p-Index From 2021 - 2026
8.331
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Penanaman akhlak pada anak usia dini pasca pandemi covid-19 melalui metode storytelling Laili, Zuhrotul; Suryono, Suryono; Nursikin, Mukh
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 3 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v3i1.31

Abstract

ABSTRACT In the process of teaching and learning activities, of course, a teacher uses various methods in carrying out his duties. The method used to be more effective, communicative, and fun for children, must be in line with the stages of development, both in terms of language, media and implementation. One method that is considered suitable for instilling moral values ​​in children is the storytelling method. With storytelling children can capture the narrative told by the teacher and apply it to their daily lives. The storytelling method in inculcating moral values ​​that is applied has a lot of positive effects on the moral development of children. The type of research used is qualitative research. The subjects of this study were children aged 4-5 years old. Qualitative research, which is a method of collecting data with the author directly in the field, is used to collect data in this study. Therefore, the information collected is empirical. The writer then used the following data collection procedures in this field study: 1) Observation 2) Conducting interviews 3) Providing documentation. This study uses three analytical techniques: data reduction, data display (data presentation), and conclusion drawing (data verification). The purpose of this study was to examine the use of the storytelling method in growing morals, as well as the supporting elements and challenges of using the storytelling method in fostering good behavior in children. The implementation is carried out through the stages of planning, implementation, and evaluation. The application of the method at the same time in the context of inculcating moral values ​​in children. With the Storytelling method used by researchers to instill morals in early childhood, the results are significant. Keywords: Storytelling, Morals, Learning Method
Peran Guru PAI Dalam Internalisasi Akhlak Siswa Kepada Guru di SMP Ma’arif Grabag Magelang Tahun 2023 Suryono, Suryono; Nursikin, Mukh
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Guru PAI Dalam Internalisasi Akhlak Siswa Kepada Guru di SMP Ma’arif Grabag Magelang Tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAI dalam internalisasi akhlak siswa kepada guru di SMP Maarif Grabag Magelang,. Respoden Penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Guru PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data-data tersebut dikumpulkan dengan divalidasi dari hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi akhlak siswa kepada guru diawali dengan peran guru PAI SMP Ma’arif Grabag Magelang tertuang dalam program intrakurikuler. Hambatan yang dihadapi yaitu kurangnya pemahaman dan kesadaran siswa, kurangnya kepedulian bagi guru dan karyawan untuk memberikan perhatian dan pengawasan terhadap perilaku siswa. Solusi yang dilakukan yaitu dengan melakukan kegiatan evaluasi secara berkala pada setiap kegiatan penanaman akhlak bagi para siswa dan peningkatan kompetensi guru serta membangun sikap kepedulian pada setiap guru agar bisa menjadi teladan bagi para siswanya.
Transformasi Pendidikan Islam Menurut Muhammad Iqbal dan Relevansinya Dalam Proses Pembentukan Karakter Peserta Didik Rofi’ah, Nur; Nursikin, Mukh
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19531

Abstract

Indikasi masalah dalam penelitian ini adalah kemerosotan moral dan karakter generasi muda yang semakin memprihatinkan di era modern. Banyaknya tindakan kriminal, ketidakadilan, dan krisis identitas menunjukkan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk individu yang memiliki integritas dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan Islam menurut Muhammad Iqbal dan relevansinya dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Dengan menggali pandangan Iqbal tentang pendidikan dan pengembangan karakter, diharapkan dapat ditemukan solusi yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan untuk memperbaiki moral dan akhlak generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data diperoleh dari karya-karya Muhammad Iqbal serta literatur terkait yang membahas pendidikan karakter. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Iqbal yang menekankan pengembangan ego (kepribadian) sangat relevan dalam pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan yang menggabungkan aspek intelektual dan spiritual dapat memperkuat karakter individu, membentuk manusia yang bertanggung jawab, dan memiliki integritas. Penerapan konsep ini dalam pendidikan diharapkan dapat menjadi solusi untuk krisis moral di kalangan generasi muda.
Konsep Pendidikan Karakter Menurut Hasan Al-Banna dan Ibnu Miskawih Indah Febriyani, Nur; Nursikin, Mukh
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i6.1400

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan dan perubahan yang signifikan terjadi pada kehidupan manusia akibat arus globalisasi, seperti kemudahan dalam mengakses teknologi. Namun, hal ini juga memberikan dampak negatif seperti peningkatan angka kriminalitas, menurunnya kesadaran sosial masyarakat, dan membatasi seseorang dalam mempelajari ilmu agama. Pendidikan nilai menjadi penting untuk membantu individu memahami norma, prinsip, dan nilai yang membentuk sikap.   Tujuan: Menganalisis konsep pendidikan karakter menurut pemikiran Hasan Al-Banna dan Ibnu Miskawih.   Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data dalam jurnal ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu data primer dan data sekunder. Maka dari itu penelitian ini masuk dalam kajian literatur dikarenakan sumber data utama menggunakan buku-buku dan jurnal.   Hasil: Konsep pendidikan karakter menurut Hasan Al-Banna dan Ibnu Miskawih menekankan pada pembentukan karakter yang seimbang antara dimensi spiritual, intelektual, dan sosial. Pendidikan karakter harus terintegrasi dalam seluruh aspek kehidupan. Serta menuru pemikiran Ibnu Miskawaih mengkhotbahkan pendidikan karakter, yang dimulai dengan pembagian jiwa menjadi 3 kekuatan spiritual: Al-Quwwa Al-Natiqah (kognitif dan rasional), Al-Quwwa Al-Ghadhabiyah (emosi) dan Al-Quwwa Al-Syahwiyah (keinginan).   Kesimpulan: Menurut al-Banna, dasar pendidikan kepribadian dalam Islam adalah Al-Qur'an. Al-Qur'an Yang Mulia merupakan kitab suci umat Islam sebagai dasar bagi banyak syair yang berbicara tentang akhlak mulia atau tarbiyah khuluqiyah (pendidikan akhlak) sepanjang hayat manusia. Ibnu Miskawaih berpendapat bahwa meskipun karakter manusia bersifat alamiah, karakter manusia dipengaruhi oleh faktor lingkungan baik dari lingkungan pendidikan, sosial maupun sosiokultural, sehingga pendidikan tidak menjadi masalah.
Kritik Dan Pandangan Islam Wasathiyyah Terhadap Feminisme Islam Ma'arif, Alwi Ilqam; Nursikin, Mukh
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i2.135-147

Abstract

Pemahaman tentang keadilan yang diajukan oleh sebuah organisasi perempuan (Musawah) yang dianggap bertentangan dengan Islam. Pandangan Islam Wasathiyah terhadap gerakan feminisme Islam menekankan pentingnya keseimbangan dan keadilan, berbeda dengan gerakan feminisme Islam yang mencoba untuk menafsir ulang ajaran Islam guna menegaskan kesetaraan gender. Artikel ini membahas perbedaan yang telah menyebabkan ketegangan dan kontroversi dalam perspektif Islam tentang dunia. Di dalam kritik ini, terdapat perbedaan pendapat tentang teologi, reinterpretasi, dan pandangan mengenai peran gender dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif-analisis. Data penelitian ini didapat melalui library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara pandangan Islam yang dikenal dan diamalkan oleh umat Islam dengan konsep feminisme. Feminisme Islam juga dikaitkan dengan gagasan bahwa mereka berusaha mendukung sekularisasi pemikiran umat Islam yang bertujuan mempromosikan kesetaraan gender dalam konteks Islam. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai feminisme Islam yang dilakukan organisasi perempuan yang menuntut kesetaraan gender akibat interpretasi berbagai ajarab Islam yang merugikan perempuan.
Relevansi Islam Wasathiyah Dengan Konsep Pendidikan Islam Di Indonesia Apriliira, peny; Nursikin, Mukh; Karwadi
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2024): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v2i1.29-48

Abstract

Abstrak Jurnal ini membahas relevansi Islam Wasathiyah dengan konsep pendidikan Islam di Indonesia. Dinamika umat Islam di Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada tantangan paham-paham ekstrem yang tidak sesuai dengan karakteristik bangsa. Aliran-aliran tersebut dapat merusak kehidupan masyarakat, termasuk paham-paham yang mengatasnamakan Islam. Dalam konteks ini, pendidikan menjadi krusial untuk mengatasi tantangan ini. Penelitian ini mencoba menjawab dampak dari paham ekstrem tersebut, khususnya dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia. Fokus penelitian terutama pada pesantren dan madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam. Pesantren, sebagai institusi tertua, memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan keislaman individu. Madrasah, meskipun lebih muda, juga memiliki dampak signifikan dalam sistem pendidikan nasional. Melalui metode penelitian kualitatif literature review, penelitian ini mengusulkan konsep Islam Wasathiyah sebagai solusi untuk menghadapi tantangan ekstremisme. Islam Wasathiyah mengedepankan nilai-nilai seperti toleransi, kebaikan, keadilan, kemudahan, kebijaksanaan, keihlasan, dan keseimbangan. Konsep ini diaplikasikan dalam kurikulum pesantren dan madrasah, dengan tujuan mencetak generasi yang tidak hanya memiliki keahlian agama tetapi juga siap menghadapi kehidupan di masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana Islam Wasathiyah dapat diintegrasikan dalam pendidikan Islam di Indonesia, terutama di pesantren dan madrasah. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang moderat, toleran, dan mampu menjaga keberagaman di tengah masyarakat. Kata Kunci : Islam, Wasathiyah, Pendidikan
IMPLEMENTASI MODEL EVALUASI CIPP PELAKSANAAN SHOLAT DHUHA DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI 1 GUBUG Nisak, Durotun; Afda’u, Faisal; Nursikin, Mukh
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.23041

Abstract

Pendidikan segi ibadah sholat sangatlah memiliki manfaat besar teruntut manusia. Efektifitas dalam pelaksanaan sholat dhuha sebagai langkah untuk diterapkan kepada para siswa, karena sholat dhuha bersifat sunnah sering manusia lupakan. Berdasarkan dari observasi yang telah dijalankan di SMP Negeri 1 Gubug kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan sholat sunnah dhuha kegiatan tersebut dilaksanakan bagi kelas VII-IX. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan sholat dhuha bersama-sama di SMP N 1 Gubug Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan, untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pelaksanaan kegiatan sholat dhuha dalam peningkatan disiplin siswa di SMP N 1 Gubug Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan field research dan hasil penelitian yang didapat adalah Pelaksanaan dalam kegiatan sholat dhuha di SMP N 1 Gubug kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan dilakukan setiap hari Senin sampai Jumat waktu istirahat jam 09.40. kegiatan sholat dhuha dilakukan di musholla sekolah dan dilakukan bersama-sama antar siswa bukan secara berjamaah yg di pimpin langsung pembina dalam sholat dhuha tetapi dalam pelaksanaannya yang sering memimpin adalah siswa sendiri yang diberikan amanah oleh guru pendidikan agama islam. Efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan sholat dhuha di SMP N 1 Gubug kecamatan Gubug kabupaten Grobogan, efektivitasnya dalam kegiatan dapat dilihat dengan cara model evaluasi CIPP yang peneliti gunakan. evaluasi kontes (context evaluation), evaluasi masukan (input evaluation), evaluasi proses (proces evaluation), evaluasi produk (product evaluation).
MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM: UPAYA MERELEVANSIKAN NILAI-NILAI ISLAM DENGAN TANTANGAN MODERNITAS Mandala, Gerry; Nursikin, Mukh
As-Sulthan Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The modernization of Islamic education is an inevitable necessity in responding to the dynamics of contemporary civilization characterized by the advancement of science, technology, and socio-political transformation. This article aims to analyze the concept of Islamic education modernization as an effort to relate Islamic values to the challenges of modernity while preserving the essence of Islamic spirituality and morality. Using a descriptive-qualitative approach and literature analysis from various scholarly sources on contemporary Islamic education, the study reveals that modernization involves curriculum reconstruction, integration between religious and general sciences, and the utilization of digital technology in learning. Socio-political dynamics play a significant role in shaping educational policies, while key challenges include the dichotomy of knowledge, inequality of educational facilities, and limited teacher competence in pedagogical innovation. Nevertheless, the future prospects of Islamic education remain promising if modernization is directed toward developing a progressive, humanistic, and value-based educational system. Thus, modernization should not be equated with westernization but understood as a continuous renewal process to meet modern challenges while maintaining Islamic identity.
Implementasi Aplikasi Sway dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Siswa Kelas XI SMA N 2 Ungaran dan SMK N 1 Kabupaten Semarang Maro, Ajeng Virga Sawitri; Nursikin, Mukh
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v4i2.285

Abstract

Learning media should have a positive impact on academic achievement and student motivation, but not all media can support it. There are several media that actually reduce the enthusiasm of students to learn so that if you want to use a medium in learning you have to create a new formula so that students can be interested in learning.This study aims to determine PAI learning planning using sway media in class XI students, Knowing the implementation of Islamic Education learning using sway media, Knowing the evaluation of Islamic Education learning using sway media. This study used a qualitative research design using a naturalistic qualitative approach. The data in this study were obtained through observation, interviews, and documentation. Checking the validity of the data the researchers used were source triangulation and method triangulation.The results of this study indicate that, first, PAI learning planning using sway media runs with systematic stages. Second, the implementation of PAI learning using sway media starts from distributing material links to students through WhatsApp groups and google classroom, reading material and being absent. Third, the learning evaluation was carried out using assignments and practice questions and the results of the evaluation of SMA N 2 Ungaran showed an increase in academic achievement and at SMK N 1 Pringapus it was concluded that there was a decrease in academic achievement. Keywords: Implementation Sway Application, Sway Application Learning, Islamic Education
Evaluasi Islam Wasathiyah dalam Kurikulum Pendidikan Islam (Analisis Buku Ajar PAI Kelas XI) Narko, Narko; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Islam wasathiyah dimensi tasamuh dalam kurikulum pendidikan Islam. Dengan cara menganalisis Islam wasathiyah dimensi tasamuh pada materi buku ajar Pendidikan Agama Islam keluaran Kementerian Agama (Kemenag) RI. Metode kualitatif dengan pendekatan library research digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai wasathiyah-tasamuh telah disampaikan secara konkrit baik ranah teoretis ataupun pragmatis dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam praktiknya belum menyajikan toleransi internal muslim dari perbedaan ushuliyah, seperti halnya perbedaan ushuliyah yang terjadi pada sunni-syiah yang menyebabkan terjadinya konflik hingga kekerasan. Materi ajar belum mampu menjawab pluralitas mazhab Islam kontemporer. Sunni-syiah masih membutuhkan kerangka teologis yang dapat merekonsiliasi keduanya hingga mendorong terjadinya persaudaraan dan persatuan. Diperlukan materi ajar wasathiyah-tasamuh yang lebih luas dan mendalam sehingga tujuan kurikulum untuk dapat bersikap moderat dan menegakkan ukhuwah basyariah, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah betul-betul dapat terrealisasi dalam kehidupan nyata.