Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kalijaga Permai Andriswana, Dwi Meiria; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi, Siti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i11.54914

Abstract

Gangguan pada sistem peredaran darah yang disebut hipertensi bisa membuat tekanan darah mengalami kenaikan di atas normal. Tingkat kesadaran dan pemahaman pasien hipertensi pada kondisinya bisa meningkatkan kepatuhan pengobatan dan hasil pengobatan, sehingga menghasilkan kontrol tekanan darah yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, kepatuhan, dan hubungan antara kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi dan tingkat pengetahuan tentang hipertensi. Penelitian ini memakai desain penelitian cross-sectional yang dipadukan dengan metode penelitian kuantitatif.Tempat penelitian di Puskesmas Kalijaga Permai dengan waktu penelitian Februari 2024. Populasi pasien hipertensi yang menjalani pengobatan. Sampel dengan metode purposive sampling didapat 100 orang. Analisa data memuat analisis Univariat dan Bivariat dengan uji chi-square. Kuesioner pengetahuan memakai Hypertension Fact Quisionnare dan kepatuhan memakai Modified Morisky’s Medication Adherence Scale-8. Hasil penelitian pasien hipertensi tingkat pengetahuan rendah 36 responden dan cukup 64 responden dengan rata-rata berpengetahuan cukup. Tingkat kepatuhan minum obat tidak patuh 49 responden dan patuh 51 responden dengan rata-rata kepatuhannya tidak patuh. Hasil uji chi square didapatkan nilai p-value 0,000 <0,05 dengan nilai r 0,428 yang maknanya tingkat pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi memperlihatkan adanya suatu hubungan dengan kekuatan sedang. Dan hasil uji hubungan karakteristik responden dengan tinkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat didapatkan hasil p-value >0,05 yang maknanya tidak terdapat hubungan yang signifikan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Persepsi dan Sikap Tenaga Teknis Kefarmasian Terhadap Peraturan Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Kota Cirebon Setriyadi, Dedy; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi, Siti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.55156

Abstract

Tingkat kepedulian tenaga kefarmasian terhadap Peraturan Pelayanan Kefarmasian dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan persepsi. Pengetahuan merupakan hasil mengetahui dan ini terjadi setelah seseorang merasakan suatu objek. Sikap adalah kesiapan atau kesediaan untuk bertindak. Sedangkan persepsi adalah proses dimana seseorang dapat mengatur dan menafsirkan sensasi yang dirasakan dengan tujuan memberikan makna pada suatu lingkungan. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, persepsi dan sikap Tenaga Teknis Kefarmasian terhadap Peraturan Pelayanan Kefarmasian di RSUD Kota Cirebon. Populasi dalam penelitian ini adalah teknisi farmasi RSUD Kota Cirebon yang berjumlah 162 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 sampel. Kuesioner pretest posttest divalidasi oleh ahli dan SPSS. Hasil: Dari 62 orang teknisi kefarmasian, yang memiliki tingkat pengetahuan cukup terbanyak sebanyak 29 orang (46,8%), disusul responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 17 orang (27,4%) dan pengetahuan baik tentang peraturan pelayanan kefarmasian sebanyak 16 orang (25,8%). Nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) sebesar 0,000 karena nilai sig (2-tailed) < 0,05 berarti terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan sikap. Nilai koefisien korelasinya sebesar 0,467 sehingga dapat dikatakan hubungan persepsi dengan sikap terhadap pelayanan kefarmasian sangat kuat.
Hubungan Efektivitas dan Tingkat Kepatuhan Pasien Tb Paru Terhadap Penggunaan Obat Oat di Rumah Sakit Permata Cirebon Anjastika, Luky Septiansyah; Pandanwangi, Siti; Sundari, Retno Tresno; Aris, Aris
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.55158

Abstract

Permasalahan dalam pengobatan TB paru sering kali berdampak pada rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat, yang berpengaruh terhadap keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efektivitas pengobatan pasien TB paru dengan tingkat kepatuhan minum obat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner kepada populasi pasien TB paru yang menjalani pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) di Rumah Sakit Permata Cirebon. Responden merupakan pasien yang telah menjalani pengobatan selama enam bulan saat pengambilan data dilakukan. Hasil analisis menunjukkan korelasi antara kepatuhan pasien dan efektivitas pengobatan dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,670 dan tingkat signifikansi < 0,005. Hasil ini mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara tingkat kepatuhan pasien dan efektivitas terapi pengobatan TB paru. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan OAT untuk mencapai hasil terapi yang optimal.
Evaluasi Efektivitas dan Kepatuhan Penggunaan Obat Tb pada Penyembuhan Pasien Tb di Puskesmas Margajaya-Majalengka Ayuditiawati, Meita; Karsidin, Bambang; Pandanwangi, Siti; Wiguna, Taufik Marta
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.55160

Abstract

Tingkat keberhasilan pengobatan TB tahun 2022 adalah 85% dmana pada tahun 2021 tingkat keberhasilan pengobatan TB adalah 86%, sedangkan target keberhasilan pengobatan TB pada adalah 90%. Tingkat kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor dalam keberhasilan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pengobatan TB di Puskesmas Margajaya-Majalengka, mengetahui tingkat kepatuhan minum obat dan mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat, jenis kelamin, usia, dan riwayat penyakit DM terhadap efektivitas pengobatan TB. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Puskesmas Margajaya efektifitas pengobatan atau keberhasilan pengobatan sebesar 96% dimana dari 50 pasien, 48 pasien berhasil dalam pengobatan TB. Untuk tingkat kepatuhan minum obat, 43 pasien (86%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, 5 pasien (10%) memiliki tingkat kepatuhan sedang, dan 2 pasien (4%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Analisa statistik dengan mengunakan uji exact fisher pada α = 0.05, untuk hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan efektivitas pengobatan p valuenya sebesar 0.017, untuk hubungan antara jenis kelamin dengan efektivitas pengobatan p value sebesar 0.503, untuk hubungan antara usia dengan efektivitas pengobatan p valuenya sebesar 0.045, dan untuk hubungan antara riwayat penyakit DM dengan efektivitas pengobatan p valuenya sebesar 0.005. Kesimpulannya adalah bahwa efektivitas pengobatan TB di Puskesmas Margajaya sudah sesuai target, tingkat kepatuhan minum obat juga dominan patuh, faktor kepatuhan minum obat, usia dan riwayat DM berhubungan secara signifikan dengan efektivitas pengobatan, tetapi faktor jenis kelamin tidak berhubungan secara signifikan dengan efektivitas pengobatan.
The role of honey, curcuma, and black cumin supplements in overcoming stunting on the adaptive immune system Sabarudin, Cecep; Hasimun, Patonah; Kusriani, Herni; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi, Siti; Fatmawati, Eva; Afief, Arief R.; Sodik, Jajang Japar
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2185

Abstract

Stunting is strongly associated with impaired immune function, as chronically malnourished children tend to have weaker immunity and are more vulnerable to infection. This study aimed to examine the effect of temulawak–black cumin herbal honey on the adaptive immune system in stunted children. A quasi-experimental one-group pre-test and post-test design was used. The findings showed that the intervention significantly increased height-for-age (TB/U) in the treatment group compared to the control group (p = 0.014). Weight-for-age (BB/U) also rose significantly within the treatment group (p = 0.013), but no significant difference was found relative to the control group (p = 0.192). The supplement significantly elevated IgM levels in the treatment group (p = 0.001), though again without a significant difference from the control (p = 0.546). CD4 concentration decreased in the treatment group (p = 0.003), but the change was not significantly different from the control (p = 0.682). In conclusion, temulawak–black cumin herbal honey can improve nutritional status and enhance adaptive immunity by increasing IgM levels, although it does not raise CD4 levels and instead slows CD4 decline. However, its effectiveness in increasing IgM and CD4 concentrations compared to controls is not significant.
The role of honey, curcuma, and black cumin supplements in overcoming stunting on the adaptive immune system Sabarudin, Cecep; Hasimun, Patonah; Kusriani, Herni; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi, Siti; Fatmawati, Eva; Afief, Arief R.; Sodik, Jajang Japar
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2185

Abstract

Stunting is strongly associated with impaired immune function, as chronically malnourished children tend to have weaker immunity and are more vulnerable to infection. This study aimed to examine the effect of temulawak–black cumin herbal honey on the adaptive immune system in stunted children. A quasi-experimental one-group pre-test and post-test design was used. The findings showed that the intervention significantly increased height-for-age (TB/U) in the treatment group compared to the control group (p = 0.014). Weight-for-age (BB/U) also rose significantly within the treatment group (p = 0.013), but no significant difference was found relative to the control group (p = 0.192). The supplement significantly elevated IgM levels in the treatment group (p = 0.001), though again without a significant difference from the control (p = 0.546). CD4 concentration decreased in the treatment group (p = 0.003), but the change was not significantly different from the control (p = 0.682). In conclusion, temulawak–black cumin herbal honey can improve nutritional status and enhance adaptive immunity by increasing IgM levels, although it does not raise CD4 levels and instead slows CD4 decline. However, its effectiveness in increasing IgM and CD4 concentrations compared to controls is not significant.
UJI EFEKTIVITAS STIMULAN SUSPENSI EKSTRAK RUMPUT LAUT (Sargassum sp.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus muscullus) Subagja; Siti Pandanwangi; Filah Suryana Bahri
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 2 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/de3yqx12

Abstract

Ekstrak rumput laut (Sargassum sp.) memiliki potensi sebagai biostimulan karena kandungan flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan senyawa lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas stimulansia dari ekstrak rumput laut (Sargassum sp,) pada mencit putih jantan dan mengetahui pada konsentrasi berapa yang efektif sebagai stimulansia pada mencit. Penelitian menggunakan mencit menunjukkan bahwa suspensi ekstrak dengan konsentrasi 15% memiliki efek stimulasi yang signifikan, dibandingkan dengan konsentrasi 5% dan 10%. Hasil ini didukung oleh analisis statistik menggunakan ANOVA satu arah dan uji non-parametrik Kruskal Wallis, serta uji T untuk membandingkan signifikansi antar perlakuan. Dengan demikian, ekstrak rumput laut (Sargassum sp.) dapat dianggap sebagai potensial untuk pengembangan sebagai stimulan dalam berbagai aplikasi.
AKTIVITAS SABUN PADAT EKSTRAK KULIT BUAH APEL (Malus Domestica) TERHADAP Staphylococcus aureus Zuniarto, Ahmad Azrul; pandanwangi, Siti; Nopitasari, Sindi; Khalifah, Tria Incky
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v6i2.508

Abstract

        Soap is a type of skin cleansing agent, suitable for removing various types of dirt and bacteria on the skin. Apple peel waste contains more active ingredients than the fruit. The aim was to determine the antibacterial activity of apple bark (Malus domestica) soap extract against Staphylococcus aureus and determine the optimal concentration to inhibit bacterial growth. The research method used uses laboratory experimental research methods. The measurement method is the diffusion test. This research includes collecting plant materials, making simplicia, making extracts, phytochemical screening, making bar soap, formulating evaluation testing, and testing bar soap formulations from apple peel extract (Malus domestica) against Staphylococcus aureus. The soap resulting from leather waste extraction consists of concentrations of 15%, 20% and 25%, basic ingredients for soap, bar soap and disinfectant soap brand there is no real difference. These results indicate that bar soap containing apple peel extract (Malus domestica) at a concentration of 25% is most effective against Staphylococcus aureus. The conclusion of this study shows that bar soap containing apple peel extract (Malus domestica) has antibacterial activity against Staphylococcus aureus.
Factors Associated with Reduced Blood Glucose Levels in Patients with Diabetes Mellitus: The Role of Oral Antidiabetic Therapyand Dietary Patterns Azrul Zuniarto, Ahmad; Pandanwangi TW, Siti; Deria, Deria
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/as02jb48

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease that requires proper blood glucose control through appropriate dietary patterns and antidiabetic therapy. Objective: This study aims to analyze the association between dietary patterns and oral antidiabetic therapy with the effectiveness of blood glucose reduction in patients with diabetes mellitus in several health facilities in the Cirebon and Majalengka regions. Methods: This study used an observational cross-sectional design. Data were collected through medical records and the Food Frequency Questionnaire (FFQ). Results and Discussion: The results show that most patients had good dietary patterns, with 53 out of 69 patients (76.8%). In the oral antidiabetic therapy variable, 56 out of 69 patients (81.2%) who used oral antidiabetic drugs showed effective blood glucose reduction. The analysis of dietary patterns indicates that good dietary patterns are associated with a higher likelihood of effective glucose reduction in Cirebon City (OR 0.600; 95% CI: 0.058–6.213), Cirebon Regency (OR 2.500; 95% CI: 0.100–62.605), and Majalengka Regency (OR 0.826; 95% CI: 0.685–0.996). Regarding antidiabetic therapy, the use of Metformin shows a 3.5 times greater likelihood of achieving effective glucose reduction compared to Glibenclamide (OR 3.500; 95% CI: 0.435–28.138). Combination therapy is more favorable in Cirebon Regency (OR 0.100; 95% CI: 0.004–2.504), while in Majalengka Regency, the effectiveness between single and combination therapy is relatively similar (OR 1.167; 95% CI: 0.142–9.586). Conclusion: Overall, this study confirms that good dietary patterns and appropriate oral antidiabetic therapy regimens play an important role in improving the effectiveness of blood glucose control in patients with diabetes mellitus.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL TERHADAP JUMLAH SEL CD4 PASIEN HIV/AIDS RSUD GUNUNGJATI CIREBON Hidayati, Nur Rahmi; Pandanwangi, Siti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.1509

Abstract

Respon terapi ARV ditunjukkan salahsatunya dengan perbaikan jumlah sel CD4. Kepatuhan pasien merupakan hal kritis untuk mendapatkan kemanfaatan dari terapi ARV. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pasien dan pengobatan, perubahan jumlah sel CD4, tingkat kepatuhan pasien dan hubungan tingkat kepatuhan penggunaan obat Anti Retroviral terhadap perubahan jumlah sel CD4 pada pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, melibatkan 75 pasien. Data diperoleh dari rekam medik dan hasil kuesioner Morisky Modified Scale (MMS). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan usia terbanyak kisaran usia 31-40 tahun 48 orang (64 %), jenis kelamin laki-laki 42 orang (56 %), tingkat pendidikan SMA 38 orang (50,7%), pekerjaan swasta 45 orang (60 %). Karakteristik pengobatan terbanyak menggunakan kombinasi Tenofovir + Lamivudin + Evafirenz sebanyak 34 orang (45.3%). Perubahan jumlah sel CD4 terjadi kenaikan pada 54 orang (72%) dan penurunan pada 21 orang (28%) selama 1 tahun terakhir. Tingkat kepatuhan pasien terbanyak yaitu tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 33 orang (44%). Ada hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat Anti Retroviral (ARV) terhadap perubahan jumlah sel CD4 pada pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, dilihat dari nilai p value 0,000 (p < 0,05).
Co-Authors , stf1 ., Amirudin Afief, Arief R. Akrom, Akrom Aldhi Bayu Ali, Taufik Amirudin . Andriswana, Dwi Meiria Anjastika, Luky Septiansyah Anna Pradiningsih Aribowo Aribowo ARIS ARIS, ARIS ASEP SUPARMAN Ayuditiawati, Meita Azrul Zuniarto, Ahmad Bachtiar, Arsyad Deni Firmansyah Deria, Deria Dewi, Komala Diana Agustina Didi Rohadi Dzulhijjah, Hawa Eka Putri Wulandari, Eka Putri Farhan Alfawwaz, Azriel Fatmawati, Eva Fauzia, Rizki Rahmah Febriawan, Toyyib Viat Filah Suryana Bahri Fitri Zakiah Haerunnisa, Tita HARYATI, ETI Hasimun, Patonah Husni Mubarok IIN INDAWATI Indah Setyaningsih Jajang Japar Sodik Joharudin, Ade Karphiawati, Aldilla Shalsa Karsidin, Bambang Khalifah, Tria Incky KRISNAWWATI, IKE Lela Sulastri, Lela Lestar, Puri Mardhiyyah, Cut Ainul Meiria A, Dwi Meriska, Caroline Merita Kristianti Minhatul Maula, Ajni Mundzir, O. Ahmad Nabila, Esra Reinanda Nafi'ah, Rahma Nafilah, Nella Nopitasari, Sindi noviani, Adis Nuari, Ris Ayu Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurhasanah, Sarah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah NURPATMAWATI, NURPATMAWATI Nurrahma Berlian, Febia Oktaviani, Dian Regar, Dhea Novakinanda Rizki Rahmah Fauzia Rubihatlan, Encis Sabarudin, Cecep Salafi, Akil Septiansyah, Luky Setriyadi, Dedy Sri Virgianti, Deby Subagja Subagja, Subagja Sugiharto, Anto Suharmono, Soni Sulistiorini Indriaty Sunandi, Retno Tresno Sundari, Retno T Sundari, Retno Tresno Titiek Suhardi Haripurnomo Kushadiwijaya Hidayati Tsai, Mei Ling Utami, Amanda Dwi Wahyuni, Yenny Sri Widianingsih, Nining Wiguna, Taufik Marta Zakiah, Fitri Zanki, Alfriani Melia Zuniarto, Ahmad Azrul