Claim Missing Document
Check
Articles

Penanaman apotek hidup: menggali potensi tanaman obat dengan pendekatan Islami yang moderat untuk kesejahteraan masyarakat Nurhardini, Rahma; Ni’mah, Choirun; Nursikin, Mukh; Thowaf, Shofirul; Kurniawan, Riza Aditya
Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas Vol. 1 No. 2 (2024): Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/tintamas.v1i2.1029

Abstract

One method of cultivating herbal plants is creating a living pharmacy. A living pharmacy involves using land to grow medicinal plants that can be used for daily needs. Some examples of plants that can be cultivated in a living pharmacy are ginger, galangal, turmeric, and lesser galangal. Establishing a living pharmacy boosts the immune system and is an alternative to herbal medicine. This community service initiative aims to educate the residents of Dusun Mranggen about the benefits, planting techniques, maintenance, and utilization of these medicinal plants. The method used is Participatory Action Research (PAR), which combines research and action to raise critical awareness and improve conditions and practices through changes within a specific community. As a result, the community has better understood how to grow and utilize herbal plants. It has successfully used available land around their homes to plant medicinal plants that benefit their health.
Kemandirian Intelektual dan Kedisiplinan Siswa-siswi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Eksplorasi SMA Muhammadiyah Susukan Kabupaten Semarang) Millatana, Aufiy; Nursikin, Mukh
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v6i1.1145

Abstract

This research is to determine the independence and discipline of students in learning PAI at SMA Muhammadiyah Susukan, Semarang Regency. Independence and discipline are the keys to the success of a learning activity. This study used a qualitative approach, in obtaining data researchers used interviews, observation, and documentation. Data analysis in this study includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study conclude that students' intellectual independence in learning PAI at SMA Muhammadiyah Intellectual independence and student discipline in learning PAI at SMA Muhammadiyah Susukan. The intellectual independence of students at Muhammadiyah High School Susukan is reflected through activities including: literacy reading the Qur'an, midday and midday prayers in congregation, and cults, student work titles in the form of call to prayer, tartil, qiro'ah, performing arts dance and painting. e. Efforts to increase student independence and discipline in learning PAI. Efforts made at SMA Muhammadiyah Susukan in increasing student independence, especially in PAI learning include: using models in learning activities, providing fun material, giving appreciation or praise. Efforts to improve student discipline in learning PAI at Muhammadiyah High School Susukan through the following: implementing class rules, punishments or sanctions and giving. (3) Inhibiting and supporting factors in increasing students' intellectual independence and discipline in PAI learning at Muhammadiyah High School Susukan include: Inhibiting factors in increasing students' intellectual independence as follows: student background, lack of books provided, internal factors, namely laziness, lack of communication from the teacher. Keywords: Intellectual Independence, Intellectual Discipline, Educational Learning
Peran generasi Muslim Milenial sebagai Model untuk Menjaga Bangsa dan Moderasi Beragam Utami, Mita; Nursikin, Mukh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i2.2757

Abstract

Semangat globalisasi telah memangkas bola dunia yang luas menjadi sempit dan pengaruh globalisasi di era sekarang juga dapat mengikis rasa cinta tanah air bagi sebagian besar individu, khususnya di kalangan anak muda generasi melenial. Penelitian ini menggunakan metode library research yakni penelitian yang dilakukan dengan membaca literatur berupa buku-buku, jurnal, majalah dan sumber lainnya. Oleh karena itu, dilakukan pengumpulan data baik dari kepustakaan ataupun yang lainnya. jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yakni penelitian yang menemukan dan mencari definisi pengertian atau pemahaman yang berkaitan dengan suatau fenomena dengan latar belakang yang khusus atau yang disebut dengan naturalistik. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa arus globalisasi membawa dampak munculnya isu persoalan Islam dan kebangsaan yang dipertentangkan, keduanya harus saling melengkapi demi kesejahteraan bangsa dan kenyamanan dalam menjalankan perintah agama di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peran anak muda sangat dibutuhkan sebagai model untuk mengangkat citra Islam Indonesia agar menjadi rujukan dunia dalam mewujudkan masyarakat yang damai dan berkeadaban.
Morning Activity dan Implikasinya Terhadap Habituasi Infaq dan Shadaqah serta Penguatan Karakter Peduli Sosial Siswa SMP Muhammadiyah Plus Salatiga Rahmawati, Amalina Rizqi; Nursikin, Mukh
Jurnal Ilmiah Citra Ilmu Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman
Publisher : Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the education can be activity with optimal result, if operated with appropriate strategy. One of the appropriate strategy to help the purpose of education can be achieve is morning activity. Activities in the morning before to beginning of teaching. For giving good habituation in students self. The purpose of the research are (1) to describe morning activity in Muhammadiyah Plus Junior High School Salatiga; (2) to describe morning activity implication to give clarity habituation in Muhammadiyah Plus Junior High School Salatiga; and (3) to describe morning activity implication to increase take care for each other in Muhammadiyah Plus Junior High School Salatiga. The methodology of this research is field research and the subjects are teachers of Muhammadiyah Plus Junior High School Salatiga. The data collection uses interview technique, observation, and documentation. The result of this research are as follows: (1) morning activity are activity in the morning befpre the beginning to teaching such as dhuha prayers together, tadarus, tahfizh, morning motivation, give clarity, and morning ceremony; (2) morning activity implication to give clarity hatituation such as student active to give for help the each other; and (3) morning activity implication to increase take care for each other are student can emphaty to other people, take care to friends, follows on social event, respect to teachers and staffs.
Tantangan Islam Wasathiyah di Nusantara Dermawan, Yudi Agung; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13536

Abstract

Kajian ini membahas tentang pengertian Islam wasathiyah secara etimologi dan terminologi serta tantangan Islam wasathiyah yang ada di Nusantara. Kajian ini merupakan penelitian library research (penelitian kepustakaan), yaitu sebuah penelitian yang dilaksanakan dengan cara pengumpulan data dan informasi melalui bantuan yang terdapat di perpustakaan seperti artikel, buku referensi, catatan, hasil penelitian terdahulu dan berbagai macam jurnal yang berhubungan dengan masalah yang ingin diselesaikan. Dengan jenis penelitian kualitatif penulis berupaya mengurai tantangan Islam wasathiyah di Nusantara. Penelitian ini menjelaskan bahwa Islam wasathiyah secara terminologi adalah sebuah risalah yang dibawa nabi Muhammad SAW., yang bersumber dari wahyu Allah SWT. untuk seluruh makhluk yang ada di alam semesta guna menjalin hubungan kepada sang pencipta, sesama manusia dan alam semesta tanpa berada disalah satu kubu yang ekstrem ifrath dan muqashir, tetapi tetap berada di posisi tengah-tengah. Tantangan Islam wasathiyah di Nusantara menjadi sangat berat karena masih terdapat individu, organisasi atau pendakwah yang mengamalkan pemahaman ekstrem dan liberal dari tokoh-tokoh terdahulu, disisi lain maraknya dakwah di media sosial yang mengklaim tren hijrah mengincar generasi muda bangsa Indonesia, karena generasi milenial ini lebih memilih menimba ilmu agama dengan melalui internet yang dinilai mudah dan praktis tanpa adanya penyaringan informasi yang dapat menimbulkan gerakan yang radikal dan intoleran.
Pendidikan Nilai di Pesantren: Menanamkan Kebaikan dan Moralitas Santri Dermawan, Yudi Agung; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya keteladanan mengenai pendidikan nilai sanngat bergantung terhadap keteladanan pendidik dan lingkungan sekitar. Akan tetapi sering ditemukan adanya kesenjangan antara apa yang telah diajarkan dengan perilaku nyata. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library reseach. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan mencari dari berbagai referensi mulai dari buku, jurnal imiah, disertasi, dan laporan penelitian yang penah dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Pendidikan dan nilai adalah dua poin penting dalam kehidupan seseorang, keduanya saling berkaitan dan berkontribusi untuk mewujudkan individu yang berkarakter dan berkualitas. Memahami pendidikan nilai yang digenggam menjadi kunci dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan berkualitas. Pendidikan menyediakan individu dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan, sedangkan nilai menjadi arah moral yang membimbing seseorang untuk berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain. Dengan mengintregasikan keduanya, seseorang dapat mencapai potensi yang optimal dan berkontribusi baik bagi masyarakat. (2) Pendidikan nilai yang ada di pesantren adalah sebuah elemen penting untuk menciptakan generasi muda santri yang beriman, berwawasan kebangsaan, dan berakhlak mulia. Nilai-nilai luhur yang telah diajarkan di pesantren diharapkan bisa menjadi arah bagi para santri dalam menjadi insan yang bermanfaat bagi negara dan bangsa.
Menyoroti Konsep Pendidikan Nilai dalam Perfektif Filsafat Jhon Dewey dan Al-Ghazali Luthfi, Sohif Maftahal; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan serta mendeskripsikan bagaimana konsep dasar pendidikan nilai dalam sudut pandang filsafat melalui pemikiran-pemikiran tokoh filsaftat yang dikenal. Dalam dewasa ini banyak sekali umat islam yang salah kaprah dalam memahami pengertian pendidikan nilai dan filsafat, serta tumbuhnya aliran-aliran atau pemahaman mengenai agama islam yang terlalu keras dalam gerakan dan dewasa ini banyak terjadi kemrosotan moral dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai pendidikan nilai. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan kajian literatur yang berasal dari berbagai ulama dan tokoh yang kompeten dibidangnya. Literatur tersebut dikaji dan diteliti lebih lanjut secara teliti dan menyeluruh oleh penelit sehingga menghasilkan kesimpulan yang tepat. Hasil penelitian ini adalah dapat dipahami secara detail dan menyeluruh mengenai konsep pendidikan nilai dalam perfektif filsafat melalui pemikiran-pemikiran para ulama serta para tokoh cendekiawan seperti Jhon Dewey dan Al-Ghazali.
Inovasi Pembelajaran Nilai: Membangun Karakter di Era Pendidkan Baru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Prayitno, Nur Hasbullah; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam pendidikan menyesuaikan dengan perkembangan dari waktu ke waktu. Dalam perkembangannya, Pendidikan Agama Islam juga memerlukan inovasi-inovasi baru. Dengan menggunakan metode deskriptif. Artikel ini menjawab tiga pertanyaan penting. Pertama, konsep inovasi pembelajaran nilai dapat diterapkan secara efektif dalam konteks pendidikan saat ini. Kedua, tantangan utama yang dihadapi dalam upaya membangun karakter melalui inovasi pembelajaran nilai di era pendidikan baru. Ketiga, inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Artikel ini membahas tentang inovasi pendidikan di Indonesia. Inovasi pendidikan bertujuan untuk memastikan perkembangan pendidikan di Indonesia sejalan dengan perkembangan saat ini. Artikel ini juga membahas tentang perkembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Perlunya inovasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sangat diperlukan dengan adanya kemajuan teknologi dan lain sebagainya.
Evolusi Desain Pembelajaran PAI: Menyongsong Era Digital dengan Metode yang Efektif Ma’arif, Alwi Ilqam; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu berinovasi dalam desain pembelajaran agar tetap relevan dan efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi dalam desain pembelajaran PAI dengan memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Subjek penelitian adalah guru PAI di beberapa sekolah menengah atas yang menerapkan teknologi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi, seperti platform e-learning dan aplikasi interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa serta memperdalam pemahaman materi. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses teknologi dan kesiapan tenaga pendidik. Kesimpulannya, inovasi dalam desain pembelajaran PAI berbasis digital dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi perlu didukung oleh kebijakan yang tepat dan peningkatan keterampilan guru.
Konsep Kurikulum Pendidikan dalam Pandangan Ibnu Sina dan James B. Macdonald Luthfi, Sohif Maftahal; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan komponen vital dalam sistem pendidikan yang berfungsi sebagai panduan dalam proses belajar-mengajar. Artikel ini membahas konsep kurikulum pendidikan dari perspektif dua tokoh berpengaruh, yaitu Ibnu Sina dan James B. MacDonald. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji pandangan kedua tokoh mengenai struktur dan tujuan kurikulum, serta relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Ibnu Sina, meskipun tidak menggunakan istilah kurikulum, mengembangkan konsep manahij yang menekankan pentingnya pengaturan mata pelajaran berdasarkan usia dan perkembangan peserta didik. Sementara itu, James B. MacDonald menekankan bahwa kurikulum harus mencakup lebih dari sekadar bidang studi, melainkan juga harus memperhatikan nilai-nilai yang membentuk karakter peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa kurikulum harus bersifat dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial, serta berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum yang lebih efektif dan relevan di era modern.
Co-Authors Abdul Wahab Afif, Rokhmad Ahmad, Khatib Ramli Ainun Jariyah Al Amin, Muhammad Yasin Amin, Moh Nasrul Anis Maghfiroh, Anis Anitasari, Erni Apriliira, peny Arrosyid’, Muhammad Harun Ashar, Hanafi Asri Nurdiana, Asri Assyifa Putri*, Salsabila Azhar, Muhammad Zul Azizah, Khoridatul Dermawan, Yudi Agung Elliot, McCarty Faisal Afda’u Faiyah, Isti Fajar Syarif Farhan Mujib, Muhammad Fatikah, Kaliana Fauzi*, Rachmad Hanung Triyoko, Hanung Indah Febriyani, Nur Irawan, Dodi Irfani, Ahmad Junedi Junedi, Junedi Karwadi Kathryn, Morse Kurniawan, Riza Aditya Kusuma Putra*, Alif Jilham Laili, Zuhrotul Laksono, Kabul Luthfi, Sohif Maftahal M. Ihsan Dacholfany Ma'arif, Alwi Ilqam Ma'shum, Firdaus Asrori Maftukhah, Maftukhah Maghriza, Muhammad Taufiq Ridlo Mandala, Gerry Maro, Ajeng Virga Sawitri Maslikhah , Maslikhah Ma’arif, Alwi Ilqam Mighfar, Shokhibul Millatana, Aufiy Mirani, Aisha Muhammad Afif Muhammad Aji Nugroho Muhammad Iksan, Muhammad Muhammad Nashihin Muhja, Zainal Abidin Mujib, Muhammad Farhan Mulyadi, Kenang Agus Narko Narko, Narko Nisak, Durotun Ni’mah, Choirun Nur Azizah NUR KHOLIFAH Nurhardini, Rahma Pratama, Aufar Rifqi Prayitno, Nur Hasbullah Rahmawati, Amalina Rizqi Ranti nazmi Rofi’ah, Nur Rohmatillah, Nely Rohmiyanti, Ika Ayu SABILLA, DHETA ARI Supriatna, Dasep Suryaningtyas, Ariany Katrin Suryono Suryono Sutrisna Sutrisna Suwardi . Tayeb, Azmil Thowaf, Shofirul Utami, Mita Wakit, Saipul Wasito Wasito Yayat Suharyat Yektiana, Neneng Yoga Anjas Pratama Zakiah, Siti Solichatun Zuraida Zuraida