Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Anti-Hypertension Counseling Training on Increased Pharmacist Knowledge in Public Health Centers in Pandeglang Regency Yusransyah .
Journal of Global Pharma Technology Volume 12 Issue 01
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.667 KB)

Abstract

Pharmaceutical Care by Pharmacist at Public Health Centers in Pandeglang is not considerably optimal. This can be seen from the increasing of the using anti-hypertensive drugs from year to year at Public Health Center, as the biggest cause of death in Pandeglang Regency categorized to non-communicable diseases. This requires pharmacists to optimize their roles further by increasing their knowledge and capability through training. This study aimed to assess knowledge level and ability of Pharmacists in Public Health Centers in Pandeglang Regency and to find out whether a significant influence could be emerged before and after training. This research was a pre-experimental study with the design of one group given pretest and posttest. Training was held twice. The first training was held in Pandeglang Regency and about Communication Skill and the second one was held in Bandung City and about Anti-Hypertensive Therapy. The results of this study indicated that in the first training the number of respondents who was not good or respondents classified as poor knowledge was 42.86% before training, the number declined after training to 7.14% and the increasing on the number of respondents classified as good enough or fair respondents, from 57.14% before training to 92.86% after training. The average score was 66.57 after training higher than the score before training was 55.36. Moreover, the second training indicated that the number of respondents who classified as poor knowledge before training was 85.71%, the number of declined after training to 14.29% and the increasing on the number of respondents classified as knowledgeable or good respondents, from 0% before training to 14.29% after training. The average score after training was 68.9 higher than the score before training was 42.5. In conclusion, both the first training and the second training can increase Pharmacist knowledge and ability to give Pharmaceutical Care about anti-hypertension.Keywords: Anti-hypertension, Counseling Training, Knowledge Level, Pharmacists.
Pelatihan Pembuatan Jamu Instan Pada Masyarakat Di Desa Kemanisan Kecamatan Curug Serang Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Keluarga Yusransyah Yusransyah; Sofi Nurmay Stiani; Fathiyati Fathiyati; Sandy Nurlaela Rachman; Leni Halimatusyadiah; Endah Endah; Renditya Ismiyati; Andri Harpan; Meila Pertiwi
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/asta.v3i1.366

Abstract

Traditional medicines are ingredients in the form of plant ingredients, animal ingredients, mineral ingredients, galenic preparations, or mixtures of these materials which have been used for generations for treatment and can be applied in accordance with the norms in force in society, while herbal medicine is a Traditional Medicine made in Indonesia. The purpose of this research is to increase understanding of the importance of increasing understanding regarding the processing of instant herbal medicine and raising awareness of the importance of improving skills in the form of training on making good and correct instant herbal medicine in Kemanisan village. The community service method used in this research is in the form of community relations through counseling and health training. The results showed that the knowledge level of the respondents before the training, namely 41,7 %, was in the sufficient category. The respondents' knowledge level after the training was 50% in the good category. Based on the study results, it can be concluded that the respondents' knowledge level before and after counseling and training increased their knowledge. Community service activities through counseling methods can increase respondents' knowledge regarding managing medicinal plants into an instant herbal products with economic value.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021 Yusransyah Yusransyah; Siti Rhopi’ah; Ai Yeni Herlinawati; Abdillah Mursyid; Baha Udin
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i1.211

Abstract

Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang sampai saat ini menjadi pilihan utama yang digunakan pada pasien rawat jalan dan rawat inap yang mengalami infeksi bakteri di rumah sakit. Hal tersebut dapat mempengaruhi kuantitas antibiotik yang digunakan di setiap rumah sakit yang mengalami peningkatan tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi penggunaan obat antbiotik dengan metode ATC/DDD dan DU 90% di instalasi rawat inap dan rawat jalan RSUD Dr. Adjidarmo Lebak. Metode deskriptif digunakan pada penelitian ini dengan melakukan pengumpulan data pasien rawat inap dan rawat jalan secara retrospektif menggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit RSUD Dr. Adjidarmo Lebak. Data yang dikumpulkan terkait dengan setiap jenis antibioik yang digunakan yang meliputi nama obat, kekuatan dosis, bentuk sediaan, jumlah obat, hargaobat dan total harga obat. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis antibiotik tertinggi yang digunakan di RSUD Dr. Adjidarmo Lebak selama tahun 2021, yaitu metronidazole dan cefixime pada pasien rawat inap, isoniazid, rifampisin dan cefixime pada pasien rawat jalan. Jenis antibiotik yang masuk ke dalam segmen DU 90%, yaitu metronidazole dan cefixime pada instalasi rawat inap dan isoniazid, cefixime dan rifampisin pada instalasi rawat jalan.Biaya tertinggi penggunaan antibiotik pada instalasi rawat inap yaitu azithromycin dan metronidazole, sedangkan pada instalasirawat jalan yaitu cefixime.
Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Kabupaten Pandeglang Dalam Pencegahan Penyakit Diabetes Dan Tuberculosis Yusransyah Yusransyah; Sofi Nurmay Stiani; Renditya Ismiyati; Sylvianti Maharani; Sumarlin US; Eneng Elda Ernawati
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/asta.v3i2.419

Abstract

Diabetes mellitus and tuberculosis are one of the diseases that are of serious concern to the government. Diabetes is caused by excessive consumption of sugar in the body. Tuberculosis is caused by bacteria that enter the body. Both diseases can be cured with a healthy lifestyle and taking the medication regularly. Community service activities can be a means of education and attract public interest in diabetes and tuberculosis. Community service is carried out by providing education and conducting health checks so that people can apply a healthy lifestyle and increase awareness of maintaining health.
Edukasi Penggunaan Obat pada Bulan Ramadhan Ditinjau dari Segi Kesehatan dan Islam Di SMK Babunajah Pandeglang Sofi Nurmay Stiani; Yusransyah Yusransyah; Sylvi Addini; Leni Halimatusyadiah; Fathiyati Fathiyati; Syifa Maulidia Rizqi; Dewi Intan Sri Rahayu; Hanifah Dwi Safitri
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.486

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan waktu bagi umat muslim dalam melaksanakan kewajiban untuk berpuasa. Bagi yang melaksanakan puasa dan mengalami gangguan kesehatan, pasti akan mempengaruhi konsumsi atau pola penggunaan obat seperti pada hari-hari biasa. Perubahan jadwal penggunaan obat sangat perlu diperhatikan sehingga tidak mempengaruhi efek terapi yang diberikan atau yang sedang dijalani. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat supaya tetap dapat mengkonsumsi obat dengan benar tanpa meninggalkan ibadah puasanya. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu community relation melalui edukasi mengenai pengetahuan penggunaan obat saat puasa kepada peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi yaitu 56% berada pada kategori cukup. Tingkat pengetahuan responden setelah diberikan edukasi yaitu 90% pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengalami peningkatan pengetahuan secara signifikan dengan nilai p<0,05. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang penggunaan obat yang baik dan benar saat puasa. The month of Ramadan is the time for Muslims to carry out the obligation to fast. For those who carry out fasting and experience health problems, it will definitely affect consumption or patterns of drug use as on normal days. Changes in the schedule for drug use really need to be considered so that it does not affect the effect of the therapy being given or being carried out. The purpose of this research was provided education to the public so that they can continue to take medication properly without leaving their fasting worship. The community service method used in this study was community relations through education about the knowledge of using drugs during fasting to participants. The results showed that the level of knowledge of the respondents before being given education, namely 56%, was in the sufficient category. The level of knowledge of respondents after being given education was 90% in the good category. Based on the results of the study it can be concluded that the level of knowledge of respondents before and after being given education experienced a significant increase in knowledge with a p value <0.05. Community service activities through the provision of education can increase respondents' knowledge about the proper and correct use of drugs during fasting.
COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS OF CEFTRIAXONE AND CEFIXIME IN TYPHOID FEVER PATIENTS HOSPITALIZED AT BERKAH PANDEGLANG REGIONAL HOSPITAL FOR THE PERIOD 2020-2021 Yusransyah Yusransyah; Yuni Rahmawati; Baha Udin; Nia Marlina Kurnia
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 9 No 2 (May-August 2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v9i2.8648

Abstract

Typhoid fever is an infectious disease among humans caused by the bacterium Salmonella typhi. With the high Multi-Drug Resistance (MDR) of Salmonella typhi, selecting the right antibiotic is a factor that must be considered in addition to cost constraints. Therefore, cost-effectiveness is needed. This study aims to determine the cost-effectiveness of typhoid fever patients using ceftriaxone and cefixime antibiotics. The data used are retrospective, and the sampling was done by purposive sampling. This study was conducted at Berkah Pandeglang Regional Hospital. Sample in this study, namely typhoid fever patients of the period 2020-2021, who meet the inclusion and exclusion criteria. In this study, 16 samples were obtained. The results of this study showed that the total average direct medical costs for the ceftriaxone group were IDR 78.632.500 In contrast, the cefixime group was IDR 75.527.300. The ACER value of typhoid fever patients who used Ceftriaxone + cefixime was IDR 91,646.27, Ceftriaxone was IDR 77,463.89, and cefixime was IDR 88,027.15. The patients with typhoid fever who used Ceftriaxone were more cost-effective than those who used Cefixime
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN BEROBAT RESPONDEN RAWAT JALAN DI RSUD BANTEN TAHUN 2022: FACTORS AFFECTING COMPLIANCE WITH OUTPATIENT HYPERTENSION TREATMENT AT BANTEN HOSPITAL IN 2022 Yusransyah Yusransyah; Fifih Lutfiyah; Endang Safitri; Baha Udin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.734

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi secara global. Perlu pengobatan jangka panjang pada pasien hipertensi sehingga dibutuhkan penggunaan obat yang teratur untuk mencegah terjadinya komplikasi. Belum ditemukan obat yang secara spesifik dapat menyembuhkan hipertensi secara total, namun telah ditemukan sebagian obat yang digunakan dalam pengendalian hipertensi dan memerlukan kepatuhan dalam meminumnya. Frekuensi kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kondisi tekanan darah dapat menjadi tolak ukur kepatuhan pengobatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tingkat kepatuhan berobat dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada responden. Metode pada penelitian ini, yaitu observasional, bersifat prospektif dengan menggunakan kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS) dan diuji statistik dengan chi-square. Tingkat kepatuhan berobat responden di RSUD Banten sebesar 55,1% pasien dengan kategori patuh berobat secara teratur dan selalu kontrol maksimal setiap satu bulan sekali dan 44,9% pasien yang tidak patuh berobat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepatuhan berobat responden dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti status pekerjaan, lama menderita hipertensi, keikutsertaan asuransi, keterjangkauan akses, motivasi berobat, tingkat   pendidikan, dukungan tenaga kesehatan dan tingkat pengetahuan. Kata kunci: Hipertensi, Kepatuhan Berobat, Kuesioner MARS, RSUD Banten
OPTIMASI RASIO VOLUME PELARUT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK BATANG KECOMBRANG (Etlingera eltior) SERTA PROFIL METABOLIT SEKUNDER MENGGUNAKAN LC-MS/MS: EFFECT OF SOLVENT VOLUME RATIO AND TIME OF EXTRACTION ON THE YIELD EXTRACT OF KECOMBRANG STEM (Etlingera elatior) AND SECONDARY METABOLITE PROFILING USING LC-MS/MS Syilvi Adini; Shirly Kumala; Siswa Setyahadi; Sofi Nurmay Stiani; Yusransyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.713

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang digunakan sebagai obat. Walaupun semua bagian tanaman ini dapat dimanfatkan, bagian batang merupakan yang paling banyak digunakan sebagai obat.  Metabolit sekunder yang terkandung dalam batang kecombrang memiliki banyak aktivitas farmakologi. Proses ekstraksi metabolit sekunder dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah volume pelarut dan waktu ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio volume pelarut dan waktu ekstraksi optimal pada proses ekstraksi batang kecombrang yang memberikan rendemen tertinggi dan untuk mengetahui profil metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya. Batang kecombrang dimaserasi dengan metode maserasi kinetik menggunakan pelarut metanol dengan rasio volume pelarut 1:10, 1:20 dan 1:30 selama 60 menit. Kemudian hasil rendemen tertinggi dari variasi volume pelarut dioptimasi lebih lanjut menggunakan variasi waktu ekstraksi 15, 30, 60, 90, 120 dan 180 menit. Pengujian profil metabolit sekunder dilakukan menggunakan LC-MS/MS. Hasil optimasi menunjukan bahwa volume pelarut dengan rendemen tertinggi terdapat pada rasio 1:30 dan variasi waktu pada menit ke 120 menit. Esktrak metanol batang kecombrang menunjukkan adanya senyawa biondinin A, methyl kushenol C, trichosanic acid dan malvalic acid. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi optimal ekstraksi batang kecombrang adalah pada rasio volume pelarut 1:30 selama 120 menit dan profil metabolit sekundernya biondinin A, methyl kushenol C, asam punisik dan asam malvalic. Kata kunci: Batang kecombrang, optimasi, rendemen, LC-MS/MS
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN BEROBAT RESPONDEN RAWAT JALAN DI RSUD BANTEN TAHUN 2022: FACTORS AFFECTING COMPLIANCE WITH OUTPATIENT HYPERTENSION TREATMENT AT BANTEN HOSPITAL IN 2022 Yusransyah Yusransyah; Fifih Lutfiyah; Endang Safitri; Baha Udin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.734

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi secara global. Perlu pengobatan jangka panjang pada pasien hipertensi sehingga dibutuhkan penggunaan obat yang teratur untuk mencegah terjadinya komplikasi. Belum ditemukan obat yang secara spesifik dapat menyembuhkan hipertensi secara total, namun telah ditemukan sebagian obat yang digunakan dalam pengendalian hipertensi dan memerlukan kepatuhan dalam meminumnya. Frekuensi kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kondisi tekanan darah dapat menjadi tolak ukur kepatuhan pengobatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tingkat kepatuhan berobat dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada responden. Metode pada penelitian ini, yaitu observasional, bersifat prospektif dengan menggunakan kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS) dan diuji statistik dengan chi-square. Tingkat kepatuhan berobat responden di RSUD Banten sebesar 55,1% pasien dengan kategori patuh berobat secara teratur dan selalu kontrol maksimal setiap satu bulan sekali dan 44,9% pasien yang tidak patuh berobat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepatuhan berobat responden dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti status pekerjaan, lama menderita hipertensi, keikutsertaan asuransi, keterjangkauan akses, motivasi berobat, tingkat   pendidikan, dukungan tenaga kesehatan dan tingkat pengetahuan. Kata kunci: Hipertensi, Kepatuhan Berobat, Kuesioner MARS, RSUD Banten
CORRELATION OF MEDICATION ADHERENCE WITH THE CHARACTERISTICS AND QUALITY OF LIFE OF TUBERCULOSIS PATIENTS IN DR. DRADJAT PRAWIRANEGARA HOSPITAL Yusransyah Yusransyah; Rozwaliza Annintan; Farahdina Chairani; Baha Udin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.1005

Abstract

Tuberculosis remains a health threat in Indonesia because its prevalence is relatively high; therefore, special tuberculosis control is needed. One way to control tuberculosis is to increase compliance with treatment, which can affect quality of life. The main objective of this study was to determine the relationship between the level of treatment compliance and the characteristics and quality of life of patients at dr. Dradjat Prawiranegara Serang Hospital. This study used a cross-sectional, observational research method. Data were collected by distributing questionnaires filled out through direct interviews with the patients. The questionnaires used were the MARS and EQ-5D-5L questionnaires were used. The subjects in this study were outpatients with tuberculosis who were undergoing treatment at our hospital. The Drajat Prawiranegara Serang Hospital met the inclusion and exclusion criteria. Sequential sampling was used as a sampling technique in this study. Statistical data analysis was performed using the chi-square test and correlation. The number of respondents in this study who met the inclusion criteria was 30. As many as 80.0% of tuberculosis patients adhere to taking medication, and 83.3% of tuberculosis patients have a good quality of life. The results of statistical tests show that there is a relationship between the level of compliance of tuberculosis patients and the level of knowledge, income, attitude of health workers, and family support. In contrast, the variables of the level of education, employment, motivation, distance to health facilities, and quality of life did not have a significant relationship with the level of tuberculosis patient compliance...
Co-Authors Abdillah , Mursyid Abdillah Mursyid Ade Anwar Adini, Syilvi Aditia Saeffurrohman Afifah Nur Shobah Ahmad Sofan Ai Yeni Herlinawati Alfarizqi, Asep Salman Andri Harpan Anita Nugraheni, Diesty Anjani, Shabrina Talitha Ashari, Elva Febri Aulia, Ayu Ayuni, Eka Sirly Baha Udin Bahaudin Bahaudin Bahaudin Bahaudin, Bahaudin Banu Kuncoro Cahya, Wulan Chairani, Farahdina Dewi Intan Sri Rahayu Diesty Anita Nugraheni Dina Pratiwi S.farm, M.Sc Effendi, Erwin Endah Endah endah, endah Endang Safitri Eneng Elda Ernawati Epinur , Ernawati, Eneng Elda Eva Kholifah Fahlevy, Muhamad Ichsan Fajrin Noviyanto Fajrin Noviyanto, Fajrin Farahdina Chairani Farahdina, Chairani Fathiyati Fathiyati Fauzi, Andrian Maulana Ferdiyansyah, Ferdiyansyah Fifih Lutfiyah Hadi Susilo Hakim, Imam Lukmanul Hanifah Dwi Safitri Harpan, Andri Hasanah, Indah Ayu Nur Herawati, Fera Imam Lukmanul Hakim Imas Masfuah Indriatmoko, Dimas Danang Ismiyati, Renditya Jovita Almira Junaedi, Candra Kelutur, Faruk Jayanto Kholifah, Eva Kuncoro, Banu Kurnia, Nia Marlina Latif , Yudha Aditama Latif Yudha Aditama Latifah Nur, Rizki Leni Halimatusyadiah Lia Khaerunnisa Lukmanul Hakim, Imam Lydya Elfira Sari Nasution Maharani, Sylvianti Maharani, Zahra Citra Marlina, Nia Masfuah, Imas Meila Pertiwi Mohammad Rizal Mohammad Rizal, Mohammad Muhammad Nurmiftahuddin Mulyani, Yani Mulyani Murdianto, Yudi Mursyid, Abdillah Nabillah, Deya Adiby Nana Suryana Nasiti, Febriane Dwi Nia Marlina Nur Insani Nur Shobah, Afifah Nuraini M.Farm, Apt Nurani, Agnes Wieanita Nurhayati, Ghina Siti Nurhikmah, Ihda Nuriyatul Fhatonah Nurul Fitri, Nabila Nurul Insani Ofsah, Olin Najilah Oktaviana Hadi, Agriyaningsih Perdi, Perdi Pratiwi, Linda Rani Pratiwi, Rossi Pujiati, Devi Putri, Nabila Septiani Rahmawida Putri Rahmawida Putri Raiyan Renditya Ismiyati Renditya Ismiyati Reza Sudrajat Ristiani, Yuanisa Rizki Robul Izati Rizkiana, Muhammad Dinta Rozwaliza Annintan Rustiyani, Risa Sabilla, Aliffia Nur Saeffurrohman, Aditia Saepudin Saepudin Salsabillah, Audy Nursifa'atun Seira, Trisya Selviani, Astri Septina Sumantri, Aulia Setiawan, Abdul Aziz Shabrina Talitha Anjani Shirly Kumala Shobah, Afifah Nur Siswa Setyahadi Siti Hodijah Siti Lailatu Zahroh Siti Rhopi’ah Soraya Uli, Elisabeth Stiani, Sofi Nurmay Subchan, Mohamad Sudarto, Teguh Sumarlin US Syifa Maulidia Rizqi Syilvi Adini Sylvi Addini Sylvianti Maharani Tuty Sriwahyuni US, Sumarlin Wibirezkina, Aufalya Yulistina, Isti Yuni Rahmawati Yuningsih Yuningsih Zulfiani, Nia