Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENINGKATAN CAKUPAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DENGAN ANALISIS SWOT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAGANSIAPIAPI KABUPATEN ROKAN Herryana, Wan; Rany, Novita; Ismainar, Hetty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25783

Abstract

Masih rendahnya cakupan kunjungan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Bagansiapiapi yaitu 24,02% (tahun 2021) dan 35,9% (tahun 2022) dari standar 80%. Diperlukan strategi demi meningkatkan cakupan kunjungan posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan cakupan kunjungan balita ke posyandu. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan desain penelitian phenomenology di Wilayah Kerja Puskesmas Bagansiapiapi pada bulan Januari-Juni 2023. Informan utama yaitu ibu balita, informan kunci yaitu kepala puskesmas, pemegang program gizi serta kepala desa. Informan pendukung yaitu bidan, perawat dan kader. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam serta dilakukan metode triangulasi. Analisis data kualitatif diperoleh dari data reduction, data display dan conclusion serta analisis SWOT. Hasil penelitian ini yaitu para ibu sudah mengetahui tentang kegiatan posyandu secara umum, namun ibu belum memahami tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita. Dari aspek sarana prasarana masih banyak kelengkapan sarana prasarana yang kurang seperti bangunan posyandu dan antropometri sehingga ketika pelaksanaan posyandu perlu meminjam. Setiap SDM yang ada telah berperan namun masih belum maksimal. Masih ada kader yang tidak datang ketika hari pelaksanaan posyandu serta tokoh masyarakat tidak selalu berperan aktif dalam pelaksanaan posyandu. Kader telah mendapatkan insentif tunai berupa gaji dan juga insentif non tunai seperti pelatihan dan penghargaan satu tahun sekali. Keluarga para ibu balita masih belum mendukung ibu untuk ke posyandu. Kesimpulan bahwa pemahaman ibu tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita masih terbatas, meskipun mereka mengetahui tentang kegiatan posyandu secara umum. Kendala sarana prasarana dan keterbatasan SDM serta dukungan keluarga menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas program posyandu.
MONITORING DAN EVALUASI PENYELENGGARAAN STANDAR PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Sastria, Meri Eka; Rany, Novita; Prabu, Dewi Hayati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26211

Abstract

Dampak yang dapat terjadi apabila PKRS tidak dilaksanakan antara lain dapat menyebabkan meningkatnya jumlah pasien dengan perilaku yang tidak sehat yang mengarah pada tingginya angka kejadian penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memonitoring dan evaluasi penyelenggaraan promosi kesehatan rumah sakit di unit promosi kesehatan Rumah Sakit RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Desain penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Kegiatan residensi ini dilakukan di Unit Promosi Kesehatan Rumah  Sakit RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dimulai tanggal 27 November 2023 sampai dengan 14 Desember, Informan penelitian didapat dengan teknik purposive sampling sebanyak 9 informan terdiri dari kepada kepala unit PKRS, staf PKRS, dan koordinator di salah satu Instalasi Rawat Inap yang ada di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pengambilan data didapat dengan wawancara, observasi lapangan, dan telusur dokumen. Penentuan prioritas masalah menggunakan metode Urgency Seriousness Growth (USG). Hasil penelitian didapatkan belum terbentuknya organisasi PKRS yang sesuai PMK No 44 Tahun 2018 dan adanya SPO (Standar Prosedur Operasional) yang belum direvisi di unit PKRS, masih banyak SDM PKRS yang belum pelatihan, dan PPA banyak yang belum mengikuti pelatihan komunikasi efektif, monitoring evaluasi penyelenggaraan promosi kesehatan di Rumah Sakit yang belum optimal, belum lengkapnya sarana yang dibutuhkan menjadi kendala dalam kegiatan PKRS dan program kemitraan sudah ada dengan beberapa yayasan dan perkumpulan, tetapi belum berjalan. Kesimpulan implementasi PKRS di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan Menteri kesehatan dan fokus pada edukasi. Kegiatan utamanya meliputi penyuluhan dalam dan luar gedung, serta pengembangan media promosi kesehatan.
Penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) untuk Peningkatan Mutu Pelayanan dalam Pencapaian Standar Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Bangkinang Fitriani, Ernita; Afandi, Dedi; Herniwanti, Herniwanti; Rany, Novita; Jepisah, Doni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12278

Abstract

ABSTRAK Peningkatan mutu pelayanan seharusnya tercermin dalam setiap kegiatan dirumah sakit (RS). Untuk menjaminnya, RS wajib memiliki sistem pengawasan mutu yakni dengan penerapan standar yang terdapat pada sistem akreditasi rumah sakit untuk mencapai Indikator Nasional Mutu (INM) dari 13 Indikator Nasional Mutu yang harus dilakukan RS. Hasil survei awal yang dilakukan ada 5 indikator yang belum mencapai standar akan berdampak terhadap hasil mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan diperolehnya informasi mendalam tentang kecenderungan penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) peningkatan mutu pelayanan dalam pencapaian standar akreditasi rumah sakit. Penelitian menggunakan metode kualitatif desain fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Komponen yang diteliti yaitu kepatuhan kebersihan tangan, kepatuhan penggunaan APD, waktu operasi sectio caesarean emergency, waktu tunggu rawat jalan, dan kepatuhan pengisian alur klinis (clinical pathway). Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa kepatuhan kebersihan tangan, kepatuhan penggunaan APD, waktu operasi sectio caesarean emergency, waktu tunggu rawat jalan, dan kepatuhan pengisian alur klinis (clinical pathway) belum sesuai standar. Penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) yang dilakukan melalui peningkatan mutu pelayanan dalam pencapaian Standar Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Bangkinang tahun 2023 masih belum sesuai standar disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain belum ada budaya organisasi, belum ada komitmen dari petugas. Belum optimalnya penggunaan sistem aplikasi pendaftaran online, belum optimalnya penggunaan aplikasi E-RM dan dukungan dari manajemen. Disarankan agar pihak rumah sakit dalam pencapaian indikator nasional perlu menambahkan poin penilaian kepatuhan pelaksanaan penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) di Lembar Penilaian Kinerja dan memberlakukan sistem reward dan punishment. Kata Kunci: Indikator Nasional Mutu (INM), Peningkatan Mutu Pelayanan,   Standar Akreditasi Rumah Sakit  ABSTRACT  Service quality enhancement should appear in hospital activities. Each hospital is required to have a quality control system, which is designed to ensure that the level of performance of a system remains stable, or in control. For example, to achieve 13 National Health Care Quality Indicators, some standards can be applied in the hospital accreditation system. However, we still found that there were 5 indicators that have not reached the standard. Thus, these could have a significant impact on service quality results. The purpose of this study is to obtain more in-depth information about the tendency of National Health Care Quality Indicators implementation in order to improve service quality on hospital accreditation achievement. Phenomenological Qualitative Method was used in this study. The data were collected through interviews, observation, and secondary data. The component of health care quality; such as, hand hygiene compliance, PPE compliance, timing of emergency caesarean section, patient waiting time at outpatient department, and clinical pathway compliance, were analyzed in this study. The results confirm that the five components of health care quality; such as, hand hygiene compliance, PPE compliance, timing of emergency caesarean section, patient waiting time at outpatient department, and clinical pathway compliance; had not met the standard yet. Implementation of the National Health Care Quality Indicators for improving service quality to achieve hospital accreditation in RSUD Bangkinang (2023) has not met the standard yet. It happened because of some factors; such as, there is no organizational culture yet, there are no commitments from employees yet, the online registration application system and the E-RM application, and management support have not run properly. Therefore, the researcher hopes that the hospital is necessary to add the assessment of compliance with the implementation of National Health Care Quality Indicators in performance appraisal form, and to design reward as well as punishment systems. Keywords: National Health Care Quality Indicators, Service quality improvement, Accreditation Standards for Hospital
Pelatihan Penyusunan Menu Dan Pengolahan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Pada Ibu Menyusui Dalam Pencegahan Stunting Mitra, Mitra; Nurlisis, Nurlisis; Rany, Novita
Jurnal Abdi Mas Adzkia Vol 4, No 1 (2023): Agustus - Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/adzkia.v4i1.18364

Abstract

The achievement of exclusive breastfeeding in the working area of the Karya Wanita Community Health Centre in Pekanbaru City has yet to reach its target. Community Health Centre Karya Wanita is one of the focus locations for reducing stunting prevalence in Pekanbaru City, Riau Province. Lack of breast milk production is the cause of mothers not breastfeeding their babies. This community service aims to increase mothers' knowledge and skills in preparing menus and processing local wisdom-based food ingredients to prevent stunting in toddlers. The community service method was carried out using lectures and discussions, food processing practices, counselling and measuring the nutritional status of toddlers. The training participants were 12 breastfeeding mothers in the Working Area of Community Health Centre Karya Wanita Pekanbaru City. The training was held at Integrated Health Post Petak Bersilang RW 16 Limbungan Baru Village, Rumbai Pesisir Sub-district, Pekanbaru City, on 21 August 2023. The community service procedure starts with preparation, implementation, and evaluation. Preparation is done through coordination with the health centre and recording breastfeeding mothers in the Karya Wanita Community Health Centre Working Area. Evaluation was carried out through assessment of pre-test and post-test answers to mothers' knowledge and attitudes. Data analysis was presented univariately through a frequency distribution table of mothers' knowledge and attitudes. The service results showed an increase in the value of knowledge and attitudes of mothers before and after training. Mothers are expected to implement the material provided to increase breast milk production and prevent toddler stunting.
Penguatan Kapasitas Masyarakat Melalui Edukasi Silvofishery Kepiting Bakau (Scylla sp.) di Desa Buruk Bakul Provinsi Riau Indra Suandy; Budijono Budijono; Ali Asfar; Wan Muhammad Yunus; Endang Purnawati Rahayu; Zulmeliza Rasyid; Novita Rany
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v5i2.75

Abstract

The degradation of mangrove ecosystems and declining populations of mangrove crabs (Scylla sp.) in the coastal areas of Bengkalis necessitate the implementation of sustainable management strategies that integrate ecological and economic aspects. This community service program aims to enhance the capacity of the Sekat Bakau Group in Buruk Bakul Village through education and training in jerry can-based silvofishery systems as an environmentally friendly aquaculture innovation. Activities were conducted from June to December 2024, involving 20 participants through three phases: planning, implementation, and evaluation using a pre-test post-test design. Results demonstrate a significant increase in participants' knowledge from an average of 60.3% (pre-test) to 90.5% (post-test), accompanied by successful technical skill transfer in constructing jerry can-based aquaculture units. The program successfully fostered ecological awareness, practical skills, and community readiness for silvofishery implementation, although field validation is required to measure actual economic and ecological impacts. The participatory educational approach proved effective as an empowerment strategy for coastal communities in realizing sustainable fisheries resource management
Household Drinking Water Quality Surveillance (KAMRT) for Public and Environmental Health Improvement Herniwanti, Herniwanti; Dewi, Oktavia; Rany, Novita; Nashabila, Rafni; Mitra
International Journal of Health Literacy and Science Vol. 3 No. 2 (2025): International Journal of Health Literacy and Science
Publisher : Health Science UDINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/ihelis.v3i2.91

Abstract

Access to safe drinking water is a key target under SDG 6.1; yet household-level risks remain under-monitored in Indonesia. This study aimed to assess household drinking-water quality in the Rumbai Bukit PHC area as part of the implementation of STBM pillar 3 by the Household Drinking Water Quality Surveillance (KAMRT). A crosssectional surveillance (July–Sept 2024) tested 24 household water samples from wells, PDAM, and refill depots for physical (colour, turbidity, odour, TDS), chemical (pH, Fe, Mn), and microbiological (E. coli) parameters. Laboratory examination showed that 22 samples (91.7%) were positive for E. coli, with the highest contamination detected in dug-well (100%) and refill-depot water (87.5%), while only one PDAM sample was positive. In addition, three parameters, pH (33.3%), Fe (25%), and Mn (20.8%), failed to meet the national standards set in the Ministry of Health Regulation No. 2/2023. No samples failed for colour, odour, turbidity, or TDS. Most household water was unsafe microbiologically. Strengthened internal/external monitoring, public education on safe storage/treatment, and multisector collaboration using community-based technologies are required to secure sustainable safe water access.
Determinants Of Environmental Sanitation And Waste Management In The Incident Of Acute Respiratory Tract Infections In Dense Urban Settlements Novita Rany; Zulmeliza Rasyid; Dedi Afandi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57470

Abstract

Latar belakang : Kejadian ISPA adalah suatu kondisi di mana satu atau lebih organ pernapasan mengalami infeksi akut yang disebabkan oleh mikroorganisme, menyerang berbagai bagian saluran pernapasan. Data BPS tahun 2023 ISPA di Kecamatan Tuah Madani menduduki peringkat pertama mencapai 3184 orang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor sanitasi lingkungan dan faktor penularan kejadian ISPA. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observational dengan design cross sectional study. Populasi dalam Penelitian ini adalah seluruh KK yang berdomisi di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tuah Madani. Sampel penelitian berjumlah 120 KK. Teknik sampling secara proportional sampling dan quota sampling. Metode pengumpulan secara observasi dan wawancara. Pengolahan data secara komputerisasi. Analisis data secara univISPAat dan bivISPAat (Uji Chi-Square). Hasil: Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan pengelolan sampah (pvalue 0,0001), sumber air minum ( pvalue = 0,001), SPAL (pvalue = 0,0001), jamban (pvalue = 0,0001), kepadatan hunian (pvalue = 0,0001), ventilasi (p value = 0,001) dengan penularan kejadian ISPA. Kesimpulan : Diharapkan pihak kelurahan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan kampanye penyuluhan kesehatan mengenai pengelolaan sampah, akses air bersih, dan fasilitas sanitasi. Peningkatan ventilasi dan penataan hunian.
Environmental Sanitation Education in Reducing Environmental Pollution in the Siak River Area Zulmeliza Rasyid; Novita Rany; Nurvi Susanti; Nila Puspita Sari; Suherman Sohor
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ryayfv69

Abstract

Environmental pollution in the Siak River area is a serious problem impacting public health and the ecosystem. To address this issue, environmental sanitation education activities are being implemented to raise public awareness about the importance of good sanitation practices. Methods include outreach and hands-on practice in waste management. Health education is being conducted in the Meranti Pandak Village area. The media used for the education are laptops, n-focus, and leaflets. The methods used in the education are lectures and question-and-answer discussions. This community service activity will be conducted in July 2025. The results of this activity indicate an increase in public understanding of the importance of sanitation and waste management. There was increased knowledge 48%  in knowledge, 49% in attitudes, and 48% in actions of respondents before and after the questionnaire was administered. The community is beginning to actively participate in maintaining the cleanliness of their environment. Sanitation education plays a crucial role in reducing pollution and improving environmental quality. It is hoped that it can be implemented sustainably to create a cleaner and healthier environment.
Edukasi zero Waste Lifestyle Dalam Mewujudkan Lingkungan Bebas Sampah di Kelurahan Perhentian Marpoyan Zulmeliza Rasyid; Novita Rany; Agus Mandar; Budijono Budijono; Ali Asfar; Indra Suandy
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/j2gcfw88

Abstract

Zero-waste lifestyle education is a strategic approach to addressing the waste problem in Perhentian Marpoyan Village. With increasing population and economic activity, the volume of waste generated is increasing, threatening environmental cleanliness and health. This study aims to provide public understanding of the importance of adopting a zero-waste lifestyle, focusing on the principles of Reduce, Reuse, and Recycle (3R). The methods used included outreach and hands-on practice in waste management. Health education was conducted in Perhentian Marpoyan Village. The media used for the education included laptops, n-focus, and leaflets. The education methods used were lectures and question-and-answer discussions. The results of this education showed increased environmental awareness and active community participation in waste management. Participants' knowledge increased from 45% to 80%, demonstrating the effectiveness of the zero-waste lifestyle education method. Through a series of workshops, education sessions, and awareness campaigns, the community was encouraged to change their daily consumption patterns and behaviors. Thus, implementing a zero-waste lifestyle is expected to create a cleaner and healthier environment and create a community committed to sustainability.
Village Economic Development and Empowerment Education inOptimizing Idle Land with Floating Plants Budijono Budijono; Zulmeliza Rasyid; Endang Purnawati Rahayu; Novita Rany; Indra Suandy; Dedi Afandi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/81s2qm50

Abstract

Optimizing idle land is one of the main challenges in improving the welfare of rural communities.This community service activity aims to provide education and guidance to village communities inoptimizing idle land through floating crop farming techniques. Idle land that is not optimallyutilized results in economic instability and food dependence. Therefore, appropriate interventionsare needed to increase the productivity and independence of rural communities. Through a seriesof trainings, workshops, and field demonstrations, participants consisting of members of VillageOwned Enterprises, Village Community Empowerment Agency employees, and community leaderswere provided with knowledge about environmentally friendly and sustainable floating cropcultivation techniques. Methods used included presentations and interactive discussions. Thisactivity also involved Village-Owned Enterprises as facilitators to improve market access andfarmer incomes. Evaluation results showed an increase in community understanding and skills inmanaging idle land, as well as the potential for increasing family income. Thus, this program isexpected to empower the village economy and create better food independence. Keywords:Environmental_sanitation; Environmental_Based_Disease; Transmission Risk.
Co-Authors Abdurrahman Hamid Adliana Puspasari Agus Alamsyah Agus Mandar Agustin, Dian Eka Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Aldo Prama Ananta Ali Asfar Anwar, Afridayani Arbiah Marpaung Arifudin Arifudin Arnita Julianti Auliya Fajriyati Budi Hartono Budijono, Budijono Dedi Afandi Devis Hariyani Dewi , Oktavia Dewi Hayati Prabu Dewi Sanita Dhea Adellina Riyadi Dhea Adellina Riyadi ecy kartika sari Edi Sudarto Elmia Kursani Erdaliza, Erdaliza Erna Widyawati Ervira Dwiaprini As Syifa Ervira Dwiaprini As Syifa Erzan Syah Ester Napitupulu, Ervinna Fahruzi Z A Fajriyati, Auliya Fitriani, Ernita Hadian Ariayani Haili Hamid, Abdurrahman Harvandy Anwir Hendro Ekwarso Herniwanti Herniwanti Herryana, Wan Hery Widijanto Heryudarini Harahap Heryudarini Harapap Hetty Ismainar Iin Rodearni Irwan Muryanto Irwan Muryanto Irwan Muryanto Iswadi Iswadi Jasrida Jasrida Jayati, Trisna Jepisah, Doni Joko Risanto Juandi Muhammad Kamali Zaman Karjoso, Tri Krianto kartini Ega Kemal Kemal Kharisma Yuhana Kiswanto Kiswanto Kiswanto Leonita, Emi Leonita, Emy Lita, Lita Lusiana Putri MN Maimun, Nur Marlina, Hastusi Marlina, Hastuti Mazlan, Mazlan Megasari, Miratu Mita Puspitasari Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Muhaimin, Rusyadi Al Muhammad Rahmad Muryanto, Irwan Nada Khairunnisa Nadia Miftahul Jannah Nanda Tri Cahtiya Nashabila, Rafni Nasyabila, Rafni Nefi Asmareni Nila Puspita Sari Nila Puspita Sari nur helmi Nurlian Nurlian Nurlisis, Nurlisis Nurvi Susanti Nurwijayanti Octaviani, Dita Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Prabu, Dewi Hayati Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Rahayu, Endang Purnawati Raviola Raviola Renaldi, Reno Resfita, Desy Riauni Syaputri Rienarti Abidin, Aldiga Rusyadi Al Muhaimin Sa'am, Zulfan Sa’am, Zulfan Safrina, Dince Salmiyenti yenti Sarah Atyikah Sarah Atyikah Sastria, Meri Eka Silfia, Meta Sinta Yuni Putri Sintia Sintia Siregar , Nuromaito Siti Aminah Siti Rukijah* Sri Desfita, Sri Suandy, Indra Sugiyarningsih, Sugiyarningsih Suharsanto Suharsanto Suherman Sohor Tengku Emrinaldi Tia Harjianti Tin Gustina Toni Winata Tri Krianto Tri Krianto Karjoso Triyana Triyana Wan Muhammad Yunus, Wan Muhammad widodextrosa widodextrosa Widodo Widodo Widuri, Rita winda septiani Yessi Harnani Yunita, Jasrida Yusri Yusri Yuyun Priwahyuni Zahtamal Zahtamal Zainal Abidin Zul Akbar Zulfan Saam Zulfan Saam Zulfan Saam Zulfan Saam Zulfan Sa’am Zulfayeni Zulfayeni Zulkarnaini Zulkarnaini Zulmeliza Rasyid