Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : borneo journal of medical laboratory technology

Gambaran Faktor Penyebab Stres Psikologi pada Penderita Tuberkulosis yang Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Ramadhani, Karlinda Novira; Sommeng, Faisal; Abdullah, Rezky Putri Indarwati; Anggita, Dwi; Ismail, Muhammad Wirasto
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9485

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan sosial. Peningkatan kasus TB di Indonesia, termasuk di Makassar, disertai dengan stigma dan tekanan ekonomi, yang dapat memicu stres pada penderita. Durasi pengobatan yang panjang serta efek samping obat turut memperburuk kondisi psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres psikologi pada penderita tuberkulosis yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pekerjaan, pendapatan, dan dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat stres pada pasien tuberkulosis paru yang menjalani rawat inap. Dukungan keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh, dengan mayoritas penderita mengalami stres ringan. Sementara itu, faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kepatuhan minum obat tidak berhubungan dengan tingkat stres. Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam mengurangi stres pada pasien tuberkulosis paru. Upaya peningkatan dukungan sosial dan ekonomi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Rokok Elektrik Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Zamzami, Moh. Fadel; Nurmadilla , Nesyana; Dahliah; Anggita, Dwi; Gayatri, Sri Wahyuni
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9545

Abstract

Penggunaan rokok elektronik atau vape mengalami peningkatan signifikan di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Faktor-faktor seperti lingkungan sosial, kepuasan psikologis, gaya hidup, serta pengetahuan turut memengaruhi perilaku merokok elektronik. Meski dianggap sebagai alternatif rokok konvensional, penggunaan vape tetap berisiko bagi kesehatan, termasuk penyakit paru seperti EVALI. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan rokok elektrik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran. Metode penelitian yang digunakan merupakan analisis deskriptif menggunakan metode survei dengan alat kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengguna rokok elektrik memiliki pengetahuan yang baik tentang vape (55%), meskipun masih terdapat 13,7% yang memiliki pengetahuan kurang. Faktor lingkungan sosial juga berperan penting, dengan 58,8% responden berada dalam lingkungan yang mendukung penggunaan vape, dan 15,7% dalam lingkungan yang sangat mendukung. Selain itu, faktor kepuasan psikologis turut berpengaruh, di mana 47,1% pengguna merasa puas dengan penggunaan vape, sementara 17,6% merasa kurang puas. Faktor gaya hidup juga memiliki dampak, dengan 47,1% responden mengaku bahwa gaya hidup mereka berpengaruh terhadap penggunaan vape, dan 7,8% menyatakan bahwa gaya hidup mereka sangat berpengaruh. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa faktor pengetahuan, lingkungan sosial, kepuasan psikologis, dan gaya hidup memiliki peran dalam mendorong penggunaan rokok elektrik di kalangan mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Analisis Pengaruh Pemberian Gel Lidah Buaya terhadap Penyembuhan Luka pada Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Aloksan Sunge, Shania Fadila; Juhamran , Reeny Purnamasari; Anggita, Dwi; Iskandar , Darariani; Hasbi , Berry Erida
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.11865

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik dengan hiperglikemia yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Luka sayat pada penderita DM berisiko mengalami penyembuhan yang lambat dan infeksi. Lidah buaya (Aloe vera) memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, analgesik, dan hipoglikemik serta mengandung glukomanan yang dapat merangsang proliferasi fibroblas dan produksi kolagen. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya efektif mempercepat penyembuhan luka pada kondisi diabetes melalui peningkatan regenerasi jaringan dan penurunan stres oksidatif. Oleh karena itu, lidah buaya berpotensi sebagai terapi alternatif dalam penyembuhan luka pada penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian gel lidah buaya terhadap penyembuhan luka yang di induksi aloksan (1 dan 2), untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian gel lidah buaya terhadap penyembuhan luka yang di induksi aloksan (3 dan 4), untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian gel lidah buaya terhadap penyembuhan luka yang di induksi aloksan (1 dan 3), untuk mengetahui perbedaan penyembuhan luka antara kelompok pemberian gel lidah buaya dengan tidak pada mencit yang di induksi aloksan, dan untuk mengetahui perbedaan penyembuhan luka antara kelompok pemberian gel lidah buaya dengan tidak pada mencit yang di induksi aloksan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitian Posttest Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gel lidah buaya menunjukkan kecenderungan mempercepat penyembuhan luka pada fase awal, baik pada luka yang diinduksi aloksan maupun luka sayat pada mencit yang tidak diinduksi aloksan. Kelompok yang diberi gel lidah buaya memiliki ukuran luka yang lebih kecil dibandingkan kelompok tanpa gel, dengan penyembuhan paling lambat ditemukan pada kelompok luka yang diinduksi aloksan tanpa perlakuan. Perbandingan antar kelompok (1–2, 3–4, 1–3) menunjukkan adanya perbaikan klinis pada kelompok perlakuan, namun uji Mann–Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (p > 0,05). Pada luka sayat, efek gel lidah buaya kurang menonjol pada fase akhir penyembuhan karena regenerasi jaringan yang berlangsung cepat secara alami. Dapat disimpulkan bahwa gel lidah buaya berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka, terutama pada fase awal luka pada mencit yang diinduksi aloksan, namun pengaruh tersebut belum menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dibandingkan tanpa pemberian gel.
Co-Authors Abdullah, Rezky Putri Indarwati Adeta, Qinaya Wrahty Ahmad, Izhar Fitrah Ahmadi, Dela Andika Alfian, Dwi Hermin Amanda, Dina Amir, Muzakkir Amrizal Muchtar Annisa, Rifa Ardiyanto Ardiyanto Arif Santoso Asy'hari, Mohammmad Alif Bamahry, Aryanti R Basri, Rezky Pratiwi Lambang Dahliah Darma, Sidrah Dewi, Sentia Djaharuddin, Irawaty Fahira, Alivia Dian Fausiah, Andi Arista Febirianti, Ratna Gabriela Simanjuntak, Mulyani Gayatri, Sri Wahyuni Ginayah, Mir’atul Hadi, Santriani Hannari, Marysha Ikmaniar Harahap, Dwi Adelia Putri Hasbi , Berry Erida Hendarto, Joko Hermiaty, Hermiaty Irawawan, Dian Nirwana Irma Satriani, Irma Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irsandy, Febie Iskandar , Darariani Iskandar, Harun Ismail, Muhammad Wirasto Jasmine, Audry Azila Juhamran , Reeny Purnamasari K, Irna Diyana Kartika Karim, Marzelina Kartika, Andy Visi Khathimah, Husnul Kristina Tobing, Hosanna Madolangan, Jamaluddin Maharani, Aulia Masyithah, Ruhul Mokhtar, Shulhana Muhammad Arif Mustafa, Maulana Saggaf Nanda, Meutia Nasruddin, Hermiaty Niken Niken Novriansyah, Zulfikri Khalil Nurmadilla , Nesyana Nurmadilla, Nesyana Pandu, Edward Permatasari, Tiara Pratama, Delfi Putra Pratama, Muh Khairul Purba, Sri Hajijah Putrawan, Harry Akza Putrawan, Harry Azka Rachmat Faisal Syamsu, Rachmat Faisal Rahmawati, Rahmawati Ramadhani, Karlinda Novira Rasfayanah, Rasfayanah Refiana, Revail Ridho Akbar, Muhammad Rivaldy, Naufal Rizqi, Puan Maulida Syifa Salsabila, Lu’lu Luqyana Amirah sandi, Elmatiana dara Simare-mare , Aman Siska Anggraini, Elya Sodiqah, Yani Sommeng, Faisal Sri Irmandha K Sri Julyani Sri Ramadany, Sri Sunge, Shania Fadila Suraya, Rani Syahril, Erlin Syahruddin, Febie Irsandy Syarkawi, M. Fathir Faisal Thahir Tabri, Nur Ahmad Uswatul Hasanah, Uswatul Utami, Dian Fahmi Wiriansya, Edward Pandu Wiriansyah, Edward Pandu Witriani, Eca Yusuf, Yuskyiah Ananda Zahiyah, Azzah Zamzami, Moh. Fadel Zulfitriani Murfat