Claim Missing Document
Check
Articles

Behavior Change Based on Local Wisdom Ramadhani, Firdausi; Rahmawati, Rahmawati; Maesarah, Maesarah; Hatta, Herman; Susanti, Inne
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3434

Abstract

The KB Village Program is an icon of BKKBN that can directly contact and provide benefits to the Indonesian people at all levels of the region.  Programs related to stunting prevention have been provided but are not running optimally. Local wisdom is all forms of knowledge, beliefs, understanding, and insights as well as customs or ethics that demand human behavior in life in ecological communities. Various local values or wisdom are expected to be able to reduce stunting cases.  This research uses a qualitative method with a case study approach. The population in this study are some of the people who live in Tolango Village, Anggrek Subdistrict, village officials and officials who handle the stunting program. The purpose of this research is expected to be able to provide education to the community, government and families regarding the right information in handling stunting. It is necessary to provide education to the community through appropriate health promotion means to reduce stunting cases in collaboration with religious leaders in conducting socialization to the community based on local wisdom by involving religious, traditional, community and government leaders.  The local wisdom of "Bai'at" and "raba-raba puru" is a local wisdom of the Gorontalo community that has been carried out for generations.  Cooperation between health practitioners and religious leaders as one of the figures respected by the community is carried out with the aim of making the community to better understand and carry out the information provided.
Penerapkan Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Stunting Melalui Metode Pendekatan Sharing Peer Group Untuk Mengatasi Ketidak Tersedian Pangan Hatta, Herman; Badu, Franning Deisi; Laboko, Asriani I; Datukramat, Aprilia; Mandagi, Rosalina Clarita A
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3759

Abstract

Stunting menjadi permasalahan, karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian khususnya di negara miskin dan berkembang maupun negara maju. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pembentukan kader kesehatan teraltih untuk masyarakat yang terdampak stunting, memberi penyuluhan kesehatan dan pelatihan, pemanfaatan lahan pekarangan serta cara pengolahan hasil pertanian untuk olahan jadi produk atau tanaman obat keluarga dalam meningkatan kesadaran kesehatan dan pemulihan ekonomi desa. Kegiatan dilaksanakan selama 40 hari yakni pada tanggal 2 September sampai dengan 12 Oktober 2024, Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat meliputi: selama 40 hari melalui metode pendekatan sharing peer group dalam meningkatan kesehatan dan pemulihan ekonomi dengan memberikan penyuluhan edukasi kesehatan dan cara pemulihan ekonomi desa serta memberikan pelatihan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak stunting. Jumlah balita dalam keluarga dapat berhubungan dengan status gizi balita. Dengan adanya anak balita lebih dai satu dalam keluarga maka perhatian keluarga akan terbagi. Berhasil kegiatan pengabdian memberikan pengaruh pemberian penyuluhan pencegahan stunting terhadap pengetahuan stunting diperoleh hasil statistik diperoleh nilai X² hitung (10.216) > X² tabel (3,841) dan nilai p (0,001) < 0,05, analisisis pengaruh pemberian penyuluhan pencegahan stunting terhadap pengetahuan mengenai pencegahan stunting diperoleh statistik diperoleh nilai X² hitung (9.761) > X² tabel (3,841) dan nilai p (0,003) < 0,05. Hal ini diperburuk dengan adanya kesibukan orang tua dengan urusan lain. Adanya kecederungan bahwa balita yang lebih tua menderita kekurangan gizi kerena perhatian orang tuanya yang terbagi dengan adanya balita yang lebih muda. Pengetahuan ibu tentang gizi akan menentukan perilaku ibu dalam menyediakan makanan untuk anaknya. Ibu dengan pengetahuan gizi yang baik dapat menyediakan makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak balita.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DESA (RANPERDES) DI DESA BONTULA KECAMATAN ASPARAGA KABUPATEN GORONTALO Junus, Dikson; Nuna, Muten; Hiola, Abdul Samad; Podungge, Abdul Wahab; Napir, Suaib; Hunawa, Robby; Sahi, Nirmala A.; Arsjad, Muh Fachri; Tabo, Sarfan; Walahe, Dewi; Harun, Nur Istiyan; Polinggapo, Jefri; Pauweni, Lisnawaty; Puspaningrum, Dian; Hatta, Herman
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Februari 2025-Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v7i1.3817

Abstract

This activity is a form of Community Service (PKM) which aims to open the horizons and insights of the community regarding the Draft Village Regulation as an important part of better village governance. The methods used in this mentoring activity include activity planning, activity preparation, activity implementation and discussion in the form of village deliberation meetings accompanied by dialogues that allow participants to explore as much knowledge as possible and find solutions to the problems of drafting village regulations faced. The results achieved in the mentoring activity for drafting Village Regulations carried out in Bontula Village, Asparaga District, namely where the activity ran smoothly and without any significant obstacles, both from the planning stage to the village deliberation. The smooth running of the activity was due to the support of all stakeholders in helping the Community Service team to carry out mentoring activities optimally. In this activity, the resource person not only delivered material related to the urgency of drafting Village Regulations in the implementation of village government, but also the technicalities of drafting Village Regulations accompanied by simulations that were focused and easy to understand by participants, so that participants in this activity could understand the theory and practice of drafting Village Regulations in accordance with applicable laws and regulations. The knowledge gained by participants in this activity is expected to be a strong foundation for producing quality Village Regulations, especially in Bontula Village, Asparaga District, Gorontalo Regency.Keywords : Mentoring, Drafting, Draft Village Regulations
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN DODOL JAGUNG DI DESA TRI RUKUN KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN BOALEMO Hatta, Herman; Moonti, Roy Marthen; Ernikawati, Ernikawati; Maesarah, Maesarah; Moito, Sri Yulanda; Aripin, Nurindah; Bahmid, Huzaima; Olii, Sigit H; Bahu, Angki S; Akuba, Mirta; Igirisa, Nilawati; Febrianto, Febrianto; Ramli, Fadliyanto; Setiawan, Ian
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2022): Februari 2022 - Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.249 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v4i1.1717

Abstract

 ABSTRAK                Kabupaten Boalemo Kecamatan Wonosari Desa Tri Rukun yang merupakan salah satu produsen jagung yang cukup potensial, karena kondisi tanah dan wilayah yang sangat mendukung. Sebagaimana yang terjadi secara umum problem labu kuning di Boalemo menyangkut fluktuasi harga yang selalu menjadi kekhawatian petani. Strategi mengurangi resiko dan ketidakpastian dalam pengembangan jagung yang dimaksudkan untuk lebih meningkatkan daya simpan dan nilai tambah. Mengingat kandungan gizinya yang cukup lengkap, harganya yang relatif murah, dan pemanfaatannya yang masih minim, maka jagung  ini merupakan sumber gizi yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu alternatif dalam pengembangan produk dodol jagung tri rukun. Jagung yaitu komoditas yang mudah rusak, maka perlu adanya penanganan lepas panen termasuk pengawetan dan pengolahan yang lebih stabil, maka dilakukan dalam bentuk pelatihan pembuatan dodol jagung dengan harapan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam terhadap perkembangan ekonomi. Kegiatan ini diselenggarakan di desa tangguh yakni Desa Tri Rukun, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan beberapa tahap yakni survey lokasi, pendampingan pelatihan pembuatan dodol jagung dan evaluasi kegiatan pengabdian. Pada kegiatan pelatihan dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dalam pelatihan pembuatan dodol jagung baik secara teknis maupun non teknis akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan dan peningkatan pendapatan terkait pembuatan produk-produk jagung untuk dijual dan dipasarkan baik di desa Tri Rukun  Di Kabupaten Boalemo.Kata Kunci : Pelatihan, Dodol Jagung, Produksi, KKP ABSTRACT                 Boalemo Regency, Wonosari District, Tri Rukun Village, which is one of the potential corn producers, because of the very supportive soil and area conditions. As is the case in general, the pumpkin problem in Boalemo involves price fluctuations which have always been a concern for farmers. Strategies to reduce risk and uncertainty in maize development are intended to further increase shelf life and added value.Considering the nutritional content is quite complete, the price is relatively cheap, and the utilization is still minimal, this corn is a source of nutrition that has the potential to be developed as an alternative in the development of the tri pillar corn dodol product.Corn is a commodity that is easily damaged, so there is a need for post-harvest handling including preservation and more stable processing, so it is carried out in the form of training in making corn lunkhead with the hope of increasing community creativity in the use of natural resources for economic development. This activity was held in a tough village, namely Tri Rukun Village, Wonosari District, Boalemo Regency.This community empowerment activity was carried out in several stages, namely site surveys, training assistance in making corn dodol and evaluation of service activities. In training activities carried out through community empowerment in training on making corn lunkhead, both technically and non-technically, it will have a positive impact on improving skills and increasing income related to making corn products for sale and market both in Tri Rukun village in Boalemo Regency.Keywords: Training, Corn Dodol, Production, KKP
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKERANGAN DI DESA DILONIYOHU KABUPATEN GORONTALO nuryani, nuryani; Sandalayuk, Marselia; Hatta, Herman
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2021): Februari 2021- Insan Cita: JurnaL Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.181 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v3i1.1391

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan primer manusia, sehingga  sebagai salah satu aspek penting dalam menjamin kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian berupa pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan diselenggarakan dengan dengan desa mitra yakni Desa Diloniyohu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan beberapa tahap yakni survey lokasi, kegiatan pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan, pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan dan evaluasi kegiatan pengabdian. Pada kegiatan pelatihan dilakukan pengukuran pengetahuan dan diperoleh gambaran pengetahuan masyarakat terkait manfaat pemanfaatan lahan pekarangan 20% untuk peningkatan nilai ekonomi, 50% untuk peningkatan nilai kerjasama, 10% peningkatan nilai konservasi dan 20% peningkatan nilai ketahanan pangan. Kegiatan evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pemanfaatan lahan pekarangan pada masyarakat yang berdampak pada peningkatan ketersediaan sayuran tingkat rumah tangga serta peningkatan perekonomian masyarakat setempat.  Food is a primary human need, so it is an important aspect in ensuring the welfare of society. Community service activities in the form of community empowerment through optimizing the use of yards were held with partner villages, namely Diloniyohu Village, Boliyohuto District, Gorontalo Regency. This community empowerment activity was carried out in several stages, namely survey location, training about yard land use, mentoring on yard land use and evaluation of community service activities. In the training activities, knowledge measurement was carried out and an overview of the community's knowledge regarding the benefits of using yard land was carried out by 20% for increasing economic value, 50% for increasing the value of cooperation, 10% for increasing the value of conservation and 20% for increasing the value of food security. Evaluation activities show that there has been an increase in the use of yard land in the community which has an impact on increasing the availability of vegetables at the household level and increasing the economy of the local community. 
PENERAPKAN INOVASI PEMBERDAYAAN YANG TERDAMPAK COVID-19 DAN STUNTING MELALUI METODE PENDEKATAN SHARING PEER GROUP DALAM MENINGKATAN KESEHATAN DAN PEMULIHAN EKONOMI Hatta, Herman; Maesarah, Maesarah; Tolinggi, Safrudin; Ernikawati, Ernikawati; Haerul, Haerul; Dalanggo, Fania; Igirisa, Repin; Mahmud, Sri Ananda Putri H; Afrilia, Riska
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Februari 2023 - Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v5i1.2467

Abstract

Stunting dan covid-19 menjadi permasalahan, karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian khususnya di negara miskin dan berkembang maupun negara maju. Sebelum pandemi Covid-19 the lancet melaporkan bahwa anak dibawah 5 tahun yang mengalami kurus sebesar 14,3% atau sekitar 47 juta anak. Terhitung mulai tanggal 30 Januari 2022 sebanyak 4.343.185 orang terinfeksi virus corona, 144.303 orang meninggal dunia dan pasien yang telah sembuh sebanyak 4.137.164 orang. Merebaknya pandemi Covid-19 berdampak pada semua kehidupan masyarakat dunia, sehingga membuat roda kehidupan seolah berjalan lamban bahkan bisa dikatakan terhenti. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pembentukan kader kesehatan teraltih untuk masyarakat yang terdampak covid-19 dan stunting, memberi penyuluhan kesehatan dan pelatihan membuat puding labu kuning subtitusi ikan teri, pemanfaatan lahan pekarangan serta cara pengolahan hasil pertanian untuk olahan jadi produk atau tanaman obat keluarga dalam meningkatan kesadaran kesehatan dan pemulihan ekonomi desa. Pelaksanaan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat meliputi: selama 6 bulan melalui metode pendekatan sharing peer group dalam meningkatan kesehatan dan pemulihan ekonomi dengan memberikan penyuluhan edukasi kesehatan dan cara pemulihan ekonomi desa serta memberikan poster, leaflet gizi, pelatihan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak covid-19, stunting.  Kata Kunci : Covid-19, Inovasi, Kesehatan, Stunting
PEMANFAATAN LIMBAH GELAS PLASTIK SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN PAVING BLOCK DI DESA MOOTILANGO Auliyah, Nurul; Moonti, Roy Marthen; Ernikawati, Ernikawati; Nuna, Muten; Puspaningrum, Dian; Hatta, Herman; Nabu, Sry Yuyanda; Moses, Aliun Arsa; Dawa, Windy Olivia; Habie, Vikriyanto; Demanto, Cindra
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Februari 2023 - Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v5i1.2173

Abstract

Limbah plastik merupakan suatu limbah yang dapat membuat kondisi lingkungan tercemar. Konsumsi plastik terus mengalami pertumbuhan dari peningkatan konsumsi  sebesar 4,5 juta ton pada tahun 2015 meningkat sampai 4,8 juta ton pada tahun 2016 atau pertumbuhan sebesar 5,2 %.  Permasalah yang ditimbulkan oleh  limbah plastik menjadi permasalahan yang tidak selesai karena plastik memiliki waktu urai yang cukup lama sehingga limbah plastik menumpuk setiap tahunnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Motilango tentang pemanfaatan limbah gelas plastik yang dapat menjadi paving block yang bernilai ekonomis serta pemanfaatan tersebut juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi limbah gelas plastik yang ada di Desa Motilango. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu pendampingan/workshop kepada pemuda Desa Motilango agar dapat mempraktekkan pembuatan paving block setelah kegiatan selesai. Tahapan pembuatan paving block diantaranya menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan. Selanjutnya memanaskan plastik sampai lebur kemudian dicampur dengan pasir. Ukuran yang digunakan adalah 1:1 untuk memaksimalkan fungsi dari paving block. Selanjutnya campuran tadi dimasukkan ke dalam cetakan yang sebelumnya telah direndam ke dalam air. Hasilnya didapatkan paving block plastik berbentuk hexagonal yang kuat. 
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DAN SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA MONGOLATO, KECAMATAN TELAGA Waluyo, Darmayanti; Kaharu, Rosdiana; Rahmah, St. Mutiatu; Maesarah, Maesarah; Adam, Deysi; Hatta, Herman; Handayani, Lilis; Ntobuo, Fadillah Aulia; Modanggu, Tirsa; Beu, Sriwahyuni; Mohammad, Inggrid Anggraini A.; Tondako, Inka Noverita
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Agustus Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v7i2.3961

Abstract

This community service activity aims to improve the understanding of the Mongolato Village community regarding Non-Communicable Diseases (NCDs), such as hypertension and diabetes mellitus. The implementation was carried out through health education and screening of blood pressure and blood sugar levels in 100 respondents. The method used included a pretest-posttest to evaluate the respondents' understanding before and after education. The results showed an increase in community understanding by 20%, from an initial value of 59% to 79%. In addition, screening showed that 60% of respondents had high blood pressure, and 27% had high blood sugar levels. Education has proven effective in increasing public awareness of risk factors, prevention, and management of NCDs. As a follow-up, it is recommended to carry out routine monitoring and form health-conscious community groups to support sustainable prevention programs. Keywords: : Health education, Non-Communicable Diseases, screening, hypertension, diabetes mellitus. 
Relationship Between Nutrion Intake, Family Income and Stress Levels With Obesity In Adolecents: Hubungan Asupan Gizi, Pendapatan Keluarga, dan Tingkat Stres Dengan Obesitas Pada Remaja Ramadhani, Firdausi; Hatta, Herman; Nuryani; Yusuf, Nirmala; Suwignyo
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 2 (2021): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i2.1049

Abstract

Background: Obesity is defined as an increase in energy intake compared to energy expenditure resulting in body fat deposits and eventually weight gain. The prevalence of obesity has increased sharply in the Asia Pacific region. Many factors cause obesity. Based on data obtained from the Gorontalo District Health Office in 2018, it showed that the incidence of obesity was 8.795 cases (30.9%) consisting of 1,971 cases of men (6.9%) and 6,824 cases of women (24.0%). Purpose: The purpose of the study was to see the correlation of nutritional intake, family income, and stress levels with the incidence of obesity in adolescents. Research methods: This type of research uses observational analytic research with a cross sectional study design. With data analysis techniques using Chi Square test. The population in this study were all teenagers in Bunto Village, East Popayato District, Pohuwato Regency. By using exhaustive sampling sampling technique. Research result : Based on the research results of energy intake with obesity obtained p value ((0,320>α(0,05)). Protein intake with obesity obtained p value ((0,599>α(0,05)). Fat intake with obesity obtained p value ((( 0.108>α(0.05)).Carbohydrate intake with obesity, obtained p value ((0.353>α(0.05)). Income with obesity obtained p value ((0.160>α(0.05)). Stress level with the incidence of obesity obtained p value ((0.645>α(0.05)). Conclusion : It was concluded that nutrient intake, income and stress levels were not correlated with the incidence of obesity in adolescents. As a suggestion to continue to provide information about the importance of maintaining nutritional intake in every food consumed
Personal Hygiene and Nutrition Impact on Academic Performance of Primary School-Aged in Urban and Rural Gorontalo Tolinggi, Safrudin; Hatta, Herman; Dengo, Moh. Rivandi
Buletin Penelitian Kesehatan Vol. 53 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bpk.v53i2.4001

Abstract

Introduction: Cultural and socioeconomic factors affecting sanitation, hygiene, and academic performance in Gorontalo remain unexplored, necessitating further study to develop targeted interventions and foster collaboration among stakeholders. This research aims to analyze the relationship between nutrition, personal hygiene, and academic performance among primary school students in Gorontalo. Methods: An observational cross-sectional study was conducted in Gorontalo City and Gorontalo Regency in 2019, involving 456 children aged 8–11. Data were collected through questionnaires, interviews, weight (digital scales), and height measurements (microtoise). Statistical analysis was performed using chi-square and logistic regression techniques. Results: Results indicated no significant difference in personal hygiene between urban and rural students (p=0.805), but significant variation in nutritional status (p=0.006). Regression analysis showed a strong correlation between personal hygiene and academic performance (β=1.880, OR=6.556, p=0.002). These findings underscore personal hygiene as a critical factor for improving academic performance, particularly as outdoor play activities may compromise hygiene among primary school-aged children. Enhancing personal hygiene should therefore be prioritized to improve both health and education outcomes. Conclusion:  Although no major differences in hygiene were found, nutritional disparities highlight the need for interventions addressing access to nutrition and hygiene education. Recommendations include fostering collaboration between schools, families, and community stakeholders to address sanitation and hygiene issues comprehensively. Further research should investigate cultural and socioeconomic factors influencing the interplay between hygiene, nutrition, and academic outcomes, ensuring context-specific strategies are implemented to enhance children’s well-being and performance.
Co-Authors ., Maesarah Adam, Deysi Adhayani, Zul Afrilia, Riska Akuba, Mirta Alan Suryatna Alfia Labadjo Anggriani, Dwi Anto Anto Anto Anto, Anto Arda, Zul Adhayani Aripin, Nurindah Arsjad, Muh Fachri Asriani I Laboko Ayu Lestari Bahmid, Huzaima Bahu, Angki S Bango, Dea Beu, Sriwahyuni Bina, Siti Nur Fadillah T. Dalanggo, Fania Darmawansyah Darmawansyah Datukramat, Aprilia Daud Sandalayuk Dawa, Windy Olivia Demanto, Cindra Deysi Adam Dian Puspaningrum Dikson Junus Dikson junus Djafar, Lisa Djafar, Lisa Dumbela, Adam Muhajrin Dwi Isnawati Ernikawati ernikawati ernikawati ernikawati, ernikawati Fauzan, Moh Rizki Febrianto Febrianto, Febrianto Firdausi Ramadhani, Firdausi Fitrayani Lasawedi Franning Deisi Badu Franning Deisi Badu, Franning Deisi Habie, Vikriyanto Hadi, Anto J. Hadi, Anto J. Haerul, Haerul Hairil Akbar Hanapi, Sunarti Harun, Amalia Harun, Nur Istiyan Hestin Masi Hidayat, Andi Sahrul Hiola, Abdul Samad Igirisa, Nilawati Igirisa, Repin Ishak, Syamsopyan J. Hadi, Anto Ka’aba, Indriyani Kaharu, Rosdiana Kau, Mayangsari Laiya, Marlina Lapapang, Nurlita Lexy Kareba Lilis Handayani Listina Paulus Maemunah Maemunah Maesarah Maesarah, Maesarah Maesarah, Maesarah Maesarah, Maesarah Mahmud, Sri Ananda Putri H Mako, Sri Rahayu Mamula, Aldi Irfan Mandagi, Rosalina Clarita A Marada, Nurhayati Maria Kanan Masiti Mayangsari Kau Meylan Adam Modanggu, Tirsa Moh. Andri Moh. Rivandi Dengo Mohammad, Inggrid Anggraini A. Moito, Sri Yulanda Moonti, Roy Marthen Moses, Aliun Arsa N Nuryani N Nuryani Nabila Pakaya Nabu, Sry Yuyanda Ngabito, Meriyanti Ntobuo, Fadillah Aulia Nuna, Muten Nur Ain Nur Ain Nur Ainun Nurcholis Nurhafsah Acha Tiro Nurul Auliyah, Nurul Nuryani Nuryani Nuryani Olfin Ishak Olii, Sigit H Paramata, Yeni Pauweni, Lisnawaty Pirman - Podungge, Abdul Wahab Polinggapo, Jefri Pulukadang, Ariani Puspaningrum, Dian Rahmah, St. Mutiatu Rahmawati, Rahmawati Ramli, Fadliyanto Ririn Pakaya Robby Hunawa Sahi, Nirmala A. Sandalayuk, Marselia Sani, Hapiz Arlanda Sarfan Tabo Saskiyanto Manggabarani Setiawan, Ian Siti Khumaira Suaib Napir Susanti, Inne Sutriyawan, Agung Suwandi Suwignyo Talib, Ahmad Julianto Tolinggi, Safrudin Tolinggi, Safrudin Tombeg, Zadrak Tondako, Inka Noverita Vikisastro Suleman Walahe, Dewi Waluyo, Darmayanti Yasin, Maesarah Yetti R, Erni Yolan Abe Yudistira Ramlan Yusuf, Nirmala Zen