Claim Missing Document
Check
Articles

INVENTARISASI AIR SUMUR SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI DESA SUNGAI NIBUNG, KABUPATEN KUBU RAYA Sofiana, Mega Sari Juane; Warsidah, Warsidah; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Apriansyah, Apriansyah; Safitri, Ikha; Rudiyanto, Rudiyanto; Nurrahman, Yusuf Arief; Minsas, Sukal; Idiawati, Nora; Helena, Shifa; Nurdiansyah, Sy. Irwan; Prayitno, Dwi Imam; Harianto, Harianto; Darma, Surya
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v4i3.1623

Abstract

A common problem faced by coastal communities is the lack of clean water. This issue also occurs in the coastal area of Sungai Nibung Village, Teluk Pakedai District, Kubu Raya Regency. The community relies on dug well water; however, this water is yellowish, murky, and has an iron odor. This activity, in Community Service (PKM), aims to collect data on the condition of water and existing clean water fasilities and infrastructure, and offer treatment solutions that consider the current situation. The method was carried out through field surveys, raw water sampling, simple water testing (pH, salinity, and coagulation-flocculation tests), and observation of clean water supporting facilities. High levels of in the water can be reduced through coagulation-flocculation using soda ash and PAC to precipitate the iron. If the sedimentation stage is skipped, the workload of the filters in te available facilities becomes heavier. One applicable solution for the community is to add aeration and sedimentation tanks to oxidize and precipitate the iron.
KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (H) DAN TIMBAL (PB) PADA KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) DAN SEDIMEN DI WILAYAH MANGROVE KUALA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Kristianto, Deniomisi; Warsidah, Warsidah; Nurdiansyah, Irwan
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 1 Nomor 2 Januari 2021
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.096 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove Kuala Singkawang merupakan salah satu habitat kepiting bakau, namun wilayah ini berpotensi mengalami pencemaran logam berat akibat aktivitas manusia melalui limbah rumah tangga, tumpahnya minyak-minyak dari kapal nelayan, pengecatan kapal-kapal nelayan dan penambangan emas yang berada di bagian hulu sungai sebelum masuk ke badan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada sedimen dan kepiting bakau di Kuala Singkawang. Metode penelitian menggunakan metode observasi yang dilakukan di ekosistem mangrove Kuala Singkawang. sempel sedimen dan kepiting bakau di uji menggunakan alat Atomic Absorbans Spectrophotometry (AAS). Hasil kandungan logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada sedimen di stasiun 1 sebesar 0,0220 µg/g dan 0,1047 µg/g. Dan pada stasiun 2 sebesar 0,0223 µg/g dan 0,4207 µg/g. Batas maksimum cemaran logam merkuri pada sedimen menurut WAC sebesar 0,41 µg/g dan pada logam timbal sebesar 450 µg/g. Hasil kandungan logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada kepiting bakau di stasiun 1 sebesar 0,0973 µg/g dan tidak terdeteksi. Dan pada stasiun 2 sebesar 0,1865 µg/g dan tidak terdeteksi. Batas maksimum cemaran Pb menurut SNI No. 7387 tahun 2009 untuk pangan jenis udang dan krustasea lain adalah 0,5 µg/g dan kadar maksimum cemaran logam merkuri (Hg) pada pangan yang diperbolehkan tidak lebih dari 1 µg/g (SNI No. 7387 Tahun 2009).
Pola Sirkulasi Arus di Teluk Weda Secara Musiman dari Tahun 2010–2020 Septianingrum, Rergisza Vika Priscilla Zudianty; Apriansyah, Apriansyah; Warsidah, Warsidah
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.95517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sirkulasi laut di Teluk Weda, Pulau Halmahera, dengan pendekatan spasial dan temporal. Data arus, suhu permukaan laut dan angin diambil dari produk CMEMS dan CDS untuk periode 2010–2020. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi pola musiman arus dan hubungan antara angin muson dan dinamika arus. Selain itu, profil vertikal arus dan distribusi arus berdasarkan transek melintang dianalisis untuk melihat pola dua lapisan (two-layer flow). Hasil menunjukkan bahwa sirkulasi arus bersifat musiman dengan arus masuk melalui Laut Maluku pada musim barat dan dari arah utara Papua pada musim timur. Komponen angin zonal dan meridional berperan besar dalam mengontrol pola sirkulasi arus. Arus permukaan lebih kuat dibandingkan arus dalam, dan pola dua lapisan tercermin dalam transek vertikal, terutama saat musim transisi. Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan jangka panjang terhadap dinamika arus di wilayah timur Indonesia.
KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (H) DAN TIMBAL (PB) PADA KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) DAN SEDIMEN DI WILAYAH MANGROVE KUALA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Kristianto, Deniomisi; Warsidah, Warsidah; Nurdiansyah, Irwan
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 1 Nomor 2 Januari 2021
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove Kuala Singkawang merupakan salah satu habitat kepiting bakau, namun wilayah ini berpotensi mengalami pencemaran logam berat akibat aktivitas manusia melalui limbah rumah tangga, tumpahnya minyak-minyak dari kapal nelayan, pengecatan kapal-kapal nelayan dan penambangan emas yang berada di bagian hulu sungai sebelum masuk ke badan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada sedimen dan kepiting bakau di Kuala Singkawang. Metode penelitian menggunakan metode observasi yang dilakukan di ekosistem mangrove Kuala Singkawang. sempel sedimen dan kepiting bakau di uji menggunakan alat Atomic Absorbans Spectrophotometry (AAS). Hasil kandungan logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada sedimen di stasiun 1 sebesar 0,0220 µg/g dan 0,1047 µg/g. Dan pada stasiun 2 sebesar 0,0223 µg/g dan 0,4207 µg/g. Batas maksimum cemaran logam merkuri pada sedimen menurut WAC sebesar 0,41 µg/g dan pada logam timbal sebesar 450 µg/g. Hasil kandungan logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada kepiting bakau di stasiun 1 sebesar 0,0973 µg/g dan tidak terdeteksi. Dan pada stasiun 2 sebesar 0,1865 µg/g dan tidak terdeteksi. Batas maksimum cemaran Pb menurut SNI No. 7387 tahun 2009 untuk pangan jenis udang dan krustasea lain adalah 0,5 µg/g dan kadar maksimum cemaran logam merkuri (Hg) pada pangan yang diperbolehkan tidak lebih dari 1 µg/g (SNI No. 7387 Tahun 2009).
Spatial–Vertical Distribution of Microplastics Abundance and Characteristics in the Coastal Waters of Raha City, Muna Regency Rahman, Annisa Syaesar; Afu, La Ode Alirman; Emiyarti, Emiyarti; Warsidah, Warsidah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11347

Abstract

Microplastics are emerging pollutants increasingly detected in coastal waters and may disrupt marine ecosystem functioning as well as pose potential risks to human health. This study aimed to analyze the spatial–vertical distribution of microplastic abundance and characteristics in the coastal waters of Raha City. Sampling was conducted at three stations representing an anthropogenic activity gradient: the harbor/fish landing port (Station I), the tourism–residential area (Station II), and the river mouth (Station III). At each station, samples were collected at three depths (surface, mid-water, and near-bottom) using a plankton net, then filtered and microscopically identified based on microplastic type and color. The results showed a consistent spatial gradient, with the highest mean abundance at Station I (5.58 particles/m³), followed by Station III (4.45 particles/m³), and the lowest at Station II (1.87 particles/m³). Vertically, microplastic abundance tended to be higher in the surface and mid-water layers than near the bottom, indicating the dominance of low-density particles remaining suspended in the water column. Microplastic characteristics were dominated by fibers across all stations, while black-colored particles were most frequently observed, accounting for >30% at each station. These findings confirm the strong contribution of fisheries–harbor activities and land-based waste inputs (particularly via the river mouth) as the main sources of microplastics in the study area. This study provides important baseline data on the three-dimensional distribution of microplastics in the coastal waters of Raha City and underscores the need to strengthen land-based waste management and regulate marine-related activities in the area.
Co-Authors . Apriansyah A. Kushadiwijayanto, Arie A.Nurrahman, Yusuf Ade Hidayat, Ade Agustina, Sella Alfadzri, Andry Amelia, Debie Rizky Amran, Arman Andini, Dina Andryani, Semi Apriansyah Ari Widiyantoro Arief Nurrahman, Yusuf Aritonang, Anthoni B. Aritonang, Anthoni Batahan Ashari, Asri Mulya Astuti, Mega Sri Aswandi Aswandi, Aswandi Awlia, Isti Ayyash, Muhammad Yahya Bambang Kurniadi, Bambang BAMBANG SUJATMIKO Cahyany, Brigita Sari Kusuma Dahliana Dahliana dedi irawan Deni Deni Diah Wulandari Rousdy Dwi Gusmalawati Dzul Fadly Edwin Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Fadliah Nur, Andi Denisa Farhaby, Arthur M Gusti Eva Tavita Haq, Izhar Amirul Hardan, Hardan Harianto Harianto Harianto Harianto, Miko Hasanah, Fadiah Amalia Helena, Shifa Hidayat, Maulana Idawati, Nora Ikha Ikha Safitri Irawan, Suhardi Irwan Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Izroil, Uwaiz Maulana Jayatri, Rahmi Jayuska, Afghani Juane, Mega Sari Junaidi, Levy Juniarti Juniarti Kalija, Tedi Ahmad Kasbutin, Hendri Kristianto, Deniomisi Kurniawanalamm Kushadiwijayanto , Arie Antasari Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusuma, Kwirinus Rio Kusumardana, Setra La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman Laili Fitri Yeni Laksmitandari, Gania Ahlul Jannah Listy, Irma Lucky Hartanti, Lucky Lukas, Novan Luis Pernando Mardianto, Tomi Mardini, Delvia Devi Mariana Br. Surbakti Maser, Agnes Putri Masriani . Mega Sari Juane Sofiana Meidiantino, Stefans Melia Trianasta Minsas , Sukal Minsas, Sukal Muhardi Muhardi Muliadi Nabil, Ilhan Nail Neva Satyahadewi Nora Idiawati Noyanti, Resti Nur, Widia Nurdiansyah , Syarif Irwan Nurdiansyah, Irwan Nurdiansyah, Irwan Syarif Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurhamidah, Anggia Nurrahman , Yusuf Arief Nurul Asikin Oktavia Oktavia Oktavia Paulus Paulus Pratiwi, Mutiara Anugerah Prayitno, Dwi Imam Priani , Wina Puji Ardiningsih Putri, Kristina Meissy Andini Raden Mohamad Herdian Bhakti Rafdinal Rafdinal Rahman, Annisa Syaesar Rahmat Rasmawan Retno, Mayang Sari Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Linda Rudiyansyah Rudiyansyah Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto S.J Sofiana, Mega Safitri , Ikha Sakina, Haiwatus Samira Samira Satyahadewi , Neva Selviana, Alya Septianingrum, Rergisza Vika Priscilla Zudianty Siahaan, Jni Walbet Sihotang, Nesya Lia Simamora, Chinda Setia Lestari Sofiana, Mega Sj Sudiono, Gatot Sukal Minsas Suparnawati, Suparnawati Supriwanti, Supriwanti Surya Darma Sy. Irwan Nurdiansyah Tahirah Hasan Tengku Riza Zarzani N Tia Nuraya Triono, Riski WAHYUNI Waldi Widian Sari, Margareta Lita yasnidar yasir Yuliono, Agus Yunivah, Adinda Yusuf Arief Nurrahman `B Aritonang, Anthoni