Claim Missing Document
Check
Articles

Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Kesantunan Berbahasa Kurniadi, Fajar; Hilaliyah, Hilda; Hapsari, Sangaji Niken
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v2i1.1023

Abstract

 Language is a self-reflection. The more polite the language is used, reflects politely in thought and action. However, polite and polite language in action is not easy to apply, especially for those who are still at an early age. This is also supported by the abundance of language use in the educational environment. The habit of using polite language should start early and need the maximum support from various environments, including the educational environment. The community service activities are done by growing the language-friendly culture in the school by doing counseling.The purpose of this activity is to provide understanding and understanding of the citizens of the school importance of language politeness. By using polite language, the learning climate in the school will be conducive to focus on the learning objectives, one of which is character education. This activity is a problem solving as well as an alternative to create a peaceful learning environment and support teaching and learning activities. The characters that can be trained with the use of polite language are faithful and devoted, tolerance, love the homeland, discipline, cooperation, solidarity, honesty, exemplary, and love the truth.  Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Kesantunan Berbahasa.
Upaya Baru Peningkatan Literasi Milenial: Studi Fenomenologi Album di Belantara Kata Karya Band Ruangbaca Hilaliyah, Hilda; Mintowati, Mintowati; Mulyono, Mulyono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3178

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Pertama, untuk mendeskripsikan fenomenologi Band Ruangbaca yang berupaya untuk mengampanyekan atau meningkatkan budaya literasi. Kedua, fenomena budaya literasi dalam kumpulan lirik lagu pada Album di Belantara Kata yang terdiri dari sebelas lagu oleh Ruangbaca. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah teknik baca-catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada fenomena upaya mengampanyekan atau meningkatkan budaya literasi di masyarakat melalui lagu. 2) latar belakang terciptanya lirik lagu dalam Album di Belantara Kata sangat berpengaruh dengan upaya mereka meningkatkan minat literasi masyarakat dengan penggunaan kata perpustakaan, buku, manusia, dan hubungan diantara ketiganya.
Cyber-Bahasa-Sastra pada Aplikasi di Playstore sebagai Model Pembelajaran Bahasa-Sastra Mutakhir Hilaliyah, Hilda; Yulianto, Bambang; Sodiq, Syamsul; Supratno, Haris
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3617

Abstract

Berbagai model pembelajaran bahasa-sastra mutakhir terus dikembangkan saat ini dengan mengombinasikan perkembangan teknologi pada era digital. Salah satunya adalah cyber-bahasa-sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan gambaran terkait cyber-bahasa-sastra pada aplikasi di playstore sebagai model pembelajaran bahasa mutakhir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis isi ditemukan; Pertama banyak tersedia aplikasi pengembangan bahasa dan sastra yang menyediakan berbagai karya. Aplikasi tersebut antara lain, Wattpad, WebNovel, NovelToon, Innovel, AllNovel, Fizzo Novel dan masih banyak lagi. Kedua, penulis menemukan bahwa aplikasi-aplikasi yang tersedia dan dapat diunduh di playstore tersebut dapat dijadikan model pembelajaran bahasa mutakhir dalam hal ini model pembelajaran Cyber-Bahasa-Sastra karena menggunakan teknologi internet dalam penyebaran karya seperti novel, puisi, cerpen, serta prosa lainnya. Penulis mengatakan dapat menjadi model pembelajaran bahasa mutakhir berbasis Cyber-Bahasa-Sastra karena memungkinkan pengembangan bahasa dan sastra indonesia dengan empat indikator yaitu penulis, pembaca, apresiasi karya, kritik karya.
Potret Penggunaan Bahasa di Kantor Palang Merah Indonesia Jakarta Selatan: Kajian Lanskap Linguistik Hilaliyah, Hilda; Chadis, Chadis; Ahmad Muzaki; Aditya Rahman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3762

Abstract

Lanskap Linguistik (LL) telah menjadi bidang penelitian yang cukup dinamis. Semua kajiannya berfokus pada pemakaian bahasa di ruang publik. Hal tersebut tidak terkecuali sebuah kantor pemerintahan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penggunaan bahasa Indonesia dalam lanskap linguistik di Kantor Palang Merah Indonesia Jakarta Selatan (KPMIJS). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa gambar visual dikumpulkan dengan cara dipotret dan didokumentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama, bahwa monolingual berbahasa Indonesia sebanyak 47%, merupakan situasi kebahasaan yang dominan ditemukan pada penggunaan bahasa di KPMIJS, disusul oleh monolinguistik Bahasa Inggris sebanyak 35%, dan bilingualistik bahasa Indonesia dan bahasa Inggris hanya 18%. Kedua, bentuk bahasa yang paling banyak digunakan adalah kata sebesar 34%, kalimat sebesar 34%, disusul oleh frasa yaitu 24%, dan wacana yaitu 8%. Ketiga, kesalahan penggunaan bahasa kerap ditemukan di area publik. Bentuk kesalahan berbahasa bahasa di KPMIJS dikarenakan salah tik (typo), penggunaan kata tidak baku, dan beberapa kesalahan berbahasa lainnya. Keempat, KPMIJS masih-masing bahasa memiliki fungsi, salah satu yang terbanyak adalah berfungsi sebagai pemberi petunjuk sebanyak 50%. Hal ini karena ada banyak sekat dan ruang di PMI olehnya petunjuk tertulis sangat dibutuhkan, terutama bila tidak ada orang untuk bertanya sesuatu, karenanya petunjuk lokasi, petunjuk tempat, petunjuk ruangan sangat penting. Selain itu, fungsi bahasa sebagai sumber informasi dan imbauan turut menghiasi di KPMIJS. Hal ini karena pengunjung yang datang ke KPMIJS, baik untuk mendonorkan darah maupun mencari darah sangat membutuhkan informasi, misal di mana harus mendaftar, bertanya (posko pengaduan), dan sebagainya. Selanjutnya, fungsi bahasa imbauan biasanya berisi perintah atau larangan kepada pengunjung.
Pengutamaan Bahasa Indonesia: Suatu Langkah Aplikatif Anto, Puji; Hilaliyah, Hilda; Akbar, Taufiq
El Banar : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 1 (2019): El Banar : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : STAI Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.692 KB) | DOI: 10.54125/elbanar.v2i1.21

Abstract

Terkait bahasa Indonesia, saat ini, belum ada komitmen yang kuat dari para penuturnya untuk menempatkan bahasa Indonesia pada tempat paling utama. Faktanya, perilaku berbahasa oleh penutur bahasa Indonesia cenderung negatif. Hal itu dibuktikan oleh beberapa fakta bahwa eksistensi bahasa Indonesia terancam oleh penggunaan bahasa asing. Terlihat di beberapa instansi pemerintah, swasta, dan tempat-tempat tertentu menggunakan bahasa asing tanpa menyandingkan dengan bahasa Indonesia, apalagi bahasa daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengejawantahkan peraturan tentang kebahasaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang melibatkan peneliti sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah ada sebelas hal kewajiban penggunaan bahasa Indonesia yang dituangkan dalam poster. Simpulan dari penelitian yang telah dilakukan meliputi fakta dari sikap berbahasa penutur bahasa Indonesia yang cenderung negatif. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah langkah inovatif untuk mengubah perilaku atau sikap berbahasa tersebut. Langkah inovatif yang dilakukan, yaitu dengan melakukan membuat poster yang berisi tentang kewajiban penggunaan bahasa Indonesia. Kata kunci: Pengutamaan, bahasa Indonesia, aplikatif
Sosialisasi Padanan Kata Bahasa Indonesia Bidang Komputer dalam Upaya Meningkatkan Kecintaan Terhadap Bahasa Indonesia Hilaliyah, Hilda
Welfare : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Welfare : June 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/welfare.v1i2.557

Abstract

Indonesian people often use foreign terms in everyday life, one of which is a term in the field of computing. The combination of advances in computer technology and communication technology has given rise to new terms in this field because the terms used are terms in a foreign language. Transferring the terms of the field of science into Indonesian must be done so as not to cause problems. However, in reality, there are still many people who have not received information related to this matter. The solution offered is for the Community Service Implementation Team to provide socialization about the Equivalence of Indonesian Language Computer Terms in Increasing Love for the Indonesian Language at Karang Taruna RT 011 RW 03, Bangka, South Jakarta. The method used in carrying out community service is online. The results achieved are the creation of an understanding of partners related to Indonesian Equivalent Words in the Field of Computers (PAKABAIN BIKOM). In addition, the outputs generated from this activity are in the form of socialization posters and videos.
Implementasi Slogan Badan Bahasa Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Dan Kuasai Bahasa Asing di AM Educenter, Depok, Jawa Barat Ahmad Khoiril Anam; Hilaliyah, Hilda; Ismail Bambang Subianto; Muhammad Dandi
Keris: Journal of Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2024): KERIS: Journal of Community Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/keris.v4i2.1182

Abstract

The existence of Indonesian language needs to be promoted. This is in line with the slogan of Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing. However, in reality, the implementation related to the slogan of the Language Agency has not been fully implemented in AM Educenter RT 01, RW 03, Meruyung, Limo, Depok, West Java. The solution offered is that the Implementation Team provides an alternative implementation of the slogan Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing in the form of posters and the like which are installed at AM Educenter as a form of love for Indonesian. The method used in the implementation of community service is face-to-face (offline) by complying with health protocols. The results achieved are the creation of understanding in partners regarding the implementation of the slogan Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing and the installation of posters as a form of implementation of the slogan.
Komparasi Lanskap Linguistik Wilayah Entikong dan Tebedu sebagai Potret Negosiasi Identitas di Perbatasan Indonesia-Malaysia Hilaliyah, Hilda; Setiawati, Sulis; Muzaki, Ahmad; Anam, Ahmad Khoiril; Rahman, Fauzi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8382

Abstract

Tebedu (Malaysia) as a form of representation of identity negotiation in the Indonesia-Malaysia border area. The method used in this study is qualitative with a descriptive-comparative type of research. The data collection was carried out through participatory observation and visual documentation carried out in the Entikong area, Sanggau Regency, West Kalimantan and Tebedu, Sarawak State, Malaysia. The collected data were then analyzed based on Landry & Bourhis' linguistic landscape concept which consists of informational and symbolic functions of linguistic markers of public space. The results showed that the linguistic landscape in Entikong represented symbolic messages such as nationalism, anti-corruption and anti-drug campaigns, hero honor, and the strengthening of the rupiah currency. In contrast, the linguistic landscape in Tebedu displays symbolic messages in a more limited form through directional markers, usage instructions, appeals, prohibitions, local cultural icons, and local political slogans. This difference confirms that Entikong makes language a means of state ideology, while Tebedu positions the language of the public space as a means of functional communication. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan lanskap linguistik di wilayah Entikong (Indonesia) dan Tebedu (Malaysia) sebagai bentuk representasi negosiasi identitas di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-komparatif. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi visual yang dilakukan di wilayah Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dan Tebedu, Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Data yang terkumpul kemudian dianalisis berdasarkan konsep lanskap linguistik Landry & Bourhis yang terdiri atas fungsi informatif dan simbolis terhadap penanda linguistik ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap linguistik di Entikong merepresentasikan pesan simbolik seperti nasionalisme, kampanye anti-korupsi dan anti-narkoba, penghormatan pahlawan, serta penguatan mata uang Rupiah. Sebaliknya, lanskap linguistik di Tebedu menampilkan pesan simbolik dalam bentuk lebih terbatas melalui penanda-penanda petunjuk arah, petunjuk penggunaan, imbauan, larangan, ikon budaya lokal, dan slogan politik setempat. Perbedaan ini menegaskan bahwa Entikong menjadikan bahasa sebagai sarana ideologi negara, sementara Tebedu memosisikan bahasa ruang publik sebagai sarana komunikasi fungsional.
Situasi Kebahasaan di Situs Marunda Rumah Si Pitung: Tinjauan Lanskap Linguistik Hilda Hilaliyah; Lulu' Ur Rohmah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan situasi kebahasaan dalam lanskap linguistik Museum Jakarta Situs Marunda Rumah Si Pitung, mengidentifikasi jenis bahasa yang digunakan untuk menjelaskan benda bersejarah, dan memberikan konteks budaya yang relevan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menciptakan komunikasi efektif kepada pengunjung dari berbagai wilayah, baik dalam maupun luar Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi, yaitu dengan alat bantu menggunakan kamera telepon seluler. Data dianalisis dengan teknik simak catat dan triangulasi untuk memeriksa keabsahan data. Triangulasi tersebut menggunakan sumber, metode, peneliti, dan teori yang digunakan untuk memperkuat analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi kebahasaan di Situs Marunda Rumah Si Pitung meliputi monolingual, bilingual, dan multilingual. Situasi monolingual cukup mendominasi penggunaannya, yaitu dengan menggunakan bahasa Indonesia dan kombinasi bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris atau bahasa Betawi muncul dalam konteks bilingual. Penggunaan multilingual menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa daerah, seperti Lampung, Minangkabau, dan Jawa yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia.