p-Index From 2021 - 2026
6.364
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Media Pembelajaran Visual untuk Anak TKQ-DTA AL-FITROH suci aulia; Muhammad iqbal; Lestari; Aulia Ayu Dyah; Nuril Amri Ependi; Alya Khalisa Nadira
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 1 (2025): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i1.9357

Abstract

Proses pembelajaran pada anak usia dini membutuhkan pendekatan visual yang menarik dan kontekstual agar sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik mereka. Di TKQ-DTA Al-Fitroh, pembelajaran masih dominan menggunakan metode verbal satu arah dan minim pemanfaatan media pembelajaran visual, sehingga anak-anak kurang terlibat aktif dan guru kesulitan menyampaikan materi secara menarik. Program pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan diskusi kebutuhan, observasi lapangan, perancangan media, pelatihan guru, serta evaluasi implementasi. Media pembelajaran visual yang dikembangkan mencakup kartu hijaiyah bergambar, poster doa harian, dan video animasi edukatif bertema Islam. Pelatihan juga dilakukan agar guru mampu menggunakan dan mengadaptasi media secara mandiri dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep dan penggunaan media visual, berdasarkan data pre-test dan post-test. Respon guru terhadap efektivitas media juga positif, dibuktikan dengan tingginya tingkat kepuasan dan kepercayaan diri untuk mengimplementasikannya. Sementara itu, siswa menunjukkan antusiasme, keterlibatan, dan pemahaman materi yang lebih baik saat menggunakan media visual dibandingkan metode konvensional. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi pengembangan media visual dan pelatihan guru mampu meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini di TKQ-DTA Al-Fitroh. Program ini relevan untuk direplikasi di lembaga pendidikan serupa guna mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, komunikatif, dan bernilai edukatif Islam secara berkelanjutan.
ANALISIS IMPLEMENTASI PENDIDIKAN EKONOMI HIJAU DALAM PEMBELAJARAN IPS SEKOLAH DASAR Muznal Hadi Jamil; Mimi Efyanti; Lestari; Nanagusnita; Sumanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58960

Abstract

The transition toward a sustainable economy has placed green economy education as an urgent agenda in basic education, including social studies (IPS) learning in elementary schools. This qualitative study analyzes the implementation of green economy education within IPS learning for fifth-grade students at SDN 197/III Kemantan Kebalai, involving 22 students as research subjects. The study employed a descriptive qualitative case study design, with data collected through classroom observation, semi-structured interviews with the class teacher and students, and documentation of lesson plans and student worksheets. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, comprising data condensation, data display, and conclusion drawing/verification, with credibility ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that green economy values, such as saving resources, reducing waste, reusing materials, and appreciating local economic activities that consider environmental sustainability, have been integrated into IPS learning through contextual themes, project-based tasks, and classroom discussion, although the integration remains largely incidental rather than systematically planned within the curriculum. Students demonstrated growing awareness of environmentally friendly economic behavior, yet limited teaching media, minimal teacher training on green economy concepts, and time constraints within the thematic curriculum were identified as major obstacles. The study concludes that green economy education can be meaningfully implemented in elementary IPS learning through contextual, experience-based strategies, but requires stronger curriculum support, teacher capacity building, and locally relevant teaching materials to sustain students' environmental and economic literacy.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA LOKAL DALAM MEMBANGUN PEMAHAMAN STRUKTUR RUANG PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Muznal Hadi Jamil; Mimi Efyanti; Lestari; Nanagusnita; Sumanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58969

Abstract

This study aims to examine the implementation of local culture-based learning in building elementary school students' understanding of spatial structure concepts. Spatial structure understanding is a fundamental competency in social studies education that allows students to recognize patterns of land use, settlement arrangement, and the relationship between humans and their environment. However, conventional teaching strategies that rely on textual explanation tend to make this material abstract and difficult for fifth-grade students to internalize, particularly in rural schools surrounded by rich but underutilized cultural resources. This research employed a pre-experimental method with a One Group Pretest-Posttest Design, involving 22 fifth-grade students of SDN 197/III Kemantan Kebalai as the research subjects. The local culture-based learning model integrated local traditions, traditional settlement patterns, customary land-use practices, and indigenous spatial knowledge of the Kerinci community into the social studies learning process. Data were collected through pretest and posttest instruments measuring students' conceptual understanding of spatial structure, then analyzed using a paired sample t-test and N-Gain score to determine the magnitude of improvement. The results indicated a statistically significant increase in students' posttest scores compared to the pretest scores, with the N-Gain score falling into the moderate-to-high category. These findings suggest that contextualizing geographic and spatial concepts through familiar local cultural elements enhances students' meaningful understanding, engagement, and retention of abstract spatial concepts. The study contributes empirical evidence supporting the integration of local wisdom into elementary social studies curricula and offers practical implications for teachers seeking contextual, culturally responsive pedagogical strategies in remote and culturally rich school settings.
ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS PUISI ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI PEMANFAATAN CERITA SENDANG PENGILON: ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS PUISI ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI PEMANFAATAN CERITA SENDANG PENGILON Sri Lestari; Erika Nuril Izza; Lestari; Mohammad Kanzunnudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59795

Abstract

Pembelajaran menulis puisi di sekolah dasar sering menghadapi kendala berupa keterbatasan siswa dalam menemukan ide dan mengembangkan imajinasi. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk membantu siswa mengonstruksi dan mengembangkan gagasan yakni melalui pemanfaatan cerita rakyat sebagai stimulus dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan makna dan respons kreatif siswa sekolah dasar dalam peningkatan menulis puisi melalui cerita Sendang Pengilon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi hasil puisi siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa membangun pemaknaan yang beragam terhadap cerita Sendang Pengilon sesuai dengan pengalaman, pengetahuan, dan sudut pandang masing-masing. Proses pemaknaan tersebut mendorong siswa mengembangkan gagasan, imajinasi, dan ekspresi yang kemudian dituangkan dalam bentuk puisi. Respons kreatif siswa tampak pada keberagaman tema, penggunaan ungkapan deskriptif, serta kemampuan menghubungkan pesan cerita dengan pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa cerita Sendang Pengilon tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi juga sebagai sarana yang mendukung pembentukan makna dan pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran menulis puisi. Dengan demikian, pemanfaatan cerita rakyat dapat menjadi alternatif pembelajaran sastra yang bermakna dan kontekstual di sekolah dasar.
Tradisi Larangan Menikah dengan Orang Sekaum dengan Mantan Pasangan di Nagari Padang Laweh Perspektif ‘Urf Lestari; Shafra
AHKAM Vol 5 No 4 (2026): AHKAM: Jurnal Hukum Islam dan Humaniora
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v5i4.11891

Abstract

Although customary marriage traditions have been widely studied, research on the prohibition against marrying a member of a former spouse’s clan, whether following divorce or the spouse’s death, and its status from the perspective of ‘urf remains limited. This study aimed to analyze the implementation of the tradition prohibiting marriage to a member of a former spouse’s clan in Nagari Padang Laweh, Koto VII Subdistrict, Sijunjung Regency, and to determine its status from the perspective of ‘urf. This study employed a qualitative approach using field research. Informants were selected purposively, while data were collected through interviews and observation. The data were analyzed descriptively and inductively through the stages of transcription, data categorization, description of the findings, and conclusion drawing. The findings showed that the prohibition applied to men and women whose marriages had ended through either divorce or the death of their spouse, preventing them from marrying a member of their former spouse’s clan. This tradition aims to preserve raso, family harmony, clan honor, and interclan relations and is accompanied by the imposition of customary sanctions on violators. From the perspective of ‘urf, the tradition is categorized as ‘urf ‘amali based on its form and ‘urf khāṣṣ based on its scope and may be regarded as ‘urf ṣaḥīḥ provided that its implementation does not conflict with Islamic law. These findings clarify the status of this tradition while broadening the understanding of the relationship between customary norms and Islamic law in the marital practices of the Minangkabau community.
Co-Authors Achmad Maftuh Sujana Adam Saleh Afifa Nadiratun Najjah Ahmad Sidik Pramono Alya Khalisa Nadira Anirotun Nisa Annis Alfaina Ari Susanti Arif Wicaksono Asmirani Alam Asnifa, Siti Asri Nugrahanti Asri Nugrahanti, Asri Atty Erdiana Aulia Ayu Dyah Bambang Santoso Christy Paramitha Defa Rizky Pratama Dennisa Yuniaslihah Desliyadi, Zahra Ramadhania Dina Yusdiana Dalimunthe Diyan Lestari Doktoralina, Caturida Meiwanto Dwi Ramadanti Dwi Suryahartati Eka Putri, Luthfia Eko Wahyuni, Dwi Ella Amanda Putri Engrith G Leunupun Erika Nuril Izza Farid Firdaus, Muhammad Fatimah Kamaruddin, Sitti Fauzan A. Sangadji Ferdian, Muhammad Fiqih Ferra Hendrawati fira, Safira Azzahra Fitri Novia Fitriyani Harianja, Paul Harmoko Hendra Wibawa Hilmi, Masdar Husni Waskito Hutagalung, Endang Romauli Amen Imam Solehudin Irwandi Ismail Joosten Joosten Juli Resdianto Juliana Juni Erpida Nasution Kadarusman, Sunarto Kartini, Rachmi Kharisma Widiyarti Kurniati, Ratnah Lusiana Ari Tri Wardani M. Mustaqim Madubun, Fenty Madelin Malawi, Ibadullah Mareta, Sigit Maskur Masyitah Noviyanti Mimi Efyanti Mohammad Kanzunnudin Muflihanah Muhamad Wildan Septiana Muhammad Fakhrizal Muhammad Iqbal Muhammad Khoirul Imam Muhammad Nurhamsyah Muhammad Ridha Alhamdani Muhammad Robi Purwanto Muhsinin, Muhammad Muli Prima Aldi M Mutisari, Dewi Muttaqin, Ridwan Maf'ul Muznal Hadi Jamil Nanagusnita Neneng Desi Susanti Nurhamsyah, Muhammad Nurhamsyah Nuril Amri Ependi O'i Prasesti Ofan Satria Pandu Winata, Bayu Peri Irawan Puri Wijayanti, Puri Purwanta Puspa Indah Hayati Putra Panjalu Putri Caesar, Athifa Rachmanita Rachmi Kartini Rahma Jan Raisma Nadhifa Rani Ramadina Rasyidi Reiwuty, Jafrandi J. Reni Ramadhina Rina Setyaningsih Rini Sulistiyowati Rudiyono Safira Azzahra fira Samura, Lisa Sastra, Felia Gracia Selin Shafra Sigit Sugiarto Silvia Zunita Sintia Dewi Solihuddin Harahap SRI LESTARI Suci Aulia Sudarmiani Sulistyawati, Hermin Sumanti Supadi, Ari Suryaningrum, Sumarah Syaiful Muazir Tambunan, Ucok Prima Tapaul Rozi Tika Mandasari Triwibowo, Cecep Triwibowo Widiana, Ilvi Nur Wihardjo, Lukas Wijanti, Puri Windarto Windarto Yolanda Apriliani