p-Index From 2021 - 2026
8.614
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Halaqa : Islamic Education Journal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI ATTARBIYAH Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Madinah: Jurnal Studi Islam Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu- isu Sosial JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Attractive : Innovative Education Journal Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Al-Hijr: Journal of Adulearn World Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah Jurnal Sosial dan Sains Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Citra Ilmu : Kajian Kebudayaan dan Keislaman JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Journal of Innovative and Creativity Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (ijmus) Idealita: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Nyiur-Dimas) INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Ulil Albab Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas As-Sulthan Journal of Education Rihlah Review: Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Nilai di Pesantren: Menanamkan Kebaikan dan Moralitas Santri Dermawan, Yudi Agung; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya keteladanan mengenai pendidikan nilai sanngat bergantung terhadap keteladanan pendidik dan lingkungan sekitar. Akan tetapi sering ditemukan adanya kesenjangan antara apa yang telah diajarkan dengan perilaku nyata. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library reseach. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan mencari dari berbagai referensi mulai dari buku, jurnal imiah, disertasi, dan laporan penelitian yang penah dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Pendidikan dan nilai adalah dua poin penting dalam kehidupan seseorang, keduanya saling berkaitan dan berkontribusi untuk mewujudkan individu yang berkarakter dan berkualitas. Memahami pendidikan nilai yang digenggam menjadi kunci dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan berkualitas. Pendidikan menyediakan individu dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan, sedangkan nilai menjadi arah moral yang membimbing seseorang untuk berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain. Dengan mengintregasikan keduanya, seseorang dapat mencapai potensi yang optimal dan berkontribusi baik bagi masyarakat. (2) Pendidikan nilai yang ada di pesantren adalah sebuah elemen penting untuk menciptakan generasi muda santri yang beriman, berwawasan kebangsaan, dan berakhlak mulia. Nilai-nilai luhur yang telah diajarkan di pesantren diharapkan bisa menjadi arah bagi para santri dalam menjadi insan yang bermanfaat bagi negara dan bangsa.
Menyoroti Konsep Pendidikan Nilai dalam Perfektif Filsafat Jhon Dewey dan Al-Ghazali Luthfi, Sohif Maftahal; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan serta mendeskripsikan bagaimana konsep dasar pendidikan nilai dalam sudut pandang filsafat melalui pemikiran-pemikiran tokoh filsaftat yang dikenal. Dalam dewasa ini banyak sekali umat islam yang salah kaprah dalam memahami pengertian pendidikan nilai dan filsafat, serta tumbuhnya aliran-aliran atau pemahaman mengenai agama islam yang terlalu keras dalam gerakan dan dewasa ini banyak terjadi kemrosotan moral dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai pendidikan nilai. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan kajian literatur yang berasal dari berbagai ulama dan tokoh yang kompeten dibidangnya. Literatur tersebut dikaji dan diteliti lebih lanjut secara teliti dan menyeluruh oleh penelit sehingga menghasilkan kesimpulan yang tepat. Hasil penelitian ini adalah dapat dipahami secara detail dan menyeluruh mengenai konsep pendidikan nilai dalam perfektif filsafat melalui pemikiran-pemikiran para ulama serta para tokoh cendekiawan seperti Jhon Dewey dan Al-Ghazali.
Inovasi Pembelajaran Nilai: Membangun Karakter di Era Pendidkan Baru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Prayitno, Nur Hasbullah; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam pendidikan menyesuaikan dengan perkembangan dari waktu ke waktu. Dalam perkembangannya, Pendidikan Agama Islam juga memerlukan inovasi-inovasi baru. Dengan menggunakan metode deskriptif. Artikel ini menjawab tiga pertanyaan penting. Pertama, konsep inovasi pembelajaran nilai dapat diterapkan secara efektif dalam konteks pendidikan saat ini. Kedua, tantangan utama yang dihadapi dalam upaya membangun karakter melalui inovasi pembelajaran nilai di era pendidikan baru. Ketiga, inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Artikel ini membahas tentang inovasi pendidikan di Indonesia. Inovasi pendidikan bertujuan untuk memastikan perkembangan pendidikan di Indonesia sejalan dengan perkembangan saat ini. Artikel ini juga membahas tentang perkembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Perlunya inovasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sangat diperlukan dengan adanya kemajuan teknologi dan lain sebagainya.
Evolusi Desain Pembelajaran PAI: Menyongsong Era Digital dengan Metode yang Efektif Ma’arif, Alwi Ilqam; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu berinovasi dalam desain pembelajaran agar tetap relevan dan efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi dalam desain pembelajaran PAI dengan memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Subjek penelitian adalah guru PAI di beberapa sekolah menengah atas yang menerapkan teknologi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi, seperti platform e-learning dan aplikasi interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa serta memperdalam pemahaman materi. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses teknologi dan kesiapan tenaga pendidik. Kesimpulannya, inovasi dalam desain pembelajaran PAI berbasis digital dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi perlu didukung oleh kebijakan yang tepat dan peningkatan keterampilan guru.
Konsep Kurikulum Pendidikan dalam Pandangan Ibnu Sina dan James B. Macdonald Luthfi, Sohif Maftahal; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan komponen vital dalam sistem pendidikan yang berfungsi sebagai panduan dalam proses belajar-mengajar. Artikel ini membahas konsep kurikulum pendidikan dari perspektif dua tokoh berpengaruh, yaitu Ibnu Sina dan James B. MacDonald. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji pandangan kedua tokoh mengenai struktur dan tujuan kurikulum, serta relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Ibnu Sina, meskipun tidak menggunakan istilah kurikulum, mengembangkan konsep manahij yang menekankan pentingnya pengaturan mata pelajaran berdasarkan usia dan perkembangan peserta didik. Sementara itu, James B. MacDonald menekankan bahwa kurikulum harus mencakup lebih dari sekadar bidang studi, melainkan juga harus memperhatikan nilai-nilai yang membentuk karakter peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa kurikulum harus bersifat dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial, serta berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum yang lebih efektif dan relevan di era modern.
Pengaruh Literasi dalam Pembaharuan Kurikulum Pendidikan Islam: Analisis Pemikiran Naquib Al-Attas dan Ahmad Dahlan Maghriza, Muhammad Taufiq Ridlo; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan literasi di kalangan pemuda dalam masyarakat modern. Penelitian ini mengeksplorasi gagasan literasi dalam pendidikan Islam melalui pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas dan KH. Ahmad Dahlan. Al-Attas menekankan pentingnya adab, yaitu perpaduan nilai-nilai Islam dengan pengetahuan ilmiah, dalam pendidikan. Sementara itu, KH. Ahmad Dahlan menekankan reformasi kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Metodologi yang digunakan adalah analisis literatur komparatif, yang membandingkan pandangan kedua ulama terkait literasi dan dampaknya terhadap pendidikan Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi nilai moral dan prinsip ilmiah dalam kurikulum dapat meningkatkan literasi dan kualitas pendidikan Islam, dengan fokus pada pengembangan karakter dan akademik. Temuan ini relevan bagi pengembang kurikulum untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mempersiapkan generasi Muslim menghadapi tantangan modern secara beradab dan bertanggung jawab.
Tinjauan Komparatif Kurikulum Pendidikan antara Pemikiran Al-Ghazali dan Naquib al-Attas Dermawan, Yudi Agung; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan kurikulum pendidikan antara pemikiran dua tokoh besar Islam, Al-Ghazali dan Naquib al-Attas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kedua tokoh tersebut memandang konsep pendidikan, khususnya terkait kurikulum yang ideal untuk menciptakan individu yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan sosial. Al-Ghazali menekankan pentingnya integrasi antara ilmu duniawi dan ilmu agama dalam pembentukan karakter, sedangkan al-Attas menggarisbawahi konsep insan kamil atau manusia sempurna melakui pendidikan yang komprehensif. Kedua pemikir berfokus pada pentingnya reevansi antara tujuan pendidikan dengan kehidupan nyata serta keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan moralitas.
Peranan dan Fungsi Kurikulum dalam Perspektif Pendidikan Islam Zakiah, Siti Solichatun; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam proses pendidikan, termasuk dalam konteks pendidikan Islam. Dalam perspektif pendidikan Islam, kurikulum tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Artikel ini membahas peranan dan fungsi kurikulum pendidikan Islam dalam membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, dan berilmu serta berakhlakul karimah. Kurikulum pendidikan Islam dirancang untuk menyelaraskan antara ilmu pengetahuan umum dan ajaran agama, yang diharapkan dapat membimbing peserta didik menuju keselarasan hidup dunia dan akhirat. Penelitian dalam tulisan ini menerapkan metode studi literatur dan metode komparatif, dilengkapi dengan referensi yang relevan secara luas. Proses analisis dalam artikel ini menggunakan pendekatan hermeneutik untuk menginterpretasikan makna sesuai konteks. Data awal diperoleh dari studi literatur serta bahan dokumen lain seperti jurnal, buku, dan sumber lainnya. Dengan menganalisis teori dan praktik pendidikan Islam, artikel ini mengidentifikasi pentingnya peran kurikulum dalam mengembangkan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik sekaligus kesadaran spiritual yang kuat. Temuan ini menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas yang tinggi.
INTERAKSI EDUKATIF GURU PAI DALAM MEMBANGUN SIKAP KESALEHAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI SD IT NURUL ISLAM Wasito, Wasito; Afif, Rokhmad; Nursikin, Mukh
IDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah ( STAIFA ) Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62525/10.62525/idealita.2022.v2.i2.60-74

Abstract

The practice of PAI learning which still often focuses on cognitive theoretical issues related to the development of Islamic values ​​by ignoring the development of affective and cognitive-volative aspects, such as the willingness and determination to practice Islamic values, becomes the context for PAI learning. As a result, there is often a disconnect between how religion is understood and how it is practiced in everyday life. Many religious people are individually devout but not socially devout. Further research was conducted on the educative interactions of PAI teachers and their implementation on attitudes. students' social piety based on this problem. This type of research uses qualitative research based on the sociology of education. Observation, interview, and documentation are all methods of data collection. Qualitative analysis of research data includes data reduction, data presentation, verification, and drawing conclusions. Data triangulation, or technical triangulation, sources, and time, serves as a test of research data validation. The findings of this study indicate the following: The first educational interaction pattern used by PAI teachers was a one-way interaction pattern. PAI teachers use the lecture method to apply this one-way interaction pattern. 2) Two-way interaction patterns, which are carried out through a question and answer format by PAI instructors. 3) PAI teachers use group discussion learning methods and various religious activities related to social piety as part of the learning process. of the multidirectional interaction pattern. Second, the PAI KBM process is used to implement educative interactions for PAI teachers at SD IT Nurul Islam Tengaran, including getting students to pray first. and after learning, understanding previous learning materials, mastering and delivering good learning materials, connecting with community issues, creating a pleasant learning environment with the help of media and learning strategies, being open, inclusive, objective, and non-discriminatory towards students, and provide an evaluation to measure students' understanding of the learning material. Outside of KBM PAI, namely introducing students to Islamic teachings, instilling values ​​through school-based religious activities.
FILSAFAT PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DAN JOHN DEWEY SEBAGAI LANDASAN PELAKSANAAN P5 DALAM KURIKULUM MERDEKA Sabilla, Dheta Ari; Ashar, Hanafi; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 6 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v4i6.176

Abstract

Penelitian ini mengkaji cara pandang filsafat pendidikan progresivisme yang dihubungkan dengan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dalam kurikulum merdeka diharapkan pendidikan di Indonesia memiliki arah dan tujuan yang jelas. Selain itu, sumber daya manusia di Indonesia lebih berkualitas dan sesuai dengan harapan dan cita-cita negara Indonesia. Metode penelitian ini adalah pendekatan kajian pustaka (library research). Kajian pustaka yang dimaksud dari berbagai sumber baik buku, jurnal, serta literature-literatur lainnya yang terkait dengan filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara dan John Dewey, landasan aliran filsafat progresivisme, P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), dan kurikulum merdeka. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa manusia diberi kebebasan dari Tuhan untuk mengatur kehidupannya tetap sejalan dengan aturan atau budaya yang tumbuh di masyarakat. Oleh karena itu peserta didik harus mepunyai jiwa merdeka dalam artian merdeka secara lahir, batin, dan tenaganya. Realitas perlu dibangun melalui tindakan akal dan budi berdasarkan ingatan akan pengalaman yang pernah terjadi. Belajar harus menitikberatkan pada praktik dan trial and error. Manusia harus aktif, penuh minat, dan siap berkesplorasi. Oleh karen itu, pendidikan bukan hanya sebagai persiapan menuju kedewasaan, melainkan pendidikan sebagai kelanjutan pertumbuhan pikiran dan kelanjutan hidup. Pendidikan diarahkan pada efesiensi sosial dengan cara menumbuhkan kemamuan untuk berpatrisipasi dalam kegiatan-kegiatan demi memenuhi kepentingan da kesejahteraan bersama secara bebas dan maksimal.
Co-Authors Abdul Wahab Afif, Rokhmad Ahmad, Khatib Ramli Ainun Jariyah Al Amin, Muhammad Yasin Amin, Moh Nasrul Anis Maghfiroh, Anis Anitasari, Erni Apriliira, peny Arrosyid’, Muhammad Harun Ashar, Hanafi Asri Nurdiana, Asri Assyifa Putri*, Salsabila Azhar, Muhammad Zul Azizah, Khoridatul Dermawan, Yudi Agung Elliot, McCarty Faisal Afda’u Faiyah, Isti Fajar Syarif Farhan Mujib, Muhammad Fatikah, Kaliana Fauzi*, Rachmad Handayani, Riski Hanung Triyoko, Hanung Indah Febriyani, Nur Irawan, Dodi Irfani, Ahmad Junedi Junedi, Junedi Karwadi Kathryn, Morse Kurniawan, Riza Aditya Kusuma Putra*, Alif Jilham Laili, Zuhrotul Laksono, Kabul Luthfi, Sohif Maftahal M. Ihsan Dacholfany Ma'arif, Alwi Ilqam Ma'shum, Firdaus Asrori Maftukhah, Maftukhah Maghriza, Muhammad Taufiq Ridlo Maharani, Ardina Mandala, Gerry Maro, Ajeng Virga Sawitri Maslikhah , Maslikhah Ma’arif, Alwi Ilqam Millatana, Aufiy Mirani, Aisha Muhammad Afif Muhammad Aji Nugroho Muhammad Iksan, Muhammad Muhammad Nashihin Muhja, Zainal Abidin Mujib, Muhammad Farhan Mulyadi, Kenang Agus Narko Narko, Narko Nisak, Durotun Ni’mah, Choirun Nur Azizah Nurhardini, Rahma Pratama, Aufar Rifqi Prayitno, Nur Hasbullah Rahmawati, Amalina Rizqi Ranti nazmi Rofi’ah, Nur Rohmatillah, Nely Rohmiyanti, Ika Ayu SABILLA, DHETA ARI Supriatna, Dasep Suryaningtyas, Ariany Katrin Suryono Suryono Sutrisna Sutrisna Suwardi . Tayeb, Azmil Thowaf, Shofirul Utami, Mita Wakit, Saipul Wasito Wasito Yayat Suharyat Yektiana, Neneng Yoga Anjas Pratama Zakiah, Siti Solichatun Zuraida Zuraida