Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan tentang CERDIK dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Siswa SMA Negeri 6 Kota Manado Ottay, Ronald Imanuel; Pali, Cicilia; Kuhon, Frelly Valentino; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Nelwan, Jeini Ester
Nawasena Bhakti Vol. 1 No. 1 (2025): NAWASENA BHAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Badan Usaha Milik Desa Berkaho Pungpungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64084/nawasenabhakti.v1i1.5

Abstract

Background: Non-Communicable Diseases (NCDs) can be prevented by promoting the CERDIK behavior in daily life. The CERDIK behavior consists of several key actions: regular health check-ups, avoiding cigarette smoke, engaging in physical activity, maintaining a balanced diet, getting adequate rest, and managing stress. The aim of this activity was to provide health education focused on the prevention of NCDs, targeting students of SMAN 6 Kota Manado. Adolescents were chosen as the primary audience to raise early awareness and encourage the implementation of CERDIK behavior from a young age. Methods: This activity was conducted on Friday, September 6, 2024, starting at 08:00 AM until completion. Health education was delivered by Dr. Ronald I. Ottay, M.Kes, and a team of master's students from the public health sciences program. The session lasted for two hours and concluded with a friendly gathering. A total of 60 students and teachers participated in the event. Pre- and post-educational assessments were conducted to measure changes in knowledge levels among the participants. Results: The results of this activity showed that the total knowledge score increased from 625 before the session to 670 afterward, indicating a gain of 45 points. The average score increased from 35.2 to 38.7, showing a 3.5-point improvement. This indicates a noticeable difference in knowledge scores before and after the health education session. Conclusion: This community service activity demonstrated that the educational intervention had a positive impact on students' knowledge regarding the prevention of non-communicable diseases through the implementation of CERDIK behavior at SMAN 6 Manado.
Sosialisasi dan Demonstrasi Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa Sekolah Dasar Kelas 4 dan 5 di Kecamatan Wanea Kota Manado Sapulete, Ivonny Melinda; Sapulete, Margaretha Rosalinda; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Nelwan, Jeini Ester
Nawasena Bhakti Vol. 1 No. 1 (2025): NAWASENA BHAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Badan Usaha Milik Desa Berkaho Pungpungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64084/nawasenabhakti.v1i1.6

Abstract

Background: The habit of handwashing with soap (HWWS) can significantly reduce the risk of diarrhea, lowering the incidence by approximately 42–47%. Promoting HWWS practices can help save nearly one million lives globally. This highlights that HWWS is one of the simplest yet most impactful actions for reducing the transmission of infectious diseases, particularly among elementary school students. One of the key problems observed is that many students frequently fall ill, partly due to the lack of regular HWWS habits. The aim of this activity was to assess the impact of health education on students' knowledge regarding HWWS. Methods: This activity was conducted on Friday, September 6, 2024, starting at 08:00 AM until completion. Health education was delivered by Dr. Ivonny Sapulete, MSc, along with a team of master's students from the public health sciences program. The session lasted for two hours and concluded with a social gathering. A total of 60 students and teachers participated in the event. To evaluate the impact, students' knowledge was assessed before and after the health education session through a brainstorming method. Results: The results of this activity showed that there was a noticeable improvement in students’ knowledge about HWWS, as indicated by the brainstorming sessions conducted before and after the health education session. The differences observed demonstrate that the educational intervention positively influenced students’ understanding of proper hand hygiene practices. Conclusion: In conclusion, this educational activity successfully increased students' knowledge about handwashing with soap. Health promotion efforts such as this are essential in instilling good hygiene habits in children from an early age.
ANALISIS SPASIAL PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2021-2024 Supit, Nikita; Ratag, Budi Tarmady; Nelwan, Jeini Ester
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48059

Abstract

Kondisi lingkungan seseorang sangat berpengaruh terhadap penyakit Tuberkulosis baik dari segi kepadatan penduduk, kemiskinan/ekonomi dan akses pelayanan kesehatan. Kepadatan penduduk sendiri merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penyebaran penyakit Tuberkulosis. Kepadatan penduduk dari daerah setempat dan penduduk pendatang menjadi salah satu penyebab tingginya angka kejadian Tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial dari jumlah kasus Tuberkulosis di Kabupaten Minahasa Utara tahun 2021-2024. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis. Hasil analisis spasial yang didapatkan yaitu kecamatan Kalawat selalu menempati kepadatan penduduk paling tinggi selama 4 tahun terakhir, dan kecamatan Airmadidi memiliki lonjakan paling tinggi pada tahun 2024. Kecamatan Kalawat dan Airmadidi yang menjadi faktor terbesar terjadinya persebaran Tuberkulosis yang tinggi  yaitu karena tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Kasus Tuberkulosis menunjukkan peningkatan konsisten dari tahun 2021 hingga 2024. Jumlah kasus meningkat setiap tahun, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada tahun 2024. Kecamatan Kalawat dan Airmadidi merupakan wilayah dengan kepadatan tertinggi. Kasus TBC terus mengalami lonjakan terutama pada 2 kecamatan tersebut. Hasil Analisis spasial menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kepadatan penduduk dan persebaran kasus Tuberkulosis di Kabupaten Minahasa Utara. Tren kasus Tuberkulosis menunjukan peningkatan yang signifikan setiap bulan dan tahunnya, sehingga diperlukan intervensi kesehatan masyrakat yang tepat sasaran untuk menekan laju penyebaran Tuberkulosis
Pengembangan Modul Ireine’s Education Sebagai Modul Edukasi Kesehatan Gigi Bagi Guru PAUD Dajoh, Ireine Norma; Ratuela, Jeineke Ellen; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Nelwan, Jeini Ester
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1977

Abstract

Guru PAUD membutuhkan panduan yang sistematis dan mudah diterapkan dalam menyampaikan edukasi kesehatan gigi kepada anak. Modul yang terstruktur dapat memudahkan guru dalam mengajarkan kebiasaan menggosok gigi yang benar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul “Ireine’s Education Model” sebagai media edukasi kesehatan gigi bagi guru PAUD. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, pengembangan modul, validasi ahli, uji coba terbatas, dan revisi. Proses validasi dilakukan oleh ahli pendidikan, promosi kesehatan, dan media. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket validasi, lembar observasi, dan kuesioner kepuasan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi Ireine’s Education Model terbukti layak sebagai model untuk pelaksanaan pelatihan guru dan orang tua dalam meningkatkan keterampilan menggosok gigi anak prasekolah. Kelayakan ini terbukti secara statistik signifikan dengan nilai p-value 0,006. Uji coba menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dalam menyampaikan materi kesehatan gigi sehingga modul ini dapat digunakan sebagai media edukasi kesehatan gigi bagi guru PAUD. Kesimpulan penelitian ini yaitu modul “Ireine’s Education Model” layak dan efektif digunakan sebagai panduan edukasi kesehatan gigi bagi guru PAUD. Modul ini dapat diimplementasikan secara luas untuk mendukung program kesehatan gigi di sekolah.
Pemberdayaan Guru Dalam Deteksi Dini Karies Gigi Molar dan Tindakan ART pada Anak Adam, Jeanne d’arc Zafera; Harapan, I Ketut; Tahulending, Anneke A.; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Nelwan, Jeini Ester
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jtdqtd96

Abstract

Gigi molar pertama permanen (M1) merupakan gigi yang paling rentan terkena karies. Deteksi dini dan intervensi segera sangat krusial, terutama pada anak-anak. Guru, sebagai figur yang dekat dengan siswa, memiliki potensi strategis untuk berperan dalam surveilans kesehatan gigi di lingkungan sekolah, namun mereka memerlukan pelatihan dan pemberdayaan yang memadai. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendeteksi dini karies pada gigi molar pertama permanen dan melaksanakan tindakan Atraumatic Restorative Treatment (ART) sebagai intervensi awal. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan partisipatif bagi guru-guru di Desa Basaan. Metode yang digunakan terdiri atas ceramah interaktif, demonstrasi langsung menggunakan model gigi, dan simulasi praktik deteksi karies serta aplikasi teknik ART. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi terhadap keterampilan praktik peserta. Terjadi peningkatan yang signifikan pada nilai rerata pengetahuan peserta, dari 55,2 (pre-test) menjadi 85,6 (post-test). Seluruh peserta (100%) mampu mendemonstrasikan langkah-langkah deteksi karies dan melakukan tindakan ART pada model gigi dengan teknik yang benar. Guru-guru menunjukkan antusiasme tinggi dan komitmen untuk menerapkan ilmu ini dalam pemantauan kesehatan gigi siswa di sekolah. Pelatihan ini terbukti efektif dalam memberdayakan guru sebagai kader kesehatan gigi sekolah. Program pemberdayaan serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karies gigi pada anak usia sekolah di daerah terpencil.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Pelatihan Pemeliharaan Kesehatan Gigi pada Anak  Usia Dini Ratuela, Jeineke Ellen; Fione, Vega Roosa; Maramis, Jeana Lydia; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Nelwan, Jeini Ester
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xh05my56

Abstract

Prevalensi karies anak usia dini di Sulawesi Utara khususnya di Desa Tumbohon Minahasa Utara masih tinggi (68%). Hal ini didukung oleh rendahnya pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan gigi yang belum pernah mendapatkan pelatihan. Oleh karena itu diperlukan kegiata pelatihan bagi para kader tentang kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak usia dini. Pelatihan dilaksanakan pada 25 kader di Desa Tumbohon pada 26-27 Agustus 2025, menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik menyikat gigi dengan bantuan e-book. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan ini menunjukkan terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan kader, dari 24% (baik) menjadi 88% (baik). Keterampilan kader juga meningkat secara signifikan, dari 16% (baik) menjadi 92,3% (baik). Kesimpulan kegiatan ini yaitu program pelatihan yang mengintegrasikan pendidikan kesehatan, pelatihan praktik, dan difusi ipteks berbasis e-book terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu. Model intervensi ini dapat diadopsi secara berkelanjutan dan diterapkan di wilayah lain.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOYA KABUPATEN MINAHASA Pratasik, Juwitly Yensy; Pertiwi, Junita Maja; Nelwan, Jeini Ester
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.18164

Abstract

Penyakit tidak Menular (PTM) merupakan problem kesehatan global dan Indonesia. Angka kematian karena PTM sebesar 72,3%, diatas angka rata-rata kematian PTM di negera-negara Asia Tenggara sebesar 70%. Diantara upaya pengendalian PTM di Indonesia yaitu melalui deteksi dini kasus PTM melalui Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM). Namun data yang diperoleh di Kabupaten Minahasa menunjukkan bahwa tidak semua masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan masyarakat di posbindu tahun 2022 sebanyak 19.060 orang (18,1%) dari sasaran deteksi dini 104.974 orang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalilis faktor-faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan Posbindu PTM di Puskesmas Koya Kab. Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini dilakukan di 17 Posbindu yang ada di Puskesmas Koya Kabupaten Minahasa pada bulan November-Desember 2023. Total sampel yang dipilih banyaknya 175 orang. Teknik pengambilan sampel memakai teknik Accidental Sampling. Variabel penelitian yakni pengetahuan, sikap, dorongan tenaga kesehatan, jarak tempuh, dorongan keluarga, dorongan kader dan pemanfaatan Posbindu PTM. Instrumen Penelitian yaitu kuesioner diambil dari penelitian sebelumnya oleh Sri Natalia Ginting (2019). Analisis data secara bivariat memakai uji Chi Kuadrat. Hasil penelitian ini menerangkan bahwasanya ada hubungan signifikan diantara pengetahuan (p < 0.001), sikap (p < 0.001), dorongan tenaga kesehatan (p = 0.027) dan dorongan kader kesehatan dengan pemanfaatan Posbindu PTM (p < 0.001). Kesimpulan penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap, dorongan tenaga kesehatan dan dorongan kader kesehatan merupakan faktor-faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan Posbindu PTM di Puskesmas Koya Kab. Minahasa.
Are Family Support Correlated to Covid-19 Vaccination Acceptance in the Coastal Area of Indonesian? Sumampouw, Oksfriani Jufri; Nelwan, Jeini Ester; Pinontoan, Odi Roni; Ticoalu, Jansje Vera
International Journal of Natural and Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijnhs.v2i1.1185

Abstract

Vaccination against COVID-19 is a global government program with the goals of reducing the spread of the virus, lowering the number of cases of COVID-19-related illnesses and deaths, and ultimately protecting communities from the disease so that they can continue to thrive socially and economically. A person's level of support from their family is one of the numerous aspects that affects their willingness to get a vaccine. In the island region of Indonesia, this study set out to examine the relationship between family support and the acceptance of the COVID-19 vaccine. The study in question is a correlational one. From February to July of 2022, researchers scoured Sangihe and Talaud Islands. Three hundred and fifty-nine adults (aged 18 and up) participated in the study. Support from family members and willingness to get a vaccine were the factors examined in this research. Specifically, a questionnaire is utilized. The chi-square test was used for bivariate data analysis. Respondents with strong family support are more likely to have accepted the COVID-19 vaccine in its entirety (88.7%), while those with weaker family support are more likely to have received the vaccine in its entirety (79.4%). A significant correlation between family support and acceptance of the COVID-19 vaccine was found, according to the results of the chi-squared test, with a significance level of 0.025 (< 0.05). It follows that having the support of one's family is a correlating factor to the acceptance of the COVID-19 vaccine
The Acceptance of Covid-19 Vaccine in North Sulawesi Community: Prevalance and Risk Factor Nelwan, Jeini Ester; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Ticoalu, Jansje Vera; Musa, Ester Candrawati; Ottay, Ronald Imanuel
International Journal of Natural and Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijnhs.v2i1.1186

Abstract

Vaccination stands as the sole preventive measure against the transmission of COVID-19. The vaccination rollout in Indonesia comprises three stages: primary vaccinations 1 and 2, along with an additional 3rd or booster vaccination. However, certain regions still exhibit a stage 2 vaccination coverage below 70%. Various factors, including age and gender, impact the acceptance of the Covid-19 vaccine. The objective of this study was to scrutinize the association between age, gender, and the acceptance of Covid-19 vaccination in the jurisdiction of the Kawangkoan Barat Public Health Center. Conducted between February and July 2022, this correlational research involved 400 respondents aged 18 and above. The study variables encompassed age, gender, and vaccination acceptance, assessed through a fill-in sheet. Bivariate data analysis employed the chi-square test, revealing a significant correlation between age and vaccination acceptance. The prevalence ratio (PR) of 1.504 indicated that individuals aged 18-59 years were 1.504 times more likely to have incomplete vaccinations. However, gender did not exhibit a significant correlation with vaccination acceptance. In conclusion, age emerges as a correlated factor influencing the acceptance of Covid-19 vaccination
Risk Factors of Coronary Heart Disease in North Sulawesi Indonesia Ottay, Ronald Immanuel; Nelwan, Jeini Ester; Sumampouwa, Oksfriani Jufri; Ticoalu, Jansje Vera
International Journal of Natural and Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijnhs.v2i1.1187

Abstract

Coronary heart disease (CHD) is caused by multifactorial such as age, gender, blood pressure, blood sugar, and lipid profiles. This study aims to analyze the description of risk factors for CHD at the North Sulawesi, Indonesia. This is a descriptive research conducted at the Cardio Vascular and Brain Center Cardiology Polyclinic, General Hospital Prof. Dr. R. D. Kandou Manado in December 2021 to January 2022. The respondents of this study were CHD patients, totaling 100 people. The variables in this study were age, gender, blood pressure, blood sugar, and lipid profiles. The data was obtained from the patient's medical record data. Data analysis performed univariately. The results showed that the respondents are most distributed in the age group ≥40 years as many as 99 people (99%), and male sex as many as 73 people (73%). Respondents who do not suffer from hypertension are 56 people (56%) more than those who suffer from hypertension, namely 44 people (44%). Respondents with GDP >126 mg/dL were 57 people (57%) more than those with GDP < the same as 126 mg/dL, namely 43 people (43%). Respondents whose total cholesterol level was < equal to 240 mg/dL were more than 60 people (60%) compared to patients with cholesterol levels > 240 mg/dL which were 40 people (40%). It can be concluded that the risk factors for CHD at the North Sulawesi, Indonesia was ≥40 years old, male, more patients with blood pressure <140/90 mmHg, more patients with GDP >126 mg/dL and more patient with total cholesterol level <240 mg/dL
Co-Authors Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Adam, Avelia Gustia Anastasya Adam, Jeanne d'Arc Zafera Adam, Jeanne d’arc Zafera Ameyly Kristiani Pangkey Andrytha Gicella Tamburian Ardiansa A.T. Tucunan Azizah, Rina B H. R. Kairupan Bara’allo, Brigita Putri Bella Cloudia Chairudin Bidjuni, mustapa Binanti, Marnix Meiki Bitty, Frensy Budi T Ratag Budi T. Ratag Buntaa, Jeli Noura Cicilia Pali Dajoh, Ireine Norma Daud, Masyita Liana Deysi Ivoneke Juliske Pantow Diana Vanda Daturara Doda Dina Rombot Doda, Diana V.D. Edi Widjajanto Erick R.R. Manongga Esra Margaret Singal Eva Marianne Mantjoro F.L. Fredrik G. Langi Fidya Lestari Putri Abubakar Fima Langi Fione, Vega Roosa G. Langi, Fima Lanra Fredrik Grace Debbie Kandou Grace Debbie Kandou Gustaaf Ratag Henry Palandeng I Ketut Harapan Irmawaty Buleno James Komaling Jeanette I. Ch. Manoppo Johanes Jiro Narande Joshua Runtuwene Julio Martin Pasimanyeku Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kepel, Billy Johnson Kuhon, Frelly Valentino Lampus, Harsali Fransiscus Lebang, Sri Susanti Sakkung Lery Fransil Suoth Madianung Valentine Virginia Bonochdita Makaremas, Jane Elsada Mamonto, Ayun Kusuma Mangole, Daniel Agustinus Manoppo, Jeanette Irene Christiene Mantjoro, Eva Mariane Maramis, Jeana Lydia Marini Podayow Martha Marie Kaseke Matindas, Rygienia Moch Sasmito Djati Monisye Lesawengen1 Musa, Ester Candrawati Oksfriani Jufri Sumampouw Palembo, Brian Septian Pertiwi, Junita Maja Pinontoan, Odi Roni Pitters, Theresia S. Pojoh, Venita Septami Pratasik, Juwitly Yensy Ratag, Budi Tamardy Ratag, Budi Tarmady Ratuela, Jeineke E. Ratuela, Jeineke Ellen Reanita Jesi Markus Rianna J Sumampouw Ribka Anggie Maria Abuno Ronald Imanuel Ottay Ronald Immanuel Ottay Rumambi, Euginia Firsty Runturambi, Yobert N. Sapulete, Ivonny Melinda Sapulete, Margareth Rosalinda Sapulete, Margaretha Rosalinda Sekeon, Sekplin A.S. Shania Nonutu Sri Andarini Sri Seprianto Maddusa Starry Homenta Rampengan Sumampouwa, Oksfriani Jufri Suoth, Lery Fransil Supit, Nikita Surotinoyo, Celline Vanessa Laurina Suryadi Tatura Tahulending, Anneke A. Tahulending, Jane Tamamilang, Christi Desi Tandi, Rut A. L. Tappi, Valerie Elma Ticoalu, Jansje Vera Timothy Sean Kairupan Tirsa Sheron Santi Torawoba, Oktavia Ruth Uguy, Jurgen M. Veronica Christy Elisabeth Laoh Villia Pingkan Nayoan Wariki, Windy M. V. Wasty, Inge Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Yessie Angelika Simatupang Yuliana, Ni made