Claim Missing Document
Check
Articles

Pengabdian Masyarakat melalui Sosialisasi Mini Bank Dalam Upaya Meningkatkan Minat Menabung Bagi Anak-Anak Di Desa Rancamulya Indramayu Diana Sari; Dian Antini; Didik Himmawan; Ibnu Rusydi
ENGAGEMENT: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Community Empowerment and Services
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/engagement.v1i1.1

Abstract

Pengabdian masyarakat melalui kegiatan sosialisasi mini bank dalam upaya meningkatkan minat menabung bagi anak-anak di Desa Rancamulya, merupakan program yang dibuat sebegai bentuk implementasi dari mata kuliah yang sudah dipelajari di Program Studi Perbankan Syariah Universitas Wiralodra Indramayu. Adapun tujuan dari pelaksanaan program ini yaitu untuk melatih anak-anak agar dapat membiasakan diri untuk menabung sejak usia dini dan mengetahui tentang bagimana cara bertransaksi yang benar. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini yaitu dengan Sosialisasi berupa penyampaian materi terkait mini bank, pentingnya menabung dan bertransaksi sesuai prinsip syariah. Kemudian di akhir kegiatan dilakukan pendataan bagi anak-anak yang ingin menjadi nasabah dan membuka rekening. Adapun pelaksanaan praktek menabung ini yaitu sejak sosialisasi dilaksanakan sampai dengan akhir pelaksanaan KKN Universitas Wiralodra dari tanggal 29 Juli sampai dengan 9 Agustus 2022. Dalam pelaksanaannya, respon audien atau sasaran sangat antusias, karena adanya ketertarikan bagi mereka untuk menjadi nasabah mini bank ini karena dalam kegiatannya seperti sebuah simulasi perbankan yang di khususkan untuk anak-anak. Mereka dapat menyimpan uang dengan besaran dana yang tidak ditentukan dan dapat menarik dana ketika nasabah membutuhkan. Adapun dari segi hambatan yang terjadi di lapangan salah satunya adalah usia anak-anak yang masih terlalu kecil, membuat kami harus memberikan pendampingan secara khusus dalam pelaksanaan sistem opeasional mini bank. Selain itu dari segi peralatan dan perlengkapan yang dimiliki masih manual, sehingga harus lebih teliti dan hati-hati agar setiap transaksi yang dicatat sama dengan bukti fisiknya (balance).
Meningkatkan Minat Baca Pada Anak-Anak Menggunakan Metode Story Book Reading Di Desa Kedokangabus Kabupaten Indramayu Moh. Fajrul Alfien; Didik Himmawan
ENGAGEMENT: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Community Empowerment and Services
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/engagement.v1i1.2

Abstract

Metode Story Book Reading adalah teknik bercerita dengan membacakan buku cerita.  Melalui kegiatan membaca, seseorang dapat mencari informasi, memperluas pengetahuan, memperkaya pengalaman, mengembangkan wawasan dan mempelajari segala sesuatu. Anak-anak Sekolah Dasar di Desa Kedokangabus masih banyak yang belum memahami pentingnya kegiatan membaca, sehingga membaca belum menjadi kegiatan rutin, bahkan menurut beberapa responden mengatakan bahwa anaknya hanya membaca buku ketika diberi tugas oleh guru, selebihnya mereka hanya bermain dengan teman, bermain gawai atau menonton televisi. Oleh karena itu, dalam salah satu kegiatan program pendukung KKN 2022 yang akan dilaksanakan di Desa Kedokan Gabus adalah kegiatan Meningkatkan Minat Baca pada Anak-anak di Desa Kedokangabus Menggunakan Metode Story Book Reading. Kegiatan ini akan dilaksanakan di ruang perpustakaan Desa Kedokangabus yang terletak persis di sebelah balai desa. Kegiatan ini menggunakan metode diskusi dan metode Story Book Reading. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan observasi. Sumber data adalah jawaban dari kuesioner yang telah diisi subjek dan hasil observasi. Data akan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Peneliti akan mendeskripsikan hasil penelitian sesuai dengan hal yang terjadi di lapangan.
Sosialisasi E-Ktp Dan Pemilih Pemula Di Desa Kedokan Gabus Kabupaten Indramayu Didik Himmawan; Sigit Hendriawan; Wanji Julianto
ENGAGEMENT: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Community Empowerment and Services
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/engagement.v1i1.3

Abstract

Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP) adalah Kartu Tanda Penduduk yang dibuat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunannya berfungsi secara komputerisasi. KTP atau Kartu Tanda Penduduk berfungsi untuk menunjukan identitas sebagai warga Negara, seiring berjalannya waktu KTP terus mengalami perubahan hingga pada akhirnya akan muncul KTP berbentuk digital. Adapun E-KTP bias diperlukan untuk keperluan administrasi yang membutuhkan KTP, KK dan semacamnya. Penulis melakukan observasi dan identifikasi masalah untuk penyusunan program KKN. Secara umum permasalahan dari segi Ilmu Pemerintahan yaitu kurangnya Pemahaman Masyarakat Mengenai Pentingnya Memiliki E-KTP dan Pemahaman Kepada Pemilih Pemula yang Baru Berusia 17 Tahun. Berhubungan dengan E-KTP sudah menjadi hal lazim saat menjelang Pemilihan Umum (PEMILU) salah satu topik pembahasan adalah pemilih pemula. Pemilih Pemula adalah warga Negara Indonesia (WNI) yang pada hari pemilihan atau pemungutan suara sudah genap berusia 17 tahun atau lebih. Atau sudah/pernah nikah yang mempunyai hak pilih, dan sebelumnya belum termasuk pemilih karena ketentuan undang-undang pemilu. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Yang dimana difokuskan untuk memberi pemahaman kepada pemerintah Desa dan remaja Kedokangabus terkait segala sesuatu tentang E-KTP dan Pemilih Pemula. Dan diakhir kegiatan sosialisasi audience diberi soal posttest untuk mengetahui seberapa jauh menangkap materi yang telah diberikan. Dan juga ada sesi pertanyaan untuk yang belum memahami materi yang sudah diberikan
Pemberdayaan Petani Melalui Pembuatan Pupuk Kompos Dengan Pemanfaatan Limbah Organik Di Desa Kedokangabus Kabupaten Indramayu Aden Ruslani; Didik Himmawan
ENGAGEMENT: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Community Empowerment and Services
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/engagement.v1i1.5

Abstract

Kurangnya kesadaran dan minat petani dalam memanfaatkan limbah organik di sekitar sebagai pupuk kompos. Untuk itu kami sebagai mahasiswa Agroteknologi, kami turut andil dalam keterlibatan mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang pertanian. Pemberdayaan petani melalui pembuatan pupuk kompos dengan pemanfaatan limbah organik di desa Kedokangabus. Pemberdayaan petani menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan pengetahuan petani melalui pemberdayaan petani di desa Kedokangabus. Program pendukung pada kegiatan KKN Universitas Wiralodra 2022 di Desa Kedokangabus bertujuan untuk memberikan pemberdayaan kepada petani melalui pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah organik. Program ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan petani mengenai pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah organik. Penyampaian materi secara diskusi dan penyuluhan para dengan petani selama partisipan mengikuti penyuluhan.
Pengabdian Masyarakat Melalui Seminar Edukasi Parenting Menciptakan Keluarga Harmonis Di Desa Kedokan Gabus Indramayu Maksum; Didik Himmawan
ENGAGEMENT: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Community Empowerment and Services
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/engagement.v1i1.6

Abstract

Parenting merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak. Pola interaksi berupa cara sikap atau perilaku orang tua saat berinteraksi dengan anak, termasuk cara penerapan aturan, penerapan aturan, penerapan nilai/ norma memberikan kasih sayang serta menunjukkan sikap dan perilaku baik sehingga menjadi penutan bagi anaknya. Pola asuh orang tua yang sesuai adalah yang membuah anak merasa disayangi, dilindungi, dianggap berharga, dan diberi dukungan oleh orang taunya. Hasil pelaksaan yang di lapangan mitra mendukung penuh dengan adanya kegiatan yang telah di selenggarakan oleh temen temen KKN mahasiswa UNWIR terlebih dengan adanya doorprize hadiah yang membuat peserta mitra mengikuti dengan baik dan aktif dan tidak ada hambatan dalam pelaksaan kegiatan tersebut. Tindak lanjut dari kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diharapkan masyarakat dapat memahami apa yang disampaikan pemateri dalam menciptakan keluarga harmonis yang ada di Desa Kedokan Gabus Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu
The Impact of Early Marriage on Adolescent Development with Islamic Law Muhammad Fadian Ilham; Didik Himmawan; Qusnul Khotimah; Alissyah Apriliani
Diplomasi : Jurnal Demokrasi, Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/dpl.v2i4.26

Abstract

The aim of this research is to inform and dedicate the meaning of marriage, early marriage, factors causing early marriage, the impact of early marriage and early marriage from an Islamic legal perspective. This research method is a qualitative research method with a qualitative library study approach, reference sources or libraries, namely the primary source is E-Books and the secondary sources are articles, journals and verses from the holy Koran. Marriage is a need and even a desire, but there will be challenges fighting lust if there is not enough readiness to marry legally or religiously. Early marriage, the term early marriage or young marriage is actually not known in the Big Indonesian Dictionary (KBBI ) but what is more popular is underage marriage, marriage at an age where a person has not yet reached adulthood, while the internal term for early marriage is known as (child marriage or early marriage) is a marriage that occurs in children under the age of 18, there are many impacts impacts that can be detrimental to us in the future, whether it is the impact on our own health, the child who will be born or family harmony.
The Phenomenon of Artificial Intelligence (AI) Dependence in an Islamic Perspective on Adolescents Didik Himmawan; Mohamad Wildan Soferino; Rindi Ariyani; Kahfiyah Rasiyani Eka Jayati
Diplomasi : Jurnal Demokrasi, Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/dpl.v2i4.27

Abstract

The use of AI technology requires regulation and ethics, as well as the responsible development of AI technology. Regulation and ethics can help ensure that AI technology is used for good purposes and does not harm society. Meanwhile, the development of responsible AI technology can help society to trust and accept AI technology. The research method used in this study is a qualitative method with a literature study approach. The research topic chosen is "The Phenomenon of Artificial Intelligence (AI) Dependence in an Islamic Perspective on Adolescents". The phenomenon of AI dependence in adolescents is a condition in which adolescents are too dependent on AI technology to carry out various daily activities such as learning, playing, communicating, and others. In facing the positive and negative impacts of AI technology, people need to understand the potential and risks of AI technology, as well as strengthen digital literacy and adaptability. Some examples of artificial intelligence-based technology devices or equipment that are widely used by teenagers today are Virtual Reality (VR), smartphones, online motorcycle taxi applications, e-commerce, google platforms, drones, and so on. Artificial Intelligence cannot fully replace the role of humans, because there is one thing that Artificial Intelligence is not able to do, which is empathy. However, Artificial Intelligence can play a role in supporting human performance. Therefore, it is necessary to develop human resource competencies, namely competencies that cannot be done by Artificial Intelligence, one of which is to improve human resource soft skills.
Implementation of Religious Moderation in Strengthening Unity and Harmony Between Religious Communities Didik Himmawan; Dewinta Silviyana; Fitri Nashifa; Dwi Rika Wahyuni
Diplomasi : Jurnal Demokrasi, Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/dpl.v3i1.30

Abstract

This research aims to describe religious moderation for religious communities. The research method used is literature study. This research concludes that radicalism in the name of religion can be eradicated through moderate and inclusive Islamic education. Religious moderation can be demonstrated through sıkan tawazun (balanced). Ltidal (straight and firm), tasamuh (tolerant), musawah (egalitarian), shura (deliberation), ishlah (reformation), aulawiyah (putting priorities first), tathawwut wa ibtikar (dynamus and innovative). with inherent diversity. Diversity, which includes various differences such as culture and race. religion, ethnicity, language, traditions and others. With so many differences, it is possible that conflict will arise. So the strategy for dealing with this diversity is religious moderation using the benefits of a harmonious, peaceful & tolerant religious & national life for the Maru Indonesian nation. Religious moderation As a multicultural and multicultural country, conflicts with religious backgrounds may arise. This means that religious communities cannot be harmonious and conflicts continue to arise. Because of this conflict, religious moderation can strengthen harmony between religious communities because religious moderation is needed as a solution because it is an important key to creating social, state and religious life.
Counseling on Efforts to Prevent Juvenile Delinquency to Create a Better and More Qualified Young Generation in Jaya Mulya Village, Kroya District, Indramayu Regency Tasiroh; Didik Himmawan; Zuhrah Alraji; Dini Safitri; Tedy Sutrisno
Diplomasi : Jurnal Demokrasi, Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/dpl.v3i1.44

Abstract

Adolescence is a relatively vulnerable transitional age. They often exhibit certain behaviors. In addition to being vulnerable, adolescence is known as a period that makes them very unstable, uncertain and very easily influenced by their surroundings. Moreover, with the development of technology and the increasingly open flow of information, in addition to having a positive impact on adolescents, both in the fields of economics, science, and social and cultural fields. But it also has a negative impact. The activities carried out aim to provide understanding and awareness to adolescents or the younger generation about efforts to prevent juvenile delinquency and how to handle it so as not to fall into behavior that leads to crime. After gaining this understanding, it is hoped that adolescents and the younger generation can spread it to the environment around their homes or to friends in their social circles and increase parental vigilance in supervising their children. The delivery method used is in the form of counseling to the youth organization and the Jayamulya Village community, especially teenagers in Jayamulya Village about the prevention of juvenile delinquency.
Legal Counseling Regarding Juvenile Delinquency in Temiyang Village, Kroya District, Indramayu Regency Dewinnisa; Didik Himmawan
Diplomasi : Jurnal Demokrasi, Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/dpl.v3i1.47

Abstract

Juvenile delinquency is very rampant, especially among young people. What is currently rampant is brawls between students, free sex to underage pregnancy, alcohol and drugs. All of them need to be handled through socialization and counseling. In addition to counseling and socialization, the way to prevent juvenile delinquency in the current era of globalization is through good relationships between parents and children, good communication between the two. Because, the factor that children end up falling into the circle of delinquency is due to the lack of communication between parents and children. Lack of attention and affection from parents towards children. This counseling aims to ensure that Temiyang residents can understand the importance of educating and supervising their children in socializing, so that residents know that juvenile delinquency is an act that violates the law and is regulated by the Criminal Code and applicable legal regulations. From the results of the protest and pretest obtained during the implementation of the Legal Counseling event regarding Juvenile Delinquency on July 9, 2024 at the Temiyang Village Hall, it shows that the residents of Temiyang village are quite familiar with the rules and norms that apply in society. The villagers also admit that juvenile delinquency in their environment does not occur much, their children are also recognized as obedient and good children. But from several questions or input from residents, they as parents do not know how their children behave outside of supervision and outside the family environment.
Co-Authors Aan Andiyana Abdul Baasith Zulfikar ABDULLOH Abduloh Adelia Islamipasyah Aden Ruslani Afifa Tuljanah Agus Salim Ahmad Farhan Mubarok Ahmad Hadin Assyarif Ahmad Khotibul Umam Ahmad Kurnia Ainun Fatimatuzzahro Al Hidayati Alisah Ayu Ningrum Alissyah Apriliani Amaliana Rahayu Amaliyah Amanatul Maula Amelia Putri Syariah Anggi Noviyani Anisya Astanti Utomo Annisatul Muthi’ah Annita Widiastuti Anung Setiani Arinie Falhah Astri Racmawati Ayu Fitriyah Azi Khoirurrahman Azizah Srie Nurningsih Bagas Wicaksono Boujesta Balqis Tsaniyah Azzahra Barikatun Nabilah Barlian, Ujang Cepi Caniyah Chandra Novan Cindy Fatika Sary Darojatul Maula Desi Rahayu Indraputri DEWI FITRIANI Dewi Kumalasari Dewinnisa Dewinta Silviyana Dhiah Farah Dhifa Dian Antini Dian Zahra N Dian Zahra Nuraeni Diana Novianti Diana Sari Dinan Fadila Ihwan Dini Safitri Dini Syifa Agustina Dion Sadoni Dwi Rika Wahyuni Elfira Ade Lita Ellysia Elsavina Rohmah Esha Safitri Faiz Putrawan Faqih Faizal Rahman Fatkhudin Fikra Fadillah FM Fiqri Nurhasanah Fitri Nashifa Fitri Nurul Hidayah Fitria Amalin Christia ‘Nisa Fivin Elyani Ghea Salsabila Hana Wulandari Hanif Fachri Ramadhan Hannah Hasanatul Fitri Hasanudin Hilwa Nurul Azkiya Hylmy Malik Aziz Ibnu Rusydi Ibnudin Ifan Zamborano Ilmatuz Zahro Imam Arifin Indah Ardianti Indah Dwi Purnamasari Inka Dinda Thiara Qurrotunnisa Irfan Julianto Irmayanti setiaji Ismi Firska Ismi Ulfi Aoliyah Jihan Fatmah Kahfiyah Rasiyani Eka Jayati Kamas Kholifatun Nazilah Laelatur Rizan Lailatul Qodriyah Lauria Khaila Ahrom Leni Nur’aeni Lina Sri Melati Linmasya Syafa’atun Nurjannah Lisnawati Lola Aulia Rizqi Luvia Hanum M Siswandi Mahra Alfina MAKSUM Meida Tisnawati Putri Meli Wati Moh Ali Zumi Zam Moh. Fajrul Alfien Mohamad Wildan Soferino Muhammad Anas Ma`arif Muhammad Bihar Isyqi Muhammad Fadian Ilham Muhammad Fadli Satrianu Mulia Uchti Cholifah Nabilah Azzahra Nada Musfikin Muslimin Naelul Muna Nahdiyatul Auliyah Nursyahadah Nala Sri Ayu Luthfiah Nanang Priono Nathearia Nazwa Anindita Maharani Nela Yulianti Neneng Suwerma Nesa Fitriyani Hasanah Niken Putri Liana Nilam suci Nisaul Isti’ani Nova Ardiana Nunik Nur Afifah NUR FADILLAH Nur Izzatun Fauzi Nur Robithoh Nurcahyani Nurhayani Syafitri Oihana Febby Iswantoro Olga Puspa Priyatin Maulani Putri Ayu Ramadhani Putri Ayu Wulandari Putri Fathimah Azzahra Putri Nurul Fitri Putri Rahmah Putri Slamet Qusnul Khotimah Rena Mayang Seruni Reny Anggraeni Reva Pancarani Rindi Ariyani Riqqah Nur’Aisyah Zuhra Ririn Ropiah Ritasya Rizki Nazriel Himawan Rizqi Fadli Rodotul Janah Roehan Abdusyiam Rohdatul Jannah Romyati Safitri Ramahdani Salma Fitri Sandy Kurniawan Sella Selviana Shefilla Agustiana Sigit Hendriawan Siska Kinasih Siti Aisyah Siti Komalasari Siti Laylul Faujiyah Siti Muamaliyah Hairunnisa Siti Nurjana Siti Rosanti Sofyan Sauri Sri Ayuni Sri Eni Sugih Nugraha SURYANI Suwarno Syaefulloh Syarif Maulana Syifa Aqilah Tamirih Tasiroh Tedy Sutrisno Tina Sholikha Tita Rizqiyah Tri Amelia Maharani Tri Ulfah Nurjanah Triana Wulandari Ulifah Sarih Wahyu Rifa'i Wanji Julianto Windy Renalda Rizky Yelsi Alfitia Ningsih Yusrina Nafilah Zahrotunnisa Zhaskiyah Nur Sabillah Zuhrah Alraji