Claim Missing Document
Check
Articles

Antara Inovasi dan Eksploitasi: Strategi Menghadapi AI Face Swap dalam Deepfake Pornografi Non Konsensual melalui website AI detector berbasis Pendekatan Restorative Justice Laula Albiya; Jessica Priscilla Pardede; Syifa Raudia Syahputri; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan Desember 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v1i6.214

Abstract

The development of artificial intelligence (AI), particularly face swap technology, has provided significant benefits while also generating new forms of digital crime, namely non-consensual deepfake pornography. This practice constitutes a serious violation of privacy, human dignity, and victim protection, especially affecting women and children. This research aims to develop an innovation and exploitation-prevention strategy through the creation of an AI detector website based on a restorative justice approach. The study employs a Research and Development (R&D) method using the Four-D model (Define, Design, Develop, Disseminate). It integrates technical deepfake detection mechanisms, artificial intelligence ethics, and a legal framework oriented toward victim recovery. The expected outcome is an AI detector website that is effective, ethical, and justice-oriented, while also serving as an alternative model for handling digital sexual crimes beyond purely punitive measures. This research contributes to strengthening legal protection and fostering a safer, fairer, and more ethical digital environment in Indonesia.
Strategi Pengendalian Tata Ruang Menyeimbangkan Ekspansi Industri Terintegrasi dan Perlindungan Lahan Pertanian Sabang Maglyn Angel Stefanny; Cantika Reika Viana; Nurfadilla Risa Aulia; Adinda Aulia; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan industri terintegrasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, namun di sisi lain berpotensi menekan keberlanjutan lahan pertanian pangan. Kabupaten Subang sebagai salah satu lumbung pangan nasional menghadapi tantangan serius akibat meningkatnya alih fungsi lahan pertanian ke sektor industri, khususnya dalam pengembangan kawasan Rebana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab tingginya alih fungsi lahan meskipun telah terdapat regulasi perlindungan tata ruang, serta merumuskan strategi pengendalian ruang yang efektif dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Teori Keseimbangan Kepentingan dan Teori Pengendalian Hukum. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis kebijakan, dan kajian terhadap implementasi tata ruang di daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya alih fungsi lahan disebabkan oleh lemahnya penegakan hukum, inkonsistensi kebijakan, tekanan investasi, serta kurangnya insentif bagi perlindungan lahan pertanian. Strategi pengendalian tata ruang yang efektif meliputi penguatan regulasi berbasis zonasi yang tegas, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum, pemberian insentif bagi petani, serta integrasi perencanaan lintas sektor. Selain itu, diperlukan harmonisasi kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan ketahanan pangan melalui pendekatan keseimbangan kepentingan. Dengan demikian, pengendalian tata ruang yang optimal tidak hanya bergantung pada regulasi formal, tetapi juga pada komitmen implementasi dan sinergi antar pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Empowering Local Governance Examining the Transfer of Land and Building Rights Acquisition Tax in Alignment with Regional Autonomy Principles Rahma, Laela Novitri Ervia; Annisa Restu Fauziah; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Journal of Governance and Public Affairs Vol. 1 No. 1 (2024): April 2024, Journal of Governance and Public Affairs
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ynp1tp13

Abstract

Taxes serve as the primary revenue source for governments, with the Transfer of Land and Building Rights Acquisition Tax (BPHTB) being a significant contributor. BPHTB is levied on transactions related to the transfer of land and building rights. While the central government initially managed this tax, the implementation of regional autonomy has shifted the responsibility for Transfer of Land and Building Rights Acquisition Tax management to local governments. This research aims to investigate the fundamental concept of local taxes in the context of regional autonomy and the role of local governments in collecting Transfer of Land and Building Rights Acquisition Tax, all within the framework of regional autonomy principles. The research methodology relies heavily on a literature review (library research) using secondary data sources, particularly legal regulations. The analysis follows interpretative principles and employs the hermeneutic method. The research findings indicate that, under the framework of regional autonomy, regions have specific rights, including the authority to impose local taxes and levies. As per the Regional Tax and Regional Levy Law, two tax types, Land and Building Tax (PBB), and Transfer of Land and Building Rights Acquisition Tax (BPHTB), previously managed by the central government, have now been transferred to local governments.
Optimalisasi Pengelolaan Sampah di Indonesia: Integrasi Teknologi Digital, Pengawasan Hukum, dan Mitigasi Pencemaran Lingkungan Menuju Pembangunan Berkelanjutan Nayla Syalluna; Safira Aulia; Dewy Sulistyowati; Danang Hannanto; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 5 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Mei 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i5.1931

Abstract

Waste management in Indonesia remains a multidimensional challenge, exacerbated by population growth, rapid urbanization, and increasing consumption patterns. This study aims to analyze the integration of digital technology in optimizing a circular economy-based waste management system, and to examine the effectiveness of the legal framework and environmental oversight in addressing pollution caused by inadequate waste management practices in Indonesia. A normative juridical method was employed, utilizing statutory and conceptual approaches alongside qualitative descriptive data analysis. The findings indicate that digital technologies including the Internet of Things (IoT), Android-based waste marketplace applications, and machine learning-driven data analytics, hold significant potential to accelerate the transition toward a circular economy, though their adoption remains constrained by the digital divide and infrastructural limitations. From a legal standpoint, Indonesia's regulatory framework under Law No. 18 of 2008 and Law No. 32 of 2009 is relatively comprehensive, yet its effectiveness is undermined by inconsistent implementation, weak inter-agency coordination, and insufficient law enforcement. This study recommends a multi-stakeholder integration model grounded in the Penta Helix framework, combining digital innovation, robust legal oversight, and environmental pollution mitigation as a cohesive strategy toward sustainable development in Indonesia.
Upaya Perlindungan Lahan dari Alih Fungsi dalam Perspektif Yuridis dan Tantangan Implementasi di Lapangan Zahra Risye Anggita Putri; Nadia Ammara Balqis; Zhafira Zaskia Alya Amani; Nasab Sabrina Febriyanti; Aprila Niravita; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri, permukiman, maupun infrastruktur merupakan salah satu persoalan strategis yang berdampak terhadap ketahanan pangan, keseimbangan lingkungan, dan keberlanjutan pembangunan nasional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan yuridis mengenai perlindungan lahan dari alih fungsi berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia, mengidentifikasi tantangan implementasi penegakan hukum di lapangan, serta merumuskan upaya strategis dalam memperkuat efektivitas perlindungan lahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan lahan telah diatur dalam berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, namun implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain lemahnya pengawasan, tumpang tindih regulasi, rendahnya kesadaran masyarakat, serta tekanan pembangunan ekonomi yang mendorong konversi lahan secara masif. Selain itu, penegakan hukum terhadap pelanggaran alih fungsi lahan belum berjalan optimal akibat keterbatasan koordinasi antarinstansi dan lemahnya sanksi administratif maupun pidana. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis berupa penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, digitalisasi data pertanahan, optimalisasi peran pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat guna menciptakan keseimbangan antara pembangunan dan ketahanan pangan nasional.
Pengaturan Alih Fungsi Lahan Sawah dalam Perspektif Tata Guna Tanah dan Implikasinya terhadap Kepastian Hak serta Ketahanan Pangan Nasional Eva Nurlita Widanti; Hilda Dara Puspita; Shaina Nur Tifara; Friska Adyla Naura; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi lahan sawah merupakan fenomena yang semakin meningkat seiring dengan pesatnya pembangunan dan kebutuhan ruang untuk sektor non-pertanian. Kondisi ini menimbulkan persoalan hukum dan kebijakan, terutama terkait dengan pengaturan tata guna tanah, kepastian hak atas tanah, serta perlindungan terhadap ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai alih fungsi lahan sawah dilindungi dalam kaitannya dengan rencana tata ruang wilayah serta kepastian hak atas tanah, sekaligus mengkaji implikasi alih fungsi lahan sawah terhadap perlindungan ketahanan pangan nasional dan proses legalisasi hak atas tanah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan alih fungsi lahan sawah di Indonesia telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang menekankan pentingnya pengendalian pemanfaatan ruang serta perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Namun dalam praktiknya, implementasi pengaturan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya pengawasan, ketidaksinkronan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, serta tekanan pembangunan yang mendorong terjadinya alih fungsi lahan secara masif. Alih fungsi lahan sawah juga berdampak pada berkurangnya luas lahan pertanian produktif yang berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional serta menimbulkan persoalan dalam proses legalisasi hak atas tanah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengaturan dan pengawasan terhadap alih fungsi lahan sawah melalui sinkronisasi kebijakan tata ruang, tata guna tanah, serta sistem administrasi pertanahan guna menjamin kepastian hukum atas hak tanah sekaligus menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional.
Integrasi Sertipikat Elektronik Berbasis AI dalam Penguatan Kepastian Hukum Pemanfaatan Tanah di Indonesia Hira Sabila; Alya Rizky Puspaningrum; Akhwat Widya Supandi; Aurillia Silmi Ayu Khoirunnisa; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendaftaran tanah di Indonesia masih menghadapi permasalahan asimetri informasi yang tajam antara masyarakat dengan korporasi dan otoritas pemerintah, sehingga memperlemah posisi pihak yang lemah dalam sengketa tata ruang dan agraria. Meskipun Program PTSL dan transformasi sertifikat elektronik telah diluncurkan, formalisme hukum serta kendala infrastruktur dan SDM menyebabkan masih tingginya sengketa tumpang tindih sertifikat dan rendahnya kepastian hukum substantif. Penelitian ini menganalisis integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem sertifikat elektronik untuk mengatasi ketimpangan tersebut. Melalui pendekatan normatif-komparatif, penelitian membandingkan mekanisme pembalikan beban pembuktian di Uni Eropa, doktrin McDonnell Douglas burden-shifting di Amerika Serikat, serta prinsip hakim aktif (active judge) dalam hukum Indonesia. Penelitian menghasilkan rekonstruksi model pembuktian baru berbasis digital yang disebut “Shifting + Active Judge”. Model ini mengintegrasikan sertifikat elektronik dan AI untuk mendeteksi ketidakkonsistenan data spasial secara real-time, melakukan pergeseran beban pembuktian secara proporsional, serta memperkuat peran hakim aktif dalam memerintahkan keterbukaan data digital. Model ini diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum, mengurangi asimetri informasi, serta mewujudkan keadilan substantif bagi masyarakat dalam sengketa tata guna tanah di era digital.
Ilusi Kota Berkelanjutan di Tengah Problematika Pengelolaan Sampah Perkotaan Nur Sabrina Kumalasari; Irmayanti Septiana Putri; Fathurrohman Nur Hidayat; Rendy Aprilio Sulaiman; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara Vol. 3 No. 3 (2026): Mei: Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/hukum.v3i3.1012

Abstract

Rapid urban growth is often linked to the narrative of sustainable development, yet the reality is that fundamental issues remain in the management of urban waste. This paper aims to examine the gap between the concept of a sustainable city and sub-optimal waste management practices. Through a normative legal approach involving an analysis of legislation and relevant literature, it has been found that the implementation of waste management policies continues to face various challenges, such as weak law enforcement, a lack of policy integration, and low levels of public participation. On the other hand, the use of the label ‘sustainable city’ tends to be symbolic and does not yet reflect comprehensive practices. This paper positions the issue of waste as a key indicator in assessing urban sustainability. The novelty of this study lies in its critical approach, which links the discourse on sustainability with the contextual realities of waste management, thereby offering a more reflective and distinct perspective from previous studies.
Kedudukan Akta PPAT Dalam Proses Pendaftaran Tanah: Fungsi, Kekuatan Hukum, dan Permasalahan Dwinov Fitriatul Jannah; A’aliyah Nurvania Marvi Daniswara; Putri Ayu Wulandari; Ghevina Alisysa Aulia Putri; Syaqfaa Aulia Arvi; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat Indonesia, tidak hanya sebagai sumber daya ekonomi tetapi juga sebagai simbol sosial dan budaya. Untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum terhadap hak atas tanah, negara mewajibkan pendaftaran tanah sebagaimana diatur dalam UUPA dan PP Nomor 24 Tahun 1997. Dalam pelaksanaannya, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) berperan penting melalui pembuatan akta otentik sebagai dasar peralihan atau pembebanan hak atas tanah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang bertujuan untuk menganalisis fungsi, kedudukan, serta kekuatan hukum akta PPAT dalam sistem pertanahan Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa akta PPAT memiliki kekuatan pembuktian sempurna dan menjadi instrumen utama dalam mewujudkan kepastian hukum. Namun, praktik di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti pelanggaran prosedur dan kelalaian administratif, yang memerlukan pengawasan dan penegakan hukum lebih optimal.
Asas Publisitas dalam Pendaftaran Tanah: Kajian atas Dualisme Sistem Publikasi Positif dan Negatif di Indonesia Laely Hasna Fatikha; Akhwat Widya Supandi; Tabina Ascarya Leandra; Filda Oliviane Antunete Nabuasa; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendaftaran tanah merupakan instrumen utama dalam menjamin kepastian dan perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah di Indonesia. Asas publisitas menjadi dasar penting dalam pelaksanaan pendaftaran tanah, karena menjamin keterbukaan data pertanahan yang dapat diakses publik untuk mencegah terjadinya sengketa dan tumpang tindih hak. Namun, dalam prakteknya, penerapan asas publisitas menghadapi permasalahan serius akibat adanya dualisme sistem publikasi antara sistem negatif yang dianut secara normatif dan sistem positif yang berlangsung secara praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan yuridis asas publisitas dalam pendaftaran tanah, mengkaji bentuk dualisme sistem publikasi yang terjadi di Indonesia, serta menilai implikasinya terhadap kepastian dan perlindungan hukum bagi pemegang hak. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, menggunakan bahan hukum primer berupa UUPA, PP Nomor 24 Tahun 1997, serta berbagai literatur dan putusan pengadilan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dualisme sistem publikasi menyebabkan ketidakkonsistenan antara norma hukum dan praktik administrasi pertanahan, sehingga melemahkan fungsi asas publisitas sebagai instrumen kepastian hukum. Diperlukan pembaruan kebijakan pertanahan melalui integrasi sistem informasi publik dan penguatan regulasi agar asas publisitas dapat berjalan efektif, transparan, dan memberikan perlindungan hukum yang optimal bagi masyarakat.
Co-Authors Adi Rahmanto Adinda Aulia Adnan, Moh Hikmal Agnes Tio Evelyna Debataraja Ahmad Munawar Nuril Ibtisan Ainun Kusuma Dewi Ainur Rofy Sam Abdul Aziz Akhwat Widya Supandi Alifia Hafizha Hasna Alya Rizky Puspaningrum Amalia Rosita Indriani Amelia Pingkan Nur Fitriana Anggia Khalidi Sriadiputra Annisa Restu Fauziah Aprila Niravita Aprilia Niravita Aqhina Dzikrah Aurora Aurillia Silmi Ayu Khoirunnisa A’aliyah Nurvania Marvi Daniswara Beatrice Mauren Delicia Bernadetta Putri Hapsari Bhamatika, Nailizza Weni Cakra Putra Negara Cantika Reika Viana Daivano Alaudin Fatwa Rikuser Danang Hannanto Danendra Aryasatya Maheswara Davina Crysanti Aryuhanna Denta Nia Aprilya Dewy Sulistyowati Dian Latifiani Dihyan Arga Perdana Dimas Nur Dwianto Dinda Christy Nada Dini Vriska Anggraini Dita Cahya Ningsih Dwinov Fitriatul Jannah Dwivania Naila Hanifah D’liya Anindya Khalisa Eva Nurlita Widanti Fadia Ardian Adisty Fairuz Zulfa Naura Hasna Fathurrohman Nur Hidayat Fatih Henning Octavian Haq Fatikhana Azzahara Nova Filda Oliviane Antunete Nabuasa Firdha Apriliana Zahra Firly Azzahra Firdausy Firman Nur Rokhmad Friska Adyla Naura Ghevina Alisysa Aulia Putri Harry Nugroho Hilda Dara Puspita Hilda Fridatul Jannah Hira Sabila Husaini, Wahyu Nurul Icha Tri Utami Ida Ayu Arsyamanda Ratnadunita Ika Anisatul Fatma Fitria Imelia Damai Agusthin Indryana Widi Ardhianty Irmayanti Septiana Putri Ivana Mirella Hapsari Jessica Priscilla Pardede Jingga Ajeng Muda Jamaica Juliet Maharani Kanaya Ayudya Putri Kasih Theresia Pratiwi S Keysha Allea Rafa Khairunnisa Khoerun Nisa Rizki Utami Kholisna Kholisna Kresno Adi Wicaksono Kurniawan, Rafka Raditya Laely Hasna Fatikha Laula Albiya Lidya Zahrania Badahda M Fikry Aimmar Rabbani Maglyn Angel Stefanny Masta Pasaribu Moh Sabil Oktaviano Muchkimatusy Syai'a Muhamad Febri Pribadi Muhammad Anas Ulil Abshor Munif Muhammad Rizky Yudhoyono Santoso Nadia Ammara Balqis Nadia Ananda Putri Nadia Nadia Nasab Sabrina Febriyanti Nasywa Anindita Alvania Putri Irawan Nataneila Astya Putri Asmana Nayla Syalluna Noor Hamzah Syihabbudin Nur Rofi Dwianti Nur Sabrina Kumalasari Nuraini Nabilah Hidayat Nurfadilla Risa Aulia Nursyifa Chairunnisa Nurul Raudatul Auliah Nyoman Tania Nesa Oktavia Diva Ramadhani Patricia Rambu Tio Uli Sitinjak Putri Ayu Wulandari Putri Diyah Ayu Anggraini Putri Sekarini Rahma, Laela Novitri Ervia Rana Tatsbita Noer Regina Agneshia Hannaningdyah Rendy Aprilio Sulaiman Revalina Annisa Antoine Risang Satrio Hanurogo Safira Aulia Salsabila Agustiyani Yusmantoro Salvia Salsabila Sasqia Putri Ramadhani Satrio Bagus Mukti Wibowo Shafira Ramadhani Shaina Nur Tifara Silvia Theresia Abigail Starla Yulia Putri Syaqfaa Aulia Arvi Syaulia Grandis Syifa Raudia Syahputri Tabansa, Claudya Vanessa Tabina Ascarya Leandra Theresa Yvone Sidabutar Ubaidillah Kamal Wiarnata, Arya Yusrul Hana Zahra Risye Anggita Putri Zerlina Mendy Mahardhika Zhafira Zaskia Alya Amani Ziddane Rangga Buana