Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA PADA KURMA AJWA, SUKARI, KHALAS, MEDJOOL, DAN GOLDEN VALLEY Ahyar, Farah Firjatillah; Syamsu, Rachmat Faisal; Safitri, Asrini; N, Hermiaty; Nurmadilla, Nesyana; Arifin, Arina Fathiyyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25447

Abstract

Karbohidrat paling sederhana dikenal sebagai monosakarida atau gula, dan mereka memiliki rumus umum (CnH2nOn). Yang paling umum mengandung enam atom karbon. Monosakarida adalah karbohidrat sederhana yang mengandung antara tiga dan delapan atom karbon, tetapi hanya mereka yang memiliki lima atau enam atom karbon yang umum. Dua dari yang paling penting dalam makanan adalah gula enam karbon glukosa dan fruktosa. Glukosa adalah karbohidrat terpenting pada biokimia mamalia karena hampir semua karbohidrat dalam proses biokimiawi makanan diubah menjadi glukosa untuk metabolisme. Kurma merupakan salah satu buah yang menjadi favorit Nabi Muhammad SAW, dengan kandungan gula sebagian besar gula – gula monosakarida, sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Menggunakan metode penelitian eksperimental jenis komparatif dengan analisa kuantitatif dengan kurma ajwa, sukari, medjool, khalas, dan golden valley sebagai kurma yang digunakan sebagai sampel dengan teknik non probability sampling yaitu teknik purposive dengan masing – masing kurma ditimbang sebanyak 10 gram, lalu dihitung dengan kadar glukosa yang menggunakan reagen anthrone yaitu; (1) persiapan sampel untuk penetapan gula, (2) pembuatan larutan blanko, dan (3) pembuatan kurva standar dan akan dihitung dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil yang didapatkan yaitu dengan pengujian Kruskal Wallis dengan nilai signifikasi untuk kadar glukosa pada setiap kurma adalah sebesar 0.406 > taraf nyata dan mendapatkan nilai glukosa tertinggi pada kurma ajwa sebesar 0.15% lalu diikuti dengan sukkari, khalas, medjool, dan golden valley.
PENGARUH ASAM FOLAT TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Sani, Resky Mutiara; Safitri, Asrini; Haeriyanty, Haeriyanty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25706

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Pada umumya anemia terjadi diseluruh dunia, terutama di negara berkembang (Developing Countries). World Health Organitation (WHO) memperkirakan bahwa sedikitnya 600.000 wanita setiap tahun mengalami anemia dalam kehamilan walaupun angka tersebut sulit diperhitungkan secara tepat. Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018), prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9 persen. Anemia ibu hamil merupakan kondisi ibu dimana kadar hemoglobin dibawah 11 gr/dl. Klasifikasi anemia berdasarkan pada ukuran dan kandungan hemoglobin dalam sel dibedakan menjadi anemia sel-makrositik (besar), normositik (normal), mikrositik (kecil), kandungan hemoglobinhipokromik (warna pucat), dan normokromik (warna normal). Ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi paling sedikit 90 tablet Fe selama kehamilannya. Apabila ibu hamil selama masa kehamilan patuh mengkonsumsi tablet Fe maka resiko terkena anemia semakin kecil. Keteraturan ibu sangat berperan dalam meningkatkan kadar Hb. Agar dapat di minum dengan baik sesuai aturan, sangat dibutuhkan kepatuhan dan kesadaran ibu hamil dalam mengkonsumsinya.
KARAKTERISTIK PASIEN COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR TAHUN 2020-2022 Usri, Nur Afifah; Darussalam, Andi Husni Esa; Azikin, Wildana; Loddo, Nirwana; Safitri, Asrini; Badruddin, Kartini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26627

Abstract

CAP merupakan infeksi akut pada parenkim paru yang sebagian besar difokuskan pada anak berusia kurang dari 5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini semua pasien balita yang didiagnosis CAP di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2020-2022. Sampel dalam penelitian ini keseluruhan dari populasi penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Menggunakan teknik total sampling. Variabel dependen adalah CAP pada pasien balita, Variabel independen adalah, Prevalensi, Usia, Jenis kelamin, Gejala Klinis, Pemeriksaan Fisis, Radiologi foto thorax, Laboratorium darah rutin, Terapi antibiotik. Pengolahan data dengan software SPSS dengan analisa data univariat. Dari 328 pasien balita yang terdiagnosis CAP yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 278 pasien. Proporsi tertinggi prevalensi yaitu tahun 2022 144 orang (51.8%). Usia yaitu 0-12 bulan 70 orang (25.2%).  Jenis kelamin yaitu laki-laki 146 orang (52.5%). Gejala klinis dengan keluhan utama batuk 93 orang (33.5%). Pemeriksaan fisis yaitu takipnea 128 orang (46.0%). Foto thorax yaitu bercak infiltrate 177 orang (63.7%). Laboratorium leukosit meningkat 183 orang (65.8%), hemoglobin meningkat 130 orang (46.8%), hematokrit normal 190 orang (68.3%), trombosit normal 166 orang (59.7%). Terapi antibiotik kombinasi 258 orang (92.8%) antibiotik Ampicilin & Gentamicin 134 orang (48.2%) Prevalensi tahun 2022, usia 0-12 bulan, jenis kelamin laki-laki, gejala klinis dengan keluhan utama batuk, pemeriksaan fisis takipnea, foto thorax bercak infiltrate, laboratorium darah rutin leukosit meningkat, hemoglobin meningkat, hematokrit normal, trombosit normal, terapi antibiotik kombinasi dengan terapi antibiotik Ampicilin & Gentamicin, merupakan proporsi tertinggi karakteristik pasien balita Community Acquired Pneumonia di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2020-2022.
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL TERHADAP KINERJA DOKTER MUDA RS IBNU SINA MAKASSAR Sjakir, Muh Febri Ananda; Sanna, Andi Tenri; Safitri, Asrini; Natasha, Ratih; Nurul Aisyah, Windy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.27104

Abstract

Rumah sakit sudah menerapkan keselamatan kerja dan sistem tersebut penting karena banyak potensi bahaya yang bisa terdampak bagi tenaga Kesehatan. Beban kerja merupakan salah satu indikator keselamatan kerja, Beban kerja salah satu yang dapat mempengaruhi dari kegiatan dokter muda yang harus diselesaikan suatu unit organisasi. Beban kerja terdiri atas 2 yaitu faktor internal yang berasal dari dalam tubuh seperti mental dan faktor eksternal yang berasal dari luar tubuh seperti fisik. Dari efek beban kerja yang berlebihan bisa membuat kinerja dokter muda mengalami penurunan. Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar merupakan sarana pelayanan kesehatan yang berada di Makassar. Efek beban kerja yang berlebihan bisa mempengaruhi kinerja dokter muda mengalami penurunan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan beban kerja mental terhadap kinerja dokter muda di RS Ibnu Sina Makassar. Jenis penelitian yaitu penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel dengan kriteria yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yakni kuesioner. Dari penelitian didapatkan 36 sampel. Hasil uji chi-square didapatkan hubungan beban kerja mental terhadap kinerja dokter muda (p=0,012), Artinya beban kerja mental berhubungan dengan kinerja. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan beban kerja mental terhadap kinerja dokter muda di RS Ibnu Sina Makassar.
Peranan Kurkuma Pada Karsinoma Kolorektal Safitri, Asrini
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 1 (2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.067 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i1.5

Abstract

Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang terjadi pada mukosa kolon di mana penyakit ini mempunyai angka morbiditas dan mor-talitas yang tinggi. Insidensi puncak untuk kanker kolorektal adalah usia 60 hingga 70 tahun. Kurang dari 20% kasus terjadi pada usia kurang dari 40 tahun, dan bila ditemukan pada usia muda perlu dicurigai adanya kolitis ulseratif atau salah satu dari sindrom poliposis.Sekitar 70–75% kanker kolorektal terletak pada daerah rektosigmoid. Keadaan ini sesuai dengan lokasi polip kolitis ulserativa di mana hampir 95% lokasi polip kolitis ulseratif berada di daerah rektum.Secara umum kanker selalu dihubungkan dengan bahan-bahan kimia, bahan-bahan radioaktif dan virus.Umumnya perkembangan kanker kolorektal merupakan interaksi antara faktor lingkungan dan faktor genetik serta dihubungkan juga dengan faktor predisposisi diet rendah serat, kenaikan berat badan dan konsumsi alkohol. Kurkuminoid atau kurkumin sebagai komponen yang utama dalam jenis kurkuma. Sifat anti inflamasi kurkumin dengan cara menghambat produksi IL-1, IL-6 dan TNF-α dan merangsang sekresi IL-10. Penelitian mengenai farmakodinamik dan farmakokinetik dari dosis kurkumin yang diberikan pada manusia, bahwa pemberian ekstrak kurkuma dalam bentuk kapsul dosis antara 440 sampai 2200 mg/hari yang mengandung 36-180 mg kurkumin aman pada manusia. Pemberian kurkuma sebanyak 12 gram tidak menimbulkan efek yang merugikan pada manusia. Aktivitas antioksidan dan penangkap radikal kurkumin mengindikasikan hubungannya sebagai penghambat proses karsinogenesis kanker. Aktivitasnya sebagai antiinflamasi yaitu sebagai inhibitor enzim siklooksigenase memiliki kaitan dengan aktivitanya sebagai antikanker terutama kanker kolon. Kurkumin juga aktif dalam menghambat proses karsinogenesis pada tahap inisiasi dan promosi atau progesi juga memiliki efek memacu proses apoptosis yaitu suatu proses alami kematian sel dalam rangka mempertahankan integritas sel.
Peranan Multivitamin Pada Pasien Geriatri Dengan Pneumonia Safitri, Asrini; Nurmadilla, Nesyana; Gayatri, Sri Wahyuni
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.095 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.59

Abstract

Pneumonia dapat menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada geriatri. Proses penuaan sistem organ (di antaranya system respirasi, sistem imun, sistem pencernaan) dan faktor komorbid banyak berperan pada peningkatan frekuensi dan keparahan pneumonia pasien geriatri. Karakteristik dominan pneumonia pada pasien geriatric adalah presentasi klinisnya yang khas, yaitu jatuh dan bingung, sedangkan gejala klasik pneumonia sering tidak didapatkan. Pneumonia adalah inflamasi jaringan paru yang paling sering disebabkan oleh infeksi dan didefinisikan sebagai adanya infiltrate paru pada foto thoraks. Penyakit pneumonia sering kali diderita sebagian besar kelompok usia lanjut dan kelompok populasi dengan penyakit kronik, sebagai akibat dari kerusakan sistem imunitas tubuh. Bayi dan anak-anak juga rentan terhadap pneumonia karena respon imunitas mereka yang masih belum berkembang dengan baik. Gizi merupakan elemen kesehatan penting bagi populasi lanjut usia (lansia) dan mempengaruhi proses menua. Prevalensi malnutrisi meningkat pada populasi ini. Pneumonia merupakan salah satu penyakit kronik pada lansia yang berhubungan dengan malnutrisi. Hubungan antara malnutrisi dan penyakit paru sudah lama diketahui. Malnutrisi mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur, elastisitas, dan fungsi paru, kekuatan dan ketahanan otot pernafasan, mekanisme pertahanan imunitas paru, dan pengaturan nafas. Sebaliknya, penyakit paru akan meningkatkan kebutuhan energi dan dapat mempengaruhi asupan diet menjadi menurun. Intervensi gizi pada pasien pneumonia ditujukan untuk mengendalikan anoreksia, memperbaiki fungsi paru, dan mengendalikan penurunan berat badan. Kebutuhan akan zat gizi diperhitungkan sesuai dengan hasil asesmen gizi.
Pengaruh Intensitas Olah Raga Terhadap Siklus Haid Atlet Gayatri, Sri Wahyuni; Safitri, Asrini
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 1 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v0i0.64

Abstract

Exercise and moderate physical activity have many benefits for people of all ages. Physical activity or sport has a bad impact if it is done excessively, especially for women. Excessive exercise can cause hypothalamic dysfunction which causes disturbances in GnRH secretion. This causes delayed menarche and menstrual cycle disorders. The main factor causing GnRH suppression in female athletes is excessive energy use that exceeds energy intake in athletes. In addition, professional athletes tend to have lower body weight which can cause menstrual dysfunction. The purpose of the study was to determine the effect of exercise intensity on the menstrual cycle of athletes. The type of research conducted is categorical analytic with the cohort method. There is no significant relationship between the type of sport that athletes engage in with the incidence of irregular menstrual cycles with the correlation value obtained p = 0.298. There is a relationship between the frequency of exercise on the incidence of irregular menstrual cycles with a correlation value of p = 0.03. There is a relationship between the duration of exercise on the incidence of irregular menstrual cycles with a correlation value of p = 0.03. The conclusion that there is a relationship between the frequency and duration of exercise on the menstrual cycle of athletes.
Peranan Virgin Coconunt Oil pada Pelayanan Gizi Klinik Safitri, Asrini; Nurmadilla, Nesyana; Gayatri, Sri Wahyuni
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v3i2.92

Abstract

Medium Chain Triglyceride (MCT) merupakan jenis asam lemak yang mempunyai ikatan kimia lebih pendek daripada jenis asam lemak lain. Terdiri dari 6 – 10 rantai karbon. MCT merupakan asam lemak unik yang mempunyai rantai karbon dengan panjang dari C6-C12 yang bersifat jenuh (asam kaproat, kaprilat, kaprat, dan laurat). MCT diperoleh melalui proses esterifikasi gliserol dengan asam lemak yang mempunyai rantai karbon C6 dan C12 yang diturunkan dari minyak berkadar laurat tinggi, terutama minyak kelapa. Sumber MCT yang ketersediaanya berlimpah di Indonesia adalah minyak kelapa (Virgin Coconut Oil). Minyak kelapa yang mengandung 92,1% lemak jenuh, setelah dikonsumsi sesampainya didalam saluran pencernaan, karena ukuran molekulnya yang kecil (medium size), segera dapat diserap melalui dinding usus, tanpa harus mengalami proses hidrolisis dan enzimatis, dan langsung dipasok kedalam aliran darah dan dibawa kedalam organ liver untuk dimetabolisasi. Didalam liver minyak kelapa ini diproses untuk memproduksi energi saja dan bukan kolesterol dan jaringan adiposa. Energi yang dihasilkan digunakan untuk meningkatkan pembakaran seluler dari ujung rambut sampai ujung kaki dan mengaktifkan fungsi semua kelenjar endokrin, organ tubuh, dan jaringan tubuh. Dalam pelaksanaan klinis MCT dalam hal ini VCO dapat digunakan untuk indikasi klinis seperti malabsorpsi, pasien HIV dan kaheksia,program penurunan berat badan dan aktivitas fisik seperti olahragawan.
Gambaran Keselamatan Radiasi Sinar-X Pada Petugas Di Unit Radiologi RSKD Dadi Makassar Tahun 2023 Putry, Resti Anisha; Syahril, Erlin; Safitri, Asrini; Rahmawati, Rahmawati; Irsandy, Febie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9414

Abstract

Keselamatan radiasi adalah upaya untuk melindungi pasien, pekerja, dan anggota masyarakat dari bahaya radiasi. Keselamatan pekerja radiasi tidak lepas dari dosis radiasi. Dosis radiasi yang dibutuhkan adalah 20 mSv. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan keselamatan radiasi sinar-x di Unit Radiologi RSKD Dadi Makassar 2023. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penerapan perizinan sebanyak 1 poin (100%) telah terpenuhi; Berdasarkan hasil komponen persyaratan manajemen yang terdiri atas 5 komponen (15 poin), sebanyak 12 poin (80%) telah terpenuhi di unit Radiologi RSKD Dadi Makassar dan sesuai dengan standar acuan, sebanyak 2 poin (13,3%) sudah terpenuhi di unit Radiologi RSKD Dadi Makassar tetapi belum sesuai dengan standar, sebanyak 1 poin (6,7%) tidak terpenuhi; Berdasarkan hasil komponen persyaratan proteksi yang terdiri atas 3 komponen (3 poin), sebanyak 3 poin (100%) telah terpenuhi dan sesuai dengan standar acuan; Berdasarkan hasil komponen persyaratan teknik yang terdiri atas 3 komponen (6 poin), sebanyak 6 poin (100%) telah terpenuhi dan sesuai dengan standar acuan; Berdasarkan hasil komponen verifikasi keselamatan yang terdiri atas 3 komponen (3 poin), sebanyak 2 poin (100%) telah terpenuhi dan sesuai dengan standar acuan, sebanyak 1 poin (100%) tidak terpenuhi. Secara keseluruhan dari 5 variabel, 15 komponen, 28 poin, diantaranya sebanyak 24 poin (86%) telah terpenuhi dan sesuai dengan standar/peraturan. Sebanyak 2 poin (7%) telah terpenuhi tetapi belum sesuai dengan standar/peraturan. Sebanyak 2 poin (7%) tidak terpenuhi.
Hubungan Golongan Darah dengan Obesitas Pada Mahasiswa Angkatan 2019, 2020 dan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Adriana, Delvi; Syamsu, Rachmat Faisal; Laddo, Nirwana; Kartika, Irna Diyana; Safitri, Asrini
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10000

Abstract

Latar Belakang: Golongan darah berpengaruh terhadap program diet karena Dianggap bisa mempengaruhi sistem pencernaan, metabolisme tubuh menurun Dan penyakit seperti kanker. Perbedaan jenis golongan darah akan memberikan Respons yang berbeda terhadap pemilihan makanan tertentu. Oleh karena itu, Penting untuk mengetahui menu makanan apa saja yang bermanfaat dan baik Dikonsumsi serta makanan yang sebaiknya dihindari untuk sesuai dengan Golongan darah untuk menghindari obesitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara golongan darah Dengan Obesitas pada Mahasiswa Angkatan 2019, 2020 dan 2021 Fakultas Kedokteran universitas Muslim Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif cross sectional yang Menggunakan data primer dengan menggunakan teknik Total Sampling. Hasil: Dari 102 sampel penelitian, didapatkan Penderita Obesitas usia dewasa Muda paling banyak tergolong pada golongan darah 0, sebanyak 33 orang (32%), Golongan darah A sebanyak 31 orang (30%), Golongan darah B Sebanyak 23 (23%) dan AB sebanyak 15 (14.7%) dengan jenis kelamin paling Banyak adalah perempuan sebanyak 62 orang (61%) dan di seluruh golongan Darah memiliki Obesitas II sebanyak 75 (73,5%). Kesimpulan: Mayoritas (32,4%) mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2019, 2020, dan 2021 yang mengalami obesitas Memiliki golongan darah, mayoritas 0, (73,5%) termasuk dalam kategori obesitas Derajat II, dan Golongan darah 0 sangat berpotensi mengalami obesitas tipe II, Disusul dengan golongan darah A, B, AB walaupun data statistik tidak signifikan.
Co-Authors Abdi, Dian Amelia Abdullah, Rezky Putri Indarwati Adriana, Delvi Ahmad Ardhani Pratama Ahyar, Farah Firjatillah Aisyah, Windy Nurul Al Qindy, Syech Muh. Ali Aspar Mappahya Alwi, Sitti Rafiqah Amalia D, Nurul Tasya Andi Tenri Sanna Ardiansyah Paputungan, Muhammad Arfah, Arni Isnaini Arifin, Arina Fathiyyah Arifuddin, Andi Tenri Sanna Aryanti R. Bamahry Azikin, Wildana Badruddin, Kartini Bamahry , Aryanti R Bamahry, Aryanti R Bamahry, Aryanti R. Basir, Hasmawati Bima, Irmayanti Haidir Churiani Darariani Iskandar Darussalam, Andi Husni Esa Dedi, Muh.Khaidir Dewi, Anna Sari Dirgahayu, A. Millaty Halifah Dwi Pratiwi Esa Darussalam, Andi Husni Fattah, Nurfachanti Fendy Dwimartyono Fitriah Fitriah Gayatri B., Sri Wahyuni Gayatri, Sri Wahyuni Guraci, Vaya Gaby Haeriyanty, Haeriyanty Hamzah, Pratiwi Nasir Harahap, Muhammad Wirawan Ida Royani Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Irsandy, Febie J, Muhammad Akbar Jumaide, Nurul Isnaeni Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Khair, Yaumil Khairunnisa, Siti Fayka Laddo, Nirwana Lantara, A. Millaty Halifah Dirgahayu Loddo, Nirwana M. Yogi Riyantama Isjoni M., Andi Nurdina Maarif, Ahmad Safei Maharani, A.Putri Salwa Dita Maharani, Ratih Natasha Mangarengi, Yusriani Mochammad Erwin Rachman, Mochammad Erwin Muchsin, Achmad Harun Mulyadi, Farah Ekawati Muthalib, Iqra Muhamad Zulmadhani Z. N, Hermiaty Namirah, Hanna Aulia Natasha, Ratih Natsir, Pratiwi Nirwan, Siti Fauziyyah Novriansyah, Zulfikri Khalil Nurhikmawati, Nurhikmawati Nurmadilla, Nesyana Nurul Aisyah, Windy Pramono, Sigit Dwi Prema Hapsari Putry, Resti Anisha Rachmat Faisal Syamsu, Rachmat Faisal Rahman, Dinda Briliani Rahmawati, Rahmawati Ratnawati, Wahida Razak, Kaisar Rizki Amalia Rizqi, Ain Tajriani Sani, Resky Mutiara Sjakir, Muh Febri Ananda Sri Julyani Sri Wahyu Suhestin, Cristy Wanti Syahril, Erlin Tahir, Akina Maulidhany Taufik, Muhammad Akram Umar, Uni Numero Risky Usri, Nur Afifah Utami, Dian Fahmi Widyadhana, Narlhiandini Mitresna Wiriansya, Edward Pandu Wisudawan, Wisudawan Wulandari, Nurul Ismi Yudistira, Amanda Tasya Reghinaa Putri Yuniati, Lisa ZA, M. Abrar Naufal Hidayatullah Zulfahmida Zulkifli, Andi Aldita Nitamapia