Claim Missing Document
Check
Articles

Essential Mineral Profile of Lingula unguis from Mutiara Beach Waters as a Functional Food Candidate Minsas , Sukal; Warsidah, Warsidah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6987

Abstract

Stunting is a national health problem that is still of great concern to the government. One effort to prevent stunting is to search for local food ingredients that contain nutritional value as an indicator of their ability to become anti-stunting candidates. Sea bean sprouts or also called Lingua unguis are a type of shellfish found on Mutiara Beach, Sukadana City, North Kayong, empirically used by coastal communities as a family food menu. This study aims to determine the content of the essential metals iron (Fe), zinc (Zn) and iodine (I) as elements of nutritious food used to prevent stunting. The research results showed that the Fe, Zn and I contents were 92.09 ppm, 26.44 ppm and 15.2 ppm respectively. Determination of essential mineral content using the Inductively Coupled Plasma (ICP) Mass Spectorophotometer (ICP-MS) instrument.
Production and characterization of Macronutrient and Zn in Rucah Fish Meatballs with the Addition of Eucheuma cottonii Seaweed Warsidah, Warsidah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.7001

Abstract

Trash fish has high nutritional content such as protein, fat and essential minerals, so it has the potential to be used as a processed product for snacks. This research aims to make meatballs from trash fish which are added with Eucheuma cottonii seaweed pulp as a binding agent, to partially substitute the use of wheat flour. This research was carried out by comparing the macronutrient and essential mineral Zn content between trash fish meatballs with the addition of E. cottonii and trash fish using wheat flour alone. The characteristics evaluated include texture and taste, water content, ash content, protein content, fat content and carbohydrate content as well as the essential mineral sen (Zn). The results showed that the addition of Eucheuma cottonii flour significantly improved the texture and taste of trash fish meatballs with an average protein content of 17.55%, average fat of 5.57%, carbohydrates of 14.07% and zinc of 5.6 ppm. Trash fish meatballs without the addition of E. cottonii showed a protein content of 15.15, fat of 5.2%, carbohydrates of 22.09% and zinc of 4.2 ppm.
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Mangrove di Kawasan Ekowisata Borneo Bahari Desa Sungai Kakap Kalimantan Barat Cahyany, Brigita Sari Kusuma; Juniarti, Juniarti; Alfadzri, Andry; Listy, Irma; Awlia, Isti; Hidayat, Ade; Triono, Riski; Warsidah, Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.94959

Abstract

Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mempunyai total luasan area ekosistem mangrove mencapai 44.625,76 hektar. Ekosistem mangrove memiliki potensi besar sebagai sumber metabolit sekunder yang berperan penting dalam mekanisme adaptasi terhadap tekanan lingkungan. Kawasan ekowisata Borneo Bahari yang berada di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya merupakan area pesisir yang ditumbuhi oleh berbagai jenis mangrove seperti Acanthus ilicifolius, Avicennia marina, dan Sonneratia caseolaris. Namun, belum ada kajian mengenai kandungan metabolit sekunder pada mangrove di kawasan ekowisata Borneo Bahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder pada daun Acanthus ilicifolius, Avicennia marina, dan Sonneratia caseolaris. Metabolit sekunder dari ketiga jenis mangrove diekstraksi dengan pelarut etanol menggunakan metode maserasi. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol A. ilcifolius mengandung flavonoid dan saponin. Mangrove A. marina mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid. Jenis S. caseolaris menunjukkan ekstrak mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan steroid. Temuan ini menjadi dasar awal dalam eksplorasi lebih lanjut seperti potensi bioaktivitas metabolit sekunder dari mangrove di wilayah tersebut.
Peningkatan Keterampilan dan Perekonomian Masyarakat Pesisir Pulau Lemukutan melalui Pelatihan Pembuatan Snack Berbasis Rumput laut Safitri, Ikha; Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane; Yuliono, Agus
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 4 No 2 (2021): 2021: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.247 KB) | DOI: 10.22146/bakti.1872

Abstract

The waters of Lemukutan Island have the potential of natural resources, including seaweed. Since 2011, Lemukutan Island has been the largest seaweed cultivation center in West Kalimantan. However, the Covid-19 pandemic has attacked all sectors and caused a decline in prices for fishery-based food commodities. This condition causes the farmers to suffer losses and the seaweed cultivation activity also decreases. Training on making snacks and seaweed jelly boba has been carried out to revive the economy of the coastal communities of Lemukutan Island. This activity involves all levels of the community through representatives of each RT using a hybrid method. Training is carried out with strict health protocols. This activity aims to improve the skills of coastal communities in processing seaweed-based foods. The training participants were very enthusiastic, from the presentation about the benefits of consuming seaweed for human health to the practice of making seaweed snacks and jelly. ===== Perairan Pulau Lemukutan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah termasuk rumput laut. Sejak 2011, Pulau Lemukutan menjadi sentra usaha budi daya rumput laut terbesar di Kalimantan Barat. Namun, pandemi Covid-19 telah menyerang semua sektor kehidupan dan menyebabkan kemerosotan harga pada komoditas pangan berbasis perikanan. Kondisi ini mengakibatkan pembudi daya mengalami kerugian dan usaha budi daya rumput laut di Pulau Lemukutan juga menurun. Pelatihan pembuatan snack krenyes dan jelly boba rumput laut telah dilaksanakan untuk menumbuhkan kembali perekonomian masyarakat pesisir Pulau Lemukutan. Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat Pulau Lemukutan melalui perwakilan tiap RT dengan metode hibrid. Pelatihan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang tegas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengolah makanan berbasis rumput laut. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan, mulai dari pemaparan materi tentang manfaat dari mengonsumsi rumput laut bagi kesehatan manusia hingga praktik pembuatan snack dan jelly rumput laut.
IPTEK bagi Masyarakat Perbatasan Entikong dalam Pengolahan Kerajinan Bambu Tavita, Gusti Eva; Warsidah, Warsidah; Aritonang, Anthoni B.; Ashari, Asri Mulya
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 4 No 2 (2021): 2021: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.016 KB) | DOI: 10.22146/bakti.2297

Abstract

Entikong is one of Indonesia's land border areas with Sarawak Malaysia, which is the gateway for economic and business activities. Despite being the front porch of a country, the fact is that the border areas of the State are very conditioned with lag. Limited access to public service resources and the inadequate community ability in processing natural resources including agriculture and plantations are the dominant factors influencing the lag of a border area. Bamboo is one of the abundant forest products in Entikong. The use of bamboo in the community is still limited to its use as building materials (scaffolding) and as a protective fence for plants in the gardens of the citizens. Bamboo Rope (Gigantochloa hasskarliana Kurz) species of bamboo found in the Entikong region, where elsewhere it generally makes it as a household handicraft material, but has not been used effectively in the entikong region. Community service activities aim to improve the skills of the Entikong community in processing bamboo plants as handicrafts of household goods of economic value so that it can be an additional source of income for the people on the border ===== Entikong adalah wilayah perbatasan darat Indonesia dengan Sarawak Malaysia, yang menjadi gerbang kegiatan ekonomi dan perniagaan. Meskipun menjadi beranda depan dari suatu negara, kenyataannya bahwa wilayah batas negara sangat sarat dengan ketertinggalan. Keterbatasan mengakses sumber-sumber pelayanan masyarakat dan kemampuan masyarakat yang tidak memadai dalam mengolah sumber daya alam termasuk pertanian dan perkebunan merupakan faktor yang dominan memengaruhi ketertinggalan sebuah wilayah perbatasan. Bambu adalah salah satu hasil hutan yang kelimpahannya besar di daerah Entikong. Pemanfaatan bambu dalam masyarakat masih terbatas pada penggunaannya sebagai bahan bangunan (perancah) dan sebagai pagar pelindung tanaman di kebun-kebun warga. Bambu tali (Gigantochloa hasskarliana Kurz.) adalah salah satu spesies bambu yang terdapat di wilayah Entikong. Di tempat lain umumnya menjadikannya sebagai bahan kerajinan rumah tangga, tetapi belum dimanfaatkan secara efektif di wilayah Entikong. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga masyarakat Entikong dalam mengolah tanaman bambu sebagai kerajinan alat-alat rumah tangga yang bernilai ekonomis sehingga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan masyarakat di perbatasan tersebut.
Pelatihan Pengolahan Bingke’ berbahan Eucheuma cottonii pada Mahasiswa dan Alumni Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura minsas, sukal; warsidah; Nurdiansyah , Syarif Irwan; Helena, Shifa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bingke' is a typical Pontianak food made from eggs, coconut milk, granulated sugar and wheat flour. Some of the existing flavor variants include pumpkin, potato, taro and corn, which apart from providing a new taste, are also a partial substitute for wheat flour. The aim of this PKM activity is to improve the skills and understanding of activity participants, namely marine science students and alumni, in processing fishery products into bingke' as a high-fiber food preparation, as well as developing a business utilizing E. cottonii seaweed, which is one of the one of the leading fisheries commodities in West Kalimantan. The activity was attended by 18 participants consisting of 9 students and 9 alumni of the Department of Marine Science, Tanjungpura University. From the evaluation results during the activity until the end, it shows that the training participants already have the knowledge and skills in making seaweed-based bingke, with a savory and delicious taste and a distinctive seaweed aroma and a medium consistency, not hard and not too soft.
Program Open Ship Day Sebagai Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) Kalimantan Barat Warsidah; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane; Kushadiwijayanto , Arie Antasari; Nurrahman , Yusuf Arief; Helena, Shifa; Nurdiansyah , Syarif Irwan; Edwin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has very high marine fisheries resources so it is often the target of illegal fishing, both by local Indonesian fishermen who do not have permits to use special fishing gear and by foreign fishermen who enter Indonesian territorial waters. The Marine Fisheries Resources Monitoring Station (PSDKP) is the spearhead of monitoring and controlling the management of marine fisheries resources in Indonesian waters. The aim of this activity is to obtain information about the monitoring mechanism for marine fisheries resources in Indonesian waters, especially for WPP711 which covers the operational areas of the Natuna Sea, North Natuna Sea and Karimata Strait through Open Ship Day activities. The scope of PSDKP activities is from upstream to downstream processes, from monitoring and controlling fishing regulations to the monitoring and controlling of fish cultivation regulations and fishery product processing. The activity was attended by 20 participants consisting of students from the Marine Science Study Program at Tanjungpura University. The activity was carried out using the educational lecture method and a simulation of the mechanism for catching fishing vessels carrying out illegal fishing by the ABK Hiu Macan 01 team. The evaluation results showed that the participants in this activity had a good understanding of the mechanism for monitoring and controlling the use of fisheries marine resources in the WPP711 zone and got an overview of mechanism for encircling and arresting foreign fishing vessels that carry out illegal fishing.
Sosialisasi Peran Multipihak dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Kalimantan Barat melalui Forum Group Discussion Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Kusumardana, Setra; Safitri, Ikha; Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane; Sukardi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Barat memiliki potensi ekosistem pesisir dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, seperti mangrove, lamun, terumbu karang, dan sumberdaya kelautan dan perikanan. Selain itu, di beberapa Kabupaten pesisir Kalimantan Barat juga ditemukan biota endemik, biota yang dilindungi maupun terancam punah. Potensi tersebut menjadi dasar penetapan lima kawasan konservasi perairan di Kalimantan Barat. Dalam rentang waktu 2019 – 2023, pengelolaan kawasan konservasi Kalimantan Barat menghadapi banyak tantangan sekaligus menawarkan banyak peluang yang dapat dilakukan. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah kurangnya kesadartahuan masyarakat tentang konservasi dan pengelolaan laut secara berkelanjutan. Focus Group Discussion dan seminar membahas tantangan dan peluang dalam mengembangkan usaha konservasi inklusif yang berkelanjutan sebagai sumber perekonomian bagi masyarakat pesisir. Untuk menjamin keberlanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan serta pengelolaan yang efektif, diperlukan adanya peran multipihak. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat pesisir dapat mewujudkan solusi inovatif dan komitmen untuk mendukung keberlanjutan lingkungan laut dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Sosialisasi dan Edukasi Pengolahan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk Pencegahan Kasus Stunting pada Anak Balita Linda, Riza; Warsidah, Warsidah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i4.2289

Abstract

Complementary foods for breast milk (MPASI) are additional foods given to babies at the age of 6 months. The still high prevalence of stunting cases in Indonesia is a strong warning to always try to promote prevention efforts. The aim of this community service activity (PKM) is to educate residents of the Southeast Pontianak Subdistrict, Pontianak City in processing MPASI porridge so that toddlers have adequate sources of protein, carbohydrates and fat and are free from cases of stunting. The activity was attended by 30 participants consisting of housewives and young women. Delivery of activity material by means of an educational lecture followed by a demonstration of making MPASI porridge in a participant participatory manner. The results of the activity evaluation showed that there was an increase in the ability of activity participants in cooking MPASI porridge as well as an increase in understanding regarding stunting including the causal factors and prevention efforts
Inisasi Eduwisata Kubu Raya Estuary Cruise Sebagai Upaya Konservasi Inklusif Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Kusumardana, Setra; Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Juane Sofiana, Mega Sari; Apriansyah, Apriansyah; Arief Nurrahman, Yusuf; Irwan Nurdiansyah, Syarif; Minsas, Sukal; Agustina, Sella
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2692

Abstract

Teluk Bengkolan (Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat) merupakan kawasan laut semi tertutup (estuaria) serta memiliki kondisi ekosistem mangrove sangat baik dan memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi. Meskipun demikian, terdapat dilema yang membebani usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Teluk Bengkolan. Peran Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura (PSIK Untan) menjadi sangat penting dalam mengatasi dilema ini. Dan untuk mengakomodir tridharma tersebut, PSIK Untan membuat program inovasi wisata pendidikan bertajuk Pelayaran Estuari Kubu Raya (Estuary Kubu Raya Cruise) yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui wisata dan upaya konservasi melalui penyadartahuan khalayak. Kegiatan Pelayaran Pendidikan ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak dan dilaksanakan pada tanggal 13 – 15 Oktober 2023 di Estuari Teluk Bengkolan, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu dosen dan mahasiswa PSIK Untan, Yayasan Webe Konservasi Ketapang, Lembaga Pengelola Hutan Desa Sugai Nibung, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dan KM Arif Azam Jaya. Pelayaran yang berlangsung selama 3 hari 2 malam memberikan pengamalan belajar bagi peserta pelayaran. Manfaat dari kegiatan ini tidak hanya diperoleh peserta namun juga masyarakat Desa Sungai Nibung. Pelayaran memberi dampak pada peningkatan minat peserta dan masyarakat untuk menjaga dan mengelola lingkungan berkelanjutan serta membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat.
Co-Authors . Apriansyah A. Kushadiwijayanto, Arie A.Nurrahman, Yusuf Ade Hidayat, Ade Agustina, Sella Alfadzri, Andry Amelia, Debie Rizky Amran, Arman Andini, Dina Andryani, Semi Apriansyah Apriyanti, Jumi Ari Widiyantoro Arief Nurrahman, Yusuf Aritonang, Anthoni B. Aritonang, Anthoni Batahan Ashari, Asri Mulya Astuti, Mega Sri Aswandi Aswandi, Aswandi Awlia, Isti Ayyash, Muhammad Yahya Bambang Kurniadi, Bambang BAMBANG SUJATMIKO Cahyany, Brigita Sari Kusuma Dahliana Dahliana dedi irawan Deni Deni Diah Wulandari Rousdy Dwi Gusmalawati Dzul Fadly Edwin Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Fadliah Nur, Andi Denisa Fajria, Rizka Farhaby, Arthur M Gusti Eva Tavita Haq, Izhar Amirul Hardan, Hardan Harianto Harianto Harianto, Miko Hasanah, Fadiah Amalia Helena, Shifa Hidayat, Maulana Idawati, Nora Ikha Ikha Safitri Irawan, Suhardi Irwan Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Izroil, Uwaiz Maulana Jayatri, Rahmi Jayuska, Afghani Juane, Mega Sari Junaidi, Levy Juniarti Juniarti Kalija, Tedi Ahmad Kasbutin, Hendri Kristianto, Deniomisi Kurniawanalamm Kushadiwijayanto , Arie Antasari Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusuma, Kwirinus Rio Kusumardana, Setra La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman Laili Fitri Yeni Laksmitandari, Gania Ahlul Jannah Listy, Irma Lucky Hartanti, Lucky Lukas, Novan Luis Pernando Mardianto, Tomi Mardini, Delvia Devi Mariana Br. Surbakti Maser, Agnes Putri Masriani . Mega Sari Juane Sofiana Meidiantino, Stefans Melia Trianasta Minsas , Sukal Minsas, Sukal Muhardi Muhardi Muliadi Nora Idiawati Noyanti, Resti Nur, Widia Nurdiansyah , Syarif Irwan Nurdiansyah, Irwan Nurdiansyah, Irwan Syarif Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurhamidah, Anggia Nurrahman , Yusuf Arief Nurul Asikin Oktavia Oktavia Oktavia Paulus Paulus Pratiwi, Mutiara Anugerah Prayitno, Dwi Imam Priani , Wina Puji Ardiningsih Putri, Kristina Meissy Andini Raden Mohamad Herdian Bhakti Rafdinal Rafdinal Rahman, Annisa Syaesar Rahmat Rasmawan Retno, Mayang Sari Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Linda Rudiyansyah Rudiyansyah Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto S.J Sofiana, Mega Safitri , Ikha Sakina, Haiwatus Samira Samira Satyahadewi , Neva Selviana, Alya Septianingrum, Rergisza Vika Priscilla Zudianty Siahaan, Jni Walbet Sihotang, Nesya Lia Simamora, Chinda Setia Lestari Sofiana, Mega Sj Sudiono, Gatot Suparnawati, Suparnawati Supriwanti, Supriwanti Surya Darma Sy. Irwan Nurdiansyah Tahirah Hasan Tengku Riza Zarzani N Triono, Riski WAHYUNI Waldi Widian Sari, Margareta Lita yasnidar yasir Yuliono, Agus Yunivah, Adinda Yusuf Arief Nurrahman `B Aritonang, Anthoni