Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan Ibu Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan pada Balita Usia 37 s/d 60 Bulan di Puskesmas Arga Mulya: Mothers' Knowledge Regarding Follow-Up Immunization Completeness in Toddlers Aged 37 to 60 Months at Arga Mulya Community Health Center Manik, Santini; Isfaizah
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.609

Abstract

Low coverage of follow-up immunizations in toddlers is caused by parental behavior. Knowledge plays an important role in shaping a person's behavior, whereby people with low knowledge about immunization tend not to believe in the benefits of immunization for children. There are still mothers in the Arga Mulya Community Health Center working area who do not provide follow-up immunizations for their toddlers, even though health workers have provided education and counseling through the integrated health service post (posyandu). The purpose of this study was to determine the relationship between mothers' knowledge and the completeness of follow-up immunizations in toddlers aged 37-60 months at the Arga Mulya Community Health Center. The research design used was quantitative with a cross-sectional survey approach. The population consisted of all mothers with toddlers aged 37 to 60 months, totaling 209 mothers. The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling approach that met the inclusion and exclusion criteria, resulting in a sample of 68 respondents. The results showed that the majority of mothers had sufficient knowledge about follow-up immunizations, with 31 mothers (45.6%) having adequate knowledge; the majority had completed follow-up immunizations, with 39 mothers (57.4%) having done so; and there was a relationship between mothers' knowledge about follow-up immunizations and the completion of follow-up immunizations, with a p-value of 0.017. Mothers must pay attention to their children's health, one of which is by providing follow-up immunizations so as to reduce unexpected risks for toddlers.   ABSTRAK Rendahnya cakupan imunisasi lanjutan pada balita disebabkan oleh perilaku orang tua. Pengetahuan memegang peranan penting dalam pembentukan perilaku seseorang, di mana orang dengan pengetahuan yang rendah tentang imunisasi cenderung tidak percaya pada manfaat imunisasi bagi anak. Masih ditemukan ibu di wilayah kerja Puskesmas Arga Mulya yang tidak melakukan imunisasi lanjutan bagi balitanya, meskipun petugas kesehatan sudah melakukan edukasi dan penyuluhan melalui posyandu. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pengetahuan ibu  dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita usia 37-60 bulan di Puskesmas Arga Mulya. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional survey. Populasinya yaitu seluruh ibu yang memiliki balita usia 37 s.d. 60 bulan sejumlah 209 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jenis pendekatan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga didapatkan sampel 68 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan ibu tentang imunisasi lanjutan mayoritas pada pengetahuan cukup sebanyak 31 ibu (45,6%); gambaran kelengkapan imunisasi lanjutan mayoritas telah melengkapi imunisasi lanjutan sejumlah 39 ibu (57,4%); dan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi lanjutan dengan kelengkapan imunisasi lanjutan dengan nilai p-value 0,017. Ibu wajib dan harus memperhatikan kesehatan anaknya, salah satunya dengan pemberian imunisasi lanjutan sehingga dapat mengurangi risiko yang tidak diharapkan bagi balita.
Gerakan “Smart Eating Teen" Membangun Kebiasaan Makan Sehat pada Remaja Akhir Isfaizah; Risma Aliviani Putri; Ida Sofiyanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5161

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat, termasuk kebiasaan makan. Namun, rendahnya literasi gizi, tingginya konsumsi Ultra-Processed Food (UPF), serta kebiasaan melewatkan sarapan masih menjadi permasalahan utama pada remaja sekolah menengah kejuruan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pola makan sehat melalui program “Gerakan Smart Eating Teen”. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 1 Jambu dan SMK-SPP Dharma Lestari Salatiga dengan melibatkan 114 siswa kelas XI dan XII serta 7 guru pendamping. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, edukasi interaktif berbasis literasi gizi, kampanye optimalisasi pangan lokal, pemberdayaan guru sebagai health monitor, sesi tanya jawab, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang ditunjukkan dari kenaikan rata-rata nilai pre-test sebesar 62 menjadi 88 pada post-test. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami pentingnya pemilihan makanan sehat, pembatasan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta pentingnya sarapan untuk mendukung konsentrasi belajar. Keterlibatan guru juga menjadi faktor pendukung keberhasilan program dalam mengawasi perilaku konsumsi siswa secara berkelanjutan. Program “Gerakan Smart Eating Teen” terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan membangun kesadaran makan sehat pada remaja akhir di lingkungan sekolah. Kata kunci: smart eating, remaja, literasi gizi, pola makan sehat, ultra-processed food ABSTRACT Adolescence is an important period in the development of healthy lifestyle behaviors, including eating habits. However, low nutritional literacy, high consumption of Ultra-Processed Food (UPF), and the habit of skipping breakfast remain major problems among vocational high school students. This community service activity aimed to improve students’ knowledge and awareness of healthy eating patterns through the “Smart Eating Teen Movement” program. The program was implemented at SMKN 1 Jambu and SMK-SPP Dharma Lestari Salatiga involving 114 students from grades XI and XII and 7 accompanying teachers. The implementation methods included pre-tests, interactive nutrition literacy-based education, local food optimization campaigns, teacher empowerment as health monitors, question-and-answer sessions, and post-tests. The results showed an increase in students’ knowledge, indicated by the improvement in the average pre-test score from 62 to 88 in the post-test. In addition, students demonstrated high enthusiasm in understanding the importance of healthy food choices, limiting foods high in sugar, salt, and fat, and the importance of breakfast to support learning concentration. Teacher involvement also became a supporting factor for the success of the program in continuously monitoring students’ eating behaviors. The “Smart Eating Teen Movement” program proved effective in improving nutritional literacy and building healthy eating awareness among late adolescents in the school environment. Keywords: smart eating, adolescents, nutritional literacy, healthy eating patterns, ultra-processed food
Co-Authors Achmad Fauzan Ade Lina, Sri Adelina Maharani Tugestim Adkha Putri Puspita Dewi Agnes Bien Ahmed, Bakri Mohammed Bakheet Alfi Ristanti Alfina Ifada Amanda Putri Amelia Hesti Pradita Anita, Meilina Novi Annisa Rahim Aprilia Ayuningtyas Ari Widyaningsih Ari Widyaningsih Asma Nur Peni Asraria Arsfandi Astuti, Anazully Avivatul Indah Mawaddah Azizah, Amilatun Banne Ringgi, Rina Bhisma Murti Bien, Agnes Binti Yuliana Boki, Maryeni R. Br. Nainggolan, Julita Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum, Cahyaningrum cantika, clarisa martila Desi Wandan Sari Dewita Dian Ayu Tias P Dionisia Mayola Dona Rande Bua Donela, Ardenia Dono Indarto Elinda Eka Susanti Elita Niasirgia Rahayu ERNA SURYANI Evina Triani Evony Prawaningrum Fadilah, Amelia Nur Fanggi, Windy Anisa Veryany Fani Rahmawati Farida Fentisarti Fitri, Juli Fitria Primi Astuti Fitria Primi Astuti Fitriya, Wahida FITRIYAH Fransisca Desti Kurniasih Gabriella Jesicca Eriesti Galih Ayu Tias Hambami, Sarifah Hapsari Windayanti Heni Setyowati Herlina Sri Komala Dewi I Nyoman Candra Saputra Ida Nur Ramadhana Ingge Karunia Sandy Istikomah Ita Puji Lestari Ita Puji Lestari, Ita Puji Ivana Sika Yon Jatmiko Susilo Juli Fitri Jumilah Fitriana Kartika Sari Kasari, Miki Krismonita Krismonita Krismonita, Krismonita Kristingrum, Wahyu Kurniawati Laela Aprilia Lilin Suryaningsih Lintang Wening Pembayun Listyaningsih, Moneca Diah Luvi Dian Afriani Mala Primarti Malisa Manik, Santini Maria Beata Aku Maria Karmelia Wung Song Maryeni R. Boki Mastamah Maulidina, Rifatul Melania Rosaria Moniz Mensiana Maru Watu Moneca Diah Listiyaningsih Moneca Dyah Listiani Mudayanah Ninick Corea Fernandez Nita Amalia Nur Azizah Novia Martin Nur Utamiyah Prabu Auliansyah Primarti, Mala Puji Catur Putri, Risma Aliviani Rafika Brian Maghfiroh Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rana Trinova Ratna Ningrum, Riana Ratutriya Rini Susanti Risma Audina Rofa Irfani Rusdayanti Rusdayanti Safrida Zulfi Rahmawati Salimah, Umi Sarifah Hambami Septiningrum Silaban, Erny Sinta Dwi Lestari Siswati Siti Mufarokah Soendari Sofaniah Nurrahmi Sofiyanti, Ida Sri Ernawati Sri Ernawati Sri Wahyuni SURYANI Tri Lestari, Puji Triani, Evina Trisnasari, Anggun trisnawati, helda ucia rorin Veftisia, Vistra Vera Mei Kartika Viviana, Desi Wahyu Kristingrum Wahyu Kristiningrum WAHYUNI Wati, Ambar Watu, Mensiana Maru Watu Widayati Widayati Widayati Widayati Widayati Widyaningsih, Ari Windy Anisa Veryany Fanggi Yola Sartika Yulia Nur Khayati Yuni Fitria