel ini juga membahas tentang perkembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Perlunya inovasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sangat diperlukan dengan adanya kemajuan teknologi dan lain sebagainya.
Evolusi Desain Pembelajaran PAI: Menyongsong Era Digital dengan Metode yang Efektif Ma’arif, Alwi Ilqam; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu berinovasi dalam desain pembelajaran agar tetap relevan dan efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi dalam desain pembelajaran PAI dengan memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Subjek penelitian adalah guru PAI di beberapa sekolah menengah atas yang menerapkan teknologi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi, seperti platform e-learning dan aplikasi interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa serta memperdalam pemahaman materi. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses teknologi dan kesiapan tenaga pendidik. Kesimpulannya, inovasi dalam desain pembelajaran PAI berbasis digital dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi perlu didukung oleh kebijakan yang tepat dan peningkatan keterampilan guru.
Konsep Kurikulum Pendidikan dalam Pandangan Ibnu Sina dan James B. Macdonald Luthfi, Sohif Maftahal; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan komponen vital dalam sistem pendidikan yang berfungsi sebagai panduan dalam proses belajar-mengajar. Artikel ini membahas konsep kurikulum pendidikan dari perspektif dua tokoh berpengaruh, yaitu Ibnu Sina dan James B. MacDonald. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji pandangan kedua tokoh mengenai struktur dan tujuan kurikulum, serta relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Ibnu Sina, meskipun tidak menggunakan istilah kurikulum, mengembangkan konsep manahij yang menekankan pentingnya pengaturan mata pelajaran berdasarkan usia dan perkembangan peserta didik. Sementara itu, James B. MacDonald menekankan bahwa kurikulum harus mencakup lebih dari sekadar bidang studi, melainkan juga harus memperhatikan nilai-nilai yang membentuk karakter peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa kurikulum harus bersifat dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial, serta berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum yang lebih efektif dan relevan di era modern.
Pengaruh Literasi dalam Pembaharuan Kurikulum Pendidikan Islam: Analisis Pemikiran Naquib Al-Attas dan Ahmad Dahlan Maghriza, Muhammad Taufiq Ridlo; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan literasi di kalangan pemuda dalam masyarakat modern. Penelitian ini mengeksplorasi gagasan literasi dalam pendidikan Islam melalui pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas dan KH. Ahmad Dahlan. Al-Attas menekankan pentingnya adab, yaitu perpaduan nilai-nilai Islam dengan pengetahuan ilmiah, dalam pendidikan. Sementara itu, KH. Ahmad Dahlan menekankan reformasi kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Metodologi yang digunakan adalah analisis literatur komparatif, yang membandingkan pandangan kedua ulama terkait literasi dan dampaknya terhadap pendidikan Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi nilai moral dan prinsip ilmiah dalam kurikulum dapat meningkatkan literasi dan kualitas pendidikan Islam, dengan fokus pada pengembangan karakter dan akademik. Temuan ini relevan bagi pengembang kurikulum untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mempersiapkan generasi Muslim menghadapi tantangan modern secara beradab dan bertanggung jawab.
Tinjauan Komparatif Kurikulum Pendidikan antara Pemikiran Al-Ghazali dan Naquib al-Attas Dermawan, Yudi Agung; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan kurikulum pendidikan antara pemikiran dua tokoh besar Islam, Al-Ghazali dan Naquib al-Attas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kedua tokoh tersebut memandang konsep pendidikan, khususnya terkait kurikulum yang ideal untuk menciptakan individu yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan sosial. Al-Ghazali menekankan pentingnya integrasi antara ilmu duniawi dan ilmu agama dalam pembentukan karakter, sedangkan al-Attas menggarisbawahi konsep insan kamil atau manusia sempurna melakui pendidikan yang komprehensif. Kedua pemikir berfokus pada pentingnya reevansi antara tujuan pendidikan dengan kehidupan nyata serta keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan moralitas.
Peranan dan Fungsi Kurikulum dalam Perspektif Pendidikan Islam Zakiah, Siti Solichatun; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam proses pendidikan, termasuk dalam konteks pendidikan Islam. Dalam perspektif pendidikan Islam, kurikulum tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Artikel ini membahas peranan dan fungsi kurikulum pendidikan Islam dalam membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, dan berilmu serta berakhlakul karimah. Kurikulum pendidikan Islam dirancang untuk menyelaraskan antara ilmu pengetahuan umum dan ajaran agama, yang diharapkan dapat membimbing peserta didik menuju keselarasan hidup dunia dan akhirat. Penelitian dalam tulisan ini menerapkan metode studi literatur dan metode komparatif, dilengkapi dengan referensi yang relevan secara luas. Proses analisis dalam artikel ini menggunakan pendekatan hermeneutik untuk menginterpretasikan makna sesuai konteks. Data awal diperoleh dari studi literatur serta bahan dokumen lain seperti jurnal, buku, dan sumber lainnya. Dengan menganalisis teori dan praktik pendidikan Islam, artikel ini mengidentifikasi pentingnya peran kurikulum dalam mengembangkan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik sekaligus kesadaran spiritual yang kuat. Temuan ini menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas yang tinggi.
INTERAKSI EDUKATIF GURU PAI DALAM MEMBANGUN SIKAP KESALEHAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI SD IT NURUL ISLAM Wasito, Wasito; Afif, Rokhmad; Nursikin, Mukh
IDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah ( STAIFA ) Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62525/10.62525/idealita.2022.v2.i2.60-74

Abstract

The practice of PAI learning which still often focuses on cognitive theoretical issues related to the development of Islamic values ​​by ignoring the development of affective and cognitive-volative aspects, such as the willingness and determination to practice Islamic values, becomes the context for PAI learning. As a result, there is often a disconnect between how religion is understood and how it is practiced in everyday life. Many religious people are individually devout but not socially devout. Further research was conducted on the educative interactions of PAI teachers and their implementation on attitudes. students' social piety based on this problem. This type of research uses qualitative research based on the sociology of education. Observation, interview, and documentation are all methods of data collection. Qualitative analysis of research data includes data reduction, data presentation, verification, and drawing conclusions. Data triangulation, or technical triangulation, sources, and time, serves as a test of research data validation. The findings of this study indicate the following: The first educational interaction pattern used by PAI teachers was a one-way interaction pattern. PAI teachers use the lecture method to apply this one-way interaction pattern. 2) Two-way interaction patterns, which are carried out through a question and answer format by PAI instructors. 3) PAI teachers use group discussion learning methods and various religious activities related to social piety as part of the learning process. of the multidirectional interaction pattern. Second, the PAI KBM process is used to implement educative interactions for PAI teachers at SD IT Nurul Islam Tengaran, including getting students to pray first. and after learning, understanding previous learning materials, mastering and delivering good learning materials, connecting with community issues, creating a pleasant learning environment with the help of media and learning strategies, being open, inclusive, objective, and non-discriminatory towards students, and provide an evaluation to measure students' understanding of the learning material. Outside of KBM PAI, namely introducing students to Islamic teachings, instilling values ​​through school-based religious activities.
FILSAFAT PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DAN JOHN DEWEY SEBAGAI LANDASAN PELAKSANAAN P5 DALAM KURIKULUM MERDEKA Sabilla, Dheta Ari; Ashar, Hanafi; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 6 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v4i6.176

Abstract

Penelitian ini mengkaji cara pandang filsafat pendidikan progresivisme yang dihubungkan dengan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dalam kurikulum merdeka diharapkan pendidikan di Indonesia memiliki arah dan tujuan yang jelas. Selain itu, sumber daya manusia di Indonesia lebih berkualitas dan sesuai dengan harapan dan cita-cita negara Indonesia. Metode penelitian ini adalah pendekatan kajian pustaka (library research). Kajian pustaka yang dimaksud dari berbagai sumber baik buku, jurnal, serta literature-literatur lainnya yang terkait dengan filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara dan John Dewey, landasan aliran filsafat progresivisme, P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), dan kurikulum merdeka. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa manusia diberi kebebasan dari Tuhan untuk mengatur kehidupannya tetap sejalan dengan aturan atau budaya yang tumbuh di masyarakat. Oleh karena itu peserta didik harus mepunyai jiwa merdeka dalam artian merdeka secara lahir, batin, dan tenaganya. Realitas perlu dibangun melalui tindakan akal dan budi berdasarkan ingatan akan pengalaman yang pernah terjadi. Belajar harus menitikberatkan pada praktik dan trial and error. Manusia harus aktif, penuh minat, dan siap berkesplorasi. Oleh karen itu, pendidikan bukan hanya sebagai persiapan menuju kedewasaan, melainkan pendidikan sebagai kelanjutan pertumbuhan pikiran dan kelanjutan hidup. Pendidikan diarahkan pada efesiensi sosial dengan cara menumbuhkan kemamuan untuk berpatrisipasi dalam kegiatan-kegiatan demi memenuhi kepentingan da kesejahteraan bersama secara bebas dan maksimal.
Urgensi Pendidikan Karakter di Era Society 5.0 dalam Pendidikan Agama Islam Rohmiyanti, Ika Ayu; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v5i3.296

Abstract

Pendidikan karakter (watak) bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dunia dewasa ini masuk dalam revolusi society 5.0 seperti yang kita ketahui. Revolusi society 5.0 dimaknai sebagai kehidupan yang berpusat pada teknologi (technology based) dan juga pada manusia (human centered). Dari perkembangan ini berakibat pada kekhawatiran adanya penggerusan nilai-nilai karakter pada diri peserta didik. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini ingin mendalami secara lebih luas mengenai urgensi pendidikan karakter di era society 5.0 dalam Pendidikan Agama Islam. Proses dalam penelitian artikel ini menggunakan metode studi pustaka dengan menggunakan bahan-bahan pustaka atau literatur sebagai sumber utama informasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pendidikan karakter sangat penting ditanamkan dalam diri peserta didik di era society 5.0, salah satunya melalui peran guru Pendidikan Agama Islam. Dimana dalam menanamkan pendidikan karakter pada diri peserta didik, guru PAI memiliki beberapa peran penting, yaitu: Sebagai orang tua kedua, penerus ilmu, petunjuk jalan, fasilitator dan teladan. Selain itu guru PAI perlu menguasai beberapa kemampuan penting yang perlu dimiliki di era society 5.0. ini yaitu memiliki karakter kuat untuk bisa mengatasi berbagai problematika di era 5.0 ini, kreatif dan berpikir kritis. Dengan berbagai upaya yang dilakukan diharapkan dapat menumbuhkan karakter religius, cerdas, dan bertanggungjawab pada diri peserta didik sehingga mampu mewujudkan cita-cita pendidikan bangsa Indonesia.
Kontemplasi Pemikiran Wasathiyyah dalam Pendidikan Islam Maghfiroh, Anis; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v5i1.213

Abstract

Dalam konteks pendidikan Islam, pemikiran Wasatiyyah menonjolkan prinsip-prinsip keadilan, kebebasan berpikir, dan pengetahuan umum. Hal ini menjadikannya sebagai sumber inspirasi utama bagi para pemikir dan praktisi pendidikan Islam dalam menghadapi berbagai tantangan era modern. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dan kajian literatur sebagai pendekatan utamanya. Analisis literatur, termasuk buku-buku dan sumber-sumber daring, menjadi elemen integral dalam upaya mendalam untuk memahami bagaimana konsep Wasatiyyah dalam konteks pendidikan Islam mendorong umatnya mencapai keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan. Pemikiran Wasatiyyah memiliki dampak yang signifikan dalam hal ini karena mengusung gagasan bahwa pendidikan Islam harus memadukan nilai-nilai agama dengan tuntutan dunia modern untuk menciptakan harmoni yang berkelanjutan. Penelitian ini berupaya untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang kontribusi pemikiran Wasatiyyah dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan di era saat ini.