Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia A.Gray) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH WISTAR YANG DIINDUKSI OLEH ALOXAN Pradiningsih, Anna; Pandanwangi Tw, Siti; Aribowo, Aribowo
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 1 No. 2 (2017): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1486.021 KB) | DOI: 10.51873/jhhs.v1i2.14

Abstract

Background: Diabetes mellitus becomes a major health problem because its complications are short and long term. Plants used for the treatment of diabetes, one of which is Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia A.Gray). Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia A.Gray) is used as an anti-diabetic with the active substance of sesquiterpene compound, 1?-hydroxydiversifolin-3-O-methyl ether and 1?-hydroxytirotundine-3-O-methyl ether, isolated from the aerial part-all parts of the plant except root of Kembang Bulan (Tithonia diversifolia A.Gray) Objective: To find out whether the Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia A.Gray) had an effect on aloxan-induced glucose levels of rats, knowing which doses were more effective had a decreasing effect on rat glucose and on the stability of the leaf-bloom formulation of Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia A.Gray) Method: The research method used is experimental method. The extract suspension was prepared with three doses, 200 mg/kgBB , 300 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB performed on 15 male rats induced aloxan. Result: Based on the result of measurement of the decrease of blood glucose level on male white rats after 21 days treatment can be seen that the suspension of Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia A.Gray) extract at dose 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, and 400 mg/kgBB obtained percentage decrease equal to 44%, 62.3% and 63.2%. On the Positive Control of Acarbose suspended with a dose of 9 mg/kgBB obtained percentage decrease of 57%. On Negative Control the 1% CMC suspension yields an increase percentage of 15.7%. The result of data analysis with T test test stated that there was no significant difference between the three doses with positive control. Conclusion: The effective dose is the dose with the lowest percentage of 200 mg/kgBB. The suspension stability of Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia A.Gray) extract at doses of 200mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB, positive control and negative control is relatively stable at temperatures of 0 0C, 25 0C and 50 0C.
A Systematic Review of Knowledge and Perception Regarding Generic Medicines Among Indonesians Pandanwangi TW, Siti; Agustina, Diana; Karsidin, Bambang
Journal La Medihealtico Vol. 5 No. 2 (2024): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v5i2.1187

Abstract

Generic medicines are a type of medicine with an official name that has been assigned to the efficacious substance it contains. Generic medicines have the same effectiveness as patented medicines. Many people think that generic medicines are of low quality, so they prefer branded generic medicines or patented medicines. This systematic review aims to report the results of a search for previously reviewed studies that focus on the level of public knowledge and perception of generic medicines. The research method used is a literature study method using journal data from the last 10 years. Journal collection was carried out by searching online journal databases indexed in Google Scholar, and PubMed using Mesh (Medical Subject Headings) with a focus on the keywords "knowledge", "perception", and "generic medicines". The results of this research are that the level of Indonesian people's knowledge of generic medicines is quite good but not evenly distributed, especially among groups of people who have a strong belief that cheap medicines are of lower quality. Acceptance of generic medicines tends to be higher in communities with higher levels of education. Communities with low socio-economic conditions generally have a low level of education so they tend to have greater distrust of generic medicines. This research concludes that it is important to provide information about generic medicines aggressively and continuously to the public to increase public trust in generic medicines. In addition, prescribing generic medicines by physicians is the main thing to eliminate public distrust about generic medicines.
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEMATIAN DENGAN KOMORBID PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON Mardhiyyah, Cut Ainul; Septiansyah, Luky; Mundzir, O. Ahmad; Karsidin, Bambang; Pandanwangi, Siti; Utami, Amanda Dwi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.096 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i1.187

Abstract

Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) menimbulkan perhatian kesehatan yang besar saat ini, terutama untuk lanjut usia. Wabah pneumonia virus yang tidak diketahui dengan etiologinya pertama kali diperkenalkan di Wuhan, Cina pada 12 Desember 2019. Orang-orang dengan penyakit komorbid lebih beresiko menderita gejala yang parah apabila terkena virus corona. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data retrospektif. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi sebesar 200 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik data demografi usia dan jenis kelamin pada komorbid pasien COVID-19 dan dapat menganalisis faktor resiko kasus terkonfirmasi COVID-19 dengan komorbid di Rumah Sakit Permata Cirebon. Hasil data demografi jenis kelamin pada pasien COVID-19 didominasi oleh laki-laki 1,93 kali dari jenis kelamin perempuan, data demografi usia pada pasien COVID-19 didominasi oleh kelompok usia kurang dari 60 tahun sebanyak 4,38 kali dari kelompok usia lebih dari 60 tahun, sedangkan faktor komorbid COVID-19 yang paling banyak adalah Penyakit Jantung yaitu 1,050 kali dari komorbid lainnya yaitu hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit ginjal.
UJI AKTIVITAS MUKOLITIK SUSPENSI EKSTRAK DAUN DELIMA (Punica granatum L.) TERHADAP VISKOSITAS MUKUS USUS SAPI SECARA IN VITRO , stf1; Wahyuni, Yenny Sri; Pandanwangi, Siti; Febriawan, Toyyib Viat
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas mukolitik suspense ekstrak daun delima(Punica granatum L.) terhadap viskositas mukus usus sapi secara in vitro. Delimamengandung senyawa alkaloid, saponin, dan tanin. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui aktivitas dan dosis daun Delima (Punica granatum L.) yang diformulasikandalam bentuk sediaan suspensi yang dapat menurunkan viskositas mukus usus sapi.Uji aktivitas menggunakan mukus usus sapi dan suspensi ekstrak daun Delimadengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, kontrol positif (Asetilsistein Dry Syrup) dan kontrolnegatif (basis suspensi).Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok perlakuan yaitu konsentrasi2%, 4%, dan 6% suspensi ekstrak daun Delima (Punica granatum L.) dapat menurunkanviskositas mukus usus sapi sebesar 3357 cp, 3091.5 cp, dan 2568.8 cp setelah 60 menitpengujian secara berurutan. Dan pada konsentrasi 6% suspensi ekstrak daun delima dapatmenurunkan viskositas usus mukus sapi setara dengan kontrol positif
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRANUL SERBUK LIMBAH IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DENGAN BAHAN TAMBAHAN KULIT BIJI PADI (Oryza Sativa L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas fluorescens Meiria A, Dwi; Nuari, Ris Ayu; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi, Siti; Haerunnisa, Tita
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.604 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i2.203

Abstract

Senyawa antibakteri digunakan untuk menghambat pertumbuhan dan reproduksi bakteri, terutama bakteri yang bersifat merugikan. Pseudomonas fluorescens merupakan salah satu mikroorganisme antagonis untuk pengendalian hayati dan penginduksi ketahanan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sediaan granul limbah Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan bahan tambahan kulit biji padi (Oryza sativa L.) sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas fluorescens serta untuk mengetahui pada konsentrasi berapa yang paling efektif. Metode penelitian ini adalah metode experimen dengan metode cetak lubang. Variabel bebasnya adalah granul pakan dari serbuk limbah ikan tongkol (Euthynnus affinis) pada konsentrasi 35% dan bahan pengikat pati kulit padi sebanyak 0,4 Kg dengan konsentrasi pengenceran 1%, 2%, dan 4%. Uji Antibakteri dilakukan secara aseptis menggunakan metode difusi sumuran dengan media agar NA. Dari hasil data uji normalitas adanya data yang tidak berdistribusi normal sehingga pengujian dilanjutkan dengan uji non- parametrik Kruskal Wallis. Dihasilkan nilai Asmyp. Sig 0,001 < 0,05 yang dapat diartikan H0 ditolak H1 diterima, yang artinya granul serbuk limbah ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan bahan tambahan kulit biji padi (Oryza sativa L.) mempunyai aktivitas antibakteri Pseudomonas fluorescens. Hasil uji Mann Whitney pada konsentrasi 2% menunjukan hasil nilai signifikasi 0,076 > 0,050 dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang paling efektif yaitu konsentrasi 2% karena tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SAGA (Abrus precatorius L.) DAN HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans sugiharto, anto; Pandanwangi TW, Siti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 1 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi farmasi yang ditawarkan harus dapat memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat, dapat berfungsi efektif menekan pertumbuhan penyakit, efisien dari segi ekonomi dan dapat memberikan rasa aman dengan efek samping yang sekecil mungkin. Salah satu teknologi farmasi yang sedang berkembang saat ini adalah pembuatan obat berbahan herbal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : (1) Aktivitas antibakteri ekstrak daun Saga (Abrus precatorius L.) dan ekstrak herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) serta kombinasinya terhadap bakteri Streptococcus mutans, (2) komposisi ekstrak dengan daya antibakteri yang paling kuat terhadap bakteri Streptococcus mutans, (3) komposisi ekstrak daun Saga dan ekstrak herba atau kombinasinya yang layak direkomendasikan sebagai bahan obat pengendali perkembangan bakteri Streptococcus mutans. Uji antibakteri menggunakan metode Difusi Agar, yaitu dengan meletakan kertas cakram yang telah mengandung ekstrak tanaman yang diuji diatas lempeng agar darah yang telah diinokulasi dengan bateri Streotococcus mutans. Perlakuan terdiri dari 5 macam, yaitu X1 (ekstrak daun Saga), X2 (kombinasi ekstrak daun Saga dan ekstrak herba Meniran dengan perbandingan 1 : 1), X3 (kombinasi ekstrak daun Saga dan ekstrak herba Meniran dengan perbandingan 2 : 1), X4 (kombinasi ekstrak daun Saga dan ekstrak herba Meniran dengan perbandingan 1 : 2), X5 (ekstrak herba Meniran). Kontrol positif yaitu Ampicillin Sulbactam, dan Kontrol negatif Carboxymethyl Sellulose (CMC) 1 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Ekstrak daun Saga dan ekstrak herba Meniran serta kombinasinya memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans, namun masing masing memiliki daya kekuatan antibakteri yang berbeda. (2) Daya antibakteri kombinasi ektrak daun Saga dan ekstrak herba Meniran terhadap bakteri Streptococcus mutans pada komposisi 2 : 1 adalah yang paling tingi diantara komposisi ekstrak yang lainnya, namun demikian masih berada dibawah Ampicillin Sulbactam. (3) Seluruh komposisi ekstrak yang diteliti, daya antibakterinya lebih rendah dari Kontrol positif, sehingga tidak ada satu komposisipun yang layak untuk direkomendasikan sebagai bahan obat. Kata kunci : Ekstrak daun Saga, Ekstrak herba Meniran, Kombinasi antibakteri
PEMBUATAN MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI MENGGUNAKAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus haryati, eti; Pandanwangi TW, Siti; Nabila, Esra Reinanda; Nurpatmawati, Nurpatmawati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i1.215

Abstract

Protein dan karbohidrat merupakan komponen penting dalam media pertumbuhan bakteri. Tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang diperlukan oleh bakteri Staphylococcus aureus untuk tumbuh dan berkembang biak. Tujuan penelitian ini untuk menentukan berat tepung biji nangka yang paling baik sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan media tepung biji nangka berat 2 gram, 2,5 gram dan 3 gram ditambah aquadest dan agar rose serta nutrient agar sebagai kontrol positif, dengan bakteri pengenceran 10-4 , 10-5 dan 10-6 . Data statistik menggunakan analisis varians satu arah (ANOVA) dan uji post hoc-LSD. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri Staphylococcus aureus dengan media tepung biji nangka pada berat 2 gram dengan pengenceran 10-4 , 10-5 dan 10- 6 adalah 260 koloni, 190 koloni, dan 130 koloni. Pada berat 2,5 gram dengan pengenceran 10-4 , 10-5 dan 10-6 adalah 290 koloni, 109 koloni, 169 koloni. Pada berat 3 gram dengan pengenceran 10-4 , 10-5 dan 10-6 adalah 315 koloni, 268 koloni, 183 koloni. Pada pertumbuhan koloni bakteri staphylococcus aureus pada nutrient agar dengan pengenceran 10-4 , 10-5 , dan 10-6 adalah 635 koloni, 536 koloni, dan 332 koloni, Kesimpulan diperoleh bahwa media tepung biji nangka dapat digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Media tepung biji nangka berat 3 gram yang paling baik sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus tetapi tidak setara dengan kontrol positif.
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG UNGU ( Solanum melongena L) DAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) SEBAGAI PENURUN KADAR KOLESTEROL PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) Pandanwangi, Siti; Oktaviani, Dian
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah atau yang disebut dengan hiperkolesterolemia merupakan salah satu dari beberapa faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Hiperkolesterolemia timbul karena adanya peningkatan kadar kolesterol LDL. Salah satu bahan alam yang dikenal dapat menurunkan kadar kolesterol secara empiris adalah penggunaan kulit buah terong ungu (Solanum melongena L) dan daun jambu biji (Psidium guajava L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pada dosis berapa suspensi ekstrak kombinasi kulit buah terong ungu (Solanum melongena L) dan daun jambu biji (Psidium guajava) dapat menurunkan kadar kolesterol pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan propiltiourasil dan kuning telur ayam negeri. Pengujian efektivitas penurunan kadar kolesterol dilakukan pengamatan sebanyak lima kali pengecekan yang diawali dengan pengecekan kadar sebelum induksi, lalu di cek kembali setelah diinduksi, kemudian pengujian efektivitas suspensi kombinasi ekstrak kulit buah terong ungu (Solanum melongena L) dan daun jambu biji (Psidium guajava) dan kontrol positif simvastatin dan kontrol negatif suspensi CMC Na 1%. Hasil penelitian penurunan kadar kolesterol pada tikus putih jantan menunjukan bahwa suspensi kombinasi ekstrak kulit buah terong ungu (Solanum melongena L) dan daun jambu biji (Psidium guajava) yang paling efektif terhadap penurunan kadar kolesterol pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dengan dosis 50mg/200gBB/hari : 40mg/200gBB/hari. Simpulan adalah bahwa suspensi kombinasi suspensi ekstrak kulit buah terong ungu dan daun jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
PENGARUH PEMBERIAN VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN SWAMEDIKASI DALAM MEMILIH DAN MENGGUNAKAN OBAT BATUK PADA MASYARAKAT PEKALANGAN KECAMATAN PEKALIPAN KOTA CIREBON Pandanwangi, Siti; Ali, Taufik; Suharmono, Soni; Meriska, Caroline
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 2 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi (Self Medication) atau pengobatan sendiri merupakan upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit sebelum mereka memutuskan untuk mencari pertolongan ke pusat pelayanan kesehatan atau petugas kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh sebelum dan sesudah pemberian video edukasi tentang swamedikasi dalam memilih dan menggunakan obat batuk terhadap pengetahuan masyarakat di Pekalangan Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon tahun 2021.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design type one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal), diterapkan terhadap 100 responden masyarakat di Pekalangan Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon. Pada penelitian ini analisa data menggunakan aplikasi SPSS versi 25, uji t-tes berpasangan (Paired Samples Test) didapatkan nilai sig. (0,00 < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian video edukasi terhadap pengetahuan swamedikasi dalam memilih dan menggunakan obat batuk pada masyarakat yang tinggal di Pekalangan Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon tahun 2021
UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK SIRUP INFUSA BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica) PADA MENCIT PUTIH JANTAN , stf1; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi TW, Siti; Zanki, Alfriani Melia
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sirup infusa buah Asam Jawa (Tamarindus indica L.) yang memiliki efektivitas analgetik pada mencit putih jantan. Buah Asam Jawa telah banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional seperti digunakan untuk pereda rasa nyeri (analgetik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgetik dari sirup infusa buah asam Jawa pada mencit putih jantan dan mengetahui dosis yang paling efektif sebagai analgetik.Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi buah asam Jawa metode infudasi Hewan uji yang digunakan 15 ekor dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 3 ekor mencit. Kelompok I digunakan sebagai kontrol negatif (aquades). Kelompok II sebagai kontrol positif (norages sirup 250 mg/5ml). Kelompok III, IV, V sebagai kontrol perlakuan yang diberi infusa buah asam jawa dengan dosis berurutan 50 mg/kgBB; 100 mg/kgBB; dan 150 mg/kgBB. Selang 5-10 menit diberi perlakuan secara oral. Data yang didapatkan berupa jumlah jentikan ekor Grotto-Sulman yang diamati pada mencit.Berdasarkan hasil Area Under Curva menghasilkan adanya peningkatan ambang nyeri yang ditimbulkan mencit putih jantan. Sedangkan hasil uji Krusakal Wallis diperoleh bahwa adanya efektifitas analgetik sirup infusa buah asam Jawa. Dan hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa infusa buah asam jawa mempunyai efek analgetik yang paling efektif pada dosis 150 mg/kgBB. Senyawa yang memberikan efek analgetika yaitu flavonoid, fenol dan gliserol.
Co-Authors , stf1 ., Amirudin Afief, Arief R. Akrom, Akrom Aldhi Bayu Ali, Taufik Amirudin . Andriswana, Dwi Meiria Anjastika, Luky Septiansyah Anna Pradiningsih Aribowo Aribowo ARIS ARIS, ARIS ASEP SUPARMAN Ayuditiawati, Meita Azrul Zuniarto, Ahmad Bachtiar, Arsyad Deni Firmansyah Dewi, Komala Diana Agustina Didi Rohadi Dzulhijjah, Hawa Eka Putri Wulandari, Eka Putri Farhan Alfawwaz, Azriel Fatmawati, Eva Fauzia, Rizki Rahmah Febriawan, Toyyib Viat Fitri Zakiah Haerunnisa, Tita HARYATI, ETI Hasimun, Patonah Husni Mubarok IIN INDAWATI Indah Setyaningsih Joharudin, Ade Karphiawati, Aldilla Shalsa Karsidin, Bambang KRISNAWWATI, IKE Lela Sulastri, Lela Lestar, Puri Mardhiyyah, Cut Ainul Meiria A, Dwi Meriska, Caroline Merita Kristianti Minhatul Maula, Ajni Mundzir, O. Ahmad Nabila, Esra Reinanda Nafi'ah, Rahma Nafilah, Nella noviani, Adis Nuari, Ris Ayu Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurhasanah, Sarah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah NURPATMAWATI, NURPATMAWATI Nurrahma Berlian, Febia Oktaviani, Dian Regar, Dhea Novakinanda Rizki Rahmah Fauzia Rubihatlan, Encis Sabarudin, Cecep Salafi, Akil Septiansyah, Luky Setriyadi, Dedy Sodik, Jajang Japar Sri Virgianti, Deby Subagja, Subagja Sugiharto, Anto Suharmono, Soni Sulistiorini Indriaty Sunandi, Retno Tresno Sundari, Retno T Sundari, Retno Tresno Titiek Suhardi Haripurnomo Kushadiwijaya Hidayati Tsai, Mei Ling Utami, Amanda Dwi Wahyuni, Yenny Sri Widianingsih, Nining Wiguna, Taufik Marta Zakiah, Fitri Zanki, Alfriani Melia Zuniarto, Ahmad Azrul