p-Index From 2021 - 2026
7.663
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Euthanasia dan Hak Pasien dalam Filsafat Hukum Islam: Studi Kritis terhadap Praktik Perawatan Paliatif di Negara-Negara Muslim Halim, Patimah; Asrul, Asrul; Shuhufi, Muhammad
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 6 ISSUE 1, JANUARY 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v6i1.48646

Abstract

Euthanasia is one of the ethical issues that continues to be debated in various countries, including Indonesia. This dilemma is not only experienced by doctors and legal practitioners, but also by religious circles who are trying to understand the position of religious teachings on this practice. The subject of this research discusses euthanasia and Patient Rights from the perspective of Islamic Philosophy of Law. The main purpose of this study is to examine the concept of euthanasia in the perspective of Islamic Philosophy, compare it with the perspective of human rights, and explore how Islamic law responds to this phenomenon. This study uses a normative approach with a library research method. This method is carried out by collecting and analyzing data from various literary sources, such as Fiqh books, Qur'an interpretations, Hadiths, scientific journals, and related legal regulations. The data collected is then analyzed qualitatively to draw conclusions that are in accordance with the principles of Islamic law.  The results of the research show that the concept of euthanasia formulated by experts is actually prohibited in the Quran and Hadith. For example, in the Qur'an in QS. Al An'am verse 151: "And do not kill a soul that Allah has forbidden (to kill) except for the right reason." Killing here is defined as killing by any means, including killing with the help of others, such as the concept of active euthanasia. Meanwhile, from the point of view of human rights, euthanasia is an effort to eliminate the right to human life, because the essence of euthanasia itself is to eliminate human life on the grounds that it will harm others. However, in certain cases, the termination of medical procedures that do not provide benefits (passive euthanasia) may be allowed under certain conditions.
ZAKAT SEBAGAI POTENSI PEMBERDAYAAN EKONOMI UMMAT DI KUA KECAMATAN KOMODO KABUPATEN MANGGARAI BARAT Diah Okta Viani; Patimah; Muhammad Shuhufi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.55012

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang zakat sebagai potensi pemberdayaan ekonomi umat di KUA Kecamatan Komodo dengan menggunakan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini zakat merupakan satu dari lima rukun Islam. Menunaikan zakat merupakan salah satu jalan menunaikan kewajiban manusia sebaga umat Islam sekaligus bentuk pendekatan diri kepada sang pencipta. Zakat menjadi salah satu solusi alternatif dalam membangun ekonomi umat, sekaligus menciptakan iklim solidaritas sesama manusia. Zakat merupakan salah satu ciri dari sistem ekonomi Islam, karena zakat menekankan prinsip keadilan dalam sistem ekonomi Islam. Dapat dikatakan bahwa peran zakat dalam pemberdayaan ekonomi umat di Kecamatan Komodo Manggarai Barat sangat signifikan. Baznas sebagai lembaga yang berwenang dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Manggarai Barat telah melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat memberdayakan perekonomian masyarakat setempat. Pemberian modal usaha kepada ibu-ibu majelis ta’lim, bedah rumah, dan bantuan dana pendidikan kepada beberapa siswa sekolah di Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat. Kata Kunci: Zakat, Pemberdayaan, Ekonomi Umat Abstract This research discusses zakat as a potential for economic empowerment of the people in KUA Komodo District using literature research. The results of this research are that zakat is one of the five pillars of Islam. Paying zakat is one way to fulfill human obligations as Muslims as well as a form of approaching oneself to the Creator. Zakat is an alternative solution in developing the people's economy, as well as creating a climate of solidarity among humans. Zakat is one of the characteristics of the Islamic economic system, because zakat emphasizes the principle of justice in the Islamic economic system. It can be said that the role of zakat in the economic empowerment of the people in Komodo District, West Manggarai is very significant. Baznas as the institution authorized to manage zakat in West Manggarai Regency has carried out various activities that can empower the local community's economy. Providing business capital to women from the ta'lim assembly, house renovations, and educational financial assistance to several school students in Komodo District, West Manggarai Regency. Keywords: Zakat, Empoworment, People’s Economy
Transformasi Peran Ganda Perempuan Perspektif Fikih Gender Rizka, Husnul; Shuhufi, Muhammad; Iqbal, Nabiha Amaliyah
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i1.217

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi peran ganda perempuan, baik dalam ranah domestik sebagai istri dan ibu maupun dalam ranah publik sebagai pekerja. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan menggunakan pendekatan fikih gender, artikel ini mengeksplorasi bagaimana hukum Islam dapat beradaptasi dengan perubahan sosial, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadilan gender dalam konteks peran perempuan, dengan menekankan pentingnya keadilan dalam pembagian tanggung jawab di rumah dan peran perempuan di masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi peran ganda perempuan dapat dicapai dengan pendekatan yang lebih inklusif dan adil terhadap perempuan, memungkinkan mereka untuk berperan aktif di berbagai bidang kehidupan tanpa menghadapi beban ganda dan hambatan dari struktur patriarkal.
Akad Nikah Online Perspektif Kaidah Fiqh Al-Masyaqqah Tajlib At-Taisir Nurlina; Muhammad Shuhufi; Misbahuddin
Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pernikahan, Sejarah Islam, dan Ketertiban Sosial
Publisher : Pusat Studi Hukum Islam (PSHI) YPI Shafal 'Ulum Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/alqawanin.v1i2.12

Abstract

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) pada masa sekarang telah memudahkan masyarakat dalam berbagai urusan. Banyak masyarakat yang menggunakan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi diberbagai urusan baik urusan negara, urusan budaya bahkan sampai urusan keagamaan. Salah satunya adalah permasalahan pernikahan, yaitu munculnya masalah akad nikah online atau dalam jaringan (daring). Penelitian ini akan mengkaji bagaimana para ulama menyikapi fenomena akad nikah online ini dan keabsahan akad nikah online ditinjau dari perspektif kaidah fikih Al Masyaqqah Tajlib At Taisir. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) diantaranya, pencarian kata kunci, pencarian subjek, buku dan artikel ilmiah terkini, serta pencarian kutipan dalam sumber-sumber ilmiah. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa Ulama berbeda pendapat mengenai pernikahan online baik dalam bentuk telepon, media sosial dan lain-lain. Pendapat pertama mengatakan sah dilakukan apabila syarat nikah dan rukunnya telah terpenuhi. Sementara pendapat mayoritas ulama mengatakan bahwa pernikahan seperti ini tidak sah, karena akad nikah harus dilakukan dalam satu tempat dimana kedua belah pihak dapat bertemu secara langsung. Akan tetapi dalam kondisi darurat seperti pada masa pandemi corona, tidak dapat dilaksanakan akad nikah tatap muka dalam satu majelis. Maka kaidah fikih Al Masyaqqah Tajlib At Taisir dapat dijadikan sebagai dasar yang mendukung pendapat sebagian ulama yang membolehkan akad nikah secara online. 
TINJAUAN MAQASID SYARI’AH TENTANG TAKLIK TALAK DALAM PERNIKAHAN DI INDONESIA Haq, Izharul; Shuhufi, Muhammad; Patimah
MADDIKA : Journal of Islamic Family Law Vol. 5 No. 2 (2024): Maddika: Journal Of Islamic Family Law
Publisher : UIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/maddika.v5i2.6402

Abstract

This paper aims to examine the practice of taklik talak in marriage in Indonesia from a maqasid sharia perspective.  Taklik talak is an agreement made by the husband after the marriage contract, in which he promises to impose talak if he violates certain conditions that have been agreed upon.  This practice has long been implemented in the Islamic family law tradition in Indonesia, with the aim of protecting the wife's rights and ensuring the husband's responsibilities. In this study, the concept of maqasid sharia is used as an analytical framework to assess whether taklik talak is in line with the main objectives of sharia, namely protecting religion (hifz ad-din), soul (hifz an-nafs), reason (hifz al-'aql), descendants  (hifz an-nasl), and wealth (hifz al-mal).  Analysis shows that taklik talak functions as a protection mechanism for wives in marriage, especially in ensuring that husbands fulfill their responsibilities, such as providing a living and maintaining household harmony.  This is in line with the principles of maqasid sharia, especially in maintaining justice, protecting women's rights, and preventing injustice in the household. However, the implementation of taklik talak also presents challenges, especially in the aspect of public understanding and its legal implementation.  Thus, a holistic approach is needed to increase legal awareness and provide clear guidance regarding taklik talak so that this practice remains relevant and beneficial for married couples in Indonesia
Nikah Misyar Perspektif Fikih Kontemporer Musdalifah, Musdalifah; Hasan, Hamzah; Shuhufi, Muhammad
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 12, No 1 (2025): Islamic Law
Publisher : Faculty of Sharia and Law Universitas Islam Nahdlatul Ulama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/ijshi.v12i1.7746

Abstract

 Tulisan ini membahas tentang nikah misyar pespektif fikih kontemporer. Tulisan ini mengkaji definisi, kontaversi ulama kontemporer dan tinjauan dari sudut pandang maslahah. kajian ini termasuk kajian kepustakaan (library research), yaitu metode penelitian yang melibatkan pengumpulan dan evaluasi informasi dari sumber-sumber tertulis, seperti jurnal, buku, laporan, dokumen, dan artikel yang relevan dengan topik penelitian.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang nikah misyar dalam fikih kontemporer. Hasil dari penelitian ini yaitu nikah misyar pada hakikatnya adalah pernikahan yang dilaksanankan sesuai dengan rukun dan syarat pernikahan, namun dalam persoalan hak dan kewajiban, istri merelakan haknya untuk tidak diberikan. Fatwa ulama kontemporer tentang hukum nikah misyar memiliki pandangan hukum yang berbeda, sebahagian kelompok membolehkan nikah misyar. Sedangkan sebagian lagi menyatakan bahwa hukumnya haram, dan sebagian lainnya memperbolehkan beserta makruh.Nikah misyar ditinjau dari sudut pandang maslahah dalam konteks negara Indonesia dapat dilihat dengan dua cara, yakni tawfīq, dan istislah bi al- ‘urf. Jika metode tawfiq yang digunakan, maka berarti pendapat yang membolehkan maupun yang melarang nikah misyar sama-sama digunakan dengan cara membolehkan nikah misyar dengan disertai syarat-syarat yang cukup ketat, dengan tujuan agar kebolehan tersebut tidak disalahgunakan sehingga menimbulkan mafsadat. Adapun jika metode istislah bi al-‘urf yakni memilih kemaslahatan yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Practices Of Productive Waqf Management, Development And Utilisation By Waqf Managers In Islamic Boarding Schools In Maros Regency Samsidar Jamaluddin; Muammar Muh. Bakry; Muhammad Shuhufi; Abd. Rauf Muhammad Amin
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 7 (2025): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i7.1690

Abstract

The study aims to explain the practices of productive waqf management, development, and utilisation by waqf managers in Islamic boarding schools in Maros Regency. This is a qualitative study. The research design is field research. The results of this study indicate that: The management of productive endowments at the Raudaturrasyidin DDI Cambalagi Islamic boarding school is categorised as unproductive with insignificant income growth due to irregular harvests throughout the year. The realisation of the utilisation of profits from productive endowment income at the Raudaturrasyidin DDI Cambalagi Islamic Boarding School. Meanwhile, the management of productive endowments at the Nurul Ikhwan Islamic Boarding School through the boarding school canteen is categorised as productive with a significant increase in income. Meanwhile, the management of productive endowments at the Nahdlatul 'Ulum Islamic Boarding School through the mini market Aminah demonstrates productive management of productive endowments on endowed assets, namely the Mini Market Aminah, which is categorised as moderately productive with significant income growth from May to December 2023 and May to December 2024. Each portion of the income from productive endowments at the three boarding schools has a designated allocation for utilisation. On the other hand, development aspects are not being implemented at the pond managed by the al-Irsyad Foundation.
Analisis Status Anak Angkat dan Anak Temuan serta Implikasinya dalam Perspektif Hukum Islam Wati, Widya; Hasan, Hamzah; Shuhufi, Muhammad
Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Kajian Interdisipliner Hukum dan Pemikiran Islam
Publisher : Pusat Studi Hukum Islam (PSHI) YPI Shafal 'Ulum Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/alqawanin.v2i1.10

Abstract

Regenerasi merupakan salah satu tujuan perkawinan, namun tidak semua pasangan dapat memiliki keturunan. Untuk mengatasinya, salah satu jalan yang ditempuh adalah mengangkat anak, baik anak angkat yang memiliki nasab jelas maupun anak temuan yang terlantar. Dalam praktiknya, sering terjadi penyamaan kedudukan anak angkat dan anak temuan dengan anak kandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status hukum anak angkat dan anak temuan serta implikasinya dalam hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menelaah literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkatan anak diperbolehkan untuk tujuan pemeliharaan, pendidikan, dan pembiayaan hidup anak selama tidak memutus nasab dengan orang tua kandung. Sementara itu, memelihara anak temuan hukumnya fardhu kifayah, bahkan dapat menjadi fardhu ain jika kondisi anak membahayakan. Implikasi hukumnya terbatas pada hubungan pemeliharaan tanpa menciptakan hubungan nasab, kemahraman, maupun kewarisan.
The Controversy Of Hisab and Rukyat in Determining the Islamic Calendar in the Modern Era Contemporary Jurisprudence Approach: Kontroversi Hisab dan Rukyat dalam Penentuan Kalender Islam di Era Modern Pendekatan Fikih Kontemporer Muhammad Akbar Herman; Qadir Gassing; Muhammad Shuhufi
Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Syamilah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui Kelebihan dan Kekurangan antara Hisab dan Rukyat dan Konsepsi Titik Temu Hisab dan Rukyat di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan:  Kelebihan metode hisab yaitu mampu menentukan posisi bulan secara akurat tanpa terpengaruh oleh kondisi cuaca seperti mendung atau kabut. Dengan hisab, dapat diketahui waktu terjadinya ijtimak dan posisi bulan di atas ufuk. Sedangkan Rukyat sesuai dengan tuntunan dalam al-Qur'an dan hadis, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan untuk melihat hilal sebagai tanda awal bulan baru. Kekurangan metode hisab yaitu metode ini hanya mengandalkan perhitungan matematis tanpa memperhatikan apakah hilal benar-benar terlihat di langit, yang bisa menjadi sumber kontroversi. Sedangkan rukyat sangat bergantung pada kondisi cuaca seperti kabut, hujan, dan debu dapat menghambat pengamatan hilal, mengurangi kecerahan, dan mengaburkan citra hilal, PBNU maupun PP Muhammadiyah menunjukkan bahwa ijtihad ilmiah dan penyesuaian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan adalah penting. Kerjasama dan dialog antara kedua metode, baik hisab maupun rukyat, dapat membantu mencapai kesepakatan yang lebih baik dalam penetapan waktu-waktu penting dalam Islam, sambil tetap menghormati tradisi dan prinsip-prinsip syariat,  kehadiran pemerintah sebagai lembaga pemersatu dalam penetapan awal bulan Hijriyah sangatlah penting untuk menjaga kesatuan umat, menerapkan prinsip maslahah, serta menciptakan kepatuhan hukum dan ketertiban sosial.
Pembagian Harta Waris pada Masyarakat Awo’: Perspektif Hukum Kewarisan Islam Alwi, Mujahid; Shuhufi, Muhammad; Amin, Abd. Rauf Muhammad
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i8.4045

Abstract

Inheritance in Islam has principles, procedures, and things that need to be fulfilled. The division of inheritance must be done fairly and transparently to avoid inheritance disputes. However, in Indonesia, the customary inheritance system has been used since long ago and has become a tradition, but most people already understand how the Islamic inheritance system works. The purpose of this discussion is to examine the inheritance distribution system in the awo' community, from the perspective of Islamic law. This research is qualitative research. The data collection method used in this research is by conducting field observations, interviews, and literature review. This research emphasizes the division of inheritance property in awo' society. This research aims to find out how the application of the division of inheritance property in awo' society from the perspective of Islamic law and customary law. In addition, this research also aims to find out the advantages and disadvantages that exist in the application of the inheritance system.
Co-Authors A, Abriansyah Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Wahid Haddade Afia Hafizah Ali, Zezen Zainul ALMUNAWIR, MUHAMMAD RAHMAN Alwi, Mujahid Amir, Nurhikma Anita Chaturvedi Annisa Y Febrianti Ardi, Muh Zaitun Arip Purkon Asrul Asrul Azman Azman B, Jalaluddin Bakri, Muammar Barsihannoor, Barsihannoor Batara, A Muhammad Diah Okta Viani Dinul Fitrah Mubaraq Dwi Sumardianti Fatimah Halim Fatma Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fauzi, Muhammad Rezky Firdayanti firman muhammad arif Fitrya Ninggi Gunawan Gunawan Gurfatil Amin Hafizah, Afiah Halim, Patimah Hamzah Hasan Hamzah Hasan Haq, Aisyah Maulidatul Haq Hasan, Hamza Ikram, Muhammad Furqanul Ilham, Ade Ihwana Iqbal, Nabiha Amaliyah Ismail Alibas Jufri Kadafi, Muh. Kadir, Muh. Awaluddin Kurniawan, Muhammad Zuhud Lisa Anriani Lomba Sultan M, Misbahadduin M, Misbahuddin M.Nur, Nainunis Maghudi, Muhammad Imam Marilang Meilani Misbahuddin Misbahuddin Muammar Bakry Mubarak, Muhammad Hilal Muh. Arif Muhammad Akbar Herman Muhammad Qadaruddin Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Yunus, Muttaqien Mujahid Alwi Muliaty Amin Musdalifah Musdalifah N, Nurhasmi Nur, Muhammad Azhar Nurahmad Nurfadilah Kasman Nurfania, Andi Elvira Nurjannah Nurjannah N, Nurjannah Nurlina Nursalam Nursalam Nurwijayanti P, Patimah Patimah Qadir Gassing R, Riska Radhiah Tulhidayah Radhiah Tulhidayah Rafiq Rachman N. L. Lewonamang Rahma Amir Rahmadani, Nur Fitri Rahmawati Rizka, Husnul Rohim, Muhammad Yusuf Nur Rusdin Sabri Samin Saiyed Amar Ahmad Salsabila, Shabrina Syifa Samsidar Jamaluddin Shuhufi, Nadyatul Hikmah Sumardianti, Dwi Summa, Summa Syafa’at, Andi Airiza Rezki Usman Jafar Widya wati Wulandari, Ulfah Yunita Zainuddin, Zainuddin