p-Index From 2021 - 2026
12.11
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Publikasi Pendidikan Edutech: Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Record and Library Journal Edulib JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Jurnal Penelitian Pendidikan Publication Library and Information Science Produktif : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi PEDAGOGIA JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Mimbar Ilmu Jurnal EDUTECH Undiksha Journal on Education Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Jurnal Pembelajaran Inovatif Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Unilib: Jurnal Perpustakaan Informatio: Journal of Library and Information Science Literatify : Trends in Library Development LibTech : Library and Information Science Journal TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Al-Ma`mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Tadwin: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini Hipkin Journal of Educational Research Akademika Jurnal Teknologi Pendidikan BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Lembaran Ilmu Kependidikan Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Al Maktabah Jurnal kajian Ilmu dan Perpustakaan Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) DEDIKASI: Community Service Reports Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Curricula: Journal of Curriculum Development Inovasi Kurikulum Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh bagi Pendidik dan Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19 Galih Dwi Novianto; Dara Aulia Herman; Angga Hadiapurwa
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2020): JIPPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jippsd.v4i2.112590

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 bagi pendidik dan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pelaksanaan pendidikan jarak jauh di masa pandemi Covid-19 bagi pendidik dan peserta didik. Penelitian ini menekankan pada sumber informasi pada hambatan, kekurangan, kelebihan, dan solusi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan kajian teoritis, referensi, serta literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan budaya, nilai dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. Hasil dari penelitian menunjukkan, bahwa akses jaringan internet, fasilitas sarana dan prasarana, kesiapan pendidik, peserta didik, dan orang tua menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan, bahwa kelancaran pelaksanaan pendidikan jarak jauh sangat bergantung pada aspek kesiapan segala pihak dalam menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.
Implementasi Merdeka Belajar untuk Membekali Kompetensi Generasi Muda dalam Menghadapi Era Society 5.0 Angga Hadiapurwa; Putri Riani; Mega Fitria Yulianti; Endah Kurnia Yuningsih
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.3140

Abstract

Society 5.0 merupakan era yang dicetuskan oleh pemerintahan Jepang dengan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology-based). Pada era ini, masyarakat khususnya peserta didik perlu meningkatkan soft skill sehingga mampu meningkatkan kecakapan dan keterampilan untuk belajar sehingga mampu menjadi modal untuk menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas pada masa yang akan datang. Siswa maupun mahasiswa tengah dihadapkan oleh adanya perubahan akibat dari perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. Oleh sebab itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim meluncurkan program belajar dengan konsep Pendidikan Merdeka, konsep yang digagas mengarah pada kebebasan peserta didik dalam berpikir kritis dan cerdas. Artikel ini berusaha mengeksplorasi bagaimana implementasi merdeka belajar di lingkungan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia dalam menghadapi Era Society 5.0. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan survey pada lima belas siswa dan tiga puluh tujuh mahasiswa di beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini memaparkan bahwasanya hadirnya program merdeka belajar, didukung oleh empat kompetensi dasar yang wajib dimiliki pada era digital dan globalisasi, siswa dan mahasiswa dapat berkembang untuk menempuh era society 5.0 serta menjadi sumber daya yang lebih mumpuni di masa depan.Kata kunci: Era Society 5.0; merdeka belajar; pengembangan sumber daya manusia ABSTRACTSociety 5.0 is an era initiated by the Japanese government with the concept of a human-centered and technology-based society. In this current era, the community, especially students, needs to improve their soft skills to improve their skills and learning skills so that they can become more qualified human resources in the future. Students and students are faced with changes due to current technological developments. Therefore, the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia, Nadiem Makarim, launched a learning program with the concept of Merdeka Education, a concept that leads to the freedom of students to think critically and intelligently. This article seeks to explore how the implementation of independence in high schools and universities in Indonesia is facing the Era of Society 5.0. The method used in this research is descriptive quantitative by surveying fifteen high school students and thirty seven college students in some district in West Java. The results of this study explain that with an independent learning program that is supported by four basic competencies that must be possessed in the digital era and globalization, students can develop to pass the era of society 5.0, and become more capable resources in the future.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DALAM BIDANG PENDIDIKAN Muhamad Oka Augusta; Celline Putriana Oktaviandi Syeira; Angga Hadiapurwa
Produktif : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 5 No. 2 (2021): Produktif: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/produktif.v5i2.1259

Abstract

Inovasi baru dalam dalam ilmu komputer semakin banyak, salah satunya adalah Blockchain. Blockchain merupakan teknologi yang memiliki ruang lingkup luas mencakup seluruh bidang dalam kehidupan. Blockchain merupakan system penyimpanan informasi pada jaringan internet yang terdistribusi oleh masing-masing node dan memiliki data yang sama. Sistem ini merupakan teknologi yang tidak dikelola oleh pihak ketiga melainkan seluruh pengguna. Blockchain ini dapat dimanfaatkan dalam dunia Pendidikan, meliputi manajemen sertifikat dan identitas dan meningkatkan serta memfasilitasi pembelajaran seumur hidup. Penggunaan Blockchain dalam dunia Pendidikan dapat menguntungkan pelajar, keamanan dan peningkatan efesiensi untuk institusi pendidikan, bisnis, dan pelajar, serta Integrasi kepercayaan dan transparansi. Dengan adanya penilitian ini diharapkan teknologi Blockchain dapat diaplikasikan dalam dunia Pendidikan untuk meningkatkan keefektifan proses belajar dan mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji berbagai studi pustaka yang tersedia yang berhubungan dengan blockchain pada dunia Pendidikan. Hasil penting dari penelitian ini adalah pengaplikasian blockchain dalam bidang pendidikan dapat meningkatkan motivasi pembelajar dan pengajar, meningkatkan keefektifan proses belajar dan mengajar, mempermudah pencari pekerja untuk mendapatkan pekerjaan dan perekrut pekerjaan dalam mencari pekerja yang cocok dengan kriteria pekerjaan.
Pembaharuan Strategi dan Metode Pembelajaran pada Mata Pelajaran Sejarah SMA di era Pandemi Covid-19 Zenita Listia Handayani; Angga Hadiapurwa; Dananir Hasna Azzahra; Hafsah Nugraha
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 4, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um038v4i42021p378

Abstract

The COVID-19 pandemic that is endemic in various parts of the world, has had an impact on various aspects, one of which is in the field of education. The Indonesian government's effort in dealing with the impact of COVID-19 in the education sector is to implement Distance Learning (PJJ) supported by Information and Communication Technology devices. This article analyzes the obstacles that occur when learning takes place, and creates a solution based on several research results that have been carried out by several people, namely audio-based learning in the form of podcasts, interactive video conferences and Virtual Museum Tour (VMT). This article was created based on a survey research method to identify the effectiveness of strategies and methods in the learning process carried out during the Covid-19 pandemic in history subjects at the high school level. There are 9 questions asked in this questionnaire. From 30 respondents, it was found that the strategies and methods used in learning activities in their schools were less attractive so that there were solutions in the form of recommendations regarding these problems, namely updating the strategies and methods used and now being varied into podcasts, discussions via interactive video conference, and the Virtual Museum. Tours.AbstrakPandemi covid-19 yang  mewabah di belahan dunia, membawa imbas kepada berbagai aspek salah satunya terhadap bidang pendidikan. Usaha pemerintah Indonesia dalam menangani dampak covid-19 di bidang pendidikan adalah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan didukung oleh perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi. Artikel ini menganalisis bagaimana kendala yang terjadi ketika pembelajaran berlangsung, dan menciptakan sebuah solusi yang dilandasi oleh beberapa hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa orang, yakni pembelajaran berbasis audio berupa podcast, video conference interaktif serta Virtual Museum Tour (VMT). Artikel ini dibuat berdasarkan metode penelitian survei untuk mengidentifikasi keefektifitasan strategi dan metode dalam proses pembelajaran yang dilakukan pada masa pandemi covid-19 di mata pelajaran sejarah jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Terdapat 9 pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner ini. Dari 30 responden, didapat hasil bahwa strategi maupun metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah mereka kurang menarik sehingga terdapat solusi berupa rekomendasi mengenai permasalahan tersebut yaitu memperbaharui strategi dan metode yang digunakan dan kini divariasikan menjadi podcast, diskusi via video conference interaktif, dan Virtual Museum Tour.
Can microlearning strategy assist students’ online learning? Rudi Susilana; Laksmi Dewi; Gema Rullyana; Angga Hadiapurwa; Nanda Khaerunnisa
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 41, No 2 (2022): Cakrawala Pendidikan (June 2022)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v41i2.43387

Abstract

The development of information and communication technology leads to the need for learning concepts and strategies following current conditions. In the higher education system, it is essential that educators must carefully consider the learning strategies of students' learning styles and cognitive loads. This study explores how microlearning strategies are applied to online learning to minimize students' cognitive load. It applies a qualitative approach by involving 45 students in the student mobility program who volunteered to participate in the research process. The data were collected through questionnaires, interviews, and document analysis of student learning outcomes. They were then validated by triangulation and analyzed by following an interactive data analysis model on applying microlearning strategies in online learning. The results showed that microlearning is an effective strategy to minimize students' cognitive load in online learning, including intrinsic, extraneous, and germane ones. The implementation of microlearning strategies in online learning eases students to understand the material; students are more flexible in learning because its strategy allows students to decide their readiness to learn. This strategy enables students to manage the unproductive cognitive load and stimulate the germane cognitive load. Hence, their learning outcomes fall into the nearly excellent category.
KESIAPAN CALON GURU SEKOLAH DASAR PADA PELAKSANAAN KURIKULUM DALAM KONDISI KHUSUS Angga Hadiapurwa; Rudi Susilana; Rusman Rusman
PEDAGOGIA Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v19i2.35096

Abstract

AbstrakImplementasi kurikulum saat pandemi Covid-19 merujuk pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Pedoman tersebut diterbitkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui surat keputusan. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus, atau sering disebut penyederhanaan kurikulum harus tetap memperhatikan ketercapaian kompetensi dan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana persepsi calon guru sekolah dasar tentang dokumen pedoman pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus, serta bagaimana tingkat kesiapan dalam persiapan implementasinya. Metode penelitian menggunakan studi survey, dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner persepsi dan evaluasi diri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sumber informasi tentang pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus sebagian besar calon guru mengetahui dari media masa online. Selanjutnya tingkat pemahaman calon guru tentang pedoman pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus termasuk kategori sangat baik. Namun tingkat kesiapan pelaksanaanya masih dalam kategori kurang siap. Berdasarkan hasil tersebut, maka perlu adanya pembekalan lebih lanjut kepada calon guru terkait dengan kesiapan dalam melaksanakan kurikulum pada kondisi khusus.AbstractCurriculum implementation during the Covid-19 pandemic refers to curriculum implementation guidelines in educational units under special conditions. The guidelines are issued by the Minister of Education and Culture through a decree. In implementing the curriculum in special conditions, or often called curriculum simplification, it must still pay attention to the achievement of competencies and learning needs of students. This article aims to examine the perception of prospective elementary school teachers regarding the curriculum implementation guide document in special conditions, as well as how the level of readiness in preparation for its implementation. The research method uses a survey study, with a quantitative approach. The instrument used is a questionnaire of perceptions and self-evaluation. The results of this study indicate that the source of information about the implementation of the curriculum under special conditions is that most prospective teachers know from the online mass media. Furthermore, the level of understanding of prospective teachers about curriculum implementation guidelines in special conditions is included in the very good category. However, the level of readiness for implementation is still in the less ready category. Based on these results, it is necessary to provide further debriefing to prospective teachers related to readiness in implementing the curriculum in special conditions.
Implementasi Merdeka Belajar untuk Membekali Kompetensi Generasi Muda dalam Menghadapi Era Society 5.0 Angga Hadiapurwa; Putri Riani; Mega Fitria Yulianti; Endah Kurnia Yuningsih
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.3140

Abstract

Society 5.0 merupakan era yang dicetuskan oleh pemerintahan Jepang dengan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology-based). Pada era ini, masyarakat khususnya peserta didik perlu meningkatkan soft skill sehingga mampu meningkatkan kecakapan dan keterampilan untuk belajar sehingga mampu menjadi modal untuk menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas pada masa yang akan datang. Siswa maupun mahasiswa tengah dihadapkan oleh adanya perubahan akibat dari perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. Oleh sebab itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim meluncurkan program belajar dengan konsep Pendidikan Merdeka, konsep yang digagas mengarah pada kebebasan peserta didik dalam berpikir kritis dan cerdas. Artikel ini berusaha mengeksplorasi bagaimana implementasi merdeka belajar di lingkungan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia dalam menghadapi Era Society 5.0. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan survey pada lima belas siswa dan tiga puluh tujuh mahasiswa di beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini memaparkan bahwasanya hadirnya program merdeka belajar, didukung oleh empat kompetensi dasar yang wajib dimiliki pada era digital dan globalisasi, siswa dan mahasiswa dapat berkembang untuk menempuh era society 5.0 serta menjadi sumber daya yang lebih mumpuni di masa depan.Kata kunci: Era Society 5.0; merdeka belajar; pengembangan sumber daya manusia ABSTRACTSociety 5.0 is an era initiated by the Japanese government with the concept of a human-centered and technology-based society. In this current era, the community, especially students, needs to improve their soft skills to improve their skills and learning skills so that they can become more qualified human resources in the future. Students and students are faced with changes due to current technological developments. Therefore, the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia, Nadiem Makarim, launched a learning program with the concept of Merdeka Education, a concept that leads to the freedom of students to think critically and intelligently. This article seeks to explore how the implementation of independence in high schools and universities in Indonesia is facing the Era of Society 5.0. The method used in this research is descriptive quantitative by surveying fifteen high school students and thirty seven college students in some district in West Java. The results of this study explain that with an independent learning program that is supported by four basic competencies that must be possessed in the digital era and globalization, students can develop to pass the era of society 5.0, and become more capable resources in the future.
ANALISIS POTENSI PERPUSTAKAAN PADA FENOMENA OVERSHARING DI MASYARAKAT Ridha Pratama Rusli; Angga Hadiapurwa; Hafsah Nugraha
Publication Library and Information Science Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/pls.v6i1.4347

Abstract

AbstractSocial media is one of the places to be able to access information, it is so popularly used by the people of Indonesia. In addition to being able to access existing information, users can also share any information the findings from Ipos state that Indonesia is ranked 2nd in the behavior of sharing anything on social media, unfortunately many of them do not understand the dangers of excessive sharing of privacy on social media which is known as oversharing. The role of an institution is needed to be able to educate about privacy to the public. Institutions that have this potential are libraries. This is the background of this study to further analyze the potential of libraries on the phenomenon of oversharing in society. The method used is library research or literature study, namely bibliographic research and scientific systematics which include collecting bibliographic materials including books or other readings related to the research objectives. The results of the study show that the library as an information provider with high credibility has the potential to be the front line to the protector for users related to privacy on social media. Libraries can raise awareness little by little about the importance of protecting personal information on social media. Thus, users can know and understand the consequences and potential of various publicly available information. For this reason, further user education that can be held by the library regarding privacy literacy is needed to be able to explain and explain the existing understanding of privacy literacy.AbstrakMedia sosial menjadi salah satu tempat untuk dapat mengakses informasi, begitu populer digunakan oleh masyarakat Indonesia. Selain dapat mengakses informasi yang ada pengguna juga dapat membagikan informasi apa saja. Temuan dari Ipos menyebutkan Indonesia berada pada peringkat 2 pada perilaku membagikan apa saja di media sosial, sayangnya banyak dari mereka tidak memahami bahayanya jika berlebihan membagikan privasi di media sosial yang dikenal dengan oversharing. Dibutuhkannya peran suatu lembaga untuk dapat mengedukasi perihal privasi ke masyarakat. Lembaga yang memiliki potensi tersebut adalah perpustakaan. Hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian ini untuk menganalisis lebih lanjut mengenai potensi perpustakaan pada fenomena oversharing di masyarakat. Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian kajian pustaka atau studi kepustakaan, yaitu cara penelitian bibliografi serta sistematis ilmiah yang meliputi, mengumpulkan bahan bahan bibliografi diantaranya adalah buku ataupun bacaan lainnya yang berkaitan dengan sasaran penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan sebagai penyedia informasi dengan kredibilitas yang tinggi memiliki potensi menjadi garda terdepan sampai dengan pelindung bagi pemustaka terkait dengan privasi di media sosial. Perpustakaan dapat menyadarkan sedikit demi sedikit mengenai pentingnya melindungi informasi pribadi di media social. Dengan demikian, pemustaka dapat mengetahui dan memahami konsekuensi dan potensi dari berbagai informasi yang ada secara publik. Untuk itu, diperlukanedukasi pemustaka lebih lanjut yang dapat diselenggarakan oleh perpustakaan mengenai literasi privasi untuk dapat menjelaskan dan memaparkan mengenai pemahaman literasi privasi yang ada.
PEMBINAAN PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA BERBASIS BEST PRACTICES PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK Rudi Susilana; Asep Herry Hernawan; Angga Hadiapurwa; Nanda Khaerunnisa Syafitri; Lien Halimah; Hafsah Nugraha
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i1.39161

Abstract

Kurikulum merdeka sedang ramai dibicarakan saat ini. Terlebih lagi sebagai salah satu upaya untuk memulihkan pembelajaran pasca pandemi. Pengembangan kurikulum seyogianya diharapkan terarah secara holistik, berbasis kompetensi, kontekstual, dan personalisasi. Kurikulum merdeka ini diharapkan sama terarah demikian. Berkenaan dengan upaya pelaksanaan kurikulum merdeka ini, pemerintah telah melaksanakan program sekolah penggerak, sebagai pilot project pengembangan program-program sekolah sebagai upaya menuju pelaksanaan kurikulum merdeka ini. Saat ini belum banyak sekolah yang melaksanakan program sekolah penggerak, berdasarkan hal tersebut program pengabdian ini berupaya untuk melaksanakan pembinaan pengembangan kurikulum merdeka berbasis best practices program sekolah penggerak. Diharapkan sekolah yang telah melaksanakan program sekolah penggerak dapat mendiseminasikan dan juga berkolaborasi dengan Program Studi Pengembangan Kurikulum UPI untuk membina sekolah yang belum melaksanakan program sekolah penggerak.Kata kunci: Kurikulum Merdeka, Pengembangan Kurikulum, Pilot project, Sekolah PenggerakAbstractThe independent curriculum is being discussed at this time as an effort to restore learning after the pandemic. Curriculum development should be directed holistically, competency-based, contextual, and personalized. The independent curriculum expected will have the same direction. Concerning the effort to implement this independent curriculum, the government has implemented a “Sekolah Penggerak” program as a pilot project for the development of school programs as an effort toward implementing this independent curriculum. Currently, there are not many schools that implement “Sekolah Penggerak” program. Based on this, this service program seeks to develop an independent curriculum based on the best practices of the “Sekolah Penggerak” program. It is expected that schools that have implemented “Sekolah Penggerak” program can disseminate and collaborate with the UPI Curriculum Development Study Program to foster schools that have not implemented it.Keywords: Curriculum Development, Independent Curriculum, Pilot Project, Sekolah Penggerak
ANALISIS IMPLEMENTASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) PADA APLIKASI CANDIL Rani Supartini; Angga Hadiapurwa
Info Bibliotheca: Jurnal Perpustakaan dan Ilmu Informasi Vol. 4 No. 1 (2022): Info Bibliotheca: Jurnal Perpustakaan dan Ilmu Informasi
Publisher : Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ib.v4i1.367

Abstract

This article discusses the implementation of CRM in West Java Dispusipda. CRM in the library is very effective to do, because the main focus of the library is the user. The research method used in this article is a qualitative research method. The results of the analysis carried out are the implementation of CRM on the Candil application by providing interesting features, namely giving appreciation, requesting books, and bookshelves. It aims to achieve user satisfaction, which based on the analysis of the assessment of the Play Store application shows a good category.
Co-Authors - Sapriya Aah Ahmad Syahid, Aah Ahmad Adiva Khafifati Alfitriani, Nabila Alya Hafizza Amanda Devika Hakim Amani, Nisrina Amir Fiqih Anandita Rifa Mutia Anggun Apriliani Zahra Rosyiddin Anindya Putri Maharani Anindya Putri Maharani Anisa, Desy Ardiansah Ardiansah Arya, Ghaitsa Zahira Asep Herry Hernawan Atep Sujana Awalia Latifa Mayda Ikrimah Ayuni Hanifatunnisa Budi Santoso Budi Setiawan Celline Putriana Oktaviandi Syeira Dadi Mulyadi Dalilah Aliyah Zuhrah Dananir Hasna Azzahra Dara Aulia Herman Della Amelia Devira Nurhaliza Zein Diemas Arya Komara Diemas Arya Komara Diemas Arya Komara Dimas Saputra Dini Haryanti Dinn Wahyudin, Dinn Diva Aulia Amanda Doddy Rusmono, Doddy Eero Ropo Eero Ropo Efendi, Erika Erviana Eka Rahmawati Eka Rahmawati Eka Siti Aulia Elva Hanov Rais Satianingsih Emi Emilia Emi Emilia Fajrina, Farahdiba Farah Gholiyah Farhan Noorfansyah Sucahyo Fatih Aulia Rahman Fauzi, Luqman Fiqih, Amir Firdausy, Rachmelya Salsabila Fithri Nurlaelasari Fitriyani Fitriyani Fitriyani, F. Galih Dwi Novianto Gema Rullyana Ghany Al-Fikri Hergiansa Ghany Al-Fikri Hergiansa Ghea Putri Dwiyanti Hada Hidayat Margana Hafsah Nugraha Hafsah Nugraha Hana Silvana Hana Silvana Harahap, Noviandi Haura Qurrata Ayunina Herlina Herlina Heryani, Rina Ihsan, Helli Ikanubun, Lucia Ekawati Ikrimah, Awalia Latifa Mayda Indriyani Rachman Joelene, Eileen Nicole Johan, Riche Cynthia Khaerunnisa Syafitri, Nanda Khairil Azhar Khansa Aulia Syahidah Khoerunnisa, Lutfi Kodama Yaoyi Komara, Diemas Arya Laksmi dewi Laksmi Dewi, Laksmi Lien Halimah Linda Setiawati Linda Setiawati Linda Setiawati Listiana, Annisa Lutfi Khoerunnisa Luthfi Nur Hakim Maula, Wisheila Ayunisa Mega Fitria Yulianti Mellinia, Annisa Mohammad Ali Mohammad Ali Muhamad Iqbal Zea Ul Haque Muhamad Oka Augusta Muhammad Azhar Fachrezi Muhammad Raffy Maulana Gumelar Muhammad Subhan Zaenul Rofi Muhammad Sultan Alvaro Muhammad Syukri Yazid Muzakki Mumtaz Ali Ridha Al Munawar N. Yuniar Rizki Siti Amalia Nanda Khaerunnisa Nanda Khaerunnisa Syafitri Nayla Ikhsani Azyan Nisrina Amani Noverista, Dinda Ivanny Novi Safitri Novian, Rayhan Musa Nurchalia, Lintang Putri Nurin Salma Ramdani Nurohmah, Mutia Nurul umrotullatifah Permata, Alvin Tessar Pratama, Yolanda Lusiana Purnomo Purnomo Putri Riani Putrisolichat, Shafa Nurul Azmi Rachmelya Salsabila Firdausy Rahman, Fatih Aulia Ramadhan Nadhif Firdaus Rani Supartini Referen Piliano Ridha Pratama Rusli Ridha Pratama Rusli Rina Heryani Rina Heryani Rina Heryani Ropo, Eero Rosa Choerunnisa Rosyiddin, Anggun Apriliani Zahra Roziya Abu Rudi Susilana, Rudi Rusli, Ridha Pratama Rusman Rusman Saidatul Akmar Ismail Salma Rheina Yuniar Salwa Salsabila Sasqia Mawardah Rahmadiani Shalita Aura Pranadinata Shelma Santa Widuri Shelma Santa Widuri Sipayung, Amy Theresia Stephanie Aurelia Suci Yanti Ramadhan Suci Yanti Ramadhan Suhardini, Dini Sulis Indriani Susanti Agustina, Susanti Syafitri, Nanda Khaerunnisa Taopik Barkah Tessar Permata, Alvin Tiara Mulqie Anindhitya Tuti Alawiyah Uyu Wahyudin Wahda Putri Aulia Wahyu Sopandi Wulandari, Yayu Yanti Ramadhan, Suci Yayu Wulandari Yudis Ghifari Yuningsih, Endah Kurnia Zaki Mubarak Zenita Listia Handayani