Articles
ANALISIS KESESUIAAN LAHAN PERKEBUNAN TEBU DI KABUPATEN BENER MERIAH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI
Rima Savira;
Novia Zalmita
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.448 KB)
|
DOI: 10.24815/jpg.v7i1.23597
Provinsi Aceh memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dan perkebunan, salah satunya perkebunan tebu. Kabupaten Bener Meriah terdapat sekitar 2.431 Ha area perkebunan tebu selebihnya mencakup perkebunan kopi, jika dibandingkan yang paling besar menunjang perekonomian Kabupaten Bener Meriah adalah komoditas kopi sedangkan untuk perkebunan tebu hanya sebagian kecil masyarakat yang menanamnya. Oleh sebab itu, diperlukan analisis dan evaluasi kesesuaian lahan di Kabupaten Bener Meriah agar penggunaan lahan untuk perkebunan tebu dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Analisis kesesuaian lahan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi SIG yaitu dengan melakukan analisis overlay dan matching pada parameter-parameter kesesuaian lahan seperti curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, tekstur tanah dan temperatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa 0,23% dari seluruh wilayah Kabupaten Bener Meriah yang sesuai untuk perkebunan tebu yaitu Kecamatan Pintu Rime Gayo di Desa Pantan Lah, sedangkan 90,01% wilayah Kabupaten Bener Meriah tergolong tidak sesuai sebagai lahan perkebunan tebu.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SISTEM ZONASI DI SMA NEGERI SE KOTA BANDA ACEH
Ulfa Jazila;
Daska Azis;
Novia Zalmita
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (552.888 KB)
|
DOI: 10.24815/jpg.v6i2.23737
The zoning system acceptance of new students was determined based on the administrative area of the sub-district, while the existence of senior high school in Banda Aceh City was not evenly distributed in each sub-district. The formulation of the problem in this study is how to implement the policy of the new student admissions program in the zoning system in senior high school in Banda Aceh City? The purpose of the study was to determine the implementation of the zoning system for new student admissions program policies in senior high school in Banda Aceh. This research uses descriptive quantitative method. The population in this study were all Public High Schools in Banda Aceh. Sampling using purposive sampling technique, which is based on the criteria of schools that apply the zoning system acceptance of new students and accredited. Data collection using a questionnaire with the Guttman scale. The research instrument was declared valid and reliable. It was concluded that the implementation of policy on the zoning system acceptance of new students at the Banda Aceh City Senior High School was generally well implemented, supported by good communication between several parties involved, sufficient and competent resources, the characteristics of program implementers who are able to commit themselves to carrying out their duties and a flexible bureaucratic structure
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS LESSON STUDY LEARNING COMMUNITY (LSLC) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X SMAN 1 MUARA TIGA KABUPATEN PIDIE
Zul Usrati;
Fitriani Yulianti;
Novia Zalmita;
Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keadaan pendidikan saat ini masih didominasi oleh guru sehingga menyebabkan keterlibatan peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran masih kurang. Untuk itu diperlukan model yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yaitu salah satunya penerapan model pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik; (2) Aktivitas guru dan peserta didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMAN 1 Muara Tiga Kabupaten Pidie yang berjumlah 22 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar pre-test dan post-test, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1) Ketuntasan individual pada siklus I 45,4% menjadi 72,7% pada siklus II dan 86,3% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Aktivitas guru dan peserta didik dari 4 aktivitas yang sesuai pada siklus I menjadi 7 aktivitas pada siklus II dan 9 aktivitas pada siklus III. 3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dari skor 2,6% (kategori baik) pada siklus I menjadi 2,87% (kategori baik) pada siklus II dan 2,91 (kategori baik) pada siklus III. (4) Respon peserta didik yang berisi 10 pertanyaan, peserta didik menjawab “ya” sebanyak 87.7% maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kolaboratif berbasis LSLC dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik.
Tingkat pemahaman Masyarakat Dalam Mengelola Sampah di Gampong Jojo Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie
Niskiya Niskiya;
Novia zalmita
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jpg.v8i1.24183
Pemahaman masyarakat dalam mengelola sampah sangat diperlukan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan. Permasalahan yang timbul di Gampong Jojo adalah kebiasaan masyarakat yang tidak mengelola sampahnya dengan baik sehingga menyebabkan banjir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat dalam mengelola sampah. Parameter dalam pengelolaan sampah adalah pemilahan, pewadahan, pengangkutan dan pembuangan akhir. Penelitan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Penelitian dilakukan di Gampong Jojo Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie pada Bulan Oktober 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di Gampong Jojo yang berjumlah 1221 jiwa dengan sampel 43 orang yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes objektif benar-salah dengan teknik pengolahan data persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tingkat pemahaman masyarakat dalam pengelolaan sampah termasuk pada kategori baik sekali sebanyak 26 responden (60,4%), baik 13 responden (30,2%) dan cukup 4 responden (9,4%).
The Effect of Cooperative Learning Model of The Type Inside Outside Circle and The of Bamboo Dancing On Student’s Learning Outcomes
Zalmita, Novia;
Indani, Dita
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 30, No 1 (2021): : JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial): June 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jpis.v30i1.27406
One of the efforts that can be done to achieve the learning objectives is by applying a learner-centered learning model such as the inside outside circle type cooperative learning model and the bamboo dancing type. Thus, this study aims to see the effect of the type of cooperative learning model inside outside circle and type of bamboo dancing on learning outcomes. The population in this study were students of class VIII SMPN 6 Banda Aceh. Sampling was done by purposive sampling technique by taking only two classes. The research method uses a quantitative approach with the type of experimental research design, none equivalent groups pretest-posttest design. Data were collected through the provision of multiple-choice tests to students. The results showed that tcount tTable (3.48 1.67). Thus Ha is accepted, so it can be concluded that the learning outcomes of students who are taught using the Inside Outside Circle learning model are better than the Bamboo Dancing learning model.
DAMPAK PARIWISATA ECOVILLAGE TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA DAMARAN BARU KABUPATEN BENER MERIAH
Imannisa, Nurul;
Zalmita, Novia
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jpg.v9i2.31627
Ecovillage adalah Desa berbudaya lingkungan dimana masyarakatnya mampu mengelola lingkungannya sesuai dengan kaidah keberlanjutan meliputi konservasi, pemanfaatan dan pemulihan lingkungan. ecovillage sebagai bentuk interaksi manusia terhadap lingkungan untuk mencapai kehidupan berkelanjutan dan lestari. Kegiatan pengembangan Desa berbudaya lingkungan (Ecovillage) di Desa Damaran Baru Kecamatan Timang Gajah dimaksudkan masyarakat mengetahui, memahami dan menguasai persoalan, potensi dan kebutuhan kawasan sekitar, masyarakat sekitar dapat menjadi alternatif pemecahan masalah yang relatif mudah dilaksanakan secara swadaya (partisipati). Dengan adanya penerapan konsep ecovillage di Desa Damaran Baru Kecamatan Timang Gajah dapat terlihat perilaku masyarakat dalam mewujudkan lingkungan lebih baik, gotong royong masyarakat mulai terbentuk, adanya rasa dan sikap yang mandiri melalui swadaya masyarakat. Tujuan saya adalah menganalisis dampak signifikan dari segi ekonomi terhadap masyarakat desa Damaran baru tersebut, setelah menjadikan desa tersebut desa wisata alam atau ecovillage.Kata Kunci: Ecovillage, lingkungan hidup, ekonomi.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Selai Belimbing Wuluh Sebagai Produk Kuliner Kreatif
Zalmita, Novia;
Mahbengi, Putri Ayu;
Nurjannah, N;
Nursani, N;
Husna, Raudhatul;
Jannah, Rauzatul;
Muliawan, Renof;
Awalunnisa, Ria;
Muliani, Riska;
Anggayani, Rizki Panca;
Nurrohmah, N
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v12i2.6660
Masakan khas di Indonesia sering menjadi kuliner kreatif yang sangat diminati oleh masyarakat lokal maupun nasional. Namun kuliner kreatif tersebut masih diperlukan inovasi agar tetap dapat bersaing di pasar lokal. Salah satu kuliner kreatif adalah pemanfaatan olahan belimbing wuluh. Pada masyarakat Aceh, belimbing wuluh sering dijadikan bumbu masakan yang dikenal dengan asam sunti. Melihat melimpahnya belimbing wuluh di Aceh, membuat masyarakat lebih aktif dan dapat mengolahnya menjadi jenis kuliner kreatif lainnya seperti selai belimbing wuluh. Kegiatan pengabdian ini terfokus pada memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan selai belimbing wuluh kepada masyarakat Gampong Neuheun. Hal ini dilakukan untuk menambah wawasan masyarakat Gampong Neuhen terhadap pemanfaatan belimbing wuluh, mengetahui cara mengembangkan produk selai belimbing wuluh yang berkualitas dan diminati konsumen, meningkatkan nilai tambah buah belimbing wuluh, memperkenalkan selai belimbing wuluh sebagai alternatif produk olahan buah di pasar dan membangun minat para masyarakat untuk mengembangkan belimbing wuluh. Kegiatan pengabdian ini mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. Mereka berpendapat bahwa alat bahan dan proses pembuatan selai belimbing wuluh tergolong ekonomis dan praktis karena menggunakan bahan-bahan yang ada disekitar tempat tinggal dan proses pembuatan yang sangat mudah dipraktikkan. Melalui kegiatan ini masyarakat Gampong Neuheun dapat teredukasi dengan baik terhadap manfaat dan cara pengolahan belimbing wuluh menjadi kuliner kreatif
Pelatihan Pengelolaan Sampah Sebagai Gaya Hidup Berkelanjutan dan Mitigasi Perubahan Iklim
Diah, Husna;
Yulianti, Fitriani;
Jummi, Cut Vita Rajiatul;
Furqan, M. Hafizul;
Zalmita, Novia;
Desfandi, Mirza;
Azis, Daska;
Islami, Zukya Rona
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v4i6.1968
Permasalahan sampah menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim, karena pengelolaannya yang kurang optimal dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat, khususnya siswa, dalam mengelola sampah secara efektif sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif, meliputi observasi, mediasi, penyampaian materi pelatihan, praktik pembuatan kompos, pemilahan sampah dan diskusi serta evaluasi kegiatan penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan sekolah. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang dampak sampah terhadap perubahan iklim dan cara pengelolaannya. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa metode yang digunakan efektif dalam membangun kesadaran dan memotivasi peserta untuk berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Pelatihan ini berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 13 (Tindakan terhadap Perubahan Iklim). Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan berbagai pihak khususnya sekolah untuk menciptakan ekosistem yang mendukung penerapan gaya hidup berkelanjutan secara konsisten.
Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pelatihan Pembuatan Ecoenzim di SMPN 1 Baitussalam Aceh Besar
Furqan, Muhammad Hafizul;
Azis, Daska;
Diah, Husna;
Gadeng, Ahmad Nubli;
Zalmita, Novia;
Yulianti, Fitriani;
Desfandi, Mirza;
Zaki, Ammar;
Kamza, Muhjam
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Catimore: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56921/cpkm.v4i1.296
Problems related to the lack of public understanding about how to process organic waste into something useful and highly useful are problems faced by the general public in environmental conservation. This community service aims to educate waste management and ecoenzyme making training targeting students in schools. and make direct practice on how to process it correctly. Community service is carried out at SMPN 1 Batussalam. Participants in this training activity are all students. The forms of community service activities are socialization, waste management education and ecoenzyme making training. The results of the Ecoenzyme community service are natural liquids resulting from the fermentation of organic waste such as sugar or molasses, fruit or vegetable waste, and water (AC waste, rainwater, tap water) which can be used in many ways and become goods that have high utility value. The manufacturing process takes 3 months with materials from organic waste residue. The equipment needed such as containers, teleman knives and duct tape. Community service suggestions are to provide more intensive socialization to the community about the use of waste so that it has economic value
Tingkat Pemahaman Kompetensi Guru Pada Mahasiswa Pendidikan Geografi Sebagai Calon Guru Geografi
Novia Zalmita
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 21 No. 1 (2020): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jsi.v21i1.1101
One that influences human resource indicators is education. The teacher is a profession as a job of academic specialization in a relatively long time in college. Understanding related to teacher competence is very important to have by a prospective teacher because it can affect the quality of performance as a professional teacher. The teacher's competence is known as pedagogic, professional, social and personality competencies. The issue in this study is how the competency of the teacher of the Department of Geography Education FKIP Unsyiah as a prospective teacher of geography? The purpose of this study was to determine the competence of teachers in the Department of Geography Education FKIP Unsyiah as prospective geography teachers. Quantitative description approach is used in this study to find answers to the issue. The population in this study were students of the Department of Geography Education FKIP Unsyiah class of 2015 and 2016 who had been declared to have passed the Micro Teaching and Magang Kependidikan 3 course totaling 50 people. Because the population is small and can be reached, the determination of the sample using total sampling techniques so that the sample in this study is the whole population. Data collection is done by distributing test questions to respondents. The data was analyzed using the descriptive statistics percentage formula. The results of the study indicate that the level of teacher competence of Geography Education Department students as prospective teachers is in the moderate category, namely as many as 22 respondents (44%). A total of 12 respondents (24%) were in the high category, 15 respondents (30%) were in the low category and 1 respondent (2%) were in the very low category.