p-Index From 2021 - 2026
7.992
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Publikasi Pendidikan Edutech Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Record and Library Journal Edulib JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Jurnal Penelitian Pendidikan Edcomtech Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Publication Library and Information Science Produktif : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi PEDAGOGIA JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Mimbar Ilmu Jurnal EDUTECH Undiksha Journal on Education Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Jurnal Pembelajaran Inovatif Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Jurnal Pustaka Ilmiah Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Unilib: Jurnal Perpustakaan Literatify : Trends in Library Development LibTech : Library and Information Science Journal Inovasi Kurikulum TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Al Ma mun Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Al-Ma`mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Curricula: Journal of Curriculum Development Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Tadwin: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Hipkin Journal of Educational Research Akademika Jurnal Teknologi Pendidikan BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Lembaran Ilmu Kependidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh bagi Pendidik dan Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19 Galih Dwi Novianto; Dara Aulia Herman; Angga Hadiapurwa
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2020): JIPPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jippsd.v4i2.112590

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 bagi pendidik dan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pelaksanaan pendidikan jarak jauh di masa pandemi Covid-19 bagi pendidik dan peserta didik. Penelitian ini menekankan pada sumber informasi pada hambatan, kekurangan, kelebihan, dan solusi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan kajian teoritis, referensi, serta literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan budaya, nilai dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. Hasil dari penelitian menunjukkan, bahwa akses jaringan internet, fasilitas sarana dan prasarana, kesiapan pendidik, peserta didik, dan orang tua menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan, bahwa kelancaran pelaksanaan pendidikan jarak jauh sangat bergantung pada aspek kesiapan segala pihak dalam menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.
Implementasi Merdeka Belajar untuk Membekali Kompetensi Generasi Muda dalam Menghadapi Era Society 5.0 Angga Hadiapurwa; Putri Riani; Mega Fitria Yulianti; Endah Kurnia Yuningsih
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.3140

Abstract

Society 5.0 merupakan era yang dicetuskan oleh pemerintahan Jepang dengan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology-based). Pada era ini, masyarakat khususnya peserta didik perlu meningkatkan soft skill sehingga mampu meningkatkan kecakapan dan keterampilan untuk belajar sehingga mampu menjadi modal untuk menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas pada masa yang akan datang. Siswa maupun mahasiswa tengah dihadapkan oleh adanya perubahan akibat dari perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. Oleh sebab itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim meluncurkan program belajar dengan konsep Pendidikan Merdeka, konsep yang digagas mengarah pada kebebasan peserta didik dalam berpikir kritis dan cerdas. Artikel ini berusaha mengeksplorasi bagaimana implementasi merdeka belajar di lingkungan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia dalam menghadapi Era Society 5.0. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan survey pada lima belas siswa dan tiga puluh tujuh mahasiswa di beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini memaparkan bahwasanya hadirnya program merdeka belajar, didukung oleh empat kompetensi dasar yang wajib dimiliki pada era digital dan globalisasi, siswa dan mahasiswa dapat berkembang untuk menempuh era society 5.0 serta menjadi sumber daya yang lebih mumpuni di masa depan.Kata kunci: Era Society 5.0; merdeka belajar; pengembangan sumber daya manusia ABSTRACTSociety 5.0 is an era initiated by the Japanese government with the concept of a human-centered and technology-based society. In this current era, the community, especially students, needs to improve their soft skills to improve their skills and learning skills so that they can become more qualified human resources in the future. Students and students are faced with changes due to current technological developments. Therefore, the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia, Nadiem Makarim, launched a learning program with the concept of Merdeka Education, a concept that leads to the freedom of students to think critically and intelligently. This article seeks to explore how the implementation of independence in high schools and universities in Indonesia is facing the Era of Society 5.0. The method used in this research is descriptive quantitative by surveying fifteen high school students and thirty seven college students in some district in West Java. The results of this study explain that with an independent learning program that is supported by four basic competencies that must be possessed in the digital era and globalization, students can develop to pass the era of society 5.0, and become more capable resources in the future.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DALAM BIDANG PENDIDIKAN Muhamad Oka Augusta; Celline Putriana Oktaviandi Syeira; Angga Hadiapurwa
Produktif : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 5 No. 2 (2021): Produktif: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/produktif.v5i2.1259

Abstract

Inovasi baru dalam dalam ilmu komputer semakin banyak, salah satunya adalah Blockchain. Blockchain merupakan teknologi yang memiliki ruang lingkup luas mencakup seluruh bidang dalam kehidupan. Blockchain merupakan system penyimpanan informasi pada jaringan internet yang terdistribusi oleh masing-masing node dan memiliki data yang sama. Sistem ini merupakan teknologi yang tidak dikelola oleh pihak ketiga melainkan seluruh pengguna. Blockchain ini dapat dimanfaatkan dalam dunia Pendidikan, meliputi manajemen sertifikat dan identitas dan meningkatkan serta memfasilitasi pembelajaran seumur hidup. Penggunaan Blockchain dalam dunia Pendidikan dapat menguntungkan pelajar, keamanan dan peningkatan efesiensi untuk institusi pendidikan, bisnis, dan pelajar, serta Integrasi kepercayaan dan transparansi. Dengan adanya penilitian ini diharapkan teknologi Blockchain dapat diaplikasikan dalam dunia Pendidikan untuk meningkatkan keefektifan proses belajar dan mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji berbagai studi pustaka yang tersedia yang berhubungan dengan blockchain pada dunia Pendidikan. Hasil penting dari penelitian ini adalah pengaplikasian blockchain dalam bidang pendidikan dapat meningkatkan motivasi pembelajar dan pengajar, meningkatkan keefektifan proses belajar dan mengajar, mempermudah pencari pekerja untuk mendapatkan pekerjaan dan perekrut pekerjaan dalam mencari pekerja yang cocok dengan kriteria pekerjaan.
Pembaharuan Strategi dan Metode Pembelajaran pada Mata Pelajaran Sejarah SMA di era Pandemi Covid-19 Zenita Listia Handayani; Angga Hadiapurwa; Dananir Hasna Azzahra; Hafsah Nugraha
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 4, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um038v4i42021p378

Abstract

The COVID-19 pandemic that is endemic in various parts of the world, has had an impact on various aspects, one of which is in the field of education. The Indonesian government's effort in dealing with the impact of COVID-19 in the education sector is to implement Distance Learning (PJJ) supported by Information and Communication Technology devices. This article analyzes the obstacles that occur when learning takes place, and creates a solution based on several research results that have been carried out by several people, namely audio-based learning in the form of podcasts, interactive video conferences and Virtual Museum Tour (VMT). This article was created based on a survey research method to identify the effectiveness of strategies and methods in the learning process carried out during the Covid-19 pandemic in history subjects at the high school level. There are 9 questions asked in this questionnaire. From 30 respondents, it was found that the strategies and methods used in learning activities in their schools were less attractive so that there were solutions in the form of recommendations regarding these problems, namely updating the strategies and methods used and now being varied into podcasts, discussions via interactive video conference, and the Virtual Museum. Tours.AbstrakPandemi covid-19 yang  mewabah di belahan dunia, membawa imbas kepada berbagai aspek salah satunya terhadap bidang pendidikan. Usaha pemerintah Indonesia dalam menangani dampak covid-19 di bidang pendidikan adalah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan didukung oleh perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi. Artikel ini menganalisis bagaimana kendala yang terjadi ketika pembelajaran berlangsung, dan menciptakan sebuah solusi yang dilandasi oleh beberapa hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa orang, yakni pembelajaran berbasis audio berupa podcast, video conference interaktif serta Virtual Museum Tour (VMT). Artikel ini dibuat berdasarkan metode penelitian survei untuk mengidentifikasi keefektifitasan strategi dan metode dalam proses pembelajaran yang dilakukan pada masa pandemi covid-19 di mata pelajaran sejarah jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Terdapat 9 pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner ini. Dari 30 responden, didapat hasil bahwa strategi maupun metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah mereka kurang menarik sehingga terdapat solusi berupa rekomendasi mengenai permasalahan tersebut yaitu memperbaharui strategi dan metode yang digunakan dan kini divariasikan menjadi podcast, diskusi via video conference interaktif, dan Virtual Museum Tour.
Can microlearning strategy assist students’ online learning? Rudi Susilana; Laksmi Dewi; Gema Rullyana; Angga Hadiapurwa; Nanda Khaerunnisa
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 41, No 2 (2022): Cakrawala Pendidikan (June 2022)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v41i2.43387

Abstract

The development of information and communication technology leads to the need for learning concepts and strategies following current conditions. In the higher education system, it is essential that educators must carefully consider the learning strategies of students' learning styles and cognitive loads. This study explores how microlearning strategies are applied to online learning to minimize students' cognitive load. It applies a qualitative approach by involving 45 students in the student mobility program who volunteered to participate in the research process. The data were collected through questionnaires, interviews, and document analysis of student learning outcomes. They were then validated by triangulation and analyzed by following an interactive data analysis model on applying microlearning strategies in online learning. The results showed that microlearning is an effective strategy to minimize students' cognitive load in online learning, including intrinsic, extraneous, and germane ones. The implementation of microlearning strategies in online learning eases students to understand the material; students are more flexible in learning because its strategy allows students to decide their readiness to learn. This strategy enables students to manage the unproductive cognitive load and stimulate the germane cognitive load. Hence, their learning outcomes fall into the nearly excellent category.
KESIAPAN CALON GURU SEKOLAH DASAR PADA PELAKSANAAN KURIKULUM DALAM KONDISI KHUSUS Angga Hadiapurwa; Rudi Susilana; Rusman Rusman
PEDAGOGIA Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v19i2.35096

Abstract

AbstrakImplementasi kurikulum saat pandemi Covid-19 merujuk pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Pedoman tersebut diterbitkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui surat keputusan. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus, atau sering disebut penyederhanaan kurikulum harus tetap memperhatikan ketercapaian kompetensi dan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana persepsi calon guru sekolah dasar tentang dokumen pedoman pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus, serta bagaimana tingkat kesiapan dalam persiapan implementasinya. Metode penelitian menggunakan studi survey, dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner persepsi dan evaluasi diri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sumber informasi tentang pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus sebagian besar calon guru mengetahui dari media masa online. Selanjutnya tingkat pemahaman calon guru tentang pedoman pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus termasuk kategori sangat baik. Namun tingkat kesiapan pelaksanaanya masih dalam kategori kurang siap. Berdasarkan hasil tersebut, maka perlu adanya pembekalan lebih lanjut kepada calon guru terkait dengan kesiapan dalam melaksanakan kurikulum pada kondisi khusus.AbstractCurriculum implementation during the Covid-19 pandemic refers to curriculum implementation guidelines in educational units under special conditions. The guidelines are issued by the Minister of Education and Culture through a decree. In implementing the curriculum in special conditions, or often called curriculum simplification, it must still pay attention to the achievement of competencies and learning needs of students. This article aims to examine the perception of prospective elementary school teachers regarding the curriculum implementation guide document in special conditions, as well as how the level of readiness in preparation for its implementation. The research method uses a survey study, with a quantitative approach. The instrument used is a questionnaire of perceptions and self-evaluation. The results of this study indicate that the source of information about the implementation of the curriculum under special conditions is that most prospective teachers know from the online mass media. Furthermore, the level of understanding of prospective teachers about curriculum implementation guidelines in special conditions is included in the very good category. However, the level of readiness for implementation is still in the less ready category. Based on these results, it is necessary to provide further debriefing to prospective teachers related to readiness in implementing the curriculum in special conditions.
Implementasi Merdeka Belajar untuk Membekali Kompetensi Generasi Muda dalam Menghadapi Era Society 5.0 Angga Hadiapurwa; Putri Riani; Mega Fitria Yulianti; Endah Kurnia Yuningsih
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.3140

Abstract

Society 5.0 merupakan era yang dicetuskan oleh pemerintahan Jepang dengan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology-based). Pada era ini, masyarakat khususnya peserta didik perlu meningkatkan soft skill sehingga mampu meningkatkan kecakapan dan keterampilan untuk belajar sehingga mampu menjadi modal untuk menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas pada masa yang akan datang. Siswa maupun mahasiswa tengah dihadapkan oleh adanya perubahan akibat dari perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. Oleh sebab itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim meluncurkan program belajar dengan konsep Pendidikan Merdeka, konsep yang digagas mengarah pada kebebasan peserta didik dalam berpikir kritis dan cerdas. Artikel ini berusaha mengeksplorasi bagaimana implementasi merdeka belajar di lingkungan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia dalam menghadapi Era Society 5.0. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan survey pada lima belas siswa dan tiga puluh tujuh mahasiswa di beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini memaparkan bahwasanya hadirnya program merdeka belajar, didukung oleh empat kompetensi dasar yang wajib dimiliki pada era digital dan globalisasi, siswa dan mahasiswa dapat berkembang untuk menempuh era society 5.0 serta menjadi sumber daya yang lebih mumpuni di masa depan.Kata kunci: Era Society 5.0; merdeka belajar; pengembangan sumber daya manusia ABSTRACTSociety 5.0 is an era initiated by the Japanese government with the concept of a human-centered and technology-based society. In this current era, the community, especially students, needs to improve their soft skills to improve their skills and learning skills so that they can become more qualified human resources in the future. Students and students are faced with changes due to current technological developments. Therefore, the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia, Nadiem Makarim, launched a learning program with the concept of Merdeka Education, a concept that leads to the freedom of students to think critically and intelligently. This article seeks to explore how the implementation of independence in high schools and universities in Indonesia is facing the Era of Society 5.0. The method used in this research is descriptive quantitative by surveying fifteen high school students and thirty seven college students in some district in West Java. The results of this study explain that with an independent learning program that is supported by four basic competencies that must be possessed in the digital era and globalization, students can develop to pass the era of society 5.0, and become more capable resources in the future.
Gerbang Maca: Strategi inovatif dalam pengembangan layanan Disarpus sebagai sumber belajar masyarakat Kab. Indramayu Eka Rahmawati; Angga Hadiapurwa; Anindya Putri Maharani; Hafsah Nugraha
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44049

Abstract

Gerbang Maca or “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” is something the local government and the community must do together to increase and develop their interests, hobbies, and reading culture. To create a generation that is intelligent, characterized, and competitive. The purpose of this study is to examine the Gerbang Maca program and the impact of the implementation of the Gerbang Maca program, thus describing the library as a learning resource for the community, especially the Indramayu community. The method used is the qualitative approach with the Systematic Literature Review (SLR) method. The data collection technique uses field observations. The study was conducted by virtual observation on social media Instagram, Disarpus Kab. Indramayu and journal articles referring to library innovation strategies. In the analysis carried out, it was found that the program carried out by the Disarpus Kab. Indramayu is to shape the character of its people with varied innovations. So that some of the sub-programs carried out are adjusted to the community's needs. Such as Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling and Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini. The program was then used as an innovative strategy to build a smart, characterized, and competitive Kabupaten Indramayu and make the library a learning resource for the community. AbstrakGerbang Maca atau “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan masyarakat untuk meningkatkan dan mengembangkan minat, kegemaran serta budaya baca, dalam rangka mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji terkait Gerbang Maca, kegiatan yang terdapat di dalamnya, serta dampak dari penerapan program Gerbang Maca, sehingga menggambarkan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat khususnya masyarakat Indramayu. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan (field observation). Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi virtual pada media sosial Instagram Disarpus Kab. Indramayu serta artikel dari jurnal yang merujuk pada strategi inovasi perpustakaan. Pada analisis yang dilakukan didapat hasil bahwa program yang dilakukan oleh Disarpus Kab. Indramayu dimaksudkan untuk membentuk karakter masyarakatnya dengan menggunakan inovasi yang bervariatif, sehingga beberapa sub program yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa program, seperti program Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling dan Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini dijadikan strategi inovatif untuk membangun Kabupaten Indramayu yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing, juga menjadikan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat.Kata Kunci: Gerbang Maca; Indramayu; pelibatan masyarakat; perpustakaan keliling
Pengembangan Koleksi Perpustakaan di Telkom University Open Library Salma Rheina Yuniar; Hada Hidayat Margana; Angga Hadiapurwa
Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Pustaka Ilmiah
Publisher : Central Library of Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpi.v7i1.47651

Abstract

Telkom University Open Library merupakan brand untuk Unit Sumber Daya Keilmuan & Perpustakaan (SDK & Perpustakaan) Telkom University yang berada dibawah Wakil Rektor I bidang Akademik Telkom University, dengan memerhatikan tiga pokok pikiran dalam pengembangannya. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan koleksi yang dilakukan Telkom University Open Library. Metode yang digunakan penelitian yaitu menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta pengambilan untuk sumber data menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Pengembangan koleksi ialah suatu kegiatan yang penting dan harus dilakukan oleh setiap perpustakaan guna untuk meningkatkan kualitas perpustakaan juga agar selalu dapat memenuhi kebutuhan pemustaka seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui Telkom University Open Library sudah melakukan kegiatan pengembangan koleksi dengan enam tahapan yang dilakukan. Tahapan yang dilalui diantaranya: 1) analisis kebutuhan pemustaka, 2) kebijakan pengembangan koleksi, 3) seleksi bahan pustaka, 4) pengadaan bahan pustaka, 5) penyiangan bahan pustaka, dan 6) evaluasi koleksi.
Analysis effectiveness of online learning during the COVID-19 pandemic Yudis Ghifari; Diva Aulia Amanda; Angga Hadiapurwa
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol 1, No 2 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development, December 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i2.48796

Abstract

The COVID-19 pandemic has forced all countries to implement distance learning and distance restrictions to break the chain of transmission. This article researches the effectiveness of online learning during the Covid-19 pandemic and its impact on student's ability to participate in learning. The research was conducted using a survey method with a quantitative approach. The subjects of this study were active students of the Education Technology study program at the Indonesian Education University class of 2018-2020. The survey data was analyzed by measuring the variables determined using numbers and then analyzed with the applicable statistical procedures. The results showed that online learning was considered less effective because the learning materials were not delivered properly to students. This causes students not to understand the task at hand. Another point that shows the ineffectiveness of online learning is that many issues occur during online learning sessions, for example, internet connection issues, limited interaction, lack of literacy skills, and lack of motivation and productivity of students in its implementation. The level of effectiveness of online learning still can increase if the issues that occur are minimized. Student learning motivation needs to be improved so that the effectiveness of online learning can also increase.
Co-Authors Aah Ahmad Syahid, Aah Ahmad Adiva Khafifati Afina, Aghniya Faza Alfitriani, Nabila Amani, Nisrina Anindya Putri Maharani Anindya Putri Maharani Anisa, Desy Ardiansah Ardiansah Arya, Ghaitsa Zahira Asep Herry Hernawan Aurelia, Stephanie Awalia Latifa Mayda Ikrimah Ayuni Hanifatunnisa Azyan, Nayla Ikhsani Budi Setiawan Celline Putriana Oktaviandi Syeira Dalilah Aliyah Zuhrah Dananir Hasna Azzahra Dara Aulia Herman Della Amelia Devira Nurhaliza Zein Diemas Arya Komara Dini Haryanti Dinn Wahyudin, Dinn Diva Aulia Amanda Doddy Rusmono, Doddy Dwi Budi Santoso Eero Ropo Efendi, Erika Erviana Eka Rahmawati Eka Siti Aulia Emi Emilia Emi Emilia Fajrina, Farahdiba Farah Gholiyah Fatih Aulia Rahman Fauzi, Luqman Fiqih, Amir Firdausy, Rachmelya Salsabila Fitriyani, F. Galih Dwi Novianto Gema Rullyana Ghany Al-Fikri Hergiansa Ghea Putri Dwiyanti Hada Hidayat Margana Hafsah Nugraha Hana Silvana Hana Silvana Harahap, Noviandi Hasannah, Nurul Herlina Herlina Ihsan, Helli Ikanubun, Lucia Ekawati Ikrimah, Awalia Latifa Mayda Indriani, Sulis Joelene, Eileen Nicole Johan, Riche Cynthia Khaerunnisa Syafitri, Nanda Khairil Azhar Khoerunnisa, Lutfi Komara, Diemas Arya Laksmi dewi Laksmi Dewi, Laksmi Lien Halimah Linda Setiawati Linda Setiawati Linda Setiawati, Linda Listiana, Annisa Luthfi Nur Hakim Maula, Wisheila Ayunisa Mega Fitria Yulianti Mellinia, Annisa Mohammad Ali Mohammad Ali Muhamad Iqbal Zea Ul Haque Muhamad Oka Augusta Muhammad Azhar Fachrezi Muhammad Raffy Maulana Gumelar Muhammad Sultan Alvaro Munawar, Mumtaz Ali Ridha Al Nanda Khaerunnisa Nanda Khaerunnisa Syafitri Noverista, Dinda Ivanny Novian, Rayhan Musa Nuraeni, Popi Nurchalia, Lintang Putri Nurin Salma Ramdani Nurohmah, Mutia Permata, Alvin Tessar Pratama, Yolanda Lusiana Purnomo Purnomo Putri Riani Rahman, Fatih Aulia Rani Supartini Referen Piliano Ridha Pratama Rusli Ropo, Eero Rosa Choerunnisa Rosyiddin, Anggun Apriliani Zahra Rudi Susilana, Rudi Rusli, Ridha Pratama Rusman Rusman Salma Rheina Yuniar Sasqia Mawardah Rahmadiani Shalita Aura Pranadinata Shelma Santa Widuri Sipayung, Amy Theresia Sucahyo, Farhan Noorfansyah Suhardini, Dini Susanti Agustina, Susanti Syafitri, Nanda Khaerunnisa Tessar Permata, Alvin Tuti Alawiyah Uyu Wahyudin Wahda Putri Aulia Wulandari, Yayu Yanti Ramadhan, Suci Yayu Wulandari Yudis Ghifari Yuningsih, Endah Kurnia Zaki Mubarak Zenita Listia Handayani