Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KOLABORASI ETNOMATEMATIKA JAWA DAN MADURA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PENALARAN ALJABAR SISWA Indraswari, Nur Fitriyah; Aini, Kurratul; Azis, Abd.; Sa'baniyah, Widadatus; Qamariyah, Siti; Nurrahman, Jihat
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.13855

Abstract

The low level of students’ algebraic reasoning in solving problems on solid geometry material and the limited integration of cultural values in mathematics learning became the background of this study. This research aims to describe the implementation of the collaboration of Javanese–Madura ethnomathematics in lesson study–based mathematics learning and to examine its effect on the algebraic reasoning of students at MIS Al-Maarif Bungah Gresik. The study employed a mixed-method approach with a sequential mixed methods strategy, in which quantitative data were analyzed in the first phase and qualitative data in the second phase. The research instruments consisted of lesson study observation sheets, interviews, and an algebraic reasoning test based on the indicators of understanding problems, making generalizations, forming general algebraic expressions, and solving problems. The sample consisted of 30 fifth-grade students at MIS Al-Maarif Bungah Gresik selected through purposive sampling. Quantitative data were analyzed using n-gain and paired sample t-test, while qualitative data were analyzed using thematic descriptive techniques from observations and interviews. The quantitative findings showed an average pretest score of 50.37 and a posttest score of 78.80, with an n-gain value of 0.646 (moderate category). The paired sample t-test resulted in tcount = 38.961 > ttable= 1.690, indicating a significant difference between the pretest and posttest results. The qualitative findings revealed an increase in students’ enthusiasm and conceptual understanding, along with a need for continuous practice in the generalization indicator. In conclusion, the collaboration of Javanese–Madura ethnomathematics in lesson study–based learning has a positive effect on students’ algebraic reasoning. These findings imply that the lesson study–based Javanese–Madura ethnomathematics collaboration can be applied practically to improve elementary school students’ algebraic reasoning.
Dynamics of Socio-Economic and Cultural Changes on Agribusiness Institutions in Oil Palm Development Areas in West Sulawesi Province, Indonesia Azis, Abd.; Rauf, Rusdiaman; Pajala, Semuel
Advances in Management & Financial Reporting Vol. 4 No. 1 (2026): October - January
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/amfr.v4i1.699

Abstract

Purpose: This study aims to examine the role of agribusiness institutions in shaping socio-economic and cultural changes among oil palm smallholders in West Sulawesi, Indonesia, and to assess the involvement of government and private companies in supporting smallholder farmers’ economic improvement within the nucleus–plasma partnership system. Research Method: A qualitative descriptive-analytic approach was applied. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, involving smallholders, managers of agribusiness institutions, private-sector actors, and relevant government agencies. Thematic analysis was conducted through data reduction, presentation, and conclusion drawing, with triangulation across multiple sources to ensure validity. Results and Discussion: The findings reveal that agribusiness institutions have not significantly influenced smallholders’ economic levels. Limited government and private sector participation have restricted access to capital, technology, and market information. Despite this, smallholders’ independent cultivation of oil palm has improved household income and driven cultural transformation, shifting traditional farming practices toward more modern, market-oriented practices. Implications: Strengthening agribusiness institutions through active collaboration between government, private companies, and farmers is essential for sustainable development and equitable benefits. Policy measures should focus on capacity building, facilitating access to finance, technology transfer, and market integration. Further research is recommended to explore effective models of institutional intervention and to assess the long-term socio-economic and cultural impacts of agribusiness support on smallholder communities.
Ekonomi Sirkular Berbasis Teori U untuk Pengelolaan Sampah Plastik di Desa Ngadimulyo Sulistyowati, Enik; Syawaludin, Makhfud; Azis, Abd.; Yusuf, Yusuf; Suadi, Suadi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r82kes74

Abstract

Sampah plastik menjadi permasalahan lingkungan mendesak di Indonesia, di mana 4,9 juta ton dari total 7,8 juta ton sampah plastik per tahun tidak terkelola dengan baik (World Bank, 2021). Di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, kondisi ini diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat, terbukti hanya 100 dari 600 KK yang aktif dalam sistem pengelolaan sampah desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk membangun sistem pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular sekaligus mengubah pola pikir masyarakat secara mendasar melalui pendekatan Teori U (Presencing Theory). Metode pelaksanaan mengintegrasikan lima fase Teori U – co-initiating, co-sensing, presencing, co-creating, dan co-evolving, dengan pelatihan teknologi tepat guna, lokakarya reflektif, dan pendampingan berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan tiga inovasi produk bernilai ekonomi: (1) ecobrick dari sampah plastik non-organik, (2) kompos dari limbah dapur rumah tangga, dan (3) bata ekologis dari abu sisa pembakaran sampah. Terbentuknya unit Bank Sampah Plastik Desa membuktikan terjadinya transformasi pola pikir masyarakat dari paradigma linier "gunakan-buang" menuju kesadaran sirkular yang menempatkan sampah sebagai sumber daya ekonomi. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 11 dan 12 tentang komunitas berkelanjutan serta pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
ANALISIS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER JUJUR DAN DISIPLIN SISWA KELAS V SD MUHAMMADIYAH 3 MAKASSAR Annasyia A, Dini; Azis, Abd.; Syahrir, Musdalifah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4793

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam menumbuhkan karakter jujur dan disiplin pada siswa kelas V SD Muhammadiyah 3 Makassar. Internalisasi nilai karakter melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila merupakan elemen fundamental dalam pembentukan integritas moral generasi penerus bangsa, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi terstruktur, angket berskala Likert, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas V dan sebelas siswa yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber dan metode untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila telah dilaksanakan dengan kategori sangat baik, ditunjukkan oleh skor observasi keseluruhan sebesar 94,4% pada aspek penanaman karakter jujur dan 94,4% pada aspek karakter disiplin. Melalui tiga strategi utama—pembelajaran terintegrasi, keteladanan guru, dan pembiasaan berkelanjutan—guru berhasil menanamkan nilai kejujuran dan kedisiplinan secara efektif. Hasil angket mengonfirmasi dominasi kategori "selalu" pada indikator kejujuran akademik (48,1%) dan disiplin terhadap aturan (43,2%). Hambatan yang ditemukan bersumber dari faktor eksternal, khususnya kurangnya konsistensi pembiasaan di lingkungan keluarga dan pengaruh penggunaan teknologi digital. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya pendekatan terpadu antara sekolah, guru, dan orang tua dalam membangun karakter yang berkelanjutan.