Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECING, ORGANIZING, REFLECTING DAN EXTENDING)TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS PADA SISWA SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Savira, Rima; Zalmita, Novia; Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 3 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i3.24249

Abstract

Materi geografi merupakan suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur yang sangat berkaitan dengan penerapan berpikir kritis dalam memecahkan suatu masalah. Guru geografi di SMA Negeri 11 Banda Aceh masih belum menerapkan model pembelajaran yang berkaitan dalam berpikir kritis dalam pemecahan masalah. Oleh sebab itu, diperlukan adanya penerapan model CORE untuk berfokus pada siswa dalam berpikir kritis untuk memecahkan masalah.Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana pengaruh model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Negeri 11 Banda Aceh. Maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Negeri 11 Banda Aceh.Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian ini berjumlah 24 siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan tes esai. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan nilai rata-rata pre-test = 53,42 dan nilai rata-rata post-test = 75,12 dengan uji-t diperoleh t tabel = 2,01 dan t hitung = 11,87. Berdasarkan nilai t hitung dan t tabel diketahui bahwa t hitung t tabel sehingga Ha diterima. Oleh karena itu, menunjukkan bahwa model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) berpengaruh terhadap berpikir kritis pada siswa SMA Negeri 11 Banda Aceh.Kata Kunci:Pengaruh,CORE, Berfikir Kritis
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI KONFLIK GAJAH DENGAN MANUSIA DI GAMPONG COT NURAN KECAMATAN KEUMALA KABUPATEN PIDIE Nazariah, .; Zalmita, Novia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 8, No 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v8i3.20668

Abstract

Konflik antara gajah dengan manusia terjadi karena banyak habitat yang berubah menjadi lahan perkebunan dan permukiman masyarakat. Sehingga konflik gajah dengan manusia dapat menimbulkan kerugian bagi manusia maupun gajah terus terjadi. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah partisipasi masyarakat dalam menanggulangi konflik gajah dengan manusia di Gampong Cot Nuran Kecamatan Keumala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat patisipasi masyarakat dalam menanggulangi konflik gajah dengan manusia di Gampong Cot Nuran Kecamatan Keumala. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Gampong Cot Nuran sebanyak751 jiwa, dengan sampel 42 responden menggunakan teknik purposive sampling.Dengan metode analisis deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam menanggulangi konflik gajah dengan manusia. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket kepada responden berdasarkan delapan tangga partisipasi Arnstein sehingga dapat dikategorikan menjadi 3 tingkatan partisipasi, yaitu tinggi, sedang dan rendah. Data diolah dengan menggunakan statistik deskriptif sederhana. Hasil penenlitian menunjukan partisipasi masyarakat berada pada posisi sedang dan tinggi. Persentase tertinggi berada pada tahan pendelegasian (79,17%) dan kemitraan (73,81%) termasuk dalam kategori tinggi sedangkan persentase terendah berada pada tahapan konsultasi (38,09%) termasuk dalam kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat Gampong Cot Nuran ikutserta berpartisipasi dalam menanggulangi konflik gajah dengan manusia di KecamatanKeumala Kabupaten Pidie.Kata Kunci:Partisipasi, Masyarakat, Konflik Gajah
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN EFIKASI DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA Miranda, Riza; Zalmita, Novia; Rajiatul, Cut Vita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i2.23398

Abstract

Kematangan karir mahasiswa tidak dihasilkan oleh satu faktor. Dukungan sosial dan efikasi diri adalah dua faktor yang kerap dipandang sangat berpengaruh terhadap karir seseorang. Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan adalah kematangan karir calon pekerja kedepannya dan mahasiswa harus memiliki kematangan karir, agar memperoleh keberhasilan dan kepuasan dalam bekerja Atas dasar itu, penelitian ini hendak mengetahui apakah terdapat hubungan dukungan sosial dan efikasi diri dengan kematangan karir pada mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan hubungan dukungan sosial dan efikasi diri dengan kematangan karir pada mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala angkatan 2018 sebanyak 55 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner/angket. Berdasarkan penelitian dapat dilihat dari hasil penghitungan yang didapatkan melalui persamaan regresi ganda yaitu = 29,06 + (-0,27) + 0,45. Sedangkan secara parsial tingkat hubungan antara dengan Y yaitu -0,328 (sangat rendah) kemudian dengan Y adalah sebesar 0,473 (sedang). Berdasarkan persamaan tersebut diketahui bahwa variabel bebas dukungan sosial memberikan pengaruh negatif terhadap variabel terikat. Uji signifikansi yang dapat dilihat pada hasil penghitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan Uji F diperoleh nilai = 11,384 sedangkan nilai = 3,17 sehingga (11,384) (3,17) yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima atau terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial (X1) dan efikasi diri (X2) dengan kematangan karir (Y).Kata Kunci: hubungan dukungan sosial, efikasi diri, kematangan karir.
HUBUNGAN KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN AKTIVITAS BEKERJA DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP USK Ichsani, Wildan; Zalmita, Novia; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i2.23306

Abstract

ABSTRAKTingkat keberhasilan suatu proses pendidikan geografi yaitu dengan melihat tingkat pencapaian hasil belajar mahasiswa melalui indeks prestasi kumulatif. Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor internal yaitu keaktifan berorganisasi dan aktivitas bekerja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan berorganisasi dan aktivitas bekerja dengan hasil belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi FKIP USK. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk hubungan keaktifan berorganisasi dan aktivitas bekerja dengan hasil belajar mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP USK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Jurusan Pendidikan Geografi FKIP USK angkatan 2018-2020. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling, jumlah sampel 136 responden. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi ganda dan Uji korelasi Spearman Rank. Beradasarkan hasil pengolahan dan pembahasan maka dapat diambil simpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan berorganisasi dan aktivitas bekerja dengan hasil belajar mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP USK. Hubungan keaktifan berorganisasi dan hasil belajar yaitu 0,06. Hubungan aktivitas bekerja dan hasil belajar yaitu -0,08. Berdasarkan besar nilai hubungan tersebut, keaktifan berorganisasi dan aktivitas bekerja dengan hasil belajar memiliki hubungan sangat lemah.Kata kunci: hubungan, keaktifan berorganisasi, aktivitas bekerja, hasil belajar
HUBUNGAN LOCUS OF CONTROL DENGAN PROBLEM FOCUSEDCOPING PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Amirda, Nurul Fitri; Zalmita, Novia; Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i2.23301

Abstract

Students who take the thesis are required to be able to complete the thesis on time. In the drafting process students experience obstacles that cause these students to experience stress, so a coping strategy is needed to be able to solve these problems. Problem focused coping allows someone to plan or take action, and be ready to face all possibilities of the plan, so that the problems encountered can be solved. Factors that influence problem focused coping are personality characteristics including locus of control. This study aims to determine the relationship between locus of control and problem focused coping in students of the Geography Education Department at Syiah Kuala University. This study uses a quantitative approach and a type of correlational research. The population in this study were 62 students at the end of the Department of Geography Education at Syiah Kuala University. The sampling technique is the total population or total sampling. The data collection technique used in this study was a questionnaire. Data analysis techniques using simple correlation. Based on the results of statistical analysis it is known that the relationship between locus of control and problem focused coping is obtained by a simple regression equation Y = 92,27 + 0,22X which means that the independent variable has a positive influence on the dependent variable. The correlation coefficient of locus of control with problem focused coping is 0.18 which is very low, and the coefficient of determination () = 3,24%. The results of the significance test showed Fcount (2.16) Ftable (3.99) at a significance level of 5%, so H0 was accepted, meaning that there was no significant relationship between locus of control and problem focused coping in students of the Geography Education Department at Syiah Kuala UniveKeywords: Relationship, Locus of Control, Problem Focused Coping
HUBUNGAN KECERDASAN INTERPERSONAL DAN MOTIVASI BELAJAR INTRINSIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMAN UNGGUL ACEH TIMUR Najah, Safinatun; Aziz, Daska; Zalmita, Novia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i1.23132

Abstract

The subject of Geography aims to develop basic concepts related to spatial patterns, the utilization of natural resources, and the surrounding environment. However, at SMAN Unggul Aceh Timur, many students have low self-confidence despite having good academic achievement. This study aims to determine the relationship between interpersonal intelligence and intrinsic learning motivation with academic achievement among 11th-grade social science students in Geography. This study used a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of 24 students, and data were collected through questionnaires and analyzed using multiple regression analysis. The obtained regression equation was Y = 18.871 + 3.993X + 3.970X. The correlation coefficient between interpersonal intelligence and academic achievement was -0.335, while the correlation between intrinsic learning motivation and academic achievement was -0.340, both categorized as weak. The multiple correlation coefficient was 0.363, indicating a low relationship, with a determination coefficient of 13.2%, meaning that only 13.2% of the variation in academic achievement is influenced by interpersonal intelligence and intrinsic learning motivation, while 86.8% is affected by other factors. The hypothesis test results showed that Fcount (1.609) Ftable (3.47), meaning that H is accepted, indicating no significant relationship between interpersonal intelligence and intrinsic learning motivation with academic achievement in Geography among 11th-grade social science students at SMAN Unggul Aceh Timur. This suggests that other factors, such as teaching methods, learning environment, parental support, interests, and talents, have a greater impact on students' academic achievement. Further research is needed to explore more dominant factors influencing students' learning outcomes.
HUBUNGAN OPTIMISME DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI AKADEMIK PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Niskiya, .; Zalmita, Novia; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 9, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v9i1.23182

Abstract

Sebagai mahasiswa tingkat akhir tentu saja akan menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan yang disebabkan oleh pengerjaan skripsi, mulai dari menentukan tema, judul, sampel, alat ukur yang digunakan, kesulitan mendapatkan referensi serta hal lain yang merupakan proses dalam pengerjaan skripsi, sehingga banyak mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya karena mengalami kendala dalam penulisan skripsi, maka dari itu mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi membutuhkan ketahanan agar mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan dalam pengerjaan skripsi. Ketahanan tersebut biasa disebut dengan istilah resiliensi akademik. Optimise dan dukungan sosial merupakan faktor yang mempengaruhi resiliensi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan optimisme dan dukungan sosial dengan resiliensi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Jurusan Pendidikan Geografi yang berjumlah 81 mahasiswa dan sampel berjumlah 30 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik incidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik korelasi ganda dan uji signifikansi. Hasil penghitungan diperoleh persamaan regresi Y = 17,42 0,20X1 + 0,07X2 dan korelasi ganda sebesar 0,124 termasuk dalam kategori sangat rendah dengan koefisien determinasi sebesar 1,53 %. Nilai penghitungan signifikansi menunjukkan Fhitung (0,21) ftabel (3,35) pada taraf signifikansi 5% sehingga terima H0 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara optimisme dan dukungan sosial dengan resiliensi akademik pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE DENGAN TIPE PAIR CHECKS DAL Indah, Yuli Aulia; Azis, Daska; Zalmita, Novia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 7, No 2 (2022): MEI 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v7i2.33804

Abstract

Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang bersifat edukatif. Pada kegiatan pembelajaran guru harus mampu memilih model pembelajaran yang sesuai untuk menyajikan bahan pelajaran. Model pembelajaran merupakan konseptual yang menggambarkan prosedur sistematik agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik, menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. Setiap model pembelajaran pasti memiliki kelemahan dan kelebihan maka dari itu dalam mengajar dapat digunakan model yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Inside Outside Circle adalah model pembelajaran membentuk lingkaran kecil keluar dan lingkaran besar ke dalam, dimana setiap peserta didik yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan, sedangkan Pair Checks adalah model pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Inside Outside Circle lebih baik dari Tipe Pair Checks dalam pelajaran geografi Kelas X MAN 4 Aceh Besar? Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Inside Outside Circle dengan Tipe Pair Checks dalam pelajaran geografi Kelas X MAN 4 Aceh Besar. Dalam menjawab rumusan masalah digunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa X IPS yang berjumlah 43. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive, diambil dua kelas yaitu X IPS 1 sebanyak 21 peserta didik dan X IPS 2 sebanyak 22 peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes, yang kemudian diolah dengan menggunakan rumus uji-t dengan memenuhi syarat normal dan homogen. Hasil pengolahan data diperoleh nilai thitung ttabel sehingga H0 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan hasil belajar yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Inside Outside Circle sama dengan hasil dari Tipe Pair Checks dalam pelajaran geografi Kelas X MAN 4 Aceh Besar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS LESSON STUDY LEARNING COMMUNITY (LSLC) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X SMAN 1 MUARA TIGA KABUPATEN PIDIE Usrati, Zul; Yulianti, Fitriani; Zalmita, Novia; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i2.24696

Abstract

Keadaan pendidikan saat ini masih didominasi oleh guru sehingga menyebabkan keterlibatan peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran masih kurang. Untuk itu diperlukan model yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yaitu salah satunya penerapan model pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik; (2) Aktivitas guru dan peserta didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMAN 1 Muara Tiga Kabupaten Pidie yang berjumlah 22 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar pre-test dan post-test, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1) Ketuntasan individual pada siklus I 45,4% menjadi 72,7% pada siklus II dan 86,3% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Aktivitas guru dan peserta didik dari 4 aktivitas yang sesuai pada siklus I menjadi 7 aktivitas pada siklus II dan 9 aktivitas pada siklus III. 3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dari skor 2,6% (kategori baik) pada siklus I menjadi 2,87% (kategori baik) pada siklus II dan 2,91 (kategori baik) pada siklus III. (4) Respon peserta didik yang berisi 10 pertanyaan, peserta didik menjawab ya sebanyak 87.7% maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kolaboratif berbasis LSLC dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROPES (REVIEW, OVERVIEW, PRESENTANTION, EXERCISE, SUMMARY) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTA JANTHO Hayati, Sukma; Zalmita, Novia; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i4.15972

Abstract

Model pembelajaran ROPES merupakan salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meningkatkan kreatifitas kemampuan perorangan maupun kelompok dalam menyelesaikan persoalan, meningkatkan kemampuan kerjasama dalam kelompok melalui komunikasi yang efektif, serta mempresentasikan ide-idenya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar belajar peserta didik, aktivitas guru dan peserta didik, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kota Jantho berjumlah 21 peserta didik. Pengumpulan data dikumpulkan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pertama siklus I peningkatan persentase kelulusan indvidual sebesar 38%, selanjutnya siklus II berjumlah 76% dan dilanjutkan untuk siklus III sebesar 85%. Penghitungan persen kelulusan klasikal berjumlah 40% di siklus I, untuk siklus II terjadi peningkatan menjadi 70% dan untuk siklus III mengalami peningkatan sebesar 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan secara bertahap, terdapat enam aktivitas yang tepat di siklus I, terdapat tujuh kegiatan yang tercapai untuk siklus II, selanjutnya untuk siklus III terdapat sepuluh kegiatan yang tepat. Kemampuan guru untuk mengelolah proses belajar pada siklus I memiliki skor 2,45 berarti sedang, untuk siklus II memiliki skor 2,8 berarti baik, dan siklus III memperoleh skor 3,5 berarti baik. Peserta didik terhadap pembelajaran yang berisi 10 pertanyaan bahwa 95,3% menyatakan setuju., model pembelajaran ROPES membuat peserta didik mudah memahami materi dalam melakukan proses pembelajaran.
Co-Authors . Hasmunir . Hasmunir, . Abdul Wahab Abdi Abdul Wahab Abdi, Abdul Wahab Ahmad Nubli Gadeng ahmad yani Alamsyah Taher Alamsyah Taher, Alamsyah Amirda, Nurul Fitri Ammar Zaki Andika, Satria Anggayani, Rizki Panca Aprilia, Epa Awalunnisa, Ria Cut Vita Rajiatul Jummi Daska Azis Daska Aziz, Daska Diah, Husna Elvika Zuray Fitria, Ade Fitriani Yulianti Furqan, M Hafizul Furqan, M. Hafizul Furqan, M.Hafizul Furqan, Muhammad Hafizul Hasliza Putria Hayati, Sukma Humairah, Hanifah Husna Diah Husna Diah Husna, Raudhatul Ibnu Khattab Arza Ichsani, Wildan Imannisa, Nurul Inda Permata Sari Indah, Yuli Aulia Indani, Dita Irwan Dirgantara Islami, Wilda Nur Islami, Zukya Rona Izzati, Fatini Nur Jannah, Rauzatul Jummi, Cut Vita Rajiatul Keumala, Cut Lidya Natasya Listyo Yudha Irawan M. Hafizul Furqan M. Hafizul Furqan M. Okta Ridha Maulidian Mahbengi, Putri Ayu Maira Muliawati Maulidian, Muhammad Okta Ridha Miranda, Riza Mirza Desfandi Muhajirah Muhajirah Muhajirah, Muhajirah Muhammad Faizal Muhammad Hafizul Furqan Muhammad Hafizul Furqan Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Okta Ridha Maulidian Muhjam Kamza Muliani, Riska Muliawan, Renof Muridha, Nabila Najah, Safinatun Nazariah, . Nazariah, Nazariah Niskiya Niskiya Niskiya, . Novra Rizkia Nur Alifa, Siti Nurjannah, N Nurrohmah, N Nursani, N Nurul Izza Nurul Rahmah Desilia Prayogo, Bintang Aditya Purnomowati, Dyah Rahmani QURRATA AINI Rajiatul, Cut Vita Rayhani, Rayhani Rima Savira Riza Miranda Rizki, Mentarina Rosali, Ely Satiyasih Safrijal Safrijal, Safrijal Samudra, Muhammad Yorgi Sari, Inda Permata Satria Andika Saumi Baruna Savira, Rima Sopia, Nabila Sukma Hayati Ulfa Jazila Umi Sarah Harahap Usrati, Zul Wati, Julita Wilda Nur Islami Yanto, Indri Yulianti Fitriani Yuri Alvira Zul Usrati Zul Usrati Zulfan Zulfan Zuray, Elvika