Articles
Evaluasi Laporan Keberlanjutan Sektor Perbankan Atas Standar Global Rerporting Initiative (GRI) 200: Pendekatan Analisis Konten
Chaerani, Eva Yunadia;
Juliyanto, Dwi;
Firmansyah, Amrie
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54957/jolas.v4i2.740
Isu berkelanjutan semakin marak digaungkan di seluruh dunia. Terkait dengan hal tersebut, aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh berbagai organisasi perlu mempertimbangkan dampak lingkungan maupun sosial yang dihasilkan. Global Reporting Initiative (GRI) Standar 200 mencakup kerangka kerja yang digunakan perusahaan dalam melaporkan kinerja ekonomi dari perusahaan termasuk kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten-konten dalam laporan keberlanjutan perusahaan yang terkait dengan pengungkapan GRI 200 kinerja ekonomi. Penelitian ini menggunakan data berupa laporan keberlanjutan pada lima perusahaan sektor perbankan tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis berupa analisis konten. Secara umum, seluruh perusahaan yang dijadikan sampel telah menyajikan pengungkapan terkait GRI 200 kinerja keuangan. Namun demikian, tidak semua item pengungkapan yang ada dalam standar GRI 200 diungkapkan oleh perusahaan. Perusahaan maupun OJK selaku pembuat kebijakan pada sektor perbankan perlu lebih memfokuskan pada penerapan standar GRI agar laporan keberlanjutan dapat lebih berguna bagi pembaca dan pemangku kepentingan.
Green Intellectual Capital Dan Green Human Resource Management: Pendekatan Scoping Review
Heryana, Dadi;
Huda , Muchammad Nurul;
Firmansyah, Amrie
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54957/jolas.v4i3.741
Penelitian ini bertujuan untuk mengulas implementasi Green Intellectual Capital (GIC) dan Green Human Resource Management (GHRM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan scoping review. Data penelitian berupa artikel jurnal penelitian yang berkaitan dengan GIC dan GHRM diperoleh dari berbagai situs indeksasi penelitian yang selanjutnya dilakukan analisis dengan melakukan sintesis terhadap penelitian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konsep GIC terdiri dari 3 aspek yakni Green Human Capital (GHC), Green Structural Capital (GSC), dan Green Relational Capital (GRC). Sementara itu, konsep GHRM merupakan praktik organisasi yang ramah lingkungan yang dapat dipraktikkan pada beberapa tahapan manajemen SDM seperti proses rekrutmen, proses pelatihan, dan proses manajemen kinerja. GIC memiliki implikasi pada peningkatan kinerja keberlanjutan dan keunggulan kompetitif organisasi, sedangkan GHRM berimplikasi pada terciptanya budaya organisasi hijau yang ramah terhadap lingkungan dan sosial. Penelitian berkontribusi dalam memberikan ringkasan berbagai penelitian yang telah dilakukan terkait praktik dan implikasi GIC dan GHRM di level internasional.
Green Infrastructure Framework: Sebuah Strategi Pembangunan Infrastruktur Hijau Nasional
Heryana, Dadi;
Firmansyah, Amrie
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54957/jolas.v4i2.742
Pembangunan infrastruktur tidak hanya memiliki dampak positif melainkan juga memiliki dampak negatif khususnya terhadap lingkungan, maka perlu adanya strategi yang mengarah pada mitigasi dampak negatif serta untuk menyediakan infrastruktur hijau yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana potensi penerapan Green Infrastructure Framework dapat digunakan sebagai strategi dalam pembangunan infrastruktur hijau di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif berupa scoping review dari berbagai penelitian yang mengulas tentang pembangunan infrastruktur dan infrastruktur hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Green Infrastructure Framework dapat menjadi strategi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur hijau nasional sebagai upaya untuk mengurangi dampak negatif dari pembangunan infrastruktur terhadap lingkungan dengan mengadopsi framework tersebut ke dalam berbagai kebijakan atau regulasi dalam pembangunan infrastruktur. Saran bagi penelitian berikutnya dapat melakukan analisis lebih teknis yang melibatkan berbagai macam disiplin ilmu berkaitan dengan lingkungan agar dapat dianalisis secara lebih mendalam dan mampu memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih teknis kepada pembuat kebijakan.
Pembiayaan Hijau: Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan Demi Mencapai Net Zero Emission
Pratama, Bintang Adi;
Firmansyah, Amrie
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54957/jolas.v4i1.743
Pembiayaan hijau ditujukan untuk mendorong pelaku usaha agar mengalihkan proses bisnisnya menuju proses bisnis yang rendah karbon dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan potensi penerapan pembiayaan hijau di Indonesia, dengan mengacu pada praktik pembiayaan hijau yang telah berlaku di beberapa negara di dunia. Selain itu, penelitian ini juga mengulas mengenai potensi penurunan emisi karbon melalui penerapan pembiayaan hijau, dengan cara memetakan hubungan penerapan pembiayaan hijau dan penurunan jumlah emisi karbon pada beberapa negara yang telah melaksanakan praktik pembiayaan hijau. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik content analysis serta teknik scoping review yang berasal dari buku, artikel dalam jurnal internasional, serta working paper. Studi ini menyimpulkan bahwa Indonesia berpotensi menurunkan jumlah emisi karbon melalui implementasi pembiayaan hijau yang ekstensif dan inklusif dengan melakukan benchmarking kepada negara-negara yang telah menerapkan pembiayaan hijau seperti Korea Selatan dan Singapura. Adapun bentuk kebijakan pembiayaan hijau yang dapat dilakukan meliputi pemberian pinjaman hijau (green loan), penerbitan obligasi hijau (green bonds), pembentukan dana khusus berupa State-Owned Environmental Fund, dan bantuan keuangan bagi sektor industri dengan kinerja pengelolaan lingkungan yang baik/ramah lingkungan. Selain itu, hasil penelitian di beberapa negara menunjukan bahwa penerapan pembiayaan hijau berperan secara signifikan dalam menurunkan jumlah emisi karbon. Implementasi pembiayaan hijau akan mendorong perusahaan, pelaku usaha, serta masyarakat untuk dapat beralih kepada produk/kegiatan yang bersifat ramah lingkungan demi mendapatkan insentif.
Pelaksanaan Program Green Village Dengan Optimalisasi Penggunaan Dana Desa Untuk Tujuan Berkelanjutan
Fahrizal, Akbar;
Firmansyah, Amrie
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54957/jolas.v4i4.768
Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan program Desa Hijau di Indonesia masih banyak di temukan. Desa Hijau merupakan salah satu upaya dalam mencapai “Indonesia Hijau” sesuai dengan amanat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1 Tahun 2012 tentang Program Menuju Indonesia Hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara konsep green village dan dana desa yang dimiliki oleh otoritas desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data penelitian ini menggunakan data sekunder berupa literatur-literatur terdahulu sebagai dasar analisis dalam penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dana desa dapat menjadi pendorong dalam penerapan konsep green village di desa di Indonesia. Pengelolaan dana desa yang memiliki konsep keberlanjutan juga dapat dijadikan sebagai capaian bagi suatu pemerintahan desa dengan menggunakan konsep insentif atas pencapaian target. Namun, pelaksanaan dana desa saat ini belum mengarah pada konsep keberlanjutan. Belum adanya peraturan yang mewajibkan program green village ini secara nasional, menjadikan dana desa tidak memiliki urgensi untuk digunakan terhadap kegiatan berkelanjutan.
Apakah Perizinan Berdampak Pada Keberlanjutan Perusahaan Kelapa Sawit?
Dewi, Cynthia Atika;
Siagian, Maria Florensia;
Firmansyah, Amrie
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54957/jolas.v4i4.778
Indonesia merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Permasalahan perizinan tentunya menjadi sorotan utama dalam pendirian perusahaan kelapa sawit. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, yang biasa dikenal dengan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), pemerintah mewajibkan setiap perusahaan kelapa sawit memiliki sertifikasi ISPO sebagai bentuk perizinan dan jaminan bahwa praktik produksi telah mengikuti prinsip dan kaidah berkelanjutan. Permasalahan mengenai perizinan membawa dampak negatif bagi perusahaan karena memicu terjadinya konflik kepentingan dengan masyarakat, pemerintah, dan permasalahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas hubungan antara permasalahan perizinan perusahaan kelapa sawit dan keberlanjutan perusahaan kelapa sawit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari artikel jurnal ilmiah. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode scoping review. Analisis dilakukan dengan menghubungkan informasi data sekunder terkait isu keberlanjutan sosial dengan perizinan perkebunan kelapa sawit di Indonesia serta kaitannya dengan Global Reporting Initiative (GRI) standard. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara permasalahan perizinan perusahaan kelapa sawit dengan isu keberlanjutan sosial. Perusahaan kelapa sawit yang mengabaikan isu keberlanjutan sosial akan menimbulkan dampak negatif terhadap keberlanjutan perusahaan di masa mendatang.
Managerial Ability, Earnings Management and Fair Value Accounting: Does Debt Policy Matter?
Cahyani, Ana Dwi;
Firmansyah, Amrie
Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol 10, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Accounting Departement Economics and Business Faculty Syiah Kuala University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jdab.v10i1.27544
This study examines the impact of managerial ability and earnings management on fair value accounting. It also examines debt policy as a moderator in the relationship between the tested variables. The data was a panel data collected from infrastructure, utility, and transportation companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The samples are 20 companies selected using purposive sampling and period of study is 5 years (2016 to 2020). Using multiple linear regression analysis, this study found that managerial ability is positively associated with fair value accounting, while earnings management is not associated with fair value accounting. Furthermore, debt policy strengthens the positive effect of managerial ability on fair value accounting, but it does not moderate the relationship between earnings management and fair value accounting. This study is an extension of previous research by placing a more complex role of managers in examining fair value accounting, which contributes to the financial accounting literature.
Cash Holding, Leverage, Political Connections, and Earnings Quality:The Moderating Role of Corporate Social Responsibility
Amin, Rashidi;
Firmansyah, Amrie
Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol 10, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Accounting Departement Economics and Business Faculty Syiah Kuala University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jdab.v10i1.26552
This study aims to examine the influence of cash holding, leverage and political connections (CSR) on earnings quality. In addition, the moderating role of corporate social responsibility in the relationship between the variables also examined. Data were collected from financial statements and sustainability reports of Indonesian manufacturing companies, listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Data were derived from the Indonesian stock exchange website and the company's official website. Using purposive sampling method, 424 firm-year observations between 2017 and 2020 were analyzed using multiple linear regression analysis for panel data. The results of this study reveal that cash holding is negatively associated with earnings quality, while leverage is positively associated with earnings quality, and political connections are not associated with earnings quality. Furthermore, CSR does not have a role in weakening the negative effect of cash holding, leverage and political connections on earnings quality.
Financial Reporting Quality, Tax Avoidance, Debt Maturity, and Investment Efficiency: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility Disclosure
Sukarno, Riandi Satria;
Firmansyah, Amrie;
Jadi, Pramuji Handra;
Fasita, Eta;
Febrian, Wahyudi;
Sismanyudi, Deddy
Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol 9, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Accounting Departement Economics and Business Faculty Syiah Kuala University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jdab.v9i1.23676
This research investigates the influence of financial reporting quality, tax avoidance, and debt maturity on investment efficiency in Indonesia. This study also examines the role of corporate social responsibility disclosure as a moderating variable. Samples of manufacturing companies listed in Indonesia between 2014 and 2019 were selected (414 observations). Using panel regression, this study unveiled a positive effect of financial report quality, while a negative effect of tax avoidance and debt maturity on investment efficiency. Corporate social responsibility disclosure fails to moderate the impact of financial report quality and tax avoidance on investment efficiency. In contrast, corporate social responsibility disclosure strengthens the influence of debt maturity on investment efficiency. This study suggests that the Indonesian Tax Authority needs to improve its supervision on Indonesian companies to suppress tax avoidance by companies that may reduce investment efficiency.
Market Response to Companies Sustainability Disclosure and Environmental Performance in Indonesia
Ihsani, Masayu Annisa;
Firmansyah, Amrie;
Estutik, Riska Septiana
Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol 8, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Accounting Departement Economics and Business Faculty Syiah Kuala University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jdab.v8i2.21630
This study aims to examine the impact of sustainability disclosure and environmental performance on market performance. Population of this study is non-financial companies listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) from 2015 to 2019. Samples are 32 companies that participated in KLHK PROPER award (or 160 observations). Using multiple linear regression for panel data, this study found that sustainability disclosure is not associated with market performance, while environmental performance is positively associated with market performance. This study indicates that the Indonesia Financial Services Authority and the Ministry of Environment and Forestry need to improve the quality of policies related to sustainability used by companies in the Indonesian Capital Market.