Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Nilai-Nilai Pancasila yang Terkandung dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Melayu di Desa Mensere, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas Putra, Dede Yas; Syamsuri, Syamsuri; Purnama, Shilmy; Imran, Imran; Atmaja, Thomy Sastra
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 3 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i3.3301

Abstract

This research aims to describe the Pancasila values ​​contained in the wedding traditions of the Malay community in Mensere Village, Tebas District, Sambas Regency. A qualitative approach with descriptive methods was used in this research. The subjects in this research were village heads, traditional leaders and religious leaders. The data collection used was interviews, observation, and documentation using the Miles and Hubberman model data analysis technique which consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research show that the wedding procession in the Malay wedding tradition consists of three stages of the procession, namely pre-wedding, wedding and post-wedding. The values ​​of Pancasila are contained in the marriage traditions of the Malay community, the values ​​of divinity, humanity, unity, deliberation and justice. And these functions and meanings are divine values ​​indicating the spiritual and religious aspects of marriage, human values ​​which emphasize social care and tolerance, unity values ​​which strengthen family relationships and involve community mutual cooperation, deliberation values ​​where decisions regarding marriage are taken by deliberation to reach consensus, and justice values ​​which in the Malay marriage tradition exist social equality without distinguishing between the economic status of the community
Nilai-Nilai Edukatif dalam Tradisi Bibu Adat Masyarakat Dayak Bekidoh di Desa Engkode Kabupaten Sanggau Firga, Yustinus Jacob Edelestal; Zakso, Amrazi; Purnama, Shilmy; Bahari, Yohanes; Sulistyarini, Sulistyarini
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 3 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i3.3364

Abstract

This research aims to find out how educational values in the tradition of bibu adat of Dayak bekidoh community in Engkode Village, Sanggau Regency. The research method is qualitative research with a descriptive approach to create a description of the educational values ​​of the Dayak Bekidoh community in Engkode Village. The data collection techniques are observation, interviews and documentation techniques. Data analysis uses data reduction and data presentation and drawing conclusions. The research results show that (1) the traditional bibu tradition aims to unite male and female couples in a traditional way, asking for blessing from God (Akek Penompo) and the ancestors, as well as validating and confirming the couple's status in custom and in society. (2) There are four educational values ​​in the Dayak Bekidoh community in Enkode Village, namely: religious values, moral values, cultural values ​​and also social values. In the procession, this traditional bibu tradition involves God and ancestors. Educative values ​​are instilled through joint activities such as mutual cooperation, mutual assistance, mutual aid and cooperation between communities. and through the symbolic meaning of tools and food menus in this tradition which teaches honesty, empathy, responsibility, and the importance of maintaining harmony in household life.  
Pelaksanaan Pembelajaran Efektif Oleh Guru Pada Mata Pelajaran PPKn Di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak Okta, Okta Putri; Sulistyarini; Shilmy Purnama; Bistari; Tri Utami
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v5i7.4218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran efektif oleh guru pada mata Pelajaran PPKn di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ialah pihak sekolah, guru PPKn, Peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti mengunakan tahapan-tahapan analisis data yaitu berupa pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data serta penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran efektif oleh guru pada mata Pelajaran PPKn di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak, pembukaan dengan salam pembuka, Berdoa, Memeriksa kehadiran peserta didik, tujuan pembelajaran, Penyampaian materi pembelajaran. Peran guru PPKn dalam menciptakan suasana pembelajaran efektif pada mata Pelajaran PPKn di SMA Kristen Abdi wacana Pontianak yaitu, sebagai Fasilitator, sebagai mediator, sebagai demonstrator, sebagai evaluator. Faktor Pendukung pelaksanaan pembelajaran efektif yaitu: Kompetensi Profesional guru, Kompetensi pedagogik, Kompetensi kepribadian, motivasi, dan komitmen mengajar, Kreativitas dan Inovatif. Adapun faktor pengambatnya, proses pelaksanaan pembelajaran yaitu, Sarana dan Prasarana, Perhatian Orang Tua, dan Keadaan Keluarga.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Tema Bhinneka Tunggal Ika pada Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 6 Singkawang Niko Juliansyah; Bistari Bistari; Shilmy Purnama; Sulistyarini Sulistyarini; Amrazi zakso
Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nakula.v3i6.2307

Abstract

This study aims to explore: (1) the planning process in implementing the Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5) project through the theme Bhinneka Tunggal Ika among Class VII students at SMP Negeri 6 Singkawang; (2) the implementation of the P5 project with that theme in Class VII; and (3) the challenges encountered and solutions applied during the project's execution. The research adopts a qualitative approach with a case study method. The subjects include the principal, the vice principal for curriculum affairs, the head of the facilitator team, and students. Informants were selected using purposive sampling, ensuring data was obtained from participants chosen based on specific criteria to ensure relevance and accuracy. Data collection methods involved in-depth interviews, direct observations, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that: (1) prior to the implementation of the P5 project, careful planning is required by the school; (2) the project is carried out in several phases, namely orientation, contextualization, real action, reflection, and follow-up; and (3) challenges in implementing the P5 project include a lack of student participation and engagement, transportation issues due to mechanical failure, and a mismatch between the chosen theme and the project dimensions. The proposed solutions involve using student-led discussion methods, providing better-maintained transportation, and selecting more specific and consistent themes, dimensions, and topics to ensure successful project implementation.
Implementasi Nilai-Nilai Nasionalisme Sebagai Upaya Pencegahan Perundungan Di SMA Negeri 1 Balai Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau Ayu Andini; Achmadi; Shilmy Purnama; Syamsuri; Thomy Sastra Atmaja
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i2.4553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai nasionalisme sebagai upaya pencegahan perundungan di SMA Negeri 1 Balai Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Waka Kesiswaan, Guru BK, dan Peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat program-program di sekolah yang menerapkan nilai-nilai nasionalisme yaitu PIK-R, ekstrakurikuler paskibra, ekstrakurikuler pramuka, ekstrakurikuler istika, dan ekstrakurikuler PMR dan juga keiatan P5. Kemudian juga terdapat 4 nilai-nilai nasionalisme yaitu nilai perasaan cinta tanah air, nilai melestarikan seni serta budaya Indonesia, nilai toleransi dan nilai peduli sosial. Dalam penerapan nilai-nilai nasionalisme tersebut terdapat hambatan yang dimana terdapat dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Penguatan Pendidikan Karakter di Wilayah Perbatasan dalam Mempertahankan Identitas Nasional (Studi Kasus SMPN 3 Sajingan Besar Kabupaten Sambas) Lala, Lala; Zakso, Amrazi; Atmaja, Thomy Sastra; Mashudi, Mashudi; Purnama, Shilmy
Journal of Civic Education Vol 8 No 3 (2025): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v8i3.1202

Abstract

This article aims to analyze of the implementation of character education (PPK) at SMP Negeri 3 Sajingan Besar, Sambas Regency, a school located on the strategic Indonesia-Malaysia border. Employing a qualitative method, the research gathered data from the Principal, Deputy Principal, Civics Teacher, and students, to see the effectiveness and challenges of the program. The findings establish that PPK is systematically executed through four integrated strategies: routine activities (e.g., flag ceremonies, national songs), spontaneous actions (e.g., conflict mediation), exemplary conduct (e.g., proper language use, forming the TPPK), and conditioning (e.g., the 3S culture and kerja bakti). Implementation is strongly supported by the school's compliance with government regulations, its crucial position as the closest school to the border, and the existing ethnic and religious diversity which naturally promotes tolerance. However, significant obstacles remain, primarily the students' lack of awareness regarding the importance of national identity and the persistent issue of frequent bullying both inside and outside the school. To counter these problems, the school focuses on providing understanding and positive examples, alongside establishing active collaboration with parents. The study acknowledges its limitation to a single educational unit in Sambas, suggesting caution when generalizing the findings to other border regions.
Implementasi Penguatan Karakter Nasionalisme Dalam Menyikapi Fenomena Transnasionalisme Di SMP Negeri 3 Entikong Perbatasan Kalimantan Barat Ayuni, Nina; Sulistyarini; Thomy Sastra Atmaja; Amrazi Zakso; Shilmy Purnama
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i2.4871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan karakter nasionalisme dalam menyikapi fenomena transnasionalisme di SMP Negeri 3 Entikong perbatasan Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Waka Bidang Akademik, Waka Bidang Kesiswaan, Guru dan Peserta Didik SMP Negeri 3 Entikong. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis dilaksanakan dengan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penguatan karakter nasionalisme berbasis kelas yakni melalui program yang dintegrasikan ke dalam perencanaan, proses dan evaluasi pembelajaran, sedangkan penguatan karakter nasionalisme berbasis sekolah dilaksanakan melalui program-program pada kegiatan rutin, spontan, pengkondisian dan keteladanan. Hasil penguatan karakter nasionalisme berbasis kelas dan berbasis sekolah yakni peserta didik cinta tanah air bangsa, bangga sebagai bangsa Indonesia, menunjukkan perilaku menghargai jasa pahlawan, toleransi dalam keberagaman, dan mengutamakan kepentingan umum. Penguatan karakter melalui program tersebut positif dalam menangkal masuknya fenomena transnasionalisme sebagai tantangan terhadap implementasi nasionalisme terutama pada peserta didik di SMP Negeri 3 Entikong.
Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas Bagi Guru Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah Pertama Di Kabupaten Mempawah Sulistyarini, Sulistyarini; Purwaningsih, Endang; Witarsa, Witarsa; Atmaja, Thomy Sastra; Dewantara, Jagad Aditya; Purnama, Shilmy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3621

Abstract

Pemerintah telah serius mengimplementasikan program-program pendidikan karakter melalui Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Namun, degradasi karakter moral masih tetap terjadi dan bahkan mengkawatirkan bagi perkembangan kepribadian dan karakter anak di tingkat usia sekolah. Dugaan kelemahan implementasi program ini, karena masih banyak guru yang belum memahami secara komprehensif pelaksanaan program PPK berbasis kelas yang diamanahkan oleh pemerintah. Berlandaskan pada persoalan ini, maka perlu adanya upaya nyata dari berbagai pihak khususnya Perguruan Tinggi untuk terlibat mensosialisasikan program tersebut pada level sekolah dan masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru-guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) terhadap implementasi program PPK berbasis kelas. Alur pelatihan dilaksanakan sebagai berikut: (1). menyajikan materi mengenai upaya penguatan pendidikan karakter melalui integrasi nilai-nilai karakter pada setiap mata pelajaran; (2). menyajikan materi mengenai upaya penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan manajemen kelas. Hasil kegiatan PKM ini yakni : (1) Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru mengenai upaya mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap mata pelajaran yang dapat dilakukan melalui langkah-langkah: melakukan analisis terhadap Kompetensi Dasar (KD) dan identifikasi terhadap nilai-nilai karakter yang terkandung dalam materi pembelajaran, mendesain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mendukung penguatan karakter; (2). Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru untuk melakukan penguatan nilai-nilai karakter peserta didik melalui kegiatan manajemen kelas, yaitu bersama-sama dengan peserta didik guru membuat kesepakatan kelas mengenai kewajiban mendengarkan dan menyimak penjelasan guru, etika mengajukan pertanyaan atau tanggapan, sanksi keterlambatan mengumpulkan tugas, kewajiban saling tolong menolong dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran; (3). Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru mengenai kegiatan literasi untuk melakukan penguatan nilai-nilai karakter peserta didik, melalui proses mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran dan proses pembelajaran, melibatkan peserta didik dalam kegiatan membaca, menulis, menganalisis suatu tema atau topik dari berbagai sumber, serta menyediakan sumber-sumber informasi seperti buku-buku, surat kabar, dan internet di perpustakaan sekolah.
Pengaruh Penerapan Tata Tertib Sekolah Terhadap Kedisiplinan Siswa Di SMP Negeri 13 Pontianak Novia Elisabet; Syamsuri; Thomy Sastra Atmaja; Mashudi; Shilmy Purnama
JURNAL PENDIDIKAN Vol 33 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v33i2.5217

Abstract

Siswa disiplin serta bertanggung jawab bisa dibentuk dengan penerapan tata tertib sekolah. Sehingga adanya penerapan tata tertib sekolah bisa menekan permasalahan pelanggaran moral yang terjadi. Tujuan penelitian ini guna melihat: (1) gambaran penerapan tata tertib sekolah pada siswa SMPN 13 Pontianak, (2) gambaran kedisiplinan siswa di SMPN 13 Pontianak, (3) apakah penerapan tata tertib sekolah berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan siswa di SMPN 13 Pontianak. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif yang menggunakan penelitian metode kuantitatif kausal. Populasi penelitian ini ialah semua siswa/siswi SMPN 13 Pontianak yang berjumlah 1.038 siswa yang mencakup 3 kelas: kelas 7, 8, dan 9. Sampel penelitian berjumlah 92 siswa dan mengenakan teknik probability sampling (proportional random sampling). Penelitian ini ialah mennggunakan teknik analisis statistik deskriptif, uji prasyarat analisis dan analisis statistik inferensial. Hasil dari penelitian memperoleh: (1) Penerapan tata tertib sekolah pada siswa SMPN 13 Pontianak diperoleh persentase 82,91% termasuk kategori tinggi. (2) Kedisiplinan siswa di SMPN 13 Pontianak diperoleh persentase 82,68% termasuk kategori tinggi. (3) Penerapan tata tertib sekolah berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan siswa di SMPN 13 Pontianak dengan besaran pengaruh sebesar 70,7% serta sisanya 29,3% di pengaruhi oleh variabel ataupun faktor lainnya di luar penelitian ini yang tidak menjadi fokus penelitian peneliti.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMP NEGERI 20 PONTIANAK Sausan, Nida; Okianna, Okianna; Purnama, Shilmy; Sulistyarini, Sulistyarini; Bistari, Bistari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 13, No 4 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v13i4.74301

Abstract

This research aims to improve students' learning outcomes using the STAD cooperative learning model in Civic Education. The research method employed is theClassroom Action Research with a descriptive form. The subjects are eighth-grade students from SMP Negeri 20 Pontianak, with 32 students as samples. Data collection techniques include observation, tests, and documentation. Data instruments used are teacher activity observation sheets, student activity observation sheets, and pretest/posttest sheets for learning outcomes. The research consists of two cycles, each comprising 2 sessions. Teacher activity results were 71.73% in Cycle I and 82.5% in Cycle II. Student activity results were 42.82% in Cycle I and 63.56% in Cycle II. Students' learning outcomes improved by 46% from Cycle I to Cycle II. The average learning outcome in Cycle I was 70.94%, achieving a mastery level of 46.88% (15 students passed). In Cycle II, the average learning outcome reached 79.38% with a mastery level of 68.75% (22 students passed). In conclusion, the implementation of the STAD cooperative learning model in Civic Education improves the learning outcomes of eighth-grade students at SMP Negeri 20 Pontianak