Claim Missing Document
Check
Articles

Use of Abbreviations and Acronyms in Instagram Account @Aniesbaswedan Luqman Muflihul Muniyf; Hilda Hilaliyah; Chadis Chadis
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.102 KB) | DOI: 10.30998/jh.v5i2.768

Abstract

The purpose of this study was to determine the number of abbreviations and acronyms used on the Instagram account @aniesbaswedan. The research method used is descriptive qualitative. The instrument used is in the form of an analytical table that is compiled based on the concepts of abbreviations and acronyms contained in Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). The research technique used is content analysis technique. The data obtained is then classified according to the specified indicators. The results showed that the total findings were 98 findings consisting of abbreviations as many as 55 findings or 56% and acronyms 43 findings or 44% of the total 100%. The use of abbreviations is more widely used by admins than acronyms in informing the public.Keywords: Abbreviations, Acronyms, Instagram Accounts
The Ability to Understand Indonesian Language Equivalents Among Private Universities Students in Jakarta Hilda Hilaliyah; Fajar Kurniadi; Tanti Dwi Oktaviany
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.827 KB) | DOI: 10.30998/jh.v5i1.616

Abstract

This study aims to determine the ability of students to understand the Indonesian equivalent in using Indonesian vocabulary. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results of this study are the low use of Indonesian equivalent words among students, it is proven that at least 98% of respondents hear and use the word Laundry more often than the word penatu. In addition, there is a lack of habituation to the use of equivalent words in the academic environment and society. This is evidenced by several words that are closely related to the academic environment and people still use words in foreign languages, even though their equivalent words have been found and socialized.Keywords: Word Match, Indonesian Language, Student. 
Sosialisasi Padanan Kata Bahasa Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19 di Karang Taruna Melati (Karamel) RW 017 Graha Indah, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi Hilda Hilaliyah; Heppy Atmapratiwi; Fajar Kurniadi
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v2i1.91

Abstract

Pemuda Karang Taruna Melati (Karamel) RW 017 Graha Indah, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, termasuk kaum milenial yang kreatif dan cukup memiliki peranan penting di wilayahnya. Kreativitas mereka dapat dikemas dengan tetap mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia pada setiap kegiatan. Permasalahan mitra yang didapatkan berdasarkan data di lapangan bahwa para pemuda tersebut belum sepenuhnya memahami padanan kata bahasa Indonesia untuk istilah-istilah asing yang muncul pada pandemi covid-19. Untuk itu, solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan sosialisasi atau penyuluhan kepada para anggota karang taruna adalah tentang padanan kata bahasa Indonesia untuk istilah-istilah asing yang muncul pada pandemi covid-19. Kegiatan ini dilakukan dengan metode daring yang meliputi: Wawancara via daring untuk pengambilan data awal (survei awal) dan ceramah plus, saat pelaksanaannya dengan menggunakan aplikasi zoom meeting. Adapun hasil yang dicapai dalam kegiatan Sosialisasi Padanan Kata Bahasa Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19 di Karang Taruna Melati (Karamel) RW 017 Graha Indah, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, yaitu: 1) Para peserta dapat memahami hakikat kecintaan terhadap bahasa indonesia dan padanan istilah. 2) Para peserta mengetahui padanan istilah bahasa Indonesia untuk kata-kata seperti rapid test (uji cepat), lockdown (karantina wilayah), face shield (pelindung wajah), suspect (terduga), dan survivor (penyintas). 3) Para peserta dapat membiasakan diri menggunakan kata-kata atau istilah bahasa Indonesia yang berkaitan dengan masa pandemi covid-19. Berdasarkan hasil yang dicapai, simpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu: 1) Para peserta antusias dan puas terhadap kegiatan yang dilakukan tim pelaksana. 2) Para peserta mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi terkait padanan istilah bahasa Indonesia.
Upaya Baru Peningkatan Literasi Milenial: Studi Fenomenologi Album di Belantara Kata Karya Band Ruangbaca Hilda Hilaliyah; Mintowati Mintowati; Mulyono Mulyono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3178

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Pertama, untuk mendeskripsikan fenomenologi Band Ruangbaca yang berupaya untuk mengampanyekan atau meningkatkan budaya literasi. Kedua, fenomena budaya literasi dalam kumpulan lirik lagu pada Album di Belantara Kata yang terdiri dari sebelas lagu oleh Ruangbaca. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah teknik baca-catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada fenomena upaya mengampanyekan atau meningkatkan budaya literasi di masyarakat melalui lagu. 2) latar belakang terciptanya lirik lagu dalam Album di Belantara Kata sangat berpengaruh dengan upaya mereka meningkatkan minat literasi masyarakat dengan penggunaan kata perpustakaan, buku, manusia, dan hubungan diantara ketiganya.
Cyber-Bahasa-Sastra pada Aplikasi di Playstore sebagai Model Pembelajaran Bahasa-Sastra Mutakhir Hilda Hilaliyah; Bambang Yulianto; Syamsul Sodiq; Haris Supratno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3617

Abstract

Berbagai model pembelajaran bahasa-sastra mutakhir terus dikembangkan saat ini dengan mengombinasikan perkembangan teknologi pada era digital. Salah satunya adalah cyber-bahasa-sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan gambaran terkait cyber-bahasa-sastra pada aplikasi di playstore sebagai model pembelajaran bahasa mutakhir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis isi ditemukan; Pertama banyak tersedia aplikasi pengembangan bahasa dan sastra yang menyediakan berbagai karya. Aplikasi tersebut antara lain, Wattpad, WebNovel, NovelToon, Innovel, AllNovel, Fizzo Novel dan masih banyak lagi. Kedua, penulis menemukan bahwa aplikasi-aplikasi yang tersedia dan dapat diunduh di playstore tersebut dapat dijadikan model pembelajaran bahasa mutakhir dalam hal ini model pembelajaran Cyber-Bahasa-Sastra karena menggunakan teknologi internet dalam penyebaran karya seperti novel, puisi, cerpen, serta prosa lainnya. Penulis mengatakan dapat menjadi model pembelajaran bahasa mutakhir berbasis Cyber-Bahasa-Sastra karena memungkinkan pengembangan bahasa dan sastra indonesia dengan empat indikator yaitu penulis, pembaca, apresiasi karya, kritik karya.
Wacana Rayuan Gombal Komik Meme Dian (Komedi): Saat Penyair Nge-Gombal (Kajian Pragmatik) Lulu' Ur Rohmah; Hilda Hilaliyah; Bambang Sumadyo
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i2.634

Abstract

Penelitian ini membahas terkait penggunaan bahasa dalam Komik Meme Dian (KOMEDI): Saat Penyair Nge-Gombal yang ditulis oleh seorang dosen perguruan tinggi swasta di kota Padang, yaitu Putri Dian Afrinda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah wacana rayuan gombal yang terdapat pada komik meme Dian tersebut dengan kajian pragmatik. Dalam pragmatik, wacana rayuan gombal ini termasuk wacana humor yang nonbonafide. Nonbonafide merupakan wacana yang tidak serius. Berikutnya, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan data penelitian ini diperoleh dari komik cetak. Data dianalisis dengan metode padan referensial, teknik analisis komponensial, dan metode padan pragmatis. Hasil analisis pada Komik Meme Dian (Komedi): Saat Penyair Nge-Gombal (kajian Pragmatik) dihasilkan 47 temuan rayuan gombal. Temuan tersebut terbagi menjadi 6 bagian, yaitu wacana rayuan gombal dengan bentuk lawakan plesetan 17 data, melapropis 3 data, silap lidah 2 data, jargon 3 data, estetis 7 data, dan konotatif 15 data. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa komik meme Dian terbukti menggunakan wacana rayuan gombal. Wacana rayuan gombal tersebut paling banyak berupa bentuk plesetan, sedangkan yang sedikit adalah silap lidah. Hal ini dikarenakan membuat rayuan gombal dalam bentuk plesetan lebih mudah karena cukup dengan cara mengetahui sifat dari benda di sekitar dengan begitu mudah diplesetkan untuk merayu dibandingkan dengan silap lidah yang mempermainkan kata dengan cara disilapkan.
Substitusi dalam Novel Kembara Rindu Karya Habiburrahman El Shirazy dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Darni, Darni; Hilaliyah, Hilda; Agustin, Yulia
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 6, No 3 (2023): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/diskursus.v6i3.19574

Abstract

Kesantunan Berbahasa pada Remaja di TBM TPQ Al Hidayah Kota Depok Muzaki, Ahmad; Hilaliyah, Hilda; Chadis, Chadis
Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Jurnal PKM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v7i3.22759

Abstract

Repetisi dalam Cuitan Twitter Ernest Prakasa Kajian: Analisis Wacana: Repetition in Ernest Prakasa's Tweets Study: Discourse Analysis Aprilia, Bella Rizki Aprilia; Hilaliyah, Hilda; Ahmad, Mirza Ghulam
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v7i1.19130

Abstract

Ernest Prakasa adalah seorang pelawak tunggal atau komika, aktor, penulis, presenter, dan sutradara asal Indonesia. Ernest Prakasa seringkali menulis atau memberikan argumentasinya dalam media sosial Twitternya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas tentang penggunaan Repetisi dalam Cuitan Ernest Prakasa. Repetisi merupakan adanya unsur pengulangan yang mengulang unsur yang terdapat pada kalimat atau kata di depannya. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber dalam penelitian ini adalah media sosial Twitter, sedangkan yang menjadi data dalam penelitian ini adalah repetisi yang terkandung dalam Cuitan di Twitter Ernest Prakasa Juli-Desember 2022. Data dikumpulkan dengan metode simak dan Teknik catat. Analisis data dilakukan melalui tahapan: (1) membacadan mengidentifikasi Cuitan Twitter Ernest Prakasa yang menggunakan repetisi; (2) menginterpretasi kata, frasa, maupun kalimat yang mengandung repetisi dan mengklasifikasinnya; (3) menganalisis repetisi; dan (4) menyimpulkan seluruh hasil interpretasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam Cuitan yang dibuat di media sosial Twitter Ernest Prakasa menggunakan repetisi.
Teks Prosedur pada Kemasan Produk Makanan dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Setiawati, Sulis; Hilaliyah, Hilda; Lapasau, Merry
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v7i2.2490

Abstract

Teks prosedur merupakan teks paparan yang bertujuan memberikan penjelasan tentang cara melakukan sesuatu. Teks ini sangat diperlukan oleh seseorang yang hendak melakukan suatu kegiatan dan belum jelas langkah-langkahnya. Dengan membaca teks prosedur, orang-orang dapat menggunakan alat atau melakukan langkah-langkah suatu kegiatan dengan cara yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur teks prosedur pada kemasan produk makanan dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian  yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data berupa teks prosedur yang dianalisis adalah teks petunjuk yang terdapat dalam kemasan produk makanan cepat saji. Jumlah teks yang dijadikan data adalah 20 teks. Diperoleh dalam rentang waktu November 2022 sampai dengan Januari 2023. Setiap teks prosedur dianalisis dengan memperhatikan strukur pembentuk teks prosedur dan aspek kebahasaan yang terdapat dalam teks prosedur. Berdasarkan hasil analisis dari aspek struktur teks prosedur, struktur ke-20 teks tidak lengkap. Pada teks hanya tertulis langkah-langkah berupa kalimat perintah yang disusun secara sistematik dan tidak tertulis pengantar pernyataan atau tujuan dan daftar bahan atau peralatan. Terdapat 16 teks prosedur yang disertai gambar pada setiap tahapnya sehingga dapat membantu pemahaman pembaca atau konsumen. Kemudian dari aspek tinjauan kebahasaan, ditemukan ciri-ciri kebahasaan teks prosedur yaitu berupa penggunaan kalimat perintah, kata perintah, kata penghubung yang menyatakan urutan waktu, kata-kata penunjuk waktu, kata-kata yang menyatakan urutan langkah kegiatan, dan kata-kata teknis yang sesuai dengan temanya. Selanjutnya temuan dalam kajian ini adalah fakta bahwa sebagian besar teks prosedur yang terdapat pada kemasan makanan masih kurang memperhatikan kaidah penulisan bahasa Indonesia, seperti penggunaan tanda baca, penulisan huruf, dan penulisan istilah asing. Kata Kunci: teks prosedur; kemasan produk makanan; pembelajaran bahasa Indonesia