Claim Missing Document
Check
Articles

Kandungan nutrien dan fitohormon rumput laut cokelat dari Perairan Pulau Lemukutan Kalimantan Barat: Nutrient and phytohormone of Sargassum polycystum and Padina australis from Lemukutan Island Waters West Kalimantan Sofiana, Mega Sari Juane; Mardini, Delvia Devi; Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i4.46965

Abstract

Pulau Lemukutan merupakan salah satu pulau kecil di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang, Kalimantan Barat. Keanekaragaman hayati di perairan pulau ini cukup tinggi dan melimpah, salah satunya adalah rumput laut. Rumput laut cokelat jenis Sargassum polycystum dan Padina australis paling banyak ditemukan di perairan ini dengan pemanfaatannya yang kurang optimal. Rumput laut cokelat telah banyak dilaporkan memiliki zat pengatur tumbuh (ZPT), mineral, dan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai biostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pH terbaik (asam, basa, dan netral) dalam mengekstrak kandungan nutrien dan fitohormon pada rumput laut S. polycystum dan P. australis asal perairan Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Nutrien tersebut diekstrak dari rumput laut dengan pH yang berbeda, yaitu 3, 7 dan 9. Ekstraksi dilakukan pada kondisi asam (SA dan PA), netral (SN dan PN) dan basa (SB dan PB). Kandungan nutrisi (N, P, K) dianalisis mengacu pada AOAC (Association of Official Analytical Chemist). Analisis fitohormon dilakukan dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Konsentrasi N, P dan K tertinggi yaitu 0,14% (SN dan PN); 0,03% (SA) dan 0,59% (SB). Hasil ini menunjukkan nutrien tertinggi terkandung pada S. polycystum dibandingkan P. australis. Fitohormon tertinggi terkandung pada S. polycystum, yaitu auksin 8,40 mg/g dan zeatin 17,99 mg/g.
Pendataan Potensi Bioekologi di Pesisir Desa Sungai Nibung dalam Mendukung Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi Nurdiansyah, Syarif Irwan; Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Sofiana, Mega Sari Juane
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13668

Abstract

Desa Sungai Nibung sebagai salah satu kawasan pesisir di Kabupaten Kubu Raya memiliki potensi sumberdaya alam hayati dengan tingkat keanekaragaman tinggi. Potensi tersebut membuat Desa Sungai Nibung ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) di Kalimantan barat dengan target konservasi yaitu mangrove. Ekosistem mangrove memegang peran penting secara ekologis dan ekonomis sebagai habitat berbagai jenis organisme akuatik, serta potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendapatkan data inventarisasi potensi kawasan di pesisir Desa Sungai Nibung, Kalimantan Barat. Pendataan potensi sumberdaya hayati dapat dijadikan sebagai informasi dasar dalam mendukung rencana dan optimalisasi pengelolaan kawasan konservasi. Kegiatan dilaksanakan pada Desember 2022 – Februari 2023. Pelaksanaan kegiatan meliputi pendataan keanekaragaman jenis mangrove, kepiting bakau, kerang, keong yang dilakukan secara eksploratif. Sedangkan, pengamatan kondisi kualitas perairan dilakukan secara in situ. Hasil Pendataan menunjukkan bahwa vegetasi mangrove memiliki tingkat keanekaragaman jenis tinggi dengan ditemukannya delapan belas spesies mangrove sejati. Terdapat tiga spesies kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kerang dan keong juga merupakan komoditas perikanan penting di Desa Sungai Nibung yang dapat mendukung pendapatan masyarakat. Selain itu, beberapa jenis keong mangrove dapat dikonsumsi dan dijadikan alternatif sumber protein hewani dengan kandungan tinggi protein, rendah lemak, dan beberapa makro mineral esensial. Data kualitas perairan dapat digunakan sebagai dasar dalam mendukung peruntukan wilayah, misalnya untuk budidaya perikanan, aktivitas pelayaran, maupun pengembangan ekowisata. 
PEMANFAATAN DAUN NIPAH SEBAGAI POLYBAG ECOFRIENDLY UNTUK PENYEMAIAN ANAKAN MANGROVE DI DESA SUNGAI NIBUNG Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Safitri, Ikha; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Apriansyah, Apriansyah; Sofiana, Mega Sari Juane
Bina Bahari Vol 4, No 3 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v4i3.118

Abstract

Desa Sungai Nibung memiliki ekosistem mangrove dengan keanekaragaman jenis mangrove yang tinggi. Desa ini memiliki kurang lebih 18 spesies mangrove yang berbeda. Mangrove ini perlu dilestarikan dengan menjaga ekosistem dan lingkungan dan penanaman. Penanaman mangrove dapat dimulai dengan penyemaian anakan mangrove. Penyemaian dilakukan dengan menanam propagul dari tiap jenis mangrove dan ditanam dengan media tanah dari tempat asalnya dengan menggunakan polybag. Polybag umumnya terbuat dari plastik jenis polietilena yang non-degradable. Sifatnya yang sulit terurai akan menjadi sampah plastik yang merusak lingkungan. Oleh karena itu, polybag yang ramah lingkungan dibutuhkan sebagai wadah penanaman propagul mangrove. Polybag ramah lingkungan dapat dibuat dari daun nipah yang dikeringkan. Nipah ditemukan hampir di semua daerah di Desa Sungai Nibung. Daunnya belum dimanfaatkan oleh masyarakat, padahal daun ini sangat mudah untuk diolah dan digunakan sebagai kerajinan tangan. Oleh karena itu, pelatihan ke mahasiswa dan masyarakat setempat untuk memanfaatkan daun nipah sebagai polybag ecofriendly perlu dilakukan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengedukasi mahasiswa dan masyarakat tentang pemanfaatan potensi lokal daun nipah sebagai polybag ramah lingkungan dan pentingnya pelestarian mangrove. Pelatihan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan dan mitra masyarakat Desa Sungai Nibung sebanyak 15 orang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan anyaman daun nipah. Hasilnya, peserta mampu memahami manfaat daun nipah dan terampil menganyam menjadi polybag ecofriendly. Kegiatan ini tidak hanya mendukung konservasi mangrove, tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan potensi lokal berkelanjutan.
INVENTARISASI AIR SUMUR SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI DESA SUNGAI NIBUNG, KABUPATEN KUBU RAYA Sofiana, Mega Sari Juane; Harianto, Harianto; Prayitno, Dwi Imam; Nurdiansyah, Sy. Irwan; Helena, Shifa; Idiawati, Nora; Minsas, Sukal; Nurrahman, Yusuf Arief; Rudiyanto, Rudiyanto; Safitri, Ikha; Apriansyah, Apriansyah; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Warsidah, Warsidah; Darma, Surya
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v4i3.1623

Abstract

A common problem faced by coastal communities is the lack of clean water kamislot. This issue also occurs in the coastal area of Sungai Nibung Village, Teluk Pakedai District, Kubu Raya Regency. The community relies on dug well water; however, this water is yellowish, murky, and has an iron odor. This activity, in Community Service (PKM), aims to collect data on the condition of water and existing clean water fasilities and infrastructure, and offer treatment solutions that consider the current situation. The method was carried out through field surveys, raw water sampling, simple water testing (pH, salinity, and coagulation-flocculation tests), and observation of clean water supporting facilities. High levels of in the water can be reduced through coagulation-flocculation using soda ash and PAC to precipitate the iron. If the sedimentation stage is skipped, the workload of the filters in te available facilities becomes heavier. One applicable solution for the community is to add aeration and sedimentation tanks to oxidize and precipitate the iron.
Struktur Komunitas Bivalvia di Perairan Muara Desa Dabong Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Galih, Muhammad; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane
Oseanologia Vol 5, No 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v5i1.98024

Abstract

Desa Dabong terletak di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah ± 9.815 ha. Muara perairan sebagai pertemuan air sungai dan laut memiliki produktivitas tinggi serta menjadi habitat penting bagi berbagai organisme akuatik, termasuk bivalvia. Bivalvia termasuk ke dalam kelas moluska yang bercangkang umumnya hidup sebagai organisme bentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas dan kondisi lingkungan yang memengaruhi keberlangsungan hidup bivalvia di kawasan muara Desa Dabong, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan 5 stasiun yang berbeda dan masing-masing stasiun terdapat 10 plot dengan ukuran 1x1 m2. Struktur komunitas bivalvia yang ditemukan pada perairan muara Desa Dabong terdiri dari 4 spesies yaitu, Tegillarca granosa, Quidnipagus palatam, Semele cordiformis dan Meretrix meretrix. Nilai kepadatan bivalvia berada pada kisaran rentang 1,6-6,3 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) berada pada rentang (0-1,01), indeks keseragaman (E) (0-0,98), indeks dominansi (C) (0,38-1). Parameter lingkungan di kawasan perairan muara Desa Dabong menghasilkan nilai yang tergolong optimal bagi kehidupan bivalvia.
Penggunaan Data Oseanografi dan Meteorologi Dalam Menentukan Calon Lokasi Budidaya Rumput Laut di Pesisir Jawai Selatan Nurbaiti Nurbaiti; Apriansyah Apriansyah; Ikha Safitri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.879-886

Abstract

Pesisir Kecamatan Jawai Selatan memiliki sumber daya laut yang melimpah, mendukung pendapatan ekonomi melalui penangkapan ikan, wisata pantai, dan budidaya laut, termasuk budidaya rumput laut oleh masyarakat. Namun, budidaya rumput laut sering menghadapi tantangan seperti kegagalan panen, serta rendahnya produktivitas yang dipengaruhi oleh kualitas air dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter oseanografi dan meteorologi untuk menentukan kelayakan perairan sebagai calon lokasi budidaya rumput laut. Metode yang digunakan meliputi analisis kesesuaian parameter kualitas air dengan menyusun matriks kesesuaian berdasarkan studi pustaka, serta analisis keruangan melalui skoring dan pembobotan faktor. Hasil penelitian di lokasi penelitian menunjukkan bahwa variasi kondisi perairan seperti salinitas, suhu permukaan laut, kecepatan arus, kecepatan angin dan curah hujan dipengaruhi oleh faktor-faktor pembatas seperti kecepatan arus dan kecepatan angin. Hasil penentuan lokasi budidaya rumput laut memeperlihatkan perairan Jawai Selatan cocok ditanami rumput laut. Waktu penanaman rumput laut yang sesuai dilakukan pada bulan April hingga November.
Exploration of Microalgal Role as Bioindicator to Evaluate Water Quality in the Waters of Desa Sungai Nibung West Kalimantan Ikha Safitri; Mega Sari Juane Sofiana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 9 (2024): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i9.8162

Abstract

The coastal area of Desa Sungai Nibung is a conservation area with high biodiversity. This area has been used for various activities, such as capture and aquaculture fisheries, shipping traffic, and tourism. These activities could affect the waters, ecosystems, and biodiversity condition. Water quality is determined by several parameters, which one of the bioindicators is microalgae. The presence of certain microalgae contributes to the change in the color of the water which indicates the presence of HABS phenomenon. Therefore, this study aimed to determine the composition of microalgae in the waters of Desa Sungai Nibung. Water samples were taken by purposive sampling method in 5 stations with different environmental characteristics. Each station was taken surface water using a plankton net. Microalgae in the samples were then observed with a microscope and their abundance was calculated. The composition of microalgae consisted of 22 genera, belonging to Bacillariophyceae (14 genera), Dinophyceae (7 genera), and Chlorophyceae (1 genus). The Bacillariophyceae dominated the waters with a percentage of 63.66%. Microalgae abundance ranged from 3.94-7,329.25 ind/L with oligotrophic and mesotrophic categories. The diversity index was low to medium (0.74-1.78), Evenness index was low to medium (0.31-0.66), and dominance index was low to high (0.24-0.74).
Sosialisasi dan Edukasi Konservasi Penyu di KKP3K Paloh “Menjaga Penyu, Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan” Agus Yuliono; Ikha Safitri; Mega Sari Juane Sofiana; Hendro Susanto; Zulfian Zulfian
Journal of Community Development Vol. 4 No. 3 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v4i3.188

Abstract

Paloh District is a turtle conservation area designated by the Minister of Maritime Affairs and Fisheries. This conservation area is managed by local community groups and the WWF-Indonesia Foundation under the authority of the West Kalimantan Province Maritime and Fisheries Service. Turtles are protected biota because of their endangered status. However, the community, especially local residents, do not yet have awareness of the importance of protecting this biota and also maintaining the balance of the surrounding ecosystem. Several cases occurred in Paloh, namely poaching for turtle eggs, degradation of turtle nesting beach habitat and marine debris pollution. Therefore, socialization and education on turtle conservation needs to be carried out, especially in the Paloh turtle conservation area. Activity participants are pupils, students and the community. The education and socalization provided includes the types of turtles, their conservation status and the protection efforts that can be taken. The aim of this community services was provided awareness for the community so that they participate in efforts to protect turtles and their habitat. Participants were very enthusiastic in taking part in the entire series of activities. There were five (5) participants who answered the questions correctly and received gifts from the organizing committee.
Coastal Clean Up sebagai Upaya Penguatan Strategi Pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KKP3K) Paloh Kalimantan Barat Agus Yuliono; Ikha Safitri; Mega Sari Juane Sofiana; Hendro Susanto; Zulfian Zulfian
Journal of Community Development Vol. 4 No. 3 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v4i3.193

Abstract

Paloh District is a coastal area which directly borders to Sarawak (Malaysia) and the Natuna Sea. This area has the potential for marine and coastal resources, such as mangrove ecosystems, coral reefs and turtles, so it has been designated as one of the conservation areas in West Kalimantan. To date, in the management of KKP3K Paloh, there are still many challenges, one of them is plastic waste contamination. Plastic waste is a global and very complex problem, because it can have a negative impact on biota, ecosystems and human health. The results of a report from BKSDA in collaboration with the WWF-Indonesia Foundation, found that 21 young turtles were died on Paloh Beach, West Kalimantan due to plastic waste was found in their digestive tract. Plastic accumulation in the aquatic environment occurs when the rate of input of plastic pollution into an area exceeds the rate of natural removal processes. Therefore, it is needed an action to reduce the amount of plastic waste accumulated in coastal and marine areas. This activity aimed to reduce the amount of plastic waste on Sungai Belacan Beach, Paloh District, West Kalimantan. Apart from that, this activity was an effort to strengthen the management strategy for the Coastal and Small Islands Conservation Area (KKP3K) in Paloh, West Kalimantan. Community Service Activities were carried out at Sungai Belacan Beach. The results found the waste types consisting of plastic bottles, glass bottles, medicine bottles, drink cups/packaging, food and beauty product packaging, stereofoam, plastic bags and ropes, fishermen's fishing gear, and wood. Plastic waste has the highest percentage (95%), then wood waste (3%), and other types of waste (2%).
Estuary Clean Up dalam Mendukung Pengelolaan Kawasan Pesisir Desa Sungai Nibung Kalimantan Barat Mega Sari Juane Sofiana; Ikha Safitri; Syarif Irwan Nurdiansyah
Journal of Community Development Vol. 4 No. 3 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v4i3.198

Abstract

Desa Sungai Nibung is a coastal with high biodiversity, so this village has been designated as a conservation area in West Kalimantan with the main conservation target is mangrove. The mangrove ecosystem has an important ecological role, namely as a habitat for marine and coastal biota. A maintained ecosystem will protect the survival of the biota within it. Therefore, managing coastal areas is essential and a shared responsibility. One of the challenges faced in the management process in Desa Sungai Nibung is plastic waste pollution. This waste comes from disposal and runoff from land, which can enter rivers and the sea. Plastic pollution also comes from fishing activities, such as ship traffic, responsive fisheries, and cultivation. This waste needs to be appropriately managed because there is no final waste disposal site (TPA). Household waste and waste from several shops (plastic food and drink packaging) are dumped directly around the building. The accumulation of plastic waste will continue to increase. Therefore, cleanup activities were carried out to reduce plastic waste. Apart from that, this activity aims to educate activity participants about the negative impact of plastic waste on the environment. This community service activity was carried out by a lecturer in Marine Science, FMIPA, Tanjungpura University, who involved students from the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program. Beaches and coastal clean-up from macroplastic waste are carried out in residential areas, docks, and areas near fishing activities and ecotourism areas. Implementation of PKM activities consists of permission and coordination, implementation, monitoring, and evaluation. The waste from activities varies from plastic bags, sachet packaging, and food containers to fishing lines. Plastic waste dominates compared to other waste. Participants' understanding concerning plastic waste pollution and its negative impact on the environment and aquatic organisms increased after the activity took place.
Co-Authors . Apriansyah A. Kushadiwijayanto, Arie A.Nurrahman, Yusuf Adelita, Kristina Adinur, Rizki Suanda Adjout, Rebiha Afdal Afdal Agustina, Sella Amriani Amir Andreani Andreani Andryani, Semi Anisa Mulyani Anthoni B Aritonang Anthoni B. Aritonang Apriansyah Apriansyah Aprinsyah, Apriansyah Arie A. Kushadiwijayanto Arie A. Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arief Nurrahman, Yusuf Aritonang, Anthoni Batahan Arsad, Sulastri Ashari, Asri Mulya Astuti, Mega Sri Aswandi Aswandi, Aswandi Ayzah, Dzul Khoidzah All Bambang Kurniadi Bariah, Anisah Bawole, Kezia Debby Creani Handayani Dahliana Dahliana dedi irawan Dedi Irawan Desriani Lestari Desriani Lestari Diah Wulandari Rousdy Dwi Gusmalawati Dwiastuti, Indah Edwin Elsan Iskin Putra Enjella, Enjella Fadhilah, Wardatul Faizal, Ibnu Farhaby, Arthur M Fiddy Semba Prasetiya Fika Dewi Pratiwi Galih, Muhammad Ginting, Madi Juna Permalem Hanafi Hanafi Harianto Harianto Harianto Hartisa, Natasia Selvi Hasanah, Fadiah Amalia Helena, Shifa Hendro Susanto Hendro Susanto Herlina Herlina Hermawansyah Hermawansyah Hidayat, Maulana Idawati, Nora ilmauwati Qurniasih Imaniraga, Moh Tegar putra Irawan, Suhardi Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Jannati Jannati Juane, Mega Sari Jumlia Karina Elwanda Saputri Kasbutin, Hendri KUNCORO, IWAN - Kurniawan Alam Muza’ki Kushadiwijayanto , Arie Antasari Kushadiwijayanto, Arie A. Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kushadiwiojayanto, Arie Antasari Kusuma, Kwirinus Rio Kusumaningsih, Alvianita Rika Putri Kusumardana, Setra Lani Ardiansyah Lestari, Rita Dwi Ayu Lucky Hartanti Lucky Hartanti Maharani, Ema Mardianto, Tomi Mardini, Delvia Devi Maser, Agnes Putri Maulana, Adrian Maulana, Fiqih Wahyudi Maunala, Adrian Mega Sari Juane Soafiana Mega Sari Juane Sofiana Mega Sari Juane Sofiana Mega Sari Juane Sofiana Mega Sari Juane Sofiana Mega Sari Juane Sofiana Mega SJ Sofiana Mega Sri Astuti Meidiana, Vivin Minsas, Sukal Mohammad Mahmudi Mohammad Reza Monica, Gracelia Muhammad Musa Muliadi Muliadi Muliadi Neva Satyahadewi Nguyen, Duc-Hung Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Nur ALiya Zsalzsabil Nurbaiti Nurbaiti Nurdiansyah , Syarif Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurhidayanti Nurhidayanti, Nurhidayanti Nurrahman , Yusuf Arief Nursofiati, Nursofiati Oktavia Oktavia Oktavia Oktavia oktiyas muzaky Luthfi, oktiyas muzaky Pratiwi, Mutiara Anugerah Prayitno, Dwi Imam Qodriati, Tuty Raden Mohamad Herdian Bhakti Ramajenny, Layla Shinta Rembulan, Rindu Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Linda Rozana zana Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto S.J Sofiana, Mega Sakina, Haiwatus Saputra, Dhira Kurniawan Sihombing, Rut Suharni P Sihotang, Nesya Lia Sudiono, Gatot Sukal Minsas Sukal Minsas Sukma, Nimaz Tegar Sulastri Arsad Sumarni, T. Novi Surya Darma Surya Darma Susanto, Hendro Susrini, Putri Dahyu Sy Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Tahirah Hasan Tarigas, Meilinda Tria Taufik Nurcahyanto Tengku Riza Zarzani N Tia Nuraya Trifonia Novi Sumarni Umar Faruk Warsidah Warsidah warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, W. Warsidah, Warsidah Wenisda, Fransiska Monita Yudhoyono, Billget Mansirit Yuliono, Agus Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Nurrahman Zainal Zainal Zulfian Zulfian Zulfian `B Aritonang, Anthoni