Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN NIB KAKAO FERMENTASI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA COKELAT Nurhafsah Acha Tiro; Herman Hatta; Pirman -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p131-141

Abstract

ABSTRACT The Effect of Using Cocoa NIB Fermentation On the Characteristic of Chocolate Physicochemistry. Cocoa is one of the plantation commodities that is widely cultivated by smallholder plantations. Cocoa is widely used in the form of processed products; such as milk chocolate. Good quality chocolate is produced from cocoa with good quality. This research aimed to determine the physicochemistry properties of the chocolate products. The research was conducted at the Makassar State Polytechnic. Raw materials of cocoa came from smallholder plantations in West Sulawesi Province. The cocoa used were fermented cocoa, non-fermented cocoa and raw cocoa. The observed parameters were viscosity, melting point, water content and percentage of the area of tetrametylpyrazin. The results showed that 100% fermented cocoa had a high viscosity value i.e 2,21 x 105cP, with a melting point at a temperature of 32.28ºC. Melting point for the combination treatment between fermentation and non-fermentation 30-30ºC while the highest water content was found in non-fermented cocoa with a water content of 1.42%. The percentage of tetramethyl pyrazin content area in fermented cocoa nib increased in the milling process of 40.86% from 36.86% and again decreased after being pressed for 6.06 while in 100% non-fermented and 100% originated after tetramethyl pyrazine scent compounds were not foundKeywords: cocoa, fermentation, non fermentation, chocolate, tetramethylpyrazin  ABSTRAK Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak diusahakan oleh perkebunan rakyat. Kakao banyak dimanfaatkan dalam bentuk produk olahan, misalnya menjadi cokelat susu.  Cokelat dengan kualitas yang baik dihasilkan dari kakao dengan kualitas baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat fisikokimia produk cokelat yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan di Kampus Politeknik Negeri Makassar. Bahan baku kakao bersumber dari perkebunan rakyat di Provinsi Sulawesi Barat.  Kakao yang digunakan adalah kakao fermentasi, kakao non fermentasi dan kakao asalan. Parameter pengamatan adalah viskositas, titik leleh, kadar air, dan persentase luasan area tetramethylpyrazin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kakao 100% fermentasi memiliki nilai viskositas yang tinggi yakni 2,21 x 105cP, dengan titik leleh pada suhu 32,28°C. Titk leleh untuk perlakuan kombinasi antara fermentasi dan non fermentasi 30 – 32°C sedangkan kadar air tertinggi terdapat pada kakao non fermentasi, dengan kadar air sebesar 1,42%. Persentase luasan area kandungan senyawa tetramethylpyrazin pada Nib kakao fermentasi mengalami peningkatan pada proses pemastaan seluas 40,86% dari 36,86% dan kembali mengalami penurunan setelah dicounching sebesar 6,06%, sedangkan pada 100% non fermentasi dan 100% asalan setelah dicounching tidak ditemukan adanya senyawa aroma tetramethyl pirazin.Kata kunci: kakao, fermentasi, non fermentasi, cokelat, tetramethylpyrazin
ENABLING DAN KONSUMSI MAKANAN JAJANAN YANG MANGANDUNG BAHAN TAMBAHAN MAKANAN PADA MURID SD INPRES 10/73 WATAMPALAKKA KABUPATEN BONE Herman Hatta; Anto Anto; Maesarah Maesarah
Gema Wiralodra Vol. 9 No. 2 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i2.20

Abstract

Anak-anak khususnya anak sekolah lebih menyukai makanan dan minuman jajanan yang rasanya manis dan enak serta warna dan bentuknya menarik. Jajanan tersebut umumnya mengandung bahan tambahan makanan. Penggunaan bahan tambahan makanan yang berlebihan bahkan yang dilarang akan berbahaya bagi orang yang mengkonsumsinya. Tujuan penelitian: untuk melihat factor yang berhubungan dengan mengkonsumsi makanan jajanan yang mengandung Bahan tambahan makanan pada murid SD inpres 10/73 watampalakka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan tujuan untuk mengetahui Hubungan Faktor Enabling Dengan Konsumsi Makanan Jajanan Yang Mengandung Bahan Tambahan Makanan Pada Murid SD Inpres 10/73 Watampalakka Kabupaten Bone dengan teknik pengambilan sampel yaitu Proporsional Random Sampling.Hasil penelitian di peroleh bahwa pengetahuan gizi berhubungan dengan konsumsi makanan jajanan yang mengandung bahan tambahan makanan dengan nilai p (0,021) < (0,05), sikap terhadap gizi berhubungan dengan konsumsi makanan jajanan yang mengandung bahan tambahan makanan dengan nilai (0,000) < 0,05, tindakan terhadap makanan jajanan berhubungan dengan konsumsi makanan jajanan yang mengandung bahan tambahan makanan dengan nilai (0,000) < 0,05, dan uang jajan berhubungan dengan konsumsi makanan jajanan yang mengandung bahan tambahan makanan dengan nilai (0,000) < 0,05. Kepada pihak sekolah agar bermitra dengan Puskesmas atau balai pengawasan obat dan makanan untuk memberikan informasi kepada siswa tentang bahan tambahan makanan terutama yang terdapat dalam makanan jajanan.
Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak di TK Islam H.M. Asyik Makassar Herman Hatta
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i3.27

Abstract

Status gizi yang baik pencapaiannya tidak hanya dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Dalam hal ini gizi ternyata sangat berpengaruh terhadap kecerdasan dan perkembangan balita. Agar perencanaan upaya peningkatan status gizi penduduk dapat dilakukan dengan baik, semua aspek yang berpengaruh perlu diteliti, diantaranya adalah program pemberian makanan tambahan, daya beli keluarga, kebiasaan makan balita, pemeliharaan kesehatan keluarga serta pola asuh keluarga. Tujuan penelitian yaitu menetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi anak di TK Islam H.M. Asyik Makassar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasional dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang ada di TK Islam H.M Asyik Makassar sebanyak 69 anak. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anak yang ada di TK Islam H.M. Asyik Makassar yang dipilih dengan cara Exhaustic Sampling (total sampel) sebanyak 69 anak. Analisis data bertahap dari univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan asupan gizi (p value=0,000), pengetahuan (p value=0,000),dan pendapatan keluarga (p value=0,000) berhubungan dengan status gizi anak. Kesimpulan bahwa asupan gizi, pengetahuan, dan pendapatan keluarga berhubungan dengan status gizi anak di TK Islam H.M. Asyik Makassar tahun 2018. Saran bagi ibu dan pengasuh sebaiknya lebih menambah pengetahuan mengenai gizi anak dan keluarga serta lebih memperhatikan asupan makanan yang di komsumsi oleh anak, agar status gizi anak berada dalam ketegori status gizi baik.
Hubungan Konsumsi Fast Food Dengan Status Gizi Siswa Di SMP Negeri 1 Limboto Barat Herman Hatta
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v4i2.60

Abstract

Fast food merupakan jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana. Fast food biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan, mie instan, nugget, dan corn flake. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan konsusmsi fast food dengan status gizi pada siswa di SMPN 1 Limboto Barat. Jenis penelitian suvey analitik dengan rancangan Cross Sectional Study dengan tujuan mengetahui hubungan konsumsi fast food dengan status gizi pada siswa. Sampel pada penelitian ini sebanyak 79 siswa dengan pengumpulan data mengunakan lembar Kowsioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan konsumsi fast food dengan status gizi tidak normal siswa di SMPN 1 Limboto Barat diperoleh nilai dengan nilai p (0,000) < 0,05. Ditemukan ada hubungan antara Porsi konsumsi Fast Food Dengan status Gizi tidak normal Di SMPN 27 Makassar dengan nilai p (0,000) < 0,05. Ditemukan tidak ada hubungan antara Frekuensi konsumsi Fast Food Dengan status Gizi tidak normal di SMPN 1 Limboto Barat dengan nilai p (0,833) > 0,05. Diharapkan kepada siswa agar lebih memperhatikan komsusmsi makanannya dengan mengetahui bahwa dari komsumsi fast food yang berlebihan tidaklah baik untuk kesehatan, dan lebih cerdas dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.
Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif terhadap Kejadian Diare pada Balita di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo Herman Hatta
Jurnal Dunia Gizi Vol 3, No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v3i1.4656

Abstract

Latar Belakang; Diare merupakan suatu masalah yang masih sering terjadi diberbagai negara terutama negara berkembang. Di Indonesia angka kematian bayi dan anak umur 1 - 4 tahun akibat diare adalah masing-masing sebanyak 11,4% dan 23%. Tujuan; untuk mengetahui hubungan pendidikan ibu, riwayat pemberian ASI, kepemilikan jamban, penyediaan air bersih, pendapatan dengan kejadian diare di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Bahan dan Metode; jenis penelitian yang digunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Sampel penelitian ini adalah balita dengan pengambilan sampel secara Purposive Samplin dengan jumlah 148 sampel. Hasil; penelitian diperoleh bahwa mulai pendidikan ibu tidak ada pengaruh hubungan dengan  kejadian diare pada balita dengan nilai p (0,324), Riwayat ASI eksklusif ada pengaruh hubungan dengan  kejadian diare pada balita dengan nilai p (0,053), Kepemilikan jamban tidak ada pengaruh hubungan dengan nilai p (0,612), Penyediaan air bersih ada pengaruh hubungan kejadian diare pada balita dengan nilai p (0,000), dan Pendapatan keluarga tidak ada pengaruh hubungan dengan kejadian diare pada balita dengan nilai p (0,966). Kesimpulan; Hubungan yang signifikan antara faktor penyediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kecamatan Limboto  Kabupaten Gorontalo.
Relationship Between Nutrion Intake, Family Income and Stress Levels With Obesity In Adolecents: Hubungan Asupan Gizi, Pendapatan Keluarga, dan Tingkat Stres Dengan Obesitas Pada Remaja Firdausi Ramadhani; Herman Hatta; Nuryani; Nirmala Yusuf; Suwignyo
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i2.1049

Abstract

Background: Obesity is defined as an increase in energy intake compared to energy expenditure resulting in body fat deposits and eventually weight gain. The prevalence of obesity has increased sharply in the Asia Pacific region. Many factors cause obesity. Based on data obtained from the Gorontalo District Health Office in 2018, it showed that the incidence of obesity was 8.795 cases (30.9%) consisting of 1,971 cases of men (6.9%) and 6,824 cases of women (24.0%). Purpose: The purpose of the study was to see the correlation of nutritional intake, family income, and stress levels with the incidence of obesity in adolescents. Research methods: This type of research uses observational analytic research with a cross sectional study design. With data analysis techniques using Chi Square test. The population in this study were all teenagers in Bunto Village, East Popayato District, Pohuwato Regency. By using exhaustive sampling sampling technique. Research result : Based on the research results of energy intake with obesity obtained p value ((0,320>α(0,05)). Protein intake with obesity obtained p value ((0,599>α(0,05)). Fat intake with obesity obtained p value ((( 0.108>α(0.05)).Carbohydrate intake with obesity, obtained p value ((0.353>α(0.05)). Income with obesity obtained p value ((0.160>α(0.05)). Stress level with the incidence of obesity obtained p value ((0.645>α(0.05)). Conclusion : It was concluded that nutrient intake, income and stress levels were not correlated with the incidence of obesity in adolescents. As a suggestion to continue to provide information about the importance of maintaining nutritional intake in every food consumed
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Herman Hatta; Safrudin Tolinggi
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 5 NOMOR 2, OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v5i2.1771

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan dan merupakan dampak dari ketidakseimbangan gizi, stunting terjadi sejak ibu mengandung hingga anak usia 2 tahun (80% pembentukan otak terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan anak). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan ibu, jumlah anggota keluarga, penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Kabupaten gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik kuantitatif dengan studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia satu tahun sampai lima tahun dengan jumlah sampel penelitian 90 anak. Metode pengambilan sampel digunakan dalam purposive sampling. Penelitian ini akan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo dan dilakukan pada bulan Mei tahun 2021. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ibu (p-value = 0,002), pendapatan kepala keluarga (p-value = 0,003), jumlah anggota keluarga (p-value = 0,011), penyakit infeksi (p-value = 0,000)  berhubungan dengan kejadian stunting. Disarankan perlunya di tingkatkan pendidikan, agar dapat mengatasi masalah gizi pada anak balita, agar dapat membelikan makanan secara teratur dan efisien yang sehat berdasarkan gizi seimbarang sesuai dengan prinsip keluarga sadar gizi serta memberikan penyuluhan KB di posyandu ,agar masyarakat mewujudkan kesejahteraan.
Intervensi Fisik Tempat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Di Desa Tabongo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo Safrudin Tolinggi; Herman Hatta; Dwi Isnawati; Nur Ain
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.463 KB) | DOI: 10.35746/bakwan.v1i2.181

Abstract

Desa Tabongo is an area in Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo and boundries with Desa Dulupi in the north and Tomini Sea in the east. In 2021, the population of Desa Tabongo around 1038 people. Standard effort for preventing infectious disease such as hand washing regularly, practicing good cough and sneeze etiquette, avoiding direct contact with wild animal and livestock, and avoiding close contact with someone who is sick or within symptoms a respiratory disease. Based on observational data in location was found a lack of people awareness for maintaining their health, there was no adequate hand wash facilities. The benefit of community service was a consideration idea for people and related institutions to improve a quality of health within utilizing a materials were available in nature as a primary material for made a hand wash facilites. The purpose of this services was a pilot project of hand washing facilities optimization for increasing a hand washing facilities and solved an increasing case of transmitted and infectious diseasein Desa Tabongo.
GAMBARAN KEJADIAN OBESITAS SENTRAL DI POLRES LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2021 Maesarah Yasin; Deysi Adam; Mayangsari Kau; Lisa Djafar; Herman Hatta
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.242 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.81

Abstract

In Indonesia, the Central Obesity Rate has increased from year to 2007 at 18.8% and in 2013 (26.6%) and in 2018 it reached 31.0 %), Based on the proportion of central obesity in the population aged >15 years according to characteristics. The employment of PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD is at a rate of (48.5%) and for the proportion of central obesity at the age of 15 years by province, Gorontalo is at a rate of (36.6%,). is at the number (31.0%) (Riskesdas, 2018). Based on the initial data collection conducted by researchers at the Limoto Police, Gorontalo district, 19 people out of 50 people were centrally obese (38%) and 15 people were pre-obese (30%) and 15 people were normal (30%). By knowing these facts, it will be investigated further about the description of the incidence of central obesity in members of the police who are at the Limboto police station, Gorontalo district. Objective: To determine the factors associated with the incidence of central obesity in the Limmoto Police, Gorontalo Regency. Methods: The type of research used is descriptive analysis. The population of this research is using total sampling with a sample of 302 respondents at the Limboto Police Station. Results: The results showed that there were 20 people with central obesity (6.6%), sufficient energy intake 189 (62%), sufficient carbohydrate intake 242 (80.1%), adequate protein intake 256 (84.8%), adequate fat intake 282 (93.4%), smoking at risk 219 (72.5%). Suggestion: For the Limboto Police Chief, it is hoped that they will pay more attention to health conditions, especially a regular diet. Keywords: Nutritional Intake, Smoking Habits and Central Obesity
Faktor Determinan Kejadian Anemia Pada Mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo Maesarah Yasin; Deysi Adam; Sunarti Hanapi; Mayangsari Kau; Hestin Masi; Herman Hatta
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.533

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah yang sangat sedikit. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen kejaringan tubuh. Asupan zat gizi seperti protein yang kurang akan memperberat terjadinya anemia serta berdampak pada terjadinya gizi kurang. Untuk mengetahui faktor determinan kejadian anemia pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo Tahun 2021. Penelitin ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Dalam penelitian ini mendapatkan hasil bahwa untuk status gizi p value=0,000, sedangkan asupan zat gizi asupan energi p value=0,000, asupan karbohidrat p value=0,000, asupan protein p value=0,000, asupan lemak p value=0,000, asupan zat besi p value=0,000, asupan vitamin c p value=0,000, kemudian untuk frekuensi makan p value=0,000, lalu untuk keanekaragaman makanan p value=0,000 dan untuk aktivitas fisik p value=0,000. Ada hubungan antara status gizi, asupan zat gizi makro dan mikro frekuensi makan, keanekaragaman makanan dan juga aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo.
Co-Authors ., Maesarah Adam, Deysi Adhayani, Zul Afrilia, Riska Akuba, Mirta Alan Suryatna Alfia Labadjo Anto Anto Anto Anto, Anto Arda, Zul Adhayani Aripin, Nurindah Arsjad, Muh Fachri Asriani I Laboko Ayu Lestari Bahmid, Huzaima Bahu, Angki S Beu, Sriwahyuni Dalanggo, Fania Darmawansyah Darmawansyah Datukramat, Aprilia Dawa, Windy Olivia Demanto, Cindra Dengo, Moh. Rivandi Deysi Adam Dian Puspaningrum Dikson Junus Dikson junus Djafar, Lisa Djafar, Lisa Dwi Isnawati Ernikawati ernikawati ernikawati ernikawati, ernikawati Fauzan, Moh. Rizki Febrianto Febrianto, Febrianto Firdausi Ramadhani Firdausi Ramadhani, Firdausi Fitrayani Lasawedi Franning Deisi Badu Franning Deisi Badu, Franning Deisi Habie, Vikriyanto Hadi, Anto J. Hadi, Anto J. Haerul, Haerul Hairil Akbar Hanapi, Sunarti Harun, Amalia Harun, Nur Istiyan Hestin Masi Hiola, Abdul Samad Igirisa, Nilawati Igirisa, Repin Ishak, Syamsopyan J. Hadi, Anto Ka’aba, Indriyani Kaharu, Rosdiana Kau, Mayangsari Laiya, Marlina Lexy Kareba Lilis Handayani Listina Paulus Maemunah Maemunah Maesarah Maesarah, Maesarah Maesarah, Maesarah Maesarah, Maesarah Mahmud, Sri Ananda Putri H Mandagi, Rosalina Clarita A Maria Kanan Masiti Mayangsari Kau Meylan Adam Modanggu, Tirsa Moh. Andri Mohammad, Inggrid Anggraini A. Moito, Sri Yulanda Moonti, Roy Marthen Moses, Aliun Arsa N Nuryani N Nuryani Nabila Pakaya Nabu, Sry Yuyanda Nirmala Yusuf Ntobuo, Fadillah Aulia Nuna, Muten Nur Ain Nur Ain Nur Ainun Nurcholis Nurhafsah Acha Tiro Nurul Auliyah, Nurul Nuryani Nuryani Nuryani Olii, Sigit H Paramata, Yeni Pauweni, Lisnawaty Pirman - Podungge, Abdul Wahab Polinggapo, Jefri Puspaningrum, Dian Rahmah, St. Mutiatu Rahmawati, Rahmawati Ramli, Fadliyanto Ririn Pakaya Robby Hunawa Sahi, Nirmala A. Sandalayuk, Marselia Sani, Hapiz Arlanda Sarfan Tabo Saskiyanto Manggabarani Setiawan, Ian Siti Khumaira Suaib Napir Susanti, Inne Sutriyawan, Agung Suwandi Suwignyo Tolinggi, Safrudin Tolinggi, Safrudin Tombeg, Zadrak Tondako, Inka Noverita Vikisastro Suleman Walahe, Dewi Waluyo, Darmayanti Yasin, Maesarah Yetti R, Erni Yolan Abe Yudistira Ramlan Zen