p-Index From 2021 - 2026
6.358
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Al Himayah Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI YUSTISI Ensiklopedia of Journal Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu Menara Ilmu Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman ADHKI: Journal of Islamic Family Law Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam International Journal of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Islamic Circle Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Journal Of Human And Education (JAHE) Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Journal International Inspire Education Technology (JIIET) Progressive of Cognitive and Ability Menara Pengabdian Jurnal Salingka Abdimas Jurnal Smart Hukum (JSH) Indonesian Research Journal on Education International Journal of Islamic Thought and Humanities Innovative: Journal Of Social Science Research TOFEDU: The Future of Education Journal Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Menara Ilmu

PERCERAIAN MELALUI MEDIA SOSIAL (MEDSOS) Asmaret, Desi
Menara Ilmu Vol 12, No 6 (2018): vol. XII No. 6 Juli 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i6.830

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah: Bagaimana hukumnya cerai melalui media sosialbaik SMS, Face Book, CHAT (BBM, YM, Skype, dan WhatsApp). Apakah dengan mentalak melalui mediasosial tersebut talak suami lansung jatuh kepada istrinya? Bagaimana pula kedudukan talak tersebut jikadilihat dari hukum di Indonesia?Metodologi yang penulis gunakan dalam menemukan jawaban dari pertanyaan di atas adalahmetode kualitatif dengan research pustaka. Data-data diperoleh dari sumber skunder dan primer yangdiolah secara analitik.Dari permasalahan yang penulis carikan solusinya dalam penelitan ini, maka penulismenyimpulkan bahwa: 1. Hukum talak melalui media sosial seperti SMS, Face Book, CHAT (BBM, YM,Skype, dan WhatsApp). Adalah sah dan diqiyaskan kepada talak dengan tulisan dengan Illatnya adalahbahwa keduanya merupakan pesan cerai melalui teks yang bukan verbal (lisan). Para ulama fikih (fuqaha)sepakat bahwa hal itu efektif jatuh talak 1 (tulisan dinilai sama dengan ucapan). 2. Syarat untuk jatuhnyatalak melalui media sosial adalah:a). Si Suami benar-benar meniatkan talak kepada istrinya. (berdasar kanpendapat ibnu qudamah). b). Si istri harus melakukan komfirmasi terlebih dahulu kepada si suami. Atassemua kemungkinan ini maka Al-Qur‟an sudah memerintahkan pentingnya tabayyun (klarifikasi) ketikamemperoleh informasi, sebagaimana firman Allah SWT Surat al-Hujurat ayat 6, 3. Meskipun secara syar‟italak melalui media sosial adalah sah, namun secara hukum positif talak tidak lansung jatuh karena mestilahdiikrarkan dulu di hadapan Pengadilan Agama sebagai legalitas dan akurasi talak secara administratifberdasarkan hukum positif yang berlaku di Indonesia.4. Menurut penulis untuk menutup pintu dari tindakansemena-mena dari seorang suami kepada istrinya dengan sikap yang merendahkan kaum perempuan, makahukum bagi orang yang mentalak melalui media sosial adalah makruh atau lebih baik dilarang. Hal inisesuai dengan kaidah kulliyah fikih yaitu:2 Hukum itu mengikuti kemashlahatan yang paling banyak.”Kata kunci: medsos (media sosial), talak, perceraian
Menelusuri Jejak Intelektual KH. Hasyim Asy’ari dalam Pendirian dan Perkembangan Nahdlatul Ulama di Era Modern Mulyadi, Mulyadi; Saifullah, Saifullah; Asmaret, Desi; Julhadi, Julhadi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.7053

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif peran KH. Hasyim Asy’ari sebagai ulama, pendidik, dan pejuang bangsa; menelusuri latar historis dan fondasi filosofis berdirinya Nahdlatul Ulama (NU); serta menganalisis perkembangan NU dalam menjawab tantangan era modern. KH. Hasyim Asy’ari tidak hanya dikenal sebagai pendiri NU, tetapi juga sebagai penggerak pendidikan pesantren yang mengintegrasikan nilai keislaman dan kebangsaan. Dalam konteks pendirian NU, tulisan ini membedah dinamika sosial-politik kolonial serta respon ulama pesantren terhadap tantangan zaman yang kemudian melahirkan organisasi keagamaan yang berakar kuat pada tradisi dan kontekstual terhadap perubahan. Sementara itu, memasuki era globalisasi, NU dihadapkan pada realitas baru yang kompleks: digitalisasi, pluralisme, dan tantangan geopolitik global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka yang bersumber dari literatur primer dan sekunder, baik klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa NU berhasil mempertahankan jati dirinya sebagai organisasi Islam tradisionalis yang adaptif terhadap perubahan zaman, dengan tetap menjunjung nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Temuan ini menegaskan urgensi revitalisasi pemikiran keagamaan berbasis nilai lokal dan kearifan tradisi pesantren dalam menghadapi arus modernitas dan globalisasi. Artikel ini merekomendasikan agar NU terus memperkuat transformasi digital, kemandirian pendidikan, dan kolaborasi lintas sektor demi menjaga relevansi dan pengaruhnya di masa depan.Kata Kunci: KH. Hasyim Asy’ari, Nahdlatul Ulama, pesantren, modernitas, dan tantangan global
Menimbang Kembali Kompilasi Hukum Islam: Kekuatan, Kelemahan, dan Implikasinya terhadap Eksistensi Lembaga Peradilan di Indonesia Afriko, Nofik; SA, Saifullah; Julhadi, Julhadi; Asmaret, Desi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.7057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) sebagai produk kodifikasi hukum Islam yang berlaku di lingkungan Peradilan Agama di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka, penelitian ini memfokuskan pembahasan pada tiga indikator utama, yaitu: (1) makna dan sejarah lahirnya KHI, (2) landasan yuridis dan filosofis yang mendasarinya, serta (3) evaluasi kekuatan dan kelemahan KHI beserta implikasinya terhadap eksistensi lembaga peradilan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KHI berperan penting dalam menyatukan berbagai pendapat fikih menjadi satu sistem hukum yang aplikatif, memberi kepastian hukum, serta menjadi rujukan resmi dalam penyelesaian perkara keagamaan seperti perkawinan, kewarisan, dan perwakafan. Namun demikian, KHI masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait kedudukannya yang belum setara dengan undang-undang, keterbatasan ruang lingkup materi hukum, dominasi mazhab tertentu, serta belum optimal dalam menjawab dinamika sosial dan isu-isu hukum Islam kontemporer. Oleh karena itu, reformulasi KHI melalui jalur legislasi formal menjadi penting agar keberadaannya tidak hanya sebagai pedoman administratif, tetapi juga sebagai bagian integral dari sistem hukum nasional yang responsif, inklusif, dan berkeadilan.Kata Kunci: Kompilasi Hukum Islam, Peradilan Agama, Kodifikasi, Legislasi, Hukum Islam Kontemporer.