Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL Wulandari, Nurul Ismi; Safitri, Asrini; Zulfahmida
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 6 No 1 (2024): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v6i1.889

Abstract

Kehamilan adalah keadaan yang menggambarkan fase di mana janin berkembang pada rahim wanita. Perubahan fisiologis tersebut biasanya meliputi perut yang membesar, payudara yang membesar, janin yang aktif, dan perubahan pada tulang belakang bagian bawah yang melengkung atau membungkuk ke depan. Tidur adalah bagian penting dari rutinitas harian. Tidur merupakan keadaan fungsional yang terdiri dari kombinasi proses perilaku dan fisiologis, ditandai dengan penurunan gerakan tubuh dan penurunan kesadaran akan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada ibu hamil. Penelitian ini ialah penelitian analitik korelasional menggunakan pendekatan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian yaitu pasien ibu hamil yang tercatat pada rekam medis puskesmas Tamalanrea kota Makassar tahun 2023 sebanyak 100 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil yang didapatkan menunjukkan korelasi antara aktivitas fisik terhadap kualitas tidur pada ibu hamil, kejadian terbanyak pada rentang usia dewasa awal 49 orang, trimester II 63 orang, kehamilan trimester III 37 orang, pekerjaan IRT 78 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran aktivitas fisik didapatkan hasil 97 responden dengan kriteria ringan dengan persentase 97% dan 3 responden memiliki kriteria sedang dengan persentase 3%, gambaran kualitas tidur didapatkan hasil 88 responden dengan kualitas tidur buruk dengan persentase 88% dan 12 responden memiliki kualitas tidur baik dengan persentase 12%. dan terdapat korelasi antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur. Saran untuk penelitian berikutnya agar rentang waktu penelitian yang lebih panjang dan sampel yang lebih bervariasi dan besar, baik dilakukan pada elemen lain ataupun di luar Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar.
Analisis Perbandingan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Extra Virgin Olive Oil (Evoo) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Obesitas Hiperglikemik Umar, Uni Numero Risky; Bamahry, Aryanti R.; Namirah, Hanna Aulia; Safitri, Asrini; Pramono, Sigit Dwi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19698

Abstract

ABSTRACT Hyperglycemia is a condition where blood sugar levels exceed normal, often the first sign of insulin resistance and type 2 diabetes mellitus. Obesity, as one of the main causes of diabetes, is increasing globally and is becoming a significant risk factor. VCO is known to contain medium-chain fatty acids and antioxidant compounds such as tocopherols and tocotrienols, while EVOO is rich in phenolic compounds that have anti-inflammatory and antioxidant properties. Both oils are thought to have the potential to improve hyperglycemia conditions through antioxidant effects and improved pancreatic beta cell function. To determine the effects of VCO and EVOO on blood glucose levels in hyperglycemic obese white rats (Rattus norvegicus) based on a research study. This study is a type of true experimental pre and post control research using 24 wistar strain white rats (Rattus norvegicus) which were divided into 4 groups, namely negative control group 1, negative control group 2, VCO group and EVOO group. In the negative control group 1, negative 2 and VCO, there were no significant changes in blood glucose levels before and after the intervention. Whereas, the group given EVOO had a significant decrease in blood glucose levels after the intervention. In One-Way ANOVA test, the difference was significant after intervention for 7 and 14 days. A higher reduction in blood glucose levels was found in the EVOO group compared to the VCO group and the control group, indicating that EVOO is more effective in reducing blood glucose levels in hyperglycemic obese white rats. Giving Extra Virgin Olive Oil (EVOO) is more effective than Virgin Coconut Oil (VCO) in reducing blood glucose levels in hyperglycemic obese white rats. Keywords: Virgin Coconut Oil, Extra Virgin Olive Oil, Hyperglycemia, Obesity, White Rats.  ABSTRAK Hiperglikemia merupakan kondisi kadar gula darah yang melebihi normal, sering kali menjadi tanda awal resistensi insulin dan diabetes melitus tipe 2. Obesitas, sebagai salah satu penyebab utama diabetes, semakin meningkat secara global dan menjadi faktor risiko signifikan. VCO dikenal memiliki kandungan asam lemak rantai sedang serta senyawa antioksidan seperti tokoferol dan tokotrienol, sementara EVOO kaya akan senyawa fenolik yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Kedua minyak ini diduga berpotensi memperbaiki kondisi hiperglikemia melalui efek antioksidan dan peningkatan fungsi sel beta pankreas. Untuk mengetahui efek pemberian dari VCO dan EVOO terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) Obesitas hiperglikemi berdasarkan studi penelitian.Penelitian ini merupakan jenis penelitian true experimental pre and post control dengan menggunakan hewan coba tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus) sebanyak 24 ekor yang dibagi ke dalam 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif 1, kelompok kontrol negatif 2, kelompok VCO dan kelompok EVOO. Pada kelompok kontrol negatif 1, negatif 2 dan VCO, tidak terdapat perubahan signifikan pada kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi. Sedangkan, kelompok yang diberikan EVOO terdapat penurunan kadar glukosa darah yang signifikan setelah intervensi. Pada uji One-Way ANOVA perbedaan signifikan setelah intervensi selama 7 dan 14 hari. Penurunan kadar glukosa darah lebih tinggi ditemukan pada kelompok EVOO dibandingkan kelompok VCO maupun kelompok kontrol, menunjukkan bahwa EVOO lebih efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih obesitas hiperglikemik. Pemberian Extra Virgin Olive Oil (EVOO) lebih efektif dibandingkan Virgin Coconut Oil (VCO) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih obesitas hiperglikemik. Kata Kunci:  Virgin Coconut Oil, Extra Virgin Olive Oil, Hiperglikemia, Obesitas, Tikus Putih.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Siswa SMA 4 Makassar Gayatri, Sri Wahyuni; Iskandar, Darariani; Safitri, Asrini; Abdi, Dian Amelia; Razak, Kaisar
Jurnal BALIRESO Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v9i2.334

Abstract

THE RELATIONSHIP BETWEEN SCREEN TIME AND NUTRITIONAL STATUS IN STUDENTS OF THE FACULTY OF MEDICINE, MUSLIM UNIVERSITY OF INDONESIA CLASS OF 2021 M., Andi Nurdina; Nurmadilla, Nesyana; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Namirah, Hanna Aulia; Safitri, Asrini
HEARTY Vol 13 No 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i6.18663

Abstract

Screen time refers to the duration a person spends looking at electronic device screens, such as cell phones, computers, tablets, or televisions. High screen time can influence various aspects of life, including energy intake, physical activity, and nutritional status. This study aims to explore the relationship between screen time and nutritional status among students of the Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia (UMI) class of 2021. Using an observational cross-sectional design, the study involved students as respondents. Results indicated that 51% of students had sufficient screen time, while 49% had normal nutritional status. Data analysis using the chi-square test yielded a p-value of 0.118, suggesting no significant relationship between screen time and nutritional status (p > 0.05). Although screen time is often linked to lifestyle changes, such as reduced physical activity or unhealthy eating, this study concludes that it does not directly impact nutritional status in this population. The findings may serve as a foundation for future research that considers additional factors influencing nutritional status.
KOMPOSISI NUTRIEN DAN POTENSI FUNGSIONAL DANGKE (PANGAN FERMENTASI TRADISIONAL INDONESIA) Maharani, A.Putri Salwa Dita; Safitri, Asrini; Bima, Irmayanti Haidir
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54551

Abstract

Makanan merupakan bagian integral dari kebudayaan daerah yang krusial bagi keberlangsungan hidup manusia. Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, terdapat makanan tradisional bernama dangke, yakni produk fermentasi susu kerbau yang diolah secara konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi nutrien serta potensi fungsional dangke sebagai pangan lokal melalui tinjauan literatur sistematis menggunakan panduan PRISMA. Pencarian data dilakukan pada pangkalan data Google Scholar, Garuda, dan SINTA untuk periode 2015–2025. Dari total 248 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 10 studi inklusi yang menggunakan metode ICP-MS, spektrofotometri, hingga Randomized Controlled Trial (RCT) dianalisis lebih lanjut. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa dangke memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, mencakup kalsium sebesar 200–1.281 mg/100g (15 studi), zat besi 0,2–0,86 mg/100g (8 studi), fosfor 100–598 ppm (5 studi), serta seng dan vitamin A masing-masing sebesar 0,0027% dan 0,00613%. Temuan klinis mengindikasikan bahwa konsumsi dangke mampu meningkatkan kadar kalsium saliva hingga 157% (21,4 menjadi 55,17 ppm; p<0,05). Selain itu, intervensi dangke terbukti meningkatkan hemoglobin ibu hamil dari 1,2 menjadi 11,8 g/dL dan mereduksi risiko bayi berat lahir rendah (BBLR) sebesar 27%. Proses fermentasi pada dangke berperan penting dalam meningkatkan bioavailabilitas mineral melalui aktivitas probiotik. Sebagai simpulan, dangke memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional lokal untuk mengatasi masalah malnutrisi dan meningkatkan status kesehatan masyarakat secara signifikan.
Correlation Between Nutritional Status and Anemia Incidence in Pregnant Women At Minasaupa Public Health Center, Makassar in 2023 Maarif, Ahmad Safei; Safitri, Asrini; Harahap, Muhammad Wirawan; Bamahry, Aryanti R; Dewi, Anna Sari
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10052

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Makassar. Penyebab utama anemia pada ibu hamil adalah defisiensi zat besi dan status gizi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Minasa Upa, Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 36 responden ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,6% ibu hamil mengalami anemia, dengan 83,3% ibu hamil memiliki status gizi buruk (KEK). Selain itu, tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe rendah, dengan 88,9% ibu hamil tidak patuh mengonsumsi tablet Fe. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara status gizi dan kejadian anemia (p-value 0,014). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi yang buruk, terutama KEK, berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Diperlukan intervensi yang lebih baik dalam edukasi gizi dan kepatuhan konsumsi suplemen zat besi untuk mencegah anemia pada ibu hamil.
Efek Pemberian Ekstrak Rebusan Teh Hijau (Camellia sinensis) terhadap Profil Lipid pada Mencit (Mus musculus L.) Dahlan, Muhammad Rifky Adani; Royani, Ida; Samosir , Abdi Dwiyanto Putra; Safitri, Asrini; Hamzah , Pratiwi Nasir
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12233

Abstract

Dislipidemia merupakan faktor utama terjadinya aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular, yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Terapi statin efektif menurunkan lipid, namun memiliki efek samping seperti myalgia serta gangguan fungsi hati dan ginjal. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi memperbaiki profil lipid. Namun, penelitian mengenai efek rebusan teh hijau varietas lokal Sulawesi terhadap profil lipid masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar kolesterol total pada darah mencit sebelum dan setelah pemberian ekstrak rebusan teh hijau (Camellia sinensis), untuk mengukur kadar trigliserida pada darah mencit sebelum dan setelah pemberian ekstrak rebusan teh hijau (Camellia sinensis), untuk mengukur kadar HDL dan LDL pada darah mencit setelah pemberian ekstrak rebusan teh hijau (Camellia sinensis), dan untuk menilai efek pemberian ekstrak rebusan teh hijau (Camellia sinensis) terhadap penurunan kolesterol total, trigliserida dan LDL serta peningkatan kadar HDL pada darah mencit perlakuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental murni (true experimental). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rebusan teh hijau (Camellia sinensis) pada mencit dengan diet tinggi lemak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap profil lipid. Dibandingkan kelompok kontrol, kelompok perlakuan mengalami penurunan bermakna kadar trigliserida dan LDL, sementara kadar kolesterol total dan HDL tetap stabil. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan perlakuan pada seluruh parameter lipid, yang mengindikasikan efek hipolipidemik dari ekstrak rebusan teh hijau. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak rebusan teh hijau (Camellia sinensis) berpotensi memperbaiki profil lipid dengan menurunkan kadar trigliserida dan LDL serta mempertahankan kadar kolesterol total dan HDL dalam batas normal pada mencit dengan diet tinggi lemak. Efek ini diduga berkaitan dengan aktivitas antioksidan senyawa katekin dan polifenol, sehingga teh hijau berpotensi sebagai terapi alternatif pendukung dalam pencegahan dislipidemia.
Pengaruh Konsumsi Makanan Cepat Saji terhadap Status Gizi dan Aktivitas Fisik Pada Remaja: The Effect of Fast Food Consumption on Nutritional Status and Physical Activity Among Adolescents Syah, M. Fahreza Miftahul; Murfat, Zulfitriani; Jafar, Muhammad Alfian; Safitri, Asrini; Safei, Imran
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v5i2.190

Abstract

The increasing consumption of fast food among adolescents has become an important public health concern due to its association with nutritional problems, particularly overweight and obesity. Fast food is generally high in calories, saturated fat, sugar, and sodium but low in essential nutrients. Combined with inadequate physical activity, these dietary habits may increase the risk of adverse health outcomes. This study aimed to analyze the effect of fast food consumption on nutritional status and physical activity among students. This analytical observational study employed a cross-sectional design. A total of 81 senior high school students were recruited using a total sampling technique. Fast food consumption was assessed using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), physical activity was evaluated using a structured physical activity questionnaire, and nutritional status was determined based on Body Mass Index-for-Age (BMI-for-age). Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of 95% (α=0.05). The results showed that 81.5% of respondents had a low frequency of fast food consumption, while 18.5% frequently consumed fast food. Approximately 45.7% of respondents had normal nutritional status, whereas the remaining participants were classified as underweight, overweight, or obese. Bivariate analysis demonstrated a significant association between fast food consumption and nutritional status (p=0.000). However, no statistically significant association was found between fast food consumption and physical activity (p=0.438). In conclusion, fast food consumption significantly affects adolescents' nutritional status but is not significantly associated with their physical activity. Strengthening school-based nutrition education, promoting balanced dietary habits, and reducing fast food consumption are recommended to prevent nutritional problems among adolescents.
Co-Authors Abdi, Dian Amelia Abdullah, Rezky Putri Indarwati Adriana, Delvi Ahyar, Farah Firjatillah Aisyah, Windy Nurul Al Qindy, Syech Muh. Ali Aspar Mappahya Alwi, Sitti Rafiqah Andi Millaty Halifah Dirgahayu Lantara Andi Tenri Sanna Ardiansyah Paputungan, Muhammad Arifin, Arina Fathiyyah Arifuddin, Andi Tenri Sanna Aryanti R. Bamahry Azikin, Wildana Badruddin, Kartini Bamahry, Aryanti R Bamahry, Aryanti R. Basir, Hasmawati Bima, Irmayanti Haidir Churiani Dahlan, Muhammad Rifky Adani Darariani Iskandar Darussalam, Andi Husni Esa Dewi, Anna Sari Dirgahayu, A. Millaty Halifah Dwi Pratiwi Esa Darussalam, Andi Husni Fattah, Nurfachanti Fendy Dwimartyono Fitriah Fitriah G. Gunawan Gayatri, Sri Wahyuni Guraci, Vaya Gaby Haeriyanty, Haeriyanty Hamzah , Pratiwi Nasir Hamzah, Pratiwi Nasir Handayani, Prema Hapsari Harahap, Muhammad Wirawan Ida Royani Imran Safei, Imran Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Irsandy, Febie J, Muhammad Akbar Jafar, Muhammad Alfian Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Khair, Yaumil Laddo, Nirwana Loddo, Nirwana M. Yogi Riyantama Isjoni M., Andi Nurdina Maarif, Ahmad Safei Maharani, A.Putri Salwa Dita Maharani, Ratih Natasha Mangarengi, Yusriani Muchsin, Achmad Harun Mulyadi, Farah Ekawati N, Hermiaty Namirah, Hanna Aulia Natasha, Ratih Natsir, Pratiwi Nirwan, Siti Fauziyyah Novriansyah, Zulfikri Khalil Nurhikmawati, Nurhikmawati Nurmadilla, Nesyana Nurul Aisyah, Windy Pramono, Sigit Dwi Putry, Resti Anisha Rachmat Faisal Syamsu, Rachmat Faisal Rahmawati, Rahmawati Ratnawati, Wahida Razak, Kaisar Rizqi, Ain Tajriani Samosir , Abdi Dwiyanto Putra Sani, Resky Mutiara Sjakir, Muh Febri Ananda Sri Julyani Suhestin, Cristy Wanti Syah, M. Fahreza Miftahul Syahril, Erlin Tahir, Akina Maulidhany Taufik, Muhammad Akram Umar, Uni Numero Risky Usri, Nur Afifah Utami, Dian Fahmi Widyadhana, Narlhiandini Mitresna Wisudawan, Wisudawan Wulandari, Nurul Ismi Yudistira, Amanda Tasya Reghinaa Putri Yuniati, Lisa ZA, M. Abrar Naufal Hidayatullah Zulfahmida Zulfitriani Murfat Zulkifli, Andi Aldita Nitamapia