Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Fasilitas Akomodasi Objek Wisata Pantai Gamat Melalui Desain Masterplan Penataan I Kadek Merta Wijaya; I Wayan Jawat; Ni Komang Armaeni; Ni Wayan Meidayanti mustika
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 02 (2024): SUTRAMAS VOLUME 04 NO 2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Penida Island tourist attractions have exotic natural characteristics of beaches and hills. This potential is evenly distributed in the northern part of the coast and the southern part of Nusa Penida. The unavailability of tourist support facilities has an impact on the comfort and accessibility that is not optimal towards these tourist attractions. The picture can be seen on the Gamat Beach tourist attraction which is located in the western part of the coast of Nusa Penida. Gamat Beach is one of the diving spots in Nusa Penida which has the potential for the beauty of coral reefs and fish as a tourist attraction on the beach. Currently, tourists have access to Gamat Beach by sea and to access the beach, there are no supporting facilities or infrastructure. Therefore, it is very difficult for tourists to enjoy the beauty of Gamat Beach optimally. In addition, Gamat Beach began to be eroded by coastal waves and it was feared that the coastline with beach sand would be eliminated. The purpose of this activity is to produce a master plan for the arrangement of facilities at Gamat Beach tourist attraction in an effort to support tourist activities at the tourist attraction. The methods used in this service activity are mapping, conceptual, induction (design), and focus group discussion. The results of this service activity are in the form of a design of a master plan for the arrangement of Gamat Beach tourist objects.
Sosialisasi dan Edukasi Pengelolaan Sampah Organik untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung Regency, Bali Meidayanti Mustika; I Kadek Merta Wijaya; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.3.1.2020.1-9

Abstract

Pesatnya perkembangan pariwisata di Nusa Penida berdampak positif pada aspek kehidupan ekonomi disana. Sebaliknya justru berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan. Salah satu masalah lingkungan yang muncul adalah pengelolaan sampah yang tidak berkelanjutan. Menurut beberapa peraturan, pengelolaan sampah ini harus dilakukan semaksimal mungkin di sumbernya. Situasi ini juga terjadi di Dusun Sebunibus, Desa Sakti, dimana banyak terdapat akomodasi wisata yang beroperasi sebagai akibat dari perkembangan pariwisata yang pesat tetapi limbah yang dihasilkan tidak dikelola dengan baik. Mitra dalam proyek pengabdian masyarakat adalah Kelompok Sadar Wisata Dusun Sebunibus Dusun Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan masih berkoordinasi dengan Kepala Desa Sakti sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan.. Permasalahan yang teridentifikasi adalah kurangnya persepsi pemilik akomodasi pariwisata dan masyarakat pendukungnya tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi tentang pengelolaan sampah. Selain itu perlu diperkenalkan metode penanganan sampah pada sumbernya yang efektif dan mudah berkembang di lokasi ini, khususnya sampah organik. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menginisiasi sosialisasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah kepada para pemangku kepentingan pariwisata di Desa Sebunibus agar semua pihak yang terlibat memahami pendekatan pengelolaan sampah berkelanjutan. Lebih lanjut, pengenalan unit alat pengolah sampah organik yang dapat digunakan secara langsung yang tidak hanya akan menyelesaikan permasalahan persampahan tetapi juga memiliki nilai ekonomis untuk pemberdayaan masyarakat.. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pengkajian awal untuk mengidentifikasi timbulan sampah yang dihasilkan dan kondisi pengelolaan sampah di lokasi yang dituju serta menganalisis kondisi tersebut untuk kemudian merumuskan materi sosialisasi edukasi yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Tahap selanjutnya adalah melakukan sesi sosialisasi di lokasi pengabdian masyarakat termasuk presentasi dan diskusi tentang proses teknis unit pengolahan sampah organik. Tahap terakhir adalah monitoring dan evaluasi awal kemampuan mitra dalam menjalankan unit pengolahan sampah organik.
Pengembangan Objek Wisata Yeh Hoo Berbasis Potensi Pertanian dan Lingkungan Alam di Tabanan, Bali I Kadek Merta Wijaya; I Nyoman Warnata; I Ketut Sugihantara; I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan objek wisata alam diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan beraktivitas wisata di objek tersebut. Pengembangan ini bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat setempat melalui keterlibatan langsung dalam atraksi wisata alam tersebut. Namun perlu untuk diperhatikan bahwa pengembangan ini jangan sampai membawa dampak buruk terhadap keberlanjutan alam setempat. Potensi alam setempat menjadi aset utama sebagai destinasi wisata, dan pengembangannya untuk menjadikan potensi tersebut memiliki daya jual di industri wisata. Dalam pengembangan objek wisata alam, aspek yang perlu diperhatikan adalah potensi alam yang dimiliki oleh objek wisata tersebut. Salah satu objek wisata yang mengandalkan potensi alam yaitu objek wisaya Yeh Hoo dengan potesi utama adalah lahan pertanian padi dan air terjun Yeh Hoo yang memiliki keindahan tersembunyi di balik tebing. Selain itu juga saujana pegunungan dan terasering mewarnai potensi lain dari objek wisata Yeh Hoo ini. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan program pengembangan yang berbasis pada potensi pertanian dan alam yang berkelanjutan dan untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Metode yang dipergunakan dalam merumuskan program pengembangan ini adalah kualitatif deskriptif. Metode ini menekankan pada kajian yang bersifat deskriptif melalui data-data empiric. Hasil kegiatan ini berupa program pengembangan berupa wisata pertanian dan wisata air terjun Yeh Hoo; dan rancangan program berupa master plan rancangan.
Perencanaan Infrastruktur Air Bersih dalam Mewujudkan Pilar Pembangunan Lingkungan Desa Pengejaran I Kadek Merta Wijaya; I Gusti Agung Putu Eryani; Komang Adi Kurniawan Saputra
Jurnal Sutramas Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pengejaran memiliki potensi alam berupa hutan dan sumber air bersih yang berlimpah. Sumber mata air tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari dan juga untuk pertanian. Lokasi sumber mata air berada pada elevasi yang rendah dengan permukiman, masyarakat memanfaatkan sumber mata air dengan metode hidran (pelontar dan gravitasi) namun debit air yang sampai ke permukiman tidak maksimal untuk kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah memberikan bantuan berupa pompa air dan reservoir, akan tetapi dalam jangka waktu yang pendek mesin pompa mengalami kerusakan dan hal tersebut menyebabkan masyarakat kembali menggunakan metode lama. Di samping itu juga, akses jalan menuju sumber mata air tidak efektif karena kondisi masih berupa jalan tanpa pekerasan dan belum ada rekayasa kontur dalam akses jalan. Tujuan kegiatan ini untuk merencanakan kembali infrastruktur jariangan air bersih dan perencanaan jalan menuju sumber mata air. Metode yang dipergunakan adalah sosialisasi, identifikasi, penerapan, dan pendampingan. Hasil kegiatan ini dalam bentuk desain penataan infrastruktur jariangan air bersih dan akses jalan menuju sumber mata air.
KONSEP RE-PLANNING KOMPLEKS GEREJA SÃO PAULO LOSPALOS MELALUI PENDEKATAN INKULTURASI BUDAYA DI TIMOR LESTE Olivio Pinto Da Silva; I Kadek Merta Wijaya; I Wayan Parwata; I Wayan Runa; Dewa Ayu Nyoman Sri Astuti
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.196

Abstract

Gereja Katolik São Paulo di Kecamatan Lospalos menjadi salah satu contoh awal penerapan prinsip inkulturasi tersebut di Timor Leste. Perubahan signifikan dalam bentuk dan gaya arsitektur gereja terjadi terutama setelah Konsili Vatikan II, yang menyerukan penggunaan pola arsitektur lokal dan penyesuaian bangunan gereja dengan lingkungan sekitarnya. Surat edaran Konsili ini memuat dua aspek: di satu sisi, memberikan toleransi terhadap kearifan lokal; di sisi lain, mengandung motif politis untuk menarik penduduk lokal agar lebih menerima kehadiran gereja Katolik. Penelitian dilakukan dengan menggali informasi melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi untuk mendapatkan informasi tentang penerapan serta makna warna pada gereja Paroquia São Paulo Lospalos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama dalam liturgi agama katolik, ini sangat sejalan dari keinginan Smutzer yang mana memang menginginkan Gereja dalam berkonsep budaya lospalos karna saking cintanya Smutzer dengan budaya setempat maka dijadikanlah Gereja paroki São Paulo lospalos  menjadi Gereja dengan konsep arsitektur budaya lospalos yang mana bangunan utamanya sampai kesenian seperti relif dan ornament yang terbentuk juga memakai budaya lospalos karna memang desain ini melibatkan dari ajaran vatikan dan kombinsai dengan budaya itu sendiri dan disetujui untuk dibangun menyerupai bangunan gereja pada umum nya. Ketiga respon masyarakat yang memang ada disana tidak mempermasalahkan bahkan mereka sangat kagum atas apa yang tercapai pada desain Gereja tersebut.
PERHITUNGAN PROPORSI PADA CANDI TEBING GUNUNG KAWI DI TAMPAKSIRING-GIANYAR Anak Agung Gede Raka Gunawarman; I Kadek Merta Wijaya
Jurnal Anala Vol. 6 No. 1 (2018): ANALA
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.09 KB) | DOI: 10.46650/anala.6.1.578.1-13

Abstract

 Candi Tebing is one of the architectural object, that can be reviewed and researched by design principal of its architecture is with doing reseach how to calculate its proportion. Candi Tebing Gunung Kawi as one of the architecture temple relic in Pakerisan watershed can be used as an architectural reseacrh object with review how yo calculate the proportion of ten candi that we can find at that area. The purpose of the research is to analyze its element and proportion calculation of the Candi Tebing Gunung Kawi design. The research design using mixed methods between qualitative and quantitative approaches, and also used field research method.Proportion forming elements of Candi Tebing Gunung Kawi generally can be divided into three main parts; pedestal, body, and head. Each proportion forming elements detail on pedestal, body and crown, consist of a lower framed, body and upper framed. The result on the proportion calculation showed the proportion of temple’s height twice the width of the pedestals (Lk) or it could be twice of the crown width (the scene). Manasara-silpasastra theory explained the proportion between width and height calculation can be divided into five parts, those are; santika, paushtika, parshnika / jayada, adbhuta, and sarvakamika (Acharya, 1927:41). The conclusion based on that theory,  Candi Tebing Gunung Kawi proportion between width and height classified into paushtika.Keywords: candi tebing, forming elements, proportion
Pendekatan Tema Eco Arsitektur Dalam Perencanaan dan Perancangan Agrowisata Pertanian Organik di Desa Sayan Ubud I Wayan Wirya Sastrawan; I Kadek Merta Wijaya; Ni Wayan Nurwarsih; I Kadek Dwi Saputra
Jurnal Anala Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.13.2.1736.61-76

Abstract

Desa Sayan di Ubud, Bali, memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan pariwisata yang dapat disinergikan melalui konsep agrowisata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan agrowisata pertanian organik yang mampu mendukung pemberdayaan masyarakat lokal serta pelestarian lingkungan dengan pendekatan eco arsitektur. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, serta analisis tapak dan kebutuhan ruang. Hasil perencanaan menghasilkan kawasan agrowisata yang menyatukan aktivitas edukatif, rekreatif, dan produksi pertanian organik dalam satu sistem yang harmonis. Desain kawasan menerapkan prinsip-prinsip eco arsitektur seperti pemanfaatan material lokal, sistem sirkulasi alami, pengolahan limbah terpadu, dan tata ruang yang adaptif terhadap kontur serta vegetasi eksisting. Agrowisata ini diharapkan menjadi model pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan, ekonomi lokal, serta pelestarian budaya dan alam Bali.
Penerapan Arsitektur Ekologi Dalam Perencanaan dan Perancangan Fasilitas Pengolahan Sampah Terpadu di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali: Bahasa Indonesia I Putu Yuda Ari Putra Vinantha; Kadek Tania Utami Putri; Anak Agung Bagus Bayu Anggawirya; I Kadek Merta Wijaya
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 14 No. 1 (2026): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2026)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.14.1.14929.20-27

Abstract

Waste management remains a major environmental issue in Indonesia, as indicated by the high proportion of unmanaged waste, particularly in Bali Province and Tabanan Regency. Based on SIPSN data in 2024, Tabanan Regency shows a relatively high percentage of unmanaged waste compared to other Sarbagita regions, while limited availability and distribution of TPS3R facilities have hindered optimal waste management. This study aims to plan and design an Integrated Waste Processing Facility in Tabanan Regency that functions not only as a waste treatment center but also as an environmental education facility. The research method includes secondary data collection through literature review and SIPSN data, as well as primary data obtained from field observations and interviews with TPS3R managers, followed by quantitative and qualitative analysis. The results propose a design concept based on ecological architecture and the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle), emphasizing efficient mass arrangement, the use of environmentally friendly materials, natural lighting and ventilation, and the provision of public and educational spaces to support sustainable waste management in Tabanan Regency.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN POP CULTURE CREATIVE HUB DI KOTA DENPASAR BALI: Bahasa Indonesia I Ketut Putra Kurniadi; Made Mas Surya Wiguna; I Kadek Merta Wijaya; I Wayan Wirya Sastrawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 14 No. 1 (2026): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2026)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.14.1.14959.44-55

Abstract

The development of popular culture in Denpasar City has grown significantly, especially among young communities such as cosplay, gaming, collectors, and digital creators. However, these activities are still temporary and not supported by integrated facilities, resulting in fragmented creative processes and limited sustainability. This study aims to design a Pop Culture Creative Hub in Denpasar as an integrated creative space that accommodates production, collaboration, and commercialization activities. The method used includes literature study, observation, interviews, and precedent study, analyzed through comparative, analytical, and synthesis methods. The design applies a cross-programming approach by integrating creative, commercial, educational, and recreational functions into a flexible and adaptive spatial system. The result is a creative hub that remains active daily and supports the development of a sustainable creative ecosystem in Denpasar.
The Balinese Ethnic Community's Perceptions in Regards to Modifications in Denpasar's Residential Building Spatial Planning I Kadek Merta Wijaya; Mariana Correia; I Nyoman Warnata; I Ketut Sugihantara
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 2 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i2.64516

Abstract

The increase influences changes in the spatial layout of Balinese ethnic residences in Denpasar in the number of family members, the growth in the community's economy, and the availability of residential yard land, which is decreasing. On the one hand, the Balinese ethnic community in Denpasar still has a perception of direction and orientation of significant (high) and obnoxious (low) values or luan and teben orientations as the forerunner to the spatial configuration of Balinese ethnic residences with the concept of zoning of the Sanga Mandala tread. This study aims to conceive of the Denpasar community's perception of the arrangement of residential houses amid increasing residential space needs. The method used is descriptive qualitative through empirical studies by conducting in-depth observations and interviews to understand the Denpasar community's understanding of structuring their homes. This study found that the Balinese ethnic community perceives changes in their homes' spatial layout based on literacy and adaptation; the Denpasar community understands the demands of residential space needs through a spatial transformation based on transformation spatial concepts of Balinese architecture.
Co-Authors Anak Agung Bagus Bayu Anggawirya Anak Agung Gede Raka Gunawarman Arga, Made Natha Sukma Arthana, I Nyoman Nuri Budiartha, Nyoman Putu Dewa Ayu Nyoman Sri Astuti Fahrul Nawan Subakti Gianyar, I Made Hartawan, I Putu I Dewa Gede Purnama Wara Nugraha I Gede Adi Setia Darma I Gede Eka Budiarta I Gusti Agung Putu Eryani I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi I Gusti Ngurah Agung Aditya Putra I Kadek Dwi Saputra I Kadek Rama Adhi Aryana I Kadek Rama Adhi Aryana I Kadek Yudha Wardana I Ketut Putra Kurniadi I Ketut Sugihantara I Komang Edy Suparlan I Made Agus Surya Dwipayana I Made Handi Narayana Dita Handi I Made Surya Kumara I Nengah Sinarta I Nyoman Gede Maha Putra I Nyoman Warnata I Putu Aldiana Pebrian I Putu Dika Mustika I Putu Gede Nanda Febrian Paraditha I Putu Hartawan I Putu Trisna Hady Permana S. I Putu Yuda Ari Putra Vinantha I Wayan Budiarta I Wayan Jawat I Wayan Jawat I Wayan Parwata I Wayan Rio Wardana I Wayan Runa I Wayan Wesna Astara I Wayan Wirya Sastrawan Ida Bagus Komang Mahardika Ilyas Rizal Ramadhan Jayantari, Made Widya Johannes Ibrahim Kosasih Kadek Hendrik Valentino Kadek Putra Santika Narayana Kadek Tania Utami Putri Komang Adi Kurniawan Saputra Made Adi Paramartha Putra Made Mas Surya Wiguna Made Natha Sukma Arga Made Yogi Wikrama Putra Mariana Correia Meidayanti Mustika Meidayanti Mustika Mochamad Zamroni Muhamad Amin Yusuf Naori Miyazawa Ni Komang Armaeni Ni Komang Armaeni Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti Ni Putu Mely Kusuma Ningsih Ni Wayan Meidayanti Mustika Ni Wayan Nurwarsih Nurwarsih, Ni Wayan Nurwarsih, Ni Wayan Nyoman Putu Budiartha Olivio Pinto Da Silva Pande Putu Nadya Paramitha Prabawa, Made Suryanatha Putri, Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putu Ayu Sriasih Wesna Putu Gede Raditya Juniarta Rahadiani, Anak Agung Sagung Dewi S Homya S Vongtanaboo Sanjaya, I Gusti Agus Maha Putra Sastrawan, Wirya Selamet, I Ketut Sidhi, I Gede Mas Giri Hari Purnama Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana Sumardika, I Nyoman Suranata, I Putu Gede Tanjung Subrata Valentino, Kadek Hendrik W Hancharoen Wicaksana, Gde Bagus Andhika Widanan, I Wayan