Pernikahan dini masih marak terjadi di Indonesia, yang menimbulkan berbagai tantangan kesehatan dan sosial. Kedewasaan yang dibutuhkan untuk menikah tidak hanya mencakup kesiapan biologis, tetapi juga kesiapan psikologis, sosial, mental, dan spiritual. Pernikahan dini memiliki dampak negatif bagi kaum muda dan generasi mendatang. Mengingat kaitannya yang erat dengan tradisi budaya setempat, pencegahan pernikahan dini memerlukan kerja sama yang sinergis antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada remaja mengenai bahaya pernikahan dini dan kesehatan reproduksi, serta mengedukasi mengenai hubungan antara pernikahan dini dan stunting pada remaja Masjid Al Muhajirin, Pangkalan Jati Cinere Depok. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan terhadap pernikahan dini dan sebagai strategi konvergensi untuk pencegahan stunting pada remaja. Program ini terdiri dari tiga tahap yaitu pengumpulan data, konseling/sosialisasi, dan evaluasi. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan postest untuk mengukur pemahaman peserta mengenai risiko pernikahan dini dan pencegahan stunting. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai risiko pernikahan dini serta hubungannya dengan stunting. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat di kalangan kelompok remaja dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencegah pernikahan dini dan mengurangi prevalensi stunting dalam jangka panjang.