Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TERAPI TAMSULOSIN DENGAN DUTASTERID TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN Benign Prostate Hyperplasia di RSUD GUNUNG JATI CIREBON Siti Pandanwangi TW; Rizki Rahmah Fauzia
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.965 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.1510

Abstract

Penyakit pembesaran prostat jinak, disebut juga BPH (Benign Prostate Hyperplasia) menjadi urutan kedua penyakit tersering, setelah penyakit batu saluran kemih yang sering dijumpai di klinik urologi Indonesia. Secara umum, 5% atau sekitar 5 juta dari jumlah pria di Indonesia sudah masuk ke dalam kelompok usia 60 tahun ke atas, dan dinyatakan bahwa sekitar 2,5 juta pria Indonesia menderita penyakit BPH. Kajian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terapi tunggal Tamsulosin, Dutasteride pada pasien pembesaran prostat jinak atau BPH (Benign Prostate Hyperplasia) di RSUD Gunung Jati Cirebon terhadap penurunan kualitas hidupnya. Populasi dan sampel adalah pasien BPH dengan kriteria usia ≥ 50 tahun tanpa penyakit penyerta Diabetes Melitus maupun Hipertensi yang berkunjung ke poli Urologi RSUD. Gunung Jati Cirebon dari Bulan Maret 2016 – Agustus 2016. Diperoleh sampel 14 pasien dengan terapi Tamsulosin, 14 pasien dengan terapi Dutasteride. Data diperoleh dari alat bantu nilai IPSS (International Prostate Symptom Score) dan kriteria penurunan kualitas hidup. Analisa data menggunakan regresi linear untuk melihat pengaruh terapi terhadap penurunan kualitas hidup. Pemberian terapi tunggal Tamsulosin dalam penurunan rata-rata kualitas hidup pasien BPH adalah 3.109 ; Dutasteride adalah 3.276. Artinya penggunaan terapi tamsulosin lebih baik dibanding Dutasterid
ANALISA DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) PASIEN GAGAL GINJAL DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS DI RSUD X Siti Pandanwangi; Ahmad Azrul Zuniarto; Husni Mubarok
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 3 No 1 (2018): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/farmasi.v3i1.330

Abstract

ABSTRAK Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan atau yang timbul dari suatu terapi pengobatan terhadap pasien. DRPs dapat berupa, ketidaktepatan dosis (lebih tinggi atau lebih rendah dari yang dibutuhkan), interaksi obat DM dengan obat lain, pemilihan jenis obat DM yang kurang tepat, adanya indikasi DM namun tidak mendapatkan terapi obat DM, efek samping obat yang timbul, gagal dalam menerima terapi obat (kepatuhan pasien dll). Berdasarkan hal tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengambil judul “Analisa Drug Related Problems (DRPs) Pasien Gagal Ginjal dengan Komplikasi Diabetes Mellitus di RSUD X ”. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskritif yaitu metode penelitian yang bertujuan mengetahui gambaran Drug Related Problems (DRPs) dari pengobatan injeksi insulin dan Obat Anti Diabetik Oral (OADO) terhadap penurunan fungsi ginjal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pasien Nefropati Diabetik yang sedang menjalani terapi hemodialisa di RSUD X pada periode bulan januari 2017 sampai dengan bulan mei 2017 diperoleh kesimpulan sebagai berikut :Terdapat 2 (94 %) pasien yang tidak memperoleh obat gagal ginjal dan 3 (81 %) pasien tidak mendapatkan obat DM dari total peresepan yang diterima, hal ini bisa disebabkan tidak terkontrolnya data pasien sebelumnya sehingga terputus pada saat pemeriksaan selanjutnya, dari 16 sampel pasien yang diteliti terjadi 9 pasien mengalami ketidaktepatan pengobatan dengan prosentase 56 %. Ketidaktepatan ini berupa pemberian dosis yang sama pada pasien yang sudah ada perbaikan kadar gula darah, hal ini dapat menimbulkan resiko hipoglikemia pada pasien tersebut., hampir seluruh sampel pasien nefropati diabetik mendapatkan dosis berlebih (100%), hasil pengamatan efek samping obat pada pasien nefropati diabetik pasien mengalami keluhan mual (31 %), pusing (25%), lemas (94 %), nyeri badan(31 %) , gatal atau alergi (12.5 %), hasil pengamatan ketidaktepatan pemilihan jenis obat, terdapat 6 sampel pasien yang mengalami ketidaktepatan pemilihan jenis obat dengan prosentase 43,75 %. Ketidaktepatan pemilihan jenis obat ini dapat berpengaruh terhadap penurunan fungsi ginjal atau memperberat fungsi ginjal penderita nefropati diabetic, hasil pengamatan interaksi obat diperoleh data interaksi antagonis terjadi 95 % sedangkan untuk interaksi sinergis terjadi 81 %, hasil pengamatan pasien tidak menerima obat, diperoleh data bahwa semua pasien memperoleh obat sesuai dengan resep ( 100 %). Kata kunci: Drug Related Problems (DRPs), penderita nefropati diabetic, rumah sakit X ABSTRACT Drug Related Problems (DRPs) is an undesirable event or arising from a therapeutic treatment of a patient. DRPs may be, inaccurate doses (higher or lower than required), DM drug interactions with other drugs, inappropriate selection of DM drugs, presence of DM indications but not DM drug therapy, adverse drug side effects, failure in receiving drug therapy (patient compliance etc). Based on this, the authors feel interested to take the title "Analysis Drug Related Problems (DRPs) Patients Kidney Failure with Complications of Diabetes Mellitus in RSUD X". Type of research used in this research is descriptive analysis method that is research method which aim to know Drug Related Problems (DRPs) from insulin injection treatment and Oral Anti Diabetic Drug (OADO) to decrease kidney function. Based on the research that has been done on Diabetic Nephropathy patients who are undergoing hemodialysis therapy in RSUD X in the period of January 2017 up to May7 2017 obtained the following conclusion: There are 2 (94%) patients who do not get kidney failure drug and 3 (81% ) patients did not receive DM medication from total prescribed acceptance, this could be due to uncontrolled patient's previous data so disconnected during subsequent examination, from 16 samples of patients studied occurred 9 patients experiencing treatment inaccuracy with percentage of 56%. This inaccuracy in the form of giving the same dosage to an existing patient improves blood sugar levels, this can lead to the risk of hypoglycemia in these patients., Almost all diabetic nephropathy patients sample get overdose (100%), observed drug side effects in patients with nephropathy diabetic patients (31%), dizziness (25%), weakness (94%), body aches (31%), itching or allergies (12.5%), observation of inaccurate selection of drugs, 6 patients the inaccuracy of the selection of drugs with the percentage of 43.75%. Inaccurate selection of this type of drug may affect the decline in renal function or aggravate the function of kidney patients diabetic nephropathy, the observation of drug interactions obtained by antagonistic interaction data occurred 95% while for the synergistic interaction occurred 81%, the observation of patients did not receive the drug, obtained data that all patients get the medicine according to the prescription (100%). Keywords: Drug Related Problems (DRPs), diabetic nephropathy patients, hospital X
Kajian Interaksi Obat Pada Resep di Poli Penyakit Dalam RSU X Cirebon Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi, Siti; noviani, Adis
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.023 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i4.1064

Abstract

Interaksi obat merupakan salah satu dari masalah terkait obat yang dapat mempengaruhi terapi pasien. Interaksi obat dapat didefinisikan sebagai kerja atau efek obat yang berubah, atau mengalami modifikasi sebagai akibat interkasi obat dengan satu atau lebih. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif pada resep poli penyakit dalam di RSU X selama periode Januari–Juni 2018. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat potensi terjadinya interaksi obat, tingkat keparahan dan tipe interaksi yang terjadi apabila terdapat interaksi obat pada resep dengan kriteria yang telah ditetapkan, berdasarkan literatur yang digunakan Aplikasi Medscape, drugs.com dan jurnal yang sesuai dengan penelitian. Dari 200 sampel resep poli penyakit dalam RSU X Cirebon yang diambil untuk penelitian selama periode Januari sampai dengan Juni 2018, sebanyak 75,5 % terjadi interaksi. Sebanyak 32 % interaksi minor (ringan), 58 % interaksi moderate (sedang), dan 29,5 % interaksi mayor (berat). Sedangkan untuk tipe interaksi farmakodinamik sebanyak 62 % dan farmakokinetik 35 %. Kata kunci : Interaksi obat, resep, poli penyakit dalam RSU X Cirebon
DESCRIPTION OF THE USE OF TRADITIONAL MEDICINE FOR SWAMEDICATION IN THE COMMUNITY OF BAYUNING VILLAGE, KADUGEDE DISTRICT, KUNINGAN REGENCY Merita Kristianti; Fitri Zakiah; Siti Pandanwangi; Aldhi Bayu
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 8 (2022): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.757 KB) | DOI: 10.55324/ijoms.v1i8.148

Abstract

This study aims to describe the use of traditional medicine for self-medication in the community in Bayuning Kadugede Kuningan Village. The type of research conducted is non-experimental research on respondents who live in Bayuning Village with 35 respondents using a questionnaire. Sampling is done by quota sampling. Analysis of the use of traditional medicine for self-medication was carried out descriptively. The description of the use of traditional medicine in Bayuning Village is that traditional medicine is used in various dosage forms to treat minor ailments, degenerative diseases and some are used to treat infections. Most of the traditional medicines used do not cause side effects (81%), when side effects occur, some respondents stop traditional medicine, but some go to the doctor or switch to modern medicine. The dosage of use is based on personal experience or passed down from family and most of them do not know the dosage of using these traditional medicines
FORMULASI DAN UJI IRITASI DARI KRIM YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urban) Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Siti Pandanwangi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v1i2.17

Abstract

ABSTRAK Herba pegagan (Centella asiatica (L) Urban) mengandung triterpenoid yang bersifat sebagai antibakteri. Pada penelitian ini herba pegagan konsentrasi 10% dibuat sediaan krim dengan basis tipe m/a. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mengetahui stabilitas dan indeks iritasi sediaan krim ekstrak etanol herba pegagan. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus dengan pengamatan organoleptis, homogenitas, uji daya sebar, viskositas, pH dan tipe krim. Uji iritasi menggunakan metode draize dengan teknik patch test yang dilakukan pada 4 ekor kelinci , pengamatan eritema dan edema pada jam ke 24 dan 72. Sampel yang digunakan adalah Sodium Lauril Sulfas, basis formula krim, dan formula krim. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim tipe m/a dengan stabilitas krim formula 1 dan 2 memiliki bau khas ekstrak, homogen, pH berkisar 5 – 7 , tipe krim M/A, dan daya sebar untuk formula 1 yaitu 4,44 – 6,1 cm dan formula 2 yaitu 4,41 – 6,1 cm dengan nilai viskositas berkisar formula 1 55.333 cps-76.000 cps dan formula 2 64.000 – 50.333cps. Untuk hasil uji iritasi krim tersebut berpotensi menyebabkan iritasi dengan nilai indeks iritasi pada formula 1 sebesar 0,249 dan formula 2 sebesar 0,438.
UJI EFEKTIFITAS PENURUNAN KADAR KOLESTEROL SARI BUAH STROBERI (Fragaria x-ananassa Duchesne) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Iin Indawati; Siti Pandanwangi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v2i1.37

Abstract

Buah Stroberi (Fragaria x-ananassa Duch.) mengandung senyawa flavonoid.Kandungan senyawa flavonoid dalam Stroberi dapat mencegah penyakit jantung dengan membantu melebarkan pembuluh darah dan melawan penumpukan plak yang dapat menyebabkan penyumbatan pada arteri koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan pada dosis berapa sari buah Stroberi (Fragaria x-anassa Duch.) dapat efektif sebagai penurun kadar kolesterol darah pada tikus putih jantan galur wistar. Pengujian dilakukan dengan mengamati penurunan kadar kolesterol dalam darah yang terdapat pada hewan uji setelah diberikan perlakuan. Hasil data stastistik anava one way menggunakan aplikasi SPSS versi 21.0 untuk program windows. Menunjukan bahwa sari buah Stroberi (Fragaria x-ananassa Duch.) mempunyai efektifitas sebagai penurun kadar kolesterol terhadap tikus putih jantan galur wistar yang sebelumnya diinduksi telur ayam ras dan lemak hewan. Sari buah Stroberi dosis 1,44 g/200 g tikus, 1,62 g/200 g tikus, dan 1,8 g/200 g tikus mempunyai efek menurunkan kadar kolesterol darah pada tikus putih jantan galur wistar.
UJI BAKTERI COLIFORM AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALITANJUNG, KEJAKSAN, SUNYARAGI DENGAN METODE MPN TAHUN 2016 Didi Rohadi; Deni Firmansyah; Iin Indawati; Siti Pandanwangi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v1i1.41

Abstract

Kebutuhan konsumsi air minum masyarakat yang tinggi memunculkan berbagai macam produk air minum, salah satu alternatifnya yaitu muncul air minum dalam kemasan (AMDK). Tetapi harga AMDK itu relatif mahal sehingga banyak bermunculan depot air minum isi ulang. Air minum yang sehat dan aman untuk dikonsumsi harus jernih, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Selain itu, air minum tersebut harus memenuhi persyaratan mikrobiologi yaitu tidak boleh mengandung bakteri patogen, misalnya golongan bakteri coliform. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan air minum isi ulang yang diteliti terdapat bakteri coliform. Penelitian dilakukan pada sampel yang diperoleh dari depot air minum isi ulang di wilayah kerja puskesmas Kalitanjung, Kejaksan, Sunyaragi, sebanyak 5 sampel tiap wilayah kerja puskesmas dengan metode MPN (Most Probable Number) yang terdiri dari tes perkiraan dengan menggunakan media lactose Broth (LB) dan tes penegasan dengan menggunakan media Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sampel air minum isi ulang yang diteliti terdapat 3 sampel yang positif coliform yaitu 1 sampel di wilayah kerja puskesmas Sunyaragi dengan nilai MPN 2,2, serta 2 sampel di wilayah kerja puskesmas Kalitanjung dengan nilai MPN 38 dan 240. Sehingga dari ketiga sampel yang positif tersebut tidak memenuhi syarat total coliform, karena dalam PERMENKES RI NO 492/Menkes/Per/IV/2010 menyatakan bahwa kadar maksimum yang diperbolehkan untuk parameter coliform pada air minum adalah 0 dalam 100ml sampel.
KAJIAN PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TAMSULOSIN, DUTASTERIDE DAN KOMBINASINYA PADA PASIEN BPH DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON Siti Pandanwangi TW; Amirudin .
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v1i2.51

Abstract

Kajian perbandingan efektivitas Tamsulosin, Dutasteride dan Kombinasinya pada pasien pembesaran prostat jinak atau BPH (Benign Prostate Hyperplasia) di RSUD. Gunung Jati Cirebon dengan melihat penurunan nilai skor IPSS dan meningkatnya kualitas hidupnya, dengan kriteria usia ≥ 50 tahun tanpa penyakit penyerta Diabetes Melitus maupun Hipertensi dengan gejala LUTS (Lower Urinary Tract Symptoms) sedang – berat nilai skor IPSS (International Prostatic Symptom Score) 8 – 35 dan berkunjung ke poli Urologi dari Bulan Maret 2016 – Agustus 2016.Jumlah pasien yang diikutkan 42 pasien, dengan bulan Maret – Juni 2016 yaitu melihat medical record pasien BPH dan memasukkannya ke nilai IPSS maupun kualitas hidupnya, untuk bulan Juli – Agustus 2016 dengan interview IPSS dan kualitas hidup langsung ke pasiennya.Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Chi Square untuk menganalisis perbandingan beberapa kelompok pengobatan terhadap penyembuhan.Pemberian monoterapi Tamsulosin, monoterapi Dutasteride maupun kombinasi Tamsulosin–Dutasteride efektif menurunkan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien BPH.Pemberian monoterapi Tamsulosin dalam penurunan rata-rata IPSS pasien BPH adalah 1.985 ; Dutasteride 0.748 ; dan kombinasi Tamsulosin–Dutasteride 3.245. Pemberian monoterapi Tamsulosin dalam penurunan rata-rata kualitas hidup pasien BPH 3.109 ; Dutasteride 3.276 ; dan kombinasi Tamsulosin–Dutasteride adalah 2.853 sehingga peningkatan kualitas hidup terapi kombinasi lebih baik dibandingkan masingmasing monoterapi karena mempunyai nilai yang lebih kecil.
KAJIAN INTERAKSI OBAT TERHADAP RESEP POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON Siti Pandanwangi TW; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v1i2.52

Abstract

Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan atau hampir bersamaan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya interaksi obat dari peresepan obat, mengetahui hubungan antara jenis kelamin pasien terhadap peresepan obat,untuk mengetahui hubungan antara usia pasien obat terhadap peresepan obat dan untuk mengetahui hubungan antara jumlah resep dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam di RSUD Gunung Jati Cirebon.Jenis obat dan penyakit dari resep yang diperoleh dari instalasi farmasi rawat jalan poli penyakit dalam RSUD Gunung Jati Cirebon Juli 2016, jumlah resep , Jenis kelamin pasien yang resepnya mengalami interaksi obat, usia pasien yang resepnya mengalami interaksi obat, Jumlah obat yang resepnya mengalami interaksi obat. Sample dalam penelitian ini sebanyak 333 resep. Data yang diperoleh dihitung dan divalidasi menggunakan Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan terdapat interaksi obat dalam peresepan poli penyakit dalam RSUD Gunung Jati sebesar 46,546 %.Berdasarkan analisa statistik bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam, ada hubungan antara usia pasien dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam dan ada hubungan antara jumlah obat dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam di RSUD Gunung Jati Cirebon.
Uji Aktivitas Antioksidan Krim Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dan Ekstrak Umbi Wortel (Daucus carota L.) Dengan Menggunakan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Siti Pandanwangi TW; Arsyad Bachtiar; Deni Firmansyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i1.62

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat meredam radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini. Daun jambu biji dan umbi wortel salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan krim kombinasi ekstrak daun jambu biji dan ekstrak umbi wortel dengan menggunakan metode DPPH. Daun jambu biji dan umbi wortel yang sudah dimaserasi dibuat dalam bentuk sediaan krim kombinasi. Formulasi I perbandingan ekstraks daun jambu biji : ekstrak umbi wortel 1% : 3%, Formula II perbandingannya 2% : 2%, dan Formula III perbandingannya 3% : 1%. Kombinasi krim ini diuji aktivitas antioksidannya dengan alat spektrofotometri UV-Vis. Krim kombinasi ekstrak daun jambu biji formula I memiliki aktivitas antioksidan sebesar 102,69 ppm, Formula II memiliki aktivitas antioksidan sebesar 82,52 ppm, formula III memiliki aktivitas antioksidan sebesar 132,45 ppm, kontrol negatif memiliki aktivitas antioksidan sebesar 380,28 ppm, sedangkan untuk kontrol positif memiliki aktivitas antioksidan sebesar 13,32 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa krim kombinasi ekstrak daun jambu biji dan ekstrak umbi wortel pada konsentrasi 2%: 2% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 82,52 ppm.
Co-Authors , stf1 ., Amirudin Afief, Arief R. Akrom, Akrom Aldhi Bayu Ali, Taufik Amirudin . Andriswana, Dwi Meiria Anjastika, Luky Septiansyah Anna Pradiningsih Aribowo Aribowo ARIS ARIS, ARIS ASEP SUPARMAN Ayuditiawati, Meita Azrul Zuniarto, Ahmad Bachtiar, Arsyad Deni Firmansyah Dewi, Komala Diana Agustina Didi Rohadi Dzulhijjah, Hawa Eka Putri Wulandari, Eka Putri Farhan Alfawwaz, Azriel Fatmawati, Eva Fauzia, Rizki Rahmah Febriawan, Toyyib Viat Fitri Zakiah Haerunnisa, Tita HARYATI, ETI Hasimun, Patonah Husni Mubarok IIN INDAWATI Indah Setyaningsih Joharudin, Ade Karphiawati, Aldilla Shalsa Karsidin, Bambang KRISNAWWATI, IKE Lela Sulastri, Lela Lestar, Puri Mardhiyyah, Cut Ainul Meiria A, Dwi Meriska, Caroline Merita Kristianti Minhatul Maula, Ajni Mundzir, O. Ahmad Nabila, Esra Reinanda Nafi'ah, Rahma Nafilah, Nella noviani, Adis Nuari, Ris Ayu Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurhasanah, Sarah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah NURPATMAWATI, NURPATMAWATI Nurrahma Berlian, Febia Oktaviani, Dian Regar, Dhea Novakinanda Rizki Rahmah Fauzia Rubihatlan, Encis Sabarudin, Cecep Salafi, Akil Septiansyah, Luky Setriyadi, Dedy Sodik, Jajang Japar Sri Virgianti, Deby Subagja, Subagja Sugiharto, Anto Suharmono, Soni Sulistiorini Indriaty Sunandi, Retno Tresno Sundari, Retno T Sundari, Retno Tresno Titiek Suhardi Haripurnomo Kushadiwijaya Hidayati Tsai, Mei Ling Utami, Amanda Dwi Wahyuni, Yenny Sri Widianingsih, Nining Wiguna, Taufik Marta Zakiah, Fitri Zanki, Alfriani Melia Zuniarto, Ahmad Azrul