Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Obesitas Terhadap Diabetes Melitus Pada Ibu Rumah Tangga J, Muhammad Akbar; Safitri, Asrini; Utami, Dian Fahmi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17069

Abstract

Latar Belakang: Obesitas adalah suatu keadaan terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih akibat ketidakseimbangan antara energi dari makanan yang masuk lebih besar diabanding energi yang dikeluarkan oleh tubuh. Diabetes melitus adalah suatu kondisi berupa terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi normal. Metode: Penelitian yang dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review. Pembahasan: Ibu rumah tangga merupakan salah satu yang memiliki faktor risiko terjadinya obesitas, kejenuhan akan aktivitas sehari-hari yang monoton dan menimbulkan stres, perubahan hormon, aktivitas fisik yang kurang dan pola makan yang buruk berperan dalam terjadinya obesitas. Jaringan adiposa pada orang obesitas menghasilkan hormon dan sitokin pro-inflamasi yang dapat mengganggu jalur sinyal insulin dan menyebabkan resistensi insulin. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara obesitas dan diabetes melitus pada ibu rumah tangga
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL Wulandari, Nurul Ismi; Safitri, Asrini; Zulfahmida
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 6 No 1 (2024): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v6i1.889

Abstract

Kehamilan adalah keadaan yang menggambarkan fase di mana janin berkembang pada rahim wanita. Perubahan fisiologis tersebut biasanya meliputi perut yang membesar, payudara yang membesar, janin yang aktif, dan perubahan pada tulang belakang bagian bawah yang melengkung atau membungkuk ke depan. Tidur adalah bagian penting dari rutinitas harian. Tidur merupakan keadaan fungsional yang terdiri dari kombinasi proses perilaku dan fisiologis, ditandai dengan penurunan gerakan tubuh dan penurunan kesadaran akan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada ibu hamil. Penelitian ini ialah penelitian analitik korelasional menggunakan pendekatan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian yaitu pasien ibu hamil yang tercatat pada rekam medis puskesmas Tamalanrea kota Makassar tahun 2023 sebanyak 100 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil yang didapatkan menunjukkan korelasi antara aktivitas fisik terhadap kualitas tidur pada ibu hamil, kejadian terbanyak pada rentang usia dewasa awal 49 orang, trimester II 63 orang, kehamilan trimester III 37 orang, pekerjaan IRT 78 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran aktivitas fisik didapatkan hasil 97 responden dengan kriteria ringan dengan persentase 97% dan 3 responden memiliki kriteria sedang dengan persentase 3%, gambaran kualitas tidur didapatkan hasil 88 responden dengan kualitas tidur buruk dengan persentase 88% dan 12 responden memiliki kualitas tidur baik dengan persentase 12%. dan terdapat korelasi antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur. Saran untuk penelitian berikutnya agar rentang waktu penelitian yang lebih panjang dan sampel yang lebih bervariasi dan besar, baik dilakukan pada elemen lain ataupun di luar Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar.
Analisis Perbandingan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Extra Virgin Olive Oil (Evoo) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Obesitas Hiperglikemik Umar, Uni Numero Risky; Bamahry, Aryanti R.; Namirah, Hanna Aulia; Safitri, Asrini; Pramono, Sigit Dwi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19698

Abstract

ABSTRACT Hyperglycemia is a condition where blood sugar levels exceed normal, often the first sign of insulin resistance and type 2 diabetes mellitus. Obesity, as one of the main causes of diabetes, is increasing globally and is becoming a significant risk factor. VCO is known to contain medium-chain fatty acids and antioxidant compounds such as tocopherols and tocotrienols, while EVOO is rich in phenolic compounds that have anti-inflammatory and antioxidant properties. Both oils are thought to have the potential to improve hyperglycemia conditions through antioxidant effects and improved pancreatic beta cell function. To determine the effects of VCO and EVOO on blood glucose levels in hyperglycemic obese white rats (Rattus norvegicus) based on a research study. This study is a type of true experimental pre and post control research using 24 wistar strain white rats (Rattus norvegicus) which were divided into 4 groups, namely negative control group 1, negative control group 2, VCO group and EVOO group. In the negative control group 1, negative 2 and VCO, there were no significant changes in blood glucose levels before and after the intervention. Whereas, the group given EVOO had a significant decrease in blood glucose levels after the intervention. In One-Way ANOVA test, the difference was significant after intervention for 7 and 14 days. A higher reduction in blood glucose levels was found in the EVOO group compared to the VCO group and the control group, indicating that EVOO is more effective in reducing blood glucose levels in hyperglycemic obese white rats. Giving Extra Virgin Olive Oil (EVOO) is more effective than Virgin Coconut Oil (VCO) in reducing blood glucose levels in hyperglycemic obese white rats. Keywords: Virgin Coconut Oil, Extra Virgin Olive Oil, Hyperglycemia, Obesity, White Rats.  ABSTRAK Hiperglikemia merupakan kondisi kadar gula darah yang melebihi normal, sering kali menjadi tanda awal resistensi insulin dan diabetes melitus tipe 2. Obesitas, sebagai salah satu penyebab utama diabetes, semakin meningkat secara global dan menjadi faktor risiko signifikan. VCO dikenal memiliki kandungan asam lemak rantai sedang serta senyawa antioksidan seperti tokoferol dan tokotrienol, sementara EVOO kaya akan senyawa fenolik yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Kedua minyak ini diduga berpotensi memperbaiki kondisi hiperglikemia melalui efek antioksidan dan peningkatan fungsi sel beta pankreas. Untuk mengetahui efek pemberian dari VCO dan EVOO terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) Obesitas hiperglikemi berdasarkan studi penelitian.Penelitian ini merupakan jenis penelitian true experimental pre and post control dengan menggunakan hewan coba tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus) sebanyak 24 ekor yang dibagi ke dalam 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif 1, kelompok kontrol negatif 2, kelompok VCO dan kelompok EVOO. Pada kelompok kontrol negatif 1, negatif 2 dan VCO, tidak terdapat perubahan signifikan pada kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi. Sedangkan, kelompok yang diberikan EVOO terdapat penurunan kadar glukosa darah yang signifikan setelah intervensi. Pada uji One-Way ANOVA perbedaan signifikan setelah intervensi selama 7 dan 14 hari. Penurunan kadar glukosa darah lebih tinggi ditemukan pada kelompok EVOO dibandingkan kelompok VCO maupun kelompok kontrol, menunjukkan bahwa EVOO lebih efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih obesitas hiperglikemik. Pemberian Extra Virgin Olive Oil (EVOO) lebih efektif dibandingkan Virgin Coconut Oil (VCO) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih obesitas hiperglikemik. Kata Kunci:  Virgin Coconut Oil, Extra Virgin Olive Oil, Hiperglikemia, Obesitas, Tikus Putih.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Siswa SMA 4 Makassar Gayatri, Sri Wahyuni; Iskandar, Darariani; Safitri, Asrini; Abdi, Dian Amelia; Razak, Kaisar
Jurnal BALIRESO Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v9i2.334

Abstract

Hubungan Status Gizi Dengan Derajat Hipertensi Di RSUD Abepura Jayapura Dedi, Muh.Khaidir; Safitri, Asrini; Hamzah, Pratiwi Nasir; Bamahry , Aryanti R; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.9568

Abstract

Prevalensi hipertensi terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit serius seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan ginjal. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap hipertensi adalah status gizi yang tidak seimbang, terutama obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi pasien hipertensi di RSUD Abepura Jayapura, untuk mengetahui derajat hipertensi pada pasien hipertensi di RSUD Abepura Jayapura, serta untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan derajat hipertensi di RSUD Abepura Jayapura. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian status gizi tertinggi pada pasien hipertensi di RSUD Abepura yaitu status gizi obesitas derajat 2 dengan frekuensi 64% (32 orang). Pasien hipertensi di RSUD Abepura Jayapura didapatkan pasien dengan derajat hipertensi terbanyak yaitu hipertensi derajat 2 dengan frekuensi 38 orang. Berdasarkan hasil penelitian terkait hubungan status gizi dengan derajat hipertensi disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dan derajat hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa obesitas memiliki peran penting dalam peningkatan derajat hipertensi, di mana semakin tinggi indeks massa tubuh seseorang, semakin besar risiko mengalami hipertensi yang lebih berat. Oleh karena itu, pemantauan status gizi dan pengendalian berat badan menjadi langkah penting dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi.
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak Di RS Ibnu Sina Tahun 2021 - 2023 Khairunnisa, Siti Fayka; Wahyu, Sri; Gayatri B., Sri Wahyuni; Safitri, Asrini; Arfah, Arni Isnaini
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.9666

Abstract

Salah satu faktor yang berperan dalam kejadian DBD adalah status gizi, yang berpengaruh terhadap respons imun tubuh dalam menghadapi infeksi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak dengan status gizi kurang maupun obesitas lebih berisiko mengalami DBD dengan derajat yang lebih berat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023, mengetahui status gizi pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023, serta untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan derajat Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 - 2023. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian analitik deskriptif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa karakteristik penderita pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023 memiliki mayoritas penderita dengan jenis kelamin perempuan dan usia antara 6 – 10 tahun serta derajat infeksi terbanyak yang datang rawat inap adalah DBD Grade. Hasil menunjukkan bahwa status gizi terbanyak pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023 adalah status gizi baik (Health Weight). Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan derajat Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023. Maka dapat disimpulkan bahwa status gizi berperan dalam tingkat keparahan DBD pada anak, sehingga pemantauan status gizi dapat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanganan DBD.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SCREEN TIME AND NUTRITIONAL STATUS IN STUDENTS OF THE FACULTY OF MEDICINE, MUSLIM UNIVERSITY OF INDONESIA CLASS OF 2021 M., Andi Nurdina; Nurmadilla, Nesyana; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Namirah, Hanna Aulia; Safitri, Asrini
HEARTY Vol 13 No 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i6.18663

Abstract

Screen time refers to the duration a person spends looking at electronic device screens, such as cell phones, computers, tablets, or televisions. High screen time can influence various aspects of life, including energy intake, physical activity, and nutritional status. This study aims to explore the relationship between screen time and nutritional status among students of the Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia (UMI) class of 2021. Using an observational cross-sectional design, the study involved students as respondents. Results indicated that 51% of students had sufficient screen time, while 49% had normal nutritional status. Data analysis using the chi-square test yielded a p-value of 0.118, suggesting no significant relationship between screen time and nutritional status (p > 0.05). Although screen time is often linked to lifestyle changes, such as reduced physical activity or unhealthy eating, this study concludes that it does not directly impact nutritional status in this population. The findings may serve as a foundation for future research that considers additional factors influencing nutritional status.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Tin (Ficus Carica) terhadap Peningkatan Kadar Kolesterol Total & Kadar Trigliserida pada Mencit (Mus Musculus) dengan Diet Tinggi Lemak Muthalib, Iqra Muhamad Zulmadhani Z.; Rachman, Mochammad Erwin; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin; Safitri, Asrini; Syamsu, Rachmat Faisal
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19930

Abstract

ABSTRACT Fat, especially cholesterol, plays an important role in the human body, including as a base for steroid hormones. However, high cholesterol levels can trigger atherosclerosis and various cardiovascular diseases such as hypertension, heart attack and stroke. Dyslipidemia, as a disorder of lipid metabolism, is a major risk factor for coronary heart disease, which has a high prevalence rate in Indonesia. Based on WHO data, cardiovascular disease causes 17.9 million deaths and is expected to increase to 23.3 million by 2030. Tin leaves (Ficus carica Linn) contain various active compounds such as flavonoids, alkaloids, and tannins that have potential as antioxidants. Studies show that tin leaf water extract has a good IC50 value and is able to reduce total cholesterol levels in mice. To determine the effect of antioxidant compounds contained in tin leaf extract (Ficus carica) on total cholesterol levels in mice (Musmusculus) with a fat diet, and to determine the effect of antioxidant compounds contained in tin leaf extract (Ficus carica) on triglyceride levels in mice (Musmusculus) with a fat diet. The type of research used in this study is true experimental type. There is a decrease in total cholesterol and triglyceride levels in mice (Mus Musculus) with a high-fat diet after being given tin leaf extract. Giving tin leaf extract (Ficus Carica L.) at a dose of 1.3 mg/0.5 ml effectively reduces total cholesterol and triglyceride levels in mice. Tin leaf extract (Ficus carica L.) effectively reduces total cholesterol and triglyceride levels in mice with a high-fat diet, so it has potential as a natural therapy for dyslipidemia. Keywords: Tin Leaf Extract, Total Cholesterol Level, Triglyceride Level, Mice, Fat Diet.  ABSTRAK Lemak, khususnya kolesterol, berperan penting dalam tubuh manusia, termasuk sebagai bahan dasar hormon steroid. Namun, kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu aterosklerosis dan berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke. Dislipidemia, sebagai gangguan metabolisme lipid, menjadi faktor risiko utama penyakit jantung koroner, yang memiliki angka prevalensi tinggi di Indonesia. Berdasarkan data WHO, penyakit kardiovaskular menyebabkan 17,9 juta kematian dan diperkirakan meningkat menjadi 23,3 juta pada tahun 2030.Daun tin (Ficus carica Linn) mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan tannin yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Studi menunjukkan bahwa ekstrak air daun tin memiliki nilai IC50 yang baik dan mampu menurunkan kadar kolesterol total pada mencit. untuk mengetahui efek pemberian senyawa antioksidan yang terkandung dalam ekstrak daun tin (Ficus carica) terhadap kadar kolesterol total pada mencit (Musmusculus) dengan diet lemak, serta untuk mengetahui  efek pemberian senyawa antioksidan yang  tekandung dalam ekstrak daun tin (Ficus carica) terhadap kadar trigliserida pada mencit (Musmusculus) dengan diet lemak. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental murni (true experimental). Adanya penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida pada mencit (Mus Musculus) dengan diet tinggi lemak setelah diberi ekstrak daun tin. Pemberian ekstrak daun tin (Ficus Carica L.) dengan dosis 1,3 mg/0,5 ml efektif menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida pada mencit. Ekstrak daun tin (Ficus carica L.) efektif menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida pada mencit dengan diet tinggi lemak, sehingga berpotensi sebagai terapi alami dislipidemia. Kata Kunci: Ekstrak Daun Tin, Kadar Kolesterol Total, Kadar Trigliserida, Mencit, Diet Lemak.
The Effect of Resveratrol on Fasting Blood Glucose Levels as a Parameter of Type 2 Diabetes Mellitus Rahman, Dinda Briliani; Syamsu, Rachmat Faisal; Safitri, Asrini
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i5.2714

Abstract

characterized by chronic hyperglycemia, insulin resistance, and increased oxidative stress. Resveratrol, a naturally occurring polyphenolic compound, has been widely investigated for its potential antidiabetic effects in preclinical studies, although findings across animal models remain inconsistent and require systematic synthesis. This study aimed to review and synthesize evidence on the effects of resveratrol on glycemic regulation, insulin signaling, lipid metabolism, and oxidative stress in animal models of T2DM. The review followed PRISMA 2020 guidelines. Electronic searches were conducted in PubMed, Scopus, Sinta, and Google Scholar for articles published between 2019 and 2024. Eligible studies were original experimental investigations employing animal models of T2DM with resveratrol as the primary intervention. Owing to heterogeneity in study designs and outcome measures, data were synthesized using a qualitative narrative approach. Seven studies met the inclusion criteria. Overall, resveratrol administration was associated with reductions in fasting blood glucose, improvements in insulin sensitivity, and modulation of key insulin signaling pathways, particularly the PI3K Akt FOXO1 axis. Most studies also reported favorable effects on lipid profiles and reductions in oxidative stress markers. Although one study reported no significant improvement in glycemic indices, the overall pattern indicated consistent positive metabolic effects. This systematic review suggests that resveratrol exerts antidiabetic effects in animal models of T2DM by improving glycemic control, insulin signaling, lipid metabolism, and oxidative stress regulation. However, further well designed studies are needed to clarify dose response relationships and facilitate clinical translation.
Obstructive Sleep Apnea Risk, Body Fat, and BMI in Pulmonary Tuberculosis Patients Jumaide, Nurul Isnaeni; Wiriansya, Edward Pandu; Karim, Marzelina; Safitri, Asrini; Pratama, Ahmad Ardhani
Jurnal Medisci Vol 3 No 4 (2026): Vol 3 No 4 February 2026
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/medisci.v3i4.1070

Abstract

Background: Obstructive sleep apnea (OSA) is a common sleep-related breathing disorder significantly associated with body composition abnormalities. Pulmonary tuberculosis (TB) causes structural lung damage that may predispose patients to sleep disturbances, yet the relationship between OSA and body composition in TB populations remains inadequately explored. Aim: This study aimed to investigate the association between OSA severity and body composition measures including total body fat, visceral fat, subcutaneous fat, and body mass index (BMI) among pulmonary TB patients. Methods: A cross-sectional analytical observational study was conducted at RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar from August to November 2025. Eighty-five pulmonary TB patients were selected through purposive sampling. OSA risk was assessed using the STOP-BANG questionnaire, while body composition was measured using bioelectrical impedance analysis. Chi-square tests were performed to examine associations between variables with significance set at p<0.05. Results: Significant associations were found between OSA severity and all body composition parameters: total body fat (p=0.004), visceral fat (p=0.000), subcutaneous fat (p=0.005), and BMI (p=0.000). Severe OSA showed highest prevalence of very high total body fat (46.4%), elevated visceral fat (60.7%), high subcutaneous fat (57.1%), and obesity grade 1 (35.7%). Moderate OSA occurred predominantly in underweight patients (50.0%), revealing a U-shaped BMI-OSA relationship. Conclusions: Visceral fat demonstrated the strongest association with OSA severity in pulmonary TB patients. Comprehensive body composition assessment provides superior clinical utility compared to BMI alone for OSA risk stratification. Implementation. These findings support integrating body composition monitoring into TB management protocols and provide foundation for personalized interventions addressing both infectious disease treatment and metabolic health optimization
Co-Authors Abdi, Dian Amelia Abdullah, Rezky Putri Indarwati Adriana, Delvi Ahmad Ardhani Pratama Ahyar, Farah Firjatillah Aisyah, Windy Nurul Al Qindy, Syech Muh. Ali Aspar Mappahya Alwi, Sitti Rafiqah Amalia D, Nurul Tasya Andi Tenri Sanna Ardiansyah Paputungan, Muhammad Arfah, Arni Isnaini Arifin, Arina Fathiyyah Arifuddin, Andi Tenri Sanna Aryanti R. Bamahry Azikin, Wildana Badruddin, Kartini Bamahry , Aryanti R Bamahry, Aryanti R Bamahry, Aryanti R. Basir, Hasmawati Bima, Irmayanti Haidir Churiani Darariani Iskandar Darussalam, Andi Husni Esa Dedi, Muh.Khaidir Dewi, Anna Sari Dirgahayu, A. Millaty Halifah Dwi Pratiwi Esa Darussalam, Andi Husni Fattah, Nurfachanti Fendy Dwimartyono Fitriah Fitriah Gayatri B., Sri Wahyuni Gayatri, Sri Wahyuni Guraci, Vaya Gaby Haeriyanty, Haeriyanty Hamzah, Pratiwi Nasir Harahap, Muhammad Wirawan Ida Royani Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Irsandy, Febie J, Muhammad Akbar Jumaide, Nurul Isnaeni Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Khair, Yaumil Khairunnisa, Siti Fayka Laddo, Nirwana Lantara, A. Millaty Halifah Dirgahayu Loddo, Nirwana M. Yogi Riyantama Isjoni M., Andi Nurdina Maarif, Ahmad Safei Maharani, A.Putri Salwa Dita Maharani, Ratih Natasha Mangarengi, Yusriani Mochammad Erwin Rachman, Mochammad Erwin Muchsin, Achmad Harun Mulyadi, Farah Ekawati Muthalib, Iqra Muhamad Zulmadhani Z. N, Hermiaty Namirah, Hanna Aulia Natasha, Ratih Natsir, Pratiwi Nirwan, Siti Fauziyyah Novriansyah, Zulfikri Khalil Nurhikmawati, Nurhikmawati Nurmadilla, Nesyana Nurul Aisyah, Windy Pramono, Sigit Dwi Prema Hapsari Putry, Resti Anisha Rachmat Faisal Syamsu, Rachmat Faisal Rahman, Dinda Briliani Rahmawati, Rahmawati Ratnawati, Wahida Razak, Kaisar Rizki Amalia Rizqi, Ain Tajriani Sani, Resky Mutiara Sjakir, Muh Febri Ananda Sri Julyani Sri Wahyu Suhestin, Cristy Wanti Syahril, Erlin Tahir, Akina Maulidhany Taufik, Muhammad Akram Umar, Uni Numero Risky Usri, Nur Afifah Utami, Dian Fahmi Widyadhana, Narlhiandini Mitresna Wiriansya, Edward Pandu Wisudawan, Wisudawan Wulandari, Nurul Ismi Yudistira, Amanda Tasya Reghinaa Putri Yuniati, Lisa ZA, M. Abrar Naufal Hidayatullah Zulfahmida Zulkifli, Andi Aldita Nitamapia