p-Index From 2021 - 2026
15.106
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Konseling dan Pendidikan LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya International Journal of Nusantara Islam JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesian Journal of Primary Education JURNAL PAUD AGAPEDIA Jurnal Basicedu AT-TA`DIB Journal of Humanities and Social Studies EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Attadib: Journal of Elementary Education JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) PROGRES PENDIDIKAN Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Siliwangi: Seri Pendidikan Jurnal Kewarganegaraan Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) JCP (Jurnal Cahaya Pendidikan) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Basicedu Journal of Innovation and Research in Primary Education PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar JS (Jurnal Sekolah) Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Jurnal Tonggak Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Teori dan Hasil Pendidikan Dasar International Journal of Nusantara Islam Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Jurnal Elementaria Edukasia Indonesian Journal of Primary Education Jurnal Abmas
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan media pop-up book dalam keterampilan menulis karangan narasi sederhana kelas II Sekolah Dasar Poppy Nurhaliza; Dian Indihadi; Muhammad Rijal Wahid Muharram
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i1.27417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran untuk memfasilitasi pembelajaran teks narasi sederhana kelas II Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah Design Based Reseach (DBR) dengan mengacu pada model Reeves yang terdiri dari empat tahapan yaitu : (1) Identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif, (2) Mengembangkan prototype solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi, (3) Melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis, (4) Refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, studi dokumen, judgment (validasi ahli), dan angket respon pengguna yakni pendidik dan peserta didik. Data yang didapatkan kemudian di analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa media pembelajaran berbasis Pop-Up Book. Hasil penilaian dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan pengguna menyatakan media pembelajaran Pop-Up Book karangan narasi sederhana ini “sangat layak” untuk memfasilitasi pembelajaran teks narasi sederhana kelas II Sekolah Dasar dengan perolehan nilai 84,6%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Pop-Up Book yang dikembangkan “sangat layak” untuk memfasilitasi pembelajaran Teks Narasi Sederhana kelas II Sekolah Dasar serta mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran.
PELITA INTERACTIVE MEDIA FOR BEGINNING READING IN ELEMENTARY SCHOOL Endah Saadah; Lutfi Nur; Dian Indihadi
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v11i3.13651

Abstract

This study investigates the necessity for developing “PELITA” (Early Literacy Adventure), a contextual and engaging digital media aimed at enhancing early reading instruction in primary schools. Early literacy, particularly beginning reading, forms a fundamental pillar of academic success. However, Indonesia’s low literacy performance highlights the urgent need for innovative learning tools that can boost student motivation and participation. Adopting the Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA 2020 guidelines, this study synthesizes relevant research to identify key characteristics of effective media. The findings reveal that successful digital tools incorporate narrative elements, appealing visuals, and gamified components that enhance phonological awareness, comprehension, and learner engagement. Despite their potential, culturally grounded literacy tools remain scarce. This review offers a scientific contribution by proposing a conceptual foundation for developing localized and child-friendly literacy media. The development of PELITA is thus positioned as a promising response to these gaps, emphasizing the importance of fun, adaptive, and developmentally appropriate media design. The results provide valuable insights for educators, media developers, and policy makers committed to fostering an inclusive and sustainable literacy ecosystem.
Urun-bina kiat pengutipan dalam tulisan karya ilmiah guru di Sekolah Dasar Dian Indihadi
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.137

Abstract

Penulisan karya ilmiah bagi guru di Sekolah Dasar (SD) masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah kesulitan dalam melakukan pengutipan yang benar sesuai dengan kaidah ilmiah. Kesalahan dalam pengutipan berisiko menjebak penulis pada praktik plagiarisme yang dapat menggugurkan nilai ilmiah suatu karya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program "urun-bina" sebagai solusi alternatif untuk meningkatkan kemampuan guru SD dalam teknik pengutipan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan yang mencakup pengenalan sumber kutipan (primer dan sekunder) serta teknik pengutipan (langsung dan tidak langsung). Hasil program menunjukkan bahwa melalui urun-bina, kemampuan guru dalam meracik kutipan meningkat secara signifikan, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun pragmatis. Guru menjadi lebih percaya diri dalam menyusun karya ilmiah dan mampu menghindari praktik plagiarisme dengan mengikuti norma penulisan yang berlaku. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan profesionalisme guru yang berkelanjutan dalam bidang penulisan ilmiah.
Peningkatan Keterampilan Berbahasa Ekspresif Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Metode Bernyanyi di SPS Taam Annuur Deliya Banondari Sardona; Dian Indihadi; Resa Respati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3843

Abstract

AbstrakBahasa ekspresif adalah kemampuan yang dimiliki anak untuk mengungkapkan apa yang menjadi keinginannya. Menurut pendapat para pakar dapat disimpulkan bahwa bahasa ekspresif merupakan cara seorang anak untuk mengungkapkan perasaan, kata-kata, mimik, intonasi, gerakan dan keinginan secara sederhana namun bermakna untuk orang lain disekitar anak. Ditulisnya artikel ini bertujuan untuk dan mendeskripsikan tentang peningkatan keterampilan berbahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun di SPS Taam Annuur Kota Tasikmalaya. Peneliti menggunakan metode PTK dengan desain siklus yang terus menerus yang dimulai dari : (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi (4) Refleksi atas tindakan yang telah diterapkan dan seterusnya sampai adanya peningkatan pada keterampilan berbahasa ekpresif anak. Terbukti setelah penerapan metode bernyanyi keterampilan berbahasa ekspresif anak kelas A2 meningkat.Kata Kunci: Bahasa Ekspresif, Metode Bernyanyi, Anak Usia 4-5 tahun. AbstractExpressive language is the ability of children to express what they want. In the opinion of experts, it can be concluded that expressive language is a way for a child to express feelings, words, expressions, intonations, movements and desires in a simple but meaningful way for others around the child. The purpose of writing this article is to describe and describe the improvement of expressive language skills of children aged 4-5 years at SPS Taam Annuur, Tasikmalaya City. The researcher uses the CAR method with a continuous cycle design starting from: (1) Planning, (2) Action, (3) Observation (4) Reflection on the actions that have been implemented and so on until there is an increase in children's expressive language skills. It is proven that after the application of the singing method, the expressive language skills of grade A2 children increased.Keywords: Expressive Language, Singing Method, 4-5 years old children
ANALYSIS OF THE NEED FOR DEVELOPING THE RANI LEARNING MODEL TO IMPROVE DESCRIPTIVE WRITING SKILLS Rani Asriyani; Dian Indihadi
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 4 (2026): MARCH
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19485226

Abstract

This study was motivated by the low level of descriptive writing skills among elementary school students, particularly in terms of idea development, paragraph organization, and spelling accuracy, as identified through a preliminary study in the fourth grade at SDN Pasirjaya. The learning environment, which is still oriented toward final results without focusing on the writing process, has resulted in students being unable to write systematically and elaboratively. This study aims to analyze the need to develop the RANI (Readiness, Analyze, Name, Interpret) Learning Model as the basis for designing a process-based writing learning model. The research used a qualitative approach with a preliminary study design (needs analysis). Data sources included 28 fourth-grade students and 12 teachers at SDN Pasirjaya, with data collection techniques in the form of diagnostic tests, learning observations, interviews, and documentation. The data were analyzed descriptively through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed that 43% of students were in the category of adequate writing ability, 29% were poor, and only 28% were good, with an average score of 68. These findings indicate the need for a structured, explicit, and process-based learning model as the basis for developing the RANI Model in the next stage of research.
ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING Ana Khoerunisa; Dian Indihadi
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i2.1535

Abstract

Kemampuan siswa SD dalam menulis teks prosedur masih perlu diperhatikan, terutama dalam menyusun langkah-langkah secara teratur dan menggunakan bahasa yang tepat. Penelitian Ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan tersebut dalam proses belajar menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan pengalaman. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mempelajari berbagai sumber yang berkaitan, seperti jurnal dan penelitian sebelumnya yang membahas kemampuan menulis dan pembelajaran yang berbasis pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran pengalaman memiliki dampak baik terhadap kemampuan menulis para siswa. Dengan terlibat secara langsung dalam proses belajar, siswa akan lebih mudah memahami bagaimana susunan teks prosedur berjalan dan dapat menyusun langkah-langkahnya dengan lebih terorganisir. Selain itu, cara siswa menggunakan bahasa dalam tulisan mereka cenderung lebih jelas dan lebih terarah. Meskipun begitu, ada beberapa hambatan yang masih ditemukan, seperti kata-kata yang terbatas dan ketidakakuratan dalam menulis. Belajar melalui pengalaman bisa menjadi salah satu pilihan yang bisa digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa di tingkat sekolah dasar.
EMPIRICAL STUDY OF MANAGEMENT OF EDUCATION BASED ON PRINCIPAL MANAGEMENT SYSTEM TO IMPROVE THE QUALITY OF EDUCATION IN ELEMENTARY SCHOOLS Adi Cahyadi Kurniawan; Heri Yusuf Muslihin; Dian Indihadi
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 2 (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i2.11991

Abstract

This study aims to analyze the management of education based on the principal's managerial system in an effort to improve the quality of education in elementary schools. The method used is a literature study, which examines various sources related to the functions, duties, and responsibilities of the principal, as well as the managerial skills needed. The function of the principal as an educational leader is very crucial in creating a conducive learning environment. His duties and responsibilities include planning, organizing, implementing, and evaluating educational programs. In addition, the principal's managerial skills are divided into four categories: conceptual skills that enable the principal to formulate an educational vision and mission; administrative skills that support resource management; human skills that are important in building interpersonal relationships; and technical skills needed to implement educational policies effectively. The results of this study indicate that good mastery of managerial skills by the principal contributes significantly to improving the quality of education in elementary schools. This study is expected to provide insight for policy makers and education practitioners in optimizing the role of the principal in educational management. This study also highlights the importance of training and professional development for principals to improve their managerial skills. With the right training, principals can be more effective in carrying out their functions and responsibilities, and are able to face the challenges that arise in the world of education. In addition, collaboration between principals and teachers, parents, and the community is also a key factor in creating a quality education ecosystem. Through a good managerial approach, it is hoped that elementary schools can achieve higher education goals and produce graduates who are ready to face future challenges. This study provides recommendations for the development of training programs that focus on improving the managerial skills of principals as a strategic step in improving the quality of education at the elementary level.
PHENOMENOLOGICAL STUDY OF THE RELEVANCE OF KI HAJAR DEWANTARA'S PHILOSOPHY IN THE CONTEXT OF FAMILY EDUCATION IN THE VUCA TRANSITION TOWARDS BANI Muhammad Isnaeni; Heri Yusuf Muslihin; Dian Indihadi
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 2 (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i2.11992

Abstract

The VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) era is transforming into BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible), presenting complex challenges for family education. This research aims to analyze the relevance of Ki Hajar Dewantara's philosophy (Ing Ngarso Sung Tuladla; Ing Madya Mangun Karsa; Tut Wuri Handayani) in the context of family education (child-rearing behavior) in the era of VUCA transition towards BANI through various philosophical perspectives. This research uses a qualitative approach with a literature study method (library research) and phenomenological research type. Secondary data were collected from various relevant sources such as books, scientific journals, and articles. Data analysis was conducted using content analysis techniques and phenomenological interpretation, which included data reduction, data categorization, data interpretation, data synthesis, and phenomenological reflection. The research data is presented based on the perspective of the interpretive framework (Postpositivism, Constructivism, Transformative, Pragmatism, and Critical) and the framework of belief (Ontology, Epistemology, Axiology and Methodology) The results show that Ki Hajar Dewantara's philosophy has potential relevance in the context of family education in the era of VUCA transition to BANI. The concept of Ing Ngarso Sung Tulodho emphasizes the role of parents as role models. Ing Madya Mangun Karsa highlights the importance of building motivation and active participation of children. Tut Wuri Handayani underscores supporting and empowering children according to their potential. Ki Hajar Dewantara's philosophy offers a relevant guideline for family education in facing the complexity of the VUCA era towards BANI evidenced by a framework of beliefs and a framework of interpretation.
Bagaimana Implementasi Metode Bermain Peran dalam Meningkatkan Bahasa Ekspresif di TK Mawar Sidamulih ? Dian Indihadi; Edi Hendri Mulyana; Tita Puspitasari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3493

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi metode bermain peran dalam meningkatkan Bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun di TK Mawar Sidamulih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran bagaimana implementasi yang diterapkan dalam meningkatkan Bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun melalui metode bermain peran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara peningkatan ketekunan penelitian, triangulasi, diskusi. Teknik analisis data berupa koleksi data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan Bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun melalui metode bermain peran di TK Mawar Sidamulih mendapatkan hasil yang berbeda beda. Hal ini dikarenakan setiap anak menunjukan perkembangan sesuai dengan kemampuan masing-masing yang dimiliki anak. Saran yang dapat disampaikan adalah kemampuan bahasa ekspresif sangat penting diberikan sejak dini karena kemampuan berbahasa pada usia remaja akan sangat tergantung pada kemampuan bahasa pada waktu kecil. Keterampilan bahasa ekspresi juga dapat dikembangkan oleh guru diantaranya dengan penerapan metode bermain peran.Kata Kunci: Bahasa Ekspresif, Metode Bermain Peran, Anak Usia Dini AbstractThe problem in this research is how to implement the role playing method in improving the expressive language of children aged 5-6 years at Mawar Sidamulih Kindergarten. The purpose of this study is to obtain an overview of how the implementation is applied in improving the expressive language of children aged 5-6 years through the role playing method. This type of research is qualitative research. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. For the validity of the data used in thisstudy is to increase research persistence, triangulation, discussion. Data analysis techniques in the form of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the expressive language skills of children aged 5-6 years through the role playing method at Mawar Sidamulih Kindergarten got different results. This is because each child shows development according to the abilities of each child. The suggestion that can be conveyed is that expressive language skills are very important to be given from an early age because language skills at a young age will depend on language skills at a young age. Expression language skills can also be developed by the teacher, including the application of the role-playing method. Keywords: Expressive Language, Role Playing Method, Early Childhood
Bagaimana Penggunaan Kosakata Anak dalam Metode Karyawisata di TK Kartika IX-10 Cangkurileung ? Dian Indihadi; Heri Yusuf Muslihin; Karla Mahardika
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3494

Abstract

AbstrakPerkembangan bahasa anak perlu distimulus sejak dini salahsatunya yaitu dengan penguasaan kosakata, menurut KBBI kosakata merupakan pembendaharaan kata. Semakin banyak kosakata yang dimilki anak, semakin baik pula perkembangan bahasa anak. Metode pembelajaran karyawisata yaitu penyampaian pembelajaran yang dilakukan pendidik dengan membawa anak-anak langsung pada objek yang akan dipelajarinya, bisa dengan membawa anak keluar kelas atau lingkungan yang nyata sesuai dengan kehidupan dilingkungan sekitar yang disesuaikan dengan tema yang akan diajarkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana pengunaan kosakata anak usia 4-5 tahun dalam metode karyawisata. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data pada penelitian ini berupa koleksi data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bagaimana penggunaan kosakata pada anak usia 4-5 tahun dalam metode kpembelajaran karyawisata dan ditemukan beberapa perbedaan penggunaan kosakata pada anak, karena setiap anak menunjukan perkembangan sesuai kemampuan dan situasi lingkunganya. Saran yang dapat disampaikan untuk pendidik dan untuk orang tua juga yaitu supaya dapat lebih memberikan stimulus berupa tanya jawab mendalam saat kegiatan di luar ruangan, khususnya untuk pendidik untuk mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat merangsang anak untuk berbicara saat kegiatan karyawisata.Kata Kunci: Kosakata, Metode Karyawisata AbstractChildren's language development needs to be stimulated from an early age, one of which is vocabulary mastery, according to the KBBI vocabulary is vocabulary. The more vocabulary a child has, the better the child's language development will be. The field trip learning method is the delivery of learning carried out by educators by bringing children directly to the object to be studied, it can be by taking children out of class or a real environment in accordance with life in the surrounding environment which is adjusted to the theme to be taught. The purpose of this study is to analyze how the use of vocabulary for children aged 4-5 years in the field trip method. The research method used is descriptive analysis with a qualitative approach. The data collected by the researchers were observation, interviews, and documentation. The validity of the data in this study is in the form of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed how the use of vocabulary in children aged 4-5 years in the field trip learning method and found some differences in the use of vocabulary in children, because each child showed development according to his abilities and environmental situation. Suggestions that can be submitted for educators and for parents are also to provide more stimulus in the form of in-depth questions and answers during outdoor activities, especially for educators to prepare questions that can stimulate children to talk during field trip activities.Keywords: Vocabulary, Field Trip Method
Co-Authors Aan Kusdiana Adi Cahyadi Kurniawan Ahmad Mulyadiprana Ai Resti Ai Resti Ai Resti, Ai Resti Akhmad Nugraha Alamsah, Ara Ana Khoerunisa Andi Komara Faudillah Anggi Saputra Ani Agustini Apriliya, Seni Ardin, Fiani Nurafifah Ardini Pratiwi Ari Wahyu Lestari Asti Lestina Bishabrina, Salma Cahyani, Ani Cica Nastika Dadan Nugraha Deifan Permana Deliya Banondari Sardona Dety Nursabana Dewi Supriati Dilla Nurfadillah Dina suhartika Dinaryanti, Dina Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dinnie Noorlinda Hendrawan Disa Ardani Iswari Dwi Alia Dwi Alia DWI ALIA, DWI Dyani Risyda Fauziyah E Kosasih Elan Elan, Elan Elis Mulyati Elsa Nurannisa Endah Saadah Esy Sahrawany Faiz Satrio Yudhanto Fajri, Jahara Amarona Fanny Kusumaningrum Fathoni, Khotib Fathur Rohman Fazril Rizky Septiana Ferdian Hardi Nugraha Fitri Nuraini Fujia, Septi Ghina Luqyana Ghullam Hamdu Gilang Ramadhan Gina Oktaviani Gummy Wulandari S Hamidah, Nisa Hani Tresnawati Harkriesna Diah Tresnasari Hasanah, Siti Nur Uswatun Hekti Nurhapitasari Hodidjah Hodidjah Ihsan Nugraha Iis Kholisah Imas Damayanti Lovita Ina Maryana Intan Famela Irfan Faturohman Iskandar, Agnes Yulia Ismawati Emalia Itsnaeni Aridha Rahmah Julia, Cheri Karla Mahardika Karlimah Karlimah Khotib Fathoni Kiki Dzakiyatun Nafiah Kiki Widyawati Kusumaningrum, Fanny Levina Mai Nanda Lisna Aulia Luthfiyya Nabilaputri Mardiah, Rodia Tama Marsya Mega Tiara Irfani Mega Tiara Irfani Mega Tiara Irfani, Mega Tiara Irfani Megawati Windi Sapitri Mia Silma Ulfah Minda Permei Sela Mirandani, Restina Mega Mufti Asrori Muhamad Ikbal Fauzi Sabana Muhammad Insan Muttaqien Muhammad Isnaeni Muhammad Rijal Wahid Muharram Muharram, M. Rijal W Mulyana, Edi Hendri Murni Alimah Muslihin, Heri Yusuf Mustari, Layli Naila Kurnia Restu Nana Ganda Nenden Damayanti Nisa Hamidah Nita Anggi Purnama Novita Sri Wahyuni Nugraha, Mia Uswa Nur, Lutfi Nurhasanah, Ai Nuri Aprilia Muharoni Nurwati Fauziah Nurwati Oktaviana, Sativa Owa, Yuliana Silvia Pajriyanti, Yuni Poppy Nurhaliza Purwoko, Agus Putri Handayani Agustin Rachmidiana, Vera Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmah, Meli Pamelia Rahmi, Hestika Asri Rakhmat, Cece Rani Asriyani Rasyida Nurrahmi Ratnasari Komala Setiawan Rena Renita Warliana Resah Resah Respati, Resa Resti Amelia Resti, Ulis Restu, Naila Kurnia Revita Salsabila Rhapita Nopianty Rian Sri Nugroho Riana Aprianti Riana Aprianti Riana Aprianti, Riana Aprianti Rika Hernawati Riska, Riska Gilang Permata Risma Mutmainah Rismawati Rismawati Risnandar Sudarman Risnandar Sudarman Rita Rita Rizki, Anggi Maulana Robi Kuswara Rosarina Giyartini Rustono WS Ryan Purnama Graha Sa'diah, Aila Rahmah Salma Anisah Yasmin Salsabila, Revita Salwa Nur Albania Salwiyah Salwiyah Saputra, Erwin Rahayu Sardona, Deliya Banondari Sianturi, Risbon Sinta Agustina Sipa Nurhidayah Sisca Mustika Tiara Siti Megayati Siti Saharah Siti Vina Luthpiana suhartika, Dina Sulastri Sulastri Syarip Hidayat Taopik Rahman Teti Sumiati Tita Puspitasari Tuti Royati Umi Khilda Hasanah Via Widia Vira Pratiwi Vivel Wigaf Lawatri Wahyu Aziz Widia Febrianti Sazida Wildan Maulana Rosman Windi Anggriani Wulan Permatasari Yasbiati Yasbiati Yulianti, Intan Yusuf Muslihin, Heri Yusuf Suryana Zulfa, Nida Sopiah