Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pijat Tuina dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita Desa Jetak Kec. Getasan Desi Wandan Sari; Nur Utamiyah; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low appetite among toddlers is one of the risk factors contributing to poor nutritional status and stunting. One non-pharmacological intervention that can be applied is Tuina massage, a traditional Chinese massage therapy that stimulates digestive meridian points. This community service activity aimed to improve mothers’ knowledge and skills through Tuina massage training to enhance toddlers’ appetite. The activity was conducted on December 9, 2025, in Jetak Village, Getasan District, involving 12 mothers of toddlers, two community health volunteers, and one village midwife. The methods included health education, demonstration, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results showed an increase in the average mothers’ knowledge score from 55.3 in the pre-test to 89.1 in the post-test. All participants were able to perform Tuina massage correctly and expressed readiness to apply it independently at home. This community service activity demonstrated that Tuina massage training is effective in empowering mothers and has the potential to support stunting prevention efforts at the village level.   Abstrak Masalah nafsu makan rendah pada balita merupakan salah satu faktor risiko terjadinya gangguan status gizi dan stunting. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah pijat Tuina, yaitu terapi pijat tradisional Tiongkok yang menstimulasi titik meridian pencernaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita melalui pelatihan pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan balita. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Desember 2025 di Desa Jetak, Kecamatan Getasan, dengan melibatkan 12 ibu balita, 2 kader posyandu, dan 1 bidan desa. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan ibu dari 55,3 pada pre-test menjadi 89,1 pada post-test. Seluruh peserta mampu mempraktikkan pijat Tuina dengan benar dan menyatakan kesiapan menerapkannya secara mandiri di rumah. Pengabdian masayarak dengan melatih pijat Tuina efektif sebagai upaya pemberdayaan ibu dan berpotensi mendukung pencegahan stunting di tingkat desa.
Pengetahuan Ibu Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan pada Balita Usia 37 s/d 60 Bulan di Puskesmas Arga Mulya: Mothers' Knowledge Regarding Follow-Up Immunization Completeness in Toddlers Aged 37 to 60 Months at Arga Mulya Community Health Center Santini Manik; Isfaizah
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.609

Abstract

Low coverage of follow-up immunizations in toddlers is caused by parental behavior. Knowledge plays an important role in shaping a person's behavior, whereby people with low knowledge about immunization tend not to believe in the benefits of immunization for children. There are still mothers in the Arga Mulya Community Health Center working area who do not provide follow-up immunizations for their toddlers, even though health workers have provided education and counseling through the integrated health service post (posyandu). The purpose of this study was to determine the relationship between mothers' knowledge and the completeness of follow-up immunizations in toddlers aged 37-60 months at the Arga Mulya Community Health Center. The research design used was quantitative with a cross-sectional survey approach. The population consisted of all mothers with toddlers aged 37 to 60 months, totaling 209 mothers. The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling approach that met the inclusion and exclusion criteria, resulting in a sample of 68 respondents. The results showed that the majority of mothers had sufficient knowledge about follow-up immunizations, with 31 mothers (45.6%) having adequate knowledge; the majority had completed follow-up immunizations, with 39 mothers (57.4%) having done so; and there was a relationship between mothers' knowledge about follow-up immunizations and the completion of follow-up immunizations, with a p-value of 0.017. Mothers must pay attention to their children's health, one of which is by providing follow-up immunizations so as to reduce unexpected risks for toddlers.   ABSTRAK Rendahnya cakupan imunisasi lanjutan pada balita disebabkan oleh perilaku orang tua. Pengetahuan memegang peranan penting dalam pembentukan perilaku seseorang, di mana orang dengan pengetahuan yang rendah tentang imunisasi cenderung tidak percaya pada manfaat imunisasi bagi anak. Masih ditemukan ibu di wilayah kerja Puskesmas Arga Mulya yang tidak melakukan imunisasi lanjutan bagi balitanya, meskipun petugas kesehatan sudah melakukan edukasi dan penyuluhan melalui posyandu. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pengetahuan ibu  dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita usia 37-60 bulan di Puskesmas Arga Mulya. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional survey. Populasinya yaitu seluruh ibu yang memiliki balita usia 37 s.d. 60 bulan sejumlah 209 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jenis pendekatan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga didapatkan sampel 68 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan ibu tentang imunisasi lanjutan mayoritas pada pengetahuan cukup sebanyak 31 ibu (45,6%); gambaran kelengkapan imunisasi lanjutan mayoritas telah melengkapi imunisasi lanjutan sejumlah 39 ibu (57,4%); dan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi lanjutan dengan kelengkapan imunisasi lanjutan dengan nilai p-value 0,017. Ibu wajib dan harus memperhatikan kesehatan anaknya, salah satunya dengan pemberian imunisasi lanjutan sehingga dapat mengurangi risiko yang tidak diharapkan bagi balita.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. N Umur 32 Tahun G1P0A0 dengan Anemia Ringan Mariyati; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) remains a global and national health problem that reflects the quality of maternal health services. One effort to reduce MMR is through continuous midwifery services or Continuity of Care (COC), especially for pregnant women with risk factors such as mild anemia. This study aims to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate, to family planning. The study used a descriptive method with a case study approach and SOAP documentation. Data were obtained through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies, and literature studies in March–May 2026. The results of care showed that during pregnancy the mother experienced complaints of fatigue and dizziness. The mother was given nutritional IEC care and the administration of FE and MMS tablets. The labor process went normally, the mother was given APN and complementary counterpressure delivery care. Postpartum care for Mrs. Mrs. S complained about her breast milk and was given oxytocin massage and advice to wash the genitals with boiled betel leaf water to accelerate the healing of perineal wounds. During newborn care, everything was found to be within normal limits. The baby was given 1 mg of vitamin K, hepatitis B immunization, and a SHK examination. Meanwhile, Mrs. S used the implant method for family planning care. It is hoped that health workers can optimize comprehensive screening and the integration of complementary care to improve the health of mothers and babies.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional yang mencerminkan mutu pelayanan kesehatan ibu. Salah satu upaya untuk menurunkan AKI adalah melalui pelayanan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of Care (COC), terutama pada ibu hamil dengan faktor risiko seperti anemia ringan. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif dan berkesinambungan pada Ny. S mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi, dan studi pustaka pada Maret–Mei 2026. Hasil asuhan menunjukkan pada masa kehamilan ibu mengalami keluhan mudah lelah, pusing. Ibu diberikan asuhan KIE nutrisi dan pemberian tablet FE dan MMS. Proses persalinan berjalan dengan normal, ibu diberikan asuhan persalinan secara APN dan komplemneter counterpresure. Asuhan nifas Ny. S mengeluh asinya dan diberikan asuhan pijat oksitosin dan anjuran untuk membasuh genetalia dengan rebusan air daun sirih untuk mempercepat penyembuhan luka perineum. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S menggunakan metode KB implant. Diharapkan tenaga kesehatan dapat mengoptimalkan skrining komprehensif dan integrasi asuhan komplementer untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
Edukasi Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer pada Remaja Annisa Rahman; Fajrianisa Sholihah; Nurhayanti; Ermawati; Felismia Maria Carrdoso; Agustina Carvalho Moniz Tilman; Elia Nurfalah; Ririn Febriyani; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain, or dysmenorrhea, is a common problem experienced by young women during menstruation. Primary menstrual pain can impact adolescent productivity and well-being, resulting in impaired concentration, school absence, and decreased academic performance. Menstrual pain can be managed through pharmacological and non-pharmacological methods. One recommended non-pharmacological therapy is acupressure. The purpose of this activity is to introduce acupressure to adolescents as a solution for overcoming menstrual pain. The method used in carrying out community service was Hybrid Learning on May 30, 2026 at the At-Taqwa Belendung Islamic Boarding School. Community service will be implemented in three stages: the first stage is preparation by collaborating with partners. The second stage is the implementation stage, where a pre-test is conducted before the counseling is conducted to explore adolescents' knowledge. Next, education and training on menstrual pain acupressure are conducted by directly practicing menstrual pain acupressure. The third stage is an evaluation through a post-test and direct interviews, and concludes with an activity report. The results of the community service show that 26 adolescents participated in this activity. Before the counseling session on acupressure for menstrual pain, the majority of adolescents' knowledge was in the poor category, with 20 (76.9%) and after the counseling session, 24 (92.3%) had good knowledge. This concludes that there was an increase in knowledge before and after the acupressure session. It is hoped that health workers will improve health promotion programs regarding non-pharmacological methods of managing dysmenorrhea in adolescents, especially acupressure.   Abstrak Nyeri haid atau dismenore adalah salah satu masalah yang seringkali dialami oleh wanita muda ketika menstruasi. Nyeri haid primer dapat memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan remaja seperti gangguan konsentrasi, ketidakhadiran sekolah, dan penurunan prestasi akademik. Penanganan nyeri haid dapat dilakukan dengan cara yaitu, secara farmakologi dan non farmakologi. Adapun terapi non farmakologi yang dianjurkan salah satunya yaitu akupresur. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan akupresure kepada remaja sebagai Solusi dalam mengatasi nyeri haid. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian masyarakat yaitu Hybrid Learning pada tanggal 30 Mei 2026 di Pondok Pesantren At-Taqwa Belendung. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan remaja. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan akupresure nyeri haid dengan mempraktekkan langsung akupresure nyeri haid. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest dan wawancara secara langsung dan diakhiri dengan membuat laporan kegiatan. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 26 orang remaja. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai akupresure nyeri haid didapatkan sebagian besar pengetahuan remaja dalam kategori kurang yaitu sebanyak 20 orang (76,9%) dan setelah dilakukan penyuluhan remaja memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 24 orang (92,3%). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyeluhan mengenai akupresure.  Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan program promosi kesehatan mengenai cara mengatasi disminore pada remaja secara non farmokologi terutama akupresure.
PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING DI PUSKESMAS LEYANGAN PADA TAHUN 2020 Mastamah; Isfaizah
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.39

Abstract

WHO (2018) prevalensi balita stunting di Indonesia berada pada peringkat ketiga di South-East Asian Region sebesar 36,4% belum mencapai target dunia 20%. Sedangkan di Jawa Tengah (2019) sebesar 34,4% dan di Puskesmas Leyangan sebesar 19,5%. Pengetahuan ibu yang kurang tentang gizi balita dan status pemberian ASI eksklusif akan mempengaruhi cara pemberian makanan pada balita yang menyebabkan stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi balita dan pemberian ASI Eksklusif dengan stunting di Puskesmas Leyangan tahun 2020. Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control Populasi seluruh ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan sejumlah 110 ibu. Sampel sebanyak 104 responden dengan perbandingan 1:1 secara Fixed–Desease Sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan master tabel untuk tinggi badan dan berat badan balita. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan chi square. Analisa univariat pengetahuan ibu tentang gizi balita pada kelompok kasus sebagian besar kurang (65,4%) sedangkan kelompok kontrol sebagian besar baik (73,1%), pada kelompok kasus sebagian besar tidak memberikan ASI Eksklusif (88,5%) sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar memberikan ASI Eksklusif (80,5%). Analisis bivariat ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dan pemberian ASI Eksklusif dengan stunting (p <0,001,OR= 138.429, CI 95% = 17.437 s/d 1098.974) (p <0,001, OR = 32.200, CI 95% = 10.771s/d 96.267). Pengetahuan ibu yang kurang dan tidak memberikan ASI Eksklusif meningkatkan resiko stunting. Perlu adanya pendidikan kesehatan tentang manfaat pemberian gizi seimbang dengan isi piringku (karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah) pada ibu yang memiliki balita.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN SEKS DENGAN PENERAPAN PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA PRASEKOLAH Dionisia Mayola; Isfaizah
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.40

Abstract

Kasus kekerasan seks menurut LPSK terus meningkat sebesar 70%. Untuk menurunkan itu perlu peran orang tua dalam memberikan pendidikan seks ke anaknya yang dipengaruhi oleh pengetahuan orang tua sendiri tentang pendidikan seks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks dengan penerapan pendidikan seks anak usia prasekolah TK St. Theresia 2021. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh orang tua siswa siswi di TK St. Theresia Ungaran sebanyak 127 orang, sampel sebanyak 96 dengan teknik simple random sampling dengan alat ukur kuesioner, analisa data menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan chi square. Diperoleh sebagian besar pengetahuan orang tua tentang  pendidikan seks dalam kategori baik sebesar 59,4% dan penerapan pendidikan seks dalam kategori baik juga sebesar 61,6%. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan pendidikan seks dan penerapan pendidikan seks ( p-value = 0,010 < α = 0,050, OR 0,311, CI 95% = 0,125 s/d 0,770). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks dengan penerapan pendidikan seks anak usia prasekolah, tetapi pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks tidak mempengaruhi penerapan pendidikan seks anak usia prasekolah TK St. Theresia Ungaran.
Co-Authors Achmad Fauzan Ade Lina, Sri Adelina Maharani Tugestim Adkha Putri Puspita Dewi Agnes Bien Agustina Carvalho Moniz Tilman Ahmed, Bakri Mohammed Bakheet Alfi Ristanti Alfina Ifada Amanda Putri Amelia Hesti Pradita Amilatun Azizah Anita, Meilina Novi Annisa Rahim Annisa Rahman Aprilia Ayuningtyas Ari Widyaningsih Ari Widyaningsih Asma Nur Peni Asraria Arsfandi Astuti, Anazully Avivatul Indah Mawaddah Banne Ringgi, Rina Bhisma Murti Bien, Agnes Binti Yuliana Boki, Maryeni R. Br. Nainggolan, Julita Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum, Cahyaningrum cantika, clarisa martila Desi Wandan Sari Dewita Dian Ayu Tias P Dionisia Mayola Dionisia Mayola Dona Rande Bua Donela, Ardenia Dono Indarto Elia Nurfalah Elinda Eka Susanti Elita Niasirgia Rahayu Ermawati ERNA SURYANI Evina Triani Evony Prawaningrum Fadilah, Amelia Nur Fajrianisa Sholihah Fanggi, Windy Anisa Veryany Fani Rahmawati Farida Felismia Maria Carrdoso Fentisarti Fitri, Juli Fitria Primi Astuti Fitria Primi Astuti Fitriya, Wahida FITRIYAH Fransisca Desti Kurniasih Gabriella Jesicca Eriesti Galih Ayu Tias Hambami, Sarifah Hapsari Windayanti Heni Setyowati Herlina Sri Komala Dewi I Nyoman Candra Saputra Ida Nur Ramadhana Ingge Karunia Sandy Istikomah Ita Puji Lestari Ita Puji Lestari, Ita Puji Ivana Sika Yon Jatmiko Susilo Juli Fitri Jumilah Fitriana Kartika Sari Kasari, Miki Krismonita Krismonita Krismonita, Krismonita Kristingrum, Wahyu Kurniawati Laela Aprilia Lilin Suryaningsih Lintang Wening Pembayun Listyaningsih, Moneca Diah Luvi Dian Afriani Mala Primarti Malisa Maria Beata Aku Maria Karmelia Wung Song Mariyati Maryeni R. Boki Mastamah Mastamah Melania Rosaria Moniz Mensiana Maru Watu Moneca Diah Listiyaningsih Moneca Dyah Listiani Mudayanah Ninick Corea Fernandez Nita Amalia Nur Azizah Novia Martin Nur Utamiyah Nurhayanti Prabu Auliansyah Primarti, Mala Puji Catur Putri, Risma Aliviani Rafika Brian Maghfiroh Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rana Trinova Ratna Ningrum, Riana Ratutriya Rifatul Maulidina Rini Susanti Ririn Febriyani Risma Audina Rofa Irfani Rusdayanti Rusdayanti Safrida Zulfi Rahmawati Salimah, Umi Santini Manik Sarifah Hambami Septiningrum Silaban, Erny Sinta Dwi Lestari Siswati Siti Mufarokah Soendari Sofaniah Nurrahmi Sofiyanti, Ida Sri Ernawati Sri Ernawati Sri Wahyuni SURYANI Tri Lestari, Puji Triani, Evina Trisnasari, Anggun trisnawati, helda ucia rorin Veftisia, Vistra Vera Mei Kartika Viviana, Desi Wahyu Kristingrum Wahyu Kristiningrum WAHYUNI Wati, Ambar Watu, Mensiana Maru Watu Widayati Widayati Widayati Widayati Widayati Widyaningsih, Ari Windy Anisa Veryany Fanggi Yola Sartika Yulia Nur Khayati Yuni Fitria