p-Index From 2021 - 2026
8.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography Sinergi JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK Science and Technology Indonesia Journal of Applied Geospatial Information Indonesian Journal of Information System Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity PENDIPA Journal of Science Education Journal of Humanities and Social Studies International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Jurnal Civic Hukum International Journal of Engineering, Technology and Natural Sciences (IJETS) International Journal of Law and Public Policy (IJLAPP) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of Industrial Engineering & Management Research (JIEMAR) Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Ilomata International Journal of Social Science JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION International Journal of Management Science and Information Technology (IJMSIT) Pancasila: Jurnal Keindonesiaan East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) International Journal of Humanities Education and Social Sciences Jurnal Teknik Industri Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Jurnal Cakrawala Ilmiah Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Journal of Innovation Research and Knowledge LEBAH Journal of Law, Poliitic and Humanities SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Journal of Placemaking and Streetscape Design Jurnal Keamanan Nasional Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Journal of Social Work and Science Education International Journal of Education, Vocational and Social Science Green Governance: Exploring Politics, Social Justice, and the Environment Journal of National Paradigm - Based Resilience Strategy Jurnal Cendekia Ilmiah The International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Indonesian Journal of Counter Terrorism and National Security Image : Jurnal Riset Manajemen
Claim Missing Document
Check
Articles

The Tactical Object Monitoring System for Defense Operations Using the Concept of Object-Oriented Programming (OOP) with Python Programming Language Rahmandhala, Ilvan Dino; Asep Adang Supriyadi; Yosef Prihanto; Ahmad Farid; Muhamad Samingan
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 6 (2025): IJHESS JUNE 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i6.1571

Abstract

Information and communication technology is currently very important in the defense field, including in the development of tactical object monitoring systems for defense operations. One approach used is to apply the concept of object-oriented programming OOP using the Python programming language. This research uses data processing methods using the Python programming language with the help of Google Colab. In its implementation, this research creates two main classes, namely the Sensor Class and the Tactical Map Class. The Sensor Class functions to represent physical sensors in code form, with attributes of identity, location, and sensor status. The Tactical Map class serves as a representation of a tactical map used to manage and visualize objects, such as sensors, within a certain area. The development of a defense operation tactical object monitoring system by applying OOP concepts using the Python programming language has several benefits, such as easier system setup and maintenance, as well as the development of new features without disrupting existing functions. The application of OOP concepts using the Python programming language can be one of the effective approaches in developing a tactical object monitoring system for defense operations. This approach can improve the efficiency and effectiveness of military operations by utilizing modern technology, as well as provide various benefits in terms of system setup, maintenance, and development.
Strategi Pertahanan dalam Aspek Ilmu Geografi: Penelitian Daniel Singgih A.B; Asep Adang Supriyadi; Yosef Prihanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1770

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran geografi dalam strategi pertahanan, dengan fokus pada implementasi Geospasial Intelligence (GEOINT) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penggunaan geografi militer memegang peran krusial dalam merancang strategi pertahanan melalui pemahaman mendalam tentang karakteristik geografis suatu wilayah. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi pustaka, yang mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait. Hasil menunjukkan bahwa aspek geografis seperti topografi, iklim, dan fitur alam lainnya memengaruhi taktik dan strategi militer, sementara GEOINT dan SIG terbukti efektif dalam menjaga keamanan dan membantu mitigasi bencana alam. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi teknologi geospasial dalam pertahanan dapat meningkatkan efisiensi operasional, baik dalam konteks militer maupun non-militer.
Quad vs. China: Strategic implications of Indo-Pacific rivalry against Indonesia Harefa, Faonaso; Supriyadi, Asep Adang; Irwanto, Bambang; Saputro, Guntur Eko; Suadnyana, I Nyoman; F.Harsono, Cecilia
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.346

Abstract

Rivalitas antara Quadrilateral Security Dialogue dan China di kawasan Indo-Pasifik semakin menguat dan membentuk arsitektur geopolitik baru yang berdampak langsung terhadap kepentingan strategis Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bagaimana implikasi multidimensi dari rivalitas Quad dan China terhadap posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik, khususnya dalam aspek keamanan, ekonomi, politik luar negeri, serta pertahanan dan kepentingan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dokumen, studi ini menemukan bahwa posisi strategis Indonesia di kawasan menjadikannya rentan terhadap dinamika militerisasi di Laut China Selatan, ketergantungan ekonomi terhadap Belt and Road Initiative, dan tekanan diplomatik dari kekuatan besar dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia harus merespons rivalitas ini melalui penguatan diplomasi aktif, modernisasi pertahanan, peningkatan kapasitas intelijen strategis, dan diversifikasi mitra kerja sama. Temuan ini juga menegaskan pentingnya Indonesia memosisikan diri sebagai kekuatan penyeimbang di tengah rivalitas global, agar tidak hanya menjadi objek kontestasi geopolitik, melainkan juga aktor strategis yang dapat berperan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan Indo-Pasifik. Penelitian ini memperkaya teori hubungan internasional Indonesia dan memberi kerangka analisis strategis bagi kebijakan luar negeri. Ke depan, disarankan pendekatan kuantitatif atau mixed-method untuk mengukur dampak rivalitas Quad dan China secara lebih terstruktur..
National defense policy based on readiness against non-military threat Susanto, Setyo Hani; Supriyadi, Asep Adang; Harefa, Faonaso
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.361

Abstract

Penelitian ini membahas urgensi implementasi dan penerapan sistem pertahanan rakyat semesta sebagai pendekatan adaptif dan strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia di tengah ancaman multidimensi yang semakin kompleks dan dinamis. Ancaman terhadap keamanan negara saat ini tidak hanya berasal dari aspek militer yang bersifat fisik, tetapi juga mencakup serangan siber, disinformasi, pandemi, sabotase ekonomi, dan perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur ilmiah, dokumen kebijakan pertahanan negara, serta praktik internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi pertahanan rakyat semesta di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya koordinasi lintas sektor, tumpang tindih regulasi, keterbatasan anggaran, dan rendahnya literasi pertahanan masyarakat. Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen Mengingat bahwa bangsa terdiri atas elemen pemerintah, sektor swasta, komunitas akademik, dan masyarakat sipil, maka penguatan sistem pertahanan nasional memerlukan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan lima langkah strategis yang saling melengkapi. Pertama, diperlukan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan pertahanan guna menciptakan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap dinamika ancaman kontemporer. Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prasyarat utama melalui pendidikan, pelatihan, serta rekrutmen berbasis kompetensi. Ketiga, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam aktivitas operasional sehari-hari diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi sistem pertahanan. Keempat, transformasi budaya kerja harus dilakukan melalui pengurangan struktur hierarki yang berlebihan serta penerapan sistem merit dalam pembinaan karier aparatur pertahanan. Kelima, penguatan dukungan anggaran dan komitmen politik yang proporsional setara dengan negara-negara lainmerupakan landasan keberlanjutan pembangunan pertahanan jangka panjang.
Measuring the Height of Volcanic Clouds Using Weather Radar : Case Study Mount Sinabung Eruptions in Medan, Indonesia Heningtiyas, Hesti; Achmadi, Budhi; Supriyadi, Asep Adang; Arief, Syachrul; Charolydya, Rindita
Indonesian Journal of Geography Vol 57, No 2 (2025): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.96391

Abstract

Apart from being used to observe hydrometeorological phenomena, weather radar can also be used to observe volcanic eruptions. Weather radar reflectivity data can describe the estimated height of volcanic eruptions, while the HYSPLIT (Hybrid Single-Particle Lagrangian Integrated Trajectory) model describes the trajectory or direction of distribution of eruption clouds. BMKG's single polarization C-Band weather radar at the Regional Office I in Medan was able to observe several eruptions of Mount Sinabung. Mount Sinabung is about 50 km from the Medan Weather Radar hence is still within radar coverage. Several eruptive activities of Mount Sinabung can be observed from the Medan Weather Radar, using Maximum (MAX) and VCUT (Vertical Cut) products to obtain information on the height of volcanic eruptions and eruption characteristics. While, the HYSPLIT model developed by ARL-NOAA is used to determine the direction of distribution of volcanic ash immediately after the eruption. The MAX and VCUT weather radar products and the results of NOAA HYSPLIT model for several events in this study show that the eruption height in weather radar observations is higher than the HYSPLIT model and the direction of volcanic ash distribution is different from Volcanic Observatory Notice for Aviation (VONA) observations.Received: 2024-05-24 Revised: 2025-06-26 Accepted: 2025-08-15Published: 2025-08-19  
Strengthening Maritime Geopolitics Strategy to Counter Marine Resource Plundering in the North Natuna Sea Apriani, Evi; Supriyadi, Asep Adang; Prakoso, Lukman Yudho; Widodo, Pujo; Suwarno, Panji
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 10 (2024): October 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v3i10.11691

Abstract

The North Natuna Sea is one of the most strategic seas in Indonesia. However, the plundering of marine resources by countries nearby poses a serious threat to Indonesia’s maritime security. This article discusses the maritime geopolitical strategy to counter the looting of marine resources. In the North Natuna Sea. This research uses a qualitative approach using a literature study. The findings show the importance of maritime boundary analysis as the first step to tackle the looting marine resources, particularly through illegal fishing. Maritime patrol and surveillance, maritime cooperation and diplomacy, and raising maritime awareness as a strategy maritime geopolitics in countering the looting marine resources in the North Natuna Sea. In addition to that, strengthening the maritime economy also needs improved to realize prosperity the community from engaging in activities looting of these marine resources.
Integrating Artificial Intelligence into Indonesia’s Defense Policy for Strategic Decision-Making Yusman, Faisal; Kartiningsih, Yuli; Djansena, Alradix; Supriyadi, Asep Adang
International Journal of Law and Public Policy (IJLAPP) Vol 7 No 2: September 2025
Publisher : Lamintang Education and Training Centre, in collaboration with the International Association of Educators, Scientists, Technologists, and Engineers (IA-ESTE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36079/lamintang.ijlapp-0702.848

Abstract

The transformation of Indonesia's national defense policy in the digital era requires the integration of Artificial Intelligence as a strategic instrument to enhance analytical and decision-making capabilities. This study aims to formulate an AI-based defense policy framework that is responsive to the dynamics of modern threats, as well as to identify the challenges and opportunities in its implementation. The research method used is a qualitative approach through document study and policy analysis that includes national regulations, academic literature, and global practices. The results of the study indicate that Indonesia still faces a number of fundamental obstacles, such as the absence of a national ethics framework for military AI, low institutional readiness, and weak regulations related to the control of autonomous systems. This study recommends the establishment of a defense AI ethics council, revision of the defense legal framework to include intelligent technology, and the development of a collaborative roadmap across ministries. It is expected that the resulting policy will not only be adaptive to technological disruption, but also guarantee accountability and national sovereignty in the use of AI for strategic defense interests.
Sistem pertahanan semesta bagi model pemberdayaan masyarakat berdasarkan konsep tata kelola polisentris Fathurrohman, Umar; Supriyadi, Asep Adang
Journal of National Paradigm-Based Resilience Strategy Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/napbres.v1i2.2024.1029

Abstract

Pendahuluan: Model tata kelola dalam sistem pertahanan menjamin tercapainya kebijakan yang ditetapkan  oleh pemerintah. Pada sistem penguatan komponen kebijakan, model pertahanan telah melibatkan beragam aktor. Namun, perlu dipahami arti dari penguatan pertahanan yang tidak dimaksudkan pada pengendalian dominasi militer, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap negara. Metode: Penelitian ini berusaha melihat sistem pertahanan yang digunakan berdasarkan tinjauan tata kelola polisentris. Metode kepustakaan kualitatif digunakan sebagai model analisis berdasarkan basis pengumpulan data. Temuan:  Tata Kelola Polisentris memberikan kemungkinan pemberdayaan bidang pertahanan dengan melibatkan banyak aktor yang terbentuk berdasarkan keseluruhan aturan tata kelola, karakteristik permasalahan, dan heterogenitas dalam pemberdayaan bidang pertahanan. Pada tahap ini telah terbentuk pola pemberdayaan daerah untuk tujuan pertahanan yang sejalan dengan kepentingan kesejahteraan rakyat. Terdapat kolaborasi antar aktor di setiap level yang tetap memperhatikan kepentingan pertahanan di setiap programnya. Kesimpulan: Penelitian terkait tata kelola polisentris dalam pemberdayaan bidang pertahanan masih sebatas analisis data sekunder. Perlu dilakukan kajian lebih mendalam agar dapat ditemukan bentuk implementasi yang tepat
Integration of cyber defense and conventional security in addressing non-military threats in the digital era Fitria, Rosi; Supriyadi, Asep Adang
Journal of National Paradigm-Based Resilience Strategy Vol. 2 No. 02: (August) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/napbres.v2i02.2025.2106

Abstract

Background: The development of digital technology has transformed the landscape of threats to national security, with non-military threats, including cyberattacks, digital terrorism, and disinformation, becoming increasingly urgent. These threats have the potential to undermine social, economic, and political stability. This study aims to analyze the integration of cyber and conventional defense in strengthening national resilience against non-military threats. Method: This research employs a qualitative approach, analyzing literature and policies of national security institutions regarding non-military threats. Primary data were obtained through a literature review of journals and articles accessed via SCOPUS. The study began with brainstorming to identify topics, subthemes, and relationships between concepts. Findings: The results indicate that integrating cyber and conventional defense enhances the response to hybrid threats. Joint management of cyber and physical threats, along with sharing resources and information between agencies, enhances the effectiveness of responses to complex threats. Conclusion: This study concludes that integrating cyber and conventional defense systems is crucial for addressing threats in the digital age. Its success depends on clear policies, regulations, and strict oversight to ensure effective coordination between relevant agencies. Originality/Novelty of the Article: The article's originality lies in proposing an integrated defense model that combines conventional and cyber strategies to address hybrid threats, a topic that has not been extensively discussed in the literature.
Maritime Cyber Geopolitics: New Threats to Maritime Security in the Digital Era Bagus Satrio Wicaksono; Asep Adang Supriyadi; Budiman Djoko Said; Pujo Widodo; Panji Suwarno
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 4 (2025): IJHESS FEBRUARY 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i4.1183

Abstract

The digital era has transformed the maritime sector, integrating the oceans into the global internet network and creating new opportunities in trade and communications. However, this connectivity has also created significant cyber threats, leading to the emergence of cyber maritime geopolitics—the struggle for power at sea through information and communications technology (ICT). These threats include cyberattacks on maritime navigation systems, critical infrastructure, and data theft, all of which can disrupt global trade and trigger conflict. As maritime security becomes increasingly important, countries need to increase international cooperation, strengthen cyber defenses, and develop effective strategies to combat these threats. This paper aims to understand the challenges of cyber maritime geopolitics and proposes a multisectoral approach involving various stakeholders. Through comprehensive qualitative research, including a literature review and document analysis, this research identifies patterns and offers insights into strengthening maritime security policies. This research underscores the need for international collaboration, technological advances and investment in cybersecurity to ensure sustainable maritime security in the digital era. For Indonesia, a country with extensive maritime interests, implementing this strategy is very important to protect maritime infrastructure and maintain regional stability.
Co-Authors Achlis, Muhammad Nur Achmadi, Budhi Adityayuda, Anugrah Afen Sena Ahmad Farid Amarulla Octavian Anatansyah Ayomi Anandari Andrian Andaya Lestari Anggi Pradikti Purna Dewi Anggraini, Eca Indah Anis Nur Laily Apriani, Evi Ardhana, Andini Aprilia Arief, Syachrul Aris Poniman Aris Poniman Aritonang, Sovian Aziz Haerulloh Bagus Satrio Wicaksono Bimantara, Angga BUDI PRAMONO Cahyo Wibowo Charolydya, Rindita Christine Sri Marnani Cosmas Manukalo Danga Dahsan, Sudarti Dangan Waluyo Daniel Singgih A.B Debbie Kemala Sari Deni Yulyadi Diah Ayu Permatasari Djansena, Alradix Dwi Budi Santoso Edy Sulistyadi Erika, Katherine F.Harsono, Cecilia Fathurrohman, Umar Feny Avisha Fifing Fifing Fitri Anggraeni Sekar Dwianti Fitri Rinaldi Fitria, Rosi Gabriel Choirul Alman GHAZALIE, GHAZALIE Gultom, Rudy Agus Gemilang Guntur Eko Guntur Eko Saputro Hafidz Kuncoro Haloho, Luwis Surani Harefa, Faonaso Hari Purwanto Harsono, Cecilia F. Hasna Moraina Rizkiyani Heningtiyas, Hesti Herdianto, Bachtiar Herlina Juni Risma Saragih Herman Subagyo Zaesohar I Nengah Putra A I. Gede Sumertha Ikhsanudin, Agus Haryanto Irwanto, Bambang Jay Aryaputra Juliana Juliana KAREL L. MANDAGIE Kartiningsih, Yuli Kristomei Sianturi Luthfiyah Sakinah M. Asa’ari Yusuf Mardamsyah, Adam Marsetio Marsetio Masita Dwi Mandini Manessa Masita Dwi Mandini Manessa MASITA DWI MANDINI MANESSA, MASITA DWI MANDINI Mauliza Fatwa Yusdian Mauliza Fatwa Yusdian May May Maysarah Meli Ruslinar Muhamad Samingan Muhammad Aldin Yusfan Muhammad Thafshir Triansha Mulya Afriyanto Muslikhatin, Lilik Nopi Rahmawati Novky Asmoro Nurdin, Fachdy Octo Mario Pasaribu Pedrason, Rodon Persadha, Pratama Prakoso, Lukman Yudho Pranowo, Andityas Pratiwi, Ire Prita Nur Wahyu Pujo Widodo Pujo Widodo, Pujo Purwanto, Ignatius Eko Djoko Rahmandhala, Ilvan Dino Reghina Rizqy Restianto, Mohammad Obie Restu Putri Pamungkas Reyhan Fakhreja Rezasyah, Teuku Ria Anggun Ariani Rianto M.Si.Par Riyan Eko Prasetiyo Riyan Eko Prasetiyo Rizkiyani, Hasna Moraina Rosi Fitria Rudi Agus Gumilang Gultom Sadewa, Annisa Harum Said, Budiman Djoko Saleh, Basuki Rahmad Samad, M. Yusuf Samingan, Muhammad Sawlani, Dhiraj Kelly Sekar Dwianti, Fitri Anggraeni Sembiring, Heriyanta Silitonga, Tatar Bonar Sri Kartika Sakti Sri Mulyaningsih Sri Murtiana Suadnyana, I Nyoman Suci Rahmayanti Sucitra, I Gusti Ngurah Bagus Sukendra Martha Sukendra Martha Sumariyanto, Iris Surjaatmadja , Surachman Susanto, Setyo Hani Sutrasna, Yudi Suwarno, Panji Suyono Thamrin Syachrul Arief Syachrul Arief Syachrul AriefArief Syamsul Maarif Taufik, Robby Mochammad Theo L Sambuaga Trismadi Trismadi Trismadi Trismadi Trismadi Trismadi Trismadi Trismadi, Trismadi Ue, Ermelinda Dhae Usman, Muhammad Lulu Latif Widiyanto Saputro Wijanarko, Trias Wijaya, Satria Dhaniswara Rahsa Wiloso, Danis Agoes Yahya Darmawan Yosef Prihanto Yosef Prihanto Yosef Prihanto Yosef Prihanto Yosef Prihanto, Yosef Yosef Prihanto, Yosef Prihanto Yosua Sabar Panjaitan Yusman, Faisal