Claim Missing Document
Check
Articles

POLA AKTIVITAS PADA RUANG TERBUKA TAMAN BAMBU CIPAYUNG JAKARTA TIMUR Rahayu, Azahrani Fira; Kasman
Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Vol 4 No 1 (2020): ARJOUNA : Archtecture and Environment Journal of Krisnadwipayana
Publisher : Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jia.v4i1.688

Abstract

Cipayung Bamboo Park is an open space in the East Jakarta area which can be aforum for interaction and recreation for the community. As an open space in EastJakarta, Cipayung Bamboo Park is visited by many people, so that variousactivities appear in it. This study uses a qualitative descriptive method, with theaim of identifying patterns of activity in the use of Cipayung Bamboo Park publicspace. These activity patterns are influenced by the existing system settings. Theobservation method with the type of placed-centered mapping is used todetermine activity patterns in Cipayung Bamboo Park. Observations were made inthe afternoon and evening on weekdays and holidays. The results of this studyindicate that the environmental management of Cipayung Bamboo Parkinfluences activity patterns in spatial use and must accommodate the activities ofits visitors.
TINJAUAN AKULTURASI BUDAYA PADA FACADE (EXTERIOR) MASJID AL-ANWAR MUARA ANGKE – JAKARTA Alamsyah, Muhammad; Kasman
Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Vol 4 No 2 (2020): ARJOUNA : Archtecture and Environment Journal of Krisnadwipayana
Publisher : Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jia.v4i2.691

Abstract

Jakarta has many old mosques that have historical values. The existence of themosques began since the establishment of Jakarta, after the conquest of Sunda Kelapaby the joint forces of Demak-Cirebon led by Falatehan in 1527, until Indonesia'sIndependence in 1945. Within four centuries, in Jakarta, mushallas and mosques havegrown and developed to fulfill spiritual and the needs of the struggle of Muslims in theface of Dutch colonialism. Many ethnic groups contributed to the building andprosperity of the mosque. One of the famous old mosques in Jakarta is the Jami AngkeMosque in Muara Angke. This study aims to explore the mixture of architectural forms,which in this study is called architectural acculturation, in the architecture of the Al-Anwar Muara Angke Mosque Facade which is allegedly brought by ethnic or ethnicgroups to Jakarta, both ethnic groups from outside such as Chinese, Arabic and Dutch.itself, as well as ethnic groups themselves, such as Java, Bali, and so on. Theacculturation process is determined based on the dominance of one architectural form.There are four possible processes for architectural acculturation, namely adaptation,adoption, synergy, and marginalization
KAJIAN MAINTENACE PERAWATAN STRUKTUR CANGKANG PINTU GERBANG KEBON BINATANG (MAGASATWA RAGUNAN - JAKARTA SELATAN) Kurniawan, Arif; Kasman
Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Vol 5 No 1 (2021): ARJOUNA : Archtecture and Environment Journal of Krisnadwipayana
Publisher : Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jia.v5i1.702

Abstract

Architecture In general, in terms of the age of the building which is calculated to be 120years, especially the era of structural functions in the building. Therefore, building maintenance andmaintenance work has many benefits, to be precise at the gate building of the Ragunan Zoo, PasarMinggu, South Jakarta which is poorly maintained and neglected and causes reduced communityactivity when passing through the building. Observation of maintenance or maintenance research isrequired in the zoo gate building which has a wide span and a shell structure, with the ancient birdstyle Mentafora architectural concept, seen from the asymmetrical plan form characteristics, theabsence of a terrace surrounding the building, the main gate form is more functioned as an entrancemain, as well as using glass and non-concrete roofs. Greek columns have been abandoned andreplaced with steel structures covered with concrete. Therefore, the potential of Seashell Structures intoday's modern era is not widely known. Maintenance and maintenance aspects are required bothpermanently and non-permanently both in terms of material and equipment. In order to maintain itsfunction, both for the architectural and structure of the building shell as well as in order to bepreserved, it can further enhance its image and the added value of its characteristics, as a culturalheritage and can be an example of modern sustainability building.
KAJIAN BENTUK DAN MAKNA ARSITEKTUR PADA MASJID AL – AHDHAR Saputra, Reza; Kasman
Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Vol 5 No 2 (2021): ARJOUNA : Archtecture and Environment Journal of Krisnadwipayana
Publisher : Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jia.v5i2.715

Abstract

Masjid merupakan tempat atau wadah yang menjadi pusat berbagai kegiatan umatmuslim diseluruh dunia, kegiatan tersebut meliputi berbagai aspek mulai dari tempat ibadah,pusat keberadaan dan proses kehidupan komunitas muslim. masjid juga dijadikan titik temuberbagai bentuk seni. Pada setiap karya yang dihasilkan memilki simbol yang memberikanmakna dan ciri tersendiri. Terdapat salah satu masjid yang memiliki makna dalamarsitekturalnya yaitu masjid Al – Ahdhar. bangunan ini memiliki banyak bentuk yangmempunyai makna pada konsepnya yang menarik untuk di teliti. Tujuan dari penelitian iniuntuk mengetahui pesan makna yang terkandung dalam bentuk arsitektur pada masjid Al –Ahdhar. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan mengidentifikasi bentuk danmakna melalui studi pustaka dan survey lapangan. Hasil dari penelitian ini terdapat makna padatatanan massa bangunan, struktur bangunan utama, struktur bangunan pria dan wanita, tinggiminaret serta ornament. Secara keseluruhan mkana pada bentuk pada masjid ini memberikannilai – nilai keislaman, yang mana manusia diarahkan untuk beribadah.
Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Google Sites Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengajar Guru di SMPN 4 Mangarabombang Khotimah, Khusnul; Nurfiana; Kasman
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/62qqf927

Abstract

Penggunaan Google Sites sebagai media pembelajaran digital menjadi alternatif yang dapat membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru di SMPN 4 Mangarabombang. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan guru-guru peserta workshop yang dibimbing oleh mahasiswa KKN-Dik Universitas Muhammadiyah Makassar. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup pemaparan materi, demonstrasi fitur, serta praktik langsung dalam menyusun laman pembelajaran melalui Google Sites. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap produk digital yang dihasilkan peserta. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para guru mampu memanfaatkan berbagai fitur Google Sites untuk membuat bahan ajar yang lebih menarik dan interaktif. Workshop ini turut meningkatkan kreativitas, literasi digital, serta kemampuan guru dalam merancang media ajar berbasis teknologi. Walaupun terdapat hambatan seperti koneksi internet yang kurang stabil dan perbedaan tingkat penguasaan teknologi, pendampingan intensif membantu peserta mengatasinya. Implementasi Google Sites terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi digital guru pada era pendidikan berbasis teknologi.
REVITALISASI SISTEM KONTROL SOSIAL FOMO BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI SUBJECTIVE WEEL-BEING (SWB) DAN JOY OF MISSING OUT (JOMO) Cika, Kasman; Kasman; Wita Hariani
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/czx5df45

Abstract

Fase masyarakat industri 4.0 dan 5.0 mengandung persaingan yang semakin ketat. Era society digital, supra informasi cepat mendorong terjadinya pola fikir dan tindakan agar memiliki keunggulan kompetitif dan menciptkan FoMO berupa ketakutan perasaan "tertinggal" beraktivitas tertentu, perasaan cemas dan takut melewatkan hal baru. Rasa takut berkaitan pandangan orang lain lebih bahagia, menarik, sukses karena memiliki kehidupan/profesi yang lebih baik. Media sosial, seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan Twitter, platform ini berfungsi sebagai wadah utama di mana FOMO berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah Revitalisasi Sistem Kontrol Sosial FOMO berbasis Kearifan Lokal Melalui Subjective Weel-Being dan Joy of Missing Out (JoMO) untuk menganalisa hubungan antara FOMO dengan JOMO dan social well-being. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deksriptif Kuantitaif. Hasil penelitian ini menunjukan skor hipotetik dari kedua variabel penelitian dengan skor mean empirik pada variabel Fomo lebih rendah dari mean hipotetik yaitu 84 < 78. Hal ini menujukkan subjek penelitian memiliki Fomo yang lebih tinggi dari dugaan penelitian ini dan tergolong kategori Tinggi. Sama hal dengan skor mean empirik joy of missing out yang lebih tinggi dari pada skor hipotetik yaitu 94 > 88. Artinya, subjek penelitian memiliki joy of missing out yang rendah dari dugaan alat ukur dan tergolong kategori sedang. Self Welbeing Juga Menunjukan Skor Empirik lebih besar daripada Hipotetik 90,5>84 hal ini menunjukan ada hubungan Sel Welbeing terhadap Fomo dan Jomo Dengan demikian bahwa ada keterkaitan antara FOMO, JOMO dan Social Well-Being dalam revitaliasi control social pada masyarakat.
Eksplorasi Kebutuhan ECO-ELT Berbasis Kearifan Lokal dan Komunikasi global: Perspektif Pengajar di Pesantren Ariani Rosadi; Kasman; Adhar, Yusuf Idhin; Irham
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan November
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jkk.v12i2.400

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kebutuhan pengembangan model ECO-ELT (Ecological English Language Teaching) inklusif berbasis kearifan lokal Islami dan komunikasi global dari perspektif pengajar di Pondok Pesantren Ulul Albab, Kota Bima. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, penelitian ini melibatkan satu guru bahasa Inggris sebagai subjek utama melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kurikulum. Temuan menunjukkan bahwa pesantren telah mengimplementasikan kurikulum adaptif yang mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan sistem Pesantren Gontor, menciptakan ekosistem dwibahasa (Arab-Inggris) melalui English Days dan Arabian Days. Kolaborasi strategis dengan stakeholder eksternal—hotel, dinas pertanian, peternakan, dan pariwisata—menghasilkan authentic learning experiences yang melampaui pembelajaran konvensional. Integrasi ekosistem hijau sekolah (peternakan, kolam ikan, tanaman kelor) dalam project-based learning membentuk ekoliterasi siswa melalui kerangka Cognitive-Emotional-Responsibility-Action. Kajian ECO-ELT inklusif pada pesantren ini teridentifikasi memadukan lima pilar: (1) kurikulum adaptif responsif konteks, (2) ekosistem dwibahasa terstruktur, (3) pembelajaran berbasis komunitas dan lingkungan otentik, (4) integrasi nilai-nilai kearifan lokal Islami, dan (5) pemanfaatan teknologi untuk amplifikasi komunikasi ekologis global. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan framework ECO-ELT yang applicable untuk sekolah Islam terpadu dengan atau tanpa fasilitas pekarangan luas, menekankan fleksibilitas pedagogis dan resourcefulness dalam menciptakan pembelajaran bahasa Inggris yang holistik, bermakna, dan berkelanjutan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MORPH POWERPOINT TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 PANCA RIJANG Kasman; Abd. Kahar; Nurmayanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39869

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using Morph PowerPoint in improving the learning outcomes of seventh grade students in Arts and Culture at SMP Negeri 3 Panca Rijang. This study used a true experimental method with a pretest-posttest control group design. The population in this study was 67 seventh grade students, while the research sample consisted of an experimental class (VII.1) and a control class (VII.3), each consisting of 23 students. The instrument used was a multiple-choice test given before and after the treatment. The results showed that the average pretest score of the experimental class was 50.43, which increased to 91.52, while the control class experienced an increase from 48.04 to 81.52. The N-Gain analysis showed that the experimental class had a score of 82.94% (effective) and the control class 63.33% (quite effective). Thus, it can be concluded that Morph PowerPoint is proven to be effective in improving students' learning outcomes in Arts and Culture.
ANALISIS PERSEPSI GURU TERHADAP PELATIHAN MEDIA INTERAKTIF GOOGLE SITES DI SMPN 4 MANGARABOMBANG Rusmita; Ghaisani Aulia; Kasman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41550

Abstract

This study examines the implementation of Google Sites as an interactive and collaborative learning medium in the digital era. The research explores how the platform is utilized to present learning materials, facilitate interaction, and support student collaboration. The objective is to describe the effectiveness of Google Sites in enhancing learning engagement and to assess its function as an accessible instructional management tool. The method used was a qualitative descriptive approach through observation, content analysis of learning pages, and interviews. The results of the study indicate that Google Sites is able to provide an organized material structure, responsive collaborative features, and multimedia integration that enhances conceptual understanding. Students reported a more independent and directed learning experience, while teachers found it easier to organize, update, and monitor learning activities. This study contributes by mapping the detailed use of Google Sites in the context of digital learning and providing technical recommendations for optimizing this platform at other educational levels and for further research.
Persepsi Dosen terhadap Implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Kasman; Firdaus; Munawaroh, Isniatun
Epistema Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v6i2.93968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi dosen mengenai efektivitas implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan 10 dosen yang memiliki pengalaman mengajar dengan kurikulum berbasis OBE selama minimal satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dosen (80%) memiliki persepsi positif terhadap OBE, dengan banyak yang merasa bahwa OBE memberikan kejelasan dalam perencanaan pembelajaran dan relevansi yang lebih tinggi terhadap dunia kerja. Meskipun demikian, tantangan terbesar adalah kekurangan pelatihan bagi dosen (70%) dan keterbatasan fasilitas teknologi (60%). Di sisi lain, 75% dosen melaporkan dampak positif OBE, seperti peningkatan keterlibatan mahasiswa dan kualitas pembelajaran yang lebih terfokus pada kompetensi praktis. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat tantangan dalam implementasi OBE, kebijakan universitas yang mendukung OBE telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Saran penelitian selanjutnya adalah untuk meningkatkan pelatihan bagi dosen dan memperkuat infrastruktur teknologi untuk mendukung implementasi OBE yang lebih efektif.