Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI POLI UMUM PUSKESMAS SIAK HULU II KABUPATEN KAMPAR, 2017 Muhammad Dedi Widodo; Reno Renaldi
Collaborative Medical Journal Vol 1 No 2 (2018): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.5 KB)

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Berdasarkan survei awal menurut pasien pelayanan di Poli Umum Puskesmas Siak Hulu II cukup baik, namun belum merasa puas secara keseluruhan, kurangnya dari segi sarana dan prasarana serta kecepatan dalam memberikan pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien yang berhubungan dengan Bukti Langsung, Kehandalan dan Daya Tanggap. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif untuk mendapatkan informasi dengan metode wawancara dan observasi lapangan dimana penelitian ini dilakukan di Puskesmas Siak Hulu II pada bulan Mei - Juni 2017. Subjek penelitian ini berjumlah 6 informan 1 diantaranya kepala Puskesmas dan 5 pasien Poli Umum. Variabel dalam penelitian ini yaitu Bukti Fisik, Kehandalan dan DayaTanggap. Hasil penelitian menunjukkan dari 3 variabel 2 diantaranya masih belum sesuai dengan keinginan pasien, dilihat dari bukti fisik, masih kurangnya sarana dan prasarana seperti kursi tunggu, tv, pojok baca dan alat-alat kesehatan, dilihat dari kehandalan petugas kesehatan terkadang tidak berada ditempat sehingga pasien harus menunggu untuk pemeriksaan. Sebaiknya pihak Puskesmas member sanksi kepada petugas kesehatan yang tidak disiplin dan melengkapi sarana dan prasarana yang masih kurang di Poli Umum Puskesmas Siak Hulu II.
PKM Implementasi Teknologi Internet of Things (IoT) Dalam Monitoring Ketinggian Permukaan Air Sungai dan Aplikasi Tanggap Darurat Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Kota Pekanbaru Yuda Irawan; Haris Tri Saputra; Reno Renaldi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i2.3221

Abstract

Daerah Kota Pekanbaru memiliki iklim tropis dan curah hujan yang cukup tinggi setiap tahunnya. Keadaan curah hujan yang tinggi mengakibatkan daerah tertentu di Pekanbaru mengalami banjir terutama kawasan di pinggiran sungai siak yang disebabkan melimpahnya sungai siak. Kurangnya informasi yang cepat tentang ketinggian air sungai siak menyebabkan keterlambatan peringatan dan proses evakuasi oleh BPBD Kota Pekanbaru. Akibat keterlambatan pengevakuasian dapat berdampak hanyutnya harta benda ataupun nyawa manusia. Selain itu seringnya terjadi keterlambatan pelaporan saat bencana banjir oleh warga ke BPBD untuk evakuasi disebabkan oleh belum adanya media pelaporan berbasis IT yang terintegrasi sehingga terkadang proses pelaporan dan tindak lanjut sering mengalami keterlambatan. Permasalahan lainnya adalah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, salah satunya yaitu pembuangan sampah di saluran pembuangan air dan sungai. Banyak nya tumpukan sampah disungai dan saluran air menyebabkan tidak lancarnya aliran air sehingga menyebabkan banjir. Kemudian ketidak pedulian masyarakat terhadap tebang pilih pohon dan reboisasi, pembuatan sumur resapan, dan sikap tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan. Pembuangan sampah sembarangan juga menyebabkan terciptanya lingkungan yang tidak sehat sehingga dapat menghambat tercapainya kemandirian kesehatan. Berdasarkan 3 permasalahan prioritas tersebut maka tim pengusul beserta mahasiswa melaksanakan kegiatan PKM dengan tujuan mitigasi atau pengurangan resiko yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana banjir di Kota Pekanbaru. Adapun upaya yang telah dilakukan adalah pembuatan alat monitoring pengukur ketinggian air sungai berbasis IoT sebagai Teknologi Tepat Guna yang merupakan penerapan hasil penelitian dari tim pengusul dan pembuatan aplikasi tanggap darurat bencana banjir. Selain itu kegiatan ini juga terfokus ke bidang kesehatan yaitu melaksanakan kegiatan penyuluhan sikap kepedulian lingkungan kepada warga terutama warga didaerah sekitar pinggiran sungai di Jl. Sumber Sari, Pekanbaru.
ANALISIS STANDAR MANAJEMEN INSTALASI LABORATORIUM MEDIS RUMAH SAKIT X PEKANBARU TAHUN 2025 Muhammad Dedi widodo; Nizma Khairunissa; Reno Renaldi; Aldiga Rienarti Abidin; Ahmad Satria Efendi; Welly Sando
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 6 No 2 (2025): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v6i2.820

Abstract

The Laboratory Installation is a supporting unit that plays an important role in clinical diagnosis through specimen examination. This study aims to analyze the management standards of the Medical Laboratory Installation at X Hospital Pekanbaru in 2025 based on four aspects: human resources, facilities, infrastructure, and standard operating procedures. This qualitative research used a descriptive approach through in-depth interviews and observations involving six informants (medical support service manager, laboratory analysts, unit head, and patients). The results showed that the number of laboratory analysts was insufficient to support 24-hour services, resulting in high workloads and multitasking. This condition is influenced by limited hospital funding due to a decrease in patient visits to the laboratory. In terms of facilities, the laboratory lacked essential equipment in accordance with standards, such as an autoclave, biosafety cabinet, and spectrophotometer, and quality control was not carried out routinely. Regarding infrastructure, deficiencies were found in active protection systems such as hydrants, automatic sprinklers, and evacuation routes, as well as the absence of accessibility facilities for persons with disabilities. This is due to the laboratory being located in an old building not designed according to current technical standards. Although standard operating procedures are available, their implementation remains suboptimal, as some staff members do not fully use personal protective equipment, and several work processes are still conducted manually. It is recommended that the hospital increase budget allocation proportionally to hire more analysts, complete laboratory equipment, conduct gradual infrastructure renovations focusing on safety and accessibility, and strengthen supervision, monitoring, and evaluation—while enforcing discipline for staff who fail to comply with PPE protocols—to ensure safety and service quality in the laboratory.