Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI DI GUDANG INSTALASI FARMASI RSUD DR. DRAJAT PRAWIRANEGARA SERANG-BANTEN TAHUN 2022 Yusransyah, Yusransyah; Herawati, Fera; Noviyanto, Fajrin; Udin, Baha; Stiani, Sofi Nurmay
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2024): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v9i1.1531

Abstract

Pharmaceutical supply management is a series of sequential actions that begin with the procurement of drugs, the act of receiving drugs, and the process of storing drugs. This study aims to evaluate the suitability of pharmaceutical preparation management process at the Pharmacy Installation, Regional General Hospital dr. Drajat Prawiranegara in 2022 according to the provisions of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 72 of 2016. The research method is explained quantitatively through selecting information, carried out in observation as an assessment and analysis of suitability. After the evaluation, aspects of the procurement process were identified that met the standards, including the high frequency of procurement per drug item (48 times per year), complete orders or invoices, and no late payments from the hospital. The aspect of the receiving process has also met the standards. That is, all drug orders are by the goods received. The storage process has met the standards, namely all goods according to the stock card, while the Turn Over Ratio (TOR) aspect has not met the standards with a value of 3.91 times. The warehouse management system uses First In First Out (FIFO) and First Expired First Out (FEFO). The percentage of damaged or expired drugs and the percentage of non-spinning stock is 0%. The conclusion of this research is the process of procuring and receiving drugs at IFRS dr. Dradjat Prawiranegara Serang has followed the guidelines, but in the TOR aspect it has not met the standards.
Edukasi Penggunaan Kosmetik yang Aman dan Halal pada Masyarakat di Desa Kemanisan Curug Serang Nabillah, Deya Adiby; Stiani, Sofi Nurmay; Yusransyah, Yusransyah; Ismiyati, Renditya; Adini, Syilvi; Seira, Trisya
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.908

Abstract

Kosmetik yang beredar di pasaran harus dijamin keamanan dan kehalalannya oleh instansi terkait, untuk memberikan rasa aman kepada setiap konsumen. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya penggunaan kosmetik yang aman dan halal kepada Masyarakat desa Kemanisan, Kota Serang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa edukasi masyarakat melalui penyuluhan dengan mengukur tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum penyuluhan adalah baik (42%), Cukup (46%), dan Kurang (12%). Tingkat pengetahuan responden setelah konseling baik (56%), Cukup (38%) dan Kurang (6%). Berdasarkan hasil pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan terjadi peningkatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui metode penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan responden mengenai penggunaan kosmetik yang aman dan halal. Cosmetics circulating on the market must be guaranteed safety and halal by the relevant agencies, to provide a sense of security to every consumer. The aim of this service is to increase understanding of the importance of using safe and halal cosmetics among the people of Kemanisan village, Serang City. This community service activity takes the form of public education through counseling by measuring the level of knowledge using a questionnaire. The results of the service showed that the level of knowledge of respondents before counseling was good (42%), sufficient (46%), and poor (12%). The level of knowledge of respondents after counseling was good (56%), sufficient (38%) and poor (6%). Based on the results of this service, it can be concluded that the level of knowledge of respondents before and after the counseling was carried out increased. Community service activities through outreach methods are able to increase respondents' knowledge about the use of safe and halal cosmetics.
Edukasi Penggunaan Obat Antidiabetes saat Berpuasa Ramadhan di Panti Asuhan Hasanudin Pandeglang Stiani, Sofi Nurmay; Yusransyah, Yusransyah; Chairani, Farahdina; Adini, Syilvi; Noviyanto, Fajrin; Ernawati, Eneng Elda; US, Sumarlin; Udin, Baha; Pratiwi, Linda Rani
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.934

Abstract

Umat muslim diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, temasuk penderita Diabetes Melitus sehingga terdapat perubahan waktu makan dan menyebabkan terjadinya perubahan pola waktu penggunaan obat yang tidak tepat pada saat berpuasa dan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan sehingga tidak tercapainya target terapi obat. Kesalahan penggunaan obat diabetes dapat dicegah dengan memberikan edukasi terkait penggunaan obat pada saat berpuasa. Oleh karena itu, pemberian edukasi pada pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan utama dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan obat diabetes pada saat berpuasa sehingga dapat meningkatan ketepatan dalam mencapai target terapi. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Tolak ukur keberhasilan edukasi ini adalah jawaban kuesioner sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Total peserta pada kegiatan ini sebanyak 50 orang dengan mayoritas laki-laki berusia 28-33 tahun. Hasil kegiatan ini menunjukan peningkatan pengetahuan penggunaan obat di bulan Ramadhan tanpa harus membatalkan puasa. Hal tersebut ditunjukkan pada peningkatan persentase peserta dengan kategori baik (10%) dan cukup (2%). Selain itu, hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara jawaban benar saat sebelum dan setelah edukas. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan edukasi sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama terkait penggunaan obat di bulan Ramadhan. Muslims are required to fast in the month of Ramadan, including people with Diabetes Mellitus so that there are changes in meal times and cause changes in the pattern of inappropriate drug use during fasting and can cause unwanted effects so as not to achieve the target of drug therapy. Errors in the use of diabetes drugs can be prevented by providing education related to the use of drugs during fasting. Therefore, providing education in this community service is one of the main series of activities with the aim of increasing public knowledge related to the use of diabetes drugs during fasting so as to increase accuracy in achieving therapeutic targets. This activity uses a lecture method followed by a question and answer discussion. The benchmark for the success of this education is the answer to the questionnaire before and after the implementation of education. The total number of participants in this activity was 50 people with the majority of men aged 28-33 years. The results of this activity showed an increase in knowledge of the use of drugs in the month of Ramadan without having to break the fast. This is shown in the increase in the percentage of participants in the good (10%) and fair (2%) categories. In addition, the statistical test results showed a significant difference between the correct answers before and after education. This proves that the implementation of education is very important to improve public knowledge, especially regarding the use of drugs in the month of Ramadan.
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Bedak Tabur Ekstrak Etanol Daun Kapuk Randu (Ceiba Pentandra(L.) Gaertn.) Yuningsih, Yuningsih; Susilo, Hadi; Yusransyah, Yusransyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v2i2.34

Abstract

Bedak merupakan jenis kosmetikyang digunakan untuk pemakaian luar pada kulit wajah dan tubuh. Pada umumnya bedak digunakan untuk berbagai aplikasi, antara lain pada kulit wajah yang terlihat kusam sehingga terlihat lebih berseri, untuk menyamarkan kulit wajah yang berjerawat dan berlubang, untuk menutupi flek-flek hitam pada wajah, menghaluskan, meratakan, dan mengurangi penampakan garis halus dan pori-pori wajah, dan meratakan warna kulit. Daun kapuk randu hanya digunakan sebagai tanaman atau obat herbal tanpa diolah terlebihdahulu. Untuk meningkatkan nilai ekonominya, pengolahan dapat dilakukan dengan dijadikan produk seperti bedak tabur. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui formulasi dan uji stabilitas fisik bedak tabur ekstrak etanol daun kapuk randu (Ceiba pentandra(L.) Gaertn.).Formulasi bedak terdiri dari talk, zinc stearat, zinc oksida,kalsium karbonat, kaolin dan penambahan ekstrak etanol daun kapuk randu dengankonsentrasi 0%; 5%; 10%; dan 20 %. Evaluasi stabilitas bedak tabur meliputi organoleptik, homogenitas, uji iritasi dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kapuk randu (C.pentandra(L.) Gaertn.)dapat diformulasikan menjadi bedak tabur. Hasil uji stabilitas fisik menunjukkan bahwa bedak tabur ekstrak etanol daun kapuk randu (C.pentandra(L.) Gaertn.) memiliki stabilitas yang baik baik dari segi organoleptik dan homogenitas Kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada daun kapuk randu (C.pentandra(L.) Gaertn.) adalah flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid.
Swamedikasi di Kalangan Mahasiswa Tingkat Akhir (Kebidanan dan Farmasi) STIKes Salsabila Serang Yusransyah, Yusransyah; Stiani, Sofi Nurmay; Harpan, Andri; Masfuah, Imas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i1.74

Abstract

The efforts of a group to take medication without a doctor's prescription for themselves or known as self-medication.The high percentage of self-medication is one reason of medication errors. Students are educated people who are highly educated and have a wider level of knowledge when compared to society in general. Having sufficient knowledge is expected to emerge a positive attitude and maximize vigilance so that health problems do not occur. The purpose of this study was to determine the comparison of self-medication patterns in each department and to measure differences in the level of knowledge and attitudes in each department regarding drug use among final students of STIKes Salsabila Serang. Data retrieval is done by using the technique of purposive sampling by providing a questionnaire via Google Forms. The results is study are that there are differences in the level of knowledge between the D3 Midwifery, S1 Midwifery and S1 Pharmacy majors with a P value of 0.000 (significantly different), while for attitudes there is no comparison between each department because the P value is > 0.05, which is 0.987 (not significantly different). The relationship between attitude and level of knowledge does not have a significant relationship because the P Value> 0.05 is 0.128 (not significantly different.   Upaya suatu kelompok untuk melakukan pengobatan  tanpa resep dokter terhadap diri sendiri atau dikenal dengan istilah swamedikasi. Tingginya presentase swamedikasi menjadi salah satu penyebab munculnya kesalahan pengobatan. Mahasiswa merupakan kalangan terpelajar yang berpendidikan tinggi dan mempunyai tingkat pengetahuan yang lebih luas jika dibandingkan masyarakat pada umumnya. Memiliki pengetahuan yang cukup diharapkan muncul sikap yang positif dan memaksimalkan kewaspadaan agar tidak terjadi gangguan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan pola swamedikasi pada setiap jurusan serta mengukur perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap pada setiap jurusan tentang penggunaan obat di kalangan mahasiswa akhir STIKes Salsabila Serang. Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan memberikan kuesioner melalui Google Form kepada responden. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara jurusan D3 Kebidanan, S1 Kebidanan dan S1 Farmasi dengan P value 0,000 (berbeda signifikan), sedangkan untuk sikap tidak terdapat perbandingan tiap jurusan karena nilai signifikansi >0,05 yaitu 0,987 (tidak berbeda signifikan). Hubungan sikap dengan tingkat pengetahuan tidakmmelikihubungan yang signifikansi karena nilai P value >0,05 yaitu 0,128 (tidak berbeda signifikan).
Formulasi Sediaan Pemerah Pipi Sari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus), dan Sari Kunyit (Curcuma domestica L) dalam Bentuk Stick Nurmay Stiani, Sofi; Ayuni, Eka Sirly; Kurnia, Nia Marlina; Yusransyah, Yusransyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i1.76

Abstract

The purpose of this study was to make rouge using natural dyes on the skin of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) and turmeric (Curcuma domestica L). Natural dyes are obtained by smoothing the skin of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) and turmeric extract (Curcuma domestica L). cheek coloring formula made using a combination of red dragon fruit peel juice (Hylocereus polyrhizus) and turmeric juice (Curcuma domestica L) with concentrations of 10% and 2% (Formula I), 20% and 2.5% (Formula II), 30% and 3% (Formula III). The results of the study with a concentration of 10%: 2%, 20%: 2.5% and 30%: 3% produced a homogeneous blush, aroma, color and good smearing power. pH 4-7, rouge preparations do not cause a reaction (irritation) when applied and the concentration that is preferred by panelists is formula III (30%: 3%). The conclusion of this study is that the combination of red dragon fruit peel juice (Hylocereus polyrhizus) and turmeric juice (Curcuma domestica L) can be used as a natural dye, increasing the concentration of the juice used to increase the dark color pigment in the preparation.   Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat pemerah pipi dengan memanfaatkan pewarna alami pada kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan kunyit (Curcuma domestica L). Pewarna alami diperoleh dengan cara menghaluskan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan kunyit (Curcuma domestica L). formula pewarna pipi yang dibuat menggunakan zat kombinasi dari sari kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan sari kunyit (Curcuma domestica L) dengan konsetrasi 10% dan 2% (Formula I), 20% dan 2,5% (Formula II), 30% dan 3% (Formula III). Hasil penelitian dengan konsentrasi 10% : 2%, 20% : 2,5% dan 30% : 3% menghasilkan pemerah pipi yang homogen, aroma, warna dan daya oles yang baik. pH 4-7, sediaan pemerah pipi tidak menimbulkan reaksi (iritasi) saat dioleskan dan konsentrasi yang banyak disukai panelis adalah formula III dengan konsentrasi 30% : 3%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi sari kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan sari kunyit (Curcuma domestica L) dapat digunakan sebagai pewarna alami, semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin gelap pigmen warna pada sediaan.
Hubungan Antara Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Mellitus dan Support yang Diberikan Keluarga Yusransyah, Yusransyah; Stiani, Sofi Nurmay; Sabilla, Aliffia Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v4i2.79

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a form of metabolic disease caused by high blood glucose levels and the inability to respond to insulin in the body normally, lack of insulin secretion or both. DM is classified into several types and causes, namely type I and II diabetes caused by genetic factors, DM caused by pregnancy factors, and the last is secondary DM. The most cases of Diabetes Mellitus are type II DM which usually occurs in children or adolescents. The purpose of this article review is to find out the relationship between adherence to taking medication and the form of support given from the closest people, especially families, to patients with Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus (DM) adalah bentuk penyakit metabolik yang disebabkan dari kadar glukosa darah yang tinggi dan tidak dapat merespon insulin dalam tubuh secara normal, kekurangan sekresi insulin ataupun bisa jadi keduanya. DM diklasifikasikan menjadi beberapa tipe serta penyebab, yaitu DM tipe I dan II yang disebabkan oleh faktor genetik, DM yang disebabkan karena faktor kehamilan, dan yang terakhir DM sekunder. Kasus terbanyak dari Diabetes Mellitus yaitu DM tipe II yang biasa nya terjadi pada anak anak ataupun remaja. Tujuan dilakukan nya Review Artikel ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Kepatuhan minum obat dan bentuk Support yang diberikan dari orang terdekat terutama Keluarga kepada pasien penderita Diabetes Mellitus.
Formulasi dan Aktivitas Lotion Antinyamuk Aedes Aegypti dari Ekstrak Kulit Buah Limus (Mangifera Foetida Lour) Nurmay Stiani, Sofi; Nurhayati, Ghina Siti; Effendi, Erwin; Indriatmoko, Dimas Danang; Yusransyah, Yusransyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v4i2.80

Abstract

The purpose of this study was to determine the limus extract skin lotion (Mangifera foetida Lour) has activity against mosquitoes against Aedes aegypti mosquitoes. This research includes making simplicia, limus fruit extract, phytochemical screening; lotion extract formulation; physical lotion preparation evaluation; and testing of repellent activity in lotio preparations. The concentrations of the extracts tested for their activity as mosquito repellents were 5% and 10% w/v. The results showed that the rind extract of limus (Mangifera foetida Lour) could be formulated into mosquito repellent lotion at concentrations of 5 and 10% which had an evaluation of preparations that met the requirements, namely organoleptic, homogeneity, dispersibility and pH. Lotion of limus peel extract (Mangifera foetida Lour) at concentrations of 5 and 10% has activity against mosquitoes against Aedes aegypti mosquitoes with protection power reaching 100% at 2 hours for lotion with a concentration of 5% and lotion with a concentration of 10% providing more than 90% protectionie at 0, 2 to 3 hours in each replication with an average protection power of 100%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anti nyamuk dari lotion ekstrak kulit buah limus (Mangifera foetida Lour) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini meliputi pembuatan simplisia, ekstrak kulit buah limus, skrining fitokimia; formulasi lotion ekstrak; evaluasi sediaan lotion dari segi fisik; serta pengujian aktivitas antinyamuk dalam sediaan lotion. Konsentrasi ekstrak yang diuji aktivitasnya sebagai antinyamuk adalah 5% dan 10% b/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah limus (Mangifera foetida Lour) dapat diformulasi menjadi lotion antinyamuk pada konsentrasi 5 dan 10% yang memiliki evaluasi sediaan yang memenuhi persyaratan yaitu organoleptik, homogenitas, daya sebar dan pH. Lotion ekstrak kulit buah limus (Mangifera foetida Lour) pada konsentrasi 5 dan 10% memiliki aktivitas antinyamuk terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan daya proteksi mencapai 100% pada jam ke-2 untuk lotion konsentrasi 5% dan lotion konsentrasi 10% memberikan proteksi lebih dari 90% yaitu pada jam ke-0, 2 sampai jam ke-3 di setiap replikasi dengan rerata daya proteksi yaitu 100%.
Literature review: treatment design to overcome anticancer drug resistance Udin, Baha; Yusransyah, Yusransyah; Stiani, Sofi Nurmay; Rizkiana, Muhammad Dinta
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 22 No 2 (2024): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v22i2.1573

Abstract

One of the main causes of death in the world today is cancer. Chemotherapy is one treatment that cancer patients may utilize. Anticancer medication resistance, which might forecast a rise in treatment failure rates among cancer patients, poses a challenge to the current use of anticancer treatments. Numerous investigators have studied potential approaches to combat anti-cancer medication resistance. The purpose of this literature review is to provide information on treatment planning that can be applied to counteract anti-cancer medication resistance. Cancer is one of the leading causes of death in the modern world. One therapeutic option available to cancer patients is chemotherapy. The current usage of anticancer medicines is challenged by anticancer medication resistance, which may predict an increase in treatment failure rates among cancer patients. Many researchers have looked into possible strategies to fight drug resistance to anti-cancer medications. This review of the literature aims to give information on treatment planning that can be used to combat drug resistance to anti-cancer medications.
UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL 70% KULIT BUAH JENGKOL (Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen) TERHADAP MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI Mohammad Rizal; Yusransyah Yusransyah; Sofi Nurmay Stiani
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v2i2.57

Abstract

Plants that can be used as a medicinal plant one of which is Jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) IC.Nielsen.). Seeds, bark and leaves jengkol contains saponins, flavonoids and tannins. The purpose of this study was to test the antidiarrheal activity of 70% ethanol extract of the fruit peel jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) ICNielsen) to male mice that includes a solution of distilled water as a control, loperamide as a comparison, the ethanol extract of the fruit peel jengkol as test material, and oleum ricini as inductors. Research method used laboratory experiments. Data were analyzed by ANOVA (Analysis of Variance) and continued with different test average – average Duncan using SPSS (Statistical Product and Service Solutions). The results of that study 70% ethanol extract of the fruit peel jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) IC Nielsen) provide nonspecific antidiarrheal activity. The content of the metabolites were present in 70% ethanol extract of the fruit peel jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) IC Nielsen) which provides non-specific activity as antidiarrheal are tannins, flavonoids and steroids. Ethanol Extract Fruit Leather Jengkol 1.2 mg / g has a stronger effect in reducing diarrhea and provide optimum activity as nonspecific antidiarrheal.
Co-Authors Abdillah , Mursyid Abdillah Mursyid Ade Anwar Adini, Syilvi Aditia Saeffurrohman Afifah Nur Shobah Ahmad Sofan Ai Yeni Herlinawati Andri Harpan Anita Nugraheni, Diesty Anjani, Shabrina Talitha Asep Salman Alfarizqi Ashari, Elva Febri Aulia, Ayu Ayuni, Eka Sirly Baha Udin Bahaudin Bahaudin Bahaudin Bahaudin, Bahaudin Banu Kuncoro Cahya, Wulan Candra Junaedi Chairani, Farahdina Dewi Intan Sri Rahayu Diesty Anita Nugraheni Dina Pratiwi S.farm, M.Sc Effendi, Erwin Endah Endah endah, endah Endang Safitri Eneng Elda Ernawati Eneng Elda Ernawati Epinur Epinur Eva Kholifah Eva Kholifah Fajrin Noviyanto Fajrin Noviyanto Fajrin Noviyanto, Fajrin Farahdina Chairani Farahdina, Chairani Fathiyati Fathiyati Fauzi, Andrian Maulana Fauzy, Adrian Maulana Ferdiyansyah, Ferdiyansyah Fifih Lutfiyah Hadi Susilo Hakim, Imam Lukmanul Hanifah Dwi Safitri Harpan, Andri Hasanah, Indah Ayu Nur Herawati, Fera Imam Lukmanul Hakim Imas Masfuah Indriatmoko, Dimas Danang Ismiyati, Renditya Jovita Almira Kelutur, Faruk Jayanto Kholifah, Eva Kuncoro, Banu Kurnia, Nia Marlina Latif , Yudha Aditama Latif Yudha Aditama Latifah Nur, Rizki Leni Halimatusyadiah Lia Khaerunnisa Lukmanul Hakim, Imam Lydya Elfira Sari Nasution Maharani, Sylvianti Maharani, Zahra Citra Marlina, Nia Masfuah, Imas Meila Pertiwi Miftah Miftah, Miftah Mohammad Rizal Mohammad Rizal, Mohammad Muhamad Ichsan Fahlevy Muhammad Nurmiftahuddin Mulyani, Yani Mulyani Murdianto, Yudi Mursyid, Abdillah Nabillah, Deya Adiby Nana Suryana Nasiti, Febriane Dwi Nia Marlina Nur Insani Nur Shobah, Afifah Nuraini M.Farm, Apt Nurani, Agnes Wieanita Nurhayati, Ghina Siti Nurhikmah, Ihda Nuriyatul Fhatonah Nurul Fitri, Nabila Nurul Insani Ofsah, Olin Najilah Oktaviana Hadi, Agriyaningsih Perdi, Perdi Pratiwi, Linda Rani Pratiwi, Rossi Pujiati, Devi Putri, Nabila Septiani Rahmawida Putri Rahmawida Putri Raiyan Renditya Ismiyati Renditya Ismiyati Reza Sudrajat Ristiani, Yuanisa Rizki Robul Izati Rizkiana, Muhammad Dinta Rozwaliza Annintan Rustiyani, Risa Sabilla, Aliffia Nur Saeffurrohman, Aditia Saepudin Saepudin Salsabillah, Audy Nursifa'atun Seira, Trisya Selviani, Astri Septina Sumantri, Aulia Setiawan, Abdul Aziz Shabrina Talitha Anjani Shirly Kumala Shobah, Afifah Nur Siswa Setyahadi Siti Hodijah Siti Lailatu Zahroh Siti Rhopi’ah Sofi Nurmay Stiani Soraya Uli, Elisabeth Stiani, Sofi Nurmay Subchan, Mohamad Sumarlin US Sumarlin US Syifa Maulidia Rizqi Sylvi Addini Sylvianti Maharani Teguh Sudarto Tuty Sriwahyuni US, Sumarlin Wibirezkina, Aufalya Yulistina, Isti Yuni Rahmawati Yuningsih Yuningsih Zulfiani, Nia