p-Index From 2021 - 2026
6.804
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Agrikultura Majalah Keperawatan Unpad Novum : Jurnal Hukum Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) JURNAL FOKUS KONSELING JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jendela Nursing Journal (JNJ) Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Keperawatan BSI JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA NurseLine Journal JURNAL KONSELING GUSJIGANG Jurnal Keperawatan Padjadjaran Jurnal Gizi Klinik Indonesia JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Journal of Nursing Care Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Journal of Maternity Care and Reproductive Health Account : Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perbankan Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) INSPIRASI: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research The Journal of Hospital Accreditation (JHA) Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling International Journal of Global Operations Research MAHESA : Malahayati Health Student Journal Akuntansi'45 The Journal of Palembang Nursing Studies SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Akuntansi Syariah (JAkSya) Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Consilium Sanitatis: Journal of Health Science and Policy Padjadjaran Acute Care Nursing Journal (PACNJ) International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education (IJMURHICA) Imara: Jurnal Riset Ekonomi Islam Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Rangkiang: Journal of Islamic Economics and Business Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Al-bank: Journal of Islamic Banking and Finance Jurnal Penelitian Keperawatan Jurnal Tarbiyatuna Jurnal Akuntansi Syariah (JAkSya)
Claim Missing Document
Check
Articles

INSTAGRAM : MEDIA DALAM BERPRASANGKA Nita Fitria
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v1i1.290

Abstract

Prasangka sosial kerap terjadi di media sosial terutama di instagram. Individu tidak saling kenal di dunia nyata namun bisa memberikan penilaian (judment) kepada individu lain hanya berdasarkan apa yang dilihatnya melalui sesuatu yang ia posting. Banyak kasus terjadi yang bermula dari memberikan komentar negatif di instagram kemudian berakhir di kantor polisi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai fenomena-fenomena di instagram yang mencuat akibat prasangka sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, yaitu dengan mengamati 10 akun instagram yang dipilih secara acak dengan kategori followers yang melebihi satu juta. Hasil penelitian diperoleh bahwa foto dan video yang diunggah di intagram memberikan dua konsekuensi yaitu menaikkan citra diri atau mendapatkan cemoohan. Ketika pengguna instagram membagikan konten foto dan videonya, maka ada dua konsekuensi yang harus dia terima, siap dicela dan dipuji oleh orang lain.
Karakterisasi Mutu Fisik Bulir 30 Genotipe Padi Generasi F5 Hasil Seleksi dari Persilangan Sintanur X PTB33 dan Pandanwangi X PTB33 Nono Carsono; Nita Fitria; Santika Sari; Dedi Ruswandi
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29779

Abstract

Perbaikan genetik padi saat ini tidak hanya mengarah pada peningkatan produktivitas saja, namun juga ke arah perbaikan mutu terutama karakter mutu beras yang disukai konsumen, seperti, ukuran, bentuk, dan penampilan butir beras. Dalam rangka mengembangkan karakter mutu fisik yang baik, telah dilakukan beberapa persilangan dari tetua-tetua yang terpilih, seperti Sintanur, Pandanwangi, dan PTB33. Hasil persilangan tersebut telah mencapai generasi F5, akan tetapi pengujian mutu fisik bulir belum dilakukan, sebelum galur-galur harapan tersebut dilepas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh genotipe padi unggul yang memiliki karakter mutu fisik bulir terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 34 genotipe (termasuk 4 varietas cek) dan dilakukan sebanyak 3 ulangan. Penampilan genotipe-genotipe padi yang diuji dibandingkan dengan varietas ceknya dievaluasi dengan menggunakan Least Significant Increase (LSI). Berdasarkan uji LSI, seluruh genotipe hasil persilangan varietas Pandanwangi X PTB33 (PP) dan SP87-25-29 memiliki mutu fisik bulir yang lebih baik dibandingkan tetuanya. Genotipe-genotipe yang telah terseleksi akan dilanjutkan guna pengujian adaptabilitas dan stabilitas.
GAMBARAN ADVERSITY QUOTIENT PADA TAHANAN REMAJA DI RUMAH TAHANAN KELAS 1 BANDUNG Nita Fitria; Taty Hernawaty; Iyus Yosep
Majalah Keperawatan Unpad Vol 12, No 2 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.028 KB)

Abstract

ABSTRAK Adversity Quotient (AQ) merupakan suatu bentuk pengukuran yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam merespons suatu tantangan atau kesulitan dalam kehidupannya untuk mencapai suatu keberhasilan. Salah satu tantangan dan kesulitan bagi tahanan yang berusia remaja adalah proses pembinaan  selama di rumah tahanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran adversity quotient  tahanan remaja di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah total populasi dengan jumlah sampel 44 orang remaja tahanan pada bulan Agustus 2011. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi dari Adversity Response Profile Quick TakeTM. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini 0% berada pada kisaran kelompok climber, 22,72% berada pada kisaran peralihan camper ke climber, 45,45% perawat berada pada kisaran kelompok camper, 22,72% pada kisaran peralihan quitter ke camper. Saran dari penelitian ini adalah untuk diadakannya peneltian lanjutan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Adversity Quotient remaja tahanan di Rumah Tahanan Negera Kelas 1 Bandung. Kata Kunci : Adversity Quotient, Rumah Tahanan Kelas 1  Bandung, Tahanan Remaja ABSTRACT Adversity Quotient (AQ) is a form of measurement used to determine a person's ability to respond to a challenge or difficulty in achieving a successful life. Some of the challenges and difficulties for adolescent in, pressure from house state inmate The purpose of this study to know the description of adversity quotient adolescent in House state inmate Class 1 Bandung.The research design used is quantitative descriptives. The sampling technique used is total population with 44 people adolescent in August 2011. The measurement used in this study is a modification of the data collection involved Adversity Response Profile Quick TakeTM .The results obtained from this study showed 0% of adolescent in the range of climbers group, 22,72 % in the range of transitional camper to climbers, 45,45% adolescent are in the range camper group, 22,72 % in the range of the transition to a camper quitter and 9,09% group quitter. Suggestions from this study is to further the holding of the other research on the factors of influence Adversity Quotient in House state inmate Class 1 Bandung Keywords : Adversity Quotient, House state inmate Class 1 Bandung, Adolescent
Adversity Quotient Mahasiswa Baru yang Mengikuti Kurikulum Berbasis Kompetensi Nita Fitria; Taty Hernawati; Nur Oktavia Hidayati
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.047 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v1i2.57

Abstract

Adversity Quotient (AQ) merupakan suatu bentuk pengukuran yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam merespons suatu tantangan atau kesulitan dalam kehidupannya untuk mencapai suatu keberhasilan. Salah satu tantangan dan kesulitan bagi mahasiswa keperawatan adalah menghadapi program Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan Metode Student Centered Learning(SCL). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran Adversity Quotientmahasiswa baru yang sedang mengikuti Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan Metode Student Centered Learning(SCL). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah total populasi dengan jumlah sampel 142 orang mahasiswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi dari Adversity Response Profile Quick TakeTM. Hasil penelitian didapatkan Adversity Quotientmahasiswa baru yang sedang mengakui KBK dengan metode SCL adalah sebagian besar responden yaitu 87 orang (61,27%) pada kelompok climber, sebagian kecil dari responden yaitu 50 orang (35,21%) pada kelompok transisi camperke climber, sebagian kecil dari responden yaitu 5 orang (3,52%) pada kelompok camper,tidak seorang pun responden yaitu 0 orang (0.00%) pada kelompok transisi quitterke camper dan tidak seorang pun responden yaitu 0 orang (0.00%) pada kelompok quitter. Mahasiswa pada posisi climbermelihat masalah yang ada saat menjalani program profesi sebagai tantangan.Kata kunci: Adversity quotient, mahasiswa, student centered learning AbstractAdversity Quotient (AQ) is a form of measurement that used to determine a person’s ability to respond of challenges or difficulties as part of achieving a success in life. The challenges and difficulties for nursing students occurred when Competency-Based Curriculum (CBC) has applied using Student Centered Learning (SCL) method. The purpose of this study was to explore the Adversity Quotient Force of nursing students from class of 2011 who applied CBC and SCL as their study method. The research method was descriptive quantitative. Samples were 142 nursing student from class of 2011 who chosen by total sampling technique. The data were collected using a modification of the Adversity Response Profile Quick TakeTM tools. The result showed the majority of Adversity Quotient of respondent who attended CBC with SCL method was in climber categories with 87 people (61.27%). The second majority was transition to a camper climber with 50 people (35.21%), and then followed by camper, camper quitter, and quitter with 5 persons (3.52%), 0 (0.00%), 0 (0.00%), respectively.Key words:Adversity quotient, students, student centered learning
Gambaran Strategi Koping Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang Menderita Gangguan Jiwa Bera Yelsi Wanti; Efri Widianti; Nita Fitria
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.452 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i1.140

Abstract

Keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa sering mengalami stres karena perilaku anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dan stigma yang melekat pada keluarga. Keluarga akan melakukan strategi koping untuk mengatasi stres yang dialami. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi koping keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa berat di rumah di Desa Sukamaju dan Desa Kersamanah Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 43 orang anggota keluarga yang merawat pasien gangguan jiwa berat, diambil dengan total sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner dari instrumen baku Ways Of Coping (WOC) dan analisis data yang digunakan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian dari responden yaitu 20 orang (47%) lebih cenderung menggunakan emotional focused coping, sebagian kecil responden yaitu 13 orang (30%) cenderung menggunakan problem focused coping dan sebagian kecil responden lainnya yaitu 10 orang (23%) dominan menggunakan problem focused coping dan emotional focused coping secara bersamaan. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa berat di rumah melakukan usaha untuk menghadapi stres dengan cara mengatur respon emosionalnya untuk menyesuaikan diri dari dampak yang ditimbulkan oleh pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi perawat di puskesmas setempat untuk memberikan konsultasi dan konseling bagi keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa berat di rumah.Kata kunci: Gangguan jiwa berat, keluarga, strategi koping. Describe Of Family Coping Strategies In CaringFamily Members Suffering From Severe Mental DisordersAbstractFamilies who care for family members with mental illness often stresor due to the behavior of family members with mental illness and the stigma attached to the family. The family will do the coping strategies to overcome the stres experienced. The study purpose is to identify family coping strategies in caring for family members who suffer from severe mental disorders at home in Sukamaju and Kersamanah Villages in District of Garut. This design of study is quantitative descriptive with the number of respondents about 43 family members who care for patients with severe mental disorders, using total sampling. The data were taken using a questionnaire of raw instrument Ways Of Coping (WOC) and data analysis used form of a percentage. The results showed the majority of respondents, 20 people (47%) were more likely to use emotional focused coping, a small portion 13 respondents (30%) tend to use problem focused coping and a small portion 10 respondents (23%) predominantly use problem focused coping and emotional focused coping simultaneously. The conclusions of this study indicate that the family in caring for patients with severe mental disorders at home to make efforts to deal with stres by regulating the emotional response to adjust from the impact caused by the patient. The results of this study are expected to provide input for a nurse at a Health care to provide consultation and counseling for families in caring for patients with disorders severe mental at home.Keywords: Coping strategies, family, severe mental disorders.
PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN YANG HANYA BERLANGSUNG SATU PUTARAN PADA TAHUN 2014 NITA FITRIA
NOVUM : JURNAL HUKUM Vol 2 No 4 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v2i4.16395

Abstract

Pasal 159 ayat (1) UU Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (selanjutnya di sebut dengan UU Pilpres) bahwasanya pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden harus memperoleh suara lebih dari 50% dan sedikitnya 20% suara disetiap provinsi dari setengah jumlah provinsi di Indonesia dan pasal 159 ayat (1) UU Pilpres merupakan turunan dari pasal 6A ayat (3) UUD NRI 1945. Pada pemilihan umum tahun 2014 pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden hanya terdiri dari dua pasangan, maka Mahkamah Konstitusi memutuskan pemilu tahun 2014 cukup satu kali putaran. Hal ini menjadi persoalan karena pasal 6A UUD NRI 1945, menyebutkan bahwa pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian normatif. Dengan metode ini diharapkan penulis dapat menemukan suatu aturan, prinsip hukum dan doktrin-doktrin hukum. Dalam penelitian ini pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Interpretasi yang digunakan adalah interpretasi gramatikal yaitu penafsiran bahasa, yang digunakan menafsirkan pasal 6A UUD NRI 1945. Teknik analisis bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan secara preskriptif. Kata Kunci: Pemilu,Presiden dan Wakil Presiden,satu putaran. Abstract Chapter 159 section (1) of Law no. 42 Year 2008 concerning the election of the President and Vice President pair states that Candidates of President and Vice President must obtain more than 50% votes and at least 20% of votes in each province from half of the total provinces in Indonesia and Chapter 159 section (1) of Act 42 of 2008 on the Presidential Election and Vice-President is a derivative of Chapter 6A section (3) Constitution NRI 1945. In the 2014 general election, there were only two participatingpairs of candidates for President and Vice President, the Constitutional Court decided that the election in 2014 was to be conducted in one round. This becomes a problem because Chapter 6A Constitution NRI 1945, states that candidates for President and Vice President who obtain more than 50 percent of the vote in an election with at least 20 percent of the vote in each of the provinces across Indonesia, were sworn in as President and Vice President.The research method used is a method normative research. With this method the authors expected to find a rule, the legal principles and legal doctrines. In this study the approach in use is the approach of legislation and conceptual approach. The interpretation used is grammatical interpretation which is the interpretation of the language, which is used to interpret the Constitution Chapter 6A 1945. NRI legal materials analysis techniques in the study is conducted prescriptively. Keywords : Election, President and Vice-President, one round.
Tingkat Kecemasan pada Andikpas Usia 14-18 Tahun Menjelang Bebas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Maya Atikasuri; Henny Suzana Mediani; Nita Fitria
Journal of Nursing Care Vol 1, No 1 (2018): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v1i1.15773

Abstract

Masalah kenakalan remaja telah menjadi salah satu masalah pokok yang dihadapi oleh Indonesia. Kejadian dan kualitas kenakalannya terus meningkat hingga menjurus pada tindak kriminalitas yang menyebabkan remaja terjerat di ranah hukum. Stigma negatif di masyarakat yang diberikan kepada mantan tahanan membuat Andikpas enggan keluar dari LPKA dan cenderung merasakan kecemasan menjelang masa kebebasannya, terlebih lagi usia remaja merupakan usia dimana keadaan emosional dan psikologis yang belum stabil membuat remaja mudah mengalami kecemasan dan berdampak tidak baik jika terus dibiarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada Andikpas menjelang bebas di LPKA Kelas II Bandung.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif dan teknik consecutive sampling dengan populasi Andikpas menjelang bebas sebanyak 56 orang. Instrumen yang digunakan adalah Zung’s Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) dengan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 Andikpas yang diteliti hampir setengahnya yaitu 25 Andikpas (44,64%) tidak mengalami kecemasan, sementara sebagian besar Andikpas yang mengalami kecemasan yaitu 19 Andikpas (33,93%) mengalami kecemasan ringan-sedang, dan sebagian kecil yaitu sebanyak 9 Andikpas (16,07%) mengalami kecemasan berat, serta yang paling sedikit yaitu sebanyak 3 Andikpas (5,35%) mengalami panik.Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa hampir setengahnya dari Andikpas yang diteliti tidak mengalami kecemasan, namun lebih dari setengahnya juga Andikpas pada penelitian ini mengalami kecemasan baik dari tingkatan ringan sampai dengan panik. Peningkatan program pembinaan dan konseling serta pemberdayaan tenaga kesehatan di LPKA sangat dibutuhkan agar dapat menurunkan tingkat kecemasan pada Andikpas.Kata kunci : Andikpas, kenakalan remaja, menjelang bebas, tahanan. Description of Anxiety Disorder among Inmate 14–18 Years Old Pre Release at Lembaga Pembinaan Khusus Anak Class IIAbstractJuvenile delinquency has become one of the main problems in Indonesia. The incidence and mischievousness quality increase which is lead to crime action. This situation may cause adolescent entangled in the realm of law. The negative stigma in society given to inmates former make inmate reluctant to get out of LPKA and tends to feel anxiety ahead of their pre-release. Adolescent is a phase of a transitional period from children into adulthood where emotional and psychological states are not stable, and anxiety is need to be noticed. Moreover, psychological burden that experienced by adolescent was harder when they lived in LPKA. This study aims to identify anxiety scale of pre-release juvenile inmates at LPKA Class II Bandung.This study use quantitative descriptive research with cross-sectional approach and consecutive sampling technique with 56 pre-release juvenile inmates as population and used Zung’s Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) with Likert Scale as data analyze. The result showed that 25 Andikpas (44.64%) did not experience anxiety, then most of them experienced anxiety with the explenation: 19 Andikpas (33,93%) experience mild-moderate anxiety, 9 Andikpas (16.07%) experiencing severe anxiety, and 3 Andikpas (5.35%) experiencing panic.The conclusion of this study is the level of anxiety experienced by Andikpas is nearly half of Andikpas did not experience anxiety, but more than half of Andikpas in this study experienced anxiety either from mild to panic levels. Improvement of coaching and counseling programs and the empowerment of health workers in LPKA is needed to reduce the level of anxiety in Andikpas.Keyword: Andikpas, inmates, juvenile delinquency, pre-release.
Family Self Stigma at People with Mental Disorder Efri Widianti; Nur Hardini Rahmatika; Nita Fitria
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 3 No. 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v3i3.640

Abstract

Self-stigma mostly occurs in individuals with mental illness or in their family. Self-stigma has the impact on decreasing family self-esteem and disruption of family member’s recovery process. Some of the family seceded from social environment and health services. The aim of the study was to identify family’s self-stigma with mental illness member in the working area of Puskesmas Jatinangor. This study used a descriptive quantitative method with the cross-sectional approach. Consecutive sampling was used to obtain 32 samples. This study used The Family Experience Interview Schedule (FEIS) Scale – Section L (Stigma) with the value of validity 0,71-0,84 and value of Cronbach alpha 0,851. This instrument has score ranged from 0 – 15. A higher score signifies higher self-stigma perceived by family.  The data obtained in this study were analyzed using univariate analysis.  The results showed the score of self-stigma within the range of 0 – 9 from the maximum total score 15 with the mean of 3,31 and SD 2,402. The item which was dominantly perceived by the family was the anxiety which appears when the condition of their mentally ill family member was found by others. Based on the results of the study, family felt 3 items out of 15 items on the instrument. A psychoeducation program for reducing anxiety in the family has to be encouraged in primary health care, especially in the nursing program.
The Influence of Indonesian Cardio Gymnastic Series-I to Plasma Protein Expression Of BDNF in The Elderly Nita Fitria; Lynna Lidyana; Shelly Iskandar; Leonardo Lubis; Fidella Fidella; Ajeng Fitria; Ambrosius Purba
NurseLine Journal Vol 4 No 1 (2019): May 2019
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v4i1.11621

Abstract

Physical activity in the elderly will improve cognitive function. Biomolecular changes to see an increase in elderly cognitive function are characterized by an increase in the expression of plasma protein Brain Derived Nerve Factor (BDNF). Efforts to improve cognitive function can be done in Indonesian Cardio Gymnastic Serie-I . In this study the aim was to analyze the influence of Indonesian Cardio Gymnastic Serie-I three times a week for 6 weeks to Plasma Protein Expression of BDNF in Elderly. This study used a pre-experiment with the design of one group pre and post test for 27 samples of healthy elderly aged > 60 years and routinely conduct Indonesian Cardio Gymnastic Serie-I 3 times a week for 6 weeks. To determine BDNF levels taken from elderly plasma blood then measured using the Enzime Link Immunosorbent Assay (ELISA) method. To analyze the influence of Indonesian Cardio Gymnastic Serie-I to plasma protein expression of BDNF, a paired t-test was used so that the mean differences between before and after gymnastics were known. There were differences in the mean BDNF plasma protein expression before and after Indonesian Cardio Gymnastic Serie-I (2174,52 ± 700,79 VS 1981 ± 915,17 pg/ mL, p = 0,40 ; p > 0,05) with the mean difference was 192,69 which means Indonesian Cardio Gymnastic Serie-I 3 times a week for 6 weeks had no influence to plasma protein expression of BDNF because the level has decreased by 91.14% after exercising
Hubungan Antara Pengetahuan, Motivasi, dan Supervisi dengan Kinerja Infection Prevention Control Link Nurse (IPCLN) dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Selama Pandemik COVID-19 di Rumah Sakit Mata Cicendo Dewanti Widya Astari; Fransisca Sri Susilaningsih; Nita Fitria
The Journal of Hospital Accreditation Vol 4 No 01 (2022): Evaluasi berbagai Penerapan Standar Akreditasi
Publisher : Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35727/jha.v4i1.115

Abstract

Latar Belakang: Penularan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) hingga Januari tahun 2021 semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menyebabkan rumah sakit harus menyiapkan Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI) yang optimal. PPI dapat membantu fasilitas kesehatan mencegah dan mengurangi dampak kedaruratan, mengevaluasi upaya pencegahan, kesiapan mitigasi dan tanggapan, mengurangi penularan infeksi, meningkatkan keselamatan staf, pasien dan pengunjung, serta meningkatkan kemampuan organisasi untuk menghadapi pandemi COVID-19. Infection Prevention Control Link Nurse (IPCLN) di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan ujung tombak pelaksana program PPI. Rumah Sakit Mata Cicendo sebagai salah satu rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan turut serta melakukan perawatan pada pasien COVID-19 dengan kriteria kuning atau dengan gejala sedang. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan, motivasi dan supervisi dengan kinerja IPCLN dalam pencegahan dan pengendalian infeksi selama pandemik COVID-19 di Rumah Sakit Mata Cicendo. Metode: Dilakukan penelitian survey dengan pengambilan data di Rumah Sakit Mata Cicendo. Sumber data berupa data primer yang diperoleh melalui pemberian kuesioner untuk mengukur pengetahuan, motivasi, supervisi dan kinerja IPCLN. Responden adalah total populasi, terdiri dari satu orang Infection Prevention Control Nurse (IPCN) dan 34 orang IPCLN. Analisis data dilakukan dengan korelasi Rank Spearman. Hasil: Pengukuran kinerja IPCLN menghasilkan 21 orang (61,80%) dalam kategori baik. Untuk pengetahuan, 27 orang (79,40%) termasuk kategori baik, sedangkan terkait motivasi, 20 orang (58,80%) termasuk kategori sedang. Sejumlah 24 orang (70,60%) termasuk kategori baik dalam supervise. Hasil analisis bivariate menunjukkan terdapat korelasi keeratan kuat antara pengetahuan dengan kinerja (r 0,68; p 0,00), motivasi dengan kinerja (r 0,80; p 0,00), dan supervisi dengan kinerja (r 0,60; p 0,00). Kesimpulan: Pengetahuan, motivasi dan supervisi berhubungan kuat dengan kinerja dalam melaksanakan program pencegahan pengendalian infeksi.
Co-Authors A, Aysyah. Aat Sriati Abdul Rauf AdeYulia Putri Aditya Salya Afrinaldi Afrinaldi Agustian, Rendika Ahdiany, Gina Nur Ahmad Hadiyan AI MARDHIYAH, AI Ainur Rosidah Ajeng Fitria Alia Fatma Tanri Sari Ambrosius Purba Ambrosius Purba Amran, Elsa Fitri Andis Permana Annisa Nurbaiti Rahmah Annisa Putri Apriandini, Septiani Nur Aprilia Aulia Ardianti Ariska Juniar Arlan Asrida Asrida, Asrida Asril, Yona Astoni Nurdin, Astoni Ayu Siti Marlina Azzahra, Shifa Leviyanti Bambang Aditya Nugraha Bunga Aviera Cesy Anggraini Putri Dani Ramdani, Dani Dede Rina Dedi Ruswandi Dewanti Widya Astari Dewi Indriyani Utari Diana Kusuma Astuti Dimas Erlangga Luftimas Dini Mulya Dyah Setyorini Dyah Setyorini Edy Irawan, Edy Efri Widianti Efri Widianti Eka Afrima Sari ELFINA YENTI Ema Arum Rukmasari Fahlefi, Rizal Faiza, Tiara Faizal, Nur Farina, Desi Fathi Dieni Hanifah Fathonah, Dewi Yulia Febryani, Indah Widya Fidella Fidella Firman Sugiharto Fitri Yani Fransisca Sri Susilaningsih Furkon Nurhakim Gihon Jessi Hafidz, Ikhsan Handayani, Sri Dina Helwiyah Rofi, Helwiyah Hendayani, Santi Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hermawan, Syipa Izzati Hesti Platini Hikmat, Rohman HUSNI SHABRI Iceu Amira DA Imas Rafiyah Indah Widya Febryani Ismi Asmaul Chair Iyus Yosep Karisa, Putri Kintan Komala Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Lailannufa, Zannuba Leonardo Lubis Lydyana, Lynna Lynna Lidyana Lynna Lidyana Lynna Lidyana Mamat Lukman Maria Komariah Maria komariah Marlin, Khairul Maulana, Sidik Maya Atikasuri Mediawati, Ati Surya Mega Rahmi Meilan, Try Silvia Afaf Meuthia Saulikha Muhamad Gustaf Al Fajar Musthofa, Faizal Mutiara Annisa Mutiara Syagitta, Mutiara Nabila, Aisyah Nenden Novitasari Nenden Nur Asriyani Maryam Nirmala, Dina Nofrivul Nofrivul Nono Carsono Novitasari, Nenden Nur Hardini Rahmatika Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurfaizal ., Nurfaizal Nurlaila, Evi Nursiswati Oktavia, Abel Oktaviana, Mariska Oktaviani Fauziah Prawitasari, Nita Putri Karisa Putri Karisa Putri Utami, Elfina Putri, Aliza Zulpa R, Ramadanis. Rahim, Syamsuri Rahmah, Ayyida Aini Ramadanis Ramadanis Rauf, Abdul Rauf Ristina Mirwanti, Ristina Rita Masdar Rositianti Ryan Hara Permana Saikhoni, Saikhoni Salimah, Yasmin Salsabila, Khairunnisa Vania Salsabila, Nabela Normaulida Santika Sari Sarah Retno Septania, Salma Mega Setiawan Setiawan Shalha Ubaid Salim, Shalha Ubaid Shelly Iskandar Shelly Shelly Siti Nur Fatimah Sri Dina Handayani Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sulaeman, Nadila Afifah Sulastini, Sulastini Suryani Suryani Syamsiar, Syamsiar Syifa Khoirunnisa, Syifa Tati Sumarni Tati Sumarni Taty Hernawati Taty Hernawaty Tertianto Prabowo Therecia Simanjuntak Theresia Eriyani Umy Riskyani Wanda, Risa Gustia Widia Lestari Winanda, Heru Prasetyo Windy Rakhmawati Yelsi Wanti Yenni, Fitri Yenti, Elfina Yuliani, Dila Zahran, Riqza Alfaiz Zihan Rahminabillah Zubaidah, Dea