Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Influencing Community Decisions in Choosing Community Health Centers for Promotive and Preventive Health Services: Literature Review Lailatul Hasanah; Nurul Fitriyah; Rosalia Nindy Prastika Sari; Diansanto Prayoga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7: JULY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5122

Abstract

Introduction: Minister of Health Regulation Number 43 of 2019 stated that Community Health Centers (Puskesmas) were health service facilities that provided community health efforts (UKM) and individual health efforts (UKP) at the first level, prioritizing promotive and preventive efforts in their working areas. The reason for composing this article was crucial, as Community Health Centers, as both general health services and providers of promotive and preventive services, were expected to attract public interest.. Objective: Analyzed factors influencing community choices of health centers for promotive and preventive services. Method: A qualitative research study was conducted, employing a literature review via electronic databases, particularly utilizing Scopus journal sources. Keywords like "Primary health care," "consumer attraction," and "decision to visit the health center" guided the search, Inclusion criteria set for articles published in English, freely accessible, and between 2019 and 2023. Result: Based on the literature search process through electronic databases, 7 articles were obtained. The selected articles met the predetermined criteria. These articles were related to the use of price transparency tools, community satisfaction and dissatisfaction, the Health Extension Program, the crucial role of good healthcare services, as well as the influence of income and grants. Conclusion: Factors influencing the community's choice of Community Health Centers as a health service included offering lower service costs through insurance or BPJS Kesehatan, the presence of the Health Extension Program (HEP), patient satisfaction with services, gender factors, income, access to grants, and contact with health education.
Factors that Affect Demand Creation for Health Services: Literature Review Yufa, Shafira Putri; Diansanto Prayoga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6: JUNE 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5214

Abstract

Introduction: The prosperity of the country is represented by a healthy society. The existence of a demand for public health services is greatly influenced by quality and fair health providers, so that based on the aspect of being a health provider they are able to provide health services when there is an increase in demand from the community. Objective: The aim of this literature review is to determine the variables that influence demand for health services. The findings of this literature study are expected to be a starting point for future studies and to provide insight into health service quality management in various health service providers. Method: . This article was written using a literature review, namely an international literature search carried out using databases such as ScienceDirect and Proquest. Inclusion criteria include articles that discuss community demand for health services. Result: Article search results show that there are 7 (seven) related studies. Gender, place of residence, level of education, employment before retirement, age, health financing, technology, norms, values, and accessibility are several factors that influence people's demand for health services. This study reveals these factors. Additionally, this study emphasizes accessibility factors, which significantly influence the demand and allocation of health promotion services. This is because health services are considered emergency and require improvement in the available health centers. Conclusion: Based on the results of the review, it can be concluded that there are several factors that influence the creation of demand or demand for health services at the Community Health Center. Factors such as gender, place of residence, education level, employment before retirement, age, health financing, heat waves, technology, values and norms, and accessibility significantly influence the demand for and allocation of health promotion services.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN DEMAND CREATION TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN : LITERATURE REVIEW Sukamawandira, Lidya Ayu; Prayoga, Diansanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29797

Abstract

Pelayanan kesehatan yang prima diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan. Salah satu cara untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan adalah melalui penciptaan permintaan (demand creation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan demand creation terhadap pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan cara mengkaji pada penelitian sebelumnya melalui basis data elektronik, dalam rentang tahun 2018-2023. Pencarian artikel menggunakan kata kunci “demand creation” dan “health” hingga menghasilkan 6 artikel yang sesuai setelah melalui proses seleksi inklusi dan eksklusi. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan demand creation terhadap pelayanan kesehatan sudah efektif.
DETERMINAN DEMAND CREATION DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS : A LITERATURE REVIEW Carmelian, Laksita; Prayoga, Diansanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demand creation mengacu pada serangkaian upaya yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pelayanan kesehatan masyarakat yang tersedia dan mendorong masyarakat untuk mengaksesnya. Permintaan yang tinggi terhadap pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mencapai tujuan pembangunan sektor kesehatan yang berkelanjutan. Demand creation akan pelayanan kesehatan tidak hanya didasarkan oleh kebutuhan medis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal yang kompleks. Dengan adanya hal tersebut, pemahaman mengenai faktor-faktor yang menentukan demand creation akan pelayanan kesehatan menjadi hal yang sangat penting dalam merancang kebijakan yang sesuai serta mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi demand creation dalam pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas Studi ini menggunakan metode literature review yang dikumpulkan melalui basis data elektronik PubMed dan diseleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sehingga menghasilkan 5 artikel yang dianalisis secara komprehensif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi demand creation, meliputi pendidikan, pendapatan, mobilisasi, serta motivasi dalam pelayanan kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini, yakni pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi demand creation terhadap pelayanan kesehatan akan membantu meningkatkan kesadaran dan permintaan masyarakat akan pelayanan kesehatan lebih awal tentu akan mengurangi dampak buruk kesehatan yang dapat terjadi kedepannya
Generasi Z Siap Jadi Pemimpin: Edukasi Leadership dan Decision Making Kesehatan Remaja di Banyuwangi Lailiyah, Syifa'ul; Sebayang, Susy Katikana; Dewi, Desak Made Sintha Kurnia; Astutik, Erni; Puspikawati, Septa Indra; Prayoga, Diansanto; Sari, Jayanti Dian Eka; Hariyani, Rizki Putri; Aini, Erlin Qur'atul
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.89-96

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten dengan jumlah kasus pernikahan dini tertinggi di Jawa Timur tahun 2019 sebanyak 352. Pernikahan dini memberikan dampak yang serius terhadap kesehatan reproduksi dan mental perempuan. Remaja perempuan yang menikah usia muda berpotensi mengalamai kehamilan berisiko tinggi dan bahkan kematian. Pernikahan dini juga membatasi perkembangan kedewasaan fisik, emosional, dan pribadi yang diperlukan untuk keberhasilan dan keamanan transisi menuju dewasa. Secara umum, pernikahan dini memiliki dampak yang besar bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, remaja penting dibekali pengetahuan dan kemampuan untuk menangkal pengaruh negatif, informasi kesehatan yang tidak benar (hoax) dan mencegah terjadinya perilaku yang berisiko terhadap kesehatan.Tujuan : Pengabdian kepada masyarakat Siap Jadi Pemimpin bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang leadership dan decision making dalam kesehatan remaja pada generasi Z di Banyuwangi.Metode : Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat Siap Jadi Pemimpin adalah edukasi secara daring. Edukasi secara daring menggunakan aplikasi zoom meeting. Media edukasi yang digunakan adalah video dan poster. Edukasi dilaksanakan sebanyak 3 sesi. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas VII sampai XI di Kecamatan Licin dan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020. Evaluasi pengabdian kepada masyarakat meliputi kehadiran peserta, pelaksanaan kegiatan, dan pengetahuan peserta. Hasil : Jumlah peserta yang hadir adalah 120 orang (27,21%). Evaluasi pelaksanaan kegiatan termasuk dalam kategori sangat baik. Peningkatan pengetahuan peserta kegiatan sebesar 3,63%. Jumlah peserta yang pengetahuannya meningkat sebesar 36,36% dengan peningkatan pengetahuan sebesar 15,63%.Kesimpulan : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan tentang leadership dan decision making dalam kesehatan remaja pada generasi Z di Kabupaten Banyuwangi.  Kata Kunci : Edukasi, Generasi Z, leadership, decision makingABSTRACTBackground : Banyuwangi was the district with the highest early marriage number of cases in East Java in 2019, with amount were 352 cases. Early marriage has a serious impact on women's reproductive and mental health. The adolescent girls who married at a young age have the potential to experience high-risk pregnancies and even death. Early marriage also limited the development of physical, emotional, and personal maturity necessary for a successful and secure transition to adulthood. In generally, early marriage has a big impact on public health. Therefore, it was important for adolescents to be equipped with the knowledge and abilities toward off negative influences, false health information (hoaxes) and prevented behaviors that posed a risk to health.Objective : The purpose of Ready to be a Leader Community Services was to increasing the knowledge about leadership and decision making adolescent health in Banyuwangi District.Methods : Leadership and decision  making in adolescent health education for generation Z used the zoom meeting application. The media education  were video and poster. The method of Ready to be a Leader Community Services was online education. The education was carried out in 3 sessions. The target of this activity were students in grades VII to XI in Licin Sub-district and Banyuwangi Sub-district, Banyuwangi District. This activity was held in October 2020. Evaluation of community service included participant attendance, activity implementation, and participant knowledge.Results : The number of participants who attended were 120 people (27.21%). The result evaluation of the implementation of the activities was very good category. The increased knowledge of participants was 3.63%. Tthe number of participants whose knowledge increased was 36.36% with an increased knowledge was 15.63%.Conclusions : This community services activity increased the knowledge of participants about leadership and decision making of  generation Z adolescents health in Banyuwangi District. Keywords : Education,  Z Generation, leadership, decision making 
Efektivitas Media Sosial Instagram Milik Rumah Sakit di Kabupaten Serang Dalam Promosi Kesehatan COVID-19 Vionita, Luthfia; Prayoga, Diansanto
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.437-444

Abstract

Latar Belakang: Dalam pemutusan rantai penyebaran COVID-19 maka dilakukan promosi kesehatan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas dalam meningkatkan kualitas kesehatan. Dalam promosi kesehatan ini diperlukan media untuk menyampaikan pesan. Salah satu media sosial tersebut ialah Instagram. Instagram merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan masyarakat khususnya kalangan muda. Banyak organisasi layanan kesehatan yang menggunakan media sosial salah satunya rumah sakit.Tujuan: Pada penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari media sosial dalam mempromosikan kesehatan terkait COVID-19 pada rumah sakit di Kabupaten Serang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan data sekunder. Data berasal dari hasil pengamatan akun media sosial Instagram yang dimiliki oleh rumah sakit dengan berbagai tipe yang berada di Kabupaten Serang, total terdapat 3 akun media sosial Instagram. Data dikumpulkan berdasarkan postingan pertama yang terbit pada bulan Maret 2020 – 19 Oktober 2020. Data yang dikumpulkan untuk mengetahui engagement account yaitu dengan melihat total followers,  likess, dan comments.Hasil: Semua rumah sakit yang tersebar di Kabupaten Serang bertipe C. Rumah sakit di Kabupaten Serang memberikan pelayanan yang melibatkan teknologi dan informasi salah satunya penggunaan media sosial Instagram. Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Serdang tidak memilik postingan selama periode Maret 2020 – Oktober 2020, postingan pada akun Instagram rumah sakit Hermina Ciruas dan akun Instagram rumah sakit Kurnia Serang mempunyai topik dalam penyampaian pesan terkait COVID-19 sangat beragam. Engagement rate RS Hermina Ciruas yaitu sebesar 1,86%, engagement rate RS Kurnia Serdang sebesar 1,28%, dan engagement rate RSIA Permata sebesar 0%.Kesimpulan: Media sosial instagram bisa digunakan sebagai media promosi kesehatan terkait COVID-19 yang efektif bagi segmentasi usia muda.
Analysis between Vaccination Status and Gender with Level of Confidence to Use of Covid-19 Vaccination in Community Wasi, Athiya Adibatul; Prayoga, Diansanto; Lailiyah, Syifaul; Sari, Jayanti Dian Eka; Fatah, Mohammad Zainal; Rahayu, Ajeng Febrianti
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.358-364

Abstract

Background: The cases of Covid-19 in Indonesia continues to increase, various policies have been set by the government to prevent cases increase, one of which is the implementation of the vaccination program. However, there are still people who are hesitant or afraid to COVID-19 vaccination. Based on a survey conducted by the Indonesian Ministry of Health in 2021, some of the most common reasons for refusing the COVID-19 vaccine are related to vaccine safety (30%); doubts about the effectiveness of the vaccine (22%); distrust of vaccines (13%); concern about side effects such as fever and pain (12%); and religious reasons (8%).Objectives: To Analyze the relationship between vaccination status and gender with level of confidence to use of Covid-19 vaccination in the community.Methods: Observational research using a survey approach, cross-sectional study design. The population is adults who access the Healthy People Mall program in Banyuwangi, with a total sample of 437. Conducted from March to October 2021. Collecting data by studying literature and distributing online questionnaires using google forms. The level of confidence is obtained from the total score of 3 confidence indicators. Processing and analysis of research data using the Chi-square test.Results: 87.8% of females and 82% of males were vaccinated. A significant relationship between the level of confidence to use of the Covid-19 vaccine and vaccination status (P-value = 0.000), and no relationship between the level of confidence to use of the Covid-19 vaccine and gender (P-value = 0.124).Conclusions: The Majority of people who access the Healthy People Mall in Banyuwangi are vaccinated. The proportion of vaccinated, women is higher than men. The variable that has a relationship with the level of confidence in the use of the Covid-19 vaccine is vaccination status, while gender does not have a relationship.
Analysis of Outpatient Repeat Visit Interest using the Marketing Mix Method: Literature Review Loveni Parenti, Uyun; Prayoga, Diansanto
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 1 (2025): January Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitals must provide safe, high-quality, and effective health services in accordance with standards, focusing on patient satisfaction and the implementation of appropriate marketing strategies. Through marketing mix analysis, this study aims to analyze the interest in patients' return visits to outpatient services. The objective of this research is to examine whether this marketing mix method can stimulate interest in the return visits of outpatient patients in healthcare services. The method used is a literature review. The results indicate that the "people" aspect of the marketing mix is crucial for the interest in patients' return visits to outpatient services, as the quality of employee service significantly influences patients' perceptions. Effective marketing strategies can enhance patient experience and loyalty. Therefore, the conclusion drawn is that a healthcare service that is friendly, professional, and responsive, along with the marketing mix aspects, greatly affects the interest in patients' return visits. Thus, hospitals need to improve staff training and management systems, as well as conduct regular satisfaction surveys to enhance services and patient satisfaction. Kata kunci : Bauran Pemasaran, Minat Kunjungan Ulang, Rawat Jalan
Analisis Faktor Penyebab Perilaku Buang Sampah Sembarangan Pada Masyarakat Desa Kluncing, Banyuwangi Marpaung, Desi Natalia; Iriyanti, Yudha Nur; Prayoga, Diansanto
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Volume 13 No.1 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i1.240

Abstract

Perilaku membuang sampah sembarangan berpotensi mengakibatkan kerusakan lingkungan dan berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Sampah adalah sesuatu yang tidak lagi digunakan atau dibuang yang berasal dari sisah kegiatan manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penyebab perilaku membuang sampah sembarangan pada masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data penelitian digunakan dengan metode indepth interview. Hasil penelitian menunjukkan perilaku membuang sampah sembarangan masih sangat tinggi di masyarakat dengan persentase sebesar 69%. Perilaku membuang sampah sembarangan pada masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor sarana dan prasarana yang tidak tersedia dengan persentase sebesar 63%, kemudian tingkat pendidikan yang rendah sebesar 57%, dan kurangnya dukungan pemerintah desa dalam pengolahan sampah. Berdasarkan dari hasil survey masyarakat Desa Kluncing tahun 2019, perilaku membuang sampah sembarangan masih sangat tinggi yakni sebesar 69% dari total keseluruhan populasi. Berdasarkan hasil survey di Desa Kluncing tempat pembuangan sampah (TPS) tidak tersedia di lingkungan masyarakat dengan persentase sebesar 63%. Masyarakat Desa Kluncing membutuhkan sosialisasi serta penyuluhan mengenai proses pengolahan sampah agar dapat meningkatkan kesadaran dalam melakukan pengolahan sampah. Kesimpulan dari penelitian ini tingkat pendidikan berpengaruh terhadap rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, dan dukungan pemerintah desa berupa penyediaan tempat pembuangan sampah (TPS) dapat menjadi solusi dalam mengatasi perilaku membuang sampah sembarangan.
Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Pemberantasan Sarang Nyamuk Desa Gumuk Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi Perdaa, amalia Safira; Prayoga, Diansanto
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 3 (2022): September
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i3.274

Abstract

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang sering ditemukan didaerah tropis dan subtropis di wilayah Indonesia. Semua wilayah mempunyai risiko terjangkit penyakit DBD, karena virus penyebab dan nyamuk penularannya tersebar luas baik dirumah dan dilingkungan sekitar rumah kecuali lingkungan yang ketinggiannya lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut. Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2019 berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi ditemukan 138 kasus dan 5 penderita meninggal dunia. Kejadian DBD salah satu penyebabnya adalah rendahnya pemberantasan sarang nyamuk DBD. Desa Gumuk adalah suatu desa yang terletak di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dengan angka rendahnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN DBD). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian adalah melihat faktor penyebab rendahnya pemberantasan sarang nyamuk di Desa Gumuk, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Rendahnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di desa Gumuk disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; rendahnya tingkat pendidikan di masyarakat, letak geografis Desa Gumuk dan keterbatasan jumlah juru pemantau jentik (JUMANTIK).
Co-Authors -, Nanda Almas Norberta Abdillah Maulana Satrioaji Abdul Fattah Farid Abilia, Avila Adji, Arga Setyo Agustin, Fitria Nina Ahmad Ahmad Aini, Erlin Qur'atul Aisyah Dewi Muthi’ah Aisyah Maldha Aprezona Ajeng Febrianti Rahayu Al Mamun, Abdullah Aliwu, Putri Liani Anggi Margareta Anjani, Salsabilla Aqmar, Huuriyah Naziiha Zaatil Ardiyanti, Anggi Margareta Arini Khoirunnisa Astutik, Erni Athiya Adibatul Wasi Atika Dian Ariana Avila Abilia Azhary, Muhammad Budi Sulistiyo Nugroho Carmelian, Laksita Chairun Nasirin Damayanti, Imelda Desi Natalia Marpaung Dewi, Desak Made Sintha Kurnia Dhamanti, Inge Diana Agustina Dinansa, Oktario Dita Aulia Rahma Dyanasari Dyanasari Eksa, Firrial Elida Zairina Endy Bebasari Ardhana Putri Faisal Fikri Fatah, Mohammad Zainal Febriati Astuti Fertika Nanda Firrial Eksa GUNTUR A. GAMA MUHAMMAD Hariyani, Rizki Putri Hilmin, Siti Nur I Gusti Bagus Wiksuana Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imelda Damayanti Ira Nurmala Iriyanti, Yudha Nur Isa, Muhamad Izzato Millati Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Jessika Pramudya Wardani Juliana, Juliana Khilma Rintan Khurya Kok Shiong Pong Lailatu Rohmah Lailatu Rohmah, Lailatu Lailatul Hasanah Lailiyah , Syifa'ul Lailiyah, Syifa'ul Lailiyah, Syifa’ul Loveni Parenti, Uyun Loveni, Uyun Lusno, M. Farid Dimjati Luthfiyah Putri Sahara M. Farid Dimjati Lusno M. Farid Dimjati Lusno M. Rifqo H. Farid M. Rifqo Hafidzudin Farid Mabub Junaidi Maghfirah, Najwa Shuma Malvania, Arkaine Mandagi, Ayik Mirayanti Marpaung, Desi Natalia Melati Octavia Melati Octavia Febriana Misrofingah Misrofingah Mochamad Gerry Dika Mahendra Muhamad Isa Muhammad Farid Dimjati Lusno Muhammad Harisul Ilmi Muhammad Nashrullah Nabila Khusna Amalia Nadhifah, Ika Rodhifatun Nadia, Nurazizzi Setya Nafkha Nisa Nafkha Nisa Nabila Nanda Laula Lailatul Fauziyah Nanda, Fertika Ni Nyoman Santi Tri Ulandari, Ni Nyoman Santi Nisa, Nafkha Nur, Putri Nurseha, Nindya Arifani Nurul Fitriyah Nuzulul Kusuma Putri Nyoman Anita Damayanti Octavi, Melati Oktaretha Veleneka Binendra Oktario Dinansa Oktario Dinansa Khoir Paramesthi, Shanti Pawitra Perdaa, amalia Safira Praja, Ratih Novita Puspikawati, Septa Indra Puspikawati, Septa Indra Putri Nur Putri, Andhini Aurelia Putri, Novela Dwi Cahyani Rachmat Hargono Rahayu, Ajeng Febrianti Rahmani Ramli Rahmarista, Ditami Rahmawati, Kavia Rina Pratiwi Pudja I. A Rosalia Nindy Prastika Sari Rosyida, Aulia Rudianto Rudianto Saipul Al Sukri Salman Amru Rabrinan Salsabila Nidya Oktavia Sanda, Cansy Gesi Sebayang, Susy Katikana Setya Haksama Shedyta, Syadza Zahrah Shella Putri Ferari Shinta Feby Ningtiyas Siregar, Sabina Azira Balqis Siti Nur Ainun Nadiyah Siti Nuraini Siti Rahayu Nadhiroh Sri Wiwoho Mudjanarko, Sri Wiwoho Sriram, Shyamkumar Sukamawandira, Lidya Ayu Syadza Syahrah Shedyta Syadza Zahrah Shedyta Syahprevi Rayyan Zeinsar Syahprevi Rayyan Zeinsar Prawirosoedirdjo Syahrania Naura Shedysni Syifa'ul Lailiyah Syifaul Lailiyah, Syifaul Syifa’ul - Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Trisna Nurya Majid Utami, Indah Tri Uyun Loveni Vidia Nuria Rahman Vionita, Luthfia Wadi’ah Hasna Nurramadhani Wahyul Anis Wardani, Arista Kusuma Wardani, JESSIKA PRAMUDYA Wasi, Athiya Adibatul Widodo, Muhammad Rizky Wulan Syarani Asdam Yufa, Shafira Putri Yulianti, Yunika Tri Yuly Sulistyorini Zahiroh Amani Zeinsar, Syahprevi Rayyan